Jurnal Tarbiyah. Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan Vol 10 No. 01 Januari-Juni 2026 http://jurnal. id/index. php/tarbiyah IMPLEMENTASI MEDIA GAMBAR PADA MATA PELAJARAN IPAS Sanadya Destayu Triaski1. Miftah Arief 2 1,2Institut Agama Islam Darussalam Martapura Sanadyades8@gmail. 2miftaharief@iaidarussalam. Abstrak Media pembelajaran merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam proses pembelajaran terutama di jenjang sekolah dasar. Salah satu media yang dapat digunakan dalam pembelajaran adalah media gambar. Media Gambar adalah segala sesuatu yang diwujudkan secara visual ke dalam bentukAebentuk dimensi sebagai curahan ataupun pikiran yang bermacamAemacam seperti lukisan, potret, slide, film, proyektor. Media gambar yang digunakan dapat menyalurkan pesan dari sumber kepada penerima, dengan menerapkan media gambar dapat merespon siswa untuk lebih aktif dan berpikir kritis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi media gambar, faktor pendukung serta faktor penghambatnya pada mata pelajaran IPAS di MIS Nur Rahman Martapura Kabupaten Banjar. Jenis pada penelitian ini mengunakan penelitian kualitatif dengan analisis deskriftif. Subjek penlitian ini satu orang guru mata pelajaran IPAS kelas IV, sedangkan untuk Informan, yaitu kepala sekolah. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dukomentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa . Implementasi media gambar pada mata pelajaran IPAS yaitu . perencanaan pembelajaran . pelaksanaan pembelajaran dan . evaluasi pembelajaran, . faktor pendukung dan faktor penghambat implementasi media gambar pada mata pelajaran IPAS yaitu . daya tarik visual, kemudahan pemahaman, dan keterlibatan aktif . kualitas gambar yang rendah, keterbatasan akses, keterbatasan interaksi, dan kurangnya kreativitas dalam penggunaan. Kata kunci: Implementasi. Media Gambar. IPAS. Abstract Learning media is one of the most important components in the learning process, especially at the elementary school level. One of the media that can be used in learning is picture media. Picture media refers to anything visually represented in two-dimensional forms as expressions of ideas or thoughts, such as paintings, photographs, slides, films, and Picture media used in learning can convey messages from the source to the recipient effectively, encourage students to be more active, and stimulate critical thinking. This study aimed to describe the implementation of picture media, as well as the supporting and inhibiting factors in the IPAS subject at MIS Nur Rahman Martapura. Banjar Regency. This study employed a qualitative research design with descriptive analysis. The subject of the study was one fourth-grade IPAS teacher, while the principal served as the Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that: . the implementation of picture media in the IPAS subject includes . lesson planning, . learning implementation, and . learning and . the supporting and inhibiting factors in the implementation of picture Tarbiyah Darussalam. Volume 10. No. Mei 2026. Hal. media include . visual attractiveness, ease of understanding, and active student involvement as supporting factors, and . low image quality, limited access, limited interaction, and lack of creativity in its use as inhibiting factors. Keywords: Implementation. Picture Media. IPAS/ Natural and Social Sciences. PENDAHULUAN Sekolah merupakan salah satu lembaga pendidikan yang di dalamnya terdapat proses belajar mengajar yang dimaksudkan untuk mengarahkan perubahan pada diri siswa secara terencana, baik perubahan dalam pengetahuan, pemahaman dan keterampilan atau sikap. Proses belajar mengajar di sekolah atau di lembaga formal sangat di pengaruhi oleh lingkungan belajar diantaranya: siswa, guru, karyawan sekolah, bahan atau materi pelajaran . uku paket, majalah. LKS ds. dan fasilitas belajar . aboratorium, perpustakaan, media dan lain sebagainy. marodin, 2. Dalam proses belajar mengajar media pembelajaran memiliki fungsi yang penting dalam mempercepat pemahaman siswa terhadap pelajaran sehingga siswa akan lebih berkesan dan lebih