PENDAMPINGAN TEKNOLOGI HIDROPONIK FODDER DI GAMPONG COT KARIENG KECAMATAN BLANG BINTANG. ACEH BESAR FODDER HYDROPONIC TECHNOLOGY ASSISTANCE IN COT KARIENG VILLAGE BLANG BINTANG SUB-DISTRICT. ACEH BESAR Azhari1*. Syakur2. Reza Ferasyi1. Rastina1. Nurliana1. Ismail1. Andi Novita1 1 Fakultas Kedokteran Hewan. Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh. Indonesia 2 Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh. Indonesia *Penulis korespondensi: azhari_63@usk. Abstrak Usaha penggemukan ternak yang dilaksanakan oleh kelompok mitra di Gampong Cot Karieng Kecamatan Blang Bintang. Aceh Besar, merupakan usaha sambilan dengan pola tradisional. Penyediaan pakan hanya mengandalkan pada usaha mencari rumput lapangan setiap hari, sementara keberadaan pakan sangat fluktuatif. Pada musim hujan, hijauan pakan segar tersedia melimpah sedangkan pada musim kemarau sangat langka. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok mitra dalam pengadaan pakan ternak khususnya untuk musim kemarau. Solusi yang ditawarkan adalah pemanfaatan teknologi budidaya hijauan pakan ternak secara hidroponik . idroponik fodde. Metode pelaksanaan program dilakukan melalui pendekatan partisipasi . itra dilibatkan dan bekerja bersama-sam. mulai dari tahap awal sampai tahap terakhir. Pada tahap pertama, dilakukan pertemuan-pertemuan koordinasi agar semua yang terlibat memahami ruang lingkup kegiatan. Pada tahap kedua dilakukan pelatihan metode budidaya hidroponik fodder dan pada tahap ketiga perakitan dan penerapan teknologi yang meliputi pembuatan rumah fodder . reen-hous. , instalasi jaringan air green-house dan proses budidaya tanaman pakan ternak secara hidroponik. Benih tanaman pakan ternak yang digunakan adalah benih jagung. Tahapan proses budidaya meliputi pencucian dan desinfeksi benih jagung dengan merendam dalam larutan klorin 1 % selama 15 menit, kemudian benih ditebar dalam tray. Kelembaban benih selalu dijaga dengan cara pengabutan . istem aeroponi. setiap 1 Ae 2 jam sekali selama 10 Hasil panen yang diperoleh setelah 14 hari masa budidaya adalah dari 1 kg benih jagung dihasilkan 6 kg fodder jagung. Fodder jagung ini siap diberikan kepada ternak setelah dicuci . agian aka. dan dikeringanginkan Hasil yang dicapai dari seluruh pelaksanaan kegiatan ini adalah tersedianya fasilitas untuk produksi pakan ternak sistem hidroponik fodder dan kelompok mitra sudah memiliki keterampilan budidaya pakan ternak sistem hidroponik fodder. Kata kunci: hidroponik. Gampong Cot Karieng Abstract The livestock fattening business carried out by the partner group in Cot Karieng Village Blang Bintang Sub-District. Aceh Besar is a part-time business with a traditional pattern. Provision of feed only relies on efforts to find field grass every day. Meanwhile, the availability of forage is very fluctuating wherein during the rainy season, fresh forage is abundantly available, while during the dry season, it is very scarce. The purpose of this activity was to increase the knowledge and skills of partner groups in procuring animal feed, especially for the dry season. The solution offered was the use of hydroponic forage cultivation technology . ydroponic fodde. The seed of the fodder plant used was corn seed. The program implementation method was carried out through a participatory approach . artners were involved and worked togethe. starting from the initial stage to the final stage. In the first stage, coordination meetings were held so that all involved parties understood the scope of activities. In the second stage, training was carried out on hydroponic fodder cultivation methods, while assembling and applying technology which included making fodder houses . reen-house. , installing green-house water networks and the process of cultivating hydroponic fodder plants was conducted in in the third stage. The stages of the cultivation process