Jurnal AGRIFOR Volume 24 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 ANALISIS TINGKAT BAHAYA EROSI DAS MANUBAR KABUPATEN KUTAI TIMUR MENGGUNAKAN MODEL USLE DAN APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Joko Suryanto1. Amprin2. Joko Krisbiyantoro3. Anisum4 Program Studi Teknik Pertanian. Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur. Indonesia. Jl. Soekarno Hatta. Tlk. Lingga. Kec. Sangatta Utara. Kabupaten Kutai Timur. Kalimantan Timur 75611. E-Mail: jokosuryanto@stiperkutim. 1,2,3,4 Submit: 26-10-2024 Revisi: 04-11-2024 Diterima: 24-02-2025 ABSTRAK Analisis Tingkat Bahaya Erosi DAS Manubar Kabupaten Kutai Timur Menggunakan Metode USLE Dan Aplikasi Sistem Informasi Geografis. Daerah Aliran Sungai (DAS) Manubar terletak di dua wilayah administratif kabupaten sehingga membutuhkan perencanaan pengendalian erosi yang terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju erosi dan sebaran spasial tingkat bahaya erosi (TBE) pada DAS Manubar mengunakan model Universal Soil Loss Erosion (USLE) dan aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode USLE digunakan untuk mengestimasi erosi, dengan memperhitungkan faktor ersoivitas hujan (R), erodibiltas tanah (K), manajemen tanaman penutup (C), panjang dan kemiringan slope (LS), dan praktik konservasi (P) yang diolah mengunakan program komputer GIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ratarata erosi DAS Manubar sebesar 22,344 ton/ha/tahun dan termasuk kelas TBE rendah. Luas DAS Manubar dengan tingkat bahaya erosi sangat rendah mencapai 86,5% dengan rata-rata erosi 1,64 ton/ha/tahun, kelas rendah 6,6% dangan rata-rata erosi 33,1 ton/ha/tahun, kelas sedang 4,6% dengan rata-rata erosi 104,2 ton/ha/tahun, kelas berat 1,8% dengan rata-rata erosi 276,1 ton/ha/tahun dan kelas sangat berat 0,6% dengan rata-rata erosi 1. 556 ton/ha/tahun. dari luas total DAS. Jenis penutupan lahan hutan tanaman, pemukiman, perkebunan dan pertanian lahan kering bercampur semak terutama yang berada pada jenis tanah podsolik membutuhkan prioritas usaha pengendalian erosi karena termasuk ke dalam kelas TBE sedang hingga berat. Kata kunci : DAS Manubar. Pengelolaan DAS. SIG. Tingkat Bahaya Erosi. USLE. ABSTRACT Erosion Hazard Level Analysis of Manubar Watershed East Kutai Regency Using USLE Model and Geographic Information System Application. The Manubar watershed is located within two regencies, necessitating an integrated erosion control plan. This study aims to determine the rate of erosion and the spatial distribution of erosion hazard levels (TBE) in the Manubar watershed using the Universal Soil Loss Equation (USLE) model and Geographic Information System (GIS) applications. The USLE method estimates erosion by considering factors such as rainfall erosivity (R), soil erodibility (K), cover management (C), slope length and steepness (LS), and conservation practice (P), which are processed using GIS software. The study results indicate that the average erosion rate in the Manubar watershed is 22. 344 tons/ha/year, classifying it as having a low TBE level. The area of the Manubar watershed classified as low erosion hazard reaches 86. 5%, with an average erosion rate of 1. 64 tons/ha/year. The low hazard class comprises 6. 6% of the area with an average erosion of 33. 