Fina Fitriyana1. Erika Amelia2. Richard Ferdiansyah3 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan IMPLIKASI KARAKTERISTIK AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT: PENDEKATAN KONTINJENSI CORPORATE GOVERNANCE Fina Fitriyana1. Erika Amelia2. Richard Ferdiansyah3 Universitas Pamulang1. Universitas Pamulang2. Universitas Pamulang3 pos-el: dosen02500@unpam. id1, ameliaerika74@gmail. ferdiansyahrichard88@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mekanisme tata kelola perusahaan yang terdiri dari Audit Committee. Board of Directors Change, dan Capital Structure terhadap Audit Report Lag serta implikasinya terhadap Firm Value, dengan Audit Report Lag sebagai variabel mediasi dan Audit Quality sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari 34 perusahaan sektor industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020Ae2024. Analisis dilakukan menggunakan model data panel melalui Fixed Effect Model (FEM) dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Audit Committee dan Capital Structure berpengaruh negatif signifikan terhadap Audit Report Lag, sedangkan Board of Directors Change tidak berpengaruh signifikan. Selanjutnya. Audit Report Lag terbukti berpengaruh negatif signifikan terhadap Firm Value dan memediasi secara parsial hubungan Audit Committee dan Capital Structure terhadap Firm Value. Sementara itu. Audit Quality terbukti memperkuat hubungan Audit Committee dan Capital Structure dengan Firm Value, namun tidak memoderasi hubungan Board of Directors Change dengan Firm Value. Temuan ini mendukung Agency Theory. Signaling Theory, dan Trade-Off Theory yang menegaskan bahwa tata kelola efektif, efisiensi struktur modal, serta kualitas audit yang tinggi mampu meningkatkan kredibilitas pelaporan dan nilai perusahaan. (TNR, 11, spasi tungga. Kata kunci : audit committee, board of directors change, capital structure, audit report lag, audit quality, firm value. ABSTRACT This study aims to analyze the influence of corporate governance mechanisms comprising the Audit Committee. Board of Directors Change, and Capital Structure on Audit Report Lag and their implications for Firm Value, with Audit Report Lag serving as a mediating variable and Audit Quality as a moderating variable. The research employs a quantitative approach using secondary data from 34 industrial sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during 2020Ae2024. Data were analyzed using panel data regression through the Fixed Effect Model (FEM) and Moderated Regression Analysis (MRA). The results show that the Audit Committee and Capital Structure have a significant negative effect on Audit Report Lag, while the Board of Directors Change has no significant effect. Furthermore. Audit Report Lag has a significant negative effect on Firm Value and partially mediates the relationship between Audit Committee and Capital Structure with Firm Value. Audit Quality strengthens the effect of Audit Committee and Capital Structure on Firm Value but does not moderate the relationship between Board of Directors Change and Firm Value. These findings support Agency Theory. Signaling Theory, and Trade-Off Theory, emphasizing that effective governance, efficient capital structure, and high audit quality enhance reporting credibility and corporate value. Keywords: audit committee, board of directors change, capital structure, audit report lag, audit quality, firm value Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Fina Fitriyana1. Erika Amelia2. Richard Ferdiansyah3 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan PENDAHULUAN Kualitas audit merupakan elemen penting dalam sistem pelaporan keuangan karena menentukan kredibilitas informasi yang disampaikan kepada pemangku Laporan keuangan yang andal dan berkualitas tinggi dapat mengurangi asimetri informasi serta meningkatkan kepercayaan investor dan pemangku kepentingan lainnya terhadap perusahaan (DeFond & Zhang, 2. Dalam konteks pasar modal modern, peningkatan tuntutan transparansi dan akuntabilitas menempatkan peran auditor eksternal sebagai penjaga integritas pelaporan keuangan semakin Karakteristik determinan fundamental kualitas audit. Fee audit, tenure audit, dan spesialisasi auditor telah banyak digunakan