Anterior Jurnal. Volume 15 Nomor 1. Desember 2015. Hal 76 Ae 84 ISSN 1412-1395 . 2355-3529 . PERTIMBANGAN VISUAL DAN FISIOLOGIS SEBAGAI KRITERIA PANEN KANGKUNG DARAT AKIBAT PEMBERIAN KAPUR DOLOMIT DI TANAH GAMBUT DJOKO EKO HADI SUSILO Dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Email : masdjoko_ns@yahoo. ABSTRACT The aim of this study is to observe visually and physiologically as consideration of criteria of Kale crop (Kangkon. because of giving dolomite lime in peat soil. This study was conducted in September to December 2015 in the city of Palangka Raya in Central Kalimantan. The giving of dolomite lime as the treatment was done as many as 3 dose level, namely: D1 = 3 tons ha . D2 = 6 tons ha and D3 = 9 tons ha as many as 9 replications. Observation was done to height of plant . the number of leaves . the leaves area . m ), the leaves area index (ILD), fresh weight of harvest . , and the fresh harvest index (IP) at the age of 21 and 28 days after planting (DAP). Fresh crop harvesting of Kale (Kangkon. was done by repealed . Analysis of the growth of leaves area, the leaves area index, fresh weight of shoot, and the fresh harvest index used Guritno and Sitompul methods . The result of this study showed that based on visual estimation and consideration of physiological indicators of Kale (Kangkon. growth in peat soil because of the giving dolomite lime, then criteria for the crop was considered can be harvesting starting at age 21 DAP and it did not need to wait until the plant at ages 28 DAP on all doses of giving lime . -9 tons ha ) because it has a physiological growth that support the harvest index that relatively high at 73. 2Ae78. 1% despite fresh harvest at age 28 HST also able to achieve a harvest index of 74. 9Ae76. The result of this study suggested that fresh harvesting of Kale (Kangkon. that was repealed . should be beginning about age 21 DAP when planted in peat soil by using dolomite lime with a dose of 3-9 tons ha . Keywords: visual, physiological, harvest criteria. Kale . angkung dara. , dolomite, and peat soil ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengamati secara visual dan fisiologis sebagai pertimbangan kriteria panen kangkung darat akibat pemberian kapur dolomit di tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan SeptemberAeDesember 2015 di Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah. Pemberian kapur dolomit sebagai perlakuan dilakukan pada 3 taraf dosis, yaitu : D1 = 3 ton ha . D2 = 6 ton ha dan D3 = 9 ton ha sebanyak 9 ulangan. Pengamatan dilakukan terhadap tinggi tanaman . jumlah daun . luas daun . m ), indeks luas daun (ILD), berat segar panen . , dan indeks panen segar (IP) pada umur 21 dan 28 hari setelah tanam (HST). Panen segar kangkung darat dilakukan dengan cara dicabut. Analisis pertumbuhan luas daun, indeks luas daun, berat segar panen, dan indeks panen segar menggunakan metode Sitompul dan Guritno . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan penilaian visual dan pertimbangan indikator fisiologis pertumbuhan tanaman kangkung darat di tanah gambut akibat pemberian kapur dolomit, maka kriteria panen dapat dipertimbangkan bisa dilakukan mulai umur 21 HST dan tidak perlu menunggu umur 28 HST pada semua dosis pemberian kapur yang diberikan . Ae9 ton ha ) karena telah memiliki pertumbuhan fisiologis yang mendukung indeks panen yang relatif tinggi sebesar 73,2Ae78,1% meskipun panen segar di umur 28 HST juga mampu mencapai indeks panen sebesar 74,9Ae76,1%. Hasil penelitian ini menyarankan bahwa panen segar kangkung darat dengan cara dicabut sebaiknya dilakukan dimulai umur 21 HST apabila ditanam di tanah gambut menggunakan kapur dolomit dengan dosis 3Ae9 ton ha . Kata kunci : visual, fisiologis, kriteria panen, kangkung, dolomit, dan tanah gambut Djoko Eko Hadi Susilo. Pertimbangan Visual dan Fisiologis Sebagai Kriteria Panen Kangkung DaratA PENDAHULUAN Tanaman kelengkapan aspek berupa jaminan kualitas produk yang menyangkut mutu hasil panennya. sayuran daun pada umumnya berumur pendek. Hal ini bisa didukung dengan penentuan saat yang ditandai dengan saat layak dipanennya panen yang tepat dengan didasarkan pada tanaman sebagai bahan sayuran. Hampir semua menurut pertumbuhan tanaman. Panen penampilan pertumbuhannya hingga memasuki hortikultura sayuran daun sangat berhubungan saat panen, namun seringnya penentuan saat dan bergantung dengan sistem produksi produk panen hanya didasarkan pada umur tanaman Produksi yang baik mengakibatkan atau faktor lain yang menjadi kebiasaan, sehingga saat panen dan mutu panen menjadi baik juga sangat bervariasi saat panen yang digunakan sehingga bisa optimal sistem pascapanennya terhadap tampilan, tekstur, cita rasa, nilai nutrisi. Bebarapa alasan digunakan untuk penentuan keamanan, panjangnya masa simpan dan masa pasar produk hortikultura. Utama dan Antara . menjelaskan bahwa saat panen dan tanamannya juga sama. Salah pascapanen yang sesuai menjadi terasa penting dan harus dikembangkan untuk mengatasi respon sayuran daun adalah kangkung (Ipomoea reptans perbedaan kultivar, stadia kematangan, daerah Tanaman dibudidayakan secara baik di daerah tropis pertumbuhan, dan musim. Kangkung Umumnya produk panen sayuran daun berupa bentuk dan warna yang secara bersama- memanfaatkan periode suhu panas yang panjang dengan sistem pengairan yang baik. Luther hortikultura masih merupakan parameter penting . di pasar perdagangan. Kesan di masyarakat juga menjelaskan bahwa kangkung dapat memerlukan sinar matahari dan air yang cukup. komponen mutu sayuran daun yang menyangkut Menanam cita rasa, tekstur, nilai nutrisi, dan tidak adanya memungkinkan akan memberikan hasil yang lebih kerusakan fisiologis sehingga menentukan arti tinggi dibandingkan menanam di dataran tinggi. produk hortikultura sayuran bagi masyarakat. Mengupayakan kuantitas produksi tanaman Oleh sebab itu perlu diperhatikan masa . hortikultura sayuran adalah sangat penting, yakni dengan melaksanakan GAP . ood agriculture Menentukan masa panen yang baik adalah selain practice. dan sebagai bentuk keberlanjutan menjaga mutu . juga ada keuntungan pengaturan pola tanam dan pola panen sehingga ada efisiensi pemenuhan kebutuhan panen sayur Anterior Jurnal. Volume 15 Nomor 1. Desember 2015. Hal 76 Ae 84 . komoditas hortikultura sayuran daun. sebanyak 9 kali. Pengamatan yang menunjang tujuan penelitian ini dilakukan terhadap tinggi tanaman . jumlah daun . luas daun Berdasarkan kondisi budidaya tanaman ISSN 1412-1395 . 