included washing and disinfecting the corn seeds by immersing them in a 1% chlorine solution for 15 minutes, then the seeds were spread out on trays. Seed moisture was always maintained by an aeroponic system every 1-2 hours for 10 minutes. After 14 days of cultivation, 1 kg of corn seed produced 6 kg of corn fodder. After washing and airdrying the corn fodder was ready to be given to livestock. The results achieved from all the implementation of this activity are the availability of facilities for the production of fodder hydroponic fodder system and the partner groups already have the skills of cultivating fodder using hydroponic fodder system. Keywords: hydroponics. Cot Karieng Village Article ID 32593 | Submitted 16-06-2023 | Revision 17-07-2023 | Accepted 25-08-2023 Azhari et al. Pendahuluan Kegiatan usaha yang dilaksanakan oleh kelompok mitra di Gampong Cot Karieng Kecamatan Blang Bintang. Aceh Besar adalah usaha penggemukan sapi potong. Kegiatan penggemukan ternak sapi ini merupakan usaha sambilan . ekerjaan sampinga. bagi kelompok mitra untuk mendukung kebutuhan ekonomi Permasalahan utama dalam proses penggemukan ternak sapi yang selalu dihadapi oleh kedua kelompok mitra setiap tahunnya relatif sama seperti peternak rakyat pada umumnya di Indonesia yaitu ketersediaan hijauan pakan yang fluktuatif. Peternak masih mengandalkan pakan hijauan langsung yang banyak tersedia di musim hujan, sehingga di saat musim kemarau datang mereka umumnya (Ramdhan et al. 2016 Usman et al. Umumnya, ternak sapi memiliki kebutuhan makan sehari semalam sebanyak lebih kurang 10-20% dari berat badannya. Jika berat sapi sekitar rata-rata 200 kg maka jumlah rumput yang dibutuhkan adalah 40 kg. Dengan jumlah ternak yang digemukkan 4-5 ekor maka total pakan . yang harus tersedia sebanyak 160-200 kg per hari (Siregar 2012. Subhan et al. Tatalaksana pemberian pakan oleh kelompok mitra sejauh ini tanpa adopsi teknologi penyediaan pakan, hanya mengandalkan pada mencari rumput setiap hari. Kendala yang paling dirasakan kelompok mitra dalam pengadaan hijauan pakan tersebut adalah sulitnya mencari dan memenuhi kebutuhan pakan dalam jumlah yang cukup secara rutin setiap hari. Hal ini disebabkan oleh tempat . mencari hijauan pakan yang semakin sempit/terbatas, karena perkebunan dan lain-lain. Kondisi ini akan lebih terasa sulit selama musim kemarau. Pada musim kemarau, tanaman hijauan yang dihasilkan sangat berkurang baik dalam jumlah maupun Kurangnya ketersediaan dan juga fluktuasi dalam jumlah dan kualitas sumber pakan yang terjadi sepanjang tahun akan berpengaruh pada produktivitas ternak yang berpengaruh pada keuntungan yang didapat dari hasil beternak (Yulistiani 2012. Mariana et al. Kebiasaan menyimpan pakan sebagai cadangan belum menjadi budaya. Sementara terkendala oleh sempitnya lahan yang dimiliki. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim pengusul bersama kelompok mitra bersepakat untuk melakukan upaya-upaya penyediaan hijauan pakan alternatif yang dapat tersedia sepanjang waktu khususnya di musim kemarau. Sesuai dengan hasil kesepakatan tim pengusul bersama kelompok mitra maka solusi yang ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak khususnya di musim kemarau adalah penerapan teknologi hidroponik pakan ternak . ydroponic fodde. Hydroponic fodder merupakan salah satu teknologi alternatif yang bisa digunakan untuk memproduksi hijauan pakan ternak melalui sistem hidroponik (Wahyono dan Sadarman 2020. Christi et al. Hidroponik adalah suatu istilah yang digunakan untuk bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya serta menggunakan campuran nutrisi esensial yang dilarutkan di dalam air. Teknik hidroponik tidak tergantung dengan musim sehingga tanaman dapat ditanam sepanjang tahun. Sistem ini juga tidak memerlukan lahan yang luas (Sneath dan McIntosh 2003. Bekuma 2. Sejauh ini, kelompok mitra belum pernah