Jurnal AGRINIKA. September-2020. : 186-196 Aktivitas dan Tingkat Partisipasi Anggota dalam Usahatani Ternak Sapi Perah di Kelompok Tani Ternak Rejeki Lumintu Gunungpati. Kota Semarang Agus Subhan Prasetyo1*. Wulan Sumekar1. Dwiyana Anela Kurniasari2. Ali Musabikin1 Departemen Pertanian. Fakultas Peternakan dan Pertanian. Universitas Diponegoro. Semarang. Indonesia Program Studi Agribinis. Fakultas Pertanian,Universitas Wijaya Putra. Surabaya. Indonesia *Korespondensi: setyo. subhan@live. Diterima 01 September 2020/Direvisi 14 September 2020/Disetujui 26 September 2020 ABSTRAK Kegiatan anggota dalam Kelompok Tani Ternak Rejeki Lumintu mengandung beberapa aktivitas berupa kegiatan usahatani dibidang sapi perah. Partisipasi merupakan tingkat kemauan individu dalam mengikuti kegiatan yang diselanggarakan oleh kelompok dalam upaya untuk mencapai tujuan kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganlisis aktivitas dan tingkat partisipasi anggota dalam usahatani sapi perah di Kelompok Tani Ternak Rejeki Lumintu. Gunungpati. Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis deskriptif dengan menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas usatani sapi perah mulai dari hulu sampai hilir. Sedangkan untuk tingkat partisipasi anggota dalam usahatani sapi perah memperoleh skor 12,61 dengan presentasi 84,09 % masuk kedalam kategori tinggi. Artinya anggota kelompok tani ternak Rejeki Lumintu telah berpartisipasi dengan baik dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh kelompok. Kata kunci: Aktivitas. Kelompok tani. Partisipasi. Sapi perah. Usahatani ABSTRACT One of many activities of members in Rejeki LumintuAos Cattle Farmers Group is farming of dairy cows. This study aimed to describe and analyze the activities and levels of members participation in Rejeki LumintuAos Cattle Farmers Group. Gunungpati. Semarang City. Participation is the level of an individualAos willingness to participate in activities organized by the group in an effort to achieve group goals. This study employed a descriptive analysis approach using a Likert scale. The results showed that the dairy farming activities started from upstream to downstream. Meanwhile, the level of participation of members in dairy farming obtained a score of 12. 61 with a presentation of 84. 09% into the high category. This meant that members of Rejeki LumintuAos Cattle Farmers Group have participated well in every activity carried out by the group. Keywords: Activities. Dairy cows. Farmer groups. Farming. Participation Agus Subhan Prasetyo. Aktivitas dan TindakanA PENDAHULUAN Sektor pertanian menjadi perhatian pemerintah baik dari tingkat pusat maupun tingkat daerah dengan fokus pembangunan sektor pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah pembangunan sektor pertanian dengan mengembangkan kelembagaan pertanian seperti pengembangan kelompok tani Pemerintah Peraturan Menteri Pertanian No. 62/PERMENTAN/SM. 050/12/2016 Tentang Pembinaan Kelembagaan Petani dimana peraturan tersebut memuat mengenai pengembangan kelompok tani menciptakan kemandirian kelompok tani dan peningkatan kemampuan anggota dalam pengembangan usahatani. Hal ini menjadikan kelompok tani sebagai wadah pengembangan petani dan pembangunan pertanian dari skala lokal hingga regional. Kelompok tani merupakan lembaga pertanian yang terbentuk karena memiliki kesamaan minat, kebutuhan, dan tujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha (Prasetyo et al. , 2. Kelompok tani menjadi kelembagaan