1 tons/ha/year, while the moderate hazard class covers 4. 6% with an average erosion of 104. tons/ha/year. The high TBE class accounts for 1. 8% with an average erosion of 276. 1 tons/ha/year, and the very high hazard class constitutes 0. 6% with an average erosion of 1,556 tons/ha/year of the total watershed Land cover types, including forest plantations, settlements, plantations, and mixed dryland agriculture, particularly on podsolic soils, require priority erosion control efforts as they ranging from moderate to high erosion hazard levels. Key words : Erosion hazard level. GIS. Manubar Watershed. USLE. Watershed Management. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Analisis Tingkat Bahaya Erosi A Suryanto et al. PENDAHULUAN Erosi adalah proses hilangnya partikel tanah pada permukaan tanah disebabkan oleh air atau angin, berdampak pada penuruan produktifitas tanah melalui berkurangnya penyediaan unsur hara, kondisi fisik tanah yang buruk untuk pertumbuhan tanaman dan terganggunya fungsi badan air akibat sedimentasi (Arsyad, 2. Di Indonesia, erosi disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, dengan kehilangan tanah antara 35 Ae 220 ton/ha/tahun, dan meningkat setiap tahun antara 7 Ae 14% atau 2 Ae 28 ton/ha (Adimihardja, 2008 dalam Sumiahadi & Acar, 2. Model empiris yang didasarkan pada hubungan statistik yang signifikan anatara variabel erosi dengan data pengamatan dapat digunakan untuk estimasi besarnya erosi (Morgan, 2. Model empiris Universal Soil Loss Equation (USLE) merupakan model empiris yang sesuai dan sering digunakan untuk mengestimasi besarnya erosi (Farizi et al. , 2019. Takal et al. , 2. Model USLE memprediksi rata-rata laju erosi tahunan berupa erosi lembar dan erosi alur dalam jangka waktu yang panjang (Yadav et al. , 2. Prediski erosi pada model USLE mengunakan parameter-parameter yang mempengaruhi proses erosi yaitu . , . rodibilitas tana. , topografi . anjang dan kemiringan leren. , dan faktor (Wischmeier & Smith, 1. Sistem Informasi Geografis (SIG) memiliki kemampuan untuk mengolah data karakteristik lahan (Adediji et al. , sehingga dapat digunakan untuk menentukan faktor erosi dalam format data grid untuk estimasi erosi model USLE (Kinnell, 2. GIS juga dapat memvisualisasikan distribusi spasial laju erosi dengan biaya murah, cepat dan akurat (Djoukbala et al. , 2019. Kushwaha & Yousuf, 2. Integrasi antara GIS dengan model erosi USLE yang sangat mendorong peneliti untuk mengunakan integrasi tersebut dalam memprediksi laju erosi DAS, antara lain (Akbar et al. , 2022. Arifin et al. , 2022. Firdaust et al. , 2023. Khairunnisa et al. , 2020. Lasaiba et al. Rampu et al. , 2021. Wasono et al. DAS Manubar terletak pada 2 wilayah administratif pemerintahan, yaitu Kabupaten Kutai Timur di bagian hilir dan Kabupaten Berau di bagian hulu. Berdasarkan kondisi tersebut, pengelolaan DAS Manubar harus dilakukan secara terpadu dengan prinsip one watershed, one plan, one management system untuk menjaga keterkaitan antara hulu dan hilir. Salah satu kegiatan pengelolaan DAS adalah pengendalian daya rusak air oleh erosi yang membutuhkan data besarnya erosi pada DAS (Rahmad et al. , 2. Tingkat bahaya erosi (TBE) adalah tingkat kemungkinan ancaman kerusakan akibat erosi pada DAS. Klasifikasi TBE memberikan gambaran mengenai tingkat bahaya yang ada di DAS, dapat digunakan sebagai pedoman dalam kebijakan manajemen DAS (Saadi et al. , 2. terutama dalam menentukan teknologi konservasi tanah dan air yang akan diterapkan (Susanti et al. , 2. , pada area pengendalian erosi (Kardhana et al. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh laju erosi mengunakan model Universal Soil Loss Equation (USLE) dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan mengetahui sebaran spasial tingkat bahaya erosi (TBE) di DAS Manubar Kabupaten Kutai Timur. METODA PENELITIAN Tempat Penelitian DAS Manubar mempunyai luas 691 Ha terletak antara 117o 55Ao 50AoAo BT Ae 118o 43Ao 32AoAo BT dan 0o 50Ao 28AoAo Ae This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 24 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. 1o 26Ao 08AoAo LU terletak di Kabupaten Kutai Timur dengan luas 66% dan Kabupaten Berau dengan laus 34% (Gambar . Wilayah DAS meliputi Kecamatan Sangkulirang. Sandaran (Kabupaten Kutai Timu. , dan Kecamatan Biduk Ae Biduk. Batu Putih. Talisayan dan Biatan. Kabupaten Berau. Sebagian besar wilayah DAS Manubar mempunyai topografi datar ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 %), 97% wilayah DAS berada pada dataran rendah, sedangkan 3% berada antara 400 Ae 631 meter di atas permukaan DAS Manubar memiliki tipe hujan ekuatorial dengan rata-rata curah hujan tahunan sebesar 1. 984 mm/tahun serta suhu udara antara 23,5oC hingga 32,8oC. Gambar 1. Lokasi penelitian DAS Manubar. Alat dan Bahan Penelitian mengunakan bahan berupa data Digital Elevation Model (DEM) Shuttle Radar Topography Mission (SRTM) resolusi spasial 30 m yang diperoleh dari Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), peta DAS Manubar diperoleh dari Balai Pengelolaan DAS Mahakam-Berau, peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) Kabupaten Kutai Timur dan Berau dari Badan Informasi Geospasial (BIG), peta jenis tanah diperoleh dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), peta Penutupan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2023. Data curah hujan bulanan Climate Hazards Group Infrared Precipitation with Station (CHIRPS) resolusi spasial 5000 m rentang tahun 1994 Ae 2023 diperoleh dari Climate Hazard Center. Universitas California. Program komputer Arc GIS 10. digunakan untuk menghitung erosi model USLE dan microsoft Excel digunakan untuk analisis statistik hasil perhitungan Prosedur Penelitian Data raster berupa curah hujan CHIRPS dan DEM SRTM, data vektor berupa tutupan lahan dan jenis tanah diolah mengunakan program Arc GIS 10. dengan tahapan pada Gambar 2. Data hujan bulanan CHIRPS dengan resolusi 0,05O diakumulasikan menjadi data ratarata hujan tahunan, kemudian diekstrak menjadi data point mengunakan tool raster to point, kemudian dikonversi menjadi data raster kembali mengunakan interpolasi Inverse Distance Weighting (IDW) dengan ukuran cell 30 m. Nilai erosivitas hujan . aktor R) dihitung mengunakan tool raster calculator. Faktor panjang dan kemiringan lereng (LS) diperoleh dengan mengolah data DEM menjadi data slope mengunakan tool Surface, sebagai faktor kemiringan (S), sedangkan tahapan fill sinks, flow direction, dan flow accumulation pada tool Hydrology untuk This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Analisis Tingkat Bahaya Erosi A Suryanto et