Open Access Bunyan al-Ulum. Page 19 Ae 42. Vol. 1 No. DOI : x E-ISSN x P-ISSN x id/index. php/bunyanal-ulum The Concept of Honestly in The QurAoan (Study of The Interpretation in Term AuAl-SidqAy in Tafsir Al-Azha. Konsep Kejujuran dalam Al-QurAoan (Studi Penafsiran Lafadz AlSidq dalam Tafsir Al-Azha. Sidiq Nugroho1. Akhmad Sulthoni2. Murdianto3 1,2,3 Sekolah Tinggil Ilmu Al-QurAoan Isy Karima. Karanganyar sideqnugroho21@gmail. akhmadsulthoni@stiqisykarima. murdianto@stiqisykarima. Received: 30 Ae 05 Ae 2024 Accepted: 05 Ae 06 Ae 2024 Published: 31 Ae 07 Ae 2024 Abstract Honesty is a fundamental moral value that reflects the integrity and moral quality of individuals and society. In this complex era, honesty plays an important role in overcoming various economic, social, and cultural challenges. This study aims to find out how Buya HAMKA's interpretation of verses related to the concept of honesty and the grouping of the meaning of the word al-sidq in the Qur'an. The research method used in this study is . ibrary researc. or descriptive analytical literature review, using the maudhu'i tahlili The results of the study show that HAMKA uses a comprehensive approach in interpreting the words al-sidq, combining various interpretation methods such as tartyb utsmyny, tafsyr bi al-Iqtiryn, tafsyr bi al-ma'tsyr, and tafsyr bi al-ra'y, with the adybiy wa ijtimy'y pattern that reflects his background as a literary scholar. An analysis of the words al-sidq in the Qur'an reveals eight aspects of broad and profound meaning, including the relationship between faith, charity, and honesty. the importance of choosing honest recompense for honest people. the honesty of the prophets as an example. characteristics of honest believers. confession of the truth of God. honesty in words. an honest attitude in facing the test. Keywords: The concept of honesty. Lafadz Al-Sidq. Tafsir Al-Azhar Abstrak Kejujuran merupakan nilai moral fundamental yang mencerminkan integritas dan kualitas moral individu serta masyarakat. Di era yang kompleks ini, kejujuran berperan penting dalam mengatasi berbagai tantangan ekonomi, sosial, dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penafsiran Buya HAMKA terhadap ayat-ayat terkait konsep kejujuran dan pengelompokan makna lafadz al-sidq dalam Al-QurAoan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah . ibrary researc. atau telaah kepustakaan yang bersifat deskripstif analitis, dengan menggunakan pendekatan maudhuAoi tahlili. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HAMKA menggunakan pendekatan komprehensif dalam menafsirkan lafadz al-sidq, menggabungkan berbagai metode tafsir seperti tartyb utsmyny, tafsyr bi al-Iqtiryn, tafsyr bi al-ma'tsyr, dan tafsyr bi al-ra'y, dengan 19 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Copyright A 2019 Some rights reserved Sidiq Nugroho. Akhmad Sulthoni. Murdianto Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima __________________________________________________________________ corak adybiy wa ijtimy'y yang mencerminkan latar belakangnya sebagai sastrawan. Analisis terhadap lafadz al-sidq dalam Al-Qur'an mengungkapkan delapan aspek makna yang luas dan mendalam, meliputi hubungan antara iman, amal, dan kejujuran. pentingnya memilih teman yang jujur. balasan bagi orang-orang yang jujur. para nabi sebagai teladan. karakteristik orang-orang beriman yang jujur. terhadap kebenaran dari Allah. kejujuran dalam perkataan. dan sikap jujur dalam menghadapi ujian. Kata Kunci: Konsep kejujuran. Lafadz Al-Sidq. Tafsir Al-Azhar Pendahuluan Kejujuran merupakan nilai moral yang mendasar dalam karakter manusia. Sebagai prinsip utama, kejujuran mencerminkan integritas dan kualitas moral yang membangun fondasi kuat bagi individu maupun masyarakat1. Dalam setiap aspek kehidupan, baik secara personal maupun sosial, kejujuran berperan krusial sebagai pondasi utama yang membentuk hubungan yang sehat dan membangun kepercayaan antara sesama. Bahasa Al-Qur'an, bahasa Arab, mengandung makna-makna yang saling berkaitan dan saling mengisi dalam berbagai ayat. Terkadang. Al-Qur'an memberikan interpretasi baru dalam bahasa Arab, menunjukkan kompleksitas dan kekayaan maknanya. Bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur'an tidak mengalami kemunduran, tetapi tetap hidup secara dinamis, terus berkembang sesuai fitrahnya yang saling mempengaruhi dan dipengaruhi. Di era yang kompleks ini, di mana nilai-nilai moral sering diuji oleh tekanan ekonomi, sosial, dan budaya, kejujuran memiliki peran penting dalam mengatasi tantangan-tantangan tersebut. Konsep ini sejalan dengan teori social contract dari John Locke, yang menegaskan bahwa kejujuran berkontribusi pada pembentukan masyarakat yang adil dan damai. Ahmad Azizi and Hunainah Hunainah. AuPendidikan Karakter Perspektif Hamka,Ay Qathruny 7, no. : 63, https://doi. org/10. 