KAFFAH: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan Vol. 2 No. Page 93-107 ISSN: 2985-9662 http://jurnal. id/index. php/kaffah/article/view/605 PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI PENDEKATAN REKONSTRUKSI SOSIAL Sri MartiniA. Mohamad ErihadianaA UIN Sunan Gunung Djati e-mail : srimartini59m@gmail. comAo erihadianana@uinsgd. Abstrak Pengembangan Kurikulum ini mendeskripsikan secara terperinci tentang konsep pengembangan kurikulum PAI, yang dapat digunakan sebagai dasar pengembangannya. Kurikulum yang dikembangkan dapat digunakan sebagai pedoman untuk merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi hasil kegiatan Keberhasilan pengembangan kurikulum tidak terlepas dari peran guru sebagai pelaksana implementasi kurikulum, karena guru bukan saja sebagai pengajar, tapi dituntut mampu merencanakan pembelajaran dengan baik agar dapat tercipta proses belajar dan mengajar berjalan efektif dan efisien, sesuai dengan tujuan dalam pengembangan kurikulum. Terdapat tiga konsep tentang kurikulum, kurikulum sebagai substansi, sebagai sistem, dan sebagai bidang studi. Konsep pengembangan kurikulum dapat diklasifikasikan atas teori-teori yang lebih menekankan pada isi kurikulum, pada situasi pendidikan serta pada organisasi kurikulum. Terdapat beberapa faktor yang yang dapat mempengaruhi pengembangan kurikulum yakni Filosofis. Psikologis. Sosial budaya. Politik. Ilmu dan Teknologi (IPTEK) Terdapat 5 . tahapan dalam mengembangkan kurikulum pendidikan agama Islam melalui pendekatan rekonstruksi sosial, yakni: tahap analisis, tahap desain, tahap implementasi, tahap evaluasi dan umpan balik. Kata Kunci: Pengembangan. Kurikulum PAI. Rekonstruksi sosial Abstract This curriculum development describes in detail the concept of PAI curriculum development, which can be used as the basis for its development. The developed curriculum can be used as a guide for designing, implementing, and evaluating the results of learning activities. The success of curriculum development cannot be separated from the role of teachers as implementers of curriculum implementation, because teachers are not only teachers, but are required to be able to plan learning well so that the learning and teaching process can run effectively and efficiently, in accordance with the objectives in curriculum There are three concepts about curriculum, curriculum as substance, as system, and as field of study. The concept of curriculum development can be classified into theories that place more emphasis on curriculum content, on educational situations and on curriculum organization. There are several factors that can influence curriculum development, namely Philosophical. Psychological. Sociocultural. Political. Science and Technology (IPTEK) Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 2 . , 2023 | 93 There are 5 . stages in developing an Islamic religious education curriculum through a social reconstruction approach, namely: analysis stage, design stage, implementation stage, evaluation stage and feedback Keywords: Development. PAI Curriculum. Social Reconstruction PENDAHULUAN Kurikulum merupakan salah satu alat yang harus dimiliki dalam sebuah lembaga pendidikan. Kurikulum memiliki peran yang strategis dalam mencapai tujuan pendidikan, baik dalam pendidikan umum maupun dalam pendidikan agama. Sedangkan tujuan program dibangun di atas evolusi kebutuhan dan kondisi masyarakat serta berpijak pada pemikiran dan arah implementasi nilai-nilai filosofis. Kurikulum sebagai komponen pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan. Untuk alasan ini, kurikulum merupakan kekuatan utama yang mempengaruhi dan membentuk proses pembelajaran. Kesalahan dalam penyusunan kurikulum akan mengakibatkan kegagalan suatu pendidikan dan memberikan dampak yang kurang baik bagi siswa. Program pendidikan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat. Program yang mencerminkan kualitas siswa yang diharapkan dapat menjadi ajang yang efektif untuk