Imtiyaz: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 01 Bulan April Tahun 2024 Hal: 1-9 Manajemen Dakwah Di Pesantren (Studi Penggerakan atau Pelaksanaan pada Program Akselerasi Kitab di Pondok Pesantren MazroAoatul Lughoh Pare Kedir. 1 Nanik Mujiati (Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam. Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Mojokert. , email nanikmuji2301@gmail. 2 Afifah al Adawiyah (Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam. Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Mojokert. , email dewiafifah669@gmail. Abstrak Pesantren merupakan lembaga pendidikan berbasis keagamaan yang telah ada sejak lama di Indonesia. Salah satu pesantren yang tumbuh dan berkembang ialah pondok pesantren MazroAoatul Lughoh di kampung Inggris Pare. Kediri. Tulisan ini mengkaji tentang keberadaan manajemen pesantren tersebut tentang salah satu programnya yakni akselerasi kitab yang dilihat dari sisi penggerakan . Metode yang digunakan yaitu penelitian kualitatif deskriptif melalui pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen dakwah pada program akselerasi kitab dari segi penggerakan, yang diketahui dari langkah-langkah penggerakan adalah pemberian motivasi dan bimbingan, komunikasi, pengembangan dan peningkatan Sumber daya Manusia atau bakat santri. Pemberian motivasi diterapkan dengan cara memberikan contoh lewat cerita para sahabat dan ulamaAo ketika menuntut ilmu, mengadakan study outside, muhadhoroh dan menonton film. Sedangkan bimbingan atau arahan dilakukan salah satunya dengan pengadaan microteaching. Dari sisi komunikasi, menggunakan bahasa yang sopan, guru mengetahui dan melakukan hal-hal yang bersifat teknis pada saat proses pembelajaran. Dalam mengembangkan dan meningkatkan bakat santri program akselerasi kitab, pesantren mengadakan muhadhoroh guna mengasah kemampuan bahasa arab secara lisan dan melakukan demonstrasi baca kitab. Kata Kunci: Manajemen dakwah. Penggerakan. Program Akselerasi Kitab. Abstract Islamic boarding schools are religious-based educational institutions that have existed for a long time in Indonesia. One of the Islamic boarding schools that is growing and developing is the MazroAoatul Lughoh Islamic boarding school in the English village of Pare. Kediri. This article examines the existence of Islamic boarding school management regarding one of its programs, namely book acceleration, seen from the actuating side. The method used is descriptive qualitative research through data collection by interviews, observation and documentation. The data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the research show that the da'wah management in the book acceleration program in terms of mobilization, which is known from the mobilization steps, is providing motivation and guidance, communication, development and improvement of human resources or students' talents. Providing motivation is applied by providing examples through stories from friends and scholars when studying, conducting study abroad, muhadhoroh and watching films. Meanwhile, guidance or direction is carried out, one of which is by providing microteaching. In terms of communication, using polite language, teachers know and do technical things during the learning process. In developing and improving the talents of students in the book acceleration program. Islamic boarding schools hold muhadhoroh to hone their Arabic language skills orally and carry out book reading demonstrations. Imtiyaz: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 01 Bulan April Tahun 2024 Hal: 1-9 Keywords: DaAowah Management. Actuating. Book Acceleration Program. PENDAHULUAN Keberadaan dakwah