32678/qathruna. Salsabila Firdaus. AuAl-Sidq Dalam Al-QurAoan,Ay Undergraduate Thesis. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2. , https://digilib. id/id/eprint/15963/1/11531019_bab-i_iv-atau-v_daftar-pustaka. Nasiruddin Al-Arifi. Iskandar Iskandar, and Mahyudin Barni. AuKonsep Kejujuran Dalam Perspektif Al QurAoan Hadits Dan Relevansinya Terhadap Implementasi Pendidikan Karakter Kemendikbud,Ay AZKIYA: Jurnal Ilmiah Pengkajian Dan Penelitian Pendidikan Islam 6, no. : 30Ae48, https://ejurnal. id/index. php/azkiya/article/view/1421. BUNYAN AL-ULUM. Vol. 1 No. Konsep Kejujuran dalam Al-QurAoan (Studi Penafsiran Lafadz Al-Sidq dalam Tafsir Al-Azha. __________________________________________________________________ Bicara tentang konsep kejujuran, maka agama Islam merupakan agama yang sangat menekankan ajaran kejujuran bagi umatnya. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya kata jujur/benar . dalam al-QurAoan dan Hadits4. Kejujuran adalah sebuah sikap yang sederhana namun memiliki implikasi yang mendalam dalam kehidupan manusia. Ini tidak hanya tentang mengungkapkan kenyataan dan kebenaran, tetapi juga mencakup integritas yang mendasari karakter seseorang. Pentingnya kejujuran tidak bisa diremehkan dalam interaksi sehari-hari, karena menjadi landasan utama dalam membangun kepercayaan dan hubungan yang baik dengan orang lain. Meskipun nilainya begitu penting, banyak orang menghadapi tantangan dalam menerapkan kejujuran secara konsisten dalam kehidupan mereka. Oleh karena itu, penting untuk mendidik dan membiasakan anak-anak sejak dini untuk menghargai kejujuran sebagai prinsip hidup yang fundamental5. Di era milenial ini, di mana teknologi dan kecerdasan berkembang pesat, kehadiran individu yang benar-benar jujur dan dapat dipercaya menjadi semakin langka dan berharga. Dalam Islam, kejujuran tidak hanya dipandang sebagai sebuah nilai moral, tetapi juga sebagai bagian integral dari iman dan ketakwaan seseorang. Firman Allah dalam surat At-Taubah ayat 119: a a e AeOaOacN Eac aOI eIIO ac aCO ecEE OaEOIaO IA AOA aa a e a a e AEACA a a e e a a Artinya: AuWahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tetaplah bersama orang-orang yang benarAy Ayat di atas menjelaskan bahwa meskipun kadang-kadang berat ujian yang akan ditempuh, namun taqwa dan jujur hendaklah ditegakan terus. Ombak dan gelombang kehidupan menurun dan menaik. Angin kadang- kadang menjadi badai Fitriah M Suud. AuKejujuran Dalam Perspektif Psikologi Islam: Kajian Konsep Dan Empiris,Ay Jurnal Psikologi Islam 4, no. : 121Ae34, http://jpi. org/index. php/jpi/article/view/44. Ayunda Zahroh Harahap. AuPentingnya Pendidikan Karakter Bagi Anak Usia Dini,Ay Jurnal Usia Dini 7, no. : 49, https://doi. org/10. 24114/jud. 21 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Sidiq Nugroho. Akhmad Sulthoni. Murdianto Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima __________________________________________________________________ dan ribut besar, dan kadang-kadang mereda6. Kejujuran mengajak umat beriman untuk bertaqwa kepada Allah dan bersama-sama dengan orang-orang yang jujur. Rasulullah Muhammad SAW sendiri adalah contoh teladan yang luar biasa dalam hal kejujuran dan memenuhi amanah kepada seluruh umatnya. Kejujuran beliau terbukti dalam setiap aspek kehidupan beliau, dari urusan pribadi hingga tugas kenabian yang diemban. Sebuah hadis Rasulullah SAW menyatakan bahwa kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan itu sendiri membawa seseorang ke surga. Keteladanan ini tidak hanya relevan pada masanya, tetapi juga memberikan panduan yang kuat bagi umat Islam untuk menjaga nilai-nilai luhur seperti kejujuran dalam menjalani kehidupan modern saat ini. Dalam menghadapi berbagai macam tantangan dan godaan, menjaga amanah dan konsistensi dalam berprinsip kejujuran adalah suatu keharusan, bukan hanya sebagai kewajiban sosial tetapi juga sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran sebagaimana yang diajarkan oleh Islam dan diterapkan oleh Rasulullah SAW, umat Muslim diharapkan dapat menjadi panutan bagi masyarakat dalam menjaga integritas dan kepercayaan. Ini adalah kunci untuk membangun hubungan yang kokoh di dunia ini dan meraih kebahagiaan di akhirat nanti. Berdasarkan ayat, hadis, dan atsar yang disebutkan, peneliti