2355-3529 . , dan indeks panen segar (IP) masing- berkelanjutan, maka penelitian ini memiliki tujuan masing pada umur 21 dan 28 hari setelah tanam untuk mengamati secara visual dan fisiologis (HST). Panen segar kangkung darat dilakukan pertumbuhan tanaman kangkung darat sekaligus dengan cara dicabut. Analisis pertumbuhan luas digunakan sebagai pertimbangan kriteria panen daun, indeks luas daun, berat segar panen, dan indeks panen segar menggunakan metode oleh kesuburan tanah oleh pemberian kapur dolomit di Sitompul dan Guritno . , sedangkan data tanah gambut. hasil pengamatan dianalisis sesuai penyusunan . m ), indeks luas daun (ILD), berat segar panen rancangan lingkungan pada penelitian ini yang METODOLOGI Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) . bulan, pada bulan SeptemberAeDesember satu faktor perlakuan (Mattjik dan Sumertajaya, 2015 di Lahan Kampus UM Palangkaraya Jl. Anggrek. Lingkar Luar Kelurahan HASIL DAN PEMBAHASAN Kereng Bangkirai. Kecamatan Sabangau. Kota Palangka Hasil Pengamatan Raya. Provinsi Kalimantan Tengah. Percobaan budidaya tanaman kangkung Hasil pengamatan pertumbuhan tanaman darat jenis KANGKUNG BISI dilakukan dengan media tanam berupa tanah gambut pedalaman . inggi tanaman, jumlah daun dan luas dau. dengan kematangan gambut pada tahap saprik, disajikan pada Tabel 1, sedangkan hasil analisis sehingga untuk meningkatkan pH tanah dan fisiologis . ndeks luas daun, berat segar panen dan indeks panen sega. disajikan pada Tabel 2. kapur dolomit untuk mengurangi kemasaman Berdasarkan Tabel 1 dan 2, adanya tanah sekaligus sebagai upaya pemupukan. pemberian kapur dolomit di tanah gambut pada Pelaksanaan percobaan penanaman budidaya dosis 3Ae9 ton ha tanaman kangkung darat dilakukan menggunakan berbeda . mur 21 dan 28 HST) menunjukkan polybag ukuran 40x40 cm dengan media masing- bahwa tanaman kangkung darat mempunyai masing polybag seberat 5 kg tanah gambut. pertumbuhan dan hasil yang bervariasi. Beberapa dengan saat panen yang Rancangan perlakuan berupa pemberian hasil pengamatan yang meliputi tinggi tanaman, kapur dolomit pada tanah gambut yang dilakukan jumlah daun, luas daun, indeks luas daun, berat segar panen dan indeks panen segar tanaman yang diulang kangkung darat yang dapat dilakukan nampaknya sebanyak 3 taraf dosis, yaitu : D1 = 3 ton ha . D2 = 6 ton ha dan D3 = 9 ton ha Djoko Eko Hadi Susilo. Pertimbangan Visual dan Fisiologis Sebagai Kriteria Panen Kangkung DaratA Tabel 1. Pengamatan visual tanaman kangkung darat yang dibudidayakan di tanah gambut dengan perlakuan kapur dolomit Tinggi Tanaman . 21 HST 28 HST Jumlah Daun . 21 HST 28 HST Luas Daun . m ) 21 HST 28 HST No. Pemberian Kapur Dolomit D1 . ton ha ) 222,10 243,00 D2 . ton ha ) 365,12 407,70 465,69 676,63 D3 . ton ha ) Tabel 2. Pengamatan fisiologis tanaman kangkung darat yang dibudidayakan di tanah gambut dengan perlakuan kapur dolomit Indeks Luas Daun 21 HST 28 HST Berat Segar Panen . 21 HST 28 HST Indeks Panen Segar 21 HST 28 HST No. Pemberian Kapur Dolomit D1 . ton ha ) 0,56 0,61 D2 . ton ha ) 0,91 1,02 1,16 1,69 D3 . ton ha ) mampu dihimpun sebagai informasi lapangan dan sekaligus mendorong untuk dilakukannya upaya berkualitas dan mempunyai nilai pasar yang tinggi mempertimbangkan saat panen yang baik dan sehingga tetap menarik dan layak jual. Sitompul Guritno indikator pertumbuhan tanaman kangkung darat gambaran pertumbuhan tanaman. Penentuannya Pembahasan waktu yang menyangkut pertumbuhan tanaman Memperhatikan segala aspek budidaya ternyata dapat digunakan untuk penentuan waktu tanaman hidroponik sayuran daun pada saat di . n memperhatikan saat panen yang tepat dan Berdasarkan Tabel 1 dan 2, pengamatan menguntungkan untuk tanaman sayuran daun panen yang dilakukan adalah pada dua jenis merupakan upaya yang tak kalah pentingnya umur tanaman yaitu pada umur 21 HST