meningkatkan perilaku siswa. Isi program mempersiapkan siswa tidak hanya untuk kehidupan mereka hari ini, tetapi juga untuk masa depan. Kurikulum sebagai rencana pelajaran adalah program pendidikan yang ditujukan untuk belajar siswa. Dengan program ini, siswa melakukan berbagai kegiatan pembelajaran, sehingga terjadi perubahan dan perkembangan perilaku siswa, sesuai dengan tujuan pendidikan dan pembelajaran. Namun keberhasilan kurikulum tidak lepas dari peran guru sebagai pelaksana kurikulum. Mengingat peran guru sebagai guru, maka guru harus mampu membuat perencanaan belajar yang baik agar proses belajar mengajar berlangsung efektif, sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dalam program. Menurut pengertian umum kurikulum di atas, program Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak berbeda keberadaannya maupun dalam perencanaan dan pelaksanaannya. Namun Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 2 . , 2023 | 94 yang perlu ditekankan dalam pendidikan agama Islam adalah materi berupa kegiatan, pengetahuan, dan pengalaman, diberikan kepada peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan agama Islam. Dengan demikian, program pendidikan agama Islam merupakan totalitas suatu lembaga pendidikan baik di dalam maupun di luar kelas berdasarkan ajaran agama Islam. Agar PAI berhasil, perlu memiliki pengontrol yang terlibat dalam semua aspek, baik itu aspek kelembagaan, komponen pendidikan atau aspek lainnya. Dalam perkembangan pemikiran dewasa ini, kurikulum merupakan salah satu hal yang sangat penting atau mendesak, karena dengan adanya Imtaq dan Iptek maka proses pendidikan akan terselenggara sesuai dengan sasarannya. Dalam kerangka ini, sekolah harus mampu mempersiapkan proses pembelajarannya dengan baik, sehingga apa yang diharapkan masyarakat dapat tercapai, karena bagaimanapun, sekolah adalah pendidikan masyarakat. Evolusi kurikulum PAI benar-benar perlu diperhatikan, terutama penerapannya saat proses belajar mengajar berlangsung. Saat ini sebagian besar masyarakat sudah memahami bahwa dengan hadirnya PAI di sekolah diharapkan dapat menumbuhkan pengetahuan baik Iptek maupun Imtaq bagi siswa. Anggapan ini sangat perlu diperhitungkan, karena saat ini peran PAI tidak hanya mengutamakan pendidikan agama, tetapi juga mengharapkan adanya perpaduan antara pendidikan umum dan pendidikan agama dengan menjabarkan ajaran dan nilai-nilai agama Islam. Sebuah panduan dan sumber untuk pengembangan berbagai mata pelajaran umum. Pembelajaran dapat dilakukan melalui pembelajaran secara kelompok, yakni guru dari bidang lain bekerja sama dengan guru pendidikan agama Islam untuk mengembangkan desain pembelajaran yang spesifik dan rinci untuk dipraktikkan dalam kegiatan Di sinilah seorang pengembang kurikulum memiliki peran yang sangat penting dalam model pembelajaran dan model pengembangan kurikulum yang sesuai dengan pertumbuhan sekolah. Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 2 . , 2023 | 95 METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode literatur, yaitu metode yang digunakan untuk menggambarkan teori, hasil dan dokumen penelitian lainnya yang diperoleh dari referensi untuk dijadikan dasar kegiatan dari masalah yang sedang diteliti. Menurut Conny R. Semiawan . , bahwa penelitian literatur adalah suatu dokumen yang ditulis dalam bentuk buku atau jurnal yang berhubungan dengan topik yang sedang dipelajari. Studi literatur adalah gambaran yang mendeskripsikan tentang literartur yang berkaitan dengan bidang atau pokok bahasan tertentu yang sedang dipelajari. Hasil dari review atas literatur yang dilakukan memberikan pemikiran penulis, ulasan, dan rangkuman tentang beberapa sumber pustaka yang diperoleh dari artikel, buku, slide, informasi dari internet, dan lain sebagainya tentang topik yang dibahas yakni tentang pengembangan kurikulum dengan pendekatan rekonstruksi sosial. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Terhadap Konsep Kurikulum Konsep terpenting yang perlu dijelaskan dalam teori kurikulum adalah 3 . konsep kurikulum, yakni kurikulum sebagai substansi, sistem, dan bidang studi. Kurikulum sebagai subtansi Kurikulum secara luas dianggap sebagai rencana kegiatan belajar siswa di sekolah, atau sebagai seperangkat tujuan yang ingin dicapai. Kurikulum juga dapat menjadi dokumen yang mencakup pengembangan, tujuan, bahan ajar, kegiatan belajar mengajar, jadwal, dan penilaian. Kurikulum juga dapat diartikan sebagai dokumen tertulis yang merupakan hasil kesepakatan bersama antara penanggung jawab kurikulum dan pemegang kebijakan pendidikan dengan masyarakat. Sebuah program juga dapat mencakup area tertentu, sekolah, kabupaten, provinsi, atau seluruh negara. Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 2 . , 2023 | 96 b. Kurikulum sebagai Sistem Sistem kurikulum merupakan bagian dari sistem sekolah, sistem pendidikan, bahkan sistem masyarakat. Sistem kurikulum mencakup struktur staf dan proses kerja untuk pengembangan kurikulum, pelaksanaan program, penilaian, dan penyempurnaannya. Hasil dari sistem kurikulum adalah penyusunan kurikulum, dan fungsi sistem kurikulum adalah bagaimana memelihara kurikulum agar tetap aktif. Kurikulum sebagai bidang studi Tujuan kurikulum sebagai bidang studi adalah untuk mengembangkan pengetahuan tentang kurikulum dan sistem kurikulum. Mereka yang mempelajari bidang kurikulum harus mempelajari konsep dasar kurikulum. Melalui studi literatur dan berbagai kegiatan penelitian serta eksperimen, mereka menemukan hal-hal baru yang dapat memperkaya dan memperkuat wilayah penelitian program studi. Seperti halnya ilmuwan sosial lainnya, ahli teori kurikulum perlu mengembangkan dan menerapkan model kurikulum. Keempat persyaratan ini adalah tanggung jawab seorang ahli kurikulum. Dengan tercapainya keempat hal tersebut, baik secara substansi, sistem maupun bidang studi, program dapat bertahan dan berkembang. Konsep Pengembangan Kurikulum Islam Pengembangan kurikulum dapat diartikan sebagai: . kegiatan membuat atau . proses menghubungkan satu komponen dengan komponen lainnya untuk menghasilkan program yang lebih baik dan atau. kegiatan persiapan . , pelaksanaan, evaluasi, dan perbaikan program. Kurikulum adalah konsep penelitian yang luas, mencakup sejumlah teori yang menekankan perencanaan dan inovasi berdasarkan filosofi dan konsep yang diambil dari ilmu perilaku manusia. Secara sederhana, teori kurikulum dapat diklasifikasikan menjadi teori yang lebih menekankan pada isi kurikulum, situasi pendidikan, dan organisasi kurikulum. Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 2 . , 2023 | 97 a. Fokus Konten Kurikulum Strategi perkembangan yang menekankan pada konten, merupakan hal yang paling lama dan banyak digunakan, tetapi juga terus ditingkatkan atau diperbarui. Alasan mendorong inovasi ini adalah: Pertama, karena di latar belakangi oleh kebutuhan untuk meneguhkan kembali nilai-nilai moral dan budaya masyarakat. Kedua, karena perubahan landasan filosofis dari struktur pengetahuan. Ketiga, karena kebutuhan akan program yang berorientasi pada pekerjaan. Pengembangan kurikulum yang menekankan isi merupakan hal yang sentral. Program ini memandang mahasiswa sebagai penerima yang pasif. Anak-anak dipandang sebagai sumber bahan mentah yang tidak berdaya. Salah satu atribut organisasi kurikulum adalah berbasis pengetahuan, yang memungkinkan sejumlah besar pengembangan. Penekanan pada situasi pendidikan Jenis kurikulum ini menekankan pada isu-isu tertentu, sangat menarik, dan disesuaikan dengan lingkungannya. Tipe ini akan membuat kurikulum berdasarkan situasi Tujuannya adalah untuk membuat program yang secara realistis mencerminkan dunia atau lingkungan kehidupan anak. Program yang menekankan pada situasi pendidikan akan sangat beragam, dibandingkan dengan yang menekankan pada konten. Kurikulum ini dimaksudkan untuk menemukan kesesuaian antara kurikulum dan keadaan di mana pengajaran itu berlangsung. Penekanan pada organisasi Jenis kurikulum ini menekankan pada proses belajar-mengajar. Meskipun terdapat perbedaan dan kontradiksi, misalnya antara konsep sistem pendidikan dan konsep pengembangan. Bruner dan Jean Piaget, keduanya berpendapat bahwa hal tersebut sangat mempengaruhi perkembangan kurikulum jenis ini. Walaupun terdapat perbedaan yang sangat jelas antara kurikulum yang menekankan pada organisasi dan kurikulum yang menekankan isi dan situasi, namun kurikulum tersebut berpusat pada pelajar atau siswa. Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 2 . , 2023 | 98 Faktor-faktor Dalam Perkembangan Kurikulum PAI Menurut Sukmadinata, beberapa faktor dapat mempengaruhi perkembangan kurikulum. Faktor tersebut menjadi landasan yang mempunyai pengaruh besar terhadap pengembangan kurikulum. Faktor yang mempengaruhi pengembangan kurikulum Filsafat Filsafat memainkan peran penting dalam pengembangan kurikulum. Sama seperti filsafat pendidikan, kita diperkenalkan dengan banyak aliran filsafat yang berbeda. Pengembangan kurikulum selalu didasarkan pada beberapa aliran filsafat, sehingga akan mewarnai konsep dan implementasi kurikulum yang Berikut pemikiran/mazhab filsafat yang terlibat dalam perumusan Pertama, penalisme, yang lebih menekankan keabadian, cita-cita, kebenaran, dan keindahan dari pada warisan budaya dan beberapa dampak sosial. Pengetahuan dianggap lebih penting, dan kurang diperhatian pada aktivitas sehari-hari. Pendidikan ideologis ini mengedepankan kebenaran mutlak, kebenaran universal yang tidak dibatasi oleh tempat dan waktu. Arus ini lebih mengarah ke masa lalu. Kedua, fundamentalisme menekankan pentingnya warisan budaya dan membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menjadi anggota masyarakat yang Matematika, sains, dan mata pelajaran lainnya dianggap sebagai dasar dari kurikulum yang berharga untuk kehidupan di masyarakat. Mirip dengan Perenialisme. Substantifisme juga lebih berpandangan ke depan. Ketiga, eksistensialisme menekankan individu sebagai sumber pengetahuan tentang kehidupan dan makna. Untuk memahami hidup. Anda harus memahami diri sendiri. Keempat, progresivisme menekankan pentingnya layanan individual, berpusat pada peserta didik, yang memiliki perbedaan dalam pengalaman dan proses belajar. Progresivisme adalah fundamental bagi perkembangan pembelajar aktif. Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 2 . , 2023 | 99 Keempat, rekonstruksionisme merupakan perkembangan lebih lanjut dari aliran Dalam rekonstruksionisme, masa depan peradaban manusia sangat Selain menekankan perbedaan individu seperti dalam progresivisme, konstruktivisme lebih menekankan pada pemecahan masalah, berpikir kritis, dll. Setiap aliran filsafat memiliki kekuatan dan kelemahannya. Dengan demikian, dalam praktik pengembangan kurikulum, penerapan filsafat cenderung selektif untuk menciptakan lebih banyak kompromi dan mengakomodasi kepentingan yang berbeda dalam pendidikan. Namun kini, di beberapa negara dan khususnya di Indonesia, tampaknya telah terjadi pergeseran basis pengembangan kurikulum, termasuk lebih fokus pada filosofi rekonstitusionalisme. Ini adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pengembangan kurikulum . ari teacher center ke student cente. Psikologis Psikologi mengemukakan bahwa setidaknya ada dua bidang psikologi yang menopang pengembangan kurikulum, yaitu . psikologi perkembangan dan . psikologi Psikologi perkembangan adalah studi tentang perilaku individu terhadap Dalam psikologi perkembangan ilmu yang mempelajari tentang hakikat perkembangan, tahapan-tahapan perkembangan, aspek-aspek perkembangan, tugas-tugas perkembangan individu, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan perkembangan, perkembangan individu, yang kesemuanya dapat dijadikan sebagai dokumen untuk mengkaji dan mengevaluasi kurikulum. Psikologi adalah studi tentang perilaku individu dalam konteks belajar. Psikologi mempelajari hakikat belajar dan teori belajar, serta banyak aspek lain dari perilaku individu dalam belajar, semuanya dapat dijadikan bahan. Selain itu, juga ditunjukkan 5 jenis keterampilan, yaitu: motivasi. sesuatu yang seseorang harus berpikir koheren atau berkeinginan untuk bertindak, yaitu karakteristik yang merespon secara koheren terhadap situasi atau informasi yang berbeda, konsep diri. yaitu perilaku, nilai atau citra, yaitu, informasi spesifik yang tersedia bagi seseorang dan keahliannya. khususnya kemampuan untuk melakukan tugas fisik dan mental. Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 2 . , 2023 | 100 Sebagai bagian dari kurikulum berbasis kompetensi. Mulyasa, menonjolkan aspek perbedaan dan karakteristik siswa. Ia berpendapat bahwa setidaknya ada lima perbedaan dan karakteristik siswa yang harus diperhatikan dalam kurikulum berbasis kompetensi, yaitu: . perbedaan tingkat kecerdasan. perbedaan kreativitas. perbedaan cacat fisik. kebutuhan siswa. pertumbuhan dan perkembangan Sosial budaya Kurikulum dapat dipandang sebagai konsep pendidikan. Sebagai sebuah desain, kurikulum menentukan pelaksanaan dan hasil pendidikan. Pendidikan adalah upaya mempersiapkan peserta didik untuk memasuki masyarakat. Pendidikan tidak hanya untuk belajar, tetapi juga memberikan pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai untuk hidup, bekerja dan berkembang lebih lanjut di masyarakat. Siswa berasal dari masyarakat, menerima pendidikan formal dan informal di masyarakat dan juga diarahkan pada kehidupan masyarakat. Kehidupan masyarakat, dengan segala ciri dan kekayaan budayanya, menjadi dasar dan sekaligus acuan bagi Dengan pendidikan, kita tidak mengharapkan orang tereliminasi dari komunitasnya, tetapi melalui pendidikan kita berharap mereka akan mengerti dan mampu membangun kehidupan komunitasnya. Oleh karena itu, tujuan, isi, dan proses pendidikan harus sesuai dengan kebutuhan, kondisi, karakteristik, kekayaan, dan perkembangan yang ada di masyarakat. Setiap lingkungan masyarakat memiliki sistem sosial budayanya sendiri yang mengatur gaya hidup dan cara hubungan antar anggota masyarakat. Salah satu aspek penting dari sistem sosial budaya adalah tatanan nilai yang mengatur gaya hidup dan perilaku warga Nilai-nilai tersebut dapat berasal dari agama, budaya, politik atau aspek kehidupan lainnya. Seiring dengan perkembangan masyarakat, nilai-nilai yang ada di masyarakat juga ikut berkembang, sehingga setiap anggota masyarakat dipaksa untuk berubah dan menyesuaikan dengan kebutuhan perkembangan yang terjadi di sekitar Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 2 . , 2023 | 101 masyarakat tersebut. Melalui pendidikan, orang belajar tentang peradaban masa lalu, berpartisipasi dalam peradaban masa kini, dan menciptakan peradaban masa depan. Kurikulum yang dikembangkan harus mempertimbangkan, menanggapi, dan didasarkan pada perkembangan social budaya dalam suatu masyarakat, baik dalam konteks lokal, nasional, dan global. Politik Wiles Bondi, dalam bukunya Pengembangan Kurikulum: Panduan Praktis, juga menjelaskan pengaruh politik pada pelatihan dan pengembangan kurikulum. Hal ini jelas menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum dipengaruhi oleh proses politik, karena setiap kali kepemimpinan suatu negara berubah, maka setiap kali program pendidikan berubah. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) Pada mulanya ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki manusia masih tergolong sederhana, namun sejak Abad Pertengahan telah berkembang pesat. Berbagai penemuan teori baru terus berlanjut hingga saat ini dan dipastikan kedepannya akan terus berkembang. Pikiran manusia telah mampu mencapai hal-hal yang sebelumnya tidak mungkin. masa lalu, orang mungkin berpikir bahwa manusia tidak dapat menginjakkan kaki di bulan, tetapi berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pada pertengahan abad ke-20, pesawat ruang angkasa Apollo mendarat di bulan dan Neil Armstrong adalah orang pertama yang berhasil menginjakkan kaki di bulan. Kemajuan pesat dunia dalam informasi dan teknologi selama dua dekade terakhir telah