Meningkatkan disiplin belajar . (Alivi Sazkia Hawi. TEKNIK SELF-MANAGEMENT UNTUK MENINGKATKAN DISIPLIN BELAJAR SISWA DI SMK N 2 SEWON SELF-MANAGEMENT TECHNIQUE TO INCREASE STUDENTAoS DISCIPLINE OF LEARNING AT SMK N 2 SEWON Oleh: Alivi sazkia hawie, bimbingan dan konseling, fakultas ilmu pendidikan universitas negeri yogyakarta, 2017@student. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan disiplin belajar siswa melalui konseling kelompok teknik Selfmanagement bagi siswa kelas XI Multimedia I di SMK Negeri 2 Sewon. Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK). Subyek dalam penelitian ini yaitu 7 siswa yang memiliki disiplin belajar rendah. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan pedoman observasi dan skala disiplin belajar yang telah melalui uji validitas serta uji reliabilitas menggunakan koefisien Cronbach Alpha. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan disiplin belajar siswa dari 7 subjek. Penelitian ini dilakukan dengan dua siklus dan di setiap siklus menunjukkan adanya peningkatan skor serta perubahan perilaku. Skor rata-rata disiplin belajar siswa pada siklus I yaitu 19,23 %, skor pada siklus II yaitu 30 % yang menunjukkan bahwa disiplin belajar siswa mengalami peningkatan. Selain itu, siswa sudah mampu mencapai skor kriteria keberhasilan tindakan yaitu Ou88. Siswa juga mengalami perubahan perilaku yaitu meluangkan waktu untuk belajar, mengerjakan tugas dan mengumpulkan tepat waktu, serta dapat bangun lebih awal daripada biasanya. Siswa sudah paham mengenai pentingnya disiplin dalam belajar dan mengerti cara melaksanakan langkah-langkah dalam teknik Self-management. Kata kunci: disiplin belajar, konseling kelompok, self-management Abstract This research was aimed to improve discipline of learning through group counseling with Self-management technique for class XI Multimedia 1 at SMK Negeri 2 Sewon. This research was an Action Research of Guidance and Counseling (PTBK). The subjects in this research consisted of seven students who had low discipline of The collecting data used observation guidelines and scale of learning discipline that had passed the validity test and reliability testing used Cronbach Alpha coefficient. The data analysis technique were quantitative descriptive and qualitative. The results of this research indicated that there was an improvement in studentAos discipline of learning in seven subjects. This research was conducted in two cycles and in each cycle showed an increase in score and change of behavior. The average score of studentAos discipline of learning in the first cycle was 19,23 %. Then in the second cycle was 30 % which indicated that studentAos discipline of learning had In addition, students had been able to achieve the criterion score for the success of the action, that was 88 in the high category. Students also experienced behavioral changes, such as taking time to study, doing assignments and collecting them on time, and being able to wake up earlier than usual. Students already understood the importance of discipline in learning and understood how to carry out the steps in Self-management Keywords: discipline of learning, group counseling, self-management Hal tersebut menyebabkan siswa dan guru PENDAHULUAN dilarang melaksanakan pembelajaran secara tatap secara daring di masa pandemi COVID-19. Virus muka dan menerapkan pembelajaran daring tersebut masuk di Indonesia pada awal tahun menggunakan media aplikasi yang memudahkan Akibat dari