dan 28 dilakukan karena bisa menjadikan budidaya HST. Pengamatan yang meliputi tinggi tanaman, menjadi lebih baik, praktis dan menguntungkan. jumlah daun, luas daun, indeks luas daun, berat Secara segar panen dan indeks panen segar tanaman berproduksi dengan produktivitas yang tinggi. kangkung darat merupakan informasi visual dan Begitu juga secara praktis adalah dengan masa fisiologis yang bisa digunakan sebagai bahan untuk mempertimbangkan waktu panen. Julianti secara berkesinambungan. Sedangkan secara . menjelaskan bahwa penentuan waktu Anterior Jurnal. Volume 15 Nomor 1. Desember 2015. Hal 76 Ae 84 ISSN 1412-1395 . 2355-3529 . berdasarkan kriteria, yaitu bisa berdasarkan melampaui 25 cm (Gambar . Hal ini sesuai dengan pendapat beberapa hasil penelitian dan indikator kimia, indikator fisiologis dan komputasi. panduan budidaya bahwa kangkung darat bisa Ditambahkan oleh Wahyono et al. bahwa panen dilakukan bisa berdasarkan umur, ciri batangnya sudah besar, berdaun banyak, dan tanaman dan prediksi cuaca, namun semuanya tinggi tanamannya sudah mencapai 20-25 cm, berdasarkan pengalaman di lapangan . aitu hasil meskipun beberapa pendapat menyatakan bahwa Secara prinsip ada kriteria yang kangkung sudah bisa dipanen pada umur sekitar menjadi pertimbangan yaitu dilihat dari standar 25Ae27 HST (Susila, 2006. Asnuri, 2. mutu, warna, fisik, dan ukurannya. Pertumbuhan kangkung darat seperti yang Mempertimbangkan waktu panen yang baik nampak pada Gambar 1 menunjukkan bahwa dan tepat tanaman sayuran daun ternyata perlu pertumbuhan tanaman pada umur 21 HST tersebut telah memberikan gambaran kriteria kepastian berbudidaya, tetapi harus memiliki yang secara visual yang mengarah kepada dasar dan pertimbangan yang ilmiah. Hal ini yang kondisi memungkinkannya kangkung darat untuk mendorong pentingnya menentukan waktu panen layak dipanen. Hal ini telah nampak berupa pertumbuhan visual batangnya yang baik dan dibudidayakan di tanah gambut khususnya akibat daun yang telah lebat. Begitu juga secara profil memberikan gambaran bahwa apabila dipanen panen ini tidak Penentuan hanya mendapatkan kapan tanman bisa dipanen, tetapi juga menyangkut menarik dan secara pasca panen pun layak beberapa keuntungan apabila bisa dilakukan sebagai bahan panen yang mudah dikelola dan terlalu lanjut dan masih dalam kondisi tegak, yang meliputi tinggi tanaman, jumlah daun dan luas daun (Tabel . , memberikan gambaran pertumbuhan tinggi tanamannya yang belum Penampakan visual tanaman kangkung Kondisi Berbeda pertimbangan kriteria penentuan saat panen. tanaman kangkung darat pada umur 28 HST Apabila dilihat dari visual pertumbuhannya, maka (Gambar . , bahwa apabila dijadikan acuan tanaman kangkung darat yang dibudidayakan di tanah gambut dengan dipupuk menggunakan kapur dolomit 9 ton ha sudah bisa memenuhi gambaran kriteria yang perlu dipertimbangkan kriteria waktu panen pada umur 21 HST karena dan mungkin bahkan dihindari sebagai profil rata-rata telah memiliki pertumbuhan batang yang sayuran yang layak dipanen karena kondisi besar, tinggi, berdaun banyak dan luas, serta tampilan yang sudah mulai rebah dan menjalar, tingginya mendekati 20 cm dan bahkan telah meskipun secara berat segar panennya memiliki Djoko Eko Hadi Susilo. Pertimbangan Visual dan Fisiologis Sebagai Kriteria Panen Kangkung DaratA (A) (B) (C) (D) Gambar 1. Profil pertumbuhan secara visual tanaman kangkung darat yang dibudidayakan di tanah gambut dengan