sebagai indikator yang mempengaruhi efektivitas auditor dalam memberikan opini independen. Audit fee sering dipandang sebagai cerminan dari tingkat kompleksitas audit dan sumber daya pemeriksaan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas audit (Kang. Lee, & Son, 2. Namun, tingginya fee audit juga dapat menimbulkan kekhawatiran mengenai ketergantungan ekonomi auditor pada klien, yang berpotensi mengurangi independensi. Audit tenure atau lamanya hubungan antara auditor dan klien juga memiliki implikasi penting. Tenure yang panjang meningkatkan pemahaman auditor terhadap meningkatkan efektivitas audit. Namun, hubungan jangka panjang dikhawatirkan dapat melemahkan independensi auditor karena adanya risiko familiarity threat (Sari & Januarti, 2. Sementara itu, auditor yang memiliki spesialisasi industri diyakini mampu memberikan audit dengan kualitas lebih baik karena memiliki pengetahuan dan pengalaman mendalam di sektor tertentu (Lobo & Zhao, 2. Walaupun menyimpulkan bahwa karakteristik auditor berdampak signifikan terhadap kualitas audit, hasil empiris menunjukkan temuan yang tidak konsisten. Ketidakkonsistenan tersebut mengindikasikan adanya faktor lain yang mempengaruhi hubungan tersebut. Oleh . ontingency approac. relevan diterapkan untuk memahami bagaimana kondisi tertentu memoderasi hubungan antara variabel. Dalam penelitian ini, corporate governance diposisikan sebagai faktor kontinjensi kunci. Corporate governance yang efektif melalui peran komite audit, dewan komisaris independen, dan kepemilikan institusional dapat memperkuat efektivitas auditor dalam menghasilkan audit berkualitas tinggi (Habib. Jiang, & Zhou, 2. Tata kelola yang baik juga memperkuat fungsi akuntabilitas proses audit dan mengurangi kemungkinan terjadinya manipulasi laporan keuangan (Utama & Fitriany, 2. Sebaliknya, lingkungan tata kelola yang lemah dapat mengurangi pengaruh positif karakteristik auditor terhadap kualitas audit, karena kurangnya mekanisme pengawasan yang efektif dari pihak internal perusahaan. Dalam konteks negara berkembang seperti Indonesia, keberadaan corporate governance menjadi lebih penting. Tingginya tingkat asimetri informasi, kepemilikan terkonsentrasi, serta masih bervariasinya penerapan praktik tata kelola membuat penelitian terkait hubungan karakteristik auditor dan kualitas audit menjadi sangat relevan (Nurhayati & Setiawan, 2. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi implikasi karakteristik auditor terhadap kualitas audit dengan pendekatan kontinjensi melalui corporate Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Fina Fitriyana1. Erika Amelia2. Richard Ferdiansyah3 governance guna memberikan pemahaman lebih mendalam terkait determinan kualitas audit pada kondisi lingkungan tata kelola yang bervariasi. Berdasarkan uraian dari latar belakang diatas dapat disampaikan bahwa tujuan dari penelitian ini adalah untuk auditor terhadap kualitas audit. Dimana karakteristik auditor di proyeksikan dengan audit tenure. Fee audit dan spesialisasi audit. Tujuan lainnya yaitu untuk menganalisis bagaimana corporate governance memiliki peran sebagai variabel moderasi apakah corporate memperlemah hubungan karakteristik auditor terhadap kualitas audit. Hipotesis dari penelitian ini yaitu: H1: Diduga Karakteristik Audit berpengaruh terhadap Kualitas Audit H2: Diduga Tenure Audit berpengaruh terhadap Kualitas Audit H3: Diduga Fee Audit berpengaruh terhadap Kualits Audit H4: Diduga spesialisasi audit berpengaruh terhadap kualitas audit H5: Diduga Corporate Governance memperkuat Tenure Audit terhadap Kualitas Audit H6: Diduga Corporate Governance memperkuat Fee Audit terhadap Kualitas Audit H7: Diduga corporate governance Spesialisasi Auditor terhadap Kualitas Audit METODE PENELITIAN Pendekatan kuantitatif asosiatif kausal merupakan metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini. Pendekatan kuantitatif asosiatif kausal yang memiliki tujuan untuk menguji pengaruh fee audit, tenure audit dan spesialisasi audit Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan terhadap kualitas audit dengan corporate governance sebagai variabel moderasi. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan dan laporan tahunan . nnual repor. perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019Ae Pemilihan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pemilihan berdasarkan kriteria tertentu, seperti perusahaan yang terdaftar secara konsisten di BEI. Analisis data dilakukan dengan menggunakan EViews untuk menguji model regresi linear berganda dan hubungan antar variabel dalam penelitian. Gambar 3. Kerangka berpikir Tabel 1. Operasional Variabel Variabel Operasional Skala Nilai 1 untuk perusahaan yang memiliki opini wajar tanpa dan nilai 0 bagi perusahaan yang opini auditnya bukan/selain wajar tanpa Dummy Dependen Kualitas Audit (Sihombi Triyanto. Fina Fitriyana1. Erika Amelia2. Richard Ferdiansyah3 Independen Tenure Audit (Yolanda. Menghitung jumlah tahun perikatan pada KAP yang sama, angka 1 pada tahun untuk setiap Fee Audit (Luvena. Maidani Afriani. Ln professional Nominal Spesialisa Auditor, (Suryani. Nilai SPEC Ou n auditor spesialis dan SPEC < 10%, n auditor non Angka 1 akan diberikan kepada auditor yang memiliki angka 0 akan kepada auditor yang tidak industri atau yang bersifat non-spesialis. Dummy GCG HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Tabel 1. Hosmer lemeshow Dummy Pada tabel 1 diatas menunjukkan nilai H-L Statistic sebesar 10. 5434 dengan nilai Probabilitas Chi Square sebesar 0. Dengan nilai probabilitas sebesar 0. yang mana nilai tersebut lebih besar dari 0,05 . 2289 > 0,. , maka H0 diterima yang berarti terdapat kesesuaian antara data sampel dengan model regresi yang memprediksi data observasinya dalam penelitian ini atau dapat dikatakan model yang digunakan dapat diterima karena Tabel 2. Hasil Akurasi Model KINST= JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Rasio Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Berdasarkan hasil tabel diatas, dapat dilihat pada kolam Estimated Equation total persentase benar . yaitu 33% dan salah . sebesar Berarti nilai persentase correct . 33%) > incorrect . 67%) yang artinya tingkat akurasi prediksi mencapai Fina Fitriyana1. Erika Amelia2. Richard Ferdiansyah3 33% sehingga dapat dikatakan model cukup baik. JURNAL Edueco Universitas Balikpapan atau simultan mempengaruhi secara signifikan terhadap variable dependen yaitu Kualitas Audit. Tabel 3. Hasil Uji Koefisien McFadden Rsquared Mean dependent 346075 var 412420 regression Akaike info Sum squared 891244 resid Schwarz Hannan-Quinn Log likelihood Deviance Variable Tabel 5. Hasil Uji Parsial (T) Coefficient Std. Error z-Statistic Prob. FEE 519965 TNR SPLS Berdasarkan hasil dari tabel diatas dapat diketahui bahwa persamaan pertama di Avg. peroleh nilai t hitung dalam regresi LR statistic 90768 likelihood menunjukkan bahwa pengaruh variabel Prob(LR independen secara parsial terhadap variabel dependen. Hasil dari uji regresi parsial . dapat diuraikan bahwa fee Berdasarkan koefisien audit, tenure audit dan corporate determinasi diatas, dapat diketahui nilai governance Mc Fadden R-squared sebesar 0. 346075, kualitas audit sedangkan spesialisasi audit sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak berpengaruh terhadap kualitas audit. variabel bebas pada model dalam penelitian ini mampu menerangkan Tabel 6. Uji Moderated Regression Analysis variabel terikatnya yaitu kualitas audit Varaible Coefficient Std. Error z-Statistic Prob. sebesar 34,6% dan selebihnya yaitu FEE*CG -7. 65,4% dijelaskan variabel lain diluar TNR*CG Restr. Restr. 75096 likelihood Tabel 4 Hasil Uji Simultan LR statistic Prob FStatistic SPLS*CG Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa nilai F-statistic sebesar 26,90768 dengan nilai probability F Statistic 000346 signifikan lebih kecil dari atau . 000346< 0. Hasil ini menujukkan bahwa variabel independen yaitu Fee Audit. Tenure Audit dan Spesialisasi Audit secara bersama-sama Pada Interaksi Corporate Governance terhadap Fee Audit memiliki nilai probability sebesar 0. 0198>0. 05 atau lebih kecil dari nilai signifikansi 0. Corporate Governance hubungan Fee Audit dengan kualitas Pada Interaksi Corporate Governance terhadap Tenure Audit memiliki nilai probability sebesar 0077>0. 05 atau lebih kecil dari nilai Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Fina Fitriyana1. Erika Amelia2. Richard Ferdiansyah3 05, dapat diartikan bahwa Corporate Governance memoderasi hubungan Tenure Audit dengan kualitas audit. Pada Interaksi Corporate Governance terhadap Spesialisasi Audit memiliki nilai probability sebesar 9314>0. 