JSIP 11 . Journal of Social and Industrial Psychology http://journal. id/sju/index. php/sip Hubungan Beban Kerja dengan Stres Kerja Pada Wanita Peran Ganda yang Berprofesi Sebagai Perawat Vania Salsabila Aurellia A. Rahmawati Prihastuty Jurusan Psikologi. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Semarang. Indonesia Info Artikel Abstrak ________________ ___________________________________________________________________ Keywords: beban kerja, stres kerja, ____________________ Perawat memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar sehingga perawat rentan untuk mengalami stres kerja. stres yang terjadi di lingkungan kerja dapat terjadi dikarenakan terdapat hal-hal yang dapat mempengaruhi salah satunya yaitu beban kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan stres kerja pada wanita peran ganda yang berprofesi sebagai Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif korelasional dengan teknik pengambilan sampel nonprobability sampling yaitu snowball sampling. Sebanyak 150 responden diperoleh dengan kriteria yaitu . wanita yang bekerja sebagai perawat, . sudah menikah dan memiliki anak, dan . bertempat tinggal di Kota Semarang. Proses analisis dilakukan dengan bantuan software pengolah data yakni SPSS. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan positif antara beban kerja dengan stres kerja pada wanita yang berprofesi sebagai perawat. Abstract Nurses have big duties and responsibilities so nurses are vulnerable to work stress. Stress that occurs in the work environment can occur because there are things that can affect one of them, namely the workload. This study aims to determine the relationship between workload and work stress in women with dual roles who work as This research method uses correlational quantitative with non-probability sampling technique, namely snowball sampling. A total of 150 respondents were obtained with the criteria that . women who work as nurses, . are married and have children, and . reside in the city of Semarang. The analysis process is carried out with the help of data processing software. The results of this study indicate that there is a positive relationship between workload and work stress in women who work as nurses. ___________________________________________________________________ Alamat korespondensi: Gedung A1 Lantai 2 FIP Unnes Kampus Sekaran. Gunungpati. Semarang, 50229 E-mail: vaniasalsabilaaurellia@students. ISSN 2964-4135 PENDAHULUAN Wanita yang memiliki sebuah profesi atau tenaga professional sering disebut dengan wanita karir. Wanita karir identik dengan wanita yang pintar dan modern. Ada beberapa alasan mengapa wanita memilih untuk terjun dalam dunia karir, antara lain yaitu karena faktor Pendidikan, faktor keadaan dan kebutuhan perekonomian, untuk mengembangkan potensi, dan Banyak wanita karir yang telah menikah dan memiliki anak. Hal tersebut dapat membuat wanita memiliki peran ganda. Wanita peran ganda yaitu wanita yang melakukan dua peran sekaligus yaitu peran sebagai ibu rumah tangga dan peran sebagai wanita karir. Wanita karir sudah menjadi suatu hal yang biasa di Indonesia. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik Vania Salsabila Aurellia / Journal of Social and Industrial Psychology 11 . (BPS), sebanyak 50,70 juta penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja adalah perempuan pada Jumlah tersebut meningkat 2,63% dibandingkan pada tahun sebelumnya yaitu sebanyak 49,40 juta orang. Kemudian Sebanyak 9,8% pekerja perempuan merupakan tenaga profesional, teknisi dan tenaga lainnya. Pekerja perempuan yang ada di posisi tenaga usaha jasa sebesar 9,22%. Berdasarkan laporan terbaru oleh WHO yang dilansir dari (Prasetyani, 2. terkait kesetaraan gender dalam profesi kesehatan menyatakan bahwa dua per tiga sumber daya manusia di sektor kesehatan secara global adalah perempuan. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya laporan statistik yaitu 79% perempuan di Asia Tenggara memiliki profesi sebagai perawat sedangkan 21% adalah perawat laki-laki. Selain itu. Berdasarkan data yang dilansir dari (Destaviani, 2. dijelaskan bahwa terdapat 92,3% perawat yang terdaftar adalah wanita. Perawat merupakan salah satu profesi jasa di bidang kesehatan yang banyak dibutuhkan di Indonesia. Karena seiring dengan kondisi dan perkembangan globalisasi seperti sekarang ini, kebutuhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan juga semakin meningkat. Banyaknya rumah sakit atau klinik kesehatan yang baru dibuka merupakan salah satu upaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. perkembangan globalisasi seperti sekarang ini, kebutuhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan juga semakin meningkat. Banyaknya rumah sakit atau klinik kesehatan yang baru dibuka merupakan salah satu upaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Perawat memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar. Perawat membantu dokter dalam hal menyembuhkan dan melayani kebutuhan pasien di rumah sakit atau klinik. Perawat selalu dibutuhkan oleh rumah sakit atau klinik guna membantu dan merawat pasien hingga sembuh. Sehingga perawat harus senantiasa bersikap profesional di hadapan pasien. Menurut Kementrian Kesehatan RI pada tahun 2017 yang dilansir dari penelitian yang dilakukan oleh (Azteria & Hendarti, 2. bahwa sebesar 60,6% pekerja mengalami depresi dan sebesar 57,6% pekerja mengalami insomnia. Selain itu, hasil survei yang dilakukan oleh PPNI pada tahun 2018 menyatakan bahwa sekitar 50,9% perawat di Indonesia mengalami stres kerja. Menurut riset dari Word Health Organization pada tahun 2011 yang dilansir dari penelitian (Kalendesang. Bidjuni, & Malara, 2. , beberapa negara di Asia Tenggara termasuk Indonesia, ditemukan bahwa perawat yang bekerja di rumah sakit mengalami stres kerja. Stres kerja merupakan respon psikologis dan emosional yang tidak terkontrol muncul karena berinteraksi dengan lingkungan fisik dan non fisik (Anita. Tjitrosumarto, & Setyohadi, 2. Stres dalam pekerjaan dianggap sebagai proses interaksi antara individu dengan lingkungan kerja yang merepresentasikan akumulasi emosi negatif yang timbul oleh pekerjaan. Reaksi negatif tersebut berujung pada pengalaman stres yang tinggi dalam jangka waktu yang cukup panjang sehingga pada akhirnya mempengaruhi kesehatan fisik dan mental. Respon terhadap stres dapat ditampilkan dalam 3 bentuk yaitu betuk fisik, perilaku, dan psikologis. Gejala yang ditimbulkan dalam bentuk fisik antara lain mulut kering, tangan lembab, sesak nafas, migrain, diare, dan lain sebagainya (Stephen P & Cary Cooper . alam (Roboth, 2. )). Terjadinya stres kerja pada individu karena disebabkan oleh beberapa faktor. Menurut (Mangkunegara, 2017, p. , ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi stres kerja yaitu beban kerja yang terlalu berat, waktu yang mendesak, kualitas pengawasan kerja yang rendah, iklim kerja yang tidak sehat, otoritas kerja, konflik kerja, dan perbedaan nilai antara karyawan dan pemimpin. Selain itu, menurut terdapat beberapa faktor yang menyebabkan stres kerja diantaranya yaitu penyebab fisik, suhu dan kelembapan, beban kerja, sifat pekerjaan, kebebasan, dan kesulitan dalam bekerja. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Mardiani . alam (Kalendesang et al. , 2. ) terdapat hasil bahwa beban kerja yang melebihi kemampuan akan mengakibatkan kelelahan kerja. Beban kerja yang berlebihan . dapat juga menyebabkan pekerja menjadi kelelahan . , apabila kelelahan tidak diistirahatkan maka dapat pula menyebabkan pekerja menjadi sakit. Menurut Muhith . alam (Sari & Rayni, 2. ) menjelaskan beban kerja dapat disebabkan Vania Salsabila Aurellia / Journal of Social and Industrial Psychology 11 . oleh tingkat keahlian yang dituntut terlalu tinggi, kecepatan kerja mungkin terlalu tinggi, volume kerja mungkin terlalu banyak, dan sebagainya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh (Sari & Rayni, 2. didapatkan hasil bahwa beban kerja perawat sebagian besar sedang yaitu 11 responden dan stres kerja perawat sebagian besar merupakan stres sedang yaitu sebanyak 6 responden . ,5%) maka hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan stres kerja perawat di suatu rumah sakit. Penelitian serupa yang dilakukan oleh (Astuti, 2. terdapat hasil bahwa adanya hubungan beban kerja dengan tingkat stres perawat pelaksana di ruang instalasi rawat inap RS Bhayangkara