BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 2. No. Tahun 2023 ISSN 2829-2049 . edia onlin. Hal 104-108 PERAN BISNIS PARIWISATA DALAM INKLUSI KEUANGAN Wahyu Fahrul Ridho1* Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Prodi Administrasi Bisnis. UPN AuVeteranAy Jawa Timur. Surabaya. Indonesia Email : 1*wahyu. adbis@upnjatim. (*: Corresponden Autho. AbstrakOeBisnis pariwisata di Indonesia memiliki banyak potensi yang dapat dimanfaatkan. Sektor ekonomi yang krusial ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya masyarakat setempat, dalam mengembangkan inklusi keuangan. Namun, keterkaitan antara pariwisata dan inklusi keuangan perlu dikaji. Studi ini memberikan perspektif dan mengkaji hubungan dinamis antara bisnis pariwisata dan inklusi keuangan. Penelitian ini termasuk dalam kategori kualitatif deskriptif dan menggunakan tinjauan literatur terstruktur dengan mengumpulkan data literatur dari database jurnal. Temuan utama dari penelitian ini adalah bahwa bisnis pariwisata memiliki hubungan dengan inklusi keuangan melalui efek tidak langsung. Indikator inklusi keuangan, yaitu kesejahteraan ekonomi dan ketersediaan serta aksesibilitas layanan keuangan, secara langsung dipengaruhi oleh bisnis pariwisata sehingga berdampak pada inklusi keuangan dalam jangka panjang. Studi ini tidak menguji model yang dibangun secara kuantitatif, sehingga mengusulkan penelitian selanjutnya untuk menyempurnakan model dengan pengujian kuantitatif dan menguji variabel tambahan seperti kondisi sosiodemografis. Kata Kunci: Bisnis Pariwisata. Inklusi Keuangan. Kesejahteraan Ekonomi. Bisnis AbstractOeThe tourism business in Indonesia has a lot of potentials that could be utilized. This crucial sector of the economy could benefit society, especially the local community, in developing financial inclusion. However, the linkage between tourism and financial inclusion needs to be examined. This study gives perspective and examines the dynamic relationship between the tourism business and financial inclusion. This study is categorized as descriptive qualitative and utilizes a structured literature review by collecting literature data from a journal database. The main finding of this study is that the tourism business has a connection with financial inclusion through indirect effects. Financial inclusion indicators, which are economic welfare and availability and accessibility of financial services, were directly influenced by the tourism business and therefore impacted financial inclusion in the long run. This study does not examine the model constructed quantitatively, thus proposing future research to enhance the model by quantitative testing and examine additional variables such as socio-demographic conditions. Keywords: Tourism. Financial Inclusion. Economic Welfare. Business PENDAHULUAN Pariwisata merupakan sektor krusial bagi perekonomian Indonesia dan berpotensi menjadi pendorong utama pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Namun, meski industri pariwisata telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, masih ada tantangan yang perlu diatasi untuk mewujudkan potensinya secara maksimal. Kekayaan sumber daya alam pariwisata yang kaya dan beragam masih belum digali sepenuhnya (Ollivaud and Haxton 2. Padahal peningkatan pariwisata berkaitan erat dengan pertumbuhan indikator ekonomi dan kesejahteraan. Salah satu tantangan utama yang dihadapi Indonesia saat ini adalah isu inklusi keuangan. Terlepas dari kemajuan dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar penduduk masih kekurangan akses ke layanan keuangan dasar, seperti rekening bank, kredit, dan asuransi. Hal ini telah menjadi fokus agenda pembangunan pemerintah, karena inklusi keuangan dipandang sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Pariwisata memiliki potensi untuk berperan penting dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Dengan menyediakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan, pariwisata