pandemi COVID-19 ini, guru dan siswa untuk belajar. Pembelajaran kegiatan sekolah dilaksanakan secara daring agar Dampak dari pandemi COVID-19 ini virus tersebut tidak meluas di lingkup sekolah. mengakibatkan siswa harus belajar sendiri di 526 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 11. November 2021 Belajar merupakan tanggung jawab yang rendah, proses pembelajaran di kelas maupun di harus dilakukan setiap siswa. Tanggung jawab rumah akan terganggu, sehingga siswa dapat belajar tersebut merupakan bentuk dari disiplin kesulitan untuk mencapai targetnya. dalam belajar. Disiplin belajar merupakan bentuk Berdasarkan hasil wawancara kepada guru kepatuhan dan ketaatan siswa dalam menjalankan BK, di SMK N 2 Sewon dalam upayanya peraturan-peraturan yang telah ditetapkan oleh Ketika disiplin belajar dalam diri siswa menerapkan beberapa peraturan dalam proses Peraturan bertingkah laku sesuai peraturan dan tata tertib digunakan agar tercipta disiplin belajar pada Kepatuhan-kepatuhan yang dimaksud setiap diri siswa. Namun, akibat pandemi ini yaitu kepatuhan di dalam peraturan di kelas saat Seperti yang diungkapkan oleh Arikunto . alam Sari dan Hady, 2017:. kenyataannya masih ditemukan siswa yang Seorang siswa dikatakan disiplin atau patuh melanggar peraturan yaitu ada beberapa siswa dalam belajarnya apabila memiliki perilaku yang terlambat mengumpulkan tugas dan tidak mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru mata memperlihatkan perilaku kedisiplinan di dalam pelajaran di kelas XI Multimedia 1. Kemudian kelas, disiplin dalam menepati jadwal belajar, dan ada juga siswa yang sering terlambat untuk belajar secara teratur. Selaras dengan yang bergabung ke dalam kelas daring. Selain itu, ada diungkapkan oleh Slameto . alam Susilowati, juga siswa yang belum bergabung ke dalam grup 2005:. yang menyebutkan bahwa macam pembelajaran milik guru mata pelajaran. Hal disiplin belajar yang hendaknya dilakukan oleh tersebut menunjukkan bahwa siswa di kelas siswa dalam kegiatan belajar di sekolah yaitu Multimedia 1 tersebut kurang disiplin dalam berupa disiplin dalam masuk kelas, disiplin dalam pembelajaran daring. Oleh karena itu. Guru BK mengerjakan tugas, disiplin dalam mengikuti pelajaran di sekolah, serta disiplin dalam menaati tata tertib di sekolah. memberikan layanan yang dapat membuat siswa Pada Disiplin belajar itu penting bagi siswa. dapat disiplin lagi dalam belajar. Selain itu. Siswa memerlukan perilaku disiplin dalam belajar pemilihan media daring yang tepat juga penting untuk memperoleh keberhasilan belajar yang baik dalam pemberian layanan BK agar tujuan layanan sesuai dengan ketentuan sekolah. Disipilin diri dapat tercapai dengan baik. terutama dalam hal belajar dapat memudahkan Usaha yang sudah dilakukan oleh Guru kelancaran belajar, maka dari itu rasa malas Bimbingan dan Konseling di SMK Negeri 2 ataupun enggan untuk belajar dapat mudah Sewon Ketika perilaku disiplin belajar siswa disiplin belajar siswa yaitu dengan memberikan Meningkatkan disiplin belajar . (Alivi Sazkia Hawi. 527 layanan konseling kelompok agar disiplin belajar menggunakan media aplikasi daring berupa video siswa dapat meningkat. Konseling kelompok Aplikasi video conference yang Kurnanto 3:7-. memberikan kemudahan dalam perkembangan pembelajaran yaitu berupa Zoom. Google Meet, dan pertumbuhan individu, yang diartikan bahwa Microsoft Teams, dan video call WA. Aplikasi konseling kelompok memberikan dorongan dan Google Meet efektif untuk digunakan