CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 103-114 Interaksi Digital Pengguna TikTok dalam Konten AuSering Bosen Sama Pasangan?Ay pada Akun @theoderick_ https://doi. org/10. 25008/caraka. JULIUS WISNU SYAHPUTRA Universitas Budhi Dharma Ae Indonesia RACHMAWATI WINDYANINGRUM* NURKHALILA FAJRINI Universitas Terbuka Ae Indonesia ABSTRACT The phenomenon on the TikTok platform, especially the @theoderick_ account with the content "Often Bored with Your Partner?" has attracted various responses among TikTok users regarding relationship problems and social interactions in the digital era. The purpose of this study is to examine how TikTok users interact in the comments and how the content creates a digital discussion space regarding the dynamics of romantic relationships. Data collection techniques were carried out by observing the comments column and video content analysis. Data analysis was carried out using the Cyber Media Analysis (AMS) approach. The results of the study show that the comments column functions as an active social interaction, where users share experiences, views, and support regarding the issue of boredom in relationships. Content from @theoderick_ not only triggers engagement but also shapes collective perceptions about new norms in establishing relationships in the digital era. This study shows that TikTok, as a visual and participatory platform, plays a vital role in forming a virtual community that is reflective and empathetic towards personal Keywords: TikTok. Social Interaction. Virtual Ethnography. Relationship Problems. Interact in ABSTRAK Fenomena di platform TikTok khususnya akun @theoderick_ dengan konten "Sering Bosan Sama Pasangan?" menarik berbagai tanggapan di kalangan pengguna TikTok terkait masalah dalam hubungan dan interaksi sosial di era digital. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji bagaimana interaksi yang dilakukan oleh para pengguna TikTok dalam kolom komentar, serta bagaimana konten tersebut menciptakan ruang diskusi digital mengenai dinamika hubungan percintaan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap kolom komentar dan analisis konten Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan Analisis Media Siber (AMS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolom komentar berfungsi sebagai ruang interaksi sosial yang aktif, di mana pengguna saling berbagi pengalaman, pandangan, dan dukungan mengenai isu kebosanan dalam hubungan. Konten dari @theoderick_ tidak hanya memicu keterlibatan, tetapi juga membentuk persepsi kolektif tentang norma baru dalam menjalin hubungan di era digital. Interaksi Digital Pengguna TikTok dalam Konten AuSering Bosen Sama Pasangan?Ay pada Akun @theoderick_ CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 103-114 Penelitian ini menunjukkan bahwa TikTok, sebagai platform visual dan partisipatif, berperan penting dalam membentuk komunitas virtual yang reflektif dan empatik terhadap isu-isu personal. Kata Kunci: TikTok. Interaksi Sosial. Etnografi Virtual. Probelamatika Hubungan. Komentar Interaktif AuthorAos email correspondent: rachmawatiw@ecampus. The author declares that they have no conflict of interest in the research and publication of this manuscript. Copyright A 2025: Julius Wisnu Syahputra. Rachmawati Windyaningrum. Nurkhalila Fajrini. Licensed under the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 (CC BY-SA 4. Available at http://caraka. Submitted: 25/04/2025. Revised: 02/05/2025. Accepted: 19/05/2025 PENDAHULUAN Salah satu konten TikTok dari akun @theoderick_ yang berjudul AuSering Bosen Sama Pasangan?Ay viral, ditonton 3,4 juta kali dan memperoleh 500 ribu like per 8 Januari 2025. Video ini menarik perhatian pengguna TikTok karena membahas isu yang banyak dialami oleh orang-orang di kehidupan berpasangan, khususnya mengenai kebosanan dalam hubungan percintaan. Akun @theoderick_ disetiap unggahan menyertakan tagar atau hastag seperti #ngopibarengtheo dan #tanyatheo yang menjadi ciri khas kontennya. Hastag tersebut sebagai simbol untuk menggambarkan konten yang membahas berbagai persoalan hidup secara realistis berdasarkan pengalaman pribadi konten kreator. Konten kreator sekaligus pemilik akun Bernama