Prosiding Seminar Nasional Peternakan. Kelautan, dan Perikanan I (Semnas PKP I) AuOptimalisasi Peran Sektor Peternakan. Kelautan, dan Perikanan dalam Mendukung Kemajuan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan Menyongsong Indonesia Emas 2045Ay Prevalensi Penyakit dan Gangguan Kesehatan pada Karang di Perairan Pulau Barrang Lompo (Diseases and Bug Prevalence of Coral in Barrang Lompo Island Water. Fathuddin1*. Mesalina Tri Hidayani1. Rahmat Januar Noor 2. Hartati Tamti1 Program Studi Ilmu Kelautan. Institut Teknologi dan Bisnis Maritim Balik Diwa Program Studi Sumber Daya Akuatik. Fakultas Peternakan dan Perikanan. Universitas Sulawesi Barat *Corresponding author: fathuddin@gmail. ABSTRACT Coral reef ecosystems is one of the marine organisms that are vulnerable to environmental changes, including the emergence of various diseases and coral health disorders. This study investigated coral reefAos condition and the prevalence of diseases and health disorders around Barrang Lompo Island. This study was conducted at three stations, located to the South. West, and North of Barrang Lompo Island. The method used in this study is Underwater Photo Transect. At each station, a 50 m transect was laid, with 1 y 1 m quadrant transects placed along its length. The results showed that the coral reefs ranged from moderate to poor/damaged condition. The coral diseases observed were Black Band Disease . 05 Ae 0. 25 % prevalenc. White Syndromes . 50 Ae 1. 85 % prevalenc. , and Yellow Band Disease . 03 Ae 0. 50 % prevalenc. Observed health disorders included Pigment Response . 30% prevalenc. Bleaching . 25 Ae 1. Predation . 25 Ae 0. 75 % prevalenc. Sediment Damage . 29 Ae 30. 05 % prevalenc. , and fish bites . 75 Ae 23. 25 % prevalenc. Disease prevalence was generally low, while health disorders were more prevalent. Declining water quality likely plays a major role in the emergence of these diseases and disorders, impacting coral physiological disorders. Therefore, regular monitoring is needed. Keywords: Barrang Lompo Island. Coral disease. Coral health ABSTRAK Ekosistem terumbu karang merupakan salah satu organisme laut yang rentan terhadap perubahan lingkungan perairan, di antaranya kemunculan berbagai penyakit dan gangguan kesehatan karang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi terumbu karang, prevalensi penyakit dan gangguan kesehatan pada karang di perairan Pulau Barrang Lompo. Penelitian ini dilakukan pada tiga stasiun yang terletak pada bagian selatan, barat, dan utara Pulau Barrang Lompo. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu transek foto bawah air. Setiap stasiun dibentangkan transek sepanjang 50 m dengan peletakan transek kuadran ukuran 1 y 1 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi terumbu karang berada pada kategori sedang hingga buruk/rusak. Jenis penyakit karang yang ditemukan pada perairan ini yaitu BBD (Black Band Disease, prevalensi 0,05 Ae 0,25 %). WS (White Syndromes, prevalensi 0,50 Ae 1,85 %), dan YBD (Yellow Band Disease, prevalensi 0,03 Ae 0,50 %). Gangguan kesehatan pada karang yang ditemukan yaitu PR (Pigmen Respons, prevalensi 0,60 Ae 1,30 %). BI (Bleaching, prevalensi 0,25 Ae 1,25 %). Pr (Predation, prevalensi 0,25 Ae 0,75 %). SD (Sediment Damage, prevalensi 10,29 Ae 30,05 %), dan fish bites . revalensi 10,75 Ae 23,25 %). Prevalensi penyakit bervariasi namun persentasenya rendah sedangkan gangguan kesehatan