mudah dalam memahaminya. Sebagai seorang pendidik, kita memahami bahwa Allah SWT telah memberikan manusia kemampuan belajar dan pengetahuan yang sangat luas. Hal ini menunjukkan bahwa belajar adalah perintah agama dan suatu nikmat besar dari Allah yang harus dimanfaatkan dengan baik. Dalam Al-Qur'an. Allah menjelaskan bahwa Dia telah mengajarkan kepada Nabi Adam nama-nama benda, yang menjadi landasan awal untuk mengenal dan memahami ciptaan-Nya. Hal ini tercantum dalam firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 31, yang berbunyi: aAE a eIaOaI a e a eNa eE a A a aCA AeOA AIA a AIA AEA AIA ACA a a AA AEA AOA AEA A aN I aEaO E aIA ia a a A A a A aO aEac aI a aI eEa eaa aEEac aN ac a aA a a )13 :2/A( ECA Artinya: AuDia mengajarkan kepada Adam nama-nama . seluruhnya, kemudian Dia memperlihatkannya kepada para malaikat, seraya berfirman. AuSebutkan kepada-Ku nama-nama . ini jika kamu benar!Ay Dalam Al-QurAoan surah Al-Baqarah ayat 31 dijelaskan tentang nama-nama benda-benda yang berkaitan dengan terdapat banyak benda yang ada di sekolah sangat penting digunakan oleh seorang guru dalam suatu pembelajaran yang bermacam-macam menggunakan media pembelajaran yang menjadikan proses belajar mengajar dapat berjalan dengan sangat menyenangkan bahkan peserta didik akan merasa tidak mudah cepat bosan. (Ahmad Izzan and Neni Nuraeni. Copyright A 2026. Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Triaski. Implementasi Media Gambar A Media pembelajaran merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam proses pembelajaran terutama di jenjang sekolah dasar. Di jenjang sekolah dasar, anak-anak cenderung lebih mudah belajar ketika mereka melihat atau mengalami secara langsung materi yang di ajarkan. (Kristanti. Sahabuddin and Makkasau, 2. Media pembelajaran dapat membantu guru dalam menyampaikan materi pelajaran dengan efektif dan efesien dikelas. Media pembelajaran sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar adalah salah satu kenyataan yang dapat dipungkiri, karena gurulah yang menghendakinya untuk membantu tugas guru dalam menyampaikan pesan-pesan dan bahan pelajaran yang diberikan guru kepada siswa. (Nurmi, 2. Salah satu media yang dapat digunakan dalam pembelajaran adalah media Media Gambar adalah segala sesuatu yang di wujudkan secara visual ke dalam bentukAebentuk dimensi sebagai curahan ataupun pikiran yang bermacamAe macam seperti lukisan, potret, slide, film, proyektor. (Safitri and Kabiba, 2. Media gambar yang digunakan dapat menyalurkan pesan dari sumber kepenerima, dengan menerapkan media gambar dapat merespon siswa untuk lebih aktif dan berpikir kritis. Selain itu, dengan menggunakan media gambar tersebut diharapkan agar dapat membantu siswa untuk dapat lebih memahami pelajaran IPAS. (Kafihatul Jalaliyah Khoirul Asfiyak PGMI, 2. Permasalahan pada penelitian ini di MIS Nur Rahman. Ibu Rabiatul Adawiah sebagai guru IPAS menyebutkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi Peta. Hal ini terlihat dari respons mereka yang cenderung kebingungan saat ditanya, ketidakmampuan menjawab dengan tepat, serta sikap bosan, kurang perhatian, dan tidak antusias selama pembelajaran. Meskipun LKS yang digunakan mengandung gambar, namun gambar-gambar tersebut kurang jelas dan tidak membantu siswa memahami materi dengan baik. Bahkan, beberapa materi tidak disertai gambar, sehingga siswa kesulitan membayangkan dan memahami isi pelajaran. Hal ini membuat guru mencoba mencari solusi dengan memanfaatkan media visual, seperti gambar dari internet, atau foto dari atlas yang dibuat menjadi power point, untuk membantu siswa lebih mudah memahami materi. Sehingga dalam proses pembelajarannya, beliau menggunakan media gambar. Gambar yang digunakan bertujuan untuk membantu siswa dalam memahami topik-topik pelajaran IPAS, seperti Peta. Penggunaan media gambar juga diharapkan dapat meningkatkan daya tarik siswa terhadap pelajaran, menjadikan proses belajar lebih menyenangkan, dan mengurangi rasa bosan karena gambar yang menarik akan mengundang rasa ingin tahu, sehingga mereka lebih terdorong untuk memahami materi yang disampaikan. Dengan