Theoderick dikenal juga oleh pengguna TikTok sebagai AuKoko paling realistis. Ay Akun @theoderick_ memiliki lebih dari 566 ribu pengikut dan total 10,2 juta like dari seluruh kontennya. Melalui gaya komunikasi yang jujur, personal, dan sesuai pengalaman banyak orang, konten AuSering Bosen Sama Pasangan?Ay memantik tanggapan yang banyak dari pengguna TikTok. Tanggapan yang muncul di kolom komentar tidak hanya berupa persetujuan, tetapi juga cerita pribadi, refleksi emosional, dan diskusi terbuka antar Komentar-komentar tersebut menunjukkan bahwa kolom komentar berfungsi sebagai ruang interaksi sosial yang aktif dan reflektif. Tidak hanya menjadi tempat curhat, kolom komentar berkembang menjadi komunitas digital spontan yang saling berbagi dukungan, validasi, dan solusi atas persoalan relasi yang dialami bersama. Platform TikTok telah menjadi bagian penting dalam kehidupan Gen-Z, termasuk siswa sekolah menengah atas, dengan memberikan pengaruh signifikan terhadap perkembangan individu mereka serta cara mereka berinteraksi secara sosial dengan teman sebaya dan Selain digunakan untuk berbagi dan mendapatkan informasi. TikTok juga berpotensi dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang interaktif (Devi, 2. TikTok telah menjadi salah satu platform media sosial yang paling populer di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pengguna aktif TikTok di Indonesia terus mengalami pertumbuhan yang pesat. Tren peningkatan ini juga mencerminkan kondisi global, di mana penggunaan TikTok meningkat secara signifikan. Berdasarkan data dari We Are Social per Januari 2024. Amerika Serikat tercatat sebagai negara dengan jumlah pengguna TikTok terbanyak, yaitu sekitar 148 juta pengguna, mengalami peningkatan sekitar 3% dibandingkan tahun 2023. Sementara itu. Indonesia menempati posisi kedua dengan jumlah pengguna TikTok mencapai 126 juta, meningkat hingga 19% dibandingkan tahun sebelumnya (Asih, 2. Interaksi Digital Pengguna TikTok dalam Konten AuSering Bosen Sama Pasangan?Ay pada Akun @theoderick_ CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 103-114 Menurut Setiadi, interaksi merupakan kondisi di mana individu saling berkomunikasi untuk memengaruhi pikiran dan tindakan satu sama lain (Susanti et al. , 2. Interaksi melibatkan lebih dari satu individu, mengingat manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan kehadiran orang lain (Mulyadi & Liauw, 2. Sementara itu, sosial merujuk pada hubungan dan interaksi antar manusia dalam kehidupan kelompok yang terorganisir. Oleh karena itu, interaksi sosial dapat diartikan sebagai hubungan sosial yang dinamis dan berubah-ubah, bergantung pada situasi, serta melibatkan hubungan antara individu maupun kelompok manusia. Penelitian ini menggunakan teori etnografi virtual untuk menganalisis fenomena masalah yang muncul. Sebagaimana dijelaskan oleh (Hine, 2. , etnografi virtual adalah metode eksplorasi interaksi sosial dan budaya yang terjadi di ruang digital. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk memahami proses pembentukan budaya digital, pola interaksi pengguna dengan konten, serta konstruksi makna sosial dalam lingkungan virtual. Metode ini sangat relevan untuk mengkaji bagaimana pengguna TikTok berinteraksi dengan konten yang berhubungan dengan isu-isu pribadi, seperti permasalahan dalam hubungan Melalui pendekatan etnografi virtual, peneliti dapat mengungkap bagaimana komentar dan respons pengguna mencerminkan perilaku sosial serta pandangan mereka terhadap fenomena kebosanan dalam hubungan. Namun, meskipun teori etnografi virtual menawarkan kerangka yang kuat untuk analisis ini, masih terdapat celah dalam penelitian yang ada terkait bagaimana interaksi tersebut secara spesifik membentuk pemahaman kolektif tentang kebosanan dalam hubungan. Penelitian ini memiliki nilai penting dalam memberikan wawasan baru mengenai interaksi pengguna di media sosial, khususnya terkait permasalahan dalam hubungan Dengan menganalisis bagaimana konten seperti "Sering Bosen Sama Pasangan?" membangun diskusi dan interaksi diantara pengguna, penelitian ini dapat membantu memahami peran media sosial dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap isu-isu yang menjadi tren dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk interaksi pengguna TikTok dalam kolom komentar serta menjelaskan pembuat konten "Sering Bosen Sama Pasangan?" yang diunggah oleh akun TikTok @theoderick_ yang dapat membangun koneksi emosional dengan audiens. Pada fenomena tersebut peneliti tertarik untuk diteliti lebih dalam dikarenakan cara yang dilakukan oleh akun TikTok @theoderick_ dalam penyampaiannya yang unik dan dapat diterima oleh pengikutnya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang fenomena sosial di era digital, terutama terkait peran kreator konten dalam membangun interaksi di antara pengguna. Temuan dari penelitian ini tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu akademis, tetapi juga menawarkan wawasan praktis bagi kreator konten dan pemasar yang ingin memanfaatkan platform seperti TikTok untuk menciptakan materi yang lebih relevan, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna untuk membangun keterlibatan audiens. KERANGKA TEORI Interaksi Digital Konsep interaksi digital tidak terlepas dari definisi interaksi dan digital. Interaksi merupakan hasil komunikasi antara individu satu dengan individu lainnya. Perkembangan teknologi digital menggeser interaksi yang sifatnya secara tatap muka menjadi interaksi Interaksi Digital Pengguna TikTok dalam Konten AuSering Bosen Sama Pasangan?Ay pada Akun @theoderick_ CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 103-114 berbasis platform digital. Menurut (Wahyuanto, 2. dinamika hubungan sosial melalui platform digital semakin kompleks karena media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi sebagai ruang sosial yang membentuk cara individu berinteraksi dan membangun relasi. Interaksi digital kerap menciptakan kesan kedekatan yang semu, individu dapat merasa memiliki hubungan yang erat meskipun minim interaksi secara Kemajuan teknologi menimbulkan adanya interaksi digital yang didefinisikan sebagai pertukaran dan percakapan antara pengguna yang menggunakan komputer, ponsel, ataupun perangkat elektonik lainnya. Pernyataan ini menyimpulkan bahwa interaksi digital meliputi segala interaksi yang dapat berupa percakapan, berbagi informasi, berkumpul, dan membentuk ikatan sosial di ruang digital (Fo et al. , 2. Ikatan sosial di ruang digital pada penelitian ini direpresentasikan dari aktifnya pengguna TikTok memberikan like dan komentar pada postingan yang terdapat pada akun @theodorick_, para pengguna TikTok yang melihat konten tersebut mendapat tanggapan yang beragam sebagai wujud mengekspresikan emosi atau kesamaan pengalaman. Media sosial melalui akun TikTok dapat mempercepat pembentukan hubungan secara komunitas. Fenomena dalam membentuk hubungan secara komunitas, berkontribusi pada perubahan norma sosial, termasuk bagaimana individu mengekspresikan emosi, penyelesaian konflik, atau membangun kepercayaan dalam hubungan yang sebagian besar terjadi di ranah digital (Wahyuanto, 2. Etnografi Virtual Etnografi virtual dalam konsep komunikasi menjadi sebuah metode penelitian dengan pendekatan kualitatif untuk memahami fenomena secara virtual. Etnografi virtual merupakan metodologi yang digunakan untuk menyelidiki internet dan melakukan eksplorasi terhadap entitas . saat menggunakan internet tersebut. Etnografi virtual digunakan untuk merefleksikan implikasi-implikasi dari komunikasi termediasi di internet (Hine, 2. Jorgen Skageby dalam Daniel menjelaskan etnografi virtual merupakan metode yang digunakan secara kualitatif untuk memahami peristiwa pada komunitas Dengan menggunakan observasi dan wawancara secara online. Metode etnografi virtual menurut Jorgen memamparkan tentang kebiasaan komunitas yang lebih spesifik dengan penggunaan teknologi dalam berkomunikasi (Daniel, 2. Dalam penelitian ini etnografi virtual digunakan sebagai metode dalam melihat interaksi digital yang terjadi pada konten yang di-posting oleh akun TikTok @theoderick_ tentang AuSering Bosen Sama Pasangan?Ay. Interaksi digital ini merujuk pada aktivitas atau peristiwa pengguna TikTok yang saling memberikan pendapat pada kolom komentar. Hal ini sejalan dengan kriteria komunitas virtual yang tepat dengan metode etnografi virtual yakni: Pemilihan komunitas virtual berdasarkan