menganggap pembahasan tentang kejujuran sangat penting. Menurut Albert Hendra wijaya, kejujuran adalah kemampuan untuk mengakui, berkata atau memberikan sebuah informasi yang sesuai dengan kenyataan dan kebenaran. Dalam ungkapan lain, seseorang yang jujur tidak akan sedikit pun merahasiakan setiap informasi yang bersifat benar. Justru ia akan senang hati menyampaikan informasi berkaitan tentang kebenaran kepada setiap orang yang membutuhkan informasi tersebut7. Karena kejujuran dianggap sebagai sifat yang menonjol bagi seorang yang beriman, pemahaman dan penerapan sifat ini dianggap sebagai suatu Amiruddin Amiruddin. AuAmanah Dalam Perspektif AL-Quran (Studi Komparatif Tafsir AlMisbah Dan Al-Azha. ,Ay Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam 11, no. : 833, https://doi. org/10. 22373/jm. Achmad Saeful. AuImplementasi Nilai Kejujuran Dalam Pendidikan,Ay Tarbawi 4, no. : 124Ae42, https://stai-binamadani. e-journal. id/Tarbawi. BUNYAN AL-ULUM. Vol. 1 No. Konsep Kejujuran dalam Al-QurAoan (Studi Penafsiran Lafadz Al-Sidq dalam Tafsir Al-Azha. __________________________________________________________________ Agar seorang mukmin dapat memegang teguh sifat yang mulia ini, penelitian ini difokuskan pada makna lafadz al-Sidq dalam Tafsir Al-Azhar yang dikarang oleh ulama Indonesia. Prof. Dr. Abdul Malik Karim Amrullah, atau dikenal sebagai Buya Hamka. Hamka dilahirkan pada hari Ahad, 16 November 1908 M/ 1 Muharram 1326 H lahir di desa Tanah Sirah. Sungai Padang Sumatera Barat8. Buya Hamka berasal dari keluarga Islam yang kuat. Dia adalah ulama, budayawan, dan sastrawan Indonesia yang berpengaruh, dikenal sebagai pribadi yang agamis, pekerja keras, dan tak pernah putus asa9. Pemilihan Tafsir Al-Azhar ini didasari karena tergolong tafsyr bi al-ma'tsyr dengan metode tahlyly, mencakup seluruh Al-Qur'an. Menggunakan pendekatan muqyrin untuk membandingkan ayat-ayat terkait, dan metode tafshyly untuk penjelasan rinci ayat per ayat, memungkinkan penafsiran yang komprehensif dan kontekstual10. Tafsir ini adalah prestasi utama Prof. Dr. Abdul Malik Karim Amrullah dalam mengembangkan pemikiran dan melestarikan tradisi ilmiah, yang memiliki dampak signifikan dalam sejarah penulisan tafsir di Nusantara maupun dalam kancah Pendidikan islam di Indonesia11 Penelitian ini akan memusatkan pada dua hal utama: pertama, penafsiran Prof. Dr. Abdul Malik Karim Amrullah terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan konsep kejujuran dalam Tafsir Al-Azhar. Kedua, pengelompokan makna lafadz al-sidq dalam Tafsir Al-Azhar. Setelah melakukan penelusuran literatur yang mendalam, penulis berhasil mengidentifikasi beberapa karya ilmiah yang memiliki keterkaitan signifikan dengan tema penelitian ini. Di antara karya-karya tersebut diantaranya, yang pertama Jurnal tentang Penafsiran Lafadz Muthmainnah dalam Tafsir Al-Azhar Salamah Noorhidayati and Muhammad Afifatur Rohman. AuRevolusi Mental Perspektif Hamka Dalam Tafsir Al-Azhar,Ay Dar El-Ilmi : Jurnal Studi Keagamaan. Pendidikan Dan Humaniora 9, no. : 16Ae38, https://doi. org/10. 52166/darelilmi. Firna Novian Gustiani. AuPenggunaan Strategi Inkuiri Dalam Pembelajaran Menganalisis Nilai-Nilai Religius Biografi Buya Hamka,Ay Alinea: Jurnal Bahasa. Sastra. Dan Pengajaran 8, no. : 107, https://doi. org/10. 35194/alinea. Avif Alfiyah. AuMetode Penafsiran Buya Hamka Dalam Tafsir Al-Azhar,Ay Jurnal Ilmiah Ilmu Ushuluddin 15, no. : 25, https://doi. org/10. 18592/jiiu. Wulantari and Sukardi. AuBuya Hamka Sebagai Agen Perubahan Pendidikan Islam Modern Di Indonesia,Ay Kalpataru Jurnal Sejarah Dan Pembelajaran Sejarah Terbit 4, no. : 69Ae75. 23 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Sidiq Nugroho. Akhmad Sulthoni. Murdianto Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima __________________________________________________________________ oleh Asiyah Istitha'a . Kedua Thesis yang berjudul Al-Sidq Dalam Al-Qur'an karya Salsabila Firdaus . Ketiga Jurnal yang berjudul Implementasi Nilai Kejujuran Dalam Pendidikan oleh Achmad Saeful . Meskipun penelitian-penelitian terdahulu tersebut memiliki kesamaan dalam hal pembahasan makna dan nilai-nilai kejujuran, studi yang akan dilakukan oleh penulis memiliki keunikan tersendiri. Fokus utama penelitian ini terletak pada upaya mengelompokkan berbagai makna kejujuran yang terkandung dalam Tafsir Al-Azhar. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai konsep kejujuran dalam konteks tafsir Al-Qur'an, khususnya melalui sudut pandang Tafsir Al-Azhar Metode Penelitian Penelitian ini bersifat deskriptif-analitik, yaitu menggambarkan data secara objektif dan menjelaskan data yang berkaitan dengan topik pembahasan sesuai dengan keterangan yang didapat12. Dalam penelitian ini sumber data primer atau utama yang dipakai penulis adalah kitab Tafsir Al-Azhar karya Muhammad Buya Hamka. Sedangkan sumber data sekunder data yang diperoleh dari sumber-sumber lain yang berkaitan, dalam hal ini penulis menggunakan kitab tafsir, buku-buku, artikel, jurnal, ataupun makalah yang berkaitan dengan permasalahan yang menjadi pembahasan penulis. Peneliti dalam hal ini mengumpulkan data penelitian yang terdapat dalam kitab Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka terhadap lafadz Al-Sidq dalam Al-QurAoan menggunakkan pendekatan metode tafsir tahlili dan maudhuAoi. Agar diperoleh hasil yang obyektif dalam penelitian ini, maka diperlukan langkah-langkah yang baik. Teknik analisa data merujuk pada teori Al-Hayy alFamawi dalam kitab Al-Bidayah Fii Tafsir Al-MaudhuAoi. Dirosah Manhajiyyah MaudhuAoiyya dan Musthofa Muslim dalam kitab Mabahits fii at-Tafsir al- MaudhuAoi dengan penyesuian. Langkah pertama, menentukan topik masalah yang akan dikaji . alam hal ini ayat-ayat yang berkaitan dengan kejujuran, menjelaskan Asiyah IstithaAoa. AuStudi Penafsiran Lafadz Muthmainnah Dalam Tafsir Al-Azhar,Ay Alkarima Jurnal Studi Ilmu Al-QurAoan Dan Tafsir 3, no. : 27Ae37, https://ejurnal. id/index. php/AlKarima/article/view/97. BUNYAN AL-ULUM. Vol. 1 No. Konsep Kejujuran dalam Al-QurAoan (Studi Penafsiran Lafadz Al-Sidq dalam Tafsir Al-Azha. __________________________________________________________________ makna dan artiny. Kedua, menghimpun ayat-ayat yang berkaitan dengan tema tersebut . enulis merujuk pada al-MuAojam al-MaudhuAoi Li Ayati al-QurAoan alKarim karya Shubhi Abd ar-RaAouf Asha. Ketiga, memaparkan penafsiran Buya Hamka atas ayat-ayat kejujuran. Keempat, analisa atas penafsiran Buya Hamka, dan menyusun pembahasan dalam kerangka yang sempurna. Kelima, mencatat unsurunsur penting yang terdapat pada hasil analisa. Keenam, mengambil kesimpulan dari hasil penelitian terhadap tafsir ayat-ayat tersebut. Hasil dan Pembahasan Metode Penafsiran Prof. Dr. Abdul Malik Karim Amrullah Tafsir Al-Azhar merupakan karya monumental Buya Hamka yang mencakup seluruh 30 juz Al-Qur'an, disusun selama masa penahanannya oleh rezim Soekarno pada tahun 1964-1966. Metodologi yang digunakan memadukan antara tafsir bi al-ma'tsur . erdasarkan riwaya. dan tafsir bi alra'yi . erdasarkan logik. , menghasilkan pendekatan yang komprehensif dan Keistimewaan utama tafsir ini terletak pada pendekatannya yang kontekstual, mengaitkan ayat-ayat Al-Qur'an dengan realitas sosial, politik, dan budaya Indonesia. Hamka juga memperkaya tafsirnya dengan referensi dari berbagai disiplin ilmu, termasuk sejarah, sosiologi, dan psikologi, sehingga menjadikannya relevan dan mudah dipahami oleh masyarakat Indonesia. Gaya bahasa yang digunakan Hamka dalam Tafsir Al-Azhar adalah bahasa Indonesia yang lugas dan mengalir, namun tetap mempertahankan kedalaman makna dan analisis. Hal ini memungkinkan tafsir ini dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, dari akademisi hingga masyarakat umum. Tafsir Al-Azhar juga mencerminkan pemikiran modernis dan reformis Hamka, sering menyoroti isu-isu kontemporer dan memberikan perspektif Islam yang progresif namun tetap berpegang pada prinsip-prinsip dasar agama. Karya ini tidak hanya menjadi rujukan dalam memahami Al-Qur'an, tetapi juga menjadi dokumen penting yang mencerminkan pemikiran Islam Indonesia di abad ke20. Tafsir Al-Azhar telah memberikan kontribusi besar dalam pengembangan 25 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Sidiq Nugroho. Akhmad Sulthoni. Murdianto Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima __________________________________________________________________ pemikiran Islam di Indonesia dan terus menjadi sumber inspirasi bagi generasi Muslim hingga saat ini. Buya Hamka, nama lengkap Haji Abdul Malik Karim Amrullah, lahir pada 17 Februari 1908 di Sungai Batang. Maninjau. Sumatera Barat. Ia adalah seorang ulama, sastrawan, sejarawan, dan politikus Indonesia yang sangat berpengaruh di abad ke-20. Meskipun hanya mengenyam pendidikan formal hingga kelas dua sekolah dasar. Hamka memiliki semangat belajar yang luar biasa dan berhasil menguasai berbagai bidang ilmu secara otodidak. Ia aktif dalam organisasi Muhammadiyah dan memainkan peran penting dalam penyebaran pemikiran pembaruan Islam di Indonesia. Sepanjang hidupnya. Buya Hamka telah menghasilkan lebih dari 100 karya tulis, mencakup berbagai genre seperti novel, tasawuf, tafsir Al-Qur'an, sejarah, dan politik. Di antara karyanya yang terkenal adalah novel "Di Bawah Lindungan Ka'bah" dan "Tenggelamnya Kapal Van der Wijck". Selain menulis. Hamka juga aktif sebagai pendakwah, jurnalis, dan pemimpin organisasi keagamaan. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertama. Buya Hamka wafat pada 24 Juli 1981 di Jakarta, meninggalkan warisan intelektual yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia dan dunia Islam. Ayat-Ayat Kejujuran Nasehat untuk kita mengamalkan kejujuran terkandung dalam beberapa ayat al-Qur'an. Dalam pemilihan ayat yang berkaitan dengan pokok bahasan kejujuran , peneliti merujuk pada kitab karya Subhi AoAbdurrauf yang berjudul al-MuAojam al-MaudhuAoi Li Ayat al-QurAoan al-Karim. Dalam bukunya, beliau mengelompokkan ayat-ayat al-QurAoan menjadi tiga tema utama, yaitu: Rukun iman dan Islam. Takwa. Kafir, fasiq, dan kemaksiatan. Subhi 'Abdurrauf memasukkan pokok bahasan kejujuran ke dalam kategori utama ketakwaan. Menurut Subhi 'Abdurrauf, ada 18 ayat dalam al- BUNYAN AL-ULUM. Vol. 1 No. Konsep Kejujuran dalam Al-QurAoan (Studi Penafsiran Lafadz Al-Sidq dalam Tafsir Al-Azha. __________________________________________________________________ Qur'an yang berkaitan dengan pokok bahasan kejujuranAo. Ke-18 ayat tersebut terbagi menjadi 14 surat. Adapun ayat-ayat yang terkandung di dalamnya lafadz al-sidq, antara lain sebagai berikut: Al-Baqarah ayat 177. Al-Maidah ayat 119. Al-A'raf ayat 105. At-Taubah ayat 119. Yusuf ayat 51. Al-Kahfi ayat 29. Maryam ayat 50 dan 56. As-Syu'ara ayat 84. Al-Ankabut ayat 3. Al-Ahzab ayat 8 dan 23-24. Az-Zumar ayat 33. Al-Hujurat ayat 15 dan 17. Al-Hadid ayat 19, dan Al-Hasyr Dari sebaran ayat kejujuran dalam al-Qur'an di atas, kajian ayat kejujuran disesuaikan dengan pengelompokan ayat-ayat yang ditulis oleh Subhi 'Abdurrauf dalam kitabnya. Penafsiran Ayat-Ayat Kejujuran dalam Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka Berikut ini adalah pemaparan penafsiran ayat-ayat kejujuran dalam Tafsir Al-Azhar: Al-Baqarah ayat 177 a AEaeO Eeaca eI aOEacO OOaN aEI CaE EeI e aaC OEeI e aA e A aOea acI Eea aca aI eI e aI aI aa ecEEa aOEeOa eOaIA AeE a aA a a a a a e ea a e a aAE eEO aN a aOO Ee aCe OEeO eeIO OEeI eEA AO aOe aIA AIA AEA AOA AOA AOA AIA AEA AOA AeA AEA AEA AOA AEA AOA AEA ia ae a a a a e a a a a a a a a AaOEe aIA a aa a ca AEaO aE OA ao aAECA a AO aO a ca AEA eEOa aOeaOA o AN a eOA ca A aOaCa aIA a e AE aiOEA a AeOa o aOEe aI eOAa eO aI a a eNN eI a aA a e ca a a a ca AE aN aI Ee aIac aC eO aIA a AA aCa eO aOaOE aiOA a AO Eeae a aOE aiOA a e AEAa aaOe aI aA Eeae a aOEacac aOA e AaOA a AE EOe aIA Artinya: AuKebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, melainkan kebajikan itu ialah . orang yang beriman kepada Allah, hari Akhir, malaikat-malaikat, kitab suci, dan nabi-nabi. memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, musafir, peminta-minta, dan . hamba sahaya. melaksanakan salat. menunaikan zakat. menepati janji apabila berjanji. sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada masa 27 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Sidiq Nugroho. Akhmad Sulthoni. Murdianto Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima __________________________________________________________________ Mereka itulah orang-orang yang benar dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. Dalam ayat ini makna tentang kejujuran terdapat pada akhir ayat, en a ca aA )aOeEaAdalam ayat ini dijelaskan didalamnya (AE aNI E aIac aCO aIA a a aCaOe aO eaOeEaA a e a AOIA a AE EA makna yang di maksud oleh Buya Hamka dalam tafsirnya berbicara tentang pentingnya mengisi kehidupan dengan ketertiban dan kecintaan, dimulai dengan iman dan cinta kepada sesama manusia, serta meneguhkan iman kepada Allah. Setelah semua itu dijalani dengan khusyuk dalam shalat, membayar zakat, dan memegang janji dengan teguh, barulah pengakuan iman dapat diterima oleh Allah. Hal ini menunjukkan bahwa takwa, yaitu pemeliharaan hubungan dengan Allah, adalah kunci untuk menjaga agar iman selalu meningkat dan bukan Selain itu, paragraf tersebut mengkritisi praktik-praktik agama yang hanya dilakukan secara mekanis tanpa didasari oleh ketakwaan yang sejati, seperti shalat yang hanya diucapkan tanpa makna yang dalam atau tujuan yang benar. Al-Maidah ayat 119 a a e AE ecEE eN a O OI O eI a A ea a eO aI eI eaa aN eEaeIea eEa aOe aI AaeO aNA U AO aA eCa aN eI aaEaeI a eIA a e AEACA a a a e a a a aACA AE Ee aA eOa Ee a aeO aIA a A eO aeINa eEA a AcEEa aeI aN eI aOaA e a