sangat penting dalam Islam dan cukup dirasakan urgensinya, serta kedudukannya yang sangat strategis. Dakwah Islam yang strategis bisa diketahui pada tahap operasional, yang mana kegiatan dakwah lebih dominan berperan dalam sosialisasi dan pelembagaan konsep-konsep Islam di tengah masyarakat. Tanpa adanya dakwah, tentu upaya pengembangan dan permasyarakatan sistem keilmuan Islam menjadi lamban (Abdullah. Dakwah menurut Nasaruddin Latif, merupakan seluruh usaha atau aktivitas melalui lisan, tulisan, dan lainnya yang bersifat menyeru, mengajak, serta memanggil umat manusia agar beriman dan menaati perintah Allah swt sesuai akidah, syariat, dan akhlah yang Islamiah (Aziz, 2. Pemahaman ini serupa dengan Toha Yahya Oemar, yang mendefiniskan dakwah sebagai upaya mengajak manusia dengan bijaksana menuju jalan yang benar, sesuai dengan perintah Allah untuk kemaslahatan dan kebahagian manusia selama di dunia dan di akhirat (Munir dan Ilaihi, 2. Dengan demikian, dakwah diartikan sebagai kegiatan untuk amar maAoruf nahyi munkar, dimana mengajak umat manusia agar beriman dan menaati perintah Allah swt demi kemaslahatan dan kebagiaan mereka di dunia dan di akhirat. Dalam pelaksanaan dakwah tidak terlepas dengan berbagai unsur yang menyertainya, sehingga aktivitas dakwah berlangsung dengan baik dan optimal. Unsur-unsur dakwah terdiri dari pelaku dakwah . aAo. , mitra dakwah . adAo. , materi dakwah . , media dakwah . , metode dakwah . , serta efek dakwah . (Munir dan Ilaihi, 2. Setiap unsur tersebut saling bekerjasama dalam mendukung pelaksanaan dakwah. Agar penerapan unsur-unsur dakwah berjalan efektif, diperlukan adanya manajemen dalam pelaksanaannya. Manajemen dakwah merupakan serangkaian kegiatan merencanakan, menggerakan, meengorganisasikan, mengendalikan dan mendayagunakan sumber daya manusia, saran dan prasarana untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. Manajemen dakwah merupakan suatu proses yang dimanik karena ia berlangsung secara terus menerus dalam suatu organisasi. Setiap perencanaan selalu memerlukan peninjauan ulang dan bahkan mungkin perubahan di masa depan. Pertimbangannya adalah kondisi yang dihadapi selalu berubah-ubah. Manajemen dakwah dimaksudkan agar pelaksana dakwah mampu menampilkan kinerja tinggi. Hanya dengan demikianlah hakikat pencapaian tujuan dan berbagai sasarannya dapat dicapai dengan baik. Salah satu manajemen dakwah yang menjadi pilihan dalam massa kontemporer adalah program pendidikan dalam pesantren, yang mana pesantren memiliki pengaruh manajemen yang lebih luas serta mencakup lebih banyak objek dakwah yang tak lain adalah santri yang bermukim dipesantren tersebut dengan menggunakan kitab kuning sebagai alat dakwah serta manajemen program yang terintregasi. Hal ini akan dibahas suatu program akselerasi kitab di pondok pesantren MazroAoatul Lughoh sebagai bentuk pelaksanaan dalam manajemen Pondok pesantren MazroAoatul Lughoh adalah pesantren yang berbasis Al-QurAoan dan Bahasa, terletak di kampung Inggris Pare, membuat pondok ini menjadi sangat khas dengan Imtiyaz: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 01 Bulan April Tahun 2024 Hal: 1-9 program bahasanya. Pesantren ini memiliki tiga . program unggulan yang terdiri dari akselerasi tahfiz, akselerasi bahasa Inggris, dan akselerasi kitab. Tulisan ini akan mengulas lebih dalam terkait penggerakan program akselerasi kitab yang menjadi bagian dari bentuk manajemen dakwah yang ada di pesantren. METODE Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Adapun metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara dilakukan secara langsung dengan tenaga pendidik dan santri di pondok pesantren mazroAoatul