Tumbuhan: Publikasi Ilmu Sosiologi Pertanian dan Ilmu Kehutanan Volume 2. Nomor 2. Mei 2025 e-ISSN: 3032-758X. p-ISSN: 3046-5400. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62951/tumbuhan. Available online at: https://journal. id/index. php/Tumbuhan Komposisi Spesies Hasil Tangkapan Alat Tangkap Rawai Dasar yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong M Yusril Izzah Maulana1. Achmad Kusyairi2. Alif Astagia3 1,2,3 Universitas Dr. Soetomo Surabaya. Indonesia Abstract. The study aims to determine the species of fish caught by bottom longline and the composition of the number of fish species. The implementation time was carried out on December 11, 2024 - January 11, 2025 at Brondong Port. Lamongan Regency. The method used in this study is the method eksperimental fishing by conducting direct observation of the catch of bottom longline fishing gear. then conducting direct observation of the number of tails and weight of the catch and conducting direct interviews with bottom longline fishermen who operate their longline fishing gear in the waters of Brondong. The results of the bottom longline catch during the research at PPN Brondong which was landed in December 2024, there were 4 types of species caught by the bottom longline fishing gear, namely the swordtail shark ( rhizoprionodon acutu. Manyung Fish . rius thalassinu. Flower Ray (Taeniura lymm. and Remang . ongresox talabonoide. Keywords: Bottom Longline. Catch Fish Species. Catch Composition. Abstrak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui spesies jenis ikan hasil tangkapan rawai dasar dan komposisi jumlah jenis spesies ikan. Waktu Pelaksanaan dilaksanakan pada bulan 11 Desember 2024 Ae 11 Januari 2025 di Pelabuhan Brondong Kabupaten Lamongan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Eksperimental Fishing dengan melakukan pengamatan langsung terhadap tangkapan alat tangkap rawai dasar. kemudian melakukan pengamatan langsung terhadap jumlah ekor dan berat hasil tangkapan serta melakukan wawancara langsung dengan nelayan rawai dasar yang mengoprasikan alat tangkap rawai nya diperairan Hasilnya tangkapan rawai dasar selama penelitian di PPN Brondong yang didaratkan pada bulan Desember 2024 terdapat 4 jenis spesies yang tertangkap oleh alat tangkap rawai dasar yaitu Hiu cucut ( rhizoprionodon acutu. Ikan Manyung . rius thalassinu. Pari Kembang (Taeniura lymm. dan Remang ( congresox talabonoide. Kata Kunci: Hasil Tangkapan. Komposisi. Rawai Dasar. Spesies Ikan. PENDAHULUAN Indonesia sebagai negara maritim memiliki potensi laut yang besar seperti yang disebutkan pada saat pengkajian oleh Badan Riset Kelautan dan Perikanan yang bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), potensi sumberdaya ikan laut Indonesia diperkirakan mencapai 6,410 juta ton per tahun, yang terdiri dari perairan wilayah laut teritorial mencapai 4,625 juta ton per tahun dan perairan ZEEI mencapai 1,785 juta ton per tahun. Salah satu Pelabuhan di Indonesia adalah Pelabuhan perikanan nusantara brondong Lamongan. Pelabuhan ini terletak di Brondong Lamongan Jawa Timur yang merupakan salah satu pelabuhan perikanan besar yang ada di Indonesia. PPN Brondong, yang merupakan pelabuhan perikanan kelas B atau disebut dengan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN). PPN Brondong ini juga merupakan pelabuhan yang cukup terkenal dengan perolehan hasil tangkapan ikan yang cukup tinggi di Jawa Timur. Received: Maret 04, 2025. Revised: Maret 18, 2025. Accepted: April 05, 2025. Online Available: April 08, 2025 Komposisi Spesies Hasil Tangkapan Alat Tangkap Rawai Dasar yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong perolehan hasil tangkapan ikan di PPN Brondong mencapai kurang lebih 200 ton/hari. PPN Brondong ini memiliki luas area sebesar 1,84 ha dengan kedalaman kolam yaitu -2 Lws. Popularitas akan penggunaan