Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam e-ISSN: 2775-2933 Volume 4. Issue. 3, 2023, pp. Pengaruh Model Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Alwan Sadni Pahmi*1. Meyniar Albina2 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Medan. Indonesia e-mail: alwan0301192139@uinsu. id, meyniaralbina@uinsu. Submitted: 02-07-2023 Revised : 28-07-2023 Accepted: 04-08-2023 ABSTRACT. The purpose of this research is to investigate whether or not the discovery learning model improves students' knowledge of Islamic religious education while they are enrolled in class X at SMA Negeri 3 Kutacane. Experimental quantitative research is used in this study, and the research method that is utilized is a quasi-experimental design. Class X IPA 1 will serve as the experimental class, while class X IPA 2 will play the role of the control class in this research design. Both a Pre-test and a Post-test are included in the testing procedure for the research. On the basis of the findings of the research, a reliability value of 0. 550 exceeded the r-table threshold of 0. When the sig value for testing the hypothesis is acquired and it is found to be 0. 001 more than 0. the hypothesis H0 is found to be false. It is possible to draw the conclusion that there is a substantial gap between the learning outcomes attained by students in the experimental class who utilized the discovery learning model and those of students in the control class who utilized the traditional learning model. Keywords: Discovery Learning. Learning Outcomes. Islamic Education. PENDAHULUAN Dewasa ini, ada rasa ketidakpuasan dari peserta didik dengan praktik belajar mengajar dalam dunia pendidikan di sekolah (Chanifah et al. , 2021, p. Mayoritas pendidik merasa tidak puas dengan model pendidikan saat ini. Motivasi siswa yang rendah dalam belajar, yang disebabkan oleh ketergantungan metode pengajaran tradisional pada satu buku teks, dapat berdampak negatif terhadap hasil belajar kelas secara keseluruhan (Fatimah et al. , 2023. Sandria et al. , 2. Kurangnya kapasitas untuk membujuk siswa untuk berpartisipasi aktif membuat pembelajaran menjadi membosankan karena guru masih melakukan pembelajaran konvensional dan tidak menggunakan model pembelajaran baru selama pelaksanaan proses pembelajaran. (Tuti, 2021, p. Menggunakan model pembelajaran yang mendidik meningkatkan hasil belajar. Karena pendidikan pada dasarnya adalah tentang menyampaikan informasi kepada siswa, model pembelajaran memainkan peran penting dalam proses pendidikan (Lempas, 2021, p. Oleh karena itu, untuk hasil yang optimal di kelas, guru perlu menggunakan pendekatan pedagogis yang konsisten dengan konten yang diajarkan. Misalnya, pembelajaran PAI dapat menggunakan model pembelajaran yang terinspirasi oleh pembelajaran penemuan. (Nurul Audie, 2019, p. Menurut John Dewey, pendidikan meningkatkan kemampuan seseorang untuk mengarahkan pengalaman masa depan seseorang dengan terus merekonstruksi atau mengatur ulang pengalaman masa lalu Menurut (Sukmadinata, 2011, p. Pendidikan, sebagaimana didefinisikan oleh Mudyahardjo dal. am (Syaifurahman, 2013, p. mencakup "semua pengalaman belajar yang terjadi di semua lingkungan dan sepanjang hidup," termasuk pendidikan formal yang disediakan oleh sekolah (Safitri et al. , 2022, p. Dengan demikian, pendidikan adalah transmisi kebijaksanaan masyarakat melalui pengajaran dan studi resmi dan informal. Pengaruh Model Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Pendidikan agama Islam dapat meningkatkan keimanan, ketakwaan, perilaku yang baik, pemahaman seseorang tentang apa yang dilarang dan disarankan, dan kemampuan analisis (Arifin & Kartiko, 2022. Sirojuddin. Amirullah, et al. , 2. Pendidikan agama Islam yang