al. memperoleh nilai panjang lereng (L). Nilai erodibilitas tanah (K) dan pengelolaan penutupan vegetasi (C) masing-masing diperoleh dari peta jenis tanah dan tutupan lahan. Kedua faktor tersebut ditambakan nilai faktor K dan C, sesuai dengan jenis tanah dan penutupan lahan pada atribut tabel menggunakan tool field calculator. Selanjutnya data vektor faktor C dan K dikonversi menjadi data raster dengan ukuran cell 30 m menggunakan tool polygon to raster. Curah hujan CHIRPS 0,05O Peta jenis tanah DEM SRTM Exstract b mask shp batas DAS Clip shp batas DAS Fill sink raster to point Flow direction IDW, 30 m Polygon to raster nilai K. Flow Tutupan lahan 2023, 500 m Slope . Clip shp batas DAS Polygon to raster nilai C. P=1 A = R K LS C P model USLE Peta TBE Gambar 2. Diagram alir analisis tingkat bahaya erosi (TBE) DAS Manubar. Laju erosi dihitung setiap cell data raster mengunakan tool raster calculator pada program Arc GIS 10. 8 dengan persamaan model Universal Soil Loss Equation (USLE) (Wischmeier & Smith. A=ycIy yay ya yycIy yay ycE Keterangan: A = rata-rata kehilangan tanah oleh erosi . on/ha/tahu. K = faktor erodibilitas tanah (MJ mm/ha/tahu. R = indeks erosivitas hujan (MJ/ha m. LS = faktor panjang dan kemiringan lereng C = faktor pengelolaan vegetasi = faktor penerapan konservasi Analisis Data Erodibilitas tanah (K) Jenis tanah di DAS Manubar digunakan untuk menentukan faktor erodibilitas tanah menurut ketentuan nilai faktor K oleh Bappenas tahun 2012 pada Tabel 1 (Andriyani et al. , 2. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 24 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Tabel 1. Nilai erodibilitas (K) berdasarkan jenis tanah. Jenis tanah Aluvial 0,29 Kambisol Mediteran 0,23 0,16 Podsolik Regosol 0,20 0,31 Erodibilitas (K) Indeks erosivitas hujan (R) Indeks erosivitas hujan dihitung berdasarkan hubungan energi kinetik hujan (E) yang menimbulkan erosi percikan, aliran permukaan dan erosi alur dengan hujan intensitas maksimum 30 menit (I. yang dikembangkan di wilayah Indonesia oleh Bols pada tahun 1978 berdasarkan data curah hujan bulanan dalam persamaan (Igwe et al. , 2017. Teh, 5 ycE2 100. 073 P 0. R adalah erosivitas hujan tahunan (MJ mm/tahu. dan P adalah rata-rata curah hujan tahunan . Panjang dan kemiringan lereng (LS) Panjang lereng dan kemiringan lereng (LS) mempunyai korelasi positif dengan besarnya erosi sebagai akibat dari kecepatan dan volume aliran permukaan (Asdak, 2007. Morgan, 2. Secara kuantitatif, faktor LS dapat ditentukan DEM persamaan (Moore & Burch, 1. yceycoycuycycaycayca O ycayceycoycoycycnycyce 0. 4 sin . cycoycuycyyce O 0. LS = ( ) ( flowacc adalah akumulasi aliran, cellzise adalah ukuran pksel dan DEM, sin. adalah fungsi sinus besarnya sudut dalam Faktor penutup tanah dan pengelolaan vegetasi (C ) . Faktor pengelolaan vegetasi (C) adalah rasio kehilangan tanah pada lahan bervegetasi dengan tanah terbuka (Morgan, 2. Nilai faktor C pada berbagai jenis pengelolaan tanaman diperlihatkan pada Tabel 2 (Lestari et al. Wasono et al. , 2023. Kardhana et , 2. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Analisis Tingkat Bahaya Erosi A Suryanto et al. Tabel 2. Nilai faktor C pada berbagai penutupan lahan. Pengelolaan Tanaman Belukar rawa Hutan lahan kering primer Hutan lahan kering sekunder Hutan mangrove sekunder Hutan rawa sekunder Hutan tanaman Permukiman Perkebunan Pertanian lahan kering campur semak Semak/belukar Tambak Tanah Terbuka Tubuh air 0,01 0,003 0,005 0,001 0,001 0,007 0,75 0,18 0,20 0,10 0,001 0,95 0,00 Faktor tindakan konservasi (P) Faktor P menunjukkan rasio ratarata erosi pada lahan pertanian dengan praktik konservasi tertentu dengan lahan tanpa praktik konsevasi. Faktor P mempunyai rentang antara 0 Ae 1, 0 untuk pengendalian erosi sangat baik, sedangkan 1 menunjukkan tanpa adanya praktik Nilai faktor P pada penelitian ini diasumsikan bernilai 1 karena pada wilayah DAS Manubar tidak ada tindakan pengendalian erosi. Tingkat Bahaya Erosi (TBE) Tingkat bahaya erosi (TBE) adalah tingkat kemungkinan ancaman kerusakan akibat erosi pada DAS. Kelas TBE ditentukan berdasarkan nilai laju erosi pada Tabel 3 (Kementerian Kehutanan, 2. Tabel 3. Klasifikasi tingkat bahaya erosi (TBE). Erosi . on/ha/tahu. 0 - 15 15 - 60 60 - 180 180 - 480 >480 Sangat rendah (SR) Rendah (R) Sedang (S) Berat (B) Sangat berat (SB) HASIL DAN PEMBAHASAN Erodibilitas Tanah (K) Faktor erodibilitas (K) adalah resistensi tanah terhadap pengelupasan dan trasportasi partikel tanah (Asdak. Morgan, 2. Berdasarkan sistem klasifikasi tanah nasional, tanah di DAS Kelas TBE Manubar meliputi 4 jenis tanah, yaitu aluvial, kambisol, mediteran, podsolik dan Jenis tanah dominan pada DAS Manubar yaitu mediteran meliputi 73,5% wilayah DAS, dan mediteran dengan horison penciri haplik mencapai 73,4% (Gambar 3. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 24 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. Jenis tanah mediteran atau alfisol . istem USDA 1. berkembang dari batuan gamping . Sifat fisik tanah alfisol antara lain akumulasi liat silika pada horizon B, warna fraksi debu dan liat putih, kandungan lengas tanah yang cukup tersedia untuk pertumbuhan tanaman selama 3 bulan setiap tahunnya. Tanah alfisol memiliki hara yang tinggi (Ca. Mg. , dan bersifat sedikit asam. Kandungan karbon organik yang tinggi pada tanah alfisol disebabkan oleh tingginya kadar bahan organik dan dekomposisinya, sehingga tanah jenis alfsol mempunyai kesuburan yang tinggi (Bekele & Birhan, 2. Sifat fisik dan kimia tersebut akan menyebabkan tanah alfisol lebih tahan terhadap erosi dibandingkan jenis tanah lainnya yang ada ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 di DAS Manubar. Karena dominasi jenis tanah alfisol mencapai 73%, maka laju erosi DAS Manubar sangat ditentukan oleh jenis tanah mediteran tersebut. Nilai erodibilitas tanah (K) DAS Manubar berdasarkan jenis tanah pada Tabel 1 mempunyai nilai rentang 0,0 Ae 0,29 (Gambar 3. dengan nilai rata-rata 0,175. Nilai erodibilitas 0,0 terdapat pada penutupan lahan berupa tubuh air, sedangkan 0,29 terdapat pada jenis tanah Menurut pembagian kelas erodibilitas tanah oleh (Arsyad, 2. , kelas erodibilitas rendah . ,11 Ae 0,. dengan luas 78,8% dengan rata-rata nilai erodibilitas 0,16, sedangkan kelas sedang . ,21 Ae 0,. seluas 20,5% dengan ratarata nilai erodibilitas 0,23. Tabel 4. Hasil Parameter Morfometri Aspek Linier DAS Manubar. Kelas Erodibilitas 0 Ae 0,11 0,11 Ae 0,21 0,21 Ae 0,32 Luas (H. Luas (%) Rerata erodibilitas 0,00 0,16 0,23 Keterangan Sangat rendah Rendah Sedang Gambar 3. Jenis tanah dan nilai erodibilitas DAS Manubar. Indeks Erosivitas Hujan (R) Curah hujan rata-rata tahunan selama 30 tahun . 