dalam memberikan layanan BK karena Guru BK dan perubahan dengan memanfaatkan potensi secara siswa dapat bertatap muka melalui video. Google maksimal sehingga dapat mewujudkan diri. Meet dipilih karena dapat digunakan tanpa perlu Kemudian, tujuan konseling kelompok menurut mendownload aplikasi. Pengguna hanya perlu ASGW . alam Gladding, 2012:. tujuan mempunyai akun Google untuk dapat mengikuti konseling kelompok yaitu membantu peserta rapat atau konferensi menggunakan Google Meet. mengembangkan kemampuan yang sudah ada Oleh karena itu, aplikasi ini tepat apabila dalam memecahkan permasalahan antarpribadi sehingga mereka akan lebih mampu menangani konseling kelompok (TeacherAos Association, masalah yang ada di kemudian hari. Berdasarkan hasil wawancara dengan Usaha Guru Bimbingan dan Konseling di SMK N 2 meningkatkan disiplin belajar siswa yaitu melalui Sewon. Guru BK belum pernah menggunakan konseling kelompok teknik Self-management. pendekatan dan teknik yang spesifik untuk Teknik Self-management menurut Sukadji . alam Komalasari 2011:. adalah prosedur bagi individu untuk mengatur perilakunya sendiri. meningkatkan disiplin belajar siswa di SMK Pada teknik ini individu terlibat pada beberapa tersebut juga masih kurang optimal karena sampai saat ini masih terdapat beberapa siswa menentukan perilaku sasaran, memonitor perilaku yang kurang disiplin dalam belajar. Siswa yang tersebut, dan mengevaluasi efektivitas prosedur sudah memiliki sikap dan perilaku disiplin dalam Teknik tersebut merupakan prosedur belajar, akan berdampak positif terhadap kualitas yang dilakukan individu untuk mengontrol pendidikan di sekolah tersebut karena siswa yang perilakunya sendiri sehingga teknik tersebut tepat disiplin, akan menunjukkan hasil belajar yang apabila digunakan di masa pandemi seperti ini Oleh karena itu, diperlukan layanan dengan karena siswa dapat melaksanakannya dengan pendekatan dan teknik yang tepat agar disiplin kontrol diri sendiri dan Guru BK hanya sebagai belajar siswa dapat meningkat. fasilitator dan pencetus gagasan. Layanan yang dilakukan Guru Guru BK di SMK tersebut selama pandemi Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan ini, juga belum pernah memberikan layanan oleh Megantari, dkk. menunjukkan bahwa 528 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 11. November 2021 teknik Self-management dapat meningkatkan perencanaan home visit yang dilakukan Guru disiplin belajar siswa yang dibuktikan dengan Bimbingan dan Konseling dan berdasar atas hasil adanya peningkatan skor pada masing-masing dari pre-test yang memiliki disiplin belajar rendah dengan jumlah 7 siswa. Berdasarkan pemaparan di atas, peneliti bermaksud untuk meningkatkan disiplin belajar Prosedur siswa melalui konseling kelompok teknik Self- Prosedur penelitian ini disesuaikan dengan management menggunakan aplikasi Google Meet jenis penelitian yang digunakan yaitu PTBK yang bagi siswa kelas XI Multimedia 1 di SMK Negeri menggunakan model Kemmis dan Mc. Taggart. 