1199 J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 PENINGKATAN LITERASI KEUANGAN BAGI SISWA SMA NEGERI 10 KOTA BENGKULU MELALUI EDUKASI KEUANGAN UNTUK MENDUKUNG INDEKS LITERASI KEUANGAN PROVINSI BENGKULU Oleh Dion Raja Kusumah1. Kelfin Hardiansyah2. Hisyam Rahmatullah Akbar3. Arita Nurul Khotimah4. Nur El Hasanah5. Siska Yosmar6* 1,2,3,4,5,6S1 Matematika Fakultas MIPA. Universitas Bengkulu. Indonesia E-mail: 1dionrajakusumah11@gmail. com, 6siskayosmar@unib. Article History: Received: 07-08-2025 Revised: 06-09-2025 Accepted: 10-09-2025 Keywords: Financial Literacy. Literacy Index. High School Students Abstract: Based on the low financial literacy index in Bengkulu Province, which is below the national average, this education program is designed to enhance financial understanding and skills within the community. Through the financial literacy education program, students are taught basic financial concepts, budget planning, debt management, simple investment, and consumer protection using guided modules. The implementation of the program showed a significant improvement in students' financial literacy understanding, as measured through engagement, questionnaires, and test scores. Collaboration between educational institutions, local government, and financial institutions played an important role in the success of this program. The results of the program show that SMA Negeri 10 Kota Bengkulu students have a better understanding of financial literacy, which is expected to help them manage their personal finances more wisely. The program provides not only theoretical understanding but also valuable practical experience. The program is expected to contribute to the improvement of the financial literacy index in Bengkulu Province, promoting the financial well-being of the community, and regional economic growth. PENDAHULUAN Literasi keuangan merupakan salah satu keterampilan fundamental yang sangat penting dimiliki oleh setiap individu di era modern ini. Pemahaman yang baik tentang konsep dan praktik keuangan sejak dini dapat membantu seseorang dalam mengelola keuangan pribadi dengan lebih efektif, membuat keputusan keuangan yang tepat, dan mempersiapkan masa depan finansial yang lebih stabil. Bagi siswa SMA, yang berada di ambang kemandirian finansial, pengetahuan tentang literasi keuangan menjadi semakin krusial. Mereka akan segera menghadapi berbagai keputusan keuangan penting, mulai dari mengelola uang saku, merencanakan pendidikan tinggi, hingga mempersiapkan diri memasuki dunia kerja (Lusardi & Mitchell, 2. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2019, indeks literasi keuangan Provinsi Bengkulu berada di bawah rata-rata nasional tercatat tingkat literasi keuangan di provinsi Bengkulu hanya mencapai 30. 39%, sedangkan rata-rata nasional tingkat literasi berada di Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat Bengkulu yang belum memiliki pemahaman yang memadai tentang konsep dan produk keuangan (Otoritas Jasa Keuanga, 2. Kondisi ini dapat berdampak negatif pada kesejahteraan finansial individu dan pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan. Oleh karena itu, upaya peningkatan literasi keuangan, terutama di kalangan generasi muda, menjadi sangat penting untuk Beberapa langkah strategis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan indeks literasi keuangan di Provinsi Bengkulu. Salah satunya adalah melalui program edukasi keuangan yang ditargetkan pada siswa SMA. Program ini dapat mencakup berbagai aspek seperti pengenalan konsep dasar keuangan, perencanaan anggaran, manajemen utang, investasi sederhana, dan perlindungan konsumen. Metode penyampaian dapat disesuaikan dengan karakteristik generasi muda, misalnya melalui penggunaan teknologi digital, permainan interaktif, dan studi kasus yang relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka (Atkinson & Messy, 2. Selain itu, kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah daerah, dan lembaga keuangan juga dapat memperkuat upaya peningkatan literasi keuangan. Pendekatan holistik ini tidak hanya akan meningkatkan pemahaman teoritis, tetapi juga memberikan pengalaman praktis yang berharga bagi para siswa (OECD,2. Peran Universitas Bengkulu dalam pendidikan seharusnya menjadi jembatan untuk peningkatan literasi keuangan, terutama di sekitar kampus. SMA Negeri 10 Kota Bengkulu merupakan salah satu SMA yang berada di dekat Universitas Bengkulu. Universitas Bengkulu memiliki program studi yang mendukung peran ini, salah satunya adalah program studi Matematika. Mahasiswa di program studi S1 Matematika mempelajari topik-topik keuangan yang dapat membantu dalam penyebaran literasi keuangan. Di SMA sendiri, topik seperti bunga dan konsep dasar keuangan sudah diajarkan. Oleh karena itu, sinergi antara Universitas Bengkulu dan SMA Negeri 10 Kota Bengkulu diharapkan dapat meningkatkan literasi keuangan di kalangan pelajar. Berdasarkan survei awal yang dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat, hanya sekitar 30% siswa yang memiliki pemahaman dasar tentang konsep-konsep keuangan seperti bunga majemuk, inflasi, dan diversifikasi risiko. Sebagian besar siswa juga belum terbiasa dengan praktik penganggaran dan perencanaan keuangan jangka panjang. Diharapkan, program ini dapat membantu siswa memahami konsep dasar keuangan, termasuk pengelolaan anggaran, investasi, dan manajemen risiko. Selain itu, kegiatan ini juga berupaya membentuk kebiasaan finansial yang baik dengan mendorong siswa menerapkan prinsip keuangan yang sehat dalam kehidupan sehari-hari, seperti menabung dan merencanakan pengeluaran. Para siswa yang telah mendapatkan edukasi keuangan diharapkan dapat menjadi agen perubahan, menyebarkan pengetahuan mereka kepada keluarga dan komunitas sekitar. Dalam jangka panjang, upaya ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan indeks literasi keuangan Provinsi Bengkulu secara keseluruhan, yang pada gilirannya akan mendorong kesejahteraan finansial masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah. ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 METODE PELAKSANAAN Program edukasi keuangan di SMA Negeri 10 Kota Bengkulu bertujuan meningkatkan literasi keuangan siswa melalui kegiatan edukatif terstruktur di ruang belajar sekolah. Setiap pertemuan mencakup pemberian materi langsung dan praktikum tentang manajemen keuangan dasar, investasi, dan perencanaan keuangan, dengan modul panduan sebagai bahan pembelajaran mandiri. Indikator keberhasilan meliputi keaktifan siswa, hasil kuesioner, dan peningkatan nilai tes. Langkah awal melibatkan perizinan, mengumpulkan informasi kebutuhan siswa, berdiskusi dengan pihak sekolah untuk penjadwalan, dan persetujuan program. Strategi pelaksanaan mencakup penyediaan modul panduan, koordinasi jadwal, persiapan alat dan bahan, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi kegiatan setelah setiap sesi. Evaluasi mengukur pemahaman siswa dalam menerapkan konsep literasi keuangan dan memperbaiki teknis pelaksanaan untuk kegiatan berikutnya. Pelatihan dilakukan selama 120 menit. Tim pelaksana dibantu dan dipantau oleh dosen pembimbing serta didukung oleh pihak sekolah dan komunitas untuk memastikan kesuksesan program. Metode pelaksanaan yang terstruktur ini diharapkan dapat meningkatkan literasi keuangan siswa dan berkontribusi pada peningkatan indeks literasi keuangan di Provinsi Bengkulu. HASIL DAN PEMBAHASAN Selama kegiatan pengabdian berlangsung, ada beberapa faktor pendukung terlaksananya pengabdian kepada Siswa SMA Negeri 10 Kota Bengkulu ini diantaranya tingginya antusiasme peserta dengan materi yang disampaikan, khususnya pengetahuan tentang kiterasi keuangan. Peserta yang hadir secara total mencapai 51 orang. Kegiatan ini dilakukan di Ruang Kelas SMA Negeri 10 Kota Bengkulu. Tabel. 1 Rundown Kegiatan Literasi Keuangan Kegiatan Waktu Pre Test 00 Ae 09. Pemaparan 20 Ae 10. Diskusi