berkualitas tinggi meningkatkan pemikiran kritis dan abstrak. Siswa akan memiliki keberhasilan yang lebih baik dalam studi mereka sebagai hasilnya. Pendidik berusaha menuju hasil belajar pada siswa mereka, yang didasarkan pada pentingnya sikap, perilaku, dan pengetahuan siswa (Qiptiyyah, 2020, p. Belajar itu sendiri merupakan proses seseorang yang berusaha meningkatkan kemampuan melatih pengetahuan guna memperoleh perubahan yang perilaku yang relatif meningkat. Menurut (Gulo, 2. ada tiga jenis hasil belajar: kognitif, emosional, dan psikomotorik. Ini adalah perubahan perilaku yang dihasilkan dari proses belajar mengajar. Pemeriksaan sejauh mana kriteria penilaian telah dipenuhi dapat mengungkapkan hasil pembelajaran (Larasati, 2. Kinerja siswa yang kurang bersemangat di sekolah biasanya disebabkan oleh prevalensi model pembelajaran yang membosankan, terutama model pembelajaran tradisional. (KaAou, 2022, p. (Jumiati & Kartiko, 2022. Kango et al. , 2021. Nilda et al. , 2. Namun, pendidik menyukai strategi ini karena tidak memerlukan sumber daya lebih lanjut di luar buku teks untuk diterapkan. Sebagai fokus utama dari proses pendidikan, motivasi siswa untuk belajar terletak pada seberapa baik guru mereka mampu mengelola proses belajar mengajar melalui penggunaan berbagai bentuk dorongan dan stimulasi (Setyorini & Khuriyah, 2023. Tanjung et al. , 2022. Wasyik & Muhid, 2. Guru perlu memperhatikan sistematika dan strategi yang digunakan dalam proses pembelajaran agar siswa tetap termotivasi selama proses pembelajaran. (Natali & Pujiono, 2022, p. Menurut penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Lieung dalam (Wyn et al. , 2021, p. siswa adalah pembelajar aktif dalam pendekatan pembelajaran penemuan, sementara guru memfasilitasi penemuan dan perluasan pengetahuan. Rahmat mengatakan gaya belajar penemuan memungkinkan siswa mengeksplorasi dan menggambar temuan mereka sendiri. (Rahmat et al. 2021, p. Ini memberi siswa fleksibilitas untuk mencapai jantung pendidikan mereka sendiri. Pola perilaku ini kemudian dapat diterjemahkan ke dalam kehidupan siswa di dunia luar melalui pemanfaatan model pembelajaran dalam proses instruksional (Hasan, 2021. Maarif et al. , 2020. Sirojuddin. Ashlahuddin, et al. , 2. Kurikulum 2013, mengutip Permendikbud No. 103 Tahun 2014 (Khasinah, 2021, p. merekomendasikan pendekatan pendidikan berbasis penemuan. Dalam membuat saran ini, telah diperhitungkan bahwa pendekatan ini dapat membantu siswa menjadi lebih berpikiran ilmiah, ingin tahu, dan mandiri di kelas. Learning through discovery disebut sebagai discovery learning model dalam bahasa Inggris. Oleh karena itu, model penemuan adalah bagian dari praktik pedagogis saat ini yang menggabungkan model pembelajaran untuk mempromosikan pertumbuhan pembelajaran yang digerakkan oleh siswa, berbasis penyelidikan, dan reflektif. (Dwi Susanti et al. , 2. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di tingkat SMA khususnya di SMA Negeri 3 Kutacane, hasil belajar peserta didik masih jauh dari harapan pendidik. Hal ini terlihat dari pencapaian hasil belajar siswa pada saat ujian harian menunjukan bahwa 40% siswa kelas X mendapatkan nilai di bawah KKM . ttps://tinyurl. com/3bw78vp. Hal tersebut disebabkan model pembelajaran yang di gunakan pendidik sangat monoton, hanya menggunakan sebuah buku saja dalam proses belajar mengajar (Munirah, 2. Model pembelajaran penemuan hanyalah salah satu dari banyak model pembelajaran yang berlaku untuk proses pembelajaran PAI. Pemanfaatan model pembelajaran discovery learning ditetapkan sebagai metode mengajar siswa untuk menjadi partisipan aktif dalam pendidikannya sendiri dengan menemukan dirinya sendiri dan mempelajari dirinya sendiri (Arifin et al. , 2022. Nurkhasanah