interaksi dalam komunitas yaitu views, like dan comment pada postingan antar anggota tinggi. Memiliki beragam topik diskusi atau perbincangan yang tidak sedikit untuk menangkap isu yang berkembang dari komentar di postingan (Nasrullah, 2. Selain kriteria tersebut, konsep kunci etnografi virtual salah satunya menjadi wujud cultural development yang didefinisikan sebagai fenomena yang dipengaruhi oleh jaringan komunikasi global. Castells menyebut ini sebagai "society of networks", di mana perkembangan budaya terjadi melalui interaksi digital dan komunikasi global yang mempercepat difusi ide, nilai, dan praktik sosial. Perkembangan budaya di era digital ini lebih cepat dan sering kali bersifat lintas batas negara (Daniel, 2. Berdasarkan Interaksi Digital Pengguna TikTok dalam Konten AuSering Bosen Sama Pasangan?Ay pada Akun @theoderick_ CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 103-114 pernyataan tersebut interaksi digital dalam penelitian ini akan melihat bagaimana individu dan komunitas menciptakan makna melalui interaksi online untuk membahas sebuah Analisis Media Siber Analisis media siber menjadi bagian cara melakukan analisis dalam penelitian etnografi virtual. Seperti yang dijelaskan oleh (Nasrullah, 2. analisis media siber menjadi metode yang digunakan untuk memahami berbagai fenomena yang muncul di dunia maya atau virtual melalui empat tingkatan, yakni: ruang media . edia spac. , dokumen media . edia archiev. , objek media . edia objec. , dan pengalaman . xperience stor. Level ruang media . edia spac. , medium ini lokasi komunitas berinteraksi. Peneliti memposisikan dirinya sebagai pengamat. Peneliti menguraikan dari sisi teknologi bagaimana perangkat medium di internet berlaku dan aturan di media sosial tersebut. Peneliti mulai dengan bagaimana prosedur membuat sebuah akun, terhubung dengan sebuah jaringan, komunikasi yang terjadi dan prosedur yang ada di media sosial tersebut. Level dokumen media . edia archiev. Peneliti melihat kontens sebagai sebuah teks dan makna yang terkandung di dalamnya diproduksi dan disebarkan melalui internet. Teks tidak hanya mewakili pendapat atau opini user di internet tetapi menunjukkan ideologi, latar belakang sosial, pandangan politik, keunikan budaya, hingga merepresentasikan identitas dari komunitas. Teks juga dibuktikan adanya konteks, situasi atau pertukaran nilai dalam komunitas tersebut. Level objek . edia objec. Peneliti melihat aktivitas dan interaksipengguna danantar pengguna. Data penelitian berasal dari teks dan konteks yang ada pada media sosial. Peneliti memfokuskan pada tanggapan dari teks yang diposting di media sosial berupa views, like, komen bahkan sampai subscribe. Level pengalaman . xperiental storie. peneliti bisa menghubungkan realitas yang terjadi di dunia virtual dengan realiatas yang ada di dunia nyata. Menurut (Hine, 2. apa yang terjadi di internet sebenarnya tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi di dunia nyata kehidupan sehari-hari seperti penggambaran waktu, tempat dan perilaku orang dengan bertransformasi di internet. METODOLOGI Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami fenomena interaksi sosial melalui pengumpulan data deskriptif. Sebagaimana dijelaskan oleh Abdussamad, . , pendekatan kualitatif adalah metode yang menghasilkan data dalam bentuk kata-kata, bukan angka. Data ini diperoleh melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian kualitatif bertujuan untuk memahami fenomena yang dialami oleh subjek penelitian secara mendalam, mencakup perilaku, persepsi, motivasi, dan tindakan. Proses ini dilakukan secara holistik melalui deskripsi menggunakan kata-kata dan bahasa dalam konteks alami yang spesifik (Moleong, 2. Jenis penelitian ini adalah etnografi virtual, yang merupakan metode penelitian kualitatif yang menekankan pada pengamatan dan analisis interaksi sosial dalam konteks Etnografi virtual memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi cara individu berinteraksi dalam ruang digital, seperti platform media sosial. Pemilihan etnografi virtual dalam penelitian ini didasari oleh kebutuhan untuk memahami secara mendalam dinamika interaksi pengguna TikTok, khususnya dalam kolom komentar video yang