mendengar istilah hidroponik fodder atau pakan ternak hidroponik sehingga belum mengetahui metode budidaya hidroponik fodder, walaupun kegiatan budidaya tanaman padi sudah merupakan kegiatan rutin yang mereka lakukan setiap tahunnya. Oleh karena itu, kelompok mitra sangat tertarik untuk mengetahui dan mencoba Program pengabdian kepada masyarakat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok mitra dalam pengadaan pakan ternak, yaitu melalui kegiatan pelatihan teknologi budidaya pakan ternak secara hidroponik . idroponik fodde. Hasil kegiatan ini diharapkan kelompok mitra mampu dan terampil dalam membudidayakan pakan ternak secara hidroponik sehingga dapat menyediakan hijauan . pakan ternak alternatif khususnya pada musim kemarau. Metode Kegiatan penerapan teknologi hidroponik fodder ini dilakukan melalui beberapa kegiatan yaitu sosialisasi kegiatan, penyuluhan dan . erakitan pendampingan teknolog. Agar kelompok mitra memahami tentang penerapan teknologi ini maka pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pendekatan partisipasi yang memungkinkan kelompok mitra terlibat secara aktif pada setiap Kegiatan Sosialisasi Sosialisasi kegiatan dalam program ini bertujuan untuk membangun koordinasi dan memperkuat pemahaman kelompok mitra Partisipasi dari kelompok mitra menjadi salah Page 58 Azhari et al. satu faktor kunci keberhasilan kegiatan. Kelompok mitra diharapkan berpartisipasi untuk mendukung keberhasilan program . dalam penyediaan benih untuk pembuatan hidroponik fodder. Kegiatan Penyuluhan Teknologi Hidroponik Fodder Penyuluhan dilakukan dalam bentuk ceramah dan peragaan visual tentang metoda pembuatan hidroponik fodder. Kepada kelompok mitra disediakan brosur tentang langkah-langkah budi daya hidroponik fodder dan ditunjukkan contoh produk hidroponik fodder. Kegiatan Pelatihan dan Penerapan Teknologi Hidroponik Fodder. Pelatihan dan penerapan teknologi ini dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu pembangunan rumah fodder . reen hous. dengan ukuran 2x2x2 meter dengan model vertikal . tingkat rak nampan/tra. dan instalasi air dengan sistem aeroponik . (Gambar . Pencucian dan Perendaman Bibit Jagung Panen Setelah 14 Hari Penebaran Bibit Jagung Perawatan dan Monitoring Pertumbuhan Gambar 2. Langkah-langkah budi daya hidroponik fodder jagung. Pada akhir kegiatan dilakukan evaluasi terhadap hambatan-hambatan yang mungkin timbul dalam penerapan teknologi tersebut, baik pada tahap proses perakitan teknologi maupun dalam penggunaan teknologi. Hal ini dilakukan dengan cara pengamatan dan atau diskusi dengan kelompok mitra. Hasil dan Pembahasan Gambar 1. Pembuatan Green House Setelah green house selesai dibangun dan siap pelatihan metode budidaya hidroponik fodder. Benih tanaman pakan ternak yang digunakan adalah benih jagung. Metoda budidaya hidroponik fodder jagung yang dilakukan meliputi pencucian benih jagung. Benih jagung dicuci dengan air, kotoran dan benih-benih infertil . engapung di ai. dibuang dan didesinfeksikan dengan merendam dalam larutan klorin 1 % selama 15 menit. Selanjutnya, benih direndam dalam air selama 24 jam, kemudian benih ditebar dalam tray dan ditutup dengan kain atau kertas agar tercipta kondisi Kelembaban benih selalu dijaga dengan cara pengabutan . istem aeroponi. setiap 1 Ae 2 jam sekali selama 10 menit. Setelah dua hari, benih dibiarkan terbuka . idak ditutu. , dan penyiraman . terus dilakukan sampai umur benih 14 hari dan siap untuk dipanen (Gambar . (Saputro et al. Sanger et al. Hasil luaran yang dicapai dari pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah produk dan sistem budidaya hidroponik fodder jagung. Produk hidroponik fodder jagung merupakan hijauan pakan ternak yang dihasilkan melalui proses budidaya jagung selama 14 hari secara hidroponik di dalam green house (Gambar . Gambar 3. Produk hidroponik fodder Page 59 Azhari et al. Hasil panen yang