POLINOMIAL Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 May 2025, pp. Online: https://ejournal. org/index. php/jp e-ISSN: 2830-0378 Analisis Self-Efficacy Pada Siswa Kelas VII SMP dalam Pembelajaran Matematika Naufal Fakhri Abdul Aziz 1* Universitas Singaperbangsa Karawang. Indonesia *Corresponding Author: naufalfakhri534@gmail. Submitted: 23 May 2025 | Revised: 30 May 2025 | Accepted: 31 May 2025 Abstrak Tingkat self-efficacy matematis siswa masih tergolong rendah, terlihat dari kurangnya rasa percaya diri siswa dalam menyelesaikan soal matematika serta kecenderungan mereka untuk mudah menyerah saat menghadapi kesulitan. Salah satu faktor yang dapat mendukung peningkatan kemampuan siswa dalam memahami dan menyelesaikan masalah matematika adalah self-efficacy matematis, yaitu keyakinan siswa terhadap kemampuannya dalam mengerjakan tugas-tugas matematika secara mandiri dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui self-efficacy matematis siswa kelas VII dalam pembelajaran matematika di SMPIT Abdan Syakuro Lampu Iman. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan subjek sebanyak 26 siswa kelas VII. Data dikumpulkan melalui angket yang memuat 6 indikator self-efficacy. Instrumen yang digunakan telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis angket menunjukkan bahwa self-efficacy matematis siswa SMPIT Abdan Syakuro Lampu Iman berada pada kriteria baik dengan persentase 56,29%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki kepercayaan diri yang cukup dalam menyelesaikan tugas-tugas matematika. Meskipun demikian, masih terdapat sejumlah siswa yang perlu didorong untuk meningkatkan self-efficacy dalam menghadapi tantangan Kata Kunci: Self-efficacy, pembelajaran matematika. SMP Abstract Students' mathematical self-efficacy level is still relatively low, as seen from the lack of confidence in solving math problems and their tendency to give up easily when facing difficulties. One of the factors that can support the improvement of students' ability to comprehend and resolve mathematical problems is mathematical self-efficacy, which is students' belief in their ability to perform mathematical tasks independently and effectively. This study aims to determine the mathematical self-efficacy of seventh grade students in learning mathematics at SMPIT Abdan Syakuro Lampu Iman. This study employed a qualitative descriptive approach. The sampling method applied was purposive sampling, with the subject being 26 seventh grade students. Data were collected through a questionnaire containing 6 indicators of self-efficacy. The instrument used has been tested for validity and reliability. The results of the questionnaire analysis showed that the mathematical self-efficacy of SMPIT Abdan Syakuro Lampu Iman students was in good criteria with a percentage of 56. This indicates that the majority of students have sufficient confidence in completing mathematical tasks. Nevertheless, there are still some students who need encouragement to improve their self-efficacy in facing mathematical challenges. Keywords: Self-efficacy, mathematics learning. SMP This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright A 2025 by Author | 186 Jurnal Polinomial. Vol. 4 No. 1 May 2025 pp. 186-192, Naufal Fakhri Abdul Aziz PENDAHULUAN Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa mencakup aspek psikomotor, kognitif, dan afektif (Negara et al. , 2. Ketiga aspek ini saling berhubungan, di mana aspek afektif memainkan peran penting dalam mendukung proses belajar siswa. Sejalan dengan pendapat (Ulpah, 2. , aspek afektif seperti keyakinan, emosi, dan sikap dapat berdampak pada proses pembelajaran. Salah satu bentuk keyakinan siswa adalah self-efficacy, yaitu kepercayaan diri terhadap kemampuannya dalam matematika dan keyakinan untuk berhasil dalam menyelesaikan suatu tugas (Pratiwi & Imami, 2. Oleh karena itu, self-efficacy berkontribusi terhadap keberhasilan dalam proses pembelajaran. Self-efficacy menjadi faktor penting yang mempengaruhi