menunjukkan persentase kejadian yang lebih intensif. Penurunan kualitas lingkungan perairan sangat berperan terhadap munculnya berbagai penyakit dan gangguan kesehatan karang, yang berdampak pada gangguan fisiologis biota karang sehingga perlu dilakukan pemantauan secara berkala. Kata Kunci: Kesehatan karang. Penyakit. Pulau Barrang Lompo AProsiding Seminar Nasional PKP I 2024 e-ISSN: 3090-305X Fathuddin et al. | Seminar Nasional PKP I . : 206 Ae 210 Pendahuluan lanjutan yaitu suksesi karang oleh komunitas Perubahan tersebut berlangsung dalam tempo singkat bergantung pada dinamika Pulau-pulau mengandalkan kehadiran ekosistem karang sebagai pelindung maupun tempat mencari Meningkatnya jumlah penduduk di pulau-pulau kecil dapat menjadi ancaman yang memicu gangguan kesehatan karang. Salah satu pulau kecil yang padat dan terletak dekat daratan wilayah kota kategori metropolitan yaitu Pulau Barrang Lompo di Makassar. Pulau Barrang Lompo merupakan Pulau karang dari kelompok Pulau datar. Kemiringan daratan Pulau Barrang Lompo relatif kecil, yaitu 0 Ae 8 % yang mencakup areal seluas 20,06 Ha . Semakin padatnya Pulau Barrang Lompo menimbulkan tekanan lingkungan terhadap perairan yang berdampak pada ekosistem terumbu karang. Oleh karena itu, penulis melakukan penelitian untuk prevalensi penyakit dan gangguan kesehatan pada karang di perairan Pulau Barrang Lompo. Ekosistem terumbu karang merupakan ekosistem yang subur dan paling produktif di lautan, hal ini disebabkan oleh kemampuan terumbu untuk menahan nutrien dalam sistem dan berperan sebagai kolam untuk menampung segala masukan dari luar. Hal ini menjadikan ekosistem terumbu karang penghuninya yang bernilai ekonomis tinggi. Terumbu karang menjadi habitat bagi berbagai spesies ikan seperti kerapu, kakap merah, dan ikan Napoleon, ikan hias laut . rnamental fis. , udang karang/lobster, kima, teripang, kerang mutiara dan alga . Ekosistem terumbu karang sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan laut antara lain tingkat kejernihan air, arus, salinitas, dan suhu. Tingkat kejernihan air dapat dipengaruhi oleh kehadiran dari partikel tersuspensi antara lain akibat dari pelumpuran. Pelumpuran ini dapat berasal dari predator laut ataupun aktivitas manusia di daerah daratan yang terbawa oleh aliran air . Kondisi lingkungan tersebut di samping menyebabkan tekanan pada ekosistem karang, juga dapat berpengaruh terhadap sensitivitas inang dan meningkatnya virulensi patogen. Penyakit karang dapat timbul dalam suatu ekosistem dikarenakan adanya sinergitas hubungan antara patogen, lingkungan dan karang . Gangguan kesehatan karang dapat dicirikan dari perubahan warna, kerusakan kerangka populasi karang, kehilangan jaringan, atau perbedaan pita jaringan karang yang hilang . Karang yang terinfeksi penyakit akan terlihat ada bagian koloni mengalami luka jaringan karang yang hilang disebabkan oleh bakteri, virus, protozoa atau Kehilangan jaringan karang akibat penyakit dapat menyebabkan beberapa gangguan, seperti gangguan dalam reproduksi, penurunan rata-rata pada pertumbuhan karang, perubahan struktur komunitas, penurunan keanekaragaman spesies dan kelimpahan asosiasi hewan laut di terumbu karang . Beberapa jenis gangguan kesehatan karang yang umum ditemukan pada perairan tropis yaitu perubahan pigmen, bleaching, predasi, gangguan sedimen, dan gigitan ikan. Gangguan kesehatan tersebut akan berdampak Metode Penelitian Materi Penelitian