alat tangkap rawai . di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brrondong diduga disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya efektivitasnya sebagai alat tangkap dan kemudahan dalam pengoperasiannya. Karena alat tangkap rawai dasar merupakan salah satu alat tangkap yang selektif dalam menangkap ikan. Pancing senggol disebut juga rawai senggol atau rawai dasar merupakan alat tangkap ikan yang tergolong Auline fishingAu yaitu bahan utama untuk rawai ini terdiri atas tali temali dengan tujuan untuk menangkap jenis Ae jenis ikan dasar . dan jenis Ae jenis ikan Jika dilihat dari kondisi perairan, maka daerah perairan berkarang, dan pasir lumpur, yang merupakan daerah tempat tinggal, berlindung, berkembang biak dan mencari makan bagi biota laut, termasuk ikanikan dasar . Keberhasilan pengoperasian pada alat tangkap pancing senggol selalu tergantung pada kondisi oseanografi, keberadaan sumberdaya ikannya, sarana yang digunakan dalam penangkapan sehingga mendapatkan hasil tangkapan ikan demersal yang dikehendaki (Setyorini et al. Keberhasilan suatu usaha penangkapan ikan ditentukan oleh beberapa faktor antara lain: daerah penangkapan . ishing groun. , armada penangkapan . ishing boa. , keterampilan nelayan . , dan alat penangkapan itu sendiri . ishing gea. Alat penangkapan dalam hal ini bahan dasar konstruksi menentukan tujuan dan efesiensi hasil penangkapan baru yang semakin menuju ke arah spesifikasi (Ayodhyoa, 1. Ikan yang bisa ditangkap dengan rawai dasar di antaranya: Ikan remang. Ikan mayung. Ikan kakap merah. Ikan pari. Ikan cucut. Ikan kerapu. Ikan merah/Bambangan. Beronang. Lencam dan Wangsamulya. Tangkapan ikan di Brondong juga di ekspor ke berbagai negara seperti Thailand. Belanda. Italia. Perancis. Inggris. Belgia. USA. Spanyol. Malaysia dan lain-lain. Rawai dasar adalah alat tangkap yang memiliki banyak mata pancing, dan dioperasionalkan secara horizontal pada dasar perairan. Alat tangkap ini mampu menangkap target lebih dari satu spesies, untuk itu perlu adanya penelitian komposisi hasil tangkapan rawai dasar yang didaratkan di PPN Brondong agar dapat mengetahui spesies apa saja yang sering dihasilkan oleh penangkapan rawa dasar dan mengetahui hasil tangkapan utama dari rawai TUMBUHAN - VOLUME 2. NOMOR 2. MEI 2025 e-ISSN: 3032-758X. p-ISSN: 3046-5400. Hal. TINJAUAN PUSTAKA Definisi Alat Tangkap Rawai Dasar Definisi rawai menurut statistik perikanan Indonesia, rawai terdiri dari sederetan talitali utama, dan pada tali utama pada jarak tertentu terdapat beberapa tali cabang yang pendek dan lebih kecil diameternya. Pada ujung tali cabang ini diikatkan pancing yang berumpan (Gunarso, 1. Rawai merupakan rangkaian dari unitunit pancing yang sangat panjang . encapai ribuan, bahkan puluhan ribu mete. Terdiri dari tali utama . ain lin. , tali cabang . ranch line. , dan mata pancing . dengan ukuran . tertentu yang diikatkan pada setiap ujung bawah tali-tali cabang . etiap cabang terdiri dari satu mata pancin. Ditinjau dari konstruksinya alat tangkap ini tidak terlalu rumit karena hanya terdiri dari 3 bagian, yaitu. utama, tali cabang dan mata pancing. Sasaran penangkapan alat tangkap rawai pada umumnya ikan-ikan pemangsa dan memiliki pergerakan aktif Rawai merupakan alat tangkap yang cocok digunakan di perairan Indonesia, karena wilayah perairan yang luas dan kaya akan berbagai ikan dasar (Syofyan dkk. , 2. Daerah Penangkapan Ikan Daerah penangkapan ikan adalah suatu wilayah perairan di mana alat tangkap dapat dioperasikan untuk mengeksploitasi sumberdaya ikan yang terdapat didalamnya. Setiap kegiatan operasi penangkapan ikan pasti mempunyai daerah penangkapan ikan . ishing groun. yang berbeda beda. Untuk membantu menentukan lokasi penangkapan ikan salah satu cara yang dapat dilakukan ialah dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh . emote sensin. (Prasetyo, et