https://greenationpublisher. org/JGPP Vol. No. November 2024 DOI: https://doi. org/10. 38035/jgpp. https://creativecommons. org/licenses/by/4. Pengaruh Interval Waktu Pemberian Larutan AB Mix Terhadap Pertumbuhan dan Hasil (Brassica Rapa L. ) Varietas Flamingo F1 Agus Surya Mulya1*. Budiasih2. Jauhari Budiman3. Universitas Winaya Mukti. Bandung. Indonesia, agussuryam@unwim. Universitas Winaya Mukti. Bandung. Indonesia. Universitas Winaya Mukti. Bandung. Indonesia. Corresponding Author: agussuryam@unwim. Abstract: The aim of this research was to determine the effect of AB mix at various intervals of application on the growth and yield of pakcoy plants, which interval of AB Mix was given which provided the best growth and results. The research was carried out in Pajajaran Village RT 02 RW 03 Pangauban Village. Batujajar District. West Bandung Regency with an altitude of 688 meters above sea level. The environmental design used was a Randomized Block Design (RDB) consisting of six treatments with AB MIX administration intervals 0 times a day . , once every 2 days, once every 4 days, once every 6 days and once every 8 days, each repeated as many times as possible. five times. Data were analyzed using Duncan's Multiple Range Test (DMRT). Providing the AB Mix nutrient solution affected plant height, number of leaves, gross weight of the plant, net weight of the plant, net weight per plot at each observation. Giving AB Mix at an interval of every 4 days is the best concentration for the growth and yield of pakcoy Keywords: AB Mix. Interval. Pak Choy Plant Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh AB Mix dengan berbagai interval waktu pemberian terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy, interval pemberian AB Mix manakah yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik. Penelitian dilaksanakan di di Kampung Pajajaran RT 02 RW 03 Desa Pangauban Kecamatan Batujajar Kabupaten Bandung Barat dengan ketinggian tempat 688 meter dari permukaan laut. Rancangan lingkungan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri enam perlakuan dengan interval waktu pemberian AB MIX 0 kali sehari . , 2 hari sekali, 4 hari sekali, 6 hari sekali dan 8 hari sekali, masing-masing di ulang sebanyak lima kali. Data dianalisis dengan menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT). Pemberian larutan nutrisi AB Mix berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot kotor pertanaman, bobot bersih pertanaman, bobot bersih per petak pada setiap pengamatan. pemberian AB Mix dengan interval pemberian 4 hari sekali merupakan konsentrasi terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. 120 | P a g e https://greenationpublisher. org/JGPP Vol. No. November 2024 Kata Kunci: AB Mix. Interval. Tanaman PENDAHULUAN Pakcoy ( Brassica rapa L. )merupakan jenis sayuran yang mirip dengan sawi hijau, tetapi ukuranya relatif lebih kecil, memiliki batang lebih besar dan pendek. Sayuran pakcoy mengandung kalori, karbohidrat, protein, lemak, serat, kalsium, fosfor (P), besi (F. , vitamin C, vitamin A, vitamin B, vitamin K, serta vitamin E, asam folat, serta mineral sehingga pakcoy banyak dibudidayakan karena kandungan gizinya yang tinggi (Nawawi, 2. Dalam setiap 100 gram tanaman pakcoy terkandung 0,2 gram lemak, 0,6 gram serat, 1,8 gram, protein, 2,5 gram karbohidrat, 15,0 kalori energi, dan nutrisi lainnya (Prizal dan Nurbaiti, 2. Pakcoy juga mengandung senyawa kimia alkaloid, fenolik, flavonoid, tanin, triterpenoid, dan steroid dengan sifat antioksidan yang menekan produksi radikal bebas (Dwikartika, 2. Menurut Badan Pusat Statistik . , luas panen pakcoy di Indonesia pada tahun 2018 sampai tahun 2022 berturut-turut 61. 