Pengaruh Audit Internal Terhadap Good Corporate Governance Pada Perusahaan Manufaktur Produk Rumah Tangga Alifiyah Qurrotul Ain. Wahyu Helmy Dimayanti Sukiswo PENGARUH AUDIT INTERNAL TERHADAP GOOD CORPORATE GOVERNANCE PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR PRODUK RUMAH TANGGA Alifiyah Qurrotul Ain. Wahyu Helmy Dimayanti Sukiswo. Prodi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. UPN AuVeteranAy Jawa Timur Correspondence author: A. Ain, 22013010184@student. Surabaya. Indonesia Abstract The implementation of Good corporate governance (GCG) values is a crucial factor for companies to operate efficiently and effectively, while maintaining stakeholder The environment is constantly changing. Internal audit plays a strategic role as a supervisory function that supports the implementation of corporate GCG. This study aims to examine the effect of internal audit on the implementation of good corporate governance (GCG) in household product manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2021Ae2023 period. This study is descriptive and quantitative, using secondary data from the annual reports of household product manufacturing companies listed on the IDX during the 2021Ae2023 The sample was selected purposively, yielding 10 companies. Data were analyzed using descriptive statistics, classical assumption tests, and simple linear The results of this study reveal that internal audit does not have a significant effect on the implementation of GCG in household product manufacturing Internal audits account for only 7. 4% of GCG implementation, while other factors, such as the board of commissioners, organizational culture, and internal control systems, influence the remaining 92. These results indicate that the company must integrate other factors, and cannot rely solely on internal audits for the success of GCG implementation. Keywords : good corporate governance, internal audit, manufacturing, household Abstrak Penerapan nilai-nilai Good corporate governance (GCG) menjadi faktor penting bagi perusahaan agar dapat beroperasi secara efisien dan efektif, serta menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan. terus berubah. Audit internal berperan strategis sebagai fungsi pengawasan yang menunjang implementasi GCG perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh audit internal terhadap penerapan good corporate governance (GCG) pada perusahaan manufaktur produk rumah tangga yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021Ae2023. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan data sekunder yang berasal dari laporan tahunan . nnual repor. perusahaan manufaktur di sektor produk rumah tangga yang terdaftar di BEI dalam kurun waktu 2021-2023. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling menghasilkan 10 perusahaan sebagai sampel. Data dianalisis dengan menggunakan metode yang terdiri dari uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan uji regresi linear sederhana. Hasil REMITTANCE JURNAL AKUNTANSI KEUANGAN DAN PERBANKAN VOLUME 06 NOMOR 02 DESEMBER 2025 ISSN 2774-2407 . -iss. | 2774-2288 . -iss. penelitian ini mengungkapkan bahwa audit internal tidak berpengaruh signifikan terhadap penerapan GCG pada perusahaan manufaktur sektor produk rumah tangga. Audit Internal hanya menjelaskan 7,4% penerapan GCG, sedangkan 92,6% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain seperti dewan komisaris, budaya organisasi, dan sistem pengendalian internal. Hasil ini menunjukan bahwa keberhasilan penerapan GCG tidak bisa hanya mengandalkan pelaksanaan audit internal saja namun harus diintegrasikan dengan faktor-faktor lainnya. Kata Kunci : good corporate governance, audit internal, manufaktur, produk rumah PENDAHULUAN Perkembangan industri manufaktur di sektor produk rumah tangga di Indonesia menunjukkan tren peningkatan seiring dengan semakin tingginya kebutuhan masyarakat terhadap produk yang menunjang kebersihan, kesehatan, dan kenyamanan rumah tangga. Industri ini tidak hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat, tetapi juga memberi andil signifikan bagi perekonomian negara dengan membuka peluang kerja dan menambah nilai dari produk produk dalam negeri (Amalia & Nurhanifah. Namun, seiring dengan makin ketatnya operasional yang terus bertambah, perusahaan manufaktur produk rumah tangga menghadapi beragam