al. Menurut hasil peneitian Kisworo . , kedalaman fishing ground berkisar 30 - 50 meter. Jarak antara fishing base dengan fishing ground mencapai 17 20 mil laut dengan waktu tempuh sekitar 2 - 3 jam. Metode Pengoperasian Rawai (Long lin. ini direntang dekat maupun di dasar perairan. dipasang di dasar perairan secara tetap pada jangka waktu tertentu dan perentangannya ditetapkan dengan adanya pelampung dan jangkar dikenal dengan nama rawai tetap atau bottom long line atau set long line yang biasa digunakan untuk menangkap ikan-ikan demersal. Alat tangkap ini dioperasikan dekat maupun di dasar perairan dengan arah perentangan secara horizontal. Dengan metode atau cara pengoprasian rawai (Long lin. terbagi atas tiga tahap, yakni: setting . embuangan pelampung, pemberian umpan dan penurunan alat tangka. , soaking . , hauling Komposisi Spesies Hasil Tangkapan Alat Tangkap Rawai Dasar yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong . enarikan alat tangkap sambil mengambil hasil tangkapa. (Firdaus et al. , 2. Rawai dasar dapat dioperasikan dengan dilabuh, dihanyutkan, atau ditarik di belakang kapal. Rawai dasar dapat beroperasi siang dan malam sepanjang tahun. Hasil Tangkap Hasil tangkapan rawai dasar berupa ikan-ikan demersal dan karang serta ikan pelagis kecil lainnya. Ikan demersal adalah ikan yang hidup dan mencari makan di dasar laut dan Lingkungan mereka pada umumnya berupa lumpur, pasir, dan bebatuan, jarang sekali terdapat terumbu karang. Berdasarkan tipe ekologi perairan yang didiaminya. Longhurst dan Pauly . menggolongkan ikan demersal ke dalam 3 kelompok yaitu kelompok yang senang hidup di dasar lumpur, kelompok yang hidup di dasar pasir, dan kelompok yang hidup di dasar Jenis ikan kakap, lencam dan kerapu yang termasuk ke dalam farnili Lutjanidae, lethrinidae, dan Serranidae lebih senang hidup di perairan berdasar karang. Jenis Umpan Salah satu faktor yang sangat berpengaruhnya terhadap kebehasilan dalam usaha penangkapan adalah umpan. Adapun jenis umpan yang biasa digunakan adalah jenis umpan alami, yang utuh maupun yang telah dipotong sesuai ukuran mata pancing (Sadhori, 1985. Katiandagho dan Kumajas,1. Umpan yang baik dalam pengoperasian rawai dasar adalah ikan segar, tahan lama dalam masa perendaman alat, mampu menarik perhatian pemangsa baik secara visual atau Nelayan rawai dasar umumnya menggunakan jenis umpan yang sangat beragam, tergantung dari ketersediaan umpan yang ada. Komposisi Menurut Latuconsina, et al. , komposisi adalah perbandingan antara jumlah jenis setiap suku dengan jumlah seluruh jenis, dengan menentukan komposisi jenis sumberdaya ikan di suatu wilayah maka dapat menentukan kekayaan jenis ikan di wilayah tersebut. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada bulan 11 Desember 2024 Ae 11 Januari 2025 di Pelabuhan Brondong Kabupaten Lamongan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Eksperimental Fishing dengan melakukan pengamatan langsung terhadap perlakuan yang di cobakan pada pengoperasian alat tangkap rawai dasar, kemudian melakukan TUMBUHAN - VOLUME 2. NOMOR 2. MEI 2025 e-ISSN: 3032-758X. p-ISSN: 3046-5400. Hal. pengamatan langsung terhadap jumlah hasil tangkapan serta melakukan wawancara langsung dengan nelayan yang dioperasikan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong. Data yang digunakan meliputi data primer dan sekunder. HASIL DAN PEMBAHASAN Sejarah Singkat Perjalanan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong dimulai sejak tahun 1936 pada pemerintahan Kolonial Hindia Belanda, hal ini ditandai dengan dibangunnya monumen Van der Wijck sebagai bentuk penghormatan pemerintah kolonial terhadap jasa nelayan Brondong dan sekitarnya yang telah menyelamatkan korban tenggelamnya kapal dagang milik perusahaan Belanda. Kondisi Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Brondong pada saat itu