Lughoh. Observasi dengan mengamati kegiatan program di pesantren tersebut terutama pada program akselerasi kitab. Sedangkan dokumentasi diperoleh dengan memperhatikan datadata pesantren yang berkaitan dengan topik penelitian program akselerasi kitab. Analisis data diterapkan menurut Miles & Huberman yang terdiri dari tiga . macam yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Reduksi data penelitian dilakukan dengan memilah dan memilih hasil data dari wawancara dengan informan. Penyajian data hal ini dengan menyusun informasi yang memungkinkan adanya kesimpulan Penarikan kesimpulan dilakukan setelah data dianalisis dan diverifikasi sebagaimana data yang sebenarnya di lapangan. HASIL DAN PEMBAHASAN Program Pesantren MazroAoatul Lughoh Pesantren menurut Mastuhu ialah salah satu lembaga pendidikan tradisional Islam didalalmnya memelajari, memahami, menghayati, serta mengamalkan nilai-nilai Islam dengan menekankan moral keagamaan yang menjadi panduan dalam berperilaku. Keberadaan pendidikan pesantren berperan sebagai pusat berlangsungnya pembelajaran ilmu Islam tradisional, sebagai pemelihara Islam tradisional, dan menjadi pusat terbentuknya seorang ulama (Ubaidillah dalam Nurjanah, et. al, 2. Pesantren yang ada di wilayah nusantara berkembang secara luas, salah satunya yang ada di provinsi Jawa Timur lebih tepatnya di Kampung Inggris Pare. Kediri. Pesantren ini bernama MazroAoatul Lughoh yakni pesantren yang berbasis Al-QurAoan dan Bahasa. Pesantren ini merupakan pesantren yang mengintegrasikan tiga . aspek pendidikan diantaranya agama, akhlak, dan intelektual yang digunakan sebagai persyaratan kesuksesan. Keberadaan pesantren MazroAoatul Lughoh diawali dengan banyaknya masyarakat yang berminat atas program kursus bahasa Inggris dan meminta untuk dibuatkan asrama sebagai tempat bermukim para santri. Sehingga KH Muhammad Qomar memutuskan mendirikan pondok pesantren sebagai tempat menimba ilmu para santri. Hal ini sesuai dengan ungkapan informan yakni KH Muhammad Qomar selaku pendiri dan pengasuh pondok pesantren. AuDulu awalnya saya hanya ingin mendirikan kursus Bahasa Inggris saja, lambat laun karena peminatnya semakin banyak, orang-orang mulai meminta saya untuk membuat asrama yang bisa di jadikan tempat mukim bagi anak-anak yang mau kursus, terlintas di pikiran, kenapa aku nggak buat pesantren saja? jadi begitulah awal mula terbentuknya pondok iniAy (KH. Muhammad Qomar. Wawancar. Imtiyaz: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 01 Bulan April Tahun 2024 Hal: 1-9 Pesantren MazroAoatul Lughoh memiliki tiga . program unggulan yang terdiri dari akselerasi tahfiz, akselerasi bahasa Inggris, dan akselerasi kitab. Program ini untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan santri selama berada di pondok pesantrean MazroAoatul Lughoh. Akselerasi tahfidz Program akselerasi tahfidz adalah program khusus untuk menghafal Al-Qur'an dengan model program kejar khatam untuk ziyadah . etoran tambaha. , dan kemudian dilanjutkan dengan murojaah . engulang hafala. serta tasmi' . emperdengarkan hafala. Program ini berafiliasi pada program yang ada di Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jombang. Target program secara umum, santri bisa menyelesaikan hafalan dalam kurun waktu enam . sampai dua belas . bulan, yang dihitung mulai waktu menghafal. Akselerasi bahasa Inggris Akselerasi bahasa Inggris merupakan program percepatan bahasa yang ditempuh selama delapan . bulan penuh. Program ini merupakan salah satu program unggulan madrasah yang menjamin siswa dan siswinya bisa berbahasa Inggris dengan baik dan benar khususnya siap berkompetisi, seperti Speech. Debate. Story Telling. Article Presentation