Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK https://jb e-upiyp tk. org/o j s Vol. No. Hal: 354-365 ISSN: 2502-6275 Pengaruh Kualitas Kredit dan Modal Inti terhadap Kinerja Keuangan dengan Kebijakan Countercyclical sebagai Variabel Intervening Mendra 1A. Hamdy Hady 2. Lusiana 3 1,2, 3 Jurusan Magister Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Putra Indonesia AuYPTKAy Padang mm@gmail. Abstract This study aims to determine the effect of credit quality and core capital on the financial performance of BPR/BPRS with countercyclical OJK Policy as an Intervening Variable (At BPR/BPRS in West Sumatra in 2020-2021. The sample in this study was taken using purposive sampling method at BPR/ BPRS in West Sumatra in 2020-2021. The number of samples used was 169 samples in 40 BPR/BPRS companies in West Sumatra. The analytical method of this research is using multiple linear regression. The results of this study indicate that partially Non-performing loans (NPL) have a significant effect on Countercyclical. Capital Adequacy Ratio (CAR) has a significant effect on Countercyclical. Non-performing loan (NPL) has a significant effect on Return On Assets (ROA). Capital Adequacy Ratio (CAR) has a significant effect on ROA, . Countercyclical has a significant effect on Return On Assets (ROA) ). Non-performing loan (NPL) has a significant effect Against Return On Assets (ROA) through Countercyclical variable intervening. Capital Adequacy Ratio (CAR) is not significant to Return On Assets (ROA) through Countercyclical variable intervening in BPR/BPRS in West Sumatra in 20202021. Keywords: Non-performing loan (NPL). Capital Adequacy Ratio (CAR). Countercyclical. Return On Asset (ROA). Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kualitas Kredit Dan Modal Inti Terhadap Kinerja Keuangan BPR/BPRS Dengan Kebijakan Countercyclical Ojk Sebagai Variabel Intervening (Pada BPR/BPRS di Sumatera Barat Tahun 2020-2021. Sampel pada penelitian ini diambil dengan metode purposive sampling Pada BPR/BPRS di Sumatera Barat Tahun 20202021. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 169 sampel di 40 perusahaan BPR/BPRS di Sumatera Barat. Metode analisis dari penelitian ini adalah menggunakan metode analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial Non-performing loan (NPL) berpengaruh signifikan terhadap Countercyclikal. Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh signifikan terhadap Countercyclikal. Non-performing loan (NPL) berpengaruh signifikan terhadap terhadap Return On Asset (ROA). Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh signifikan terhadap terhadap ROA, . Countercyclikal berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset (ROA). Non-performing loan (NPL) berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset (ROA) melalui Countercyclikal sebagai variabel intervening. Capital Adequacy Ratio (CAR) tidak signifikan terhadap Return On Asset (ROA) melalui Countercyclikal sebagai variabel intervening Pada BPR/BPRS di Sumatera Barat Tahun 2020-2021. Kata kunci: Non-performing loan (NPL). Capital Adequacy Ratio (CAR). Countercyclikal dan Return On Asset (ROA). Jurnal Ekobistek is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. Pendahuluan Pertumbuhan lembaga keuangan sangat dipengaruhi oleh penyebaran coronavirus disease . Penyebaran virus ini berdampak pada baik secara kemunduran kinerja pihak Debitur dalam kaitannya dengan pembayaran atas kredit ataupun pembiayaan yang diajukan sebelumnya. Pada tahun 2020 berdasarkan data bahwa inflasi mencapai angka 0,04 . atau pada tahunan dapat diakumulasi sebesar 1,81% . (Shara, 2. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) inflansi pada tahun 2021 sebesar 1,68%) dan angka inflasi ini adalah terendah di Indonesia selama tujuh tahun terakhir (Thomas Hadiwinata, 2. Penurunan inflasi ini disebabkan oleh kebijakan pemerintah mulai dari PSBB hingga PPKM dalam upaya menekan penularan virus Covid-19 dengan membatasi mobilitas masyarakat. Kebijakan ini berdampak pada sisi pendapatan dan hal-hal yang terkait dengan konsumsi masyarakat, keadaan dan ketersediaan pendistribusian barang dan jasa, dan kredibilitas kebijakan yang mana hal tersebut diukur dari kendali inflasi dan ekspektasinya (Warjiyo, 2. Made Cinthya melihat bahwa Covid-19 sebagai bencana nasional tidak dapat secara langsung Dikatakan sebagai Force Majeure, sehingga tidak menjadi alasan dalam penghapusan tanggung jawab dalam hutang-piutang. Untuk itu perlu usaha pengajuan klaim Force Mejeure dalam keadaan ekonomi yang sulit seperti sekarang dan mencari jalan Diterima: 30-08-2022 | Revisi: 15-09-2022 | Diterbitkan: 30-09-2022 | doi: 10. 35134/jbeupiyptk. Mendra, dkk terbaik untuk melakukan pelunasan terhadap hutang yang dimiliki oleh Debitur terhadap pelunasan hutang pada Krediturnya. Dalam hal ini pemerintah tentu harus memiliki kebijakan terkait dengan persoalan ini sehingga kepentingan Kreditur sebagai pihak yang memiliki kemungkinan kerugian besar bisa diatasi oleh Pemerintah. Kebijakan yang diambil oleh Pemerintah adalah dengan mengeluarkan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 11/POJK 03/2020 Tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019. Kebijakan OJK pemberlakuan mengenai relaksasi atas restrukturisasi kredit kepada debitur yang terdampak penyebaran Covid 19 baik perorangan. UMKM, maupun Skema restrukturisasi diserahkan kepada masing-masing bank sesuai dengan kebutuhan debitur dan kemampuan bank, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian. Kredit yang direstrukturisasi ditetapkan berkualitas lancar (KONTAN. CO. ID, Untuk menyelematkan bank dari kerugian yang besar maka perlu restrukturisasi kredit. Menurut OJK, kondisi keuangan Indonesia telah terjaga berkat beberapa kebijakan yang diterapkan pada sektor keuangan termasuk pemberian restrukturasi kredit pada industri perbankan. Kebijakan OJK ini dinilai mampu menjaga stabilitas di sektor keuangan sehingga kebijakan resktrukrisasi ini diperpanjang 1 tahun lebih lama dari bulan Maret tahun 2021 hingga bulan Maret tahun 2023 (Nofiantoro & Putri, 2. Dalam PJOK:11/2020 dijelaskan bahwa OJK mengeluarkan POJK stimulus dengan beberapa