prestasi belajar, karena membantu individu dalam memperkirakan kemampuannya menyelesaikan tugas untuk mencapai tujuan tertentu (Pratiwi & Imami, 2022. Ulpah, 2. Penelitian oleh Barry J. Zimmerman dalam (Subaidi, 2. menyebutkan bahwa self-efficacy memiliki peran signifikan dalam meningkatkan motivasi serta hasil belajar siswa. Oleh sebab itu, memiliki self-efficacy yang kuat sangat penting dalam pembelajaran matematika. Namun, dalam praktiknya, self-efficacy siswa dalam pembelajaran matematika masih tergolong rendah. Hal ini dibuktikan oleh penelitian (Sayekti et al. , 2. pada siswa SMP kelas Vi, yang menunjukkan bahwa tingkat self-efficacy mereka masih rendah. Studi lain mengenai self-efficacy oleh Putri & Santosa dalam (Rusyda et al. , 2. juga menemukan bahwa beberapa siswa mengalami kurangnya kepercayaan diri, merasa pesimis, serta ragu dalam menyelesaikan soal matematika. Selain itu, penelitian oleh Fahmi. Syahrir, & Kurniawan dalam (Rusyda et al. , 2. mengungkapkan bahwa matematika sering dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit dan menakutkan. Banyak siswa merasa cemas saat diminta menyelesaikan soal dan tidak memiliki keberanian untuk mencoba menjawab, meskipun guru tidak menuntut jawaban yang benar. Keadaan ini menunjukkan bahwa tingkat self-efficacy siswa masih relatif rendah. Hasil observasi dalam proses pembelajaran matematika di SMP Negeri yang berlokasi di Karawang juga menunjukkan kurangnya kepercayaan diri siswa. Hal ini tampak dari kecenderungan mereka yang bersikap pasif, enggan berpendapat, dan jarang bertanya kepada guru. Saat guru memberikan pertanyaan, banyak siswa tampak ragu terhadap jawaban yang mereka berikan. Menurut Ferdyansyah dalam (Astuti et al. , 2. , kurangnya keberanian dalam bertanya dan menyampaikan pemahaman yang dimiliki menandakan rendahnya self-efficacy siswa. Oleh karena itu, diperlukan keyakinan yang lebih besar dari siswa terhadap kemampuan dirinya agar dapat mencapai keberhasilan dalam proses belajar, yang dalam hal ini disebut sebagai self-efficacy Berdasarkan uraian tersebut terlihat kesenjangan antara kondisi ideal . eharusnya terjad. dengan kondisi aktual . ebenarnya terjad. Peneliti juga belum menemukan penelitian terkait self-efficacy matematis di SMPIT Abdan Syakuro Lampu Iman. Sehingga peneliti tertarik untuk melakukan studi untuk mengetahui self-efficacy matematis siswa pada siswa kelas VII SMP. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat self-efficacy matematis siswa kelas VII dalam pembelajaran matematika di SMPIT Abdan Syakuro Lampu Iman Open Access: https://ejournal. org/index. php/jp | 187 Jurnal Polinomial. Vol. 4 No. 1 May 2025 pp. 186-192, Naufal Fakhri Abdul Aziz METODE Jenis penelitian ini ialah deskriptif kualitatif. Menurut Arikunto dalam (Effendi & Marlina, 2. , penelitian deskriptif bertujuan untuk mengkaji suatu kondisi, situasi, atau aspek tertentu yang telah dijelaskan sebelumnya. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII yang berjumlah 26 siswa di SMP SMPIT Abdan Syakuro Lampu Iman Karawang. Pemilihan subjek dilakukan dengan teknik purposive sampling, yaitu metode pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan yang telah ditetapkan oleh peneliti (Sugiyono, 2. Pengumpulan data dilakukan melalui angket self-efficacy matematis. Data self-efficacy matematis didapat dari instrument nontes yaitu angket. Pengisian angket self efficacy melalui pengawawan peneliti dengan pemberian instruksi petunjuk pengisian angket agar siswa tidak kebingungan dalam mengisi angket. Butir pernyataan pada angket self-efficacy sebanyak 23 butir yang terbagi pada 6 indikator. Skala dari self-efficacy siswa dinyatakan dalam 4 kriteria. Skala tersebut dihitung berdasarkan jawaban partisipan, didapatkan persentase dari setiap pernyataan. Analisis data menggunakan kriteria analisis deskriptif berdasarkan persentase yang dinyatakan oleh riduwan dalam (Effendi & Marlina, 2. , yakni: Tabel 1. Kriteria Analisis Deskriptif Persentase 76% - 100% 51% - 75% 26% - 50% 1% - 