Penelitian menggunakan teknik fotografi bawah laut untuk pengumpulan data. Alat penelitian utama yang digunakan yaitu alat selam merek Scubapro. GPS Garmin, kamera bawah air Gopro 10, transek kuadrat 1 y 1 m, dan alat pengukur kualitas air. Bahan yang digunakan yaitu akuades untuk sterilisasi alat. Prosedur Penelitian Penelitian dilakukan secara sistematis dan Pengamatan penyakit dilakukan dengan membentangkan transek garis sepanjang 100 m kemudian memasang transek kuadrat per 10 m untuk difoto secara vertikal dengan jarak 2 Ae 3 m. Hasil foto kemudian dipindahkan ke laptop untuk dianalisis lebih Analisis menggunakan perangkat lunak CPCe untuk menghitung tutupan karang dan prevalensi penyakit dan gangguan kesehatan. Rancangan Penelitian Penelitian rancangan survei lapangan . ield surve. Fathuddin et al. | Seminar Nasional PKP I . : 206 Ae 210 Survei lapangan dilakukan untuk mengamati kondisi suatu objek secara alami tanpa ada perlakuan atau intervensi dari peneliti. Hasil pengamatan dari survei berupa dokumentasi foto kemudian dianalisis secara kuantitatif untuk mengetahui persentase tutupan dan prevalensi dari tiap jenis penyakit atau gangguan kesehatan karang yang ditemukan. Analisis Data Variabel yang Diamati Keterangan: Tutupan Karang Setiap jenis penyakit karang yang ditemukan kemudian dihitung frekuensi Perhitungan prevalensi dihitung menggunakan P = Po y100 % Kondisi diindikasikan oleh persentase tutupan karang yang dihitung menggunakan persamaan persentase tutupan sederhana menggunakan Status diklasifikasikan ke dalam tiga kategori (Tabel %Tutupan = Jumlah titik kategori Total titik acak y 100 % Persentase 0 Ae 24,9 25 Ae 49,9 50 Ae 74,9 75 Ae 100 Sumber: Kementerian Kehutanan . Hidup Hasil dan Pembahasan Pengamatan di Pulau Barrang Lompo dilakukan pada tiga stasiun untuk mengetahui kondisi karang yang lebih komprehensif dan Berdasarkan major category di setiap stasiun penelitian maka di ketiga stasiun ditemukan formasi karang keras . ard coral. HC) sebagai kategori dominan. Pada ketiga stasiun ditemukan persentase HC secara berurutan dari stasiun I. II, dan i yaitu 37,87 %, 66,13 %, dan 52,87 % (Tabel . Kategori Buruk Sedang Baik Baik sekali Lingkungan : Persentase prevalensi : Jumlah koloni terserang penyakit : Total koloni Kondisi Umum Lokasi Tabel 1. Kategori tutupan karang Tabel 2. Major category tutupan karang Kategori Penyakit Karang Hard coral (HC) Dead coral (DC) Dead coral alga (DCA) Sponge (SP) Fleshy seaweed (FS) Other (OT) Ruble (R) Sand (S) Rock (RK) Penyakit karang ditujukan pada jenis penyakit yang muncul akibat adanya aktivitas Mikroorganisme dimaksud dapat berupa bakteri maupun virus. Jenis penyakit yang diamati yaitu Bleaching. White Band Disease. Black Band Disease, dan Yellow Band Disease. Pengamatan terhadap mengidentifikasi perubahan warna yang terjadi serta ada/tidaknya pembentukan garis . yang menjadi penanda hadirnya koloni % Tutupan i 66,1 52,9 12,5 37,5 Sumber: Data primer hasil penelitian . Berdasarkan persentase tutupan karang di setiap stasiun maka dapat diketahui kategori ekosistem karang. Ekosistem karang pada Stasiun I termasuk kategori sedang kemudian Stasiun II dan i termasuk kategori baik. Kategori tutupan karang yang ditemukan menunjukkan adanya perbaikan ekosistem karang di Pulau Barrang Lompo dibandingkan Meningkatnya kesadaran lingkungan secara global maupun lokal sehingga berbagai upaya Gangguan Kesehatan Gangguan