pertanian penyalur program pemerintah dan berbagai kepentingan petani yang memiliki fungsi sebagai kelas belajar, wahana kerjasama, dan unit produksi (Anis et al. , 2020. Rustandi & Suhadji. Tolno et al. , 2. Kelompok tani ternak merupakan wadah kelembagaan pertanian untuk rakyat yang berprofesi sebagai peternak dan memiliki keinginan Anantanyu, . Amam et al. , . , menyatakan bahwa diharapkan mampu memotivasi petani untuk berpartisipasi dalam kelembagaan. Pengembangan kelompok tani ternak oleh pemerintah memerlukan kinerja kelompok tani yang baik dan peran pemerintah hingga ketingkat regional. Kelompok Rejeki Lumintu pertanian bagi peternak yang telah terbentuk sejak 1991 oleh masyarakat kelurahan Sumurrejo. Gunung-pati. Kota Semarang. Kelompok tani ternak Rejeki Lumintu menjadi kelompok yang dibina oleh Dinas Pertanian dan sering menjadi wadah penyaluran program oleh Dinas Pertanian Kota Semarang. Dinas Pertanian Kota Semarang sendiri memiliki program peningkatan produksi hasil peternakan dan pengembangan SDM pertanian sebagaimana direncanakan dalam Perubahan Kedua RENSTRA Dinas Pertanian Kota Semarang Tahun Program tersebut diharapkan mampu membangun sektor peternakan, memerlukan kelompok tani ternak yang baik sebagai wadah pelaksanaan program Dinas. Kelompok tani ternak harus didukung partisipasi anggota yang baik agar program yang diberikan ke kelompok dapat telaksana dengan baik (Muatip et , 2. Partisipasi anggota merupakan kemauan anggota kelompok dalam memberikan ide, pemikiran, waktu, dan materi untuk kepentingan kelompok. Partisipasi anggota dalam memikirkan, melaksanakan, dan mengevaluasi kinerja kelompok memiliki peran dalam keberlangsungan dan keberhasilan kelompok. Page 187 of 196 Agus Subhan Prasetyo. Aktivitas dan TindakanA Sebuah program atau tujuan anggota untuk saling bekerjasama dalam setiap kegiatan agar program dapat berjalan dengan baik dan tujuan tercapai. Melalui kerjasama dan partisipasi anggota yang terjadi membuat tujuan program dalam pembangunan pertanian dapat berhasil dan berjalan dengan baik (Puspitaningsih et al. , 2. Partisipasi anggota menjadikan anggota berkembang secara individu dan kelompok mampu berprestasi dan memiliki kecakapan kelompok yang baik. Berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang No 520/7870 Tentang Penetapan Kelompok Tani dan Kelompok Wanita Tani Kota Semarang Tahun 2019. KTT Rejeki Lumintu ditetapkan sebagai kelompok tani kelas kemampuan Utama dimana hanya dua kelompok tani yang mencapai kelas utama se-Kota Semarang dari 384 kelompok tani. Kelompok tani ternak Rejeki Lumintu sering menjadi kelompok tani percontohan atas sebuah program Dinas Pertanian. Hal ini menunjukan kelompok memiliki kecakapan yang baik dan mempu menjadi rujukan bagi kelompok tani ternak lain terkait keorganisasisan maupun budidaya. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan aktivitas dan tingkat partisipasi anggota dalam usahatani sapi perah di Kelompok Tani Ternak Rejeki Lumintu. METODE Penelitian ini dilaksanakan di Kelompok Tani Ternak Rejeki Kelurahan Sumurejo. Kecamatan Gunungpati. Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk mendeskripsikan dan menganlisis aktivitas dan tingkat partisipasi anggota dalam usahatani ternak sapi perah. Sugiyono . menjelaskan bahwa penelitian deskriptif merupakan suatu studi untuk menemukan fakta dan dapat diinterpretasikan dengan Fakta atau fenomena tersebut dijelaskan dengan pemberian skor, menggunakan pengukuran dengan Skala Likert. Skala likert merupakan pengukuran variabel berdasarkan kategori respon berurutan . kala ordina. Responden dalam penelitian ini Penentuan responden dilakukan secara purposive dengan pertimbangan bahwa mereka adalah anggota yang terlibat aktif dalam aktivitas usahatani sapi perah. Penilaian usahatani sapi perah didasarkan pada lima indikator, yaitu . partisipasi dengan cara memberikan informasi, . partisipasi untuk insentif materil, . partisipasi berjalannya kegiatan usahatani berjalan Menyampaikan pendapat sebagai solusi persoalan, dan Tingkat partisipasi anggota diukur dengan skor ordinal dalam tiga jawaban, masingmasing mewakili jawaban tinggi . , sedang . , dan rendah . HASIL DAN PEMBAHASAN Keadaan Kelompok Tani Ternak Rejeki Lumintu Kelompok Tani Ternak Rejeki Lumintu merupakan kelompok tani tertua di Kecamatan Gunungpati yang berdiri Kelompok berdasarkan kemauan peternak di daerah Page 188 of 196 Agus Subhan Prasetyo. Aktivitas dan TindakanA Sumurejo untuk membentuk kelompok serta memperbaiki kondisi ekonominya. Sebanyak 15 peternak terdaftar dalam kelompok dan diketuai oleh Bapak Nahrowi pada saat pendiriannya. Nama Rejeki Lumintu kelompok yang memiliki arti rejeki yang terus mengalir. Kegiatan beternak para anggota berawal dari pekarangan rumah masing-masing anggota. Berdasarkan aturan pemerintah terkait kesehatan lingkungan dan standar pembentukan dipindahkan ke tanah pemerintah Kota Semarang di dukuh Kaum RT 02 RW 04 Kelurahan Sumurejo. Kelompok menerima bantuan tanah dengan luasan 1,5 ha yang berupa ladang 000 m2 dan 7. 000 m2 untuk Perkembangan perhatian pemerintah kota yang baik mengembangkan fasilitas kelompok yang Kelompok tani ternak Rejeki Lumintu kemudian membangun jalan untuk memudahkan distribusi pakan dan memudahkan konsumen susu untuk mengakses area peternakan. Kantor kesekretariatan kemudian dibangun untuk administrasi kelompok, menjamu tamu dan tempat penyelenggaraan program penyuluhan oleh Dinas Kota Semarang. Pembangunan pengadaan musholla dan toilet untuk keperluan ibadah anggota ataupun yangberkunjung di area kandang. Kelompok tani ternak Rejeki Lumintu membangun rumah susu dan menerima bantuan alat penyimpanan susu untuk menjaga kualitas susu hasil produksi ketika pasar tidak mampu menyerap semua susu yang diproduksi. Produksi susu yang baik juga diiringi dengan efek limbah yang terus bertambah di area kandang komunal. Rumah kompos dibangun untuk mengolah limbah ternak menjadi pupuk kompos agar limbah ternak lebih bernilai dan tidak menjadi masalah lingkungan. Produksi kompos sebagian digunakan oleh kelompok yang mulai mencoba bertani padi organik dan sebagian lainya dijual ke kelompok tani Aktivitas Usahatani Sapi Perah Kelompok Tani Ternak Rejeki Lumintu Kegiatan anggota kelompok tani ternak Rejeki Lumintu dalam usahatani sapi perah terdiri dari kegiatan subsistem hulu, budidaya dan hilir. Anggota melakukan kegiatan di subsistem hulu berupa pemenuhan saprodi pakan, sarana pemeliharaan, dan pemerolehan Pakan yang digunakan peternak yaitu hijauan dan pakan pendamping terdiri dari tiga jenis bahan yaitu ampas Menurut Emawati, . bahwa pakan yang diberikan kepada ternak harus sesuai dengan gizi yang diperlukan dan juga menjaga agar ternak memiliki daya makan yang baik. Anggota melakukan kegiatan pemenuhan pakan dengan membeli bahan pakan tambahan dan mencari hijauan dengan menanam sendiri hijauan pakan di ladang hijauan kelompok dan ladang yang dimiliki pribadi pakan hijauan yang ditanam ada tiga jenis hijauan yaitu rumput raja, rumput gajah odot