U a aOA Artinya: AuIni adalah hari yang kebenaran orang-orang yang benar bermanfaat bagi mereka. Bagi merekalah surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Itulah kemenangan yang agung. Ay Buya Hamka menerangkan bahwa Allah menghargai dan mengakui kebenaran yang disampaikan oleh Nabi Isa Al-Masih. Selama hidupnya. Isa menjalankan tugas dengan jujur dan tepat, tidak pernah mengubah Buya Hamka. Tafsir Al-Azhar Buya Hamka . ingapura: Ahadi Kurniawan, 1. BUNYAN AL-ULUM. Vol. 1 No. Konsep Kejujuran dalam Al-QurAoan (Studi Penafsiran Lafadz Al-Sidq dalam Tafsir Al-Azha. __________________________________________________________________ wahyu Allah atau meminta untuk disembah sebagai Tuhan. Isa tidak Hamka kemudian menjelaskan nikmat yang didapat oleh orang-orang jujur, yaitu surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai indah, dan mereka kekal di dalamnya. Lebih lanjut. Hamka menekankan bahwa nikmat di surga ditambah dengan keridhaan Allah, yang merupakan puncak nikmat rohani. Ini dianugrahkan kepada mereka yang berlaku jujur dalam segala amalan di Penjelasan ini menegaskan bahwa kejujuran dan ketaatan pada ajaran Allah akan dibalas dengan nikmat tertinggi, yaitu keridhaan-Nya, yang melampaui kenikmatan surga secara fisik. Al-AAoraf ayat 105 Aa A AcEEa aaceE ea acC Ca e ae a aE eI aa OaIa s aI eI aca aE eI aea eE aIa aO aaeIA e AaCeO UC a eEO a eI aceE aCa eOaE aEaOA Aa ea aOe aEA Artinya: AuWajib atasku tidak mengatakan . terhadap Allah, kecuali yang hak . Sungguh, aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka, lepaskanlah Bani Israil . Ay Dalam pangkal ayat ini Musa menegaskan dengan sungguh-sungguh bahwa pernyataannya bukanlah main-main, melainkan kebenaran. Dia menyatakan bahwa Allah yang mengutusnya, dan tidak ada Tuhan yang menguasai seluruh alam kecuali Dia. Musa juga mengklaim bahwa Tuhan yang mengutusnya adalah Tuhan dari orang-orang yang diajaknya. Bani Israil. Kemudian dilanjutkan penutup ayat ini dengan tujuan utama nabi Musa datang untuk membebaskan mereka yaitu Bani Israil dari perbudakan agar mereka dapat menyembah Allah Yang Maha Esa sesuai dengan ajaran nenek moyang mereka. Ibrahim. Musa Hamka. Hamka. 29 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Sidiq Nugroho. Akhmad Sulthoni. Murdianto Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima __________________________________________________________________ berbicara dengan jujur bahwa semua keterangan yang dia sampaikan berasal dari Allah, bukan buatannya sendiri, dan tujuannya utamanya adalah membebaskan Bani Israil dari perbudakan agar mereka bisa beribadah dengan bebas. At-Taubah ayat 119 a a e AeOaOacN Eac aOI eIIO ac aCO ecEE OaEOIaO IA AOA aa a e a a e AEACA a a e e a a Artinya: AuWahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tetaplah bersama orang-orang yang benar!Ay Buya Hamka menekankan pentingnya berpegang teguh pada ketakwaan dan kejujuran kepada Allah dalam segala kondisi, karena inilah yang akan menjadi bekal kita menghadap Allah di hari Akhir. Beliau mengilustrasikan ini melalui kisah Ka'ab bin Malik dan kedua temannya, yang tetap jujur meskipun mengalami kesulitan berat dan dikucilkan selama 50 hari. Meskipun menyaksikan orang-orang yang berbohong bisa lepas dari kesulitan. Ka'ab dan temannya memilih untuk tidak menjadi bagian dari kaum munafik. Mereka tetap teguh pada kebenaran, bahkan jika itu berarti menderita di mata orang lain, karena yakin bahwa kebahagiaan sejati akan datang saat Allah mengakui keteguhan mereka. Ini mempertahankan kejujuran dan ketakwaan adalah pilihan terbaik untuk kebahagiaan hakiki. Yusuf ayat 51 A aecEEa aI aEa eIIa aEaeO aN aI eI a eOsA a aACA ca AE aI aea aE acI a e a aO eA a AacI Oa eO aA a AA a eI Iac eAN CaEe aI aA aAEA aCA a aA Ia Ee aO a eI AA e acC a a I O eacN I Iac eA aN OaIacN EA AOA AIA AIA ae a e a a a a a a e a a e a a a e aACaEA Hamka. Hamka. Hamka. BUNYAN AL-ULUM. Vol. 1 No. Konsep Kejujuran dalam Al-QurAoan (Studi Penafsiran Lafadz Al-Sidq dalam Tafsir Al-Azha. __________________________________________________________________ Artinya: AuDia . epada wanita-wanita it. AuBagaimana keadaanmu ketika kamu menggoda Yusuf menundukkan dirinya?Ay Mereka berkata. AuMaha Sempurna Allah. Kami tidak mengetahui sesuatu keburukan darinya. Ay Istri al-Aziz berkata. AuSekarang jelaslah kebenaran itu. Akulah yang menggodanya dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang benar. Ay Buya Hamka dalam tafsiran ayat ini menceritakan tentang kisah Zulaikha yang merayu yusuf untuk menuruti apa yang diminta Zulaikha, akan tetapi Yusuf