25% Kriteria Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil yang didapat dari data angket self-efficacy matematis siswa kelas VIIAndalusia, data tersebut disajikan dalam bentuk tabel. Selanjutnya dilakukan analisis hasil angket tersebut dari tiap-tiap indikator. Tabel 2. Persentase Dimensi Level dalam Self-Efficacy No Pernyataan Indikator 1( ) Jumlah siswa Persentase 3( ) Jumlah siswa Persentase Jumlah siswa Persentase Jumlah siswa Jumlah siswa Persentase Jumlah siswa Persentase Jumlah siswa Persentase 7(-) Indikator mengatasi kesulitan 2 ( ) 4 ( ) 5 (-) 6 (-) Open Access: https://ejournal. org/index. php/jp | 188 Jurnal Polinomial. Vol. 4 No. 1 May 2025 pp. 186-192, Naufal Fakhri Abdul Aziz Dari tabel 2 hasil persentase pada indikator pertama, didominasi pada rentang 1% - 25% yang artinya self-efficacy siswa berada di kriteria kurang baik. Terlihat dari Setengahnya siswa masih merasa takut gagal dalam mengerjakan soal matematika yang sulit, hampir setengahnya siswa jarang bisa dalam mengerjakan soal matematika. Namun hampir setengahnya siswa yakin bahwa mereka dapat memperoleh nilai tinggi dalam mata pelajaran , artinya siswa cenderung menghindar ketika diberi soal matematika yang tergolong sulit. Siswa dengan self-efficacy rendah cenderung takut gagal, dan menganggap kegagalannya berasal dari kemampuan yang kurang (Hamidah, 2. Takut akan kegagalan, takut memperoleh nilai tidak sempurna menjadikan kecurangan akademik (MZ & Mulyani. Dari tabel 2 hasil persentase pada indikator kedua, didominasi pada rentang 1% - 25% yang artinya self-efficacy siswa berada di kriteria kurang baik. Terlihat dari hampir setengahnya siswa tidak bisa mengerjakan soal matematika sulit, sebagian besar siswa juga enggan mengerjakan soal matematika yang lebih menantang, dan hampir setengahnya siswa hanya mampu menyelesaikan soal matematika yang mudah. Ini berarti siswa cenderung menghindari soal matematika yang lebih sulit dan hanya mampu menyelesaikan soal-soal yang lebih mudah. Schunk dalam (MZ & Mulyani, 2. mengemukakan bahwa self-efficacy berdampak terhadap motivasi, sehingga terkait erat dengan keberhasilan siswa. siswa yang mempunyai self-efficacy yang tinggi akan menunjukan antusiasme dan upaya keras dalam pembelajaran untuk mencapai kesuksesan. sebaliknya, siswa cenderung menghindari tugas atau melaksanakannya dengan kurang semangat, sehingga mereka rentan menyerah ketika menghadapi hambatan ketika tingkat self-efficacy rendah. Tabel 3. Persentase Dimensi Strength dalam Self-Efficacy No Pernyataan Indikator 3 : siswa dapat menunjukan keyakinan dalam melakukan perilaku tertentu 9 ( ) Jumlah siswa Persentase 10 ( ) Jumlah siswa Persentase Jumlah siswa Persentase Jumlah siswa Persentase Jumlah siswa Persentase Jumlah siswa Persentase Jumlah siswa Persentase Jumlah siswa Persentase Jumlah siswa Persentase 16 (-) Indikator 4 : konsistensi individu untuk menghaddapi hambatanhambatan atau kesulitan yang dihadapinya 8 ( ) 11 ( ) 12 (-) 13 (-) 14 ( ) 15 ( ) Dari Tabel 3 hasil persentase pada indikator 3, didominasi pada rentang 1% - 25% di kriteria kurang baik, terlihat hampir setengah dari siswa merasa ragu dalam menyelesaikan soal matematika yang sulit, dan sebagian besar dari mereka juga mengalami kesulitan dalam menemukan ide saat mengerjakannya. Selain itu, sejumlah kecil siswa menunjukkan Open Access: https://ejournal. org/index. php/jp | 189 Jurnal Polinomial. Vol. 4 No. 1 May 2025 pp. 186-192, Naufal Fakhri Abdul Aziz ketidaksabaran ketika menghadapi kesulitan dalam menyelesaikan soal matematika. Untuk mengatasi hal ini, siswa memerlukan self-efficacy agar lebih percaya diri dalam mengoptimalkan kemampuannya, sehingga dapat mencapai keberhasilan belajar dan memperoleh hasil yang baik dalam matematika. Oleh karena itu, self-efficacy perlu ditanamkan sejak dini sebagai bekal untuk menghadapi tantangan di masa depan, baik dalam lingkungan kerja maupun masyarakat. (Marlina et al. , 2. Dari Tabel 3 hasil persentase pada indikator keempat, didominasi pada rentang 26% 