dan rumput bede yang ditanam ketika akhir bulan penghujan dan Sedangkan bibit yang digunakan yaitu Page 189 of 196 Agus Subhan Prasetyo. Aktivitas dan TindakanA berupa pedet, dara dan sapi laktasi yang diperoleh dari membeli dan dengan melakukan inseminasi buatan. Proses pemberian pakan, sanitasi, dilakukan rutin oleh peternak setiap harinya pada pagi dan sore hari. Anggota memberikan pakan dengan dua jenis pakan yaitu pemberian pakan penunjang produksi lalu pemberian pakan hijauan. Pakan penunjang diberikan ke ternak ketika telah melakukan sanitasi dan sebelum pakan hijauan. Pakan penunjang kebutuhan produksi diberikan 10-20 kg pakan per-ekor sesuai masa produksi sapi perah dengan komposisi 80% ampas tahu, 15% bungkil ketela dan 5% konsentrat, pemberian ampas tahu dan pakan tambahan dilakukan untuk menjaga konsistensi produksi susu. Hal ini didukung oleh Rusdiana & Wahyuning, . peningkatan produksi dapat dilakukan dengan peningkatan pakan penunjang dengan memanfaatkan ampas tahu, ampas bir atau limbah singkong. Pemberian pakan hijauan tidak difokuskan untuk menunjang produksi namun hanya sebagai pemenuhan kebutuhan ternak untuk memakan hijauan. Pemberian hijauan 4-6 kg per-ekor sebagai memakan rumput yang diberikan setelah pemberian pakan penunjang. Hasil penelitian Mukson et al. , . juga menyatakan bahwa pakan hijauan tidak berhubungan secara signifikan dengan produksi susu. Anggota kelompok tani ternak Rejeki Lumintu melakukan kegiatan sanitasi setiap sebelum pemerahan. Hal ini dilakukan karena anggota menyadari bahwa sanitasi penting bagi menjaga kesehatan ternak dan kualitas susu yang Kegiatan sanitasi yang dilakukan berupa membersihkan kandang dari feses, memandikan sapi dan tempat pakan menggunakan air bersih. sanitasi dilakukan pada kandang, pakan dan lingkungan agar ternak terhindar dari Utami et al. , . Wicaksono & Sudarwanto, . , yang menyatakan bahwa kebersihan dalam sanitasi memiliki peran dalam kualitas susu yang dihasilkan dan kesehatan pada ternak. Ambing sapi, tubuh sapi, debu di udara, peralatan yang kotor dan manusia yang melakukan pemerahan adalah sumber kontaminasi potensial untuk produk susu sapi (Permatasari, 2. Setelah proses sanitasi selesai, anggota kelompok tani ternak Rejeki Lumintu melakukan kegiatan pemerahan. Pemerahan dilakukan dua kali dalam sehari yaitu pagi dan sore. Pemerahan dilakukan masih dengan cara manual dikarenakan produksi yang bersifat pribadi sehingga kuantitas memerah masih kecil dan mampu dikerjakan anggota. Anggota kebersihan puting dan kondisi ambing setiap sebelum memerah dan setelah Syarif dan Harianto . menyatakan bahwa dalam manajemen diperhatikan proses-prosesnya mulai dari pra-pemerahan pembersihan ternak dan kandang untuk menghindari terkontaminasi bakteri pada susu, proses pemerahan, dan pasca pemerahan yang meliputi penyaringan susu hingga pengolahan susu. Anggota kelompok tani ternak Rejeki Lumintu memastikan terlebih Page 190 of 196 Agus Subhan Prasetyo. Aktivitas dan TindakanA dahulu kondisi puting ternak sebelum melakukan pemerahan. Putting sapi diolesi minyak agar memudahkan dalam proses pemerahan yang dilakukan. Pemerahan yang dilakukan peternak menggunakan teknik yang mereka kuasai berupa whole hand. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Nugroho . bahwa pada pemerahan susu ternak perah dengan pemerahan manual yang meliputi 3 cara manual dengan tangan yaitu whole hand, strippen, dan knivelen. Proses pemerahan dilakukan hingga susu diambing telah habis dan sebelum hormon pada puting habis agar tidak menyakitkan bagi ternak. Setiap kali pemerahan anggota mampu memperoleh 5-15 liter susu dari satu sapi yang diperah, kemudian susu yang dihasilkan akan dijual berupa susu murni. Susu yang dihasilkan mengalami proses penyaringan terelebih dahulu, kemudian dikemas perliter kedalam plastik. Susu yang sudah dikemas dijual dengan harga Rp 6. untuk pedagang, dan Rp 6. 500 untuk Tingkat Partisipasi Kelompok Tani Ternak Rejeki Lumintu Partisipasi anggota menjadi faktor keberhasilan aktivitas-aktivitas didalam kelompok tani. Aktivitas usahatani dan program kelompok tani dapat terlaksana dengan baik ketika adanya partisipasi Menurut (Susanto et al. , 2. keikutsertaan seseorang secara mental dan emosi dalam mengembangkan mendukung kondisi kelompoknya. Sutanto & Hendraningsih, . , juga menjelaskkan bahwa partisipasi diperlukan untuk menjamin keberlanjutan pembangunan, dimana individu dan lembaga harus saling berperan agar terjadi perubahan dalam konteks pembangunan. Tingkat pasrtisipasi anggota dapat dilihat dari partisipasi dengan cara memberikan informasi, partisipasi untuk insentif materil, partisipasi pelaksanaan untuk memastikan berjalannya kegiatan usahatani berjalan baik, pertisipasi menyampaikan pendapat sebagai solusi persoalan, dan partisipatif fungsional. Hasil penelitian menujukkan bahwa tingkat partisispasi anggota Kelompok Tani Ternak Rejeki Lumintu dalam usahatani sapi perah berada pada katagori tinggi dengan rerata total 12,61 atau 84,09 % dari total skor maksimal 18. Pengukuran indikator disajikan pada Tabel 1. Partisipasi dengan cara memberikan Skor partisipasi dengan cara memberikan informasi pada penelitian ini adalah 2,61 dengan persentase 87,10% termasuk dalam kategori tinggi. Kondisi ini disebabkan oleh aktifnya anggota dalam memberikan informasi kepada sesama anggota terutamnya dalam kegiatan rutin Falo & Nubatonis, . menyatakan bahwa pertemuan rutin menjadi media bagi anggota untuk informasi terbaru khususnya usahatani sapi perah. Kondisi ini terlihat dimana diwaktu pertemua rutin terdapat anggota mengenai berternak dan berorganisasi memberikan informasi ke anggota lain mengenai jadwal kehamilan dan cara perawatan ternak hamil kepada kelompok. Page 191 of 196 Agus Subhan Prasetyo. Aktivitas dan TindakanA Tabel 1. Rekapitulasi tingkat partisipasi anggota dalam usahatani sapi perah di kelompok tani ternak lumintu Tingkat Partisipasi Anggota Kelompok Tani Tenak Rejeki Lumintu Skor rata-rata Maks Skor Rata-rata Persentase Partisipasi dengan cara memberikan informasi 2,61 87,10 Partisipasi untuk insentif materil 2,13 70,97 Partisipasi pelaksanaan untuk memastikan berjalannya kegiatan usahatani berjalan baik 2,48 82,80 Pertisipasi Menyampaikan pendapat sebagai solusi persoalan 2,58 86,02 Partisipatif fungsional 2,81 93,55 12,61 84,09 Total Sumber: Data primer diolah Partisipasi untuk insentif materil Menurut Uceng et al. , . partisipasi untuk insentif materiil yaitu anggota kelompok berpartisipasi dengan cara menyediakan sumber daya seperti Nilai partisipasi untuk insentif materil dalam penelitian ini adalah 2,13 dengan persentase 70,97% termasuk dalam kategori sedang. Kategori sedang dikarenakan masih adanya anggota yag tidak melakukan pembayaran jika tidak menghadiri pertemuan rutin tanpa alasan yang sesuai dengan kesepatan yang telah di setujui bersama. Terdapat anggota memberikan alasan tidak mengetahui keputusan tersebut senhingga mereka keberatan untuk membayarkan denda yang telah disepakati. Partisipasi