dapat membantu meningkatkan kesejahteraan finansial masyarakat lokal. Selain itu, pariwisata dapat berfungsi sebagai media untuk mempromosikan literasi keuangan dan akses ke layanan keuangan, karena pengunjung pariwisata di Indonesia dihadapkan pada berbagai lembaga dan produk Wahyu Fahrul Ridho | https://journal. id/index. php/bullet | Page 104 BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 2. No. Tahun 2023 ISSN 2829-2049 . edia onlin. Hal 104-108 Meskipun konsep inklusi keuangan dan bisnis pariwisata bukanlah hal yang baru, namun kajian yang mengeksplorasi keterkaitan keduanya masih belum terlalu banyak. Sehingga dalam konteks ini, penting untuk mengeksplorasi hubungan antara pariwisata dan inklusi keuangan di Indonesia. Dengan mengkaji potensi manfaat dan tantangan dari hubungan ini, kita dapat lebih memahami bagaimana pariwisata dapat dimanfaatkan dan ditingkatkan untuk meningkatkan inklusi keuangan dan mendukung tujuan pembangunan negara dalam jangka pendek dan panjang. Penelitian ini penting dilakukan untuk memberikan gambaran tentang penelitian yang ada tentang peran pariwisata dalam mempromosikan inklusi keuangan. Lebih lanjut penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk pengembangan inklusi keuangan kedepan lewat perspektif bisnis METODE PENELITIAN Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif, yaitu memanfaatkan data kualitatif dalam memberikan gambaran atas suatu fenomena yang dikaji dengan metode kajian pustaka yang terstruktur. Pengkajian literatur terdahulu adalah hal yang esensial untuk menciptakan fondasi yang kuat dalam memajukan ilmu pengetahuan, yang berguna dalam menunjukkan area yang perlu dikembangkan (Chiou et al. Untuk mengidentifikasi publikasi ilmiah yang relevan terkait bisnis pariwisata dan inklusi keuangan, penelitian ini mengadopsi pendekatan terstruktur dari Webster dan Watson . : . mencari kata kunci tertentu dalam database jurnal terkemuka. pemilihan publikasi dengan kriteria yang sesuai. pemindaian cepat publikasi yang teridentifikasi dengan membaca judul, abstrak, dan teks lengkapnya untuk memilih yang relevan dengan penelitian. proses membaca dan menganalisis teks lengkap dari publikasi terpilih secara terperinci. Jika judul atau abstrak publikasi terlihat berkaitan dengan topik penelitian maka teks akan dipindai secara manual untuk memastikan konten dan temuan relevan dengan permasalahan penelitian yang diangkat. Publikasi yang memenuhi syarat akan disaring kembali untuk dianalisa lebih lanjut secara lengkap. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep Inklusi Keuangan Literatur terkait konsep inklusi keuangan memiliki konteks dan definisi yang beragam. Beberapa penelitian meninjau konsep inklusi keuangan dari perspektif eksklusi keuangan yang pertama kali dipopulerkan oleh Leyshon dan Thrift . , yaitu menyoroti terbatasnya beberapa kelompok dan individu untuk mendapatkan akses ke sistem keuangan formal. Eksklusi keuangan dalam arti keterbatasan akses terhadap salah satu atau semua produk dan layanan keuangan seperti tabungan, kartu kredit, pinjaman dan asuransi (Kempson 1. Sementara Sinclair . berfokus pada ketidakmampuan untuk mengakses layanan keuangan yang diperlukan dalam bentuk yang Arus lain mendefinisikan inklusi keuangan secara langsung. Amidic et al. menyatakan bahwa inklusi keuangan adalah keadaan ekonomi dimana individu dan perusahaan tidak ditolak aksesnya ke layanan keuangan dasar. Honohan . menguji signifikansi indikator akses keuangannya dalam menurunkan pemerataan pendapatan. Akses keuangan yang lebih tinggi secara signifikan mengurangi ketimpangan pendapatan yang diukur dengan koefisien Gini. Merujuk pada sumber yang digunakan oleh otoritas, definisi yang digunakan cukup beragam pula. World Bank . mendefinisikan inklusi keuangan adalah individu dan bisnis memiliki akses ke produk dan layanan keuangan yang bermanfaat dan terjangkau yang memenuhi kebutuhan