2 Sewon. Empat langkah dalam penelitian tindakan dengan METODE PENELITIAN pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi yang Jenis Penelitian dilaksanakan dan membentuk satu siklus. Lebih Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK). jelasnya disampaikan sebagai berikut. Perencanaan Penelitian ini menggunakan model penelitian dari Perencanaan tindakan yang dilakukan pada Kemmis dan Mc. Taggart yang dikembangkan siklus I ini yaitu peneliti menyiapkan kebutuhan pada tahun 1990. Model penelitian ini memiliki yang diperlukan untuk melaksanakan tindakan. empat tahapan yang harus dilalui yaitu berupa Adapun kebutuhan tersebut diuraikan dalam langkah-langkah sebagai berikut. refleksi (Arikunto, 2016:. Peneliti berkoordinasi dengan Guru BK dalam memilih subjek penelitian. Berdasarkan data Waktu dan Tempat Penelitian dari perencanaan home visit. Guru Bimbingan Penelitian ini dilaksanakan di SMK dan Konseling mengarahkan peneliti untuk Negeri 2 Sewon. Namun pelaksanaan tindakan memilih subjek penelitian pada kelas XI dilakukan di rumah masing-masing menggunakan Multimedia 1. aplikasi Google Meet dan dilaksanakan pada Peneliti menyusun dan menyiapkan skala pre- bulan Februari sampai dengan Maret tahun 2021. test untuk diberikan kepada siswa yang telah terpilih menjadi subjek dalam penelitian ini Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa SMK Negeri 2 Sewon di kelas XI Multimedia 1 atas guna mengetahui tingkat kedisiplinan belajar siswa tersebut. Setelah dasar rekomendasi dari Guru Bimbingan dan belajar siswa, peneliti berkoordinasi dengan Konseling yang memiliki disiplin belajar rendah. Guru BK terkait tindakan yang akan diberikan Pemilihan subjek ini didasarkan oleh data selama proses penelitian. Meningkatkan disiplin belajar . (Alivi Sazkia Hawi. 529 Peneliti menyiapkan prosedur pelaksanaan melaksanakan tindakan, menyiapkan uraian dalam konseling kelompok dengan teknik Selfmanagement. kegiatan tiap pertemuan, serta menyusun RPL Teknik Analisis Data Analisis data dan pedoman observasi. menggunakan pendekatan deskripsitf kuantitatif Pelaksanaan dan kualitatif. Selain itu, untuk mengetahui ada Pelaksanaan merupakan implementasi dari atau tidaknya peningkatan skor kedisiplinan belajar siswa, maka digunakan Uji Sign Rank Penelitian ini dilakukan secara Wilcoxon kolaboratif dengan bantuan observer. Peneliti Kemudian, cara menganalisis data pada penelitian ini yaitu dengan menghitung skor minimal dan teknik Self-management dengan berpedoman skor maksimal dari skala kedisiplinan belajar serta menghitung skor masing-masing siswa yang (RPL). SPSS. Observer membantu peneliti dalam melakukan menjadi subjek penelitian. Tabel 1. Kategori Kedisiplinan Belajar. Azwar dilakukan oleh peneliti menggunakan pedoman Pada tahap pelaksanaan ini terdiri dari empat tindakan, tindakan pertama yaitu berupa membentuk raport dengan siswa, tindakan kedua Self-management, keempat yaitu terminating atau pengakhiran. Interval X O 56 56 < X O 72 72 < X O 88 88 < X O 104 104 O X Rumus Kategori Sangat Rendah X O M - 1. 5 SD M-1. 5 SD < X O M - 0. M - 0. 5 SD < X O M 0. M 0. 5 SD < X O M 5 SD M 1. 5 SD O X Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data pada penelitian ini Likert . adang-kadan. Terdapat empat alternatif pilihan jawaban yaitu sangat sesuai (SS), sesuai (S), tidak sesuai (TS) dan sangat tidak sesuai (STS). Selain itu juga digunakan lembar observasi untuk siswa dan lembar observasi konselor untuk mengetahui keaktifan siswa di dalam konseling kelompok dan ketepatan konselor dalam menjalankan langkah HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Sebelum dilaksanakan tindakan, peneliti pre-test mengetahui tingkat kedisiplinan belajar subjek. 