dan juga mampu mengajar materi dasar di lingkungan sekolah dan kursus. Akselerasi kitab Akselerasi kitab adalah program dimulai sejak tahun 2020 dengan konsep dapat membaca kitab kuning dalam kurun waktu satu . Sejarah Program Akselerasi Kitab Istilah akselerasi disebut sebagai proses untuk memercepat, peningkatan kecepatan, dan laju perubahan kecepatan (Muslih, 2. Program akselerasi ialah suatu program khusus yang memungkinkan peserta didik memiliki bakat atau kemampuan untuk maju sesuai kecepatan belajarnya, walaupun dalam hal naik ke tingkat yang lebih tinggi sebelum waktu Melalui program akselerasi, peserta didik memiliki kecepatan belajar cepat, serta didorong untuk naik ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi daripada usia yang seharusnya (Alanda. , et. al, 2. Akselerasi kitab merupakan sebuah program percepatan dalam membaca kitab. Kitab yang diajarkan di sini adalah kitab kuning. Awal terbentuknya program akselerasi kitab dimulai atas keinginan KH. Muhammad Qomar selaku pengasuh pondok pesantren MazroAoatul Lughoh yang mencetuskan para penghafal al-QurAoan Aufi lafdzan wa maAonan wa AoamalanAy yakni para hafidz maupun hafidzah tidak hanya menghafal secara lafadz, melainkan juga menghafal al-QurAoan dengan memahami dan mengamalkannya. Demi mewujudkan harapan tersebut, maka dibentuklah program akselerasi Aumetode cepat membaca kitabAy. Program akselerasi kitab juga hadir setelah adanya program pembelajaran bahasa Inggris dan tahfidz al-QurAoan. Sebagaimana yang diungkapkan KH. Muhammad Qomar. AuAwalnya pesantren ini hanya punya dua program pembelajaran, bahasa inggris dan tahfidz Al Quran, lalu saya rembukan dengan dewan-dewan Yayasan untuk menambah satu program lagi yakni akselerasi kitab, biar pas hitungannya dengan Imtiyaz: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 01 Bulan April Tahun 2024 Hal: 1-9 tiga tahun pembelajaran anak di SMP dan SMA, satu tahun al Quran, satu tahun bahasa inggris, satu tahun kitabAy. (KH. Muhammad Qomar, wawancar. Program ini dilakukan dengan memilih kandidat anggota yang memiliki strandarisasi hafalan yang cukup banyak serta dinilai mampu mengikuti program. Kemudian dibentuk kelas khusus bagi mereka dengan nama kelas Aual FatihAy. Agar kegiatan berlangsung secara efektif, disusun jadwal sesuai dengan bioritme menghafal para santri. Tujuan Program Akselerasi Kitab Keberadaan program akselerasi kitab dimaksudkan sebagai langkah untuk memahami isi dan kandungan ayat-ayat al-QurAoan. Dengan harapan para santri tidak hanya menghafal ayat-ayat al-QurAoan, namun juga bisa mengerti dari al-QurAoan yang selanjutnya diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan di pondok pesantren ini adalah metode Al-Miftah Lil-Ulum yang diambil dari pondok pesantren Sidogiri. Metode tersebut merupakan metode penggabungan ilmu nahwu dan shorof dasar dan menengah, yang bersumber dari kitab-kitab nahwu dan shorof yang popular seperti matan jurumiyah, imrithiy, al maqsud dan al fiyah dalam satu metode yang dinamakan al-miftah. Pengetahuan untuk membaca kitab yakni ilmu nahwu dan shorof dikatakan informan selaku pengajar kitab al-miftah di pesantren MazroAoatul Lughoh yang bernama ustaz Yaqin. Adapun ungkapannya sebagai berikut. AuDalam mendalami ilmu Al Quran, penting bagi seorang hafidz mempelajari ilmu Bahasa arab sehingga bisa memahami makna Al Quran pula, salah satu cara dalam belajar Bahasa arab adalah mempelajari ilmu baca kitap yang tak lain adalah nahwu shorofAy (Ustaz Yaqin, wawancar. Metode al-miftah telah terbukti sukses mengantar santri bisa membaca dan memahami isi kitab kuning tidak lebih dari selama satu . Metode belajarnya juga tepat bagi