05 atau lebih besar dari nilai 05, dapat diartikan bahwa Corporate Governance memoderasi hubungan Spesialisasi Audit dengan kualitas audit. Pembahasan Pengaruh Karakteristik Audit terhadap Kualitas Audit Hasil penelitian ini memperlihatkan karakteristik audit yang meliputi Audit Tenure (TNR). Fee Audit (FEE), dan Spesialisasi Audit (SPLS) berpengaruh signifikan terhadap Kualitas Audit. Temuan ini menegaskan bahwa semakin panjang masa perikatan antara auditor dan klien, maka kualitas audit cenderung Fenomena objektivitas auditor akibat hubungan profesional yang terlalu lama dengan Hubungan jangka panjang berisiko menimbulkan tekanan psikologis dan familiarity threat, yang pada akhirnya dapat melemahkan ketegasan auditor dalam mengungkapkan temuan audit yang Hasil ini konsisten dengan penelitian Rahmadani dan Halmawati . serta Berkah Sawaludin . yang menyatakan bahwa kedekatan hubungan auditor dan klien dalam jangka waktu panjang dapat menurunkan independensi dan berdampak pada menurunnya kualitas audit. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Selanjutnya, variabel Fee Audit (FEE) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan fee audit yang diterima auditor berbanding lurus dengan meningkatnya kualitas hasil Imbalan audit yang memadai memungkinkan auditor mengalokasikan sumber daya yang cukup, menugaskan staf berpengalaman, dan menjalankan prosedur audit secara menyeluruh serta sesuai standar profesional. Hasil ini sejalan dengan temuan Hefri Oktarinaldi dan Robin . yang menyebutkan bahwa fee audit memiliki hubungan positif dengan kualitas audit karena kompensasi yang layak mendorong auditor bekerja lebih teliti dan Temuan ini juga diperkuat oleh Dinda Rinata dan Nur Aliah . yang menegaskan bahwa pemberian fee meningkatkan profesionalisme auditor, memperbaiki ketepatan dalam mendeteksi salah saji, serta memperkuat kredibilitas laporan audit yang dihasilkan. Sementara itu, variabel Spesialisasi Audit (SPLS) tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Hasil ini menunjukkan bahwa keahlian auditor dalam industri tertentu tidak selalu menjadi faktor penentu peningkatan mutu Meskipun auditor spesialis diharapkan memiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai karakteristik faktor-faktor independensi, tekanan waktu, dan penerapan etika profesional seringkali memiliki pengaruh yang lebih dominan dalam menentukan hasil audit. Temuan ini sejalan dengan penelitian Kholik dan Kuntadi . yang mengungkapkan bahwa spesialisasi auditor tidak selalu memberikan dampak signifikan terhadap Fina Fitriyana1. Erika Amelia2. Richard Ferdiansyah3 kualitas audit, karena pengalaman industri yang dimiliki auditor belum tentu diikuti profesional yang memadai. Pengaruh Audit Tenure terhadap Kualitas Audit Hasil penelitian menunjukkan bahwa Audit Tenure berpengaruh negatif signifikan terhadap Kualitas Audit. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin lama masa perikatan auditor dengan klien, kualitas audit cenderung Kondisi tersebut dapat terjadi karena hubungan jangka panjang antara auditor dan manajemen berpotensi objektivitas auditor dalam menjalankan proses pemeriksaan. Auditor yang terlalu lama menjalin hubungan profesional dengan klien berisiko menghadapi tekanan psikologis dan familiarity threat yang dapat menurunkan ketegasan dalam mengungkap temuan audit yang material. Hasil ini sejalan dengan temuan Rahmadani dan Halmawati . yang mengemukakan bahwa lamanya masa perikatan audit berpengaruh negatif menimbulkan kedekatan emosional dan potensi konflik kepentingan antara auditor dan manajemen. Kondisi ini membuat auditor cenderung lebih toleran terhadap penyimpangan atau kesalahan dalam laporan keuangan. Senada dengan hal tersebut. Sawaludin & Fitriyana . juga menemukan bahwa hubungan jangka panjang antara auditor dan klien dapat melemahkan sikap profesional auditor serta menurunkan ketelitian dalam proses pemeriksaan, terutama ketika auditor profesional terhadap klien yang sudah lama diaudit. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Pengaruh Fee Audit Terhadap Kualitas Audit Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fee Audit berpengaruh signifikan terhadap Kualitas Audit, mengindikasikan bahwa semakin besar fee audit yang dibayarkan kepada auditor, semakin tinggi pula kualitas audit yang dihasilkan. Hal ini menandakan bahwa auditor dengan kompensasi yang lebih tinggi cenderung mengalokasikan waktu, tenaga, dan sumber daya yang lebih besar dalam proses pemeriksaan, sehingga mampu meningkatkan ketepatan serta keandalan hasil audit. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian Nurhasanah dkk . yang menyatakan bahwa besaran fee audit mencerminkan kompleksitas pekerjaan auditor, di mana auditor dengan bayaran yang lebih tinggi biasanya memiliki tanggung jawab lebih besar dan melakukan prosedur audit yang lebih Selain itu. Salira dan Prasetyo . menegaskan bahwa kompensasi yang proporsional dapat meningkatkan profesionalisme dan objektivitas auditor, karena fee audit yang sesuai risiko mendorong auditor untuk menjaga kualitas hasil pemeriksaan. Dengan demikian, hasil penelitian ini menegaskan bahwa fee audit merupakan faktor penting dalam menentukan kualitas audit. Semakin besar fee yang diterima auditor, semakin tinggi pula komitmen auditor dalam menjalankan proses audit secara cermat, independen, dan sesuai dengan standar profesional yang berlaku. Pengaruh Spesialisasi Auditor terhadap Kualitas Audit Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesialisasi auditor tidak berpengaruh Fina Fitriyana1. Erika Amelia2. Richard Ferdiansyah3 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan signifikan terhadap kualitas audit. Nilai menunjukkan arah hubungan yang sejalan, yaitu semakin tinggi keahlian auditor maka kualitas audit cenderung meningkat, namun karena pengaruhnya tidak signifikan, hal ini menandakan bahwa tingkat keahlian auditor belum cukup kuat untuk memberikan perbedaan nyata terhadap kualitas audit. Dengan kata lain, faktor lain di luar spesialisasi auditor kemungkinan lebih berperan dalam menentukan baik atau tidaknya kualitas audit. Sejalan dengan penelitian Ayuni . menunjukkan bahwa spesialisasi auditor tidak berpengaruh terhadap kualitas audit. Hal ini disebabkan oleh kebijakan rotasi audit yang membuat auditor dan Kantor Akuntan Publik (KAP) pengalaman di berbagai sektor industri, sehingga tidak ada perbedaan berarti antara auditor spesialis dan nonspesialis. Hasil ini sejalan dengan penelitian Jaiman, dkk . , yang menyatakan bahwa pengalaman auditor yang merata serta penerapan standar audit yang seragam membuat spesialisasi tidak berpengaruh signifikan, karena faktor lain pengendalian internal lebih menentukan kualitas audit. Pengaruh Audit Tenure terhadap Kualitas Audit dengan Corporate Governance Variabel Pemoderasi Berdasarkan hasil pengujian, variabel interaksi antara Audit Tenure dan Corporate Governance (TNRyCG). Hasil ini mengindikasikan bahwa Corporate Governance berperan sebagai variabel moderasi yang memperkuat hubungan positif antara Audit Tenure dan Kualitas Audit. Artinya, penerapan tata kelola objektivitas auditor, meskipun hubungan profesional antara auditor dan klien telah terjalin dalam jangka waktu yang Sistem pengawasan internal yang efektif juga berperan penting dalam meminimalkan potensi familiarity threat antara auditor dan pihak manajemen. Oleh sebab itu, semakin lama masa perikatan audit tidak selalu berdampak negatif, maka dapat memperdalam kompleksitas dan karakteristik bisnis klien tanpa mengorbankan integritas Oleh karena itu. Good Corporate Governance berfungsi sebagai mekanisme pengendalian yang menjaga agar hubungan jangka panjang tetap berjalan sesuai prinsip etika dan Temuan tersebut selaras dengan pendapat Qutaiba Khaled Abdu Alkhazaleh et al. yang menyatakan bahwa corporate governance berperan sebagai alat pengendali yang mampu mengurangi asimetri informasi antara manajemen dan pemegang saham, sehingga auditor dapat menjalankan tugasnya dengan tingkat independensi yang lebih optimal. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Pengaruh Fee Audit terhadap Kualitas Audit dengan Corporate Governance sebagai Variabel Pemoderasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa Good Corporate Governance memoderasi secara negatif hubungan antara Fee Audit dan Kualitas Audit. Artinya, penerapan CG yang efektif justru memperlemah pengaruh positif fee audit terhadap kualitas audit, karena mekanisme pengawasan internal yang kuat telah mampu menjaga mutu audit tanpa bergantung pada besarnya imbalan Fina Fitriyana1. Erika Amelia2. Richard Ferdiansyah3 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Hasil ini sejalan dengan Nurhasanah et al. yang menemukan bahwa fee audit tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit, serta didukung oleh Salira & Prasetyo . dan Cohen et al. yang menegaskan bahwa tata kelola yang baik meningkatkan integritas audit melalui efektivitas dewan dan komite Dengan demikian. Good Corporate Governance berperan sebagai pengendali terhadap fee audit dalam menentukan kualitas audit. Pengaruh Spesialisasi Auditor terhadap Kualitas Audit dengan Corporate Governance Variabel Pemoderasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan yang baik diharapkan dapat memperkuat hubungan antara keahlian auditor dan kualitas audit, namun dalam penelitian ini pengaruh tersebut justru Dengan kata lain, pada perusahaan dengan sistem tata kelola yang efektif, peran spesialisasi auditor terhadap peningkatan kualitas audit mekanisme pengawasan internal yang kuat telah mampu menjaga mutu audit tanpa terlalu bergantung pada tingkat keahlian atau pengalaman spesifik Corporate governance berperan penting dalam mengawasi proses pelaporan keuangan agar berjalan secara transparan, akuntabel, dan independen. Penerapan tata kelola yang baik dapat memperkuat hubungan antara keahlian auditor dan kualitas audit, karena mampu mengurangi potensi konflik kepentingan antara auditor dan manajemen. Penelitian Wijaya. Wijaya, dan Fanny . juga menjelaskan bahwa elemen-elemen dalam tata kelola perusahaan berpengaruh terhadap ketelitian dan keandalan audit, di mana dewan yang beragam dan pengawasan serta mengurangi risiko kesalahan dalam laporan keuangan Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 KESIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik audit yang meliputi audit tenure, fee audit, dan spesialisasi auditor berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Secara umum, ketiga faktor ini menggambarkan kemampuan auditor independensi, dan ketelitian selama proses audit, meskipun masing-masing menunjukkan pengaruh yang berbeda. Audit tenure berpengaruh negatif terhadap kualitas audit, menandakan bahwa hubungan jangka panjang antara auditor dan klien dapat mengurangi independensi serta objektivitas auditor. Sebaliknya, fee audit berpengaruh positif, yang berarti kompensasi yang layak mendorong auditor bekerja lebih cermat Sementara spesialisasi auditor tidak berpengaruh signifikan, menunjukkan bahwa keahlian industri saja belum cukup tanpa sikap skeptis dan integritas yang tinggi. Selanjutnya, berperan dalam memoderasi hubungan antara karakteristik audit dan kualitas Tata kelola yang baik memperkuat pengaruh positif masa perikatan audit dengan menjaga independensi auditor, namun dapat memperlemah hubungan antara fee audit dan kualitas audit karena pengawasan internal lebih menentukan hasil audit dibanding besarnya imbalan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa penerapan good Fina Fitriyana1. Erika Amelia2. Richard Ferdiansyah3 corporate governance dan karakteristik audit yang tepat berperan penting dalam menjaga mutu audit serta meningkatkan laporan keuangan perusahaan. Terdapat beberapa keterbatasan dalam penelitian ini adalah Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini hanya 3 . faktor saja yaitu audit tenure, fee audit dan Hal memungkinkan terabaikannya faktorfaktor lain yang mempengaruhi kualitas Peneliti penelitian ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu ada beberapa saran bagi peneliti selanjutnya yang dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk melakukan penelitian dengan topik yang sama, yaitu : Bagi peneliti selanjutnya disarankan melakukan penelitian dengan memperluas populasi penelitian ke sektor lain seperti keuangan, infrastruktur dan lain-lain. Diharapkan peneliti selanjutnya juga dapat menambahkan variabel-variabel lain yang mempengaruhi praktik kualitas audit serta menambahkan tahun penelitian agar data terbaharukan . DAFTAR PUSTAKA