4 Ae 2. berdasarkan data curah hujan CHIPRS berada pada rentang 1801 Ae 2387 mm/tahun. Curah hujan sedang . 0 Ae 3000 mm/tahu. terdapat pada bagian hulu DAS, sedangkan curah hujan rendah (< 2000 mm/tahu. pada bagian hilir DAS Manubar (Gambar 4. Indeks erosivitas hujan (R) dihitung berdasarkan rata-rata curah hujan tahunan pada persamaan . This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Analisis Tingkat Bahaya Erosi A Suryanto et al. hasil interpolasi mengunakan metode IDW diperoleh antara 641 Ae 849 MJ/mm/tahun dengan nilai rata-rata 691,36 MJ/mm/tahun (Gambar 4. Gambar 4. Rata-rata curah hujan tahunan dan nilai erosivitas DAS Manubar. Gambar 5 menunjukkan tipe hujan DAS Manubar adalah tipe ekuatorial (Aldrian & Susanto, 2. dengan 2 puncak hujan. Puncak hujan pada bulan Mei dan Desember menyebabkan erosivitas hujan yang tinggi, sehingga erosi pada DAS manubar akan merambat naik pada bulan Mei dan Desember mengikuti pola curah hujan. Curah hujan . m/bula. Gambar 5. Grafik rata-rata curah hujan bulanan DAS Manubar. Faktor Topografi (LS) Faktor panjang dan kemiringan lereng (LS) merupakan rasio kehilangan tanah pada tanah dengan panjang lereng dan kemiringan tertentu terhadap kondisi standar (LS=1,. yaitu pada lahan dengan panjang 22 m dan kemiringan 9% (Arsyad, 2. Namun, kemiringan lereng mempunyai pengaruh yang lebih besar terhadap erosi dibandingkan panjang lereng (Avishek et al. , 2. Kelas DAS Manubar didominasi pada kelas kelerengan agak landai . Ae 8%) dengan luas mencapai 33% dari total luas DAS (Gambar 5. Faktor topografi panjang dan kemiringan lereng (LS) DAS Manubar mempunyai rentang 0 Ae 2842 dengan nilai rata-rata 2,23 (Gambar 5. Tingginya faktor LS maksimum tersebut dipengaruhi oleh jumlah akumulasi aliran yang mencapai 2,17 x 106 jumlah aliran. Distribusi spasial nilai LS (Gambar 5. menunjukkan bahwa nilai LS yang tinggi berada di sepanjang tepi DAS bagian hilir, dan bagian tengah DAS, sedangkan hulu This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 24 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 DAS, nilai LS yang tinggi terdapat di bagian tengah. Gambar 6. Distribusi kelas kelerengan . , akumulasi aliran . , faktor LS . , dan kelas LS . DAS Manubar. Berdasarkan Tabel 6, terlihat bahwa semakin tinggi kelerengan, nilai faktor LS juga semakin besar, sehingga nilai erosi DAS Manubar sangat ditentukan oleh lahan dengan kelerengan 0 Ae 8% dan 8 Ae 15% dengan nilai LS rata-rata yaitu 2,2 dan 4,1 dengan luas 61,6% dari luas total DAS, diperlihatkan pada Gambar 5d. Tabel 6. Kelas kelerengan dan nilai rata-rata faktor LS DAS Manubar. Kelas Luas (H. Luas (%) Rerata LS Datar Agak landai Landai Kelerengan (%) 3Ae8 8 - 15 15 - 25 25 - 40 Agak curam Curam > 40 Sangat curam Faktor Pengelolaan Vegetasi (C) Efektivitas penutupan vegetasi dan komponen permukaan tanah dalam menyerap energi hujan yang jatuh dan menghalangi aliran permukaan sehingga menurunkan besarnya erosi ditunjukkan dengan nilai faktor pengelolaan vegetasi (C). Nilai faktor C dalam penelitian ini This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Analisis Tingkat Bahaya Erosi A Suryanto et al. ditentukan berdasarkan kondisi penutupan lahan menggunakan peta tutupan lahan KLHK tahun 2023 dan diperoleh 