530 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 11. November 2021 pertengahan sesi karena kendala sinyal. Pada sesi Tabel 2. Skor Pre-test Subjek Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Skor Kategori Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah ini anggota kelompok diberi kesempatan untuk menyampaikan permasalahannya mengenai hal yang mengganggunya dalam belajar, namun malu-malu Ketika memberikan feedback kepada teman-temannya. Skor pre-test tersebut menjadi bahan pertimbangan untuk melaksanakan konseling Self-management meningkatkan kedisiplinan belajar siswa di kelas siswa juga masih bingung bagaimana cara Oleh karena itu, pemimpin kelompok harus memberikan contoh kepada siswa mengenai cara memberikan feedback. XI Multimedia 1 dengan jumlah 7 subjek karena disiplin belajar siswa pada tabel di atas berada pada kategori rendah. tindakan yaitu lebih dari atau sama dengan 88. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua kali siklus. Siklus I pada hari Rabu tanggal 17 Februari 2021 di masing-masing conference berupa Google Meet selama 30 menit. Pemimpin kelompok membuka kegiatan dengan berdoa dan menanyakan kabar masing-masing anggota kelompok. Selanjutnya konselor memulai kegiatan konseling dengan sedikit games untuk Pemimpin Kelompok bersama dengan anggota kelompok juga menyepakati norma bersama. Pada konseling ini, siswa belum bisa mengondisikan diri dan belum bisa menaati norma. pemimpin kelompok menjelaskan teknik Selfmanagement beserta langkah-langkahnya yang kedua hanya diikuti oleh 5 siswa karena ada dua yang keluar Google Meet perilakunya yang mengganggu dalam belajar ketika di rumah. Setelah itu anggota kelompok juga disuruh memilih reward atau penguatan dan konsekuensi yang akan mereka berikan kepada diri sendiri. Selanjutnya yaitu siswa diminta melaksanakan self-monitoring. Pada tindakan ketiga ini, masih ada beberapa siswa yang belum bisa menentukan targetnya dan belum mengerti mengenai konsep reward serta konsekuensi. Pada konseling tindakan keempat ini, anggota kelompok diminta untuk menyampaikan mengenai pengalamannya dalam melaksanakan Self-management. Pelaksanaan konseling kelompok tindakan siswa di konseling tindakan kedua. Kemudian meningkatkan perilaku siswa. Kemudian anggota Konseling tindakan pertama dilaksanakan ini pemimpin kelompok mengingatkan kembali mengenai permasalahan yang sudah diungkapkan Berdasarkan hasil pre-test di atas maka Pada konseling kelompok tindakan ketiga Kemudian Meningkatkan disiplin belajar . (Alivi Sazkia Hawi. 531 Pemimpin kelompok memberikan penguatan dan bingung bagaimana cara memberi feedback kepada teman-temannya. Kemudian, masih ada kelompok untuk menyampaikan perasaannya. beberapa siswa yang belum bisa menentukan Kemudian anggota kelompok dan pemimpin target dan belum mengerti mengenai konsep kelompok bersama-sama mengevaluasi hasil dari pelaksanaan yang telah dilakukan oleh anggota Oleh karena itu, berdasarkan atas hasil observasi dan skor yang diperoleh siswa. Berdasarkan Self- maka dilanjutkan tindakan konseling kelompok dilakukan tersebut, maka langkah selanjutnya pada siklus II agar semua siswa dapat memenuhi yaitu memberikan post-test kepada siswa. Hasil kriteria keberhasilan yaitu dengan skor post-test pada siklus I ini adalah sebagai berikut. Siklus II Tabel 3. Peningkatan Skor Pre-test dan Skor Post-test I Pretest Katego Skor Katego Postri 69 Rendah Sedang 67 Rendah Sedang 70 Rendah Sedang 70 Rendah Sedang 67 Rendah Sedang 68 Rendah Sedang 69 Rendah Sedang Rata-rata peningkatan skor Presentase 15,94 % 28,35 % 17,14 % 18,57 % 26,86 % 13,23 % 14,49 % 19,23 % Konseling dilaksanakan pada 26 Februari 2021 sampai Maret Kegiatan masing-masing menggunakan aplikasi Google Meet. Semua