masih dikelola oleh pemerintah setempat dengan fasilitas Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sebagai sarana nelayan untuk melakukan pembongkaran ikan. Seiring perjalanan dengan meningkatnya aktivitas perikanan di Brondong, maka pada tahun 1978 pengelolaan PPI Brondong diambil alih oleh Pemerintah Pusat menjadi Pelabuhan Perikanan Pantai . Brondong. Pada tahun 1986 dilakukan pengembangan p Brondong melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Departemen Perhubungan Nomor B. IX-22 CY/PP 72 Tanggal 03 November 1986 dan pada tahun 1987 status p Brondong kembali dinaikkan menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 428/KPTS/410/1987 Tanggal 14 Juli 1987. Pada tahun 2001, status pengelolaan PPN Brondong dipindahkan dari Departemen Pertanian ke Departemen Kelautan dan Perikanan dengan Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP. I/MEN/2001. Pada tahun 2010 Departemen Kelautan dan Perikanan berubah menjadi Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kapal Rawai Dasar Kapal rawai dasar yang berada di PPN Brondong memiliki ukuran yang sangat beragam, kapal yang mendominasi berdasarkan ukuran adalah kapal dengan ukuran C5-30 GT (Gross tonnag. dengan jumlah 16 unit. Komposisi Spesies Hasil Tangkapan Alat Tangkap Rawai Dasar yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong Sumber: data primer Gambar 1. Kapal Rawai Dasar Kapal rawai dasar di PPN brondong menggunakan bahan kayu yang berlapis fiber. kapal rawai dasar ini lama beroperasi di DPI sekitar Ou 10 hari dan biasanya kapal rawai dasar di PPN Brondong menggunakan metode . ne day fishin. Mesin yang digunakan kapal rawai dasar yang berada di PPN Brondong juga memiliki merk dan daya yang sangat beragam seperti: mitshubishi, yanmar dan dongfeng, biasanya daya mesin disesuaikan dengan ukuran kapal. Sumber: data primer Gambar 2. Mesin kapal rawai dasar TUMBUHAN - VOLUME 2. NOMOR 2. MEI 2025 e-ISSN: 3032-758X. p-ISSN: 3046-5400. Hal. Alat Tangkap Rawai Dasar Alat tangkap rawai dasar yang berada di PPN Brondong mempunyai mata pancing 500 hingga 3000 mata pancing dengan ukuran mata pancing 7-10. Tali pancing rawai di PPN Brondong menggunakan bahan nilon dan mempunyai pemberat Ou50-100 kg. Sumber: Jenis-Jenis Alat Penangkapan Ikan Gambar 3. Rawai Dasar Waktu operasi penangkapan ikan menggunakan alat tangkap rawai dasar di PPN Brondong dimulai dari jam 17. 00 sampai dengan selesai. Lama waktu tebar pancing rawai di PPN Brondong adalah sekitar 2 jam. Kapasitas penangkapan ikan dari 1-10 ton per trip. Pengoperasian alat tangkap rawai di PPN Brondong melibatkan beberapa tahap dan Berikut adalah gambaran umum tentang pengoperasian alat tangkap rawai di PPN Brondong: Persiapan Memastikan alat tangkap dalam kondisi baik. Menentukan lokasi penangkapan berdasarkan data cuaca dan informasi nelayan. Mengatur peralatan seperti mesin, winch, dan kabel. Pengoperasian Menurunkan alat tangkap ke dasar laut dengan winch. Mengatur kedalaman alat tangkap sesuai target spesies. Menjalankan mesin untuk menggerakkan alat tangkap. Memantau kondisi alat tangkap dan hasil tangkapan. Kemudia angkat alat tangkap setelah waktu operasi selesai. Komposisi Spesies Hasil Tangkapan Alat Tangkap Rawai Dasar yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong . Pascapengoperasian Bersihkan alat tangkap dari kotoran dan sisa ikan. Melakukan perawatan rutin untuk mempertahankan kondisi alat. Mengumpulkan hasil tangkapan dan siapkan untuk dijual di TPI Brondong. Spesies Hasil Tangkap Rawai Dasar Selama periode penelitian spesies ikan yang ditangkap menggunakan alat tangkap rawai dasar dari beberapa kapal yang beroperasi di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 7 spesies ikan selama bongkaran bulan Oktober-Desember dari 313 kapal yang mendaratkan hasil tangkapan nya di Pelabuhan Perikanan Nusantaran (PPN) Brondong. Berikut hasil tangkapan rawai dasar di bulan oktober 2024 dengan 136 kapal yang mendaratkan hasil tangkapannya di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong: Tabel 1. Hasil tangkapan rawai dasar bulan Oktober 2024. No. Spesies Ikan Cucut Lajam Kakap Merah Kerapu Lumpur Kwe (Putiha. Manyung Pari kembang Remang Total Berat . Berikut hasil tangkapan rawai dasar di bulan November 2024 dengan 127 kapal yang mendaratkan hasil tangkapannya di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong: Tabel 2. Hasil tangkapan rawai dasar bulan November 2024. No. Spesies Ikan Cucut Lajam Manyung Remang Pari Kembang Total Berat . Berikut hasil tangkapan rawai dasar di bulan Desember 2024 dengan 50 kapal yang mendaratkan hasil tangkapannya di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong: Tabel 3. Hasil tangkapan rawai dasar bulan Desember 2024 No. Spesies Ikan Cucut Lajam Manyung Remang Pari Kembang TUMBUHAN - VOLUME 2. NOMOR 2. MEI 2025 Total Berat . e-ISSN: 3032-758X. p-ISSN: 3046-5400. Hal. Total keseluruhan hasil tangkapan selama bulan oktober-desember 2024 adalah: Tabel 4. Total hasil tangkapan rawai dasar di bulan oktober-desember 2024. No. Spesies Ikan Cucut Lajam Manyung Kakap Merah Kerapu Lumpur Kwe (Putiha. Remang Pari Kembang Total Berat . Berikut spesies hasil tangkapan rawai dasar yang dominan didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN): Hiu Cucut Nama Umum : Hiu cucut Nama Latin : rhizoprionodon acutus Hiu cucut (Rhizoprionodon acutu. memiliki ciri-ciri yaitu: Bertubuh pipih atau ramping. Bertulang rawan. Moncong panjang dan ujungnya bulat menyempit. Sirip punggung kedua agak lebih kecil daripada sirip anal. Di Indonesia, ikan cucut dapat ditemukan di hampir seluruh perairan. Sumber: data primer Gambar 4. Hu cucut . hizoprionodon acutu. Komposisi Spesies Hasil Tangkapan Alat Tangkap Rawai Dasar yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong Manyung Nama Umum : Manyung Nama Latin : arius thalassinus Ikan Manyung (Arius thalassinu. hidup di perairan laut yang dangkal, ikan manyung memiliki ciri-ciri yaitu: Ikan Manyung memiliki bentuk tubuh yang panjang dan ramping. Warna ikan Manyung adalah coklat keabu-abuan atau kehijauan, dengan bintik-bintik kecil di sepanjang tubuhnya. Ikan Manyung memiliki sirip dorsal . yang tinggi dan sirip anal . yang lebih rendah dan Mulut ikan Manyung adalah mulut yang lebar dan dapat membuka sangat lebar. Sumber: data primer Gambar 5. Ikan manyung . rius thalassinu. C Pari Kembang Nama Umum : Pari Kembang Nama Latin : taeniura lymma Pari kembang . aeniura lymm. memiliki ciri-ciri yaitu: Mereka memiliki warna coklat kekuningan atau kehijauan, dengan bintik-bintik kecil di sepanjang tubuhnya. Pari Kembang memiliki sirip yang kecil dan ramping, dengan sirip dorsal . yang lebih tinggi daripada sirip anal . Mereka memiliki mata yang besar dan bulat, dengan pupil yang vertical dan Pari Kembang memiliki mulut yang lebar dan datar, dengan gigi yang kecil dan TUMBUHAN - VOLUME 2. NOMOR 2. MEI 2025 e-ISSN: 3032-758X. p-ISSN: 3046-5400. Hal. Sumber: data primer Gambar 6. Pari kembang . aeniura lymm. C Remang Nama Umum : Remang Nama Latin : congresox talabonoides Ikan Remang . ongresox talabonoide. memiliki ciri-ciri yaitu: Mereka memiliki warna coklat kehijauan atau kekuningan, dengan garis-garis gelap di sepanjang tubuhnya. Ikan Congresox talabonoides memiliki mata yang kecil dan bulat, dengan pupil yang vertical. Mereka memiliki mulut yang lebar dan datar, dengan gigi yang kecil dan tajam. Sumber: data primer Gambar 7. Remang . ongresox talabonoide. Komposisi Spesies Hasil Tangkapan Alat Tangkap Rawai Dasar yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong Penanganan Ikan Di Atas Kapal Penanganan ikan di atas kapal di PPN Brondong meliputi beberapa kegiatan yang bertujuan untuk memastikan kualitas dan