047 Ha, 60. 871 Ha, 63. 464 Ha, 69. 626 Ha, dan 71. 390 Ha dengan produksi pakcoy di Indonesia pada tahun 2018 sampai dengan tahun 2022 berturut-turut 990 ton, 652. 727 ton, 667. 473 ton, 727. 467 ton, dan 760. 608 ton dan produktivitasnya yaitu 10,42 ton ha-1, 10,72 ton ha-1, 10,51 ton ha-1, 10,44 ton ha-1, 10,65 ton Dari data di atas menunjukkan bahwa produktivitas setiap tahunnya masih jauh dari potensi produktivitas pakcoy yaitu 20-30 ton/ha. Salah satu faktor penting yang berperan dalam budidaya pakcoy adalah pemberian nutrisi yang tepat, salah satunya melalui penggunaan pupuk AB Mix. upaya peningkatan efisiensi penggunaan pupuk meliputi jenis pupuk, dosis pupuk, metode pemupukan, waktu dan frekuensi pemupukan serta pengawasan mutu pupuk. Pemupukan merupakan suatu tindakan perawatan tanaman dimana diberikannya tambahan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman untuk menunjang keberhasilan dalam budidaya (Mansyur dkk. , 2. Penggunaan Nutrisi AB Mix sebagai pupuk cair dalam budidaya tanaman pakcoy dapat dijadikan solusi sebagai sumber nutrisi lengkap untuk memenuhi kebutuhan sumber hara bagi AB mix merupakan campuran nutrisi yang mengandung berbagai unsur hara makro (C. H,O. Ca, dan M. dan unsur hara mikro (B. Cl. Cu. Fe. Mn. Mo, dan Z. yang dibutuhkan oleh tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal (Jingga dkk. Pemberian pupuk yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan tanaman sangat mempengaruhi kualitas dan hasil produksi pakcoy. Namun, tidak hanya jumlah pupuk yang diberikan, interval waktu dalam pemberian pupuk juga menjadi faktor yang krusial untuk mencapai hasil yang maksimal. Penentuan interval waktu pemberian pupuk cair AB Mix yang tepat dapat mempengaruhi efisiensi penyerapan nutrisi oleh tanaman pakcoy. Jika pupuk diberikan terlalu sering, hal itu dapat menyebabkan penumpukan unsur hara di tanah yang berpotensi merusak struktur tanah dan meningkatkan biaya produksi. Sebaliknya, jika interval pemberian pupuk terlalu jarang, tanaman dapat mengalami kekurangan nutrisi, yang berdampak negatif pada pertumbuhan dan hasil panennya. Pentingnya interval pemupukan yang tepat sebagai upaya meningkatkan produktivitas maka penelitian dengan judul AuPengaruh Interval Waktu Pemberian AB Mix 121 | P a g e https://greenationpublisher. org/JGPP Vol. No. November 2024 Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L. ) Varietas Flamingo F1Ay menjadi perlu dilakukan. METODE Penelitian dilaksanakan di Kampung Pajajaran Desa Pangauban Kecamatan Batujajar Kabupaten Bandung Barat, dengan ketinggian tempat 688m dpl penelitian ini dilaksanakan dari Oktober 2024 sampai dengan November 2024. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih pakcoy varietas Flamingo F1 (Lampiran . Pupuk Kandang Kambing. AB Mix. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cangkul. Tray Semai, botol spray, pH meter. TDS meter, timbangan, penggaris, kamera dan alat tulis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan Interval waktu pemberian AB Mix sebagai berikut: A = 0 hari B = Dua Hari Sekali C = Empat Hari Sekali D = Enam Sekali E = Delapan Hari Sekali Masing-masing di ulang sebanyak empat dan di ulangan sebanyak 5 . kali, setiap ulangan terdapat 5 . Rancangan respon terdiri dari pengamatan utama dan pengamatan penunjang. Pengamatan penunjang adalah pengamatan yang datanya tidak diuji secara statistik. Pengamatan ini meliputi cuaca . uhu dan kelembapa. dan serangan hama dan penyakit selama penelitian. Variabel pengamatan yang diukur dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman . , jumlah daun . , bobot kotor pertanaman . , bobot bersih pertanaman . , bobot bersih per petak . HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Tinggi Tanaman Pengamatan tinggi tanaman dilakukan pada saat tanaman berumur 7, 14, 21, dan 25 HST. Berdasarkan hasil analisis ragam terdapat rata-rata tinggi dan Hasil Analisis data tinggi tanaman pakcoy terdapat pada Tabel 1. Table 1. Pengaruh Interval Pemberian Larutan AB Mix terhadap Tinggi Tanaman Pakcoy Umur 10 HST, 20 HST, 25 HST Rerata Tinggi Tanaman . Perlakuan 10 HST 20 HST 25 HST A . 6,34 14,13 19,48 B ( 2 Hari Sekal. 6,68 14,71 20,96 C ( 4 Hari Sekal. 6,69 14,72 20,92 D ( 6 Hari Sekal. 6,55 14,43 20,11 E ( 8 Hari Sekal. 6,37 a 14,21 a 19,52 a Keterangan: Angka rerata yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama berbeda tidak nyata berdasarkan Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf nyata 5%. 122 | P a g e https://greenationpublisher. org/JGPP Vol. No. November 2024 Jumlah Daun Pengamatan jumlah daun dilakukan pada saat tanaman berumur 7, 14, 21, dan 25 HST. Berdasarkan hasil analisis ragam terdapat rata-rata jumlah daun terdapat pada Tabel 2. Table 2. Pengaruh Interval Pemberian Larutan AB Mix terhadap Jumlah daun Tanaman Pakcoy Umur 10 HST, 20 HST, 25 HST Rerata Jumlah daun . Perlakuan 10 HST 20 HST 25 HST A . 5,87 10,13 10,73 B ( 2 Hari Sekal. 6,53 11,27 12,00 C ( 4 Hari Sekal. 6,53 11,33 12,13 D ( 6 Hari Sekal. 6,13 10,60 12,07 E ( 8 Hari Sekal. 6,00 a 10,20 a 11,27 a Keterangan: Angka rerata yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama berbeda tidak nyata berdasarkan Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf nyata 5%. Bobot Tanaman Berdasarkan hasil analisis ragam terdapat rata-rata bobot segar kotor dan bobot segar bersih bersih tanaman pakcoy terdapat pada Tabel 3. Table 3. Pengaruh Interval Pemberian Larutan AB Mix terhadap Bobot Kotor dan Bobot Bersih Tanaman Pakcoy Umur 10 HST, 20 HST, 25 HST Bobot Pertanaman Perlakuan Bobot Kotor Bobot Bersih A . 214,47 193,03 B ( 2 Hari Sekal. 282,61 254,36 C ( 4 Hari Sekal. 292,81 263,53 D ( 6 Hari Sekal. 254,13 228,73 E ( 8 Hari Sekal. 216,43 a 194,78 a Keterangan: Angka rerata yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama berbeda tidak nyata berdasarkan Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf nyata 5%. Bobot Bersih Per Petak Berdasarkan hasil analisis ragam terdapat rata-rata bobot segar per petak tanaman pakcoy terdapat pada Tabel 4. Tabel 5. Pengaruh Berbagai Konsentrasi AB Mix Terhadap Bobot Per Petak dan Bobot per Hektar Tanaman Pakcoy Pada Umur 25 HST. Bobot per Petak (K. Bobot per Hektar . A . 3,08 B ( 2 Hari Sekal. 4,06 31,82 C ( 4 Hari Sekal. 4,22 37,01 D ( 6 Hari Sekal. 3,66 18,83 Perlakuan Kenaikan dari Perlakuan A (%) E ( 8 Hari Sekal. 3,16 a 2,60 Keterangan: Angka rerata yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama berbeda tidak nyata berdasarkan Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf nyata 5%. 