demikian, gambar tidak hanya membuat pembelajaran lebih menarik, tetapi juga lebih efektif karena memberikan cara alternatif untuk memahami materi dan membantu otak mengingat informasi lebih lama. Tarbiyah Darussalam. Volume 10. No. Mei 2026. Hal. BAHAN DAN METODE Dalam mengkaji tulisan ini peneliti menggunakan metode kualitatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data dalam tulisan ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi yakni dengan mengumpulkan data secara Hal ini yang menjadi subjek pada penelitian yaitu 1 orang guru IPAS di MIS Nur Rahman Martapura Kabupaten Banjar. Data pokok berisi tentang Perencanaan Pembelajaran. Pelaksanaan Pembelajaran, dan Evaluasi Pembelajaran. Data pokok yang kedua berisi Faktor Pendukung Dan Faktor Penghambat. HASIL DAN PEMBAHASAN Berisi deskripsi hasil dan pembahasan yang memuat data di lapangan, yaitu tentang implementasi media gambar pada mata pelajaran IPA dan IPS (IPAS) di MIS Nur Rahman Martapura Kabupaten Banjar mempunyai . Implementasi media gambar pada mata pelajaran IPA dan IPS (IPAS) di MIS Nur Rahman Martapura Kabupaten Banjar yaitu . perencanaan pembelajaran . pelaksanaan pembelajaran dan . evaluasi pembelajaran, . faktor pendukung dan faktor penghambat implementasi media gambar pada mata pelajaran IPA dan IPS (IPAS) di MIS Nur Rahman Martapura Kabupaten Banjar yaitu . daya tarik visual, kemudahan pemahaman, dan keterlibatan aktif . kualitas gambar yang rendah, keterbatasan akses, keterbatasan interaksi, dan kurangnya kreativitas dalam Implementasi Media Gambar Pada Mata Pelajaran IPA dan IPS (IPAS) di MIS Nur Rahman Martapura Kabupaten Banjar Pengertian Implementasi Pembelajaran Secara sederhana implementasi bisa diartikan pelaksanaan atau Majone dan Wildavsky mengemukakan implementasi sebagai Browne dan Wildavsky mengemukakan bahwa Au Implementasi adalah perluasan aktivitas yang saling menyesuaikanAy. Pengertian implementasi sebagai aktivitas yang saling menyesuaikan juga dikemukakan oleh Mclaughin. Adapun Schubert mengemukakan bahwa Auimplementasi adalah sistem rekayasaAy. Dalam kenyataannya, implementasi kurikulum menurut Fullan merupakan proses untuk melaksanakan ide, program atau seperangkat aktivitas baru dengan harapan orang lain dapat menerima dan melakukan Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No 20 Tahun 2003 pasal 1 Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan Copyright A 2026. Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Triaski. Implementasi Media Gambar A spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu proses interaksi antara peserta belajar/instruktur dan suatu lingkungan belajar untuk pencapaian tujuan belajar tertentu . Menurut Miarso, yang dikutip dalam buku Belajar dan Pembelajaran karya Indah Komsiyah. Pembelajaran adalah mengelola lingkungan dengan sengaja agar seseorang membentuk diri secara positif dalam kondisi tertentu. Sedangkan pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, vasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan Jadi implementasi pembelajaran adalah pelaksanaan, penerapan sesuatu yang nantinya memberikan dampak baik berupa pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap. Tahap-Tahap Implementasi Pembelajaran Implementasi pembelajaran dapat deskripsikan ke dalam tiga kegiatan utama, yaitu perencanaan pembelajaran, menyampaikan materi pelajaran . elaksanaan pembelajara. , dan menutup yaitu mengevaluasi . Perencanaan Pembelajaran Perencanaan adalah salah satu fungsi awal aktivitas manajemen dalam mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Perencanaan juga disebut sebagai pandangan masa depan. Dengan demikian, proses suatu perencanaan harus dimulai dari penetapan tujuan yang akan dicapai melalui analisi kebutuhan serta dokumen yang lengkap, kemudian menetapkan langkah-langkah harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. (Ainiyah. Fatikah and Yuyun Faris Daniati. Hal tersebut diperkuat dengan ayat Al-QurAoan yang termaktub dalam QS. Al-Hasyr ayat 18 sebagai berikut. a AcEEa aO eE a eIA AcEEa acaI NA A Iac Caac aI e aEa os aOacCaO NA A OeaOac aN Eac aOeIa aIIaO acCaO NA AcEEa aaO Ue a aaIA U Ae Ia eAA aA a e aaIEaOe IA )31 :95/A( EA Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok . Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan. Pentingnya perencanaan mengajar bagi seorang guru dengan merujuk pada Tafsir Surat Al-Hasyr ayat 18 yang dikaitkan dengan Tarbiyah Darussalam. Volume 10. No. Mei 2026. Hal. pendidikan Islam. Melalui perencanaan yang optimal, seorang guru dapat menentukan strategi, metode, dan cara penyampaian seperti apa yang tepat digunakan kepada peserta didiknya agar tujuan pembelajaran dapat tercapai, dan terhindar dari AukegagalanAy ( Senata Adi Prasetia,2. Langkah pertama yang harus dilakukan guru sebelum mengajar adalah menyusun rencana pembelajaran yang akan menjadi pedoman dalam kegiatan belajar mengajar. Perencanaan ini penting agar proses pembelajaran berjalan secara efektif dan terarah sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Pada pembelajaran IPAS kelas IV, guru telah menyusun Modul Ajar yang akan digunakan dalam pembelajaran. Sesuai dengan hasil wawancara dengan guru IPAS kelas IV di MIS Nur Rahman, beliau mengatakan bahwa beliau membuat perencanaan pembelajaran dengan menyusun modul ajar yang memuat capaian pembelajaran, tujuan, materi, kegiatan, serta asesmennya agar dapat mengetahui kebutuhan selama proses belajar. Beliau juga menyampaikan bahwa dalam menetapkan tujuan pembelajaran, misalnya pada materi tentang peta, siswa ditargetkan mampu mengenal dan menjelaskan bagian-bagian peta seperti judul, skala, simbol, legenda, mata angin, dan jenis-jenis peta, sehingga media gambar yang digunakan harus lengkap dan jelas agar memudahkan pemahaman siswa. Hal senada juga disampaikan bahwa penyusunan modul ajar wajib dilakukan sebelum mengajar, terutama dalam Kurikulum Merdeka, karena modul ajar merupakan perangkat ajar berisi perencanaan sistematis dan menarik untuk membantu mencapai kompetensi yang diharapkan. Modul ajar disusun guru sebagai pedoman yang dapat dikembangkan dari Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang telah ada. Penyusunan modul ajar juga membantu guru menyesuaikan materi dengan sumber belajar serta menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan. Berdasarkan hasil wawancara dan dokumentasi di Madrasah Ibtidaiyah pada lokasi penelitian, diketahui bahwa guru benar-benar membuat dan menggunakan modul ajar yang sesuai dengan materi dan bab dalam buku pelajaran, sehingga penggunaan media gambar dalam pembelajaran dapat berlangsung secara maksimal. Hal ini sejalan dengan data yang peneliti dapatkan bahwa guru membuat perencanaan pembelajaran dengan menyusun modul ajar sebagai pedoman agar pembelajaran berjalan terarah dan sesuai tujuan. Pelaksanaan Pembelajaran Copyright A 2026. Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Triaski. Implementasi Media Gambar A Pelaksanaan pembelajaran adalah proses yang diatur sedemikian rupa menurut langkah-langkah tertentu agar pelaksanaan mencapai hasil yang diharapkan. Pelaksanaan pembelajaran adalah proses yang diatur sedemikian rupa menurut langkahAelangkah tertentu agar pelaksanaan mencapai hasil yang diharapkan. Pelaksanaan pembelajaran adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif, nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dan peserta didik. Interaksi yang bernilai edukatif dikarenakan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pelaksanaan pembelajaran dimulai. Dalam pelaksanaan pembelajaran, guru melakukan beberapa tahap pelaksanaan pembelajaran antara lain: (Ainiyah. Fatikah and Yuyun Faris Daniati, 2. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru yang mengajar bahwa, dalam memilih dan menetapkan gambar yang akan digunakan dalam pembelajaran, beliau menyampaikan bahwa gambar yang dipilih harus sesuai dengan topik yang sedang diajarkan. Jika materinya tentang peta, maka beliau mencari gambar komponen dan jenis peta dari internet, kemudian dimasukkan ke dalam slide dan diberi penjelasan di bawah gambar agar siswa bisa memahami isi gambar dengan lebih mudah. Hal ini senada dengan hasil wawancara bersama salah satu siswa kelas IV MIS Nur Rahman Martapura, yang menyampaikan bahwa guru menampilkan gambar di layar dan menjelaskannya satu per satu, seperti arti simbol pada peta, kemudian mengulang-ulang penjelasan agar siswa dapat mengingatnya. Dengan cara tersebut, siswa dapat mengikuti pelajaran dengan lebih mudah. Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan di MIS Nur Rahman Martapura kelas IV, diketahui bahwa dalam pembelajaran IPAS kelas IV telah digunakan langkah-langkah yang sistematis dalam pelaksanaan penggunaan media gambar sebagai pendukung proses pembelajaran. Kegiatan Awal Kegiatan membuka pelajaran adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk menciptakan suasana pembelajaran yang memungkinkan siswa siap secara mental untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Dalam membuka pelajaran guru biasanya membuka dengan salam dan presensi siswa, dan menanyakan tentang materi sebelumnya, tujuan membuka pelajari adalah: Menimbulkan perhatian dan memotifasi siswa. Menginformasikan cakupan materi yang akan dipelajari dan batasan-batasan tugas Tarbiyah Darussalam. Volume 10. No. Mei 2026. Hal. yang akan dikerjakan siswa. Memberikan gambaran mengenai metode atau pendekatan-pendekatan yang akan digunakan maupun kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan siswa. Melakukan apresiasi, yakni mengaitkan materi yang telah dipelajari dengan materi yang akan dipelajari. Mengaitkan peristiwa actual dengan materi baru. (Ainiyah. Fatikah and Yuyun Faris Daniati, 2. Hasil wawancara dengan guru, tentang langkah-langkah yang dilakukan dalam melaksanakan pembelajaran di kelas, bahwa sebelum memulai pembelajaran guru mengakui bahwa membuka dengan salam lalu melakukan apersepsi, yaitu menghubungkan materi yang akan dipelajari dengan kejadian sehari-hari dengan tujuan agar anak-anak lebih aktif berpikir dan menghubungkan gambar dengan materi yang sedang dipelajari. Dalam menambah semangat siswa dalam mengikuti proses pembelajaran, selanjutnya hasil wawancara juga didapatkan bahwa gury sering memulai pelajaran dengan ice breaking agar suasana di kelas lebih santai dan mengurangi rasa tegang supaya siswa semangat dalam mengikuti pembelajaran. KegiatanInti Penyampaian materi pembelajaran merupakan inti dari suatu proses pelaksanaan pembelajaran. Dalam penyampaian materi guru menyampaikan materi berurutan dari materi yang paling mudah terlebih dahulu, untuk memaksimalkan penerimaan siswa terhadap materi yang disampaikan guru maka guru menggunakan media sebagai alat bantu penyampaian materi pembelajaran. Tujuan penyampaian materi pembelajaran adalah Membantu siswa memahami dengan jelas semua permasalahan dalam kegiatan pembelajaran. Membantu siswa untuk memahami suatu konsep atau dalil. Melibatkan siswa untuk berpikir, dan Memahami tingkat pemahaman siswa dalam menerima (Ainiyah. Fatikah and Yuyun Faris Daniati, 2. Kegiatan inti ini, guru terlebih dahulu menjelaskan materi yaitu tentang peta. Peserta didik melihat dan memperhatikan media gambar tentang peta yang disajikan oleh guru. Setelah itu guru akan menanyakan kepada siswa-siswi tentang materi yang disampaikan, apakah mereka paham atau belum, dan jika siswasiswi masih belum paham maka guru akan menjelaskan secara Setelah itu guru memberikan kesempatan kepada siswasiswi untuk mengajukan pertanyaan. Hasil wawancara menunjukkan tentang bagaimana memberikan motivasi kepada Copyright A 2026. Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Triaski. Implementasi Media Gambar A siswa, beliau mengatakan bahwa beliau selalu menekankan bahwa di kelas tidak apa-apa bertanya dan tidak apa-apa salah karena bertanya adalah tanda anak cerdas dan kesalahan adalah bagian dari proses belajar. Beliau juga menciptakan suasana kelas yang nyaman agar siswa tidak malu atau takut diejek, sehingga mereka lebih termotivasi untuk aktif. KegiatanPenutup Kegiatan menutup pelajaran adalah kegiatan yang dilakukan guru untuk mengakhiri kegiatan inti pembelajaran. Dalam kegiatan ini guru melakukan evaluasi terhadap materi yang telah disampaikan. (Ainiyah. Fatikah and Yuyun Faris Daniati, 2. Dalam kegiatan penutup ini guru mengajak