mereka yang meliputi kebutuhan transaksi, pembayaran, tabungan, kredit dan asuransi serta disampaikan dengan cara yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Sementara OJK mengartikan inklusi keuangan adalah ketersediaan akses bagi masyarakat untuk memanfaatkan produk dan/ atau layanan jasa keuangan di lembaga keuangan formal sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat dalam rangka mewujudkan kesejahteraan. Beberapa literatur menemukan Inklusi keuangan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Abel . menemukan bahwa usia, pendidikan, literasi keuangan, pendapatan, dan konektivitas internet Wahyu Fahrul Ridho | https://journal. id/index. php/bullet | Page 105 BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 2. No. Tahun 2023 ISSN 2829-2049 . edia onlin. Hal 104-108 berhubungan positif dengan inklusi keuangan, sedangkan persyaratan berkas dan jarak ke titik akses terdekat pelayanan keuangan berhubungan negatif dengan inklusi keuangan. Shihadeh . menemukan bahwa perempuan dan orang miskin cenderung tereksklusi dalam sistem keuangan, sementara tingkat pendidikan meningkatkan inklusi keuangan. Chikalipah . menemukan bahwa buta huruf adalah penghalang utama inklusi keuangan di Afrika Sub-Sahara. Llanto & Rosellon . menemukan bahwa karakteristik sosiodemografis seperti usia, jenis kelamin, status sipil, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan berhubungan secara signifikan dengan akses ke berbagai produk dan layanan keuangan. Pertumbuhan ekonomi juga memiliki dampak positif terhadap inklusi keuangan. Thomi dan Mose . 1 May . menemukan bahwa pertumbuhan ekonomi di Afrika Timur berpengaruh signifikan terhadap tingkat inklusi keuangan. Raza et al. menemukan bahwa inklusi keuangan memiliki hubungan positif dengan pembangunan ekonomi. Evans . menemukan bahwa pertumbuhan ekonomi memiliki dampak yang lebih kuat terhadap inklusi keuangan daripada perkembangan keuangan. Sarma dan Pais . menemukan bahwa inklusi keuangan dan pembangunan terkait erat, dan faktor-faktor seperti pendapatan, ketimpangan, buta huruf, dan urbanisasi terkait dengan inklusi keuangan. Bisnis Pariwisata dan Indikator Inklusi Keuangan Sosial Ekonomi Saat ini jumlah literatur yang membahas langsung hubungan bisnis pariwisata dan inklusi keuangan cukup terbatas. Beberapa literatur yang mengkaji pariwisata membahas lewat perspektif lain yang secara langsung maupun tidak langsung berkaitan dengan inklusi keuangan. Thommandru et al. menemukan bisnis pariwisata mampu menciptakan nilai yang baik sehingga meningkatkan indikator sosial ekonomi (Thommandru et al. 2021 Ju. Dalam kajiannya Thommandru et al. membagi dampak bisnis pariwisata terhadap sosial ekonomi menjadi tiga kategori yaitu dampak langsung, tidak langsung dan dampak induksi. Dampak langsung adalah perubahan yang terjadi langsung terkait dengan sektor pariwisata yang dimaksud. Dampak tidak langsung adalah efek pengali terhadap variabel sosial ekonomi dikarenakan peningkatan konsumsi dan produksi yang terjadi akibat peningkatan kegiatan bisnis pariwisata. Sementara dampak induksi adalah dampak yang lebih luas yang diciptakan oleh kegiatan bisnis pariwisata yang meliputi meningkatnya daya beli masyarakat, peningkatan lapangan kerja dan kesejahteraan (Thommandru et al. 2021 Ju. Sejalan dengan temuan Vanegas . yaitu mendukung dinamika bisnis pariwisata mampu menjadi determinan yang krusial untuk peningkatan indikator sosial ekonomi dalam konteks pengentasan kemiskinan. Lebih spesifik Vanegas menggagas model pertumbuhan ekonomi lewat pengembangan sistem pariwisata untuk meningkatkan lapangan kerja, pendapatan dan kualitas Cyrdenas-Garcya et al. menemukan adanya hubungan antara pertumbuhan pariwisata dan pembangunan ekonomi, terutama di negara-negara yang lebih maju. Tang dan Tan . menemukan bahwa pariwisata berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Sequeira et al. menemukan bahwa pariwisata merupakan determinan