usahatani berjalan baik Tingkat partisipasi pelaksanaan untuk memastikan berjalannya kegiatan usahatani berjalan baik menunjukan katagori tinggi dengan skor 2,48 dengan presentase 82,80%. Hal ini terlihat dari anggota Kelompok Tani Ternak Rejeki Lumintu terlibat secara langsung dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dari sebuah kegiatan. Peternak perencanaan pendistribusian bantuan Dinas mengawasi pelaksanaan pada kelompok dan mengevaluasi kegiatan tersebut untuk Peternak terlibat secara langsung dalam kemitraan pakan dari perencanaan sampai evaluasi kemitraan yang telah Hal ini sesuai dengan Agus Subhan Prasetyo. Aktivitas dan TindakanA pendapat dari Anis et al. , . yang menyatakan bahwa partisipasi anggota yang baik memiliki anggota yang terlibat langsung dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan. Pertisipasi sebagai solusi persoalan Skor partisipasi menyampaikan termasuk dalam kategori tingga denga nilai 2,58 dengan persentase 86,02%. Anggota kelompok tani ternak Rejeki Lumintu memiliki respon yang baik dan ikut bereaksi pada permasalahan yang dihadapi oleh kelompok. Sebagaimana yang di katkan oleh Maleba & Rori, . bahwa keikutsertaan dalam berespon kepentingan merupakan bentuk partisipasi anggota kelompok dalam upaya mencapai tujuan kelompok. Hal ini terlihat dari anggota kelompok tani ternak Rejeki Lumintu ikut pendapat pada pembahasan masalah mengenai permasalahan pakan ternak, pendistribusian bantuan Dinas dan pertemuan rutin yang diselenggarakan. Selain itu, anggota kelompok tani ternak Rejeki Lumintu bertanggungjawab yang baik. Anggota kelompok tani ikut merasa tanggungjawab atas program dan kegiatan yang ada anggota turut memikirkan jalan keluar yang dihadapi oleh kelompok. Partisipatif Fungsional Partisipasi fungsional merupakan partisipasi dari anggota kelompok dengan membentuk kelompok untuk mencapai tujuan bersama (Uceng et al. , 2. Penelitian ini menunjukkan partisipasi fungsional termasuk dalam kategori tinggi dengan skor 2,81 atau presentase 93,55 Kondisi ini terlihat dari ketelibatannya anggota kelompok tani ternak Rejeki Lumintu dalam menentukan tujuan Anggota kelompok juga turut andil dalam kegiatan kelompok tani ternak untuk guna mencapai tujuan kelompok seperti beternak dengan efektif, menaikan Ramadoan et al. , . yang menyatakan bahwa dengan adanya tujuan yang ingin dicapai dalam sebuah kelompok akan menambah semangat dan menjadi Kondisi lain, tingginya partisipasi fungsional terlihat dari tingginya tingkat kehadiran anggota anggota kelompok tani ternak Rejeki Lumintu dalam pertemuan Pertemuan rutin yang ada dilakukan satu kali setiap bulannya. Anggota selalu pertemuan yang diselenggarakan oleh kelompok dan akan menyampaikan ijin jika berhalangan melaui anggota lainya. Selain itu, anggota anggota kelompok tani ternak Rejeki Lumintu selalu hadir dalam diseleenggarakan oleh Dinas Pertanian. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa aktivitas anggota kelompok tani ternak Rejeki Lumintu dalam usahatani sapi perah dimulai dari pemenuhan kebutuhan sarana produksi, dan kegiatan budidaya seperti pemberian pakan, sanitasi, pemerasan susu sapi hingga penjualan. Page 193 of 196 Agus Subhan Prasetyo. Aktivitas dan TindakanA Sedangkan indikator tingkat partisispasi anggota dalam usaha tani ternak di Kelmpok Tani Ternak Rejeki Lumintu termasuk dalam kategori tinggi dengan skor 12,61 datau 84,09% dari total skor Skor tersebut menunjukkan dapat mendukung tercapai tujuan dari sebuah kelompok. DAFTAR PUSTAKA