50% di kriteria cukup baik, terlihat dari hampir setengahnya siswa akan tetap mengerjakan soal matematika walaupun sulit, hampir setengahnya siswa juga teliti dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi soal matematika yang tergolong sulit, hampir setengahnya siswa juga tidak mudah menyerah ketika diberikan soal matematika yang berbeda dari contoh, namun hampir setengahnya jarang berinisiatif menemukan cara yang baru dalam menyelesaikan soal matematika sulit yang berbeda dari contoh dan juga sebagian besar siswa jarang bertanya kepada guru ketika tidak menemukan solusi dari soal. Menurut Colins dalam (Oktariani, 2. siswa yang memiliki keterampilan matematika yang baik cenderung mempunyai self-efficay yang tinggi. Mereka lebih mampu merancang strategi, dan mencari solusi dengan cepat, bersikeras dalam mencoba menyelesaikan masalah atau tantangan yang belum dapat mereka atasi, dan melakukannya lebih teliti jika dibandingkan dengan siswa yang memiliki keterampilan yang sama namun kurang yakin terhadap self-efficacy nya. Tabel 4. Persentase Dimensi Generality dalam Self-Efficacy No Pernyataan Indikator 5 : keyakinan individu untuk 18 ( ) Jumlah siswa Persentase 19 ( ) Jumlah siswa Persentase Jumlah siswa Persentase Jumlah siswa Persentase Jumlah siswa Persentase Jumlah siswa Persentase Jumlah siswa Persentase 22 (-) Indikator 6 : keyakinan individu untuk 17 ( ) 20 ( ) 21 ( ) 23 (-) Dari tabel 5 hasil persentase pada indikator kelima, didominasi pada rentang 26% - 50% dengan kriteria cukup baik. Terlihat dari sebagian besar siswa yang jarang mampu menghubungkan satu materi dengan materi pembelajaran lainnya, hampir setengahnya dari mereka kesulitan mengaitkan materi baru dengan konsep yang telah dipelajari sebelumnya. Namun setengah dari siswa mampu menyelesaikan soal matematika dengan menerapkan rumus yang berkaitan dengan materi yang telah dipelajari sebelumnya. Siswa kurang dapat mengaitkan kemampuannya yang artinya siswa kurang mengesuai pokok bahasan dalam Menurut (Sunaryo, 2. Siswa dengan tingkat self-efficacy yang tinggi lebih cakap dalam memahami berbagai topik matematika dan memiliki kemampuan membaca yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang memiliki self-efficacy rendah. Open Access: https://ejournal. org/index. php/jp | 190 Jurnal Polinomial. Vol. 4 No. 1 May 2025 pp. 186-192, Naufal Fakhri Abdul Aziz Berdasarkan Tabel 5, hasil persentase pada indikator keenam sebagian besar berada dalam rentang 26% - 50% dengan kriteria cukup baik. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas atau sebagian besar siswa mampu menyelesaikan soal yang melibatkan perhitungan dalam mata pelajaran lain, hampir setengahnya juga merasa memiliki kemampuan untuk menyelesaikan banyak tugas sekolah, dan Hampir setengah dari mereka juga kesulitan dalam menyelesaikan beberapa tugas secara bersamaan. Namun, setengah dari siswa jarang merasa bahwa mereka memiliki pemahaman yang luas tentang seluruh materi pelajaran. artinya siswa yakin mampu menyelesaikan tugasnya, hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan (Putri & Helti, 2. Siswa dengan tingkat self-efficacy yang tinggi mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik, sedangkan siswa dengan self-efficacy yang rendah cenderung kurang optimal dalam menyelesaikan tugas mereka. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil analisis yang telah diuraikan sebelumnya diperoleh hasil self-efficacy matematis siswa SMPIT Abdan Syakuro Lampu Iman berada pada kriteria baik dengan persentase 56,29%. Indikator self-efficacy yang didominasi dengan kriteria cukup baik pada konsistensi individu untuk menghadapi hambatan-hambatan atau kesulitan yang dihadapinya, keyakinan individu untuk menerapkan kemampuannya. Indikator self-efficacy yang didominasi dengan kriteria kurang baik pada keyakinan atas kemampuannya, keyakinan mengatasi kesulitan, dan siswa dapat menunjukan keyakinan dalam melakukan perilaku tertentu, keyakinan individu untuk mengaitkan kemampuannya. DAFTAR PUSTAKA