tantangan dari dalam maupun luar yang dapat berdampak pada kinerja dan kesinambungan usaha (Assyifa & Siska. Penerapan nilai nilai Good corporate governance (GCG) menjadi faktor penting untuk dapat beroperasi secara efisien dan efektif, serta menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan (Pakpahan et al. Sistem tata kelola perusahaan (GCG) mengutamakan nilai nilai transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan keadilan dalam seluruh proses pengelolaan bisnis (Rizal S & Zainal, 2. Implementasi GCG yang baik dipercaya dapat mengangkat nilai perusahaan, memperbaiki kinerja keuangan, meminimalkan risiko, serta memperkuat kepercayaan dari investor dan publik (Fizi & Helmina, 2. Dalam industri manufaktur. GCG juga berperan penting dalam memastikan kepatuhan terhadap regulasi, perlindungan konsumen, dan keberlanjutan bisnis di tengah dinamika pasar yang terus berubah. Audit internal mempunyai peranan strategis sebagai fungsi pengawasan yang perusahaan yang baik. Melalui pendekatan yang terstruktur dan sistematis, audit internal memaksimalkan efektivitas pengelolaan risiko, pengendalian internal, maupun proses tata kelola secara keseluruhan (Yuwono & Ellitan, 2. Fungsi audit internal tidak hanya terbatas pada pemeriksaan dan pengawasan, tetapi juga memberikan rekomendasi perbaikan yang berkelanjutan guna memastikan seluruh aktivitas perusahaan berjalan sesuai dengan standar operasional dan prinsip-prinsip GCG (Azizah et al. , 2. Audit internal yang efektif diharapkan mampu pemborosan, maupun kecurangan yang dapat merugikan perusahaan dan para pemangku Meskipun demikian, implementasi audit internal dalam mendukung penerapan GCG di perusahaan manufaktur produk rumah tangga masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sumber daya, kurangnya kompetensi auditor internal, serta belum lingkungan perusahaan (Sin, 2. Oleh karena itu, penelitian terkait pengaruh audit internal terhadap penerapan Good corporate governance (GCG) di perusahaan manufaktur Pengaruh Audit Internal Terhadap Good Corporate Governance Pada Perusahaan Manufaktur Produk Rumah Tangga Alifiyah Qurrotul Ain. Wahyu Helmy Dimayanti Sukiswo produk rumah tangga sangat relevan untuk Temuan dari studi ini diharapkan dapat memberikan sumbangan berarti bagi peningkatan kualitas tata kelola, sekaligus menjadi referensi bagi perusahaan dalam membangun sistem pengawasan internal yang lebih efisien dan berkelanjutan. Berdasarkan kriteria-kriteria tersebut, dilakukan seleksi terhadap 11 perusahaan dalam populasi. Hanya perusahaan yang memenuhi semua kriteria yang ditetapkan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini, sehingga jumlah sampel yang digunakan terdiri dari 10 perusahaan sebagai berikut: METODE PENELITIAN Tabel 2. Daftar Perusahaan Produk Rumah Tangga yang dijadikan sampel Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif untuk menguji hubungan antara audit internal . dan GCG . Data yang digunakan berupa data sekunder dari laporan tahunan . nnual repor. perusahaan manufaktur di sektor produk rumah tangga yang terdaftar di BEI dalam kurun waktu 2021-2023. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh perusahaan manufaktur yang bergerak di sektor produk rumah tangga dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, yakni dengan menetapkan kriteria tertentu guna memperoleh sampel yang sesuai dengan kebutuhan penelitian. Kriteria yang digunakan terdiri dari: Perusahaan termasuk dalam sub-sektor kosmetik dan keperluan rumah tangga atau peralatan rumah tangga yang tercatat di BEI. Perusahaan tersebut secara konsisten mempublikasikan laporan tahunan . nnual repor. selama tahun 2021-2023. Laporan tahunan yang diterbitkan memuat informasi terkait pelaksanaan audit internal serta penerapan prinsip-prinsip Good corporate governance (GCG). Tabel 1. Data Populasi dan Pemilihan Sampel Penelitian Berlandaskan Kriteria. KETERANGAN Jumlah Populasi Jumlah sampel yang tidak memenuhi Jumlah sampel yang memenuhi kriteria JUMLAH PERUSAHAAN KODE SAHAM ADES CINT WOOD KICI KINO LMPI TCID MBTO MRAT UNVR NAMA PERUSAHAAN PT. Akasha Wira International Tbk PT. Chitose Internasional Tbk PT. Integra Indocabinet Tbk PT. Kedaung Indah Can Tbk PT. Kino Indonesia Tbk PT. Langgeng Makmur Industri Tbk PT. Mandom Indonesia Tbk PT. Martina Berto Tbk PT. Mustika Ratu Tbk PT. Unilever Indonesia Tbk Penelitian