13 jenis penutupan lahan (Gambar 6. Tabel 7. Nilai faktor C DAS Manubar. Penutupan Lahan Belukar rawa Hutan lahan kering primer Hutan lahan kering sekunder Hutan mangrove sekunder Hutan rawa sekunder Hutan tanaman Pemukiman Perkebunan Pertanian lahan kering campur semak Semak/ belukar Tambak Tanah terbuka Tubuh air Luas (H. Nilai faktor C mempunyai rentang 0 Ae 0,95 dan secara spasial diperlihatkan pada Gambar 6b. Sebagian besar wilayah DAS Manubar mempunyai nilai C 0,005 yaitu pada penutupan lahan berupa hutan lahan kering sekunder yang dominan di Luas (%) 0,05 2,30 76,63 0,77 0,03 0,54 0,07 15,84 0,81 2,72 0,01 0,00 0,24 Faktor C 0,01 0,003 0,005 0,001 0,001 0,007 0,75 0,18 0,20 0,10 0,001 0,95 0,00 bagian hilir bagian timur, sedangkan nilai C yang tinggi lebih dominan terdapat di daerah hulu DAS dengan penutupan lahan berupa perkebunan. Sedangkan bagian hilir, terdapat nilai C yang tinggi berupa pemukiman dan pertanian lahan kering. Gambar 7. Distribusi spasial: penutupan lahan . dan faktor C . DAS Manubar. Estimasi Laju Erosi (A) Laju erosi DAS Manubar dihitung mengunakan tool raster calculator dengan data raster nilai K. LS dan C, dan asumsi nilai P = 1. Estimasi erosi mengunakan model USLE diperoleh bahwa rata-rata erosi DAS Manubar sebesar 22,344 ton/ha/tahun dan masuk dalam kategori kelas rendah. Tingkat bahaya erosi (TBE) ditentukan dengan membagi laju erosi ke dalam 5 kelas berdasarkan pada Tabel 3, dan distribusi spasial kelas TBE diperlihatkan Gambar DAS Manubar didominasi kelas TBE sangat rendah (SR) dengan luas 182. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 24 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ha atau 86,5%. Berdasarkan Gambar 7, terlihat bahwa kelas berat dan sangat berat terdapat di bagian hulu, sedangkan kelas sangat rendah hingga kelas sedang ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 cenderung berada di bagian hilir DAS Manubar. Gambar 8. Distribusi spasial kelas tingkat bahaya erosi (TBE) DAS Manubar. Tabel 8 memperlihatkan bahwa kelas TBE berat (B) mencapai luas 1,8% luas DAS . 247 h. dengan rata-rata laju erosi 276,07 ton/ha/tahun, sedangkan kelas sangat berat (SB) dengan luas 1228 ha atau 0,5% dengan rata-rata erosi 556,18 ton/ha/tahun. Luas kelas TBE berat dan sangat berat tersebut mencapai 4. 962 ha, sebaiknya pengendalian erosi dengan praktik konservasi untuk menghindari dampak erosi seperti sedimentasi sungai Manubar. Tabel 8. Kelas laju erosi DAS Manubar. Laju erosi on/ha/tahu. 0 - 15 15 - 60 60 - 180 180 - 480 > 480 Luas (H. Luas (%) Laju erosi menurut jenis tanah, kelerengan dan penutupan lahan Tingkat bahaya erosi berdasarkan jenis tanah menunjukkan bahwa kelas TBE tertinggi, yaitu sedang terdapat pada Rerata erosi . on/ha/tahu. 1,64 33,06 104,21 276,07 1556,18 Keterangan Sangat rendah Rendah Sedang Berat Sangat berat jenis tanah podsolik dengan nilai rata-rata erosi 82,27 ton/ha/tahun, sedangkan kelas TBE sangat rendah terdapat pada jenis 12,81 ton/ha/tahun (Tabel . This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Analisis Tingkat Bahaya Erosi A Suryanto et al. Tabel 10. Kelas tingkat bahaya erosi berdasarkan jenis tanah. Jenis tanah Luas (H. Luas (%) Rerata erosi . on/ha/tahu. Kelas TBE Aluvial 1,23 35,11 Rendah Kambisol 19,16 42,86 Rendah Mediteran 73,68 12,81 Sangat rendah