siswa-siswi mengulang kembali pembelajaran yang telah mereka pelajari dan menanyakan kembali materi yang sudah dipelajari. Guru dan siswasiswi membuat kesimpulan terhadap pelajaran serta memberikan penguatan dan penugasan untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman siswa terhadap materi yang telah diajarkan. Terakhir, guru dan siswa membaca doa setelah belajar dan mengucapkan Hal ini sejalan dengan data yang peneliti dapatkan, terlihat bahwa guru telah menerapkan pelaksanaan pembelajaran dengan baik dan sesuai dengan rencana yang telah disusun, yaitu meliputi kegiatan pembelajaran yang mencakup kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Evaluasi Pembelajaran Tarbiyah Darussalam. Volume 10. No. Mei 2026. Hal. Istilah evaluasi . menujuk pada suatu proses untuk menentukan nilai dari suatu kegiatan tertentu. Evaluasi berarti penentuan sampai seberapa jauh sesuatu berharga, bermutu, atau Evaluasi terhadap hasil belajar yang dicapai oleh siswa dan terhadap proses belajar mengajar mengandung penilaian terhadap hasil belajar atau proses belajar itu, sampai beberapa jauh keduanya dapat dinilai baik. Sebenarnya yang dinilai hanyalah proses belajar mengajar, tetapi penilaian atau evaluasi itu diadakan melalui peninjauan terhadap hasil yang diperoleh siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar dan melalui peninjauan terhadap perangkat komponen yang sama-sama membentuk proses belajar mengajar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa evaluasi pembelajaran adalah proses pengumpulan informasi hasil kerja sama guru dan peserta didik dalam proses belajar sehingga diketahui kelemahan dan kelebihannya untuk kemudian dilakukan perbaikan, untuk mengambil keputusan atau penyusunan program selanjutnya. (Qurrotul Ainiyah dkk,2. Berdasarkan hasil wawancara dengan Guru IPAS kelas IV MIS Nur Rahman Martapura tentang bagaimana mengevaluasi akhir pembelajaran, beliau mengatakan bahwa setelah kegiatan belajar, beliau membimbing siswa untuk menyimpulkan materi yang telah dibahas dan kemudian melakukan evaluasi dengan memberikan tugas yaitu mengerjakan soal yang ada di LKS guna mengetahui sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi tersebut, serta memberikan penilaian terhadap hasil tugas mereka. Hal ini juga senada dengan penuturan dari hasil wawancara bersama siswa kelas IV MIS Nur Rahman Martapura yang mengatakan bahwa saat pelajaran selesai, biasanya guru akan mengajak mereka untuk menyimpulkan materi yang telah dipelajari dan kemudian memberikan tugas di LKS untuk Berdasarkan hasil wawancara dan dokumentasi, diketahui bahwa guru sudah membimbing siswa-siswi untuk menyimpulkan kembali materi yang telah mereka pelajari, dan setelah kegiatan penyimpulan beliau melanjutkan dengan melakukan evaluasi pembelajaran sebagai upaya untuk membantu siswa mengingat dan memahami kembali materi yang telah dipelajari. Evaluasi dilakukan dengan memberikan tugas kepada siswa yang berkaitan dengan materi pembelajaran hari itu, dan melalui tugas tersebut guru dapat menilai sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi. Selain itu, tugas yang dikumpulkan juga dinilai sebagai bentuk evaluasi dan umpan balik atas pencapaian belajar siswa. Copyright A 2026. Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Triaski. Implementasi Media Gambar A Hal ini sejalan dengan data yang peneliti dapatkan, yang menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan evaluasi pembelajaran dengan cara menanyakan kesimpulan dari materi yang telah dipelajari, memberikan tugas, serta memberikan penilaian atas hasil pekerjaan siswa. Media Gambar . Pengertian Media Gambar Di antara beberapa media pembelajaran media gambar adalah di antara media pembelajaran, media gambar adalah media yang paling umum dipakai. Hal ini dikarenakan siswa lebih menyukai gambar dari pada tulisan, apalagi jika gambarnya dibuat dan disajikan sesuai dengan persyaratan gambar yang baik, sudah barang tentu akan menambah semangat siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Menurut Hamalik. Media gambar adalah segala sesuatu yang diwujudkan secara visual kedalam