Pertama, merebaknya penyebaran virus COVID-19 mempunyai dampak langsung ataupun tidak langsung terhadap kinerja dan kapasitas debitur termasuk debitur UMKM, sehingga mempunyai potensi untuk terganggunya performance perbankan serta stabilitas sistem keuangan yang dapat berpengaruh terhadap tumbuhnya perekonomian. Kedua. Pandemi covid 19 mempengaruhi kemampuan debitur dalam membayar cicilan kredit/pembiayaan baik secara langsung maupun tidak langsung. Ketiga. Resiko kredit akan berpotensi muncul akibat tidak mampunya debitur dalam memenuhi kewajibannya dan akan berpengaruh kepada kinerja perbankan serta pertumbuhan perekonomian. Keempat. Untuk mengoptimalkan bank yang berfungsi sebagai lembaga intermediasi, tingkat stabilitas keuangan, serta pertumbuhan ekonomi yang meningkat. Peraturan Jasa Otoritas Keuangan /POJK. 03/2020, menjelaskan bahwa, bank yang harus melaksanakan ketentuan dalam POJK ini adalah BUK termasuk didalam UUS. BUS. BPR, dan BPRS. Dengan adanya perpanjangan restrukturasi ini diharapkan mampu untuk meringankan para debitur dalam menyelesaikan segala kewajibannya pada saat pandemi Covid-19. Pendapatan dan penjualan debitur yang menurun, diharapkan dengan kebijakan ini dapat perekonomian nasional dapat kembali pulih seperti sedia kala. Restrukturasi kredit dan pembiayaan akibat Covid-19, pertumbuhan kredit secara umum. Hal ini dapat dilihat dari realisasi dana sebesar Rp. 914,65 Triliun atas restrukturasi kredit yang terdiri dari debitur UMKN dan non UMKN sebesar 5,88 dan 1,65 debitur dengan nilai Rp. 361,98 Triliun dan Rp. 552,6 Triliun (Nofiantoro & Putri, 2. Kebijakan countercyclical secara umum berdampak pada kinerja BPR/BPRS dalam melakukan manajemen nasabah yang dinilai berpotensi bermasalah saat Covid-19. Kebijakan countercyclical ini diharapkan mampu untuk memulihkan kondisi bank ataupun BPR/BPRS melalui restrukturasi terutama dalam menjaga tingkat kesehatan BPR/BPRS. Kebijakan ini mempunyai manfaat yang cukup signifikan bagi BPR/BPRS dalam hal penekanan NPL (Non Performing Loa. NPL merupakan rasio kredit bermasalah terhadap total kredit sebagai proksi dalam mengukur kinerja bank dari resiko kredit, karena kredit yang bermasalah dapat berasal intern maupun ekstern bank. Dalam kondisi tertentu. NPL dapat berdampak merugikan jika NPLnya besar. NPL ini sangat berdampak pada pendapatan, laba, kecukupan modal dan penilaian tingkat kesehatan bank serta kepercayaan masyarakat (Ristanto, 2. Perubahan terbanyak dilakukan mengenai ketentuan stimulus untuk BUK. BUS dan UUS. Sedangkan untuk BPR/BPRS hanya menambahkan ketentuan Pertama. Bagi nasabah peminjam yang mampu bertahan dari dampak COVID-19, harus dilakukan penilaian oleh BPR/BPRS dan yang mempunyai prospek usaha, sehingga bisa dilakukan restruktur berdasarkan POJK ini. Kedua. BPR/BPRS harus melakukan pembentukan cadangan bagi debitur yang tidak mampu bertahan pasca dilakukan restruktur kredit dan/atau pembiayaan sesuai POJK. Ketiga. BPR dan BPRS wajib mempertimbangkan adanya ketahanan dan perhitungan dalam membentuk cadangan modal guna melakukan antisipasi kemungkinan terjadinya penurunan kualitas kredit dan/atau pembiayaan yang dilakukan restrukturisasi apabila deviden atau tantiem akan dibagikan bank. Keempat. BPR dan BPRS harus menguji ketahanan Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Mendra, dkk terhadap potensi turunnya kualitas kredit/pembiayaan yang dilakukan restruktur apakah berpengaruh atau tidak terhadap likuiditas atau permodalan. Kelima. Masa berlaku POJK stimulus dalam POJK 18 /POJK. 03/2021 pelaksanaanya diperpanjang hingga tanggal 31 Maret 2023. Dalam pelaksanan ini, regulator juga harus memberlakukan pengawasan yang ketat terhadap implementasinya. Dari OJK Kredit/Pembiayaan BPR/BPRS Pada tahun 2020 BPR 1,23% dan BPRS 1,67%, sementara pada tahun 2021 BPR 1. 18% dan BPRS 2. Pertumbuhan dana pihak ketiga pada tahun 2020 BPR 1,38%. BPRS 1,96%, pada tahun 2021 BPR 1. 32% dan BPRS 2. Untuk pertumbuhan kerja BPR/BPRS dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Pertumbuhan Kinerja BPR/BPRS terhadap RBB 2021 Di Sumatera Barat terdapat 91 BPR/BPRS, terdiri dari 84 konvensional dan 7 syariah. Dalam jumlah aset sangat bervariasi dengan aset tertinggi dibawah Rp. 100 miliyar. Data yang dihimpun dari OJK Kondisi BPR/BPRS di Sumatera Barat tahun 2021. Dari latar belakang diatas, terlihat bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari pengaruh implementasi kebijakan countercyclical OJK terhadap kualitas kredit dan modal BPR/BPRS di Sumatera Barat. Untuk itu penelitian ini mencoba untuk melihat pengaruh kebijakan OJK terhadap kinerja BPR/BPRS di Sumatera barat. Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengunankan triwulan untuk tahun 2020-2021 mengingat kebijakan countercyclical OJK diterbitkan pada bulan Maret 2020. Covid-19 sangat berdapak dalam perekonomian Indonesia. pemerintah menetapkan Covid-19 sebagai bencana nasional non alam. Penerapan social distancing sebagai penanggulangan penyebaran virus Covid-19, namun dampak dari social distancing ini adalah melemahnya perekonomian Indonesia. Karena penurunan pendapatan menyebabkan banyak pekerja di PHK, banyaknya karyawan berkerja di rumah menyebabkan turunnya juga pendapatan masyarakat lain seperti gojek. Inisiatif pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan untuk menanggulangi sektor ekonomi masyarakat dengan cara restuktrurisasi kredit Hal ini berupa peringanan terhadap masyarakat yang mempunyai kredit. Dalam peringanan ini debitrur harus melakukan permohonan terlebih Dalam restrukturisasi kredit perbankan ini dalam pengabulan permohonan diutaman untuk UMKM. Dalam pelaksanaannya hanya bank negeri saja bank swasta tidak karena tidak ada penambahan modal dari pemerintah sehingga bank swasta pun terkena dampak (Satradinata & Muljono, 2. Covid 19 yang muncul dan merambah ditengah tengah masyarakat Indonesia pada awal bulan maret 2020, sungguh menyita perhatian seluruh lapisan masyarakat dalam menghadapi pandemi ini. Dampak covid 19 membuat gejolak diseluruh sektor negara termasuk sektor perbankan. Terutama terkait kebijakan pemerintah dalam menanggulangi dampak Covid 19 tentang relaksasi kredit ditengah menghadapi gejolak ekonomi nasional. Kebijakan relaksasi kredit mendapat dukungan berbagai bank BUMN/D dan Non BUMN/D. Termasuk Bank Rakyat Indonesia Tbk, yang menerapkan relaksasi kredit sejak ditetapkan kebijakan tersebut oleh pemerintah. Diterapkannya relaksasi kredit pada BRI mebuat perubahan terhadap rasio profitabilitas, kinerja perusahaan dan kinerja sektor UMKM. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan cara mendeskripsikan fenomena dan literatur yang ada (Reftiana et al. , 2. Bank adalah lembaga keuangan yang berperan dalam menunjang pembangunan ekonomi di suatu daerah. Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Mendra, dkk dimana kegiatan penghimpunan dana dan penyaluran dana dalam bentuk pinjaman atau pinjam meminjam menstabilkan perekonomian (Perkreditan & Bpr, n. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis terhadap tingkat kesehatan keuangan bank PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Batang Palangki. Tahun 2014-2018. Data historis diambil dari laporan keuangan bank yang telah dipublikasikan. Analisis kesehatan keuangan bank menggunakan metode CAMEL (Capital. Assets. Management. Earning. Liquidit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2014-2018 PT. Tingkat kesehatan keuangan BPR Batang Palangki menunjukkan kategori sehat, dimana nilai rata-rata rasio CAR sebesar 28,66%, rasio KAP sebesar 1,15%, rasio NIM sebesar 24,88%, rasio ROA sebesar 3,38 %, rasio BOPO sebesar 74,83%, dan rasio LDR sebesar56,30%. Diharapkan kedepannya BPR Batang Palangki dapat terus terpelihara sesuai ketentuan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui apakah ukuran . , loan to deposit ratio (LDR), cash ratio (CR), non performing loan (NPL), equity to total liabilities ratio, return on asset (ROA), net interest margin (NIM) dan BOPO dapat membedakan tingkat kecukupan permodalan bank dan untuk mengetahui rasio keuangan yang dominan membedakan tingkat kecukupan permodalan bank. Jumlah sampel adalah 102 BPR di Provinsi Bali yang ditentukan dengan Purposive Sampling. Analisis menggunakan analisis diskriminan dengan metode simultancous estimation. Hasil penelitian menunjukkan delapan variabel independen secara bersama-sama dapat digunakan untuk membedakan tingkat rasio kecukupan modal BPR namun hanya 6 . variabel independen yang secara parsial dinilai signifikan membedakan tingkat kecukupan modal bank antara lain ukuran . LDR. CR. NPL. EQTL, dan NIM. Rasio keuangan yang dominan dapat membedakan tingkat kecukupan modal bank NPL. Model diskriminan yang terbentuk bermanfaat untuk memprediksi posisi CAR industrinya, sehingga manajemen bisa lebih efektif mengantisipasi perubahan dalam lingkungan bisnis bank (Susilowati et al. , 2. Sebagian besar studi yang ada telah mengabaikan peran moderasi kredit hijau dalam hubungan antara tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan kinerja keuangan bank. Menggunakan data bank yang terdaftar di China dari tahun 2008 hingga 2018, makalah ini menyelidiki dampak CSR terhadap kinerja keuangan Selain itu, kami mendokumentasikan efek mediasi kredit hijau pada hubungan mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CSR akan berdampak negatif terhadap kinerja keuangan bank dalam jangka Namun, hubungan ini ternyata positif dalam jangka panjang Selain itu, kredit hijau memang memainkan peran penting dalam hubungan ini. Selanjutnya, kami melakukan serangkaian tes Kesimpulan kami akan berguna baik untuk peneliti berikut dan penetapan kebijakan lingkungan (Zhou et al. , 2. Pandemi COVID-19 yang merebak di Indonesia berdampak pada pertumbuhan ekonomi, begitu juga dengan sektor perbankan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor kinerja keuangan yang terkena dampak pandemi COVID-19, baik pada perbankan syariah maupun konvensional yang termasuk dalam kategori CBGB 2 sehingga perbankan di Indonesia dapat mengantisipasinya. Penelitian ini menggunakan metode Artificial Neural Network (ANN) dengan 6 variabel kinerja keuangan periode Januari 2020 Ae September 2020 yaitu Capital Adequacy Ratio (%). Operating Expenses/Operating Income (%). Net Operation Margin (%). Mendarat di Deposito. Rasio (%) (Fakhri & Darmawan, 2. Short Term Mismatch (%) yang digunakan sebagai variabel independen, serta Return on Assets yang digunakan sebagai variabel dependen. Hasil penelitian COVID-19 mempengaruhi faktor kinerja keuangan berupa Funding to Deposit Ratio sebesar 35,21%. Short Term Mismatch sebesar 26,92% dan Net Operation Margin sebesar 26,92% pada perbankan syariah. Sedangkan pada perbankan konvensional. Operating Expenses to Operating Income sebesar 72,87% dan Capital Adequacy Ratio sebesar 17,31%. Hasil ini juga sejalan dengan penelitian sebelumnya dimana perbankan syariah lebih rentan dibandingkan perbankan konvensional dalam menghadapi krisis keuangan. Penelitian ini meneliti dampak Working Capital Management (WCM) dan Credit Management Policy (CMP) terhadap Financial Performance (FP) bankbank Yordania (JB). Data penelitian diperoleh dari 16 Bank Yordania yang terdaftar di Bursa Efek Amman (ASE) antara 2017 dan 2020. Penelitian ini menggunakan data panel untuk menyelidiki hubungan antara dua variabel independen. WCM dan CMP, dan variabel dependen FP. 64 laporan keuangan ke bank Yordania dianalisis untuk mengukur hubungan ini. Untuk menguji hipotesis, digunakan regresi berganda. Studi ini menemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara WCM dan FP, dan variabel independen mampu menjelaskan 34,1% dari perubahan yang terjadi pada variabel dependen. Selain itu, diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara (AL-Zararee et al. , 2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kredit bermasalah terhadap return on assets dengan rasio kecukupan modal sebagai mediator. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan jumlah sampel sebanyak 24 bank. Pengumpulan data dengan mengamati laporan keuangan perusahaan. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis jalur. Hasil Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Mendra, dkk penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara kredit bermasalah dengan rasio kecukupan modal. Rasio kecukupan modal memiliki hubungan positif dan signifikan dengan return on assets. Kredit bermasalah memiliki hubungan negatif dan signifikan dengan return on Berdasarkan hasil penelitian terbukti bahwa Capital Adequacy Ratio memediasi pengaruh kredit bermasalah terhadap return on assets (Swandewi & Purnawati, 2. Hipotesis penelitian adalah sebagai berikut: H1. Diduga Non Performing Loan (NPL) berpengaruh signifikan terhadap signifikan Countercyclical Ojk pada BPR/BPRS di Sumatera Barat 2020-2021 H2. Diduga Capital Adequacy Ratio (CAR) Countercyclical Ojk pada BPR/BPRS di Sumatera Barat 2020-2021. H3. Diduga Non Performing Loan (NPL) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan (ROA) pada BPR/BPRS di Sumatera Barat 2020- 2021. H4. Diduga Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan (ROA) pada BPR/BPRS di Sumatera Barat 2020- 2021. H5. Diduga Countercyclical Ojk berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan (ROA) pada BPR/BPRS di Sumatera Barat 2020-2021. H6. Diduga Non Performing Loan (NPL) berpengaruh signifikan terhadap terhadap Kinerja Keuangan (ROA) Countercyclical Ojk pada BPR/BPRS di Sumatera Barat 2020-2021. H7. Diduga Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh signifikan terhadap terhadap Kinerja Keuangan (ROA) Countercyclical Ojk pada BPR/BPRS di Sumatera Barat 2020-2021. Metodologi Penelitian Penelitian mengenai pengaruh Non Performing Loan (NPL). Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Kinerja Keuangan (ROA) dengan Countercyclical Ojk sebagai variabel intervening pada BPR/BPRS di Sumatera Barat 2020-2021 objek penelitian adalah Kinerja Keuangan (ROA) pada BPR/BPRS di Sumatera Barat mengunankan data keuangan triwulan untuk tahun 2020-2021. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Kecamatan se-Kota Sawahlunto yaitu 91 orang. Adapun sampel yang menjadi wakil dari populasi tersebut yang berjumlah 91 orang. Analisis data menggunakan uji asumsi klasik, yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan uji auto korelasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis regresi berganda. Analisis data ini dengan menggunakan multiple regression atau regresi berganda. Analisis ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas yaitu: Non Performing Loan (X. dan Capital Adequacy Ratio (X. serta variabel terikatnya adalah Return On Asset (Y). Persamaan regresi sebagai berikut : Model 1, analisis regresi tanpa variabel intervening : Y = a b1x1 b2x2 e Model 2, analisis regresi dengan varibel Y = a b1X1 b2X2 b3Z e Dimana Y merupakan Return On Asset. Z merupakan Countercyclical OJK. X1 adalah Non Performing Loan. X2 adalah Capital Adequacy Ratio, b merupakan koefisien regresi masing-masing variabel X . 1,b. dan e adalah standar error. Hasil dan Pembahasan Hasil 1 Model Regresi I Untuk mengetahui pengaruh antara kompetensi dan kepemimpinan terhadap komitmen organisasi maka digunakan analisis regresi linear berganda, dimana variabel bebasnya adalah: Non Performing Loan (X. dan Capital Adequacy Ratio (X. serta variabel terikatnya adalah Return On Asset (Y). Pada Tabel 2. menyajikan uji regresi model I pada penelitian yang Tabel 2. Hasil Uji Regresi Linear Berganda I Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error (Constan. 3,283 ,363 LN_NPL -,021 ,057 LN_CAR -,279 ,099 Collinearity Sig. Beta Statistics Tolerance VIF 9,052 ,000 -,024 -,366 ,015 ,960 1,042 -,183 -2,809 ,005 ,960 1,042 Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Mendra, dkk Koefisien regresi variabel Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar -0,279, jika variabel Capital Adequacy Ratio (CAR) mengalami peningkatan satu . satuan dengan asumsi variabel Non-performing loan (NPL) bernilai konstan . maka Countercyclical akan mengalami penurunan sebesar 0,279. 2 Model Regresi II Berdasarkan tabel diatas maka dapat dilihat persamaan regresinya yaitu : Countercyclikal = 3,283 Ae 0,021LN_NPL Ae 0,279LN_CAR Dari persamaan regresi berganda di atas dapat disimpulkan bahwa: Nilai konstanta sebesar 3,283, artinya jika Non-performing loan (NPL) dan Capital Adequacy Ratio (CAR) bernilai konstan . , maka nilai variabel Countercyclical adalah sebesar 3,283. Koefisien regresi variabel Non-performing loan (NPL) sebesar -0,021, jika variabel Nonperforming loan (NPL) mengalami peningkatan satu . satuan dengan asumsi variabel Capital Adequacy Ratio (CAR) bernilai konstan . maka variabel Countercyclical akan mengalami penurunan sebesar 0,021. Untuk mengetahui pengaruh Non Performing Loan (NPL). Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Kinerja Keuangan (ROA) dengan Countercyclical Ojk sebagai variabel intervening, maka digunakan analisis regresi linear berganda, dimana variabel bebasnya adalah Non Performing Loan (X. Capital Adequacy Ratio (X. dan Return On Asset (Y) serta variabel terikatnya adalah Countercyclical OJK (Z). Pada Tabel menyajikan uji regresi model I pada penelitian yang Tabel 3. Hasil Perhitungan Regresi Linear Berganda II Standard Unstandardized Coefficie Collinearity Coefficients Statistics Std. Model Error (Constan. -,919 ,564 LN_NPL -,553 ,081 ,541 -,098 LN_CAR LN_COUNTERCYCLIC Sig. Tolerance Beta VIF -1,630 ,005 -,460 -6,856 ,000 ,981 ,142 ,257 3,820 ,000 ,979 1,021 ,087 -,076 -1,125 ,042 ,962 1,040 1,020 Berdasarkan Tabel 3. diatas maka dapat dilihat persamaan regresinya yaitu : Nilai konstanta sebesar -0,919, artinya jika Nonperforming loan (NPL). Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Countercyclikal bernilai konstan . , maka nilai variabel Return On Asset (ROA) nilainya adalah sebesar 0,919. Koefisien regresi variabel Non-performing loan (NPL) sebesar -0,553, jika variabel Non-performing loan (NPL) mengalami peningkatan satu . satuan dengan asumsi variabel Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Countercyclical bernilai konstan . maka variabel Return On Asset (ROA) akan mengalami penurunan sebesar 0,553. Koefisien regresi variabel Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 0,541, jika variabel Capital Adequacy Ratio (CAR) mengalami peningkatan satu . satuan dengan asumsi variabel Non-performing loan (NPL) dan Countercyclical bernilai konstan . maka Return On Asset (ROA) akan mengalami peningkatan sebesar 0,541. Koefisien regresi variabel Countercyclikal sebesar 0,098, jika variabel kebijakan Countercyclical mengalami peningkatan satu . satuan dengan asumsi variabel non-performing loan (NPL) dan Capital Adequacy Ratio (CAR) bernilai konstan . maka Return On Asset (ROA) akan mengalami penurunan sebesar 0,098. Uji t digunakan untuk mengukur seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen (Nainggolan & Henryenzus, 2. Hipotesis untuk uji parsial adalah sebagai berikut : H0: b1-b4 = 0, artinya faktor-faktor (Nonperforming loan (NPL) dan Capital Adequacy Ratio (CAR)) secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset (ROA). H1: b1-b4 O 0, artinya faktor-faktor (Nonperforming loan (NPL) dan Capital Adequacy Ratio (CAR)) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset (ROA). Hasil uji t . ji parsia. dilakukan dengan syarat: Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Mendra, dkk Bila t hitung > t tabel dan signifikansi < = 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima Bila t hitung < t tabel dan signifikansi > = 0,05, maka H0 diterima dan H1 ditolak. Hasil uji hipotesa secara parsial . dapat dilihat Non pada Tabel 4. Tabel 4. Hasil Uji Hipotesa Secara Parsial (Uji . Variabel Model Regression Residual Total CAR(X. COUNTERCYCLICAL (Z) NPL (X. ROA (Y) CAR (X. ROA (Y) COUNTERCYCLICAL (Z) ROA (Y) -0,366 0,015 -2,809 0,005 -6,856 0,000 3,820 0,000 -1,125 0,042 Sig Berdasarkan Tabel 4. yang menguji pengaruh performing loan (NPL) dan Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Countercyclikal terhadap Return On Asset (ROA). dapat diuji sebagai berikut: Pengaruh Non-performing loan (NPL) terhadap Countercyclical Dari Tabel 4. dapat dilihat bahwa Non-performing loan (NPL) memiliki nilai thiting sebesar -0,366 dengan signifikan sebesar 0,015 < 0,05. Karena nilai signifikansi kecil dari taraf signifikansi 5%, menunjukkan bahwa variabel Non- performing loan (NPL) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Countercyclical pada BPR/BPRS di Sumatera Barat tahun 2020-2021. Dengan demikian Ha diterima Ho Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) Terhadap Countercyclical Dari Tabel 4. dapat dilihat bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR) memiliki nilai thinng sebesar -2,809 dengan signifikan sebesar 0,005 < 0,05. Karena nilai signifikansi kecil dari taraf signifikansi 5%, menunjukkan bahwa variabel Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Countercyclikal pada BPR/BPRS di Sumatera Barat tahun 2020-2021. Dengan demikian Ha diterima Ho Pengaruh Non-performing loan (NPL) Terhadap Return On Asset (ROA) Dari Tabel 4. dapat dilihat bahwa Non-performing loan (NPL) memiliki nilai thinng sebesar -6,856 dengan signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Karena nilai signifikansi kecil dari taraf signifikansi 5%, menunjukkan bahwa variabel Non- performing loan NPL(X. COUNTERCYCLICAL (Z) (NPL) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return On Asset (ROA pada BPR/BPRS di Sumatera Barat tahun 2020-2021. Dengan demikian Ha diterima Ho ditolak. Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) Terhadap Return On Asset (ROA) Dari Tabel 4. dapat dilihat bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR) memiliki nilai thinng-sebesar 3,820 dengan signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Karena nilai signifikansi kecil dari taraf signifikansi 5%, menunjukkan bahwa variabel Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh positif dan signifikan Return On Asset (ROA) pada BPR/BPRS di Sumatera Barat tahun 2020-2021. Dengan demikian Ha diterima Ho Pengaruh Countercyclical Terhadap Return On Asset (ROA) Dari Tabel 4. dapat dilihat bahwa Countercyclical memiliki nilai thinng- sebesar -1,125 dengan signifikan sebesar 0,042 < 0,05. Karena nilai signifikansi kecil dari taraf signifikansi 5%, menunjukkan bahwa variabel Countercyclical berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return On Asset (ROA) pada BPR/BPRS di Sumatera Barat tahun 2020-2021. Dengan demikian Ha diterima Ho Uji simultan . ji F) dilakukan untuk melihat secara bersama-sama pengaruh yang signifikan dari variabel independen atau variabel dependen dari model I adalah Kompetensi (X. dan Kepemimpinan (X. Berdasarkan hasil pengujian statistik . ji F) dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. Pengujian Hipotesis Semua Variabel Secara Simultan (Uji F) Sum of Mean Square Squares 4,063 2,032 3,964 121,470 ,513 125,534 Berdasarkan Tabel 5. didapatkan nilai Fhitung sebesar 3,964 dengan signfikansi yaitu 0,020< 0,05, maka penulis berkesimpulan pengaruh Non- performing loan (NPL) dan Capital Adequacy Ratio (CAR) mempunyai pengaruh yang berarti atau signifikan Sig. ,020b terhadap Countercyclical pada BPR/BPRS di Sumatera Barat 2020-2021. Uji simultan . ji F) dari model II yang terdiri dari variabel Komitmen Organisasi (Y). Kompetensi (X. Kepemimpinan (X. dapat dilihat pada Tabel 6. Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Mendra, dkk Model Regression Residual Total Tabel 6. Pengujian Hipotesis Semua Variabel Secara Simultan (Uji F) Sum of Mean Square Squares 36,686 12,229 20,424 98,793 ,599 135,479 Berdasarkan tabel diatas didapatkan nilai Fhitung sebesar 20,424 dengan ikansi yaitu 0,000> 0,05, maka penulis berkesimpulan pengaruh Non-performing loan (NPL). Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Countercyclical mempunyai pengaruh signifikan terhadap Return On Asset (ROA) pada BPR/BPRS di Sumatera Barat 2020-2021. koefisien determinasi (R. pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menjelaskan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi Sig. ,000b adalah antara nol dan satu. Nilai RA yang kecil berarti kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat sangat terbatas, begitu pula sebaliknya. Kelemahan determinasi adalah bias terhadap jumlah variabel independen yang dimasukkan ke dalam model. Oleh karena itu, banyak peneliti menganjurkan untuk menggunakan nilai Adjusted R2 pada saat mengevaluasi mana model regresi terbaik, dapat dilihat pada Tabel 7. Tabel 7. Hasil Uji Koefisien Determinasi ( R. Change Statistics Std. Error AdjustedR Model Square Square of the Estimate Square Change ,680a ,432 ,424 ,71591 Berdasarkan Tabel 7. diperoleh angka Adjusted R Square sebesar 0,424 atau 42,4%, hal ini menunjukkan bahwa persentase sumbangan variabel Non- performing loan (NPL), dan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar ,432 Sig. Durbin- Change Watson ,020 ,580 Change 3,964 0,424 atau 42,4%, sedangkan sisanya sebesar 57,6% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini seperti BOPO. LDR dan lainya. Hasil pengujian struktur II secara bersama-sama dapat dilihat pada Tabel 8. Tabel 8. Hasil Uji Koefisien Determinasi ( R. Change Statistics Std. Model Square ,720a ,571 AdjustedR Error of Square Square Estimate ,558 ,77379 Berdasarkan Tabel 8. diperoleh angka Adjusted R Square sebesar 0,558 atau 55,8%, hal ini menunjukkan bahwa persentase sumbangan variabel Non- performing loan (NPL). Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Countercyclical sebesar 0,558 atau 55,8% sedangkan sisanya sebesar 44,2% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini seperti solvabilitas dan lainya. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian menunjukan Non-performing loan (NPL) memiliki nilai thiting sebesar -0,366 dengan signifikan sebesar 0,015 < 0,05. Karena nilai signifikansi kecil dari taraf signifikansi 5%, menunjukkan bahwa variabel Non-performing loan (NPL) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Countercyclikal pada BPR/BPRS di Sumatera Barat tahun 2020-2021. Dengan demikian Ha diterima Ho ditolak. Change ,571 Change 20,424 Sig. Durbin- Change Watson ,000 2,316 Non-performing loan (NPL) merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk menentukan kesehatan asset suatu bank. Indikator tersebut dapat berupa rasio keuangan pokok yang mampu memberikan informasi penilaian atas kondisi permodalan, rentabilitas, risiko kredit, risiko pasar, serta likuiditas. Dengan demikian, countercyclical merupakan antisipasi untuk menghindari terpuruknya sektor perbankan akibat menurunnya kemampuan bayar dari nasabah kredit sehubungan dengan kondisi ekonomi akibat pandemi. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitain yang dilakukan (Kardiansyah, 2. Karena nilai signifikansi kecil dari taraf signifikansi 5%, menunjukkan bahwa variabel Nonperforming loan (NPL) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Countercyclikal. Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) Terhadap Countercyclical Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Mendra, dkk Berdasarkan hasil penelitian menunjukan Capital Adequacy Ratio (CAR) memiliki nilai thinng sebesar 2,809 dengan signifikan sebesar 0,005 < 0,05. Karena nilai signifikansi kecil dari taraf signifikansi 5%, menunjukkan bahwa variabel Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Countercyclical pada BPR/BPRS di Sumatera Barat tahun Dengan demikian Ha diterima Ho ditolak. Capital Adequacy Ratio (CAR) merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan bank dalam menyediakan dana untuk keperluan pengembangan usaha serta menampung resiko kerugian dana. Nilai Capital Adequacy Ratio (CAR) yang tinggi berbanding lurus dengan sumber daya finansial yang dapat digunakan untuk keperluan pengembangan usaha dan mengantisipasi potensi kerugian yang diakibatkan oleh penyaluran kredit, maka semakin mahal harga per lembar saham Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitain yang dilakukan (Kardiansyah, 2. Pengaruh Non-performing loan (NPL) Terhadap Return On Asset (ROA) Berdasarkan hasil penelitian menunjukan Non-performing loan (NPL) memiliki nilai thinng sebesar -6,856 dengan signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Karena nilai signifikansi kecil dari taraf signifikansi 5%, menunjukkan bahwa variabel Non-performing loan (NPL) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return On Asset (ROA) pada BPR/BPRS di Sumatera Barat tahun 2020-2021. Dengan demikian Ha diterima Ho Non-performing loan (NPL) sebagai salah satu indikator dalam menilai kinerja sektor perbankan tentunya masih sangat relevan untuk digunakan karena dapat mengindikasikan tingkat pertumbuhan dan stabilitas ekonomi baik skala mikro dan makro. Kondisi krisis yang diakibatkan pandemi Covid-19 saat ini dapat berpotensi meningkatkan Non-performing loan (NPL) dan untuk itu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan nilai Nonperforming loan (NPL) sebesar lima persen dan bahkan jika bisa ditingkatkan lagi. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Permatasari et al. Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) Terhadap Return On Asset (ROA) Berdasarkan hasil penelitian menunjukan Capital Adequacy Ratio (CAR) memiliki nilai thinng-sebesar 3,820 dengan signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Karena nilai signifikansi kecil dari taraf signifikansi 5%, menunjukkan bahwa variabel Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh positif dan signifikan Return On Asset (ROA) pada BPR/BPRS di Sumatera Barat tahun Dengan demikian Ha diterima Ho ditolak. Capital Adequacy Ratio (CAR) adalah rasio untuk mengukur kecukupan modal yang dimiliki oleh bank guna untuk menunjang aktiva yang mengandung atau menghasilkan resiko, misal pembiayaan yang diberikan. Capital Adequacy Ratio (CAR) merupakan rasio yang memperlihatkan seberapa jauh seluruh aktiva bank yang mengandung resiko . embiayaan, penyertaan, surat berharga, dan tagihan pada bank lai. ikut dibiayai dari dana modal sendiri bank disamping memperoleh danadana dari sumber diluar bank, seperti dana masyarakat, pinjaman . dan lain-lain. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Maulana et al. , 2. Pengaruh Countercyclical terhadap Return On Asset (ROA) Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Countercyclical memiliki nilai thinng- sebesar -1,125 dengan signifikan sebesar 0,042 < 0,05. Karena nilai signifikansi kecil dari taraf signifikansi 5%, menunjukkan bahwa variabel Countercyclical berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return On Asset (ROA) pada BPR/BPRS di Sumatera Barat tahun 2020-2021. Dengan demikian Ha diterima Ho ditolak. Kebijakan countercyclical yang diartikan sebagai suatu kebijakan yang melawan arus disebabkan karena adanya dampak yang terjadi akibat suatu goncangan Pandemi covid 19 menguncang ekonomi secara menyeluruh termasuk sektor perbankan. Pada sektor perbankan dampak pandemi covid 19 berpengaruh terhadap keberlangsungan kredit/pembiayaan. Kebijakan regulator perbankan yang diambil guna meningkatkan stabilitas ekonomi dan keuangan untuk menjaga ketahanan dari guncangan serta mengontrol modal. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Kardiansyah, 2. Pengaruh Non-performing loan (NPL) terhadap Return On Asset (ROA) melalui Countercyclical sebagai Variabel Intervening Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Nonperforming loan (NPL) berpengaruh terhadap Return On Asset (ROA) melalui Countercyclical sebagai Variabel Intervening pada BPR/BPRS di Sumatera Barat tahun Dengan demikian Ho ditolak Ha, diterima. Non-performing loan (NPL) adalah salah satu cara untuk menilai kinerja fungsi bank dalam mengelola bisnisnya. Non-performing loan (NPL) yang tinggi menyebabkan . etidakmampuan membayar pihak ketig. , rentabilitas . tang tidak bisa ditagi. , ataupun solvabilitas . odal berkuran. Rasio ini menunjukkan bahwa kemampuan manajemen bank dalam kredit bermasalah yang diberikan oleh bank. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Yustisia Utami & Yustiawan, 2. Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Return On Asset (ROA) melalui Countercyclical sebagai Variabel Intervening Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh terhadap Return On Asset (ROA) melalui Countercyclical sebagai Variabel Intervening pada BPR/BPRS di Sumatera Barat tahun 2020-2021. Dengan demikian Ho, diterima Ha, diditolak. Tingkat Kesehatan bank dapat dilihat dari Modal dengan menggunakan rasio kecukupan modal atau biasa disebut Capital Adequacy Ratio (CAR). Rasio ini digunakan untuk menunjukkan kemampuan bank dalam memelihara kecukupan permodalan dan kemampuan manajemen bank Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Mendra, dkk untuk mengukur, mengidentifikasi, mengendalikan, dan memantau risiko yang dapat mempengaruhi jumlah permodalan pada suatu bank. Perhitungan Capital Adequacy Ratio (CAR) didasarkan pada prinsip bahwa setiap investasi yang mengandung resiko harus diberi presentase tertentu dari total modal terhadap total investasi yang dikeluarkan. Sesuai dengan standar yang ditetapkan Bank for International Settlement (BIS). Bank Indonesia pada peraturan Nomor mewajibkan setiap bank menyediakan modal minimal 8% dari Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR). Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Gunawan & Manda, 2. Kesimpulan Setelah dilakukan penelitian terhadap 40 perusahaan pada BPR/BPRS di Sumatera Barat tahun 2020-2021, maka hasil uraian tentang analisis Pengaruh Non- performing loan (NPL) dan Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Return On Asset (ROA) melalui countercyclical sebagai variabel Intervening, dapat disimpulkan bahwa variabel non-performing loan (NPL) berpengaruh terhadap countercyclical pada BPR/BPRS di Sumatera Barat tahun 2020-2021. Variabel Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh signifikan terhadap countercyclical pada BPR/BPRS di Sumatera Barat tahun 2020-2021. Variabel Non-performing loan (NPL) berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset (ROA) pada BPR/BPRS di Sumatera Barat tahun 2020-2021. Variabel Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset (ROA) pada BPR/BPRS di Sumatera Barat Variabel countercyclical berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset (ROA) pada BPR/BPRS di Sumatera Barat tahun 2020-2021. Variabel Non-performing loan (NPL) berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset (ROA) melalui countercyclical sebagai variabel Intervening pada BPR/BPRS di Sumatera Barat tahun 2020-2021. Variabel Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh tidak signifikan terhadap Return On Asset (ROA) melalui Countercyclical sebagai Variabel Intervening pada BPR/BPRS di Sumatera Barat tahun 2020-2021. Daftar Rujukan AL-Zararee. Almasria. , & Alawaqleh. The effect of working capital management and credit management policy on Jordanian banksAo financial performance. Banks and Bank Systems, 16. , 229Ae239. https://doi. org/10. 21511/bbs. Aldi Akbar. Karyadi, & Budi Rustandi Kartawinata. Analisis Non Performing Loan (NPL) Pada Bank Pembangunan Daerah Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Sebelum Dan Selama Pandemi Covid-19. Jurnal E-Bis (Ekonomi-Bisni. , 5. , 67Ae82. https://doi. org/10. 37339/e-bis. Aluy. Tulung. , & Tasik. Pengaruh Keberadaan Wanita Manajemen Puncak Kepemilikan Manajerial Terhadap Kinerja Keuangan Perbankan (Studi Pada Bank BUMN dan Bank Swasta Nasional Devisa di Indonesi. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi. Manajemen. Bisnis Dan Akuntansi, 5. , 821Ae828. Andrade. , & Josy. Following public The MDBs countercyclicality IDB. Bidari. , & Nurviana. Stimulus Ekonomi Sektor Perbankan Dalam Menghadapi Pandemi Coronavirus Disease 2019 Di Indonesia. Legal Standing : Jurnal Ilmu Hukum, 4. , 297. https://doi. org/10. 24269/ls. Chalik. Analisis Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Harga Saham (Studi Kasus Indeks Saham Lq45 Tahun 2015-2. https://library. Doraisami. The Global Financial Crisis: Countercyclical Fiscal Policy Issues and Challenges in Malaysia. Indonesia, the Philippines, and Singapore. In SSRN Electronic Journal. https://doi. org/10. 2139/ssrn. Dr. Vladimir. FROM FINANCIAL CRASH TO DEBT CRISIS. Gastronomya Ecuatoriana y Turismo Local. , 1. , 5Ae24. Duncan. , & Schmidt-hebbel. Federal Reserve Bank of Dallas Globalization and Monetary Policy Institute Do Good Institutions Promote Counter-Cyclical Macroeconomic Policies ? * Cysar Calderyn The World Bank. Fakhri. , & Darmawan. Comparison of Islamic and Conventional Banking Financial Performance during the Covid-19 Period. International Journal of Islamic Economics and Finance (IJIEF), 4(SI), 19Ae40. https://doi. org/10. 18196/ijief. Gunawan. , & Manda. Pengaruh Non Performing Financing (NPF). Capital Adenquacy Ratio (CAR) dan Inflasi Terhadap Likuiditas. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 8. , 203Ae210. Indah Putrianingsih. Yulianto Jurusan Manajemen, . Ekonomi. , & Negeri Semarang. PENGARUH NON PERFORMING LOAN (NPL) dan CAPITAL ADEQUACY RATIO (CAR) TERHADAP PROFITABILITAS. Management Analysis Journal, 5. , 110Ae115. http://maj. Irianti. , & Saifi. A Bank dengan Menggunakan Metode Risk- based Bank Rating terhadap Nilai Perusahaan (Studi pada Perusahaan Perbankan Umum Konvensional Sektor Bank A. Jurnal Administrasi Bisnis, 50. , 56Ae64. Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Mendra, dkk Kardiansyah. Analisis countercyclical capital buffer terhadap pertumbuhan kredit perbankan indonesia tahun 2007- 2016 skripsi. Khairul Anwar Lubis. Pengaruh Return On Assets (ROA) dan Return On Equity (ROE) Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Logam dan Sejenisnya yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Ekonomi Dan Bisnis, 1, 15Ae25. KONTAN. CO. ID. 11 Kebijakan OJK Menjaga Perekonomian di Masa Pandemi Covid-19. Kurniawan. , & Lestari. Analisis FaktorFaktor Yang Mempengaruhi Capital Adequacy Ratio ( Car ). Jp Journal & Proceeding, 4. , 908Ae918. http://jp. id/index. php/sca1/article/view/727 Kusumawati. Tho. , & Prastiwi. Faktor Internal yang Mempengaruhi Likuiditas Bank Syariah : Analisis Rasio Capital Adequacy Ratio ( CAR ). Dana Pihak Ketiga ( DPK ). Non Performing Financing ( NPF ). , 1107Ae1116. Luckieta. Amran. , & Alamsyah. Pengaruh DAR dan Ukuran Perusahaan Terhadap ROA Perusahaan yang Terdaftar Di LQ45 Pada BEI. Jurnal Perspektif, 19. , 17Ae https://doi. org/10. 31294/jp. Maulana. Dwita. , & Helmayunita. Pengaruh CAR. NPL. LDR dan BOPO Terhadap Return ON Assets (ROA) pada Bank yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun Jurnal Eksplorasi Akuntansi, 3. , 316Ae328. https://doi. org/10. 24036/jea. Maulina. , & Mulyadi. Restrukturisasi Kredit Dalam Pelaksanaan Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Covid-19 Di Pt. Bprs Baiturrahman. AKBIS: Media Riset Akuntansi Dan Bismis, 4. , 1Ae7. Mccoy. Digital Commons @ Boston College Law School Countercyclical Regulation Its Challenges OUNTERCYCLICAL R EGULATION AND I TS. , 1181Ae1237. Moreno. , & Hector. Author Accepted Manuscript. Journal of Development Studies, 17. , 0Ae34. Nainggolan. , & Henryenzus. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi yang mempengaruhi return saham. Jurnal Agribisnis, 11. , 183Ae201. Nofiantoro. , & Putri. Efektivitas Implementasi Restrukturisasi Pembiayaan Akibat Pandemi Covid-19 Terhadap Penurunan Npf Pada Pt Bank Dki Unit Usaha Syariah. Jurnal Bisnis Terapan, 4. , 128Ae130. OJK. Fungsi dan tugas Pokok. Perkreditan. , & Bpr. Shintia Mustika . Doni Marlius. 1Ae17. Permatasari. Adriani. , & Salam. Pengaruh Non Performing Loan (NPL) dan Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Return On Asset (ROA) pada Bank BUMN yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Indonesia, 04. , 23Ae26. Perrnana. Budiartha. , & Ujianti. Penanganan Kredit sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebara Corona Virus Disease 2019 Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor ll/POJK. 03/2020 di PT BPR Saptacristy Ut Jurnal Konstruksi Hukum, 2. , 277Ae282. https://doi. org/10. 22225/jkh. Putri. , & Marlius. Analisis Tingkat Kesehatan Bank Pada Pt. Bank Perkreditan Rakyat (Bp. Jorong Kampuang Tangah Pariaman Cabang Padang. Akademik Keuangan Dan Perbankan Padang, 1Ae10. Reftiana. Septianing. Ardinna. , & Lisdiyanti. Jurnal Kompetitif bisnis edisi covid-19. Jurnal Kompetitif Bisnis Edisi COVID-19, 1. , 88Ae97. Ristanto. Pengaruh Pandemi Covid-19( Terhadap Kinerja Bank Indonesia : Studi Pada Bank Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Paper Knowledge . Toward a Media History of Documents. Satradinata. , & Muljono. Analisis Hukum Relaksasi Kreadit Saat Pandemi Corona Dengan Kelonggaran Kredit Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/POJK. 03/2020. Jurnal Sains Sosio Humaniora, 4. , 613Ae620. https://doi. org/10. 22437/jssh. Setiawan. ANALISIS PENGARUH RASIO PROFITABILITAS TERHADAP KINERJA KEUANGAN ( Studi Kasus pada PD . BPR BKK KARANGMALANG ) PROGRAM STUDI MANAJEMEN. Jurnal. Shara. Kebijakan Countercyclical Sebagai Upaya Kesejahteraan Masyarakat. DHARMASISYA Jurnal Hukum Magister Hukum Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 1(SEPTEMBER), 1302Ae1320. Srimurti. Pengaruh Penerapan Pojk . Nomor 11 / Pojk . 03 / 2020 Tentang Stimulus Dampak Covid-19 Terhadap Dunia Perbankan. Yustitia, 14. , 8. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan Tindakan. Susilowati. Purbanwangsa. , & . VariabelVariabel Pembeda Rasio Kecukupan Modal Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Bali. E-Jurnal Ekonomi Dan A, 2553Ae2586. Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Mendra, dkk https://ojs. id/index. php/EEB/article/do wnload/27164/19083 Swandewi. , & Purnawati. Capital Adequacy Ratio Mediates the Effect of NonPerforming Loan on Returns on Assets in Public Commercial Banks. American Journal of Humanities and Social Sciences Research (AJHSSR), 5. , 651Ae656. Syarifudin. IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH TENTANG TUNJANGAN PENDIDIKAN STUDI DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TANJUNG JABUNG BARAT 2507(Februar. , 1Ae9. Thomas Hadiwinata. Ekonomi lesu akibat Pandemi. Inflasi di 2020 terendah selama tujuh tahun terakhir. Wangsit Supeno. Kinerja Kredit Terhadap Profitabilitas Bpr Pada Masa Pandemi Covid19. Journal of Chemical Information and Modeling, 53. , 1689Ae1699. Warjiyo. Perkembangan Terkini Perekonomian dan Langkah BI dalam Hadapi COVID-19 . Juni 2. WIJAYA. Modal Inti (Tier . Pada BankBank Kelompok Buku 2 Dan Buku 3. Tier 1. Yustisia Utami. , & Yustiawan. Non Performing Loan sebagai Dampak Pandemi Covid- 19: Tinjauan Force Majeure Dalam Perjanjian Kredit Perbankan. Kertha Patrika, 43. , https://doi. org/10. 24843/kp. Zhou. Sun. Luo. , & Liao. Corporate social responsibility and bank financial performance in China: The moderating role of green credit. Energy Economics, 97, 105190. https://doi. org/10. 1016/j. Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No.