Volume 14. Nomor 1. Agustus 2022 REDAKSI Penanggung jawab : Dr. Munawaroh. Kes Dr. Heny Sulistyowati. Hum Dr. Nurwiani. Dr. Nanik Sri Setyani. Redaksi: Ketua Sekretaris Reviewer : Ir. Slamet Boediono. Si. : Dr. Abd. Rozak. Pd. Safiil Maarif. : Dr. Wiwin Sri Hidayati. Pd ( Bidang Pendidikan Matematik. Nahlia Rahmawati. Si (Bidang Matematik. Mitra Bestari Dr. Warly. Pd (Universitas Ronggolawe Tuba. Dr. Iis Holisin. Pd (Universitas Muhammadiyah Surabay. Penerbit : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Jombang Alamat : Program Studi Pendidikan Matematika Kampus STKIP PGRI Jombang Jln. Pattimura i/20 Jombang. Telp : . 861319 stkipjb@gmail. PENGANTAR REDAKSI Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menerbitkan jurnal AuedumathAy volume 14 Nomor 1 edisi Agustus 2022. Penerbitan jurnal AuedumathAy ini untuk memfasilitasi dosen program studi pendidikan mempublikasikan hasil karya yang dihasilkan. Jurnal ini berisikan tentang artikel yang membahas tentang matematika dan pendidikan matematika. Kami menyadari bahwa jurnal AueduMATHAy ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat konstruktif selalu kami harapkan demi kesempurnaan jurnal ini. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada Mitra Bestari dan semua pihak yang telah berperan serta dalam penerbitan jurnal AueduMATHAy ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin. KETENTUAN PENULISAN Artikel yang dimuat dalam jurnal meliputi naskah tentang hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian teori, aplikasi teori dan tinjauan kepustakaan tentang pendidikan Matematika atau matematika Naskah belum diterbitkan dalam jurnal dan media cetak lain. Naskah merupakan karya orisinal, bebas dari plagiasi dan mengikuti etika penulisan. Segala sesuatu yang menyangkut perijinan pengutipan, penggunaan softwere untuk pembuatan naskah atau ihwal lain yang terkait dengan HAKI yang dilakukan oleh penulis artikel, berikut konsekuensi hukum yang mungkin timbul karenanya menjadi tanggung jawab penulis naskah. Semua naskah ditelaah oleh mitra bestari yang ditunjuk oleh penyunting menurut bidang Penulis diberikan kesempatan untk melakukan revisi naskah atas dasar saran dari mitra bestari atau penyunting. Kepastian pemuatan naskah atau penolakan akan diberitahukan secara tertulis. Ketentuan penulisan naskah: Naskah ditulis dengan 1. 5 spasi, kertas A4, panjang 10-20 halaman. Berkas naskah ditulis dalam microsoft word, dan diserahkan melalui Sistimatika penulisan : Hasil penelitian . Judul. Nama penulis. Abstrak. Kata kunci. Pendahuluan. Metode . Hasil penelitian. Pembahasan. Simpulan dan saran. Daftar Hasil non penelitian . Judul. Nama penulis. Abstrak. Kata kunci. Pendahuluan. Bahasan Utama. Penutup atau Simpulan. Daftar rujukan P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 EduMath Volume 14 Nomor 1. Agustus 2022 Halaman 66- 72 PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS VII PADA MATERI ARITMETIKA SOSIAL yaEyayayayayayau yaAyayaoyauyaoya , yaeyaoyaya yaeyaoyayaoyayayaoyayaya Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Hasyim AsyAoari Jombang durotulamala88@gmail. sarisaraswati@unhasy. Abstrak: Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh model problem based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi aritmetika sosial. Rancangan penelitian ini menggunakan posttest only control Jenis penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VII sebanyak 36 siswa sebagai kelas eksperimen dan 39 siswa sebagai kelas Instrumen penelitian menggunakan tes. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada taraf signifikasi 5% diperoleh tAhitung > t tabel 5,454 > 2,027. Hal ini berarti bawa terdapat pengaruh model problem based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi aritmetika sosial kelas VII. Kata Kunci: Problem Based Learning. Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika. Aritmetika Sosial. PENDAHULUAN D Matematika memiliki peranan penting Menurut (Siswono, 2. pemecahan masalah dalam aspek kehidupan, matematika bukan merupakan usaha individu dalam memecahkan hanya kumpulan rumus dan perhitungan tetapi masalah untuk menemukan suatu solusi. matematika dapat diterapkan di kehidupan Membiasakan sehari-hari Sejalan dengan (Fendrik, 2. sangatlah penting karena dapat melatih berpikir bahwa matematika merupakan salah satu kritis dan logis. Hal ini sesuai dengan bidang ilmu yang memiliki pengaruh penting dalam kehidupan, karena matematika dapat bahwa proses pembelajaran matematika perlu diutamakan kemampuan pemecahan masalah, kemampuan siswa dalam berpikir kritis, logis, karena hal ini dapat membiasakan siswa untuk dan tepat dalam menyelesaikan sebuah masalah yang terjadi di dalam kehidupan mereka sehari- menyelesaikan masalah yang mereka hadapi. Oleh karena itu, menumbuhkan kemampuan (Prihono & Khasanah, 2. P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 pemecahan masalah matematika, diperlukan kemampuan pemecahan masalah. Oleh karena banyak berlatih dalam memecahkan masalah dibiasakan menyelesaikan masalah berkaitan kemampuan pemecahan masalah matematika dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu merupakan kemampuan yang dimiliki siswa model pembelajaran yang dapat menumbuhkan kemampuan pemecahan masalah matematika dengan memperhatikan tahap-tahap pemecahan siswa adalah Problem Based Learning (PBL). soal-soal. Menurut (Noor. Menurut (Husen, 2. , problem based Berdasarkan wawancara bersama guru learning merupakan model pembelajaran yang matematika di MTs Nurul QurAoan Jombang bertujuan mendorong proses berpikir kritis siswa dalam memecahkan masalah. Penerapan pembelajaran yang sering terjadi adalah siswa kesulitan dalam menyelesaikan soal yang berbentuk soal non rutin dan soal cerita. masalah matematika siswa melalui kegiatan Akibatnya, kemampuan pemecahan masalah dan kreativitas siswa saat penyelidikan suatu siswa rendah. Hal ini sejalan dengan (FITRI et , 2. bahwa rendahnya kemampuan problem based learning, siswa tidak saja Aktivitas kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal penjelasan materi yang diberi guru, akan tetapi Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya kemampuan pemecahan masalah mengkomunikasikan serta pengetahuan yang didapat siswa. Penggunaan mengerjakan soal yang menuntut pemecahan masalah maupun soal cerita. diajarkan, mendorong siswa untuk berpikir Salah satu materi matematika yang banyak menyajikan soal cerita yang berkaitan membangkitkan minat siswa agar terpacu sehari-hari aritmetika sosial. Menurut (Mariam Marlina et , 2. siswa beranggapan jika aritmetika (Amir,2. sosial merupakan salah satu pelajaran yang (Simatupang Surya. PBL membingungkan dan sulit, baik materi maupun latihan soal. Siswa kesulitan dalam memahami pengaruh terhadap kemampuan pemecahan maksud sehingga berdampak pada rendahnya masalah matematika siswa SMP. Sejalan P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 dengan (Sri Elita et Penelitian ini dilakukan di MTs Nurul PBL QurAoan Jombang. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Subjek mempunyai pengaruh terhadap kemampuan penelitian ini adalah kelas VII. 4 sebanyak 36 pemecahan masalah matematis. Penerapan siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas VII. PBL diharapkan dapat menjadi salah satu cara sebanyak 39 siswa sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan pemecahan masalah. Seperti halnya penelitian metode tes. Instrumen penelitian berupa soal (Supiandi et al. , 2. dari hasil penelitiannya tes berbentuk uraian sebanyak 2 item. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial. PBL Analisis memecahkan masalah sebesar 17,733 % dan memperoleh gambaran terkait karakteristik hasil belajar koognitif siswa sebesar 23. distribusi skor dari hasil tes kemampuan penelitian serupa telah banyak dilakukan, namun belum dijumpai penelitian pada materi indikator kemampuan pemecahan masalah aritmetika sosial. siswa disajikan pada tabel 1. Berdasarkan Aspek Memahami Masalah uraian tersebut maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika kelas VII pada materi aritmetika sosial. Membuat METODE PENELITIAN Penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Rancangan penelitian ini menggunakan posttest only control design dengan melibatkan dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen diberi perlakuan berupa model problem based learning dan kelas Keterangan Tidak menafsirkan atau salah dalam menafsirkan Salah sebagian soal Menafsirkan soal dengan Tidak membuat rencana atau membuat rencana yang tidak sesuai Membuat pemecahan yang tidak rencana tersebut tak bisa Membuat rencana yang sesuai tapi hasilnya salah atau tidak ditemukan Membuat rencana sesuai tapi belum lengkap Membuat rencana sesuai langkah penyelesaian & menuju ke solusi yang Adapun Skor P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 Melaksana masing kelas diperoleh data nilai siswa. Tidak Melaksanakan rencana 1 penyelesaian yang sesuai dan kemungkinan mendapat jawaban yang tepat namun salah dalam selanjutnya dapat dilihat rata-rata. Tabel 2. Rata-rata Hasil Posttest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Melaksanakan rencana 2 penyelesaian yang sesuai dan memperoleh hasil yang tepat. Memeriksa Tidak ada pemeriksaan. Pemeriksaan dilakukan tetapi tidak sempurna Pemeriksaan dilakukan untuk dapat Kelas Rata-rata Posttest Eksperimen 79,03 Kontrol 51,54 Tabel 2 menunjukkan bahwa kelas eksperimen yang menggunakan model problem based learning memperoleh rata-rata 79,03 yang artinya rata-rata tersebut telah mencapai Sumber: Amam . KKM kelas yakni 72. Sedangkan kelas kontrol Analisis inferensial digunakan untuk menguji hipotesis peneliti, yaitu terdapat memperoleh rata-rata 51,54 yang artinya rata- pengaruh problem based learning terhadap rata tersebut masih di bawah KKM kelas yakni kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII pada materi aritmetika sosial. Pengujian hipotesis menggunakan uji T-test Data hasil penelitian berupa nilai siswa dengan kriteria jika t hitung > t tabel maka H0 dalam memecahkan masalah selanjutnya diuji secara inferensial. Adapun hasil pengujian ditolak dan H1 diterima dan jika t hitung O normalitas pada table 3 berikut. t tabel maka H0 diterima dan H1 ditolak. Uji Tabel 3. Hasil Uji Normalitas Kelas prasyarat yaitu uji normalitas menggunakan Eksperimen dan Kelas Kontrol Kolmogorov-Smirnov serta uji homogenitas Data menggunakan Uji Fisher (F) pada taraf Kelas Kelas Eksperimen Kontrol ycyeayeCyeUyei 0,1056 ycyeiyeCyeEyeIyes 0,2266 0,218 signifikasi 5 %. Jumlah Siswa HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian dilakukan dengan memberikan = 0,05 perlakuan pada kelas eksperimen dan kelas Berdasarkan hasil tes pada masing69 P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 Berdasarkan tabel 3, hasil uji normalitas Berdasarkan table 5, diperoleh bahwa kedua kelas memperoleh yaycoycaycoyc lebih kecil dari data taraf signifikasi 0,05 ycAEaycnycycycuyci > ycycycaycayceyco yaitu yaycycaycayceyco dengan nilai 0,1056 < 0,2266 pada ycAEaycnycycycuyci = 5,454 > ycycycaycayceyco = 2,027 artinya ya0 kelas eksperimen dan 0. 