diunggah oleh akun @theoderick_. Interaksi Digital Pengguna TikTok dalam Konten AuSering Bosen Sama Pasangan?Ay pada Akun @theoderick_ CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 103-114 Metode ini memberikan peluang untuk mengamati perilaku pengguna serta makna yang mereka ciptakan melalui interaksi yang terjadi. Penelitian metodologi kualitatif adalah pendekatan yang digunakan untuk menyelidiki, menggambarkan, dan mengungkap objek yang diteliti, dengan fokus pada proses dan makna yang dihasilkan oleh subjek penelitian (Saryono, 2. Pendekatan kualitatif dipilih karena sesuai dengan tujuan penelitian untuk menganalisis interaksi pengguna TikTok dalam konten "Sering Bosen Sama Pasangan?" yang diunggah oleh akun TikTok @theoderick_. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk menggali makna dan pemahaman secara lebih mendalam mengenai interaksi dan respons pengguna TikTok dalam konten TikTok @theoderick_. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui dua sumber utama, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi, di mana peneliti terlibat langsung dalam komunitas TikTok dan mengamati interaksi pengguna dengan konten "Sering Bosen Sama Pasangan?" yang diunggah oleh akun @theoderick_. Sementara itu, data sekunder dikumpulkan dari berbagai sumber tertulis, seperti artikel, jurnal, dan video yang relevan dengan topik penelitian. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Analisis Media Siber (AMS), yang melibatkan empat level analisis, yakni Ruang Media. Dokumen Media. Objek Media, dan Pengalaman. Pendekatan AMS dipilih karena dapat memberikan analisis yang komprehensif terhadap berbagai aspek interaksi dalam media siber, sesuai dengan tujuan dan kebutuhan penelitian ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Bentuk Interaksi Pengguna Tiktok di Kolom Komentar Interaksi Pengguna di Kolom Komentar, berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa kolom komentar pada konten "Sering Bosen Sama Pasangan?" berfungsi sebagai ruang interaksi yang sangat dinamis. Pengguna tidak hanya memberikan respons terhadap video, tetapi juga terlibat dalam diskusi yang lebih mendalam mengenai pengalaman pribadi mereka terkait kebosanan dalam hubungan. Gambar 1. TikTok @theoderick__ Sumber: TikTok@theoderick_, 2025 Interaksi Digital Pengguna TikTok dalam Konten AuSering Bosen Sama Pasangan?Ay pada Akun @theoderick_ CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 103-114 Sejak dirilis konten tersebut hingga kini, sudah terdapat 5. 862 komentar. Banyak komentar yang mencerminkan empati dan dukungan, dengan pengguna saling berbagi cerita serta solusi untuk mengatasi kebosanan. Hal ini menciptakan sebuah komunitas virtual yang saling mendukung, di mana pengguna merasa terhubung satu sama lain melalui pengalaman bersama yang mereka bagikan. Gambar 2. Komentar Pengguna TikTok yang mencerminkan Empati dan Persetujuan Sumber: TikTok@theoderick_, 2025 Beberapa dari pengguna melakukan interaksi melalui fitur kolom komentar dan reply dari komentar yang diberikan pengguna sebelumnya. Interaksi tersebut pun tidak hanya bersifat satu arah, namun beberapa komentar pengguna dikomentari kembali oleh pemilik akun TikTok @theoderick_. Interaksi yang bertautan ini terlihat pada akun Ig:@meidinarany yang memberikan komentar pada 23 September 2022 yakni Auvalid. Kalo udah paham komitmen, bosen bukan lagi alasan buat ninggalinAy. Komentar tersebut menjadi komentar teratas karena memicu reply comment dari pengguna lain sebanyak 151 komentar. Interaksi yang terbangun adalah para pengguna menyepakati apa yang ada dalam konten @theoderick_ dan komentar Ig:@meidinarany. Komentar yang bertautan ini juga diberikan like hingga 9189. Selain komentar yang mendukung, terdapat pula komentar Interaksi Digital Pengguna TikTok dalam Konten AuSering Bosen Sama Pasangan?Ay pada Akun @theoderick_ CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 103-114 berupa pertanyaan yang dilontarkan pengguna, seperti akun Ren. Akun Ren mempertanyakan. Aukalo boleh tau emang apa AuhalAy yang lebih dari perasaan?. Akun tersebut menuai jawaban dari pengguna lain sebanyak 15 komentar dan salah satunya langsung diberikan tanggapan oleh pemiliki