santri di pondok pesantren MazroAoatul Lughoh yang baru mengenal dasar ilmu nahwu dan shorof. Peran Tenaga Pendidik Tenaga pendidik atau guru mempunyai peran utama dalam proses pembelajaran. Guru adalah orang yang menyuarakan pendidikan kepada masyarakat. Peran guru ialah sebagai pengorganisasi lingkungan belajar dan fasilitator belajar. Peran spesifik seorang guru yaitu guru sebagai model, perencana, peramal, pemimpin, serta penunjuk jalan atau pembimbing menuju pusat-pusat belajar (Zein, 2. Guru harus memiliki inisiatif yang tinggi dalam mengarahkan dan menilai pendidikan, serta bertanggung jawab agar pendidikan bisa berlangsung secara efektif. Dalam pengarahannya, guru harus memiliki nilai yang baik agar peserta didik dapat memahami ilmu yang disampaikan dengan baik. Keberadaan program yang berbasis akselerasi dan sistem pembelajaran yang cepat, santri biasanya merasa jenuh dengan belajar dan guru yang menjadi tumpuan mereka. Dalam program ini guru yang mengajar berusaha membuat suasana kelas menjadi lebih menyenangkan dengan memberi materi yang diulas dalam lagu-lagu yang popular sekaligus menjadikan materi lebih mudah dihafal. Imtiyaz: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 01 Bulan April Tahun 2024 Hal: 1-9 Kegiatan Akselerasi Kitab Adapun kelas yang diselenggarakan pada program akselerasi kitab terdiri dari dua . macam kelas yakni kelas putra dan kelas putri. Tempat pembelajaran diadakan di kelas terpisah antara putra dan putri, kecuali ketika outdoor tempatnya opsional, misalnya di gazebo yang ada di sebelah pondok, area persawahan, maupun cafy terdekat. Sedangkan waktu pembelajaran berlangsung setiap hari senin hingga jumat. Adapun waktu pelaksanaan adalah pada pagi hari dengan dua . sesi diadakan pukul 04. 45 Ae 05. 45 WIB dan pukul 08. Ae 10. 00 WIB, pada sore hari pukul 15. 30 Ae 17. 00 WIB, dan malam hari pada pukul 20. 15 WIB. Sementara pada hari sabtu, diadakan kegiatan study outside atau belajar di luar Jadwal kegiatan pondok pesantrean MazroAoatul Lughoh simultan antara program tahfidz, program akselerasi bahasa inggris dan program akselerasi kitab. Hal ini telah disesuaikan dengan bioritme santri, maka berikut adalah jadwal kegiatan secara keseluruhan: Waktu (WIB) 30 - 03. 50 - 04. 15 - 04. 45 - 05. 00 - 06. 00 - 06. 30 - 07. 00 - 07. 30 - 12. 30 - 09. 30 - 10. 00 - 12. 00 - 13. 00 - 13. 30 - 14. 00 - 16. 15 - 16. 00 - 16. 15 - 17. 00 - 18. 00 - 19. Tabel Waktu dan Kegiatan Santri Kegiatan Tahajjud dengan Maqro Bacaan 1/4 Juz ditambah Witir 1 Rakaat Dzikrul Al-QurAoan dengan Bacaan 1/4 Juz Sholat Shubuh Berjama'ah Fashohah Setoran sesi pertama bagi Santri Akselerasi Tahfidz dan Santri Reguler Kelas Kitab bagi Santri Akselerasi Kitab Sholat Dhuha Berjamaah dengan Maqro 1/4 Juz Bersih-bersih bersama Istirahat Makan dan Bersih Diri Kelas bagi santri akselerasi bahasa inggris Kelas bagi santri akselerasi kitab Muroqobah 3 Juz bagi Santri Akselerasi Tahfidhz dan Kelas Bagi Santri Akselerasi Kitab Setoran Sesi Ke-2 Istirahat Sholat Dhuhur Berjama'ah dan Muroqobah Dhuhur 1 Juz Makan Siang Setoran Sesi ke-3. Kelas bagi santri akselerasi kitab Sholat Ashar Berjama'ah. Muroqobah 1 Juz Kelas Kitab bagi Santri Akselerasi Kitab Bersih-bersih bersama Play Time Bersih diri dan persiapan maghrib Sholat Maghrib Berjama'ah. Fashohah. Setoran sesi ke4. Sholat Berjama'ah Isya Imtiyaz: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 01 Bulan April Tahun 2024 Hal: 1-9 30 - 20. 00 - 21. 30 - 21. 