123 | P a g e https://greenationpublisher. org/JGPP Vol. No. November 2024 Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa interval pemberian larutan AB Mix berpengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman Pakcoy pada umur 10, 20 , dan 25 HST. Pada 7 HST, perlakuan dengan interval 2 hari sekali (B) dan 4 hari sekali (C) menghasilkan tinggi tanaman yang lebih tinggi . ,68 cm dan 6,69 c. dibandingkan kontrol . ,34 c. dan interval 8 hari sekali (E) sebesar 6,37 cm, sedangkan interval 6 hari sekali (D) berada di antaranya dengan tinggi 6,55 cm. Pada 14 HST, hasil serupa terlihat, di mana interval 2 hari (B) dan 4 hari (C) kembali menghasilkan tinggi tanaman yang lebih tinggi . ,71 cm dan 14,72 c. dibandingkan kontrol . ,13 c. interval 6 hari (D) menghasilkan tinggi 14,43 cm, sedikit lebih tinggi dari kontrol, sementara interval 8 hari (E) tidak berbeda nyata dengan kontrol. Pada 21 HST, perlakuan dengan interval 2 hari (B) dan 4 hari (C) menghasilkan tinggi tanaman yang lebih tinggi . ,96 cm dan 20,92 c. dibandingkan kontrol . ,48 c. dan interval 8 hari (E) sebesar 19,52 cm, sementara interval 6 hari (D) tidak berbeda nyata dengan kontrol, menghasilkan tinggi 20,11 cm. Secara keseluruhan, interval pemberian larutan AB Mix yang lebih sering . dan 4 hari sekal. memberikan pertumbuhan tinggi tanaman Pakcoy yang lebih baik dibandingkan interval yang lebih jarang . dan 8 hari sekal. serta kontrol, menunjukkan pentingnya frekuensi pemberian nutrisi untuk optimalisasi pertumbuhan Pakcoy. Menurut (Nazari dkk. Interval waktu pemberian yang pendek menyebabkan unsur hara selalu tersedia, padahal setiap tanaman mempunyai jumlah kebutuhan unsur haranya masing-masing, sehingga unsur hara yang diberikan tidak dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh Setiap tanaman mempunyai batas jumlah unsur hara yang dibutuhkannya, oleh karena itu unsur hara yang diberikan secara berlimpah akan mengakibatkan kadar unsur hara dalam jaringan tanaman akan meningkat, tetapi pertumbuhannya tidak mengalami Pertumbuhan dan perkembangan tanaman akan maksimal jika memperoleh unsur hara dengan jumlah dan waktu yang sesuai dengan kebutuhannya. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa interval pemberian larutan AB Mix berpengaruh signifikan terhadap jumlah daun tanaman Pakcoy pada berbagai tahap umur . HST, 20 HST, dan 25 HST). Pada 10 HST, perlakuan dengan interval 2 hari sekali (B) dan 4 hari sekali (C) menghasilkan jumlah daun lebih banyak secara signifikan dibandingkan kontrol dan perlakuan lain, sedangkan perlakuan lainnya (A. D, dan E) tidak berbeda nyata. Pada 20 HST, perlakuan dengan interval 2 hari (B) dan 4 hari (C) kembali menghasilkan jumlah daun yang lebih tinggi dibandingkan kontrol (A), interval 6 hari (D), dan interval 8 hari (E). Secara keseluruhan, interval pemberian larutan AB Mix yang lebih sering . dan 4 hari sekal. memberikan hasil jumlah daun Pakcoy yang lebih baik dibandingkan interval yang lebih jarang . dan 8 hari sekal. serta kontrol, menunjukkan pentingnya frekuensi pemberian nutrisi untuk meningkatkan jumlah daun dan mendukung pertumbuhan optimal tanaman Pakcoy. Sejalan dengan pernyataan (Setayana, 2. Interval waktu pemberian nutrisi AB Mix yang tepat berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil. Diduga kebutuhan nutrisi tercukupi sehingga tanaman pakcoy mampu tumbuh secara optimal. Aplikasi Pemberian AB Mix disiram ke media tanam dengan disertai penyemprotan AB mix kedaun memberikan hasil terbaik terhadap tinggi tanaman pakcoy pada umur pengamatan 7 HST, 14 HST, 21 HST dan 28 HST. Pada umur 7 HST perlakuan D. E, dan F