et al. , 2. Jika ini tercapai, hasil yang diperoleh akan setia dan tahan lama dalam ingatan, dan siswa tidak akan mudah melupakan apa yang telah mereka pelajari dengan menggunakan metode ini. (Larasati, 2020, p. Peserta didik akan dapat belajar bagaimana berpikir analitis dan berusaha untuk memecahkan kesulitan mereka sendiri jika mereka diberi kesempatan ini. (Dwi Susanti et al. , 2020, p. Siswa didorong untuk mengambil bagian aktif dalam pendidikan mereka sendiri melalui pemanfaatan model pembelajaran pembelajaran Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Volume 4. Issue. 3, 2023, pp. 778-786 779 Alwan Sadni Pahmi*1. Meyniar Albina2 Hal ini dilakukan dengan tujuan mencapai hasil yang unggul bagi mereka yang akan dicapai melalui penggunaan metode pembelajaran tradisional, seperti membaca saja. Siswa yang menempuh pendidikan dengan pembelajaran tradisional memiliki hasil belajar yang lebih rendah dibandingkan siswa yang mengikuti pendidikannya dengan model pembelajaran penemuan. (Amelia & Sukma, 2021, p. Siswa mengambil peran yang lebih sentral dalam penyelidikan penelitian ketika pendekatan instruksional pembelajaran penemuan dilaksanakan. Melalui pemberian tes, baik sebelum maupun sesudah pelaksanaan model pembelajaran discovery learning di kelas(Qiptiyyah, 2. , dimungkinkan untuk memastikan tingkat dampak yang dimiliki model-model tersebut. Atas dasar uraian tersebut, peneliti berusaha untuk menyelidiki bagaimana model pembelajaran discovery learning mempengaruhi hasil belajar siswa peserta program pembelajaran PAI. Dan apa jenis hasil pembelajaran yang dapat kita harapkan untuk anak-anak yang diajarkan menggunakan paradigma pendidikan tradisional? METODE Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif eksperimen dengan desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental design. Quasi eksperimental design merupakan penelitian yang menggunakan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (Sugiyono, 2. Studi semester musim semi 2022/1923 dilakukan. SMA Negeri 3 Kutacane yang terletak di Jalan Raja Bintang Mbarung di Mbarung. Kecamatan Babussalam. Kabupaten Aceh Tenggara. Aceh menjadi tuan rumah penelitian. SMA Negeri 3 siswa IPA Kutacane kelas sepuluh dipelajari. Sebagai kelompok kontrol, kelas X IPA 2 akan mengikuti model pembelajaran tradisional, sedangkan kelas X IPA 1 akan menggunakan model pembelajaran penemuan. Tes menentukan institusi analisis ini. IPA Kelas X 1 dan 2 mengungguli kelas 3. Para ilmuwan menggunakan X 1 dan 2. Studi ini meneliti apakah pendidikan berbasis penemuan meningkatkan pemahaman siswa tentang teori agama Islam. Populasi penelitian meliputi dua puluh delapan Kelas X Sains I, dua puluh enam Sains II, dan dua puluh enam murid Sains i. Kemudian, peneliti menggunakan strategi non-random purposive sampling untuk menjawab pertanyaan penelitian dengan menetapkan karakteristik khas sesuai dengan tujuan penelitian. (Thomas, 2022, p. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik tes dengan memberikan pre-test dan post-test kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan pre- dan post-test dalam bentuk pertanyaan pilihan ganda untuk mengumpulkan data. Sepuluh dari dua puluh pertanyaan yang mungkin dengan lima kemungkinan tanggapan yang dipilih siswa . , b, c, d, dan . telah dianggap valid dan dapat dipercaya menggunakan tes validitas menggunakan pendekatan korelasi momen produk. Kemudian, lembar observasi sintaks implementasi berdasarkan metode pembelajaran penemuan terapan digunakan untuk evaluasi. Data dari kedua pra dan pasca tes kemudian dievaluasi menggunakan uji-t untuk sampel independen pada tingkat signifikansi 5%. SPSS 26, alat analisis statistik, digunakan untuk melakukan analisis ini setelah pemeriksaan awal untuk normalitas dan homogenitas selesai. Uji homogenitas menjamin bahwa sampel memiliki varians yang sama. Penelitian ini menggunakan uji-T untuk menguji homogenitas. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Hasil belajar kognitif diukur dengan pre- dan post-test dengan sepuluh pertanyaan pilihan ganda . ata vali. Dua puluh siswa kelas X Sains 1 penemuan dan dua puluh siswa konvensional Pre-test pada awal pembelajaran dan post-test pada pertemuan ketiga akan menentukan bagaimana strategi pembelajaran mempengaruhi hasil belajar siswa terhadap PAI. Sebelum menguji hipotesis, penting untuk terlebih dahulu mengevaluasi persyaratan analisis pada data penelitian, seperti uji validitas. Setelah itu, hipotesis dapat diuji. Dalam konteks penelitian ini, konsep validitas berfungsi sebagai metrik yang menunjukkan sejauh mana suatu instrumen valid. Penelitian ini hanya 780 Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Volume 4. Issue. 3, 2023, pp. Pengaruh Model Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa menggunakan satu instrumen, dan mengambil bentuk pertanyaan dengan sejumlah kemungkinan jawaban yang berbeda. Validitas instrumen ini dievaluasi dengan bantuan aplikasi perangkat lunak IBM SPSS v26. Dengan kriteria rhitung > rtabel dengan x = 5% . Berikut akumulasi hasil uji validitas dalam penelitian ini. ttps://tinyurl. com/3jd4k4b. Langkah selanjutnya adalah memastikan validitas tes. Jika nilai alfa memenuhi kriteria reliabilitas, instrumen dianggap andal untuk tujuan pengujian kuantitas yang dimaksud. Data tabular di bawah ini menampilkan temuan analisis reliabilitas. RELIABILITY STATISTICS Cronbach's Alphaa N of Items Ketergantungan pertanyaan itu sendiri dapat dihitung menjadi 0,550. Hasil keandalan melebihi batas rtable 0,05, seperti yang ditunjukkan di bawah ini. Oleh karena itu, semua jawaban yang benar dipastikan akurat. Para peneliti pertama-tama menetapkan validitas dan reliabilitas hasil belajar siswa sebelum beralih ke pengujian normal. Temuan uji kenormalan adalah sebagai berikut:. Hasil Belajar Siswa Kelas Pre-Test Eksperimen TESTS OF NORMALITY Kolmogorov-Smirnova Statistic Sig. Shapiro-Wilk Statistic sSig. Post-Test Eksperimen Pre-Test Kontrol Post-Test Kontrol Menurut tabel di atas, uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data kelas eksperimen berdistribusi normal sebelum pengujian . = 0,. tetapi tidak setelah . = 0,. Sebelum pengujian, data kelompok kontrol biasanya didistribusikan . ,147 > 0,. , tetapi setelah pengujian, mereka tidak . ,002 0,. Para peneliti menjalankan tes homogenitas pada data posttest dari kelompok Eksperimental dan Kontrol untuk melihat apakah ada perbedaan varians yang Hasil uji homogenitas mengikuti. TEST OF HOMOGENEITY OF VARIANCES Levene Statistic Hasil Siswa Belajar Based on Mean Sig. Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Volume 4. Issue. 3, 2023, pp. 778-786 781 Alwan Sadni Pahmi*1. Meyniar Albina2 Based on Median Based on Median and with adjusted Based on trimmed Data homogen atau tidak homogen jika tingkat signifikansi uji homogenitas lebih besar dari 0,05. 0,598 lebih besar dari 0,05 dalam uji homogenitas. Hasil post-test kelompok eksperimen tidak berbeda secara statistik dari kelompok kontrol. (Qiptiyyah, 2. Kemudian dalam melakukan pengujian hipotesis, penguji menggunakan Independent Samples Test. Adapun hasil dari uji t yang dilakukan adalah sebagai berikut. INDEPENDENT SAMPLES TEST Levene's Test t-test for Equality of Means Equality of Variances Sig. Sig. Mean Std. Error 95% Confidence . - Difference Difference Interval of the Hasil Equal Belajar Siswa Equal Difference Lower Upper Jika tingkat signifikansi uji homogenitas lebih besar dari 0,05, data homogen. Kalau tidak, mereka tidak homogen. 