kesegaran ikan yang ditangkap. faktor yang menentukan nilai jual ikan dan hasil perikanan adalah tingkat kesegarannya, ikan yang segar masih memiliki sifat yang sama seperti ikan hidup baik rupa, aroma atau bau dan teksturnya. Tingkat kesegaran ikan memiliki hubungan yang erat dengan penanganan ikan. Sedangkan nelayan yang berada di PPN Berondong untuk mengawetkan ikan yang sudah di tangkap menggunakan es batu, biasanya nelayan menggunakan 60-80 balok es per trip. Penanganan awal adalah Mengumpulkan ikan yang ditangkap dari alat tangkap rawai. Penanganan selanjutnya membersihkan ikan dari kotoran kemudian di masukan kedalam palka yang sudah berisikan es balok kemudian di tutup untuk menjaga kesegaran ikan selama Selanjutnya memantau kualitas ikan secara teratur untuk memastikan bahwa ikan tetap segar dan aman untuk dikonsumsi. Dengan melakukan penanganan yang tepat. PPN Brondong dapat memastikan bahwa ikan yang ditangkap dan diangkut ke pelabuhan tetap segar dan aman untuk dikonsumsi. Komposisi Hasil Tangkapan Rawai Dasar Tabel berikut menunjukan komposisi ikan hasil tangkapan rawai dasar yang memiliki jumlah data 313 kunjungan kapal yang beroperasional sebagai sampel selama 3 bulan di bulan oktober-desember 2024. Tabel 5. Komposisi Hasil Tangkapan Rawai Dasar Bulan Oktober 2024. No. Spesies Ikan Cucut Lajam Kakap Merah Kerapu Lumpur Kwe (Putiha. Manyung Pari kembang Remang Total Berat . Komposisi Tabel 6. Komposisi Hasil Tangkapan Rawai Dasar Bulan November 2024. No. Spesies Ikan Cucut Lajam Manyung Remang Pari Kembang Total Berat . TUMBUHAN - VOLUME 2. NOMOR 2. MEI 2025 Komposisi e-ISSN: 3032-758X. p-ISSN: 3046-5400. Hal. Tabel 7. Komposisi Hasil Tangkapan Rawai Dasar Bulan Desember 2024 No. Spesies Ikan Cucut Lajam Manyung Remang Pari Kembang Komposisi Total Berat . Tabel 8. Total Komposisi Hasil Tangkapan Rawai Dasar Di Bulan OktoberDesember 2024 No. Spesies Ikan Cucut Lajam Manyung Kakap Merah Kerapu Lumpur Kwe (Putiha. Remang Pari Kembang Komposisi Total Berat . Komposisi Hasil Tangkapan Rawai Dasar Cucut Lajam Manyung Kakap Merah Kerapu Lumpur Kwe (Putiha. Remang Pari Kembang Gambar 8. Komposisi Hasil Tangkap Rawai Dasar Keseluruhan Komposisi spesies pada rawai dasar pada total sampel kapal selama penelitian yaitu Cucut lajam sebanyak 2169 kg . %). Manyung sebanyak 7366 kg . %). Kakap merah sebanyak 64 kg . %). Kerapu lumpur sebanyak 76 . %). Kwe . sebanyak 46 . %). Remang sebanyak 42853 . %) Pari Kembang sebanyak 2152 kg . %). Sehingga jumlah total ikan yang diperoleh dari bulan oktober-desember 2024 yaitu 54. 726 kg. Komposisi Spesies Hasil Tangkapan Alat Tangkap Rawai Dasar yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong, didapatkan kesimpulan bahwa spesies hasil tangkapan rawai dasar yang didaratkan pada bulan OktoberAeDesember 2024 didominasi oleh empat jenis, yaitu cucut lajam, manyung, pari kembang, dan remang. Total komposisi spesies selama penelitian meliputi Cucut Lajam sebanyak 2. 169 kg . %). Manyung sebanyak 7. 366 kg . %). Kakap Merah sebanyak 64 kg . %). Kerapu Lumpur sebanyak 76 kg . %). Kwe (Putiha. sebanyak 46 kg . %). Remang sebanyak 42. 853 kg . %), dan Pari Kembang sebanyak 2. 152 kg . %). Dengan demikian, jumlah total ikan yang diperoleh selama bulan OktoberAeDesember 2024 adalah 726 kg. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai komposisi hasil tangkapan alat tangkap rawai dasar pada musim yang berbeda guna memahami tingkat produksi seluruh spesies ikan yang didaratkan. Selain itu, pencatatan hasil tangkapan dari kapal rawai dasar perlu dilakukan dengan teliti agar spesies yang didaratkan dapat teridentifikasi dengan baik, serta diperlukan pengulangan pendataan yang seimbang. Apabila terdapat spesies hiu yang dilarang untuk ditangkap menggunakan alat tangkap rawai dasar, maka spesies tersebut harus segera dilepaskan kembali ke laut. REFERENSI