bentuk dua dimensi sebagai curahan ataupun pikiran yang bentuknya bermacam-macam seperti lukisan, potret, slide, film, strip, opaque projektor. (Nina Sundari, 2. Mata Pelajaran IPA dan IPS (IPAS) . Pengertian IPA dan IPS (IPAS) IPAS adalah kajian ilmu pengetahuan yang membahas mengenai makhluk hidup beserta interaksinya dengan lingkungan dan alam semesta. Contohnya manusia yang merupakan makhluk hidup dan tidak dapat hidup sendiri. Sehingga singkatnya IPAS merupakan bentuk perpaduan antara pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA) dan ilmu pengetahuan sosial (IPS). Penggabungan IPA dan IPS diantaranya untuk memicu anak agar dapat mengelola lingkungan alam dan lingkungan sosial disekitarnya dalam satu kesatuan. Pembelajaran IPAS dilaksanakan disekolah dianggap mampu memegang peranan dalam mewujudkan profil pancasila yang menjadi gambaran ideal profil peserta didik di Indonesia. IPAS membantu peserta didik menumbuhkan keingintahuannya terhadap fenomena yang terjadi di sekitarnya. Keingintahuan ini membantu peserta didik untuk memahami cara alam semesta bekerja dan berinteraksi dengan kehidupan manusia di muka bumi. Pemahaman ini dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan yang dihadapi dan menemukan solusi untuk mencapai tujuan pembangunan (Khozin. Abdul Haris, 2. Faktor Pendukung Dan Faktor Penghambat Implementasi Media Gambar Pada Mata Pelajaran IPAS Faktor Pendukung Tarbiyah Darussalam. Volume 10. No. Mei 2026. Hal. Daya Tarik Visual: Anak-anak lebih tertarik pada gambar yang berwarna-warni dan menarik sehingga meningkatkan perhatian mereka terhadap materi yang diajarkan. Kemudahan Pemahaman: Gambar dapat menjelaskan konsep yang abstrak menjadi lebih konkret, memudahkan anak dalam memahami . Keterlibatan Aktif: Dengan media gambar, anak dapat lebih aktif dalam proses pembelajaran, baik melalui diskusi, bercerita, atau bermain peran. (Lestari, 2. Media gambar menjadi alat bantu yang efektif dalam proses Beberapa faktor yang mendukung implementasinya antara lain adalah kemudahan dalam menjelaskan materi, siswa menjadi lebih mudah dalam memahami pelajaran, serta meningkatnya antusiasme Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika menggunakan gambar, materi menjadi lebih mudah dijelaskan dan anak-anak lebih cepat paham karena mereka bisa melihat langsung bentuk atau contoh visualnya, seperti saat membahas peta, komponen peta, dan jenis-jenis peta, gambar-gambar itu sangat membantu. Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa siswa terlihat tertarik mengikuti pembelajaran dan lebih aktif saat media gambar digunakan, banyak dari mereka mulai bertanya, berdiskusi, bahkan mencoba menafsirkan sendiri gambar yang ditampilkan, yang menunjukkan bahwa gambar tidak hanya memperjelas materi, tetapi juga membangun rasa ingin tahu dan keterlibatan siswa selama proses belajar berlangsung. Beliau juga menyampaikan bahwa penggunaan media gambar sangat membantu meningkatkan ketertarikan siswa, membuat siswa lebih fokus dan aktif mengikuti pelajaran, serta lebih antusias bertanya dan berdiskusi karena gambar membantu mereka memahami materi dengan lebih mudah dan membuat pembelajaran terasa lebih hidup dan tidak membosankan. Hal ini senada dengan hasil wawancara bersama siswi kelas IV bahwa mereka lebih tertarik belajar jika guru menggunakan gambar karena gambar membuat pelajaran lebih seru, tidak membosankan, dan lebih mudah dipahami karena bisa langsung melihat contohnya. Dengan adanya gambar yang ditampilkan melalui layar, pembelajaran menjadi tidak monoton, suasana kelas terasa lebih hidup dan interaktif, guru tidak perlu terlalu banyak berbicara karena gambar mampu mewakili sebagian besar penjelasan, sehingga siswa juga tidak cepat merasa bosan. Hal ini sejalan dengan data yang peneliti dapatkan, yang menunjukkan bahwa faktor pendukung implementasi media gambar membuat siswa menjadi lebih tertarik dengan pembelajaran, memudahkan Copyright A 2026. Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Triaski. Implementasi Media Gambar A siswa-siswi dalam memahami pelajaran, dan membuat siswa lebih aktif saat media gambar digunakan. Faktor Penghambat . Kualitas gambar yang rendah, gambar yang yang tidak jelas atau buram dapat mengurangi efektivitasnya sebagai media pembelajaran. Keterbatasan akses, tidak semua siswa atau guru memiliki akses yang sama terhadap teknologi yang diperlukan untuk menampilkan gambar secara efektif. Keterbatasan interaksi, madia gambar cenderung bersifat statis sehingga kurang mendukung interaksi aktif antara siswa dan materi . Kurangnya kreativitas dalam penggunaan, gambar yang menoton atau kreatif dapat membuat siswa kehilangan minat atau motivasi dalam proses (Permadi Affan and Muhajir, 2. Berdasarkan hasil wawancara, kendala yang paling sering dialami guru adalah waktu yang dibutuhkan untuk menyiapkan media serta keterbatasan akses internet saat mencari gambar. Di jelaskan bahwa menyiapkan media gambar membutuhkan waktu tambahan, terutama jika harus mencari atau mengedit gambar agar sesuai dengan materi yang akan Ia juga menyampaikan bahwa koneksi internet yang lambat sering menjadi kendala saat ingin mengunduh gambar dari internet. Dalam proses pembelajaran, kualitas gambar juga menjadi aspek penting, karena gambar yang resolusinya rendah dapat mengurangi kejelasan informasi yang ingin disampaikan. Gambar yang terlihat jelas di laptop sering kali menjadi pecah saat ditampilkan di layar, sehingga siswa kesulitan menangkap isi gambar tersebut. Dari data yang peneliti dapatkan, faktor penghambat implementasi media gambar meliputi kualitas gambar yang rendah, keterbatasan akses teknologi, keterbatasan interaksi, serta kurangnya kreativitas dalam penggunaan gambar selama proses pembelajaran. KESIMPULAN Implementasi Media Gambar Pada Mata Pelajaran IPAS Kelas IV Di MIS Nur Rahman Martapura Kabupaten Banjar. Perencanaan pembelajaran yaitu awal aktivitas manajemen dalam mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Pelaksanaan pembelajaran yaitu ada kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Evaluasi pembelajaran yaitu evaluasi terhadap hasil belajar yang dicapai oleh siswa dan terhadap proses belajar mengajar. Tarbiyah Darussalam. Volume 10. No. Mei 2026. Hal. Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat Implementasi Media Gambar Pada Mata Pelajaran IPAS di MIS Nur Rahman Martapura Kabupaten Banjar. Faktor Pendukung . Daya Tarik Visual. Anak-anak lebih tertarik pada gambar yang berwarna-warni dan menarik sehingga meningkatkan perhatian mereka terhadap materi yang diajarkan. Kemudahan Pemahaman. Gambar dapat menjelaskan konsep yang abstrak menjadi lebih konkret, memudahkan anak dalam memahami . Keterlibatan Aktif. Dengan media gambar, anak dapat lebih aktif dalam proses pembelajaran, baik melalui diskusi, bercerita, atau bermain Faktor Penghambat . Kualitas gambar yang rendah, gambar yang yang tidak jelas atau buram dapat mengurangi efektivitasnya sebagai media pembelajaran. Keterbatasan akses, tidak semua siswa atau guru memiliki akses yang sama terhadap teknologi yang diperlukan untuk menampilkan gambar secara efektif. Keterbatasan interaksi, madia gambar cenderung bersifat statis sehingga kurang mendukung interaksi aktif antara siswa dan materi . Kurangnya kreativitas dalam penggunaan, gambar yang menoton atau kreatif dapat membuat siswa kehilangan minat atau motivasi dalam proses SARAN Berdasarkan kesimpulan diatas maka dapat diajukan saran sebagai berikut : Bagi guru, diharapkan dapat lebih kreatif dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran sehingga seluruh siswa dapat terlibat secara Bagi siswa-siswi diharapkan lebih memperhatikan jika guru menjelaskan dan juga lebih bersemangat dalam belajar agar mendapat prestasi yang baik dan Bagi sekolah diharapkan, meningkatkan lagi sarana prasarana khususnya untuk menunjang proses belajar mengajar agar lebih maksimal dalam Untuk peneliti selanjutnya, penulis berharap agar penelitian mendatang dapat mengkaji lebih dalam mengenai rasa ingin tahu siswa, karena hal tersebut merupakan salah satu faktor penting dalam proses pembelajaran. Copyright A 2026. Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Triaski. Implementasi Media Gambar A UCAPAN TERIMA KASIH