30 - 03. Istirahat Makan Malam Program Bahasa Inggris Wajib (Seminggu 3 Kal. Pengajian oleh Pengasuh (Seminggu 3 Kal. Istirahat Malam Penggerakan Manajemen Dakwah Pada Program Akselerasi Kitab Penggerakan Pada Manajemen Dakwah Aktivitas dakwah merupakan salah satu kegiatan keagamaan yang secara langsung digunakan untuk mensosialisasikan ajaran Islam bagi penganutnya dan umat manusia. Dakwah dapat dilakukan secara lisan . i al-lisa. , tulisan . i al-qala. , maupun perbuatan nyata . i al-ha. (Munir dan Ilaihi, 2. Dakwah hadir sebagai solusi bagi para pelaku dakwah atas persoalan yang dihadapi umat, didalamnya memuat nasihat, pesan agama, sosial, serta keteladanan untuk menghindari diri dari hal-hal negatif-destruktif menuju hal yang positif-konstruktif dalam ridha Allah swt. Dalam pelaksanaannya, dakwah harus dikemas dengan baik agar mampu memengaruhi persepsi masyarakat bahwa nilai-nilai ajaran Islam lebih tinggi nilainya dari pada nilai-nilai yang lain. Dengan demikian, demi mencapai tujuan yang maksimal dibutuhkan adanya manajemen dakwah untuk mengatur dan mengantarkan dakwah tepat sasaran dan sesuai tujuan yang diharapkan (Munir dan Ilaihi, 2. Manajemen dakwah menurut A. Rosyad Shaleh ialah aktivitas merencanakan tugas, mengelompokkan tugas, menghimpun dan menempatkan tenaga pelaksana dalam masingmasing kelompok tugas, dan selanjutnya menggerakkan ke arah pencapaian tujuan dakwah. Inti dari manajemen dakwah itu sendiri adalah suatu pengaturan yang sistematis dan koordinatif dalam kegiatan dakwah yang diawali dari sebelum pelaksanaan hingga akhir kegiatan dakwah (Munir dan Ilaihi, 2. Adapun kegiatan manajemen menurut Terry ialah memuat perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan. Dalam hal ini manajemen dakwah yang diterapkan salah satunya ialah penggerakan . yang ada pada program akselerasi kitab di pondok pesantrean MazroAoatul Lughoh. Penggerakan atau pelaksanaan merupakan rangkaian lanjutan dari kegiatan perencanaan dan pengorganisasian yang sudah diterapkan Penggerakan dalam manajemen ialah upaya untuk menjadikan perencanaan menjadi terealisasikan, dengan cara melakukan serangkaian aktifitas mengarahkan dan memotivasi setiap anggota agar melakukan kegiatan secara optimal sesuai peran, tugas dan tanggung jawab masing-masing (Muhammad, 2. Langkah penggerakan dakwah yang menjadi kunci dari kegiatan dakwah pada program akselerasi kitab ialah pemberian motivasi dan bimbingan, komunikasi, serta pengembangan dan peningkatan bakat santri. Pemberian Motivasi dan Bimbingan Motivasi merupakan syarat mutlak dalam belajar. Motivasi adalah pemberian semangat atau dorongan kepada para anggota untuk mencapai tujuan bersama dengan cara memenuhi kebutuhan dan harapan mereka, serta memberikan sebuah penghargaan (Munir dan Ilaihi, 2. Dalam program akselerasi juga dibutuhkan adanya motivasi bagi para santri Imtiyaz: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 01 Bulan April Tahun 2024 Hal: 1-9 agar selalu semangat dalam proses pembelajaran. Adanya program akselerasi yang mengharuskan pembelajaran berlangsung lebih lama dibanding pembelajaran di sekolah, serta prosesnya cenderung fokus dan cepat, tidak jarang santri sering mengeluh dan kewalahan ketika pembelajaran berlangsung. Sehingga seorang guru dituntut memberikan motivasi ketika belajar, misalnya memberikan semangat ketika santri merasa jenuh, memberikan contoh tentang cerita para sahabat dan ulamaAo ketika menuntut ilmu, dan juga rutin diadakannya study outside, muhadhoroh dan menonton film yang ditukar setiap satu minggu sekali. Penjelasan ini diungkapkan oleh ustaz yaqin. AuBiar nggak monoton belajarnya, biasanya seminggu sekali kita ajak anak-anak outdoor di luar, ga jauh-jauh di pematang sawah, gazebo samping ndalem atau kalau ada budgetnya kita ke caffe. Selain agar anak-anak tidak jenuh, kita ingin memberi gambaran bahwa belajar kitap