Podsolik 5,18 82,27 Sedang Regosol 0,00 Tingkat bahaya erosi berdasarkan tingkat kelerengan menunjukkan bahwa kelas TBE rendah terdapat pada kelerengan > 3 %, sedangkan kelas TBE sangat rendah terdapat pada kelas lereng 0 Ae 3% (Tabel . Tabel 11. Kelas tingkat bahaya erosi berdasarkan kelas kelerengan. Kelerengan (%) Luas (H. Luas (%) erosi . on/ha/tahu. Kelas TBE Sangat rendah 10,89 32,97 8 - 15 28,60 15 - 25 17,13 25 - 40 7,94 35,05 Rendah > 40 2,46 50,54 Rendah Tingkat bahaya erosi berdasarkan jenis penutupan lahan mempunyai rentang kelas sangat rendah hingga kelas berat. Kelas berat terdapat pada penutupan lahan terbuka dengan luas 2,4 ha. Kelas TBE sedang terdapat pada 5 jenis penutupan lahan yaitu hutan tanaman, pemukiman, perkebunan, pertanian lahan kering bercampur semak, dan semak/belukar dengan luas total 19,97%, dan luas luas tertinggi terdapat pada jenis penutupan 8,33 Rendah 16,19 Rendah 24,58 Rendah 29,45 lahan perkebunan yaitu 15,85%. Tabel 12 menunjukkan bahwa perbandingan erosi dengan tutupan lahan dominan . utan lahan kering sekunde. tertinggi terdapat pada tanah terbuka, pemukiman, hutan tanaman yaitu 223%, 65% dan 42%. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan dari hutan lahan kering sekunder menjadi pemukiman akan meningkatkan erosi yang lebih besar dibandingkan dengan hutan tanaman maupun perkebunan. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 24 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Tabel 12. Kelas tingkat bahaya erosi berdasarkan jenis penutupan lahan. Penutupan Lahan Luas (H. Luas (%) erosi . on/ha/tahu. Kelas TBE Belukar rawa 0,05 1,14 Sangat rendah Hutan lahan kering primer 2,30 Hutan lahan kering sekunder 76,63 0,99 2,74 Sangat rendah Hutan mangrove sekunder 0,77 1,01 Sangat rendah Hutan rawa sekunder 0,03 1,40 Sangat rendah Hutan tanaman 0,54 115,25 Sedang Pemukiman 0,07 179,47 Sedang Perkebunan 15,84 89,48 Sedang Pertanian lahan kering campur semak 0,81 61,89 Sedang Semak/ belukar 2,72 Sedang Tambak 0,01 0,24 Sangat rendah Tanah terbuka 0,00 613,16 Berat Tubuh air 0,24 0,00 Sangat rendah Berdasarkan tingkat bahaya erosi pada jenis tanah, kelerengan dan penutupan lahan, maka penutupan lahan dengan kelas TBE antara sedang hingga berat perlu menjadi perhatian dalam usaha pengendalian erosi dengan melakukan tindakan praktik konservasi, terutama pada jenis tanah podsolik dan penutupan lahan tanah terbuka, pemukiman, perkebunan dan pertanian lahan kering karena memberikan sumbangan erosi total DAS Manubar yang tinggi. KESIMPULAN Analisis terhadap tingkat bahaya erosi (TBE) DAS Manubar diperoleh ratarata erosi sebesar 22,344 ton/ha/tahun, termasuk dalam kelas TBE rendah. Laju erosi tertinggi terdapat pada pada tanah terbuka, yaitu 613 ton/ha/tahun, jenis tanah podsolik sebesar 82,27 ton/ha/tahun dan kelerengan > 40% dengan laju erosi 50,54 ton/ha/tahun. DAS Manubar memiliki kelas TBE dari sangat rendah hingga sangat berat. Persentase kelas sangat rendah mencapai 86,5%, kelas rendah 6,6%, kelas sedang 4,6%, kelas berat 1,8% dan kelas sangat berat 0,6% dari luas total DAS. Skala prioritas penerapan tindakan konservasi DAS Manubar diperoleh pada jenis tanah Sangat rendah podsolik dan penutupan lahan tanah terbuka, pemukiman, perkebunan dan pertanian lahan kering bercampur semak. DAFTAR PUSTAKA