berbeda nyata dengan perlakuan A. B dan C. Pada umur 14 HST 21 HST dan 28 HST perlakuan B. E dan F berbeda nyata dengan perlakuan A. Pemberian nutrisi ab mix dapat meningkatkan 124 | P a g e https://greenationpublisher. org/JGPP Vol. No. November 2024 pertumbuhan tinggi tanaman yang terbaik. Hal ini dipengaruhi oleh pemberian konsentrasi nutrisi AB Mix yang tepat bagi tanaman pakcoy. Nutrisi AB Mix mengandung unsur hara makro dan mikro, yang mana unsur hara nitrogen yang terdapat dalam nutrisi AB Mix dapat meningkatkan tinggi tanaman. Unsur hara N dapat merangsang pertumbuhan vegetative tanaman secara keseluruhan, khususnya untuk pertumbuhan akar, batang dan daun. Pertambahan tinggi tanaman dapat dipengaruhi oleh ketersedian nitrogen peranan unsur nitrogen bagi tanaman adalah untuk merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan, khususnya batang, cabang dan daun. Menurut Anita Putrian Syah dkk . , menyatakan komposisi unsur hara makro maupun mikro sangat berpengaruh terhadap tanaman yang mana kandungan yang terdapat pada nutrisi AB Mix dalam 5 liter air sebagai berikut: nutrisi A memiliki kandungan Ca(NO. KNO3 . dan Fe-EDTA . Sedangkan larutan induk B memiliki kandungan KH2PO4 . , (NH. SO4 . K2SO4 (ZK) . MgSO47H2O . CuSO4 . ZnSO4 . ,5 . H3BO3 . MnSO4 . dan MoNH4 . ,1000 . Interval pemberian larutan AB Mix berpengaruh signifikan terhadap bobot kotor dan bobot bersih tanaman Pakcoy pada umur 10 HST, 20 HST, dan 25 HST. Pada bobot kotor, perlakuan dengan interval 2 hari sekali (B) dan 4 hari sekali (C) menghasilkan bobot yang lebih tinggi, masing-masing 282,61 gram dan 292,81 gram, berbeda nyata dari kontrol (A) yang memiliki 214,47 gram dan interval 8 hari sekali (E) dengan 216,43 gram. Perlakuan dengan interval 6 hari sekali (D) menunjukkan bobot kotor sebesar 254,13 gram, berbeda nyata dari kontrol dan interval 8 hari sekali. Pada bobot bersih, perlakuan dengan interval 2 hari sekali (B) dan 4 hari sekali (C) juga menghasilkan bobot yang lebih tinggi, masing-masing 254,36 gram dan 263,53 gram, berbeda nyata dari kontrol . ,03 gra. dan interval 8 hari sekali . ,78 gra. , sementara interval 6 hari sekali (D) menunjukkan bobot sebesar 228,73 gram, berbeda nyata dari kontrol. Secara keseluruhan, pemberian larutan AB Mix yang lebih sering memberikan hasil pertumbuhan bobot kotor dan bersih tanaman Pakcoy yang lebih baik, menunjukkan pentingnya frekuensi pemberian nutrisi untuk optimalisasi pertumbuhan Dengan interval pemberian nutrisi yang lebih sering, tanaman mendapatkan suplai nutrisi yang lebih konsisten dan berkelanjutan, memastikan bahwa tanaman tidak mengalami kekurangan nutrisi pada fase pertumbuhan kritis dan memaksimalkan proses fotosintesis serta Pemberian nutrisi secara lebih sering juga memungkinkan akar tanaman untuk menyerap nutrisi dengan lebih efisien, karena nutrisi yang disediakan dalam jumlah kecil tetapi sering dapat lebih mudah diserap oleh akar daripada yang diberikan dalam jumlah besar tetapi Ketersediaan nutrisi yang konsisten mendukung pertumbuhan vegetatif yang lebih optimal, termasuk pembentukan daun, batang, dan akar, yang secara langsung berkontribusi pada peningkatan bobot kotor dan bobot bersih tanaman. Berdasarkan hasil analisis menunjukan bahwa pemberian nutrisi AB Mix pada umur 7, 14, 21, dan 28 HST menunjukan hasil yang berpengaruh terhadap jumlah daun tanaman Pada umur 7, 14, 21, dan 28 HST perlakuan D. E dan F berbeda nyata dengan perlakuan A, pemberian nutrisi 9 ml