positif pertumbuhan ekonomi baik di sampel negara yang luas maupun sampel negara Chou . menemukan bahwa hipotesis pertumbuhan ekonomi berlaku untuk Siprus. Latvia, dan Slovakia sementara hubungan terbalik ditemukan untuk Republik Ceko dan Polandia. Beberapa literatur juga mengidentifikasi hubungan bisnis pariwisata terhadap peningkatan indikator layanan keuangan. Katircioglu . menemukan bahwa ekspansi pariwisata di Turki terutama dipengaruhi oleh pasar keuangan, dan bahwa perubahan volume pariwisata mendahului perubahan volume keuangan. Shahbaz . menemukan bahwa perkembangan pariwisata berhubungan positif dengan perkembangan finansial. pertumbuhan ekonomi berhubungan positif dengan pembangunan keuangan. dan nilai tukar riil berhubungan negatif dengan perkembangan Ohlan . menemukan bahwa pariwisata inbound memacu pertumbuhan ekonomi di India baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Dari beberapa literatur yang membahas bisnis pariwisata terhadap beberapa indikator langsung maupun tak langsung pertumbuhan inklusi keuangan, sebagian besar mendukung peran bisnis pariwisata terhadap peningkatan inklusi keuangan. Sehingga hubungannya dapat digambarkan pada Gamabr 1. Digambarkan bisnis pariwisata memiliki hubungan dengan inklusi Hubungan ini didapat dari literatur yang ada dan mampu menjadi titik awal untuk mengkaji lebih dalam terkait bisnis pariwisata dan inklusi keuangan. Wahyu Fahrul Ridho | https://journal. id/index. php/bullet | Page 106 BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 2. No. Tahun 2023 ISSN 2829-2049 . edia onlin. Hal 104-108 (Ohlan 2017. Katircioglu et al. Shahbaz et al. Fasilitas dan Akses Layanan Keuangan Karakteristik Individu Abel, 2018 Abel 2018. Shihadeh 2018. Llanto & Rosellon 2017 Tingkat Pendidikan Bisnis Pariwisata (Cyrdenas-Garcya et al 2015. Chou 2013. Sequeira & Mayys Nunes 2008. Tang & Tan 2015. Thommandru et al. Vanegas Sr 2. Kesejahteraan Ekonomi Chikalipah 2018 Inklusi Keuangan (Sarma and Pais 2011. Evans 2015. Raza et al. Thomi and Mose 2. Gambar 1. Hubungan Bisnis Pariwisata dan Inklusi Keuangan KESIMPULAN Industri pariwisata telah menjadi sektor penting bagi perekonomian Indonesia dengan potensi besar untuk mendorong pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Namun, terlepas dari pesatnya perkembangan industri dalam beberapa tahun terakhir, masih ada tantangan yang perlu diatasi untuk memaksimalkan potensinya. Salah satu tantangan besar yang dihadapi Indonesia saat ini adalah masalah inklusi keuangan, karena sebagian besar penduduk masih kekurangan akses ke layanan keuangan dasar seperti perbankan, kredit, dan asuransi. Pariwisata berpotensi memainkan peran penting dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia dengan menyediakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan. Untuk mengeksplorasi potensi manfaat dan tantangan hubungan antara pariwisata dan inklusi keuangan, studi ini mengadopsi pendekatan kajian literatur terstruktur. Studi ini menemukan bahwa meskipun konsep inklusi keuangan dan bisnis pariwisata bukanlah hal baru, masih ada kekurangan penelitian yang mengeksplorasi hubungan antara keduanya. Penelitian menemukan bahwa hubungan antara bisnis pariwisata dengan inklusi keuangan dapat digambarkan melalui variabel antara yaitu fasilitas dan akses layanan keuangan dan kesejahteraan ekonomi. Secara keseluruhan, studi ini menyoroti pentingnya mengeksplorasi hubungan antara pariwisata dan inklusi keuangan di Indonesia untuk mendukung tujuan pembangunan negara dalam jangka pendek dan jangka panjang. Studi ini juga menghasilkan model yang dapat dikaji lebih lanjut. Kelemahan dari penelitian ini adalah model tidak diuji dan dibuktikan secara kuantitatif. Sehingga arah penelitian kedepan adalah perlunya menguji model ini melalui uji kuantitatif. Pengembangan lebih lanjut penting dilakukan agar dapat melihat inklusi keuangan dari perspektif bisnis pariwisata secara utuh dan menyeluruh. REFERENCES