pemupukan kapur dolomit, (A) dan (B) pertumbuhan umur 21 HST . ampak tumbuh telah cukup baik dan tega. , (C) dan (D) pertumbuhan umur 28 HST . ampak tumbuh lebih lebat tapi menjalar dan cenderung reba. nilai berat segar panen yang lebih tinggi jika Berdasarkan Tabel 2, menunjukkan bahwa dibandingkan dengan saat panen umur 21 HST pengamatan pertumbuhan tanaman kangkung (Tabel . Hal ini juga perlu dikaji secara darat secara fisiologis, dalam hal ini menyangkut mendalam yang berhubungan dengan mudah analisis pertumbuhan tanaman berupa indeks tidaknya pengelolan pasca panen sayuran daun luas daun, berat segar panen dan indeks panen apabila dipanen pada umur 28 HST, termasuk segar tanaman kangkung darat dihasilkan pada menyangkut potensi tampilan sayuran saat di dua keadaan waktu analisis tumbuh dan waktu pasaran nantinya. panen, yaitu pada umur 21 HST dan 28 HST. Hal Anterior Jurnal. Volume 15 Nomor 1. Desember 2015. Hal 76 Ae 84 ISSN 1412-1395 . 2355-3529 . ini nampaknya semakin memberikan kelengkapan pertimbangan kriteria panen bahwa pada umur 21 Luasnya daun tanaman kangkung HST menyebabkan peningkatan nilai indeks luas daun (ILD) yang juga mengakibatkan tingginya nilai menunjukkan tanda-tanda secara fisiologis sudah indeks panen segar, namun bertambahnya waktu mampu untuk dipanen. Kondisi ini dapat kita cermati berdasarkan hasil analisis pertumbuhan tanaman kangkung darat yang menyangkut nilai menyebabkan menurunnya nilai indeks panen indeks luas daun (ILD) dan nilai indeks panen segar (IP) tanaman kangkung darat. Kondisi ini segarnya (IP). ILD Apabila dianalisis yang dapat dilihat dan penentuan waktu panen tanaman kangkung darat dicermati dari nilai indeks luas daunnya pada sudah bisa dimulai pada umur 21 HST dan profil umur 21 HST (Tabel . , maka menunjukkan visual tanaman dan hasil panennya masih tetap adanya penurunan nilai indeks panen segar dari Nofriati . menjelaskan bahwa 0,781 . HST) menjadi 0,761 . HST) pada melakukan panen yang berkualitas bisa dilakukan perlakuan D3. Penurunan nilai indeks panen segar dengan menjaga kualitas sayuran daun sebelum ini diduga berhubungan dengan nilai indeks luas panen dan saat panen, yang meliputi panen pada daun (ILD) tanaman kangkung darat yang secara umur panen yang tepat . ada umumnya sayuran waktu mengalami kenaikan nilainya dari 1,16 daun dapat dipanen 21 hari setelah tana. ada umur 21 HST) menjadi 1,69 . ada umur 28 melaksanakan panen pada indeks panen yang HST) sehingga berhubungan dengan efisiensi tepat . aitu saat daun berwarna hijau terang dan proses fotosintesis tanaman yang sudah mulai tekstur batang tega. Hal ini diindikasikan oleh gambaran Apabila dianalisis secara fisiologis yang pada umur 21 HST tersebut nilai ILD tanaman kangkung darat tersebut sudah melebihi dari nilai lingkungan, maka Tabel 1. Tabel 2 dan Gambar 1 1 yang artinya sebenarnya daun-daunan tanaman kangkung sudah mulai saling menutupi sehingga tanaman kangkung darat berada pada umur 21 proses fotosintesis dan hasilnya oleh semua daun HST. Kondisi ini menunjukkan bahwa nampaknya kurang maksimal lagi, apalagi setelah mengalami tanaman kangkung saat memasuki umur 21 HST peningkatan dari ILD 1,16 menjadi 1,69. tersebut diduga berada pada kebutuhan satuan Tabel 2 juga menunjukkan bahwa setelah panas yang telah terpenuhi untuk pertumbuhan umur 21 HST menuju 28 HST, nampaknya indeks panen segar tanaman kangkung darat mengalami pertumbuhannya pada umur 28 HST jika