mempengaruhi peradaban manusia di luar jangkauan pemikiran manusia sebelumnya. Pengaruh ini terlihat dalam perubahan sosial, ekonomi dan politik yang membutuhkan keseimbangan baru antara nilai, pemikiran dan gaya hidup yang berlaku dalam konteks global dan lokal. Selain itu, di era pengetahuan saat ini, diperlukan masyarakat yang Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 2 . , 2023 | 102 terinformasi melalui pembelajaran sepanjang hayat dengan standar kualitas yang tinggi. Sifat pengetahuan dan keterampilan yang perlu dikuasai masyarakat bervariasi dan canggih, sehingga diperlukan kurikulum yang disertai dengan keterampilan metakognitif untuk berpikir dan belajar untuk belajar . earn to lear. dengan mengakses, memilih dan mengevaluasi pengetahuan, serta mengatasi. situasi yang ambigu dan tidak terduga. Perkembangan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang transportasi dan komunikasi, dapat mengubah tatanan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, kurikulum perlu mampu beradaptasi dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, agar peserta didik dapat menyeimbangkan dan sekaligus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemaslahatan dan kelangsungan hidup peserta didik. Pengembangan Kurikulum Melalui Pendekatan Rekonstruksi Sosial Pendekatan Rekonstruksi Sosial dalam merancang kurikulum atau program pendidikan keterampilan dimulai dari permasalahan yang dihadapi di masyarakat, kemudian dengan menjangkau ilmu pengetahuan dan teknologi, dan dengan kerjasama akan dicari solusi untuk membentuk masyarakat yang lebih baik. Muatan pendidikan mencakup masalah nyata yang dihadapi dalam kehidupan nyata di masyarakat. Proses pendidikan atau pengalaman belajar siswa dilaksanakan dalam bentuk kegiatan belajar kelompok yang mengutamakan kerjasama, antara siswa, siswa, dan guru/ dosen dengan sumber lain dari proses pembelajaran. Oleh karena itu, ketika merumuskan kurikulum atau program pendidikan PAI, dimulai dengan masalah sosial yang dihadapi sebagai isi PAI, sedangkan proses pembelajaran atau pengalaman siswa tentang ilmu pengetahuan dan teknologi, serta bekerja secara mencoba mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut. masalah ini untuk membangun masyarakat yang lebih baik. Evolusi kurikulum PAI dari perspektif rekonstruksi sosial dapat digambarkan di bawah ini melalui tahapan sebagai berikut: Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 2 . , 2023 | 103 a. Tahap Analisis Tahap analisis yakni mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan. Hasil yang diharapkan adalah teridentifikasinya: . konteks atau karakteristik masyarakat yang menghadapi problem. katagori permasalahan atau problem yang ada dimasyarakat. tema-tema pelajaran PAI. skala prioritas tema pelajaran PAI. Analisis tugas. Hasil yang diharapkan adalah teridentifikasinya: . berbagai kebutuhan pembelajaran PAI yang mampu menyelesaikan problem yang ada di masyarakat atau kualifikasi yang diharapkan dengan hasil kinerja berdasarkan yang tertuang dalam uraian tugas yang meliputi: pengetahuan, keterampilan, sikap dalam menjalankan tugas yang diharapkan. berbagai posisi yang memerlukan dukungan pembelajaran guna memecahkan masalah yang dihadapi, seperti posisi GPAI, kelompok-kelompok peserta didik, tokoh-tokoh masyarakat, masyarakat yang menjadi subjek dan sasaran program pembelajaran PAI. Menentukan peserta atau siapa yang menjadi subjek dan apa sasaran program. Hasil yang diharapkan. Hasil yang diharapkan. berasumsi bahwa manusia adalah sebagai makhluk sosial yang dalam kehidupannya selalu membutuhkan manusia lain, selain hidup bersama, berinteraksi dan bekerja sama. tersusunnya klasifikasi peserta. kriteria peserta berdasarkan hasil penjagagan kebutuhan dan uraian tugas yang ada yang dapat mempengaruhi tingkat kedalaman tujuan, penyusunan materi, dan pemilihan metode. Tahap desain Tahap desain dimulai dengan merumuskan tujuan dan target pembelajaran PAI, merancang program pembelajaran PAI . ema pokok, pendekatan dan metode, media dan sumber belajar, serta evaluasiny. , dan menetapkan waktu dan tempat Pada tahap desain . , b, dan . , hasil yang diharapkan adalah tersusunnya rencana dasar penyelenggaraan pembelajaran PAI di masyarakat yang mencakup: . tujuan Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 2 . , 2023 | 104 pembelajaran PAI. pokokpokok dan sub pokok bahasan. metode dan media . kriteria dan jumlah peserta yang menjadi subjek dan sasaran pembelajaran PAI. kriteria atau kualifikasi fasilitator dan jumlah fasilitator yang . waktu penyelenggaraan dan perincian waktu. teridentifikasinya tempat penyelenggaraan. jumlah anggaran biaya yang dibutuhkan. komponen pendukung lainnya. Mengembangkan dalam proposal atau TOR (Team of referenc. , yang berisi. latar belakang/pendahuluan, yang menjelaskan berbagai permasalahan atau sense of crisis dan alasan pelaksanaan program. pernyataan tujuan yang menyangkut tujuan umum atau khusus. pokok-pokok bahasan materi pelajaran PAI, sehingga permasalahan dapat terpecahkan. pendekatan dan metode, yakni uraian singkat tentang pendekatan dan cara bagaimana pokok bahasan akan diproses untuk mencapai tujuan. fasilitator dan program, yakni kualifikasi atau persyaratan dan atau kriteria fasilitator yang dibutuhkan serta jumlah yang dikehendaki, serta menguraikan kualifikasi atau persyaratan dan jumlah peserta yang akan dikenai sasaran pembelajaran PAI. komponen-komponen lain yang bersifat logistik, seperti tempat, waktu, dan lain-lainnya. Tahap implementasi Yakni pelaksanaan program atau implementasi terhadap apa yang tertuang dalam TOR. Dlam hal ini prlu dibuat skenario pembelajran PAI, yang berisi: . beberapa jumlah hari yang diperlukan. perincian materi dari tema pokok pembelajaran PAI yang dipelajari, dialami serta diinternalisasi oleh peserta dalam beberapa sesi. perincian skenario kegiatan pembelajaran, misalnya: materi 1 tentang apa, butuh berapa sesi, topik masing-masing sesi yang merupakan penjabaran dari materi, apa kegiatan fasilitator dan peserta, berapa waktu yang dibutuhkan untuk masing-masing kegiatan. Tahap evaluasi dan umpan balik Yakni evaluasi pelaksanaan programnya sehingga ditemukan titiktitik kelebihan dan Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 2 . , 2023 | 105 kelemahannya, dan melalui evaluasi tersebut akan diperoleh umpan balik untuk diselanjutnya direvisi programnya untuk perbaikan pelaksanaan pembelajaran PAI berwawasan rekonstruksi sosial di masa yang akan datang. KESIMPULAN Kurikulum, merupakan bidang inovasi pedagogis yang mampu membawa perubahan yang berdampak pada konsep dan implementasinya, harus dirancang sesuai dengan sifat teori belajar-mengajar untuk mencapai kinerja yang diharapkan. Strategi yang efektif dalam implementasi kurikulum adalah dengan melibatkan guru sebagai pengembang kurikulum dengan kemampuan analitis untuk mengembangkan kurikulum yang disesuaikan dengan tujuan pengembangan. Dalam proses pelaksanaan kurikulum, guru harus mengembangkan perangkat pengajaran untuk memandu kegiatan dalam mengajar. Strategi guru dalam mengimplementasikan kurikulum dapat mempengaruhi strategi belajar siswa. Siswa harus diberi kesempatan untuk menentukan strategi belajar mereka sendiri sehingga mereka dapat dengan mudah mencapai tujuan mereka. Ada tiga konsep kurikulum, kurikulum sebagai esensi, sebagai sistem dan sebagai bidang studi. Konsep pengembangan kurikulum dapat diklasifikasikan ke dalam teori-teori yang menekankan pada isi kurikulum, situasi pendidikan, dan organisasi kurikulum. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pengembangan kurikulum yaitu Filsafat. Psikologi. Sosial Budaya. Politik. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) Ada 5 . tahapan dalam pengembangan program pendidikan agama Islam melalui pendekatan rekonstruksi sosial: fase analisis, fase desain, fase implementasi, fase evaluasi dan umpan balik. Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 2 . , 2023 | 106 DAFTAR PUSTAKA