konten @theoderick_ itu sendiri. @theoderick_ sendiri menjawab pertanyaan tersebut dengan menjelaskan secara singkat, yang dimaksud kata AuhalAy merujuk pada nilai-nilai hidup yang dipegang yakni agama, keluarga, karakter dan finansial sebagai hal yang penting untuk dikonfirmasi kepada pasangan sebelum menikah. Interaksi tersebut memperlihatkan bahwa interaksi yang terjadi tidak hanya dengan sesama para penonton konten di TikTok, namun juga sebagai konten creator @theoderick_ tidak memberikan batas untuk memberikan tanggapan. Tanggapan yang diberikan pun tidak sekedar like, pernyataan setuju, atau ucapan terima kasih, akan tetapi hingga memberikan klarifikasi atas pertanyaan yang disampaikan pengguna TikTok. Hal ini menjadikan komentar yang dibangun tersebut menjadikan makna tersendiri. Makna ini secara interaksi virtual membentuk makna sosial yang mendalam terkait kebosanan dalam hubungan. Banyak pengguna yang mengekspresikan perasaan frustrasi dan kebingungan mengenai dinamika hubungan mereka. Beberapa komentar menunjukkan pandangan bahwa kebosanan adalah hal yang wajar dalam suatu hubungan, sementara yang lainnya mengungkapkan keinginan untuk menemukan cara-cara baru agar hubungan tetap menarik. Temuan ini menunjukkan bahwa konten dari @theoderick_ tidak hanya memicu diskusi, tetapi juga mendorong pengguna untuk merefleksikan pengalaman pribadi mereka dalam konteks hubungan yang mereka jalani. Gambar 3. Interaksi Pengguna TikTok pada akun TikTok @theoderick_ Sumber: TikTok@theoderick_, 2025 Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa algoritma TikTok memainkan peran penting dalam menentukan visibilitas konten dan interaksi pengguna. Konten dari @theoderick_, yang mengusung tema yang relevan dan mudah dihubungkan oleh banyak orang, berhasil menarik perhatian luas dari pengguna, sehingga meningkatkan jumlah interaksi di kolom Penelitian ini menemukan bahwa video dengan tingkat keterlibatan . yang tinggi cenderung muncul lebih sering di halaman utama pengguna, yang pada gilirannya berkontribusi pada peningkatan diskusi di antara pengguna mengenai tema kebosanan dalam hubungan. Interaksi Digital Pengguna TikTok dalam Konten AuSering Bosen Sama Pasangan?Ay pada Akun @theoderick_ CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 103-114 Interaksi di kolom komentar berperan dalam pembentukan norma sosial terkait kebosanan dalam hubungan. Komentar-komentar yang muncul tidak hanya mencerminkan pandangan individu, tetapi juga berkontribusi pada pembentukan persepsi kolektif mengenai cara pasangan seharusnya menghadapi kebosanan. Diskusi ini mengungkapkan adanya nilai-nilai baru yang berkembang di kalangan pengguna tiktok, seperti pentingnya komunikasi terbuka dan eksplorasi bersama dalam suatu hubungan, yang menjadi bagian dari cara mereka memandang dan menangani permasalahan dalam hubungan percintaan. Temuan dari penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi pembuat konten dan pemasar di media sosial. Dengan memahami bagaimana pengguna berinteraksi dengan konten yang berkaitan dengan hubungan, pembuat konten dapat menciptakan materi yang lebih relevan dan menarik bagi audiens mereka. Sebagai contoh, tema-tema yang berkaitan dengan kebosanan dalam hubungan dapat dieksplorasi lebih lanjut melalui berbagai format konten, seperti tantangan atau diskusi langsung, untuk mendorong partisipasi aktif dari pengguna dan menciptakan interaksi yang lebih mendalam. Dalam konteks penelitian ini, komentar pengguna TikTok menjadi simbol yang mengandung makna tertentu tentang dinamika hubungan romantis, khususnya terkait Pengguna tidak hanya memberikan tanggapan singkat, tetapi juga berbagi pengalaman pribadi, menawarkan solusi, dan menunjukkan empati terhadap pengguna lain. Hal ini menunjukkan bahwa interaksi dalam kolom komentar tidak bersifat satu arah atau reaktif semata, tetapi merupakan proses konstruksi makna yang berlangsung melalui dialog Hal ini sejalan dengan teori interaksi simbolik berakar dari pemikiran George Herbert Mead dan dikembangkan lebih lanjut oleh Herbert Blumer. Menurut Blumer . , terdapat tiga premis utama dalam interaksi simbolik: . manusia bertindak terhadap sesuatu berdasarkan makna yang dimiliki sesuatu