157 < 0,2178 pada ditolak dan ya1 maka terdapat pengaruh model kelas kontrol, sehingga data pada kedua kelas problem based learning terhadap pemecahan berdisribusi normal. Sedangkan hasil pengujian masalah matematika siswa homogen varians dari kedua kelas disajikan Sesuai dengan data yang diperoleh, nilai pada tabel 4. rata-rata dan kelas kontrol 51,54. Perlakuan yang Eksperimen dan Kelas Kontrol Kelas Kelas Eksperimen Kontrol 281,17 684,41 Varians masalah matematika kelas eksperimen 79, 03 Tabel 4. Hasil Uji Homogenitas Kelas Data ycyeOyeOyeiyenyeayeO 2,434 ycyeiyeCyeEyeIyes 1,731 diberikan pada kelas eksperimen menunjukkan nilai rata-rata lebih baik dibandingkan kelas Hal ini sesuai dengan hasil penelitian (Oktaviana & Haryadi, 2. bahwa rata-rata menggunakan model PBL lebih besar daripada rata-rata Berdasarkan table 4, uji homogenitas dengan menggunakan pembelajaran langsung. menunjukkan bahwa yaEaycnycycycuyci > yaycycaycayceyco dengan Pada analisis inferensial pada tabel 3 dan nilai 2,434 < 1,731 sehingga kedua kelas 4 diperoleh bahwa data kedua kelas normal memiliki varians yang tidak sama atau namun tidak homogen. Berdasarkan (Sianturi. Oleh karena itu, pada pengujian 2. data tidak homogen disebabkan karena . etidakhomogenan Hasil pengujian tersebut disajikan kelompok yang dibandingka. Varians yang pada table 5. tidak homogen dikarenakan proses sampling Tabel 5. Hasil Uji Hipotesis Kelas yang salah, penyebaran . embagian kelompok Eksperimen dan Kelas Kontrol Data eksperimen dan kontro. yang kurang baik. Kelas Kelas Oleh karena data tidak homogen maka dalam Eksperimen Kontrol pengujian hipotesis pada varian yang tidak yeiAyeOyeOyeiyenyeayeO 5,454 homogen digunakan t-test dengan separated yeiyeiyeCyeEyeIyes 2,027 varian Sugiyono . Hasil uji t-test menunjukkan bahwa ycAEaycnycycycuyci > ycycycaycayceyco yaitu ycAEaycnycycycuyci = 5,454 > ycycycaycayceyco = 2,027 artinya ya0 P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 ditolak dan ya1 maka terdapat pengaruh model Destianingsih. Pasaribu. , & Ismet. Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Pada Pembelajaran Fisika Kelas Xi Di Sma Negeri 1 Tanjung Lubuk. Jurnal Inovasi Dan Pembelajaran Fisika, 1Ae6. problem based learning terhadap pemecahan masalah matematika siswa. Hasil ini sejalan denga(Destianingsih et model problem learning terhadap kemampuan pemecahan FITRI. Adhirakasiwi. , & Utami, . Analisis Kesulitan Siswa Smp dalam Menyelesaikan Soal Cerita Aritmatika Sosial. Prosiding Sesiomadika, 1. , 1, 295Ae302. masalah matematika siswa pada pembelajaran fisika kelas XI di SMA Negeri 1 Tanjung Lebuk. Pendapat serupa juga dikemukakan (Yusri. PBL Mariam Marlina. Setiawan. Al Barokah Sindangkerta. Cikadu Kecamatan Sindangkerta. Bandung Barat. Siliwangi Bandung. , & Terusan Jendral Sudirman. Analisis Kesulitan Siswa Mengerjakan Soal pada Materi Aritmatika Sosial Kelas VII. , 2373Ae2384. berpengaruh pada kemampuan pemecahan masalah siswa. PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika Noor. Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Model Cooperative Script. EDU-MAT. Jurnal Pendidikan Matematika, 2 . , siswa pada materi aritmetika sosial yang diajar menggunakan model problem based learning lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada kelas kontrol dengan rata-rata hasil posttest kelas eksperimen Oktaviana. , & Haryadi. Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning(PBL) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Mahasiswa. AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 9. , 1076. https://doi. org/10. 24127/ajpm. 79,03 sedangkan kelas kontrol 51,54, dan hasil ycAEaycnycycycuyci > ycycycaycayceyco 5,454 > 2,027 disimpulkan bahwa model problem based kemampuan pemecahan masalah matematika Prihono. , & Khasanah. PengaruhModel Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matemayis Siswa Vi SMP. EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika, 8. https://doi. org/10. 20527/edumat. siswa kelas VII pada materi aritmetika sosial DAFTAR PUSTAKA