itu asik ya. Sekaligus memberikan motivasi di dalamnyaAy. (Ustaz Yaqin, wawancar. Sedangkan bimbingan dilakukan saat proses pembelajaran berlangsung dengan mengajarkan hal-hal yang agar mudah dipahami para santri. Misalnya diadakan microteaching saat santri sudah menyelesaikan serangkaian pembelajaran. Dalam kegiatan tersebut santri diharuskan mengajar temannya dari program lain dengan bimbingan dan arahan dari guru, dengan tujuan menguatkan mental santri dan mengembangkan kreatifitas belajar dengan cara mereka sendiri, serta meningkatkan rasa percaya diri. Penyelenggaraan ini juga menjadi bekal dan pengalaman bagi mereka untuk terjun menjadi pengajar di Komunikasi Dalam sebuah organisasi dibutuhkan adanya komunikasi bagi setiap anggota. Dalam proses komunikasi, terjadi sebuah proses yang melibatkan orang, yang mencoba memahami cara manusia saling berhubungan (Munir dan Ilaihi, 2. Demi terwujudnya organisasi yang berkembang dan maju, orang-orang yang berkumpul harusmsering berinteraksi satu sama lain. Sebagaimana perkataan T. Mattews AuKomunikasi adalah sesuatu yang mudah, susahnya ialah apabila kita tidak menyebutnya dengan perkataan yang mudah. Ay Maka, dalam menjalankan program yang baik para anggota dapat berkomunikasi dengan nyaman dengan tetap menggunakan bahasa yang sopan. Seorang guru juga harus mampu dalam melaksanakan dan mengetahui hal-hal yang bersifat teknis pada saat proses pembelajaran Bahasa komunikasi yang dilakukan didalam kelas tentu menggunakan bahasa yang sopan, namun tidak selalu berkomunikasi secara formal antara guru dan santri. Tujuannya supaya guru dan santri bisa akrab, terutama melalui komunikasi interpersonal antara guru dan santri, seperti membicarakan permasalahan anak muda. Sebagaimana yang diungkapkan ustaz Yaqin. AuTentu, dalam proses pembelajaran kita berusaha menerapkan komunikasi yang baik terhadap santri, karena masih sama-sam muda, kita sering sharing permasalahan jiwa muda seperti apa, hal ini agar kita lebih akrab di samping hubungan formal guru santriAy. (Ustaz Yaqin, wawancar. Imtiyaz: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 01 Bulan April Tahun 2024 Hal: 1-9 Mengembangkan dan Meningkatkan Bakat Santri Bakat ialah kemampuan potensial yang dimiliki individu dalam menunjang keberhasilan di masa depan (Ramadhani, 2. Bakat yang ada pada diri seorang santri memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat. Maka penting bagi pendidik maupun pesantren untuk memerhatikan kemampuan yang dimiliki santri. Dalam mengembangkan dan meningkatkan bakat santri program akselerasi kitab, pesantren mengadakan muhadhoroh guna mengasah kemampuan bahasa arab secara lisan dan melakukan demonstrasi baca kitab sebagaimana referensi melalui pesantren Sidogiri. Hal ini sesuai penjelasan informan. AuSetiap minggu kita adakan muhadhoroh untuk mengasah kemampuan Bahasa arab mereka secara lisan, selain itu kita juga sudah menerapkan demonstrasi baca kitap seperti referensi di sidogiri sendiriAy. (Ustaz Yaqin, wawancar. PENUTUP Dalam suatu organisasi atau lembaga, diperlukan adanya manajemen dalam Salah satunya manajemen dakwah yang ada di pondok pesantren MazroAoatul Lughoh. Dari sekian program pesantren, terdapat program akselerasi kitab. Program ini dilatarbelakangi adanya harapan pendiri dan pengasuh pesantren agar para santri tidak hanya menghafal kitab namun juga memahami dan mengamalkannya di masyarakat. Dari sisi pelaksanaan atau penggerakan pada program, dianalisis pada langkah-langkah penggerakan yang menjadi poin utama dalam kegiatan diantaranya memberikan motivasi dan bimbingan, membangun komunikasi, serta mengembangkan dan meningkatkan bakat santri. DAFTAR PUSTAKA