anggota kelompok hadir pada konseling kali ini. Pada kegiatan ini, pemimpin kelompok membuka menambah keakraban antaranggota kelompok. Pada penelitian ini pemimpin kelompok berfokus Berdasarkan pada tabel di atas, semua kepada membangun keakraban antar anggota agar subjek meningkat skornya dan berada pada nantinya dapat terbentuk kepercayaan antar kategori sedang. Berdasarkan tabel tersebut, anggota kelompok. Kegiatan selanjutnya yaitu menunjukkan bahwa siswa belum mencapai membahas mengenai hal yang mengganggu siswa kriteria keberhasilan yang diharapkan dalam saat belajar daring. Pada kegiatan ini, anggota Berdasarkan hasil dari data di atas dan mengungkapkan permasalahannya dan saling observasi pada konseling kelompok siklus I maka berdiskusi satu sama lain. Selain itu, anggota diperoleh refleksi bahwa masih terdapat beberapa kelompok juga sudah lebih kondusif dan sudah memahami norma. berjalan kurang maksimal. Pada siklus I ini. Pada konseling kelompok tindakan kedua, semua anggota kelompok hadir dalam konseling mengikuti konseling di pertemuan pertama dan Siswa juga belum bisa mengondisikan diri memberikan kesempatan kepada semuanya untuk dan belum bisa menaati norma. Siswa juga masih Kemudian 532 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 11. November 2021 dirinya untuk dapat berhasil mencapai target. dalam dan memberikan kesempatan untuk saling Disamping memberikan feedback satu sama lain. Pada tahap memberikan penguatan agar anggota kelompok ini, anggota kelompok sudah bisa dan sudah dapat terus mempertahankan perilaku yang sudah berani untuk memberikan feedback kepada diubah dan terus menerapkan teknik tersebut di teman-temannya. Selain itu, anggota kelompok kehidupan sehari-harinya. Berdasarkan permasalahannya dalam belajar daring yang dilakukan refleksi dengan hasil bahwa konseling disebabkan karena faktor diri sendiri dan faktor kelompok pada siklus II sudah berjalan lancar. dari luar. Siswa sudah bisa hadir di setiap tindakan Pada konseling kelompok tindakan ketiga Selain itu, siswa sudah sangat aktif ini, semua anggota kelompok dapat hadir. Pada dalam mengungkapkan permasalahannya dan sesi ini pemimpin kelompok mengingatkan saling memberikan feedback. Siswa sudah lebih terbuka dan saling percaya satu sama lain. Siswa juga sudah lebih paham mengenai konsep Self- membahas mengenai konsep Self-management management dan sudah dapat menentukan target, dengan anggota kelompok. Setiap anggota sudah rencana, reward, serta konsekuensi. Evaluasi atau sangat paham mengenai konsep teknik tersebut refleksi yang sudah dilakukan sebelumnya dapat dan sudah paham mengenai langkah-langkah memberikan dampak yang signifikan terhadap yang harus ditempuh dalam melaksanakan teknik proses konseling kelompok pada siklus II Selain itu, anggota kelompok juga sudah sehingga tindakan berjalan dengan lancar. dapat menentukan target yang ingin diubah atau Tabel 4. Perbandingan Skor Post-test I dan Posttest II ditingkatkan serta sudah paham mengenai konsep Posttest I Kate Sedang Posttest keempat, anggota kelompok juga dapat hadir Sedang Sedang reward dan konsekuensi. Pada Pada menyampaikan perasaan dan pengalamannya 32,55 % Sedang Tinggi 22,90 % Sedang 23, 52 % Sedang Sangat Tinggi Sedang Sangat 35,44 % menceritakan perkembangan dari perilakunya. Selain itu, anggota kelompok juga sudah paham mencapai target dan sudah dapat mengontrol Tinggi Pening Skor Sangat Tinggi dalam melaksanakan kegiatan Self-monitoring. Kemudian Kate Rata-rata