L-1, 12 ml L-1 dan 15 ml L-1, menghasilkan jumlah daun terbanyak, hal ini karenai unsur nitrogen dari nutrisi AB Mix yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy. Tanaman pakcoy dapat menyerap unsur hara terutama unsur N, sehingga laju fotosintesis yang menyebabkan tanaman pakcoy menghasilkan daun dalam jumlah yang banyak dan besar. Hal ini sidukung dengan pendapat Wahyuni . menyatakan 125 | P a g e https://greenationpublisher. org/JGPP Vol. No. November 2024 bahwa Nitrogen merupakan komponen utama berbagai zat penting di dalam pembentukan daun Berdasarkan hasil analisis pada tabel 3, aplikasi Pemberian AB MIX disiram ke media tanam dengan disertai penyemprotan AB MIX kedaun memberikan hasil terbaik terhadap bobot segar kotor dan bobot segar bersih tanaman pakcoy. Pada pengamatan bobot segar kotor dan bobot segar bersih perlakuan C. E, dan F berbeda nyata dengan perlakuan A dan B. perlakuan D dan E menghasilkan bobot segar kotor dan bobot segar bersih tanaman pakcoy tertinggi diduga unsur hara yang terdapat pada nutrisi AB Mix mencukupi kebutuhan tanaman. Peningkatan bobot segar kotor dan bobot segar bersih tanaman pakcoy berkaitan dengan parameter pertumbuhan lainnya seperti tinggi tanaman, jumlah daun, akar dan kadar klorofil yang terdapat pada tanaman. Laju pembelahan sel dan pembentukan jaringan sebanding dengan pertumbuhan batang, daun dan sistem perakaran. Unsur hara makro (N. Ca. Mg dan S) dan unsur hara mikro (Na. Fe. Cu. Mn. Bo. Co. Zn. Mo. Si dan C. yang terkandung didalam nutrisi AB mix. Unsur hara makro berfungsi untuk merangsang pembelahan sel tanaman, mensintesa asam amino dan protein, merangsang pertumbuhan akar dan biji, memperkuat batang tubuh tanaman dan meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit, sedangkan unsur hara mikro berfungsi sebagai penyusun enzim dan vitamin sehingga tanaman dengan konsentrasi nutrisi yang tepat akan meningkatkan hasil produksi tanaman (Wahyuni, 2. Perlakuan dengan interval pemberian AB Mix 2 hari sekali (B) dan 4 hari sekali (C) menghasilkan bobot per petak dan bobot per hektar yang paling tinggi, masing-masing berbeda nyata dari kontrol (A). Perlakuan dengan interval pemberian AB Mix 6 hari sekali (D) memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan kontrol, namun masih lebih rendah dibandingkan perlakuan B dan C. Sementara itu, perlakuan dengan interval pemberian AB Mix 8 hari sekali (E) tidak menunjukkan perbedaan nyata dengan kontrol. Dengan demikian, frekuensi pemberian larutan AB Mix yang lebih sering . hari dan 4 hari sekal. dapat memberikan hasil yang lebih baik dalam hal bobot per petak dan bobot per hektar tanaman Pakcoy. Sejalan dengan pernyataan Sianturi dkk. , pada penelitian tanaman cabai menyatakan interval waktu pemberian nutrisi AB Mix berpengaruh nyata terhadap jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman dan bobot buah per plot. Dengan pernyataan tersebut maka diduga dengan interval pemberian larutan nutrisi AB mix yang tepat dapat meningkatkan hasil produksi tanaman pakcoy. KESIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa interval pemberian larutan AB Mix berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Pakcoy. Interval pemberian yang lebih sering, yaitu setiap 2 hari sekali (B) dan 4 hari sekali (C), menghasilkan tinggi tanaman, jumlah daun, serta bobot kotor dan bobot bersih yang lebih baik dibandingkan dengan interval yang lebih jarang . dan 8 hari sekal. serta kontrol. REFERENSI