ditanam penurunan, meskipun dan dipanen di saat umur 28 HST. Kondisi ini mengalami peningkatan. Hal ini juga diduga karena didukung suhu harian yang relatif tinggi adanya hubungan yang komprehensif diantara sehingga menjadi faktor pemicu percepatan waktu Djoko Eko Hadi Susilo. Pertimbangan Visual dan Fisiologis Sebagai Kriteria Panen Kangkung DaratA KESIMPULAN DAN SARAN panen tanaman kangkung apabila dibudidayakan di Palangka Raya. Hal ini sesuai dengan kondisi Sugito Kamillah . bawa lamanya tahap budidaya Kesimpulan Berdasarkan hasil pengamatan dan uraian menggunakan jumlah rata-rata suhu harian untuk kesimpulan bahwa : Pengamatan indikator visual dan fisiologis akumulasi suhu sepanjang hari di atas suhu dasar tanaman sayuran kangkung darat di tanah minimum tanaman yang dibutuhkan oleh tanaman gambut akibat pemberian kapur dolimit bisa selama periode waktu tertentu untuk mencapai digunakan sebagai pertimbangan kriteria saat fase pertumbuhan tertentu dalam siklus hidupnya. panen yang tepat dan menguntungkan. Memiliki dan melaksanakan waktu panen Penilaian visual dan pertimbangan indikator yang tepat pada tanaman sayuran daun akibat fisiologis pertumbuhan tanaman kangkung pertimbangan visual . yang menarik dan panen tanaman sayur kangkung darat yang selain mempertahankan produksi dan kualitas bisa dilakukan mulai umur 21 HST dan tidak hasil panennya, juga mendapatkan keutungan perlu menunggu umur 28 HST pada semua secara ekonomi. Profil hasil panen yang bermutu . termasuk memperhatikan tampilan fisik . , . Ae9 ton ha ). Panen tanaman sayur kangkung darat mulai ekonomis, karena menurut Utama . bahwa umur 21 HST telah memiliki indeks panen panen dengan saat yang tepat berhubungan dengan tampilan visual yang sederhana dan meskipun panen segar di umur 28 HST juga efektif memudahkan penanganan pasca panen mampu mencapai indeks panen sebesar 74,9- sehingga menjamin mutu lebih tinggi, menghemat 76,1% pada semua dosis pemberian kapur yang diberikan . Ae9 ton ha ). 73,2-78,1% membeli dengan harga lebih . elera pasa. dan Saran menghemat tata pemasaran. Hal ini penting dilakukan sebagai pertimbangan hubungan antara Berdasarkan fisik hasil panen dan nilai ekonomis yang pembahasan, dan kesimpulan penelitian ini, maka disarankan bahwa : Panen segar kangkung darat dengan cara dicabut sebaiknya dilakukan dimulai umur 21 HST menggunakan kapur dolomit dengan dosis 3Ae9 ton ha . Anterior Jurnal. Volume 15 Nomor 1. Desember 2015. Hal 76 Ae 84 Perlu kangkung darat secara kriteria lainnya pada kisaran antara waktu panen umur 21 HST sampai 28 HST. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih disampaikan kepada Bondan Wiharja Muhammad Ruzi Gustyanwar selaku mahasiswa program studi Agroteknologi Fakultas Muhammadiyah Pertanian Palangkaraya ISSN 1412-1395 . 2355-3529 . The World Vegetable Center Publication. Shanhua. Tainan. Taiwan. Mattjik. dan I. Sumertajaya. Perancangan Percobaan dengan Aplikasi SAS dan Minitab. Jilid I Edisi Ke-dua. IPB PRESS. Bogor. Nofriati. Teknologi Pascapanen Sayuran Daun. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jambi. Jambi. Sitompul. , dan B. Guritno, 1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. Universitas Sugito. , 1999. Ekologi Tanaman. Fakultas Pertanian. Universitas Brawijaya. Malang terlibat penelitian bersama. Terimakasih juga disampaikan kepada Universitas Muhammadiyah Palangkaraya penelitian ini pada Tahun Anggaran 2015. DAFTAR PUSTAKA