ini mengandalkan data dokumentasi dari laporan tahunan . nnual repor. yang dikumpulkan melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan situs masing masing perusahaan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam studi ini ialah observasi dan analisis konten dari laporan tahunan . nnual repor. Setelah dikumpulkan, selanjutnya data dianalisis dengan bantuan perangkat SPSS (Statistical Package for the Social Science. Analisis ini bermaksud untuk mengukur pengaruh audit internal terhadap penerapan GCG. Adapun metode analisis data yang digunakan terdiri dari uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan uji regresi linear sederhana. Melalui serangkaian uji ini, penelitian dapat memberikan gambaran yang menyeluruh terkait hubungan antar variabel yang diteliti HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Data REMITTANCE JURNAL AKUNTANSI KEUANGAN DAN PERBANKAN VOLUME 06 NOMOR 02 DESEMBER 2025 ISSN 2774-2407 . -iss. | 2774-2288 . -iss. Dari data yang diperoleh, tercatat ada 11 perusahaan dalam sub sektor ini yang terdaftar di BEI. Namun, setelah dilakukan proses seleksi berdasarkan kelengkapan data dan relevansi informasi, hanya 10 perusahaan yang memenuhi kriteria dan digunakan sebagai sampel penelitian. Dengan rentang waktu tiga tahun, maka jumlah total data observasi yang dianalisis dalam penelitian ini adalah 30 sampel . perusahaan y 3 tahu. Deskripsi Indikator Untuk mengukur variabel Audit Internal dan Good corporate governance (GCG), penelitian ini memanfaatkan pendekatan skoring dengan mengacu pada berbagai indikator yang didapatkan dari laporan tahunan masing masing perusahaan. Indikator indikator ini dirumuskan berdasarkan literatur dan pedoman terkait guna memastikan bahwa proses pengukuran dapat dilakukan secara sistematis dan selaras dengan konsep teoritis Berikut rincian indikator yang Tabel 3. Indikator Variabel Audit Internal dan GCG. Variabel Audit Internal GCG Indikator Skala Skoring Sumber Terdapat Unit Audit Internal 0 = Tidak, 1 = Ya (Arifudin et , 2. (Utami et , 2. 0 = Tidak, 1 = Ya (Arifudin et , 2. 0 = Tidak, 1 = Ya (Arifudin et , 2. 0 = Tidak, 1 = Ya (Arifudin et , 2. (Utami et , 2. 0 = Tidak, 1 = Ya (Arifudin et al. 0 = Tidak, 1 = Ya (KNKG. Audit Internal Melaporkan Langsung ke Komisaris Jumlah Audit Internal Memadai (>3 Oran. Terdapat Laporan Hasil Audit Internal dalam Annual Report Terdapat Rekomendasi Audit Internal untuk Perbaikan Operasional Transparansi Variabel Skala Skoring Indikator Sumber Laporan Tahunan Publik & Terbuka Akuntabilitas Terdapat Struktur Organisasi & Fungsi Dewan Aktif Tanggung Jawab Terdapat Kepatuhan Regulasi yang Dilaporkan 0 = Tidak, 1 = Ya (KNKG, 0 = Tidak, 1 = Ya (KNKG. Independensi Tidak Ada Rangkap Jabatan Direksi & Komisaris 0 = Tidak, 1 = Ya (KNKG. Kewajaran Terdapat Perlindungan Hak Pemegang Saham 0 = Tidak, 1 = Ya (KNKG. Pada tingkat perusahaan, nilai Audit Internal dan GCG juga menunjukkan pola yang konsisten dari tahun ke tahun . 1Ae Sebagai berikut: Tabel 4. Nilai Skor Audit Internal per Perusahaan Nama Perusahaan ADES CINT WOOD KICI KINO LMPI TCID MBTO MRAT UNVR Audit Internal Audit Internal Audit Internal Pengaruh Audit Internal Terhadap Good Corporate Governance Pada Perusahaan Manufaktur Produk Rumah Tangga Alifiyah Qurrotul Ain. Wahyu Helmy Dimayanti Sukiswo Tabel 5. Nilai Skor GCG per Perusahaan Nama Perusahaan ADES CINT WOOD KICI KINO LMPI TCID MBTO MRAT UNVR GCG GCG GCG Berdasarkan tabel di atas, nilai GCG . engan nilai dominan sebesar . terlihat lebih tinggi dan stabil dibandingkan nilai Audit Internal . engan nilai dominan sebesar . Hal ini mengindikasikan bahwa mayoritas sampel penelitian sudah berhasil menerapkan GCG . ransparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajara. secara optimal, sesuai dengan konsep GCG yang dijelaskan oleh Chris . Sementara itu, nilai Audit Internal yang sebagian besar berada di angka 4 juga mengindikasikan bahwa penerapan fungsi pemeriksaan dan pengawasan internal telah dijalankan dengan baik, meskipun belum sepenuhnya berada pada tingkat optimal. Uji Statistik Deskriptif Tabel 6. Statistik Deskriptif Audit Internal GCG Valid N . istwise Minimum Maximum Mean Std. Deviation Berdasarkan hasil uji deskriptif pada tabel 6, diketahui bahwa variabel Audit Internal memiliki nilai minimum sebesar 3 dan maksimum sebesar 5, dengan rata-rata 3,9333. Standar deviasi data Audit Internal adalah 0,73968. Sementara itu, variabel GCG menunjukkan nilai minimum sebesar 3 dan maksimum sebesar 5, dengan rata-rata 4,9333. Standar deviasi untuk data GCG sebesar 0,36515. Nilai rata-rata yang relatif tinggi dari kedua variabel mengindikasikan bahwa sebagian besar perusahaan sampel telah mengimplementasikan audit internal dan prinsip-prinsip GCG dengan baik. Di samping itu, nilai standar deviasi GCG yang rendah juga menunjukkan bahwa tingkat penerapan GCG relatif seragam di antara sampel. Uji Regresi Linear Sederhana Model Summary Tabel 7. Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors : . Audit Internal Nilai koefisien korelasi (R) yang sebesar 0,272 menunjukkan bahwa hubungan Audit Internal dengan Good corporate governance termasuk positif tetapi relatif lemah. Adapun nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 0,074 berarti bahwa 7,4% perubahan nilai GCG dapat dijelaskan oleh variabel Audit Internal, sedangkan sisanya, yaitu 92,6%, dijelaskan oleh variabel lain yang tidak tercakup dalam penelitian ini. ANOVA Tabel 8. Anova Model 1 Regression Residual Total Sum of Square Mean Square Sig. Dependent Variable : GCG Predictors : (Constan. Audit Internal Hasil uji F menghasilkan nilai sebesar 2,244 dengan tingkat signifikansi (Sig. ) 0,145. Nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05 ini menunjukkan bahwa model regresi secara keseluruhan tidak signifikan, yang berarti variabel Audit Internal tidak berpengaruh Good governance (GCG) secara simultan. REMITTANCE JURNAL AKUNTANSI KEUANGAN DAN PERBANKAN VOLUME 06 NOMOR 02 DESEMBER 2025 ISSN 2774-2407 . -iss. | 2774-2288 . -iss. PENUTUP Coefficients Tabel 9. Coefficients Model (Constan. Audit Internal Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Dependent Variable : GCG Dari tabel koefisien dapat diketahui bahwa nilai konstanta . sebesar 5,462, yang berarti ketika nilai Audit Internal berada pada angka 0, nilai GCG diprediksi sebesar 5,462. Sementara itu, nilai koefisien regresi Audit Internal sebesar -0,134 mengindikasikan bahwa setiap peningkatan satu satuan pada Audit Internal dapat menurunkan nilai GCG sebesar 0,134 satuan, dengan asumsi variabel lain tidak berubah. Namun, berdasarkan uji t, nilai t hitung sebesar -1,498 dengan signifikansi 0,145 (> 0,. menunjukkan bahwa Audit Internal tidak berpengaruh signifikan terhadap GCG secara parsial. Pembahasan Hasil Penelitian Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa audit internal tidak berpengaruh signifikan terhadap penerapan GCG pada perusahaan manufaktur sektor produk rumah Meski kekuatannya lemah, menandakan penerapan GCG dipengaruhi pula oleh faktor lain seperti dewan komisaris, budaya organisasi, dan sistem pengendalian internal. Temuan ini berbeda dengan beberapa penelitian terdahulu (Arifudin et al. , 2020. Maryana & Nurafizah, 2020. Wahyu et al. yang menyatakan bahwa audit internal berdampak signifikan terhadap penerapan GCG. Perbedaan ini dapat dijelaskan dengan metode pengumpulan data dan pendekatan pengukuran yang digunakan. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari annual report, bukan data primer seperti penelitian Oleh sebab itu, diperlukan studi lanjutan dengan variabel dan metode yang lebih komprehensif guna memahami lebih dalam berbagai faktor yang dapat memengaruhi kualitas penerapan GCG. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Audit Internal terhadap penerapan Good corporate governance (GCG) pada perusahaan manufaktur produk rumah tangga yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021Ae2023. Hasil pengujian dengan analisis regresi linear sederhana mengungkapkan bahwa Audit Internal tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap penerapan GCG. Hal ini berarti bahwa keberadaan dan pelaksanaan Audit Internal belum dapat dijadikan faktor penentu dalam implementasi GCG bagi perusahaan sampel. Nilai koefisien determinasi (RA) juga mengindikasikan bahwa Audit Internal hanya menjelaskan 7,4% variasi dari penerapan GCG, sedangkan 92,6% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel penelitian ini. Diperlukan penelitian lanjutan dengan memperluas jumlah variabel atau dengan metode yang lebih mendalam guna komprehensif terkait peran Audit Internal dalam mendukung penerapan GCG di perusahaan manufaktur produk rumah tangga. DAFTAR PUSTAKA