Makassar. Terdapat pula penelitian yang dilakukan oleh (Elvinawati, 2. memiliki hasil bahwa ada hubungan beban kerja dengan stres kerja perawat pelaksana di ruang rawat inap RSUD Dr. Moewardi Surakarta dengan rata-rata kategori beban kerja sedang dan stres kerja sedang. Peneliti telah melakukan studi pendahuluan dengan wawancara kepada 8 orang wanita peran ganda yang bekerja sebagai perawat dengan hasil bahwa 5 orang perawat merasakan stres akibat dari beban kerja atau tuntutan kerja yang tinggi. Selain itu peneliti juga melakukan studi pendahuluan dengan menggunakan kuesioner terkait dengan stres kerja dan beban kerja yang disebarkan kepada 30 wanita peran ganda yang berprofesi sebagai perawat di Kota Semarang didapatkan hasil bahwa, 19 wanita peran ganda sering mengalami beban kerja yang berlebihan sehingga mereka merasa mengalami stres kerja. Kemudian, 11 wanita peran ganda mengalami beban kerja sedang dengan 6 diantaranya mengalami stres kerja dan 3 diantaranya merasa tidak mengalami stres kerja serta2 wanita peran ganda lainnya tidak merasa terbebani oleh pekerjaan dan juga tidak merasa mengalami stres kerja. Maka berdasarkan hal tersebut apabila perawat khususnya yang memiliki peran ganda telah mengalami stres kerja akan berdampak pada aktivitas kehidupan sehari-harinya. Sehingga stres kerja beserta faktor yang mempengaruhi yaitu beban kerja perlu dikaji lebih lanjut lagi karena hal ini merupakan hal yang penting untuk dilakukan, karena tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan beban kerja dengan stres kerja pada wanita peran ganda yang berprofesi sebagai perawat. Dengan demikian, hasil dari penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi bagi instansi rumah sakit dan pembaca khususnya perawat yang memiliki peran ganda. METODE Penelitian ini menggunakan metode kuantitaif korelasional. Menurut (Sugiyono, 2013, p. penelitian dengan metode ini dilakukan untuk meneliti hubungan antara dua variabel yang Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan bantuan software pengolah data yakni SPSS. Selanjutnya data tersebut akan dikaji dan diberikan pembahasan sesuai dengan tujuan penelitian. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu variabel beban kerja sebagai variabel dependen dan variabel stres kerja sebagai variabel independen. Beban kerja merupakan suatu kegiatan yang berat atau ringannya pandangan atau anggapan yang dimiliki oleh seorang tenaga kerja dalam hal ini adalah perawat yang merupakan sekumpulan kegiatan atau tugas-tugas yang harus diselesaikan oleh perawat sesuai dengan waktu yang ditentukan. Stres kerja merupakan suatu respon adaptif dengan munculnya penyimpangan fisiologis atau psikologis yang dapat mempengaruhi respon fisik, mental, dan emosi akibat dari tuntutan lingkungan, keterampilan, kemampuan, dan nilai yang dimiliki individu dengan tuntutan pekerjaan dan organisasi. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala beban kerja berupa kuesioner yang disusun berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi beban kerja perawat menurut Tarwaka dalam (Elizar, 2. Sedangkan variabel stres kerja menggunakan kuesioner yang disusun berdasarkan aspek-aspek stres kerja menurut Robbins and Judge dalam (Sembiring, 2. Skala tersebut menggunakan model skala likert dengan empat pilihan jawaban yaitu, yaitu (SS) sangat Vania Salsabila Aurellia / Journal of Social and Industrial Psychology 11 . sesuai, (S) sesuai, (TS) tidak sesuai, dan (STS) sangat tidak sesuai. Kedua skala tersebut telah diuji validitasnya menggunakan validitas isi dengan melalui tahap exspert judgment yaitu dosen Sedangkan untuk uji reliabilitas, kedua skala tersebut telah diuji dan dapat dikatakan reliabel karena nilai tingkat keandalan CronbachAos Alpha . andalah >0,60. Dengan hasil uji reliabilitas pada skala beban kerja yaitu sebesar 0,939 dan uji reliabilitas pada skala stres kerja sebesar 0,911. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan nonprobability sampling dengan teknik snowball sampling karena populasi responden tidak diketahui secara pasti dengan kriteria responden yaitu wanita yang bekerja sebagai perawat, sudah menikah dan memiliki anak, serta bertempat tinggal di Kota Semarang. HASIL DAN PEMBAHASAN Stres kerja menurut (Ivancevic. Konopaske, & Matteson, 2008, p. merupakan sebuah bentuk respon adaptif atau tanggapan penyesuaian yang dimediasi oleh perbedaan individu dan atau proses psikologi, sebagai akibat dari adanya aksi lingkungan, situasi atau peristiwa yang menyebabkan terjadinya tuntutan fisik dan atau tuntutan psikologi secara berlebihan terhadap Kemudian menurut (Wardhani, 2. stres kerja adalah stres yang diakibatkan oleh pekerjaan sebagai respon ketika menghadapi situasi yang tidak sesuai dengan kebiasaan dan nilai yang dipahami sehingga mengakibatkan individu akan merasa tertekan atau terbebani secara fisik dan emosional. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan atau mempengaruhi stres kerja perawat yaitu beban kerja. beban kerja yang berlebih dapat mempengaruhi kelelahan pada perawat diakibatkan karena kapasitas kerja yang berlebih dan tidak sesuai dengan pekerjaannya. Situasi tersebut dapat mengakibatkan stress kerja (Riana. Nina, & Rindu, 2. Tabel 1. Correlations STRES KERJA Spearman's STRES KERJA Correlation Coefficient Sig. BEBAN Correlation KERJA Coefficient Sig. 1,000 BEBAN KERJA ,000 1,000 ,000 **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Hasil dari penelitian ini berdasarkan tabel 1 menunjukan bahwa hipotesis yang berbunyi AuAda hubungan antara beban kerja dengan stres kerja pada wanita peran ganda yang berprofesi sebagai perawatAy di terima. Berdasarkan hasil perhitungan yang dibantu oleh software pengolah data, menunjukan bahwa diperoleh nilai korelasi rho spearman sebesar 0,709 dengan signifikansi 0,000. Oleh karena Vania Salsabila Aurellia / Journal of Social and Industrial Psychology 11 . signifikansi 0,000 < 0,05, maka hipotesis yang berbunyi AuAda hubungan antara beban kerja dengan stres kerja pada wanita peran ganda yang berprofesi sebagai perawatAy di terima. Hubungan tersebut bersifat postif, artinya semakin tinggi beban kerja yang dialami oleh perawat maka semakin tinggi pula stres kerja yang dialami perawat. Begitupun sebaliknya, semakin rendah beban kerja yang dialami perawat maka semakin rendah pula stres kerja yang dialami oleh perawat. Berdasarkan hasil mean empirik yakni sebesar 88,5600 pada interval 60 O X < 90 maka stres kerja pada wanita peran ganda yang berprofesi sebagai perawat berada pada kategori sedang. Sedangkan berdasarkan hasil mean empirik yakni sebesar 45,2667 pada interval 33,5 O X < 51,5 maka beban kerja pada wanita peran ganda yang berprofesi sebagai perawat berada pada kategori Hasil analisis tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Sunarti. Supriyati, & Junaidi, 2. dengan hasil yang menunjukan bahwa adanya hubungan signifikan antara beban kerja dengan stres kerja pada perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin. Hasil penelitian yang serupa juga dilakukan oleh (Panuntun. Handayani, & Adriani, 2. yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara beban kerja dengan stres kerja perawat. Penelitian serupa yang dilakukan oleh (Sari & Rayni, 2. , didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara beban kerja dengan stres kerja di ruang IGD dan ICU RSI Nashrul Ummah Lamongan yang artinya semakin tinggi tingkat beban kerja perawat yang bekerja pada ruangan tersebut maka stres kerja yang dirasakan juga akan meningkat, demikian pula sebaliknya. Penelitian lainnya yang dilakukan oleh (Aliftitah. Mumpuningtias, & Muttaqin, 2. memiliki hasil yaitu adanya hubungan beban kerja dengan stres kerja pada perawat di ruang ICU RSUD dr. Moh Anwar Sumenep Menurut (Anoraga, 2009, p. stres kerja didefinisikan sebagai bentuk stres akibat dari suatu pekerjaan atau kondisi yang timbul dikarenakan interaksi antar manusia dengan pekerjaannya yang ditandai oleh adanya perubahan diri yang dapat menimbulkan pengimpangan diri dari fungsi normal. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi stres kerja perawat diantaranya yaitu berupa konflik, ketidakjelasan peran dan beban peran yang terlalu berat (Colquitt. Lepine, & Wesson, 2. Beban kerja berlebih yang dirasakan oleh perawat dapat terjadi karena meningkatnya jumlah pasien, sifat pekerjaan yang monoton dapat memicu terjadinya rasa bosan akan pekerjaan yang dihadapinya, lingkungan pekerjaan yang sering terpapar dengan berbagai penyakit, kurangnya perhatian dari atasan, dan adanya konfik pada saat bekerja menyebabkan frustasi dalam bekerja (Mulfiyanti. Muis, & Rivai, 2. Beban kerja secara kuantitatif dan kualitatif merupakan suatu sumber stres dari pekerjaan, termasuk juga beban kerja berlebih secara fisik ataupun mental. Faktor-faktor yang mempengaruhi beban kerja perawat antara lain kondisi pasien yang berubah-ubah, jumlah rataBeban kerja secara kuantitatif dan kualitatif merupakan suatu sumber stres dari pekerjaan, termasuk juga beban kerja berlebih secara fisik ataupun mental. Faktor-faktor yang mempengaruhi beban kerja perawat antara lain kondisi pasien yang berubah-ubah, jumlah rata-rata jam perawatan yang dibutuhkan untuk memberikan pelayanan langsung kepada pasien melebihi kemampuan seorang perawat, adanya keinginan untuk berprestasi kerja, tuntutan pekerjaan yang berat serta dokumentasi asuhan Melihat dari adanya kondisi tersebut, menurut peneliti perlu adanya perbaikan atau perubahan kebijakan guna mengatur beban kerja perawat agar tidak terjadi stres kerja terutama pada wanita peran ganda yang berprofesi sebagai perawat. Pentingnya memperhatikan analisis dan perhitungan beban kerja perawat. Hal tersebut akan mempengaruhi kinerja perawat dan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Selain itu, menurut (Indana & Tsabitah, 2. menjelaskan bahwa melakukan terapi relaksasi otot progresif secara rutin pada perawat dapat membantu menurunkan tingkat stress kerja. Vania Salsabila Aurellia / Journal of Social and Industrial Psychology 11 . Penelitian ini merupakan penelitian yang memiliki keterbatasan. Peneliti tekah berusaha untuk melakukan penelitian sebaik mungkin, namun juga terdapat beberapa kendala yang disebabkan oleh hal berikut: . penelitian ini dilakukan pada saat situasi pandemi sehingga penyebaran skala dilakukan dengan menggunakan google form sehingga peneliti tidak dapat mengawasi responden pada saat pengisian skala. dikarenakan peneliti tidak dapat mengawasi responden saat pengisian skala maka terdapat jawaban yang sangat beragam yang mengakibatkan hasil uji normalitas pada skala stres kerja memiliki hasil yang tidak normal. Dalam metode untuk pengumpulan data, peneliti tidak membatasi karakteristik sampel sehingga jangkauan dalam pengambilan data responden terlalu luas. Tujuan dari penelitian ini hanya untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan stress kerja, sehingga hasil penelitian kurang beragam. Demikian keterbatasan peneliti dalam penelitian ini, harapan untuk peneliti selanjutnya yaitu dapat lebih memperhatikan uraian tersebut dan dijadikan bahan pertimbangan dalam penelitian SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan terkait dengan hubungan antara beban kerja dengan stres kerja perawat, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara beban kerja dengan stres kerja pada wanita peran ganda yang berprofesi sebagai perawat. Hubungan tersebut bersifat positif yang memiliki arti bahwa semakin tinggi beban kerja yang dialami oleh perawat maka semakin tinggi pula stres kerja yang dialami perawat. Begitupun sebaliknya, semakin rendah beban kerja yang dialami perawat maka semakin rendah pula stres kerja yang dialami oleh perawat. Peneliti juga memiliki beberapa saran yang dapat dipertimbangkan kembali bagi pengembangan keilmuan selanjutnya, antara lain: . bagi perawat, khususnya perawat yang memiliki peran ganda disarankan untuk dapat mengukur kemampuan diri agar mendapatkan beban kerja yang sesuai dan seimbang dengan kondisi dirinya sehingga tidak akan menimbulkan stres kerja. Serta dapat memanajemen stres agar tidak mengganggu proses kinerja serta meminimalisir stres kerja yang diakibatkan oleh beban kerja. hal tersebut dapat dilakukan dengan melakukan meditasi, relaksasi, olahraga, dan memanfaatkan waktu istirahat dengan baik. bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk dapat mempertimbangkan untuk memperluas ruang lingkup penelitian seperti menambahkan hasil deskripsi terkait stres kerja perawat dan deskripsi terkait beban kerja perawat agar hasil penelitian lebih beragam. DAFTAR PUSTAKA