kesehatan merujuk pada tandatanda gangguan kesehatan pada karang yang diakibatkan oleh organisme. Beberapa gangguan kesehatan yang diamati yaitu kehadiran alga, bekas gigitan ikan, dan gangguan sedimen. Fathuddin et al. | Seminar Nasional PKP I . : 206 Ae 210 perbaikan lingkungan dilakukan termasuk transplantasi karang di Pulau Barrang Lompo. Gangguan kesehatan Gangguan teridentifikasi cukup tinggi. Stasiun i menunjukkan prevalensi gangguan kesehatan tertinggi mencapai 54,80 % (Tabel . Jenis gangguan kesehatan yang muncul dengan intensitas tertinggi yaitu sediment damage atau gangguan sedimen dengan total prevalensi 70,30 % atau rata-rata 23,4 %. Penyakit Karang Mengacu pada jumlah koloni karang yang diamati maka diketahui bahwa persentase prevalensi penyakit tertinggi ditemukan pada Stasiun i yaitu 2,15 % (Tabel . Berdasarkan jenis penyakitnya, frekuensi tertinggi ditunjukkan oleh penyakit white syndromes yaitu 3,90 % atau rata-rata 1,3 % (Tabel . Tabel 4. Prevalensi gangguan kesehatan Pigmentation respon Bleaching Predation Sediment damage Fish bites Total % Prevalensi i 0,25 0,00 0,05 0,50 1,55 1,85 0,03 0,50 0,25 0,78 2,05 2,15 Kategori Black band disease White syndromes Yellow band disease Total Sumber: Data primer hasil penelitian . Sumber: Data primer hasil penelitian . Penyakit pada karang dapat disebabkan faktor alami maupun antropogenik. White syndromes dapat disebabkan, salah satunya, oleh Acanthaster planci yaitu organisme sejenis bintang laut yang dapat memangsa karang . % Prevalensi i 0,75 1,30 0,60 0,00 1,25 0,25 0,25 0,75 0,65 10,29 30,05 30,05 10,75 10,80 23,25 46,77 44,15 54,80 Kategori Tabel 3. Prevalensi penyakit karang Gambar 2. Gangguan kesehatan karang yang (A) Pigmentation rate (B) Bleaching (C) Sediment damage, dan (D) Fish bites Sediment damage ditandai dengan adanya karang ditutupi sedimen secara focal point ataupun menyeluruh. Keberadaan sedimen di bagian tubuh karang merupakan cikal bakal matinya jaringan karang sehingga pada akhirnya menyisakan rangka karang. Gambar 1. Penyakit karang yang teridentifikasi. (A) Black band disease. (B) White (C) Yellow band disease Adanya penyakit black band disease dan yellow band disease menunjukkan adanya bakteri Cyanobacterium di perairan. Hasil penelitian lebih rendah dibandingkan temuan penyakit black band disease di perairan Konawe Selatan yang berkisar 0,45 Ae 2,63 % . Kesimpulan Tutupan karang hidup di perairan Pulau Barrang Lompo. Makassar menunjukkan persentase yang termasuk dalam kategori Sedang dan Baik. Prevalensi gangguan Fathuddin et al. | Seminar Nasional PKP I . : 206 Ae 210 kesehatan pada karang dibandingkan penyakit. kesehatan terumbu karang di Perairan Desa Langgapulu Konawe Selatan Sulawesi Tenggara. Jurnal LaAoot Ilmu Kelautan. 1, 2 . , 98Ae106. DOI: https://doi. org/10. 35308/jlaot. Ucapan Terima Kasih Penulis mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia yang telah memberi dukungan pendanaan demi terselenggaranya penelitian ini. Sahami. dan Hamzah. Kondisi terumbu karang di Perairan Dulupi. Kabupaten Boalemo. Niky: Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan. 1, 2 . , 107Ae110. Tahir. Boer. Susilo. Jaya. Indeks kerentanan pulaupulau kecil : kasus Pulau Barrang Lompo-Makasar. Ilmu Kelautan. 14, 4 , 8Ae13. Yusuf. Kondisi terumbu karang dan potensi ikan di Perairan Taman Nasional Karimunjawa. Kabupaten Jepara. Buletin Oseanografi Marina. April . , 54Ae60. Daftar Pustaka