itu bagi mereka. makna tersebut muncul dari interaksi sosial. makna-makna tersebut disusun dan diubah melalui proses interpretasi yang digunakan individu dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Lebih lanjut, dalam konsep looking-glass self, individu membentuk identitas dirinya melalui cara ia membayangkan orang lain memandangnya (Cooley, 1. Interaksi dalam kolom komentar TikTok memperlihatkan bahwa pengguna tidak hanya mengekspresikan pengalaman, tetapi juga membentuk identitas sosialnya dalam komunitas digital melalui respon dan pengakuan dari pengguna lain. Komentar yang mendapat banyak like atau dukungan emosional, misalnya, memperkuat perasaan menjadi bagian dari kelompok yang memiliki pengalaman dan pemahaman yang sama terhadap suatu isu. Media siber memiliki karakteristik partisipatif, interaktif, dan tersebar . , yang menjadikan pengguna tidak hanya sebagai konsumen informasi, tetapi juga produsen makna (Lister, 2. Pengguna TikTok aktif menciptakan wacana baru mengenai relasi romantis dan kebosanan dalam hubungan, serta membentuk nilai-nilai baru seperti pentingnya komunikasi terbuka dan eksplorasi bersama pasangan. Ini menunjukkan bahwa media siber telah menjadi arena penting dalam produksi dan reproduksi norma sosial. Selain itu, algoritma TikTok berperan sebagai kekuatan struktural dalam interaksi Algoritma menentukan visibilitas suatu konten dan secara tidak langsung mempengaruhi sejauh mana pengguna dapat terlibat dalam diskusi yang lebih luas. Algoritma dalam media sosial bukan hanya bersifat teknis, tetapi juga memiliki implikasi sosial karena mereka mengatur akses dan eksposur terhadap informasi tertentu, yang kemudian membentuk perilaku serta pola interaksi pengguna (Bucher, 2. Interaksi Digital Pengguna TikTok dalam Konten AuSering Bosen Sama Pasangan?Ay pada Akun @theoderick_ CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 103-114 Dengan demikian, interaksi pengguna dalam kolom komentar TikTok tidak hanya mencerminkan dinamika personal, tetapi juga menjadi cermin dari proses sosial yang lebih Melalui komentar, pengguna tidak hanya menyampaikan pendapat, tetapi juga membangun komunitas, menegosiasikan nilai, dan memperkuat solidaritas sosial secara Penelitian ini menunjukkan bahwa konten video TikTok berjudul AuSering Bosen Sama Pasangan?Ay yang diunggah oleh akun @theoderick_ berhasil membangun koneksi emosional yang kuat dengan audiensnya. Hal ini tampak dari tingginya keterlibatan pengguna di kolom komentar, yang tidak hanya merespons isi video, tetapi juga menjadikannya sebagai ruang berbagi pengalaman pribadi, pandangan, dan emosi yang berkaitan dengan dinamika hubungan romantis. Interaksi yang terjadi menunjukkan bahwa pembuatan konten dengan pendekatan naratif yang relevan dan autentik mampu memicu empati dan resonansi emosional dari audiens. Konten AuSering Bosen Sama Pasangan?Ay memiliki durasi 1. 08 menit, memiliki konsep QnA (Question and Answe. melibatkan penanya dibalik kamera dan pemilik akun yakni theoderick_ yang langsung menjawab. Dalam konten tersebut terdapat pertanyaan mengenai status hubungan yakni pernikahan, durasi hubungan pacaran, dan inti pertanyaan mengenai pengalaman rasa bosan pacaran dengan durasi yang lama. Pertanyaan inti terkait pengalaman rasa bosan dalam hubungan berpacaran ini menjadi pemantik theodorick mengemukakan pendapatnya bahwa kebosanan dalam berhubungan pacaran sering dialami dan menjadi hal yang lumrah atau biasa. Theodorick menganalogikan seperti sebuah permen yang memiliki rasa manis atau asam, lama kelamaan rasa tersebut akan menghilang. Analogi tersebut diperjelas kembali oleh Theodorick bahwa rasa bosen dalam hubungan akan timbul jika hubungan yang dibangun berdasarkan rasa, maka rasa tersebut akan hilang kapan saja. Gambar 4. Artefak Digital Pemantik Komentar Pengguna TikTok pada akun TikTok @theoderick_ Sumber: TikTok@theoderick_, 2025 Berdasarkan konten tersebut, dapat terlihat bahwa terdapat artefak digital yang dapat memicu pengguna TikTok yang melihat konten tersebut memberikan komentar pada fitur kolom komentar. Fenomena ini juga ditinjau dari Analisis Media Siber (AMS) ditemukan empat level, yakni ruang media, dokumen media, objek media, dan