0,598 lebih dari 0,05, menurut hasil uji homogenitas pada tabel sebelumnya. Post-test menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan Pembahasan Temuan menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran penemuan menyebabkan kinerja rata-rata yang lebih besar dalam pembelajaran daripada pendekatan yang lebih tradisional yang digunakan di kelas PAI. Hasil belajar adalah hasil terukur yang dicapai pada penilaian pascapelajaran yang dirancang untuk menilai tujuan yang tercakup dalam pelajaran itu. Kinerja siswa pada penilaian digunakan sebagai barometer pemahaman mereka terhadap isi kursus. (Mudjiono, 2006. Dengan demikian, hasil belajar semata-mata dilihat sebagai angka atau skor, yang kemudian digunakan untuk menilai pengetahuan topik. (Thomas, 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen memiliki rentang skor 80 hingga 30, dengan rata-rata 56,5% dan standar deviasi 12,68028% dan varians 160,789% berdasarkan nilai pre782 Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Volume 4. Issue. 3, 2023, pp. Pengaruh Model Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa test hasil belajar siswa. Kisaran skor yang mungkin dalam kelompok kontrol adalah dari 80 hingga 30, dengan 57 menjadi rata-rata dan standar deviasi 12,60743 dan varians 158,947. Temuan penelitian, yang diperoleh dari skor post-test siswa pada hasil belajar, menunjukkan bahwa kisaran skor dalam kelompok eksperimen adalah 100 hingga 70, dengan rata-rata 84 dan standar deviasi 6,80557 dan varians 46,316. Skor berkisar antara 90 hingga 60 pada kelompok kontrol, dengan ratarata 75,50 (SD = 7,59155. V = 57,. ttps://tinyurl. com/34eysmc. Hasil belajar adalah keterampilan yang diperoleh siswa sebagai hasil dari pelajaran atau Orang-orang yang terlibat dalam kegiatan belajar akan menunjukkan perubahan perilaku yang menuju ke arah yang menguntungkan yang cukup tahan lama sebagai akibat dari kegiatan. Jika seorang individu mampu menunjukkan pertumbuhan melalui waktu, kita dapat mengatakan bahwa mereka telah berhasil dalam mengejar pengetahuan. Pergeseran ini dapat dilihat dalam aspek-aspek seperti kemampuan kognitifnya, keterampilannya, atau sikapnya terhadap hal tertentu. (Depdiknas, 2016, p. Hal ini sejalan dengan firman Allah Swt. dalam surah Ali Imran ayat 190-191 yakni sebagai berikut. e A aOA a A EA AA caOIA caa aAO e a eE aA ca A aE a aOaac aeE a O aEA caa AA E eO aacE aOEI aNA caa a aEA ca a A aO e a eA caa AC E a aI a aOA caa AO a eEA ca auIac AA A aIa aIacA ca a A aO e a eA caa AC E a aI a aOA caa AO a eEA ca aAOI AA caa AO aIaOa aN eacI aOOaE aA caa aAEA a AcEEa Ca aOa UI aOCaaOacU aOA ca AOIA caa AOa eE a AA caa A EIA caa a a AE Aa aCIaA caa aA e a aIA caU A a aNa a a aA caa AaEa eCA a AEA Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tandatanda bagi orang-orang yang berakal, . orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi . eraya berkat. : "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. Menurut ayat yang baru saja dibacakan, oknum-oknum yang disebut sebagai "umat ulil albab" selalu memanfaatkan akalnya untuk beribadah, mengamati, berpikir, menghayati, dan introspeksi terhadap keberadaan sesuatu yang telah diciptakan oleh Khaliq, yaitu Allah SWT. Ini adalah sesuatu yang dapat dilihat dengan jelas ketika kita melihat ayat tersebut. Sehingga sebagai hasil dari pembelajaran, ada perubahan yang dibawa dalam diri orang, seperti peningkatan kemampuan mereka untuk berpikir jernih atau kritis, kemampuan mereka, dan perspektif mereka tentang suatu (Nasir, 2021, p. Kelas eksperimen rata-rata berbeda dari kelas kontrol rata-rata karena metode pembelajaran tradisional tidak menampilkan pembelajaran penemuan. Penelitian Rezki