diperoleh setelah 14 hari masa budidaya adalah dari 1 kg benih jagung dihasilkan 6 kg fodder jagung. Fodder jagung ini siap diberikan kepada ternak setelah dicuci . agian aka. dan dikering-anginkan. Hidroponik fodder merupakan budidaya pakan hijauan yang dipelihara dalam waktu 7-14 hari pada media cair dan kondisi yang terkontrol (Jolad et al. Wahyono et al. Permasalahan hijauan di lahan terbatas mampu teratasi dengan hidroponik fodder (Chrisdiana 2. , memiliki kecernaan tinggi (Zahera et al. dan ramah lingkungan (Al-Karaki dan AlHashimi Menurut Girma Gebremariam . bahwa teknologi progresif yang mampu memenuhi kebutuhan nurtrien di sektor peternakan adalah hidroponik. Pembuatan hidroponik fodder dengan menumbuhkan tanaman biji-bijian, yang dipelihara dengan kurun waktu kurang lebih 2 minggu yang dapat digunakan sebagai pakan ruminansia (Chrisdiana 2. Hidroponik fodder memiliki arti teknik penanaman tanaman dengan media tanpa tanah. Cara Penanaman hidroponik relatif mudah dan dilakukan kapan saja, faktor musim bukan sebagai penghambat dalam menanam dengan teknik tersebut karena dapat tumbuh dengan kondisi lingkungan yang tertutup (Al-Karaki dan Al-Momani 2. Sneath dan McIntosh . menyatakan bahwa 1 kg biji yang ditanam dapat menghasilkan 6 sampai 10 kg hijauan segar. Walaupun hasil yang diperoleh masih relatif rendah, namun kelompok mitra melalui kegiatan ini diharapkan sudah memiliki keterampilan dan pengalaman dalam membudidayakan pakan ternak hidroponik . odder jagun. Dengan demikian, kelompok mitra sudah dapat menyediakan pakan ternak khususnya pada musim kemarau di lahan yang sempit . Sebelumnya mitra belum mengenal dan tidak mengetahui proses produksi pakan ternak dengan sistem hidroponik fodder jagung. Melalui program ini, mitra telah mengenal dan mampu memproduksi fodder jagung dengan sistem Sejalan dengan proses perakitan teknologi hidroponik fodder ini, juga dihasilkan satu unit green house yang dapat dimanfaatkan oleh mitra untuk membudidayakan hidroponik fodder secara berkelanjutan. Berdasarkan pengamatan di lapangan terlihat bahwa pertumbuhan hidroponik fodder sangat dipengaruhi oleh kelembaban benih jagung. Pada area yang tidak atau kurang terpapar dengan kabut uap air maka pertumbuhannya terhambat. Bibit jagung harus diupayakan selalu basah namun tidak tergenang air. Oleh karena itu, pengabutan air harus dilakukan setiap 1-2 jam sekali selama 5-10 menit pada waktu siang, sedangkan pada waktu malam 3-4 jam sekali selama 5 menit. Waktu-waktu pengabutan dikontrol dengan menggunakan timer. Kendala utama yang dihadapi dalam pengabutan fodder jagung adalah jika terjadinya pemadaman listrik dan penyumbatan nozzle. Hasil yang dicapai dari seluruh pelaksanaan kegiatan ini adalah tersedianya fasilitas untuk produksi pakan ternak sistem hidroponik fodder yaitu green-house dan instalasi irigasi . Di samping itu, kelompok mitra sudah memiliki keterampilan dan pengalaman dalam budidaya pakan ternak sistem hidroponik fodder. Dengan demikian, proses produksi hidroponik fodder dapat dilakukan oleh kelompok mitra secara berkelanjutan khususnya pada saat-saat kelangkaan ketersediaan pakan di musim Kesimpulan Teknologi pakan ternak hidroponik fodder telah dapat di implementasi dalam kegiatan usaha ternak oleh kelompok ternak mitra. Namun, terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh kelompok mitra dalam penerapan teknologi hidroponik fodder yaitu biaya bibit jagung relatif mahal dan perawatan instalasi irigasi khususnya nozzle yang berfungsi untuk penyiraman . tanaman sering sumbat serta seringnya padam listrik sehingga tidak terjadi penyiraman. Guna penyempurnaan program dimasa yang akan datang maka diperlukan beberapa perbaikan atau modifikasi teknologi yang sudah menggunakan bibit alternatif yang lebih murah, irigasi . dengan cara pengabutan diubah menjadi irigasi tetes sistem akuaponik. Daftar Pustaka