presentase peningkatan 24,39 % 33,76 % Meningkatkan disiplin belajar . (Alivi Sazkia Hawi. 533 Berdasarkan sungguh-sungguh dalam belajar (Hasbahuddin menunjukkan bahwa pada siklus II terjadi dan Rosmawati, 2019:. Siswa yang memiliki peningkatan skor kedisiplinan belajar siswa sikap dan perilaku disiplin akan lancar dalam menjadi kategori tinggi dan sangat tinggi. Hal belajar dan menjalani kehidupan sehari-harinya. Maka dari itu, disiplin belajar siswa perlu Pada penelitian ini, disiplin belajar ditentukan yaitu dengan perolehan skor sebesar ditingkatkan menggunakan konseling kelompok Kemudian dalam kegiatan konseling siswa dengan teknik Self-management. Menurut Sukadji juga sudah lebih baik dalam mengikuti rangkaian . alam Komalasari, dkk. menyebutkan kegiatan seperti yang telah diuraikan di atas. Berdasarkan hal tersebut, menunjukkan bahwa pemberian tindakan menggunakan teknik Self- management dapat meningkatkan kedisiplinan bertugas sebagai fasilitator dan pencetus gagasan belajar siswa. serta memberikan penguatan kepada konseli. Self-management Konselor Oleh karena itu, konselor juga berperan di dalam pelatihan prosedur tersebut, namun tetap konseli Pembahasan Hasil Penelitian Ada beberapa pendekatan pada teori bimbingan dan konseling, namun salah satu yang berperan penting dalam mengatur prosedur dan perilakunya sendiri. Berdasarkan meningkatkan kedisiplinan belajar siswa yaitu disebutkan siswa dan skala kedisiplinan belajar pendekatan Behavioristik menggunakan teknik yang telah diisi, siswa memiliki kedisiplinan Self-management belajar pada kategori rendah. Kemudian setelah Konseling digunakan untuk mengentaskan permasalahan kedisiplinan belajar siswa meningkat daripada sebelumnya, dibuktikan dengan hasil skor post- menurut ASGW . alam Gladding, 2012:. test I skala kedisiplinan belajar yang telah diisi Kemudian kondisi siswa yang terlihat kemampuan yang sudah ada dalam memecahkan belum maksimal dalam melaksanakan konseling permasalahan antarpribadi sehingga mereka akan Maka dari itu, berdasarkan hasil dari lebih mampu menangani masalah yang ada di tindakan siklus I tersebut, peneliti memutuskan kemudian hari. untuk melanjutkan tindakan pada siklus II karena Adapun Pada penelitian ini peneliti berupaya untuk meningkatkan disiplin belajar siswa. Disiplin belajar itu sendiri diartikan sebagai skor yang diperoleh siswa belum mencapai indikator keberhasilan tindakan. 534 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 11. November 2021 Pada konseling kelompok siklus II, siswa atau peningkatan skor kedisiplinan belajar siswa sudah lebih baik dari sebelumnya. Siswa sudah antara pre-test I dengan skor post-test II. Hal tersebut menandakan bahwa terjadi peningkatan memahami norma, memahami konsep Self- kedisiplinan belajar setelah diberikan konseling management serta dapat menyususn rencana dan kelompok dengan teknik Self-management. Maka target yang ingin dicapai menggunakan teknik dari itu, berdasarkan perbandingan skor tersebut Siswa juga sudah lebih aktif untuk serta uji Rank Wlicoxon, dapat disimpulkan teman-temannya. bahwa konseling kelompok dengan teknik Self- Selain itu, siswa sudah bisa lebih terbuka dalam management dapat meningkatkan kedisiplinan menyebutkan permasalahan yang mengganggu belajar siswa di SMK Negeri 2 Sewon. Secara umum, setiap siswa sudah belajar untuk Hal tersebut tentu sudah jauh lebih melaksanakan Self-management sesuai dengan baik daripada siklus I. Pada saat pemberian Post- rencana dan targetnya