Munirah, "Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Online Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Terhadap Konsep Sistem Peredaran Darah IPA Kelas XI SMA Negeri 14 Makassar," menunjukkan bahwa model pembelajaran discovery mempengaruhi hasil belajar biologi siswa kelas XI. Uji T Sampel Independen pada p = 0,00 = 0,05 mendukung temuan ini. Kelompok eksperimen memiliki nilai posttest 88,30, sedangkan kelompok kontrol memiliki skor 69,30. Pendekatan pembelajaran penemuan meningkatkan hasil belajar siswa. (Munirah, 2021, p. Pendekatan ini menekankan pada pentingnya pemahaman siswa tentang struktur kursus atau partisipasi aktif mereka dalam proses pendidikan. (Roestyah, 2001, p. Pendekatan pembelajaran penemuan memiliki banyak manfaat, tetapi ada juga beberapa kelemahan untuk menggunakannya. Siswa harus siap untuk berpikir kritis untuk mendapatkan keuntungan dari pendekatan ini. Siswa yang berjuang dengan analisis dan pemikiran mungkin menjadi putus asa dengan kemajuan akademis mereka. Pendekatan pembelajaran penemuan untuk instruksi paling cocok untuk pengembangan pengetahuan dan kompetensi, tetapi siswa secara keseluruhan mendapatkan fokus yang tidak memadai pada pengembangan ide dan perasaan. Akibatnya, pendidik perlu memainkan peran yang lebih besar sebagai pemandu dan instruktur saat menggunakan strategi ini. (Arsyad. Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Volume 4. Issue. 3, 2023, pp. 778-786 783 Alwan Sadni Pahmi*1. Meyniar Albina2 Pengembangan siswa dari kelima indikator berpikir kreatif didukung di seluruh tahap metode pembelajaran penemuan. Hasil belajar siswa di kelas eksperimen dapat ditingkatkan dengan mengikuti fase-fase teknik pembelajaran penemuan, yang melatih siswa memiliki indikasi kemampuan berpikir kreatif. Pendekatan pembelajaran yang didukung oleh media apa pun diberikan prioritas besar untuk menginspirasi siswa untuk belajar dan melibatkan mereka dalam proses Proses mental observasi, kategorisasi, pengukuran, prediksi, dan determinasi merupakan tulang punggung pendekatan pembelajaran penemuan (Permadi, 2018. Suripta, 2. Oleh karena itu, strategi ini mendorong anak-anak untuk menjadi terlibat dan imajinatif. Peran guru terbatas pada fasilitator dan perencana. Siswa, bukan guru, yang memimpin di kelas. Alih-alih berpartisipasi aktif dalam pendidikan mereka sendiri, siswa dalam pembelajaran yang berpusat pada guru hanya duduk dan mendengarkan ceramah. (Tuti, 2. KESIMPULAN Jika membandingkan nilai sebelum dan sesudah tes, kelas eksperimen . enggunakan model pembelajaran penemua. meningkat sebesar 48,67%, sedangkan kelas kontrol . enggunakan model pembelajaran konvensiona. meningkat sebesar 32,46%. Peringkat keandalannya sebesar 0,550 signifikan secara statistik (P 0,. Dengan demikian, solusi yang tepat dijamin. Varians uji homogenitas pada hasil proses pembelajaran sesuai dengan varians nilai sig. 0,59 > 0,05. Kelas Eksperimen dan kelas Kontrol memiliki hasil belajar post-test yang serupa, menunjukkan variasi yang serupa. Pengujian hipotesis juga dapat memanfaatkan sig. -taile. 0,001. Hal ini menunjukkan bahwa siswa kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran penemuan berkinerja lebih baik daripada siswa kelas Kontrol yang menggunakan pendekatan pendidikan yang lebih tradisional. Ini membuktikan bahwa pembelajaran penemuan meningkatkan pembelajaran Metodologi pembelajaran penemuan meningkatkan partisipasi siswa, mendukung gagasan Dalam hal ini peneliti memberikan sejumlah rekomendasi untuk peneliti selanjutnya, termasuk yang berikut: Guru bertanggung jawab untuk menyiapkan alat, media, dan sumber daya instruksional dengan kemampuan terbaik mereka. Selain itu, guru hendaknya memberi siswa penjelasan dan contoh yang mudah dipahami. REFERENSI