pengalaman media (Nasrullah, 2. Interaksi Digital Pengguna TikTok dalam Konten AuSering Bosen Sama Pasangan?Ay pada Akun @theoderick_ CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 103-114 Pada level ruang media. TikTok sebagai platform menyediakan ruang interaktif yang memfasilitasi komunikasi dua arah, memungkinkan pengguna tidak hanya menonton tetapi juga terlibat secara langsung melalui fitur komentar dan reaksi dalam pemberian likes. Pada level dokumen media, video AuSering Bosen Sama Pasangan?Ay berfungsi sebagai artefak digital yang memantik diskusi tentang persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari pengguna, khususnya tentang hubungan percintaan. Pada level objek media, kekuatan penyampaian naratif, intonasi suara, ekspresi, dan pilihan kata yang digunakan oleh kreator turut memengaruhi emosi keterlibatan pengguna TikTok. Selanjutnya pada level pengalaman media, respons emosional pengguna Tiktok yang terekam dalam komentar mencerminkan bagaimana konten tersebut membentuk persepsi, pemaknaan, dan bahkan perubahan sikap terhadap dinamika hubungan. Pembuatan konten yang mengangkat isu relasional dengan pendekatan personal dan reflektif berpotensi tinggi menciptakan koneksi emosional. Komentar-komentar seperti Auaku juga mengalami hal iniAy, atau Aumakasih udah angkat topik ini, aku jadi merasa nggak sendirianAy, menunjukkan bahwa pengguna merasa dilibatkan secara emosional dan terwakili secara pengalaman. Interaksi semacam ini mengarah pada terbentuknya komunitas emosional . motional communit. , yang menjadikan empati dan solidaritas sebagai nilai dominan yang saling dibagikan. Dari sisi bentuk interaksi tersebut dapat dikatakan sebagai interaksi sosial dalam ruang digital. Dalam hasil penelitian ini, kolom komentar video berfungsi sebagai arena penting di mana pengguna tidak hanya menanggapi konten, tetapi juga membangun makna kolektif tentang isu kebosanan dalam hubungan. Interaksi ini menunjukkan bahwa konten dari @theoderick_ tidak sekadar bersifat informatif, tetapi juga afektif yakni mengaktifkan emosi dan menciptakan keterhubungan antar pengguna. Lebih jauh, koneksi emosional ini juga memfasilitasi terbentuknya norma sosial digital baru terkait bagaimana seharusnya pasangan menghadapi kebosanan dalam hubungan. Pengguna saling berbagi solusi, mengadvokasi pentingnya komunikasi terbuka, hingga membangun wacana kolektif bahwa kebosanan adalah hal wajar yang dapat diatasi Ini memperkuat gagasan bahwa media sosial saat ini bukan hanya alat distribusi informasi, tetapi juga ruang penting untuk pembentukan identitas, makna, dan nilai sosial. Dengan demikian, pemahaman terhadap cara konten diciptakan dan diterima oleh pengguna menjadi kunci dalam strategi komunikasi digital yang efektif, sehingga dapat menjangkau aspek emosional dan membangun hubungan yang bermakna antara sesama pengguna TikTok. KESIMPULAN Interaksi Digital Pengguna TikTok dalam Konten 'Sering Bosen Sama Pasangan?' pada Akun @theoderick_ direpresentasikan melalui kolom komentar, pemberian like dan reply comment yang saling bertautan dengan komentar sebelumnya. Kolom komentar berfungsi sebagai ruang interaksi sosial yang dinamis. Interaksi pengguna mencerminkan proses konstruksi makna kolektif terkait kebosanan dalam hubungan, melalui ekspresi pengalaman pribadi, respons emosional, dan pengakuan dari komunitas digital. Kehadiran kreator dalam percakapan turut memperkuat keterlibatan pengguna, sekaligus menegaskan bahwa media sosial bukan hanya medium hiburan, tetapi juga ruang produksi dan reproduksi nilai-nilai sosial yang bermakna. Interaksi Digital Pengguna TikTok dalam Konten AuSering Bosen Sama Pasangan?Ay pada Akun @theoderick_ CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 103-114 Dari penelitian ini disarankan untuk mengeksplorasi lebih dalam bagaimana dinamika interaksi pengguna TikTok berkembang dalam topik relasional lainnya, serta mempertimbangkan dimensi algoritmik secara lebih teknis sebagai faktor yang memengaruhi visibilitas dan intensitas interaksi. Selain itu, studi komparatif antar platform dapat memperkaya pemahaman mengenai karakteristik budaya digital dalam membentuk narasi kolektif di ruang virtual. DAFTAR PUSTAKA