masing-masing. Semua test yang dapat dilihat pada tabel 4 di atas, hasil subjek pada penelitian ini sudah mampu untuk skor yang siswa peroleh juga sudah berada pada meningkatkan belajarnya sesuai dengan aspek kategori tinggi yaitu 88, sehingga peneliti yang sudah dijelaskan pada indikator-indikator mencukupkan tindakannya dan berakhir pada kedisiplinan belajar sebelumnya. Secara kualitas, siklus II. siswa sudah berusaha untuk senantiasa belajar Pada konseling kelompok siklus I dan II Siswa siswa mengalami peningkatan skor kedisiplinan memiliki caranya sendiri untuk belajar sesuai belajar menjadi berkategori tinggi dan sangat kemampuan dan fasilitas belajar yang dimiliki. Selain Untuk peningkatan skor secara statistik, maka dilakukan mengevaluasi hasil dari kontrol dirinya selama Uji Rank Wilcoxon menggunakan aplikasi SPSS melaksanakan Self-management. pada selisih skor pre-test sebelum tindakan dan post-test setelah tindakan. SIMPULAN DAN SARAN Tabel 5. Hasil Uji Rank Wilcoxon Test Statisticsa Simpulan Post test - Pre Asymp. Sig. -taile. Wilcoxon Signed Ranks Test Based on negative ranks. Berdasarkan hasil dari Uji Rank Wilcoxon di atas, diketahui hasil dari nilai Asymp. Sig. bernilai 0,017. Nilai Asymp. Sig tersebut lebih kecil dari 0,05 yang artinya ada perbedaan Berdasarkan pembahasan dapat disimpulkan bahwa disiplin belajar siswa kelas XI Multimedia 1 di SMK N 2 Sewon dapat ditingkatkan dengan konseling kelompok teknik Self-management. Data awal penelitian menunjukkan bahwa 7 siswa yang menjadi subjek memiliki kedisiplinan belajar dalam kategori rendah. Pada siklus I, skor siswa Meningkatkan disiplin belajar . (Alivi Sazkia Hawi. 535 meningkat dan berada pada kategori sedang dapat menggunakan teknik Self-management dengan rata-rata peningkatan skor pre-test dan sebagai alternatif cara untuk meningkatkan post-test sebesar 19,23 %. Kemudian pada siklus kedisiplinan belajar siswa. II rata-rata skor kedisiplinan belajar siswa . Siswa meningkat menjadi 30 %. Pada siklus II tersebut. Siswa diharapkan dapat meningkatkan semua siswa berada pada kategori tinggi. kedisiplinan belajarnya melalui teknik Self- Sedangkan management dalam kehidupan sehari-harinya keseluruhan pada siklus I dan II yaitu sebesar sehingga siswa mampu untuk merencanakan 53,65 %. Pada siklus II ini semua siswa sudah mencapai indikator keberhasilan dengan skor terhadap perilaku yang ingin ditingkatkan. masing-masing . Peneliti Selanjutnya rata-rata Peneliti lain yang ingin menggunakan Pada pelaksanaan konseling kelompok, siswa sudah memahami konsep Self-management dan sudah belajar untuk memperbaiki perilakunya management sebaiknya menggunakan variabel menggunakan teknik tersebut sesuai dengan yang lain dalam ranah sikap maupun perilaku belajar telah ditargetkan oleh siswa. Pada umumnya, siswa yang belum sempat diteliti oleh peneliti. semua siswa pada konseling kelompok ini sudah Dapat juga menggunakan teknik lain dalam bisa meningkatkan disiplin belajarnya sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Siswa kedisiplinan belajar siswa agar banyak ditemukan masing-masing Self- mencapai target yang telah ditentukan dan sesuai dengan rencana yang telah disusun. Siswa juga DAFTAR PUSTAKA bebas dalam memilih perilaku yang ingin diubah Arikunto. Suhardjono, & Supardi. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara. dan bebas memilih cara untuk meningkatkan kedisiplinan belajarnya. Azwar. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset. Saran