tidak tergoda dengan nya, dan tetap teguh dengan keimanannya, kemudian di jelaskan maksud kejujuran di ayat ini yaitu menegaskan bahwasanya Yusuf adalah orang yang baik, tidak ada cacat pada perilakunnya. Al-Kahfi ayat 29 a aAOCa aE e acC aII aca aEI AaII a AaEeO eaII acOII a AaEeO eE aA o a acI a ea e aI EaE eEA AO aI U a a aA AIA e a a ea e a a ea e e a a s aI aCaN Oa eI OacaO O O aO aa A AA AacA AEA ANA AOA AOA AEA AOA AOA AOA AEA ANA AIA AEA AEA e aA aO aA a a a ae a a a e a a e a a ea e ae a a aa e AaI ea aA UCA Artinya: AuKatakanlah (Nabi Muhamma. AuKebenaran itu datangnya dari Tuhanmu. Maka, siapa yang menghendaki . , hendaklah dia beriman dan siapa yang menghendaki . , biarlah dia Ay Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orangorang zalim yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta pertolongan . engan meminta minu. , mereka akan diberi air seperti . besi yang mendidih yang menghanguskan wajah. (Itula. seburuk-buruk minuman dan tempat istirahat yang paling jelek. Ay Buya Hamka memaparkan tafsiran ayat ini dengan memberikan penjelasan ayat tersebut dalam Al-Qur'an. Isinya mengajarkan bahwa kebenaran berasal dari Allah, bukan dari diri sendiri atau orang lain. Hamka. 31 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Sidiq Nugroho. Akhmad Sulthoni. Murdianto Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima __________________________________________________________________ Setiap individu, baik kaya maupun miskin, kuat maupun lemah, memiliki tanggung jawab untuk mengakui kebenaran yang besar dan sesuai dengan hati nurani mereka. Bagi yang beriman, akan merasakan keselamatan karena mengikuti suara akalnya sendiri. Namun, bagi yang kafir, mereka sendiri yang akan menanggung akibatnya, karena mereka telah memilih untuk menentang kebenaran yang datang dari Tuhan. Bagi mereka yang zalim dan menganiaya dirinya sendiri dengan menentang kebenaran, neraka adalah tempat yang menanti dengan penghuni yang terkepung di dalamnya. Maryam ayat 50 dan 56 AaOaOaNe Ia aaEaeI aI eI ac eeaaIa aO a aEeIa aaEaeI Ea a aI aA e sC aEaOUcA Artinya: AuKami anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat Kami dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik lagi mulia. Ay Dalam ayat ini Buya Hamka memberikan penjelasan yaitu dimulai dari pangkal ayat 50 yaitu, "Allah kemudian memberikan kepada mereka sebagian dari rahmat-Nya. " Kita tahu bahwa rahmat yang Allah turunkan ke dunia ini hanya sebagian kecil. Rahmat yang paling besar dan sempurna akan diterima di akhirat. Ibrahim dan keturunannya diberkati dengan rahmat rohani yang paling tinggi, yaitu menjadi Nabi dan Rasul, yang diutus oleh malaikat untuk menyampaikan wahyu Ilahi. "Dan Kami anugerahkan kepada mereka lidah yang jujur dan mulia. " . jung ayat . Ini adalah pengakuan dan penghormatan yang luar biasa yang diberikan oleh Allah kepada Ibrahim dan keturunannya. en Ae a aOA a a a A aIacN aE aI aA aOe UC IacaOUcA a e e AaOe aE e A eA Artinya: AyCeritakanlah (Nabi Muhammad kisa. Idris di dalam Kitab (Al-QurAoa. Sesungguhnya dia adalah orang yang sangat benar dan membenarkan lagi seorang nabi. Ay Hamka. Hamka. BUNYAN AL-ULUM. Vol. 1 No. Konsep Kejujuran dalam Al-QurAoan (Studi Penafsiran Lafadz Al-Sidq dalam Tafsir Al-Azha. __________________________________________________________________ Dalam ayat ini Buya Hamka menceritakan kisah dan nasab nabi Idris dan berbagai anggapan siapa sebenarnya Nabi Idris ini. Akan tetapi satu hal yang pasti yang beliau utarakan dalam kitab tafsirnya yaitu bahwasannya pada kalimat penutup ayat yaitu lafadz shiddiq beliau artikan sangat benar, atau sangat jujur, tidak ada keraguan didalamnya. Dan beliau pun adalah Nabi Allah, orang yang dipercayai oleh Allah untuk menyampaikan wahyuNya. Asy-SyuAoara ayat 84 e AcE Ea a aI aA e sC a AeE a aOe aIA e AaOA e a A a eEA Artinya: AuJadikanlah aku sebagai buah tutur yang baik di kalangan orang-orang . ang datan. Ay Dalam ayat ini Buya Hamka memberikan penjelasan bagaimana permohonan dari Nabi Ibrahim agar dikaruniai anugrah dari Allah, yaitu mempunyai sebutan yang baik dari anak cucu yang datang dikemudian hari, sebagai contoh dan nenek moyang yang baik karena telah berjasa menerima tugas dari Allah untuk mempelopori ajaran Tauhid di alam semesta ini. Al-Ankabut ayat 3 a e AOEaaC e Aa Iac Eac aOI aII CaEa aNI AaEaO EaI acIA AOA a e a aCa eO aOEaOa eEa aI acI Ee eEA a ea e e e ae a a a AcEEa EacOe aIA Artinya: AuSungguh. Kami benar-benar telah menguji orang-orang sebelum mereka. Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui para pendusta. Ay Buya Hamka menjelaskan bahwa awal ayat 3 merujuk pada ujian yang diberikan Allah kepada umat-umat terdahulu yang telah beriman kepada para nabi mereka. Ujian ini kadang berat, namun Allah mengetahui siapa yang benar-benar beriman. Orang-orang yang imannya teguh akan semakin kuat ketika diuji, percaya sepenuhnya pada Hamka. Hamka. 33 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Sidiq Nugroho. Akhmad Sulthoni. Murdianto Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima __________________________________________________________________ kebesaran Allah. Mereka memahami bahwa pergantian antara kesenangan dan kesulitan adalah bagian dari kehidupan. Pada akhir ayat 3. Hamka menjelaskan bahwa Allah juga mengetahui orang-orang yang berdusta dalam imannya. Mereka hanya mengaku beriman di mulut saja, namun ketika diuji, kelemahan mereka Mereka tidak tahan menghadapi cobaan dan perjuangan, seringkali membuat tuntutan yang tidak beralasan dan menjadi beban dalam perjuangan. Contohnya adalah orang-orang yang menuntut hal-hal tidak masuk akal saat dalam perjalanan melaksanakan perintah Allah, seperti meminta makanan tertentu atau ingin melihat Allah secara Al-Ahzab ayat 8 dan 23-24 a a e AEaOaEA AO a eI aA eCa aN eI aoOa a ac EaEe eE aA aOe aI a a Ua aEaeO UIA a e AEACA a ea Artinya: Auagar Dia menanyakan kepada orang-orang yang benar tentang kebenaran mereka. Dia menyediakan azab yang pedih bagi orang-orang kafir. Ay Buya Hamka memberi penjelasan dalam tafsirnya, bahwa pada hari kiamat nanti. Allah akan bertanya kepada orang-orang yang jujur apakah para nabi telah menyampaikan risalah mereka dengan jujur dan melakukan tugas mereka dengan baik. Setiap umat dari setiap nabi akan diuji tentang pengabdiannya dalam menyampaikan pesan Allah. Mereka yang jujur akan bersaksi bahwa nabi-nabi tersebut telah menjalankan tugas mereka dengan sempurna dan tidak ada yang terlewat. Ini menggarisbawahi pentingnya kejujuran dalam menjalankan tugas ilahi. Allah akan memberikan balasan yang adil kepada setiap orang, baik itu pahala bagi yang jujur maupun siksaan bagi yang tidak percaya dan Hamka. Hamka. Hamka. BUNYAN AL-ULUM. Vol. 1 No. Konsep Kejujuran dalam Al-QurAoan (Studi Penafsiran Lafadz Al-Sidq dalam Tafsir Al-Azha. __________________________________________________________________ en aII EI aIIA A eO aIaNau aOaII aNI acII OaIa a aA AEA AOA ca eAA aCaOe aI ea aN aOA a aAcEEa aEaON Aa aII aNI acII CA a a a a a a a AA Ca aN I OO aA a a aAEA aCaO A AO uaI aa aOA ca AOA a A E aI eIaACA a cae aAcEEA a a a A( EOa aA. AaOaI a acEaOe aOEA o . AE aI a aAO acaOIA ca AO aEaO aN I ua acIA a aAcEEA a aAOaA Artinya: AuDi antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Di antara mereka ada yang gugur dan di antara mereka ada . yang menunggu-nunggu. Mereka sedikit pun tidak mengubah . agar Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya dan mengazab orang munafik jika Dia menghendaki atau menerima tobat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Ay Buya Hamka menjelaskan ayat 23 dalam dua bagian. Bagian pertama menyatakan bahwa di antara orang-orang beriman terdapat lakilaki yang jujur dalam memenuhi janji mereka kepada Allah. Mereka selalu mengingat Allah dan janji-janji mereka, merasa lega ketika menyelesaikan tugas atau mencapai cita-cita, dan menerima kematian dengan senang hati karena telah menunaikan tanggung jawab mereka. Bagian kedua menjelaskan bahwa mereka teguh dalam pendirian dan keyakinan, tidak mudah dibujuk atau dirayu. Kemudian dilanjutkan pada ayat 24. Buya Hamka menerangkan bahwa orang yang berbuat jujur dengan ketulusan jiwa akan mendapatkan balasan terbaik dari Allah. Ayat ini juga menegaskan bahwa Allah Maha Pengampun. Maha Menerima Taubat hamba-Nya, dan Maha Penyayang. Ini menunjukkan bahwa kejujuran dan keteguhan iman akan dibalas dengan kebaikan dan ampunan dari Allah. Hamka. Hamka. 35 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Sidiq Nugroho. Akhmad Sulthoni. Murdianto Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima __________________________________________________________________ Az-Zumar ayat 33 a AEA A AE aN aI E aIac aCO aIA AOA ACA a a a acC aaN eaOeEaA a a aOEacO aa A Artinya: AuDan orang yang membawa kebenaran (Muhamma. dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa. Ay Buya Hamka menerangkan bahwa ayat ini menggambarkan peran Rasulullah SAW sebagai pembawa kebenaran. Beliau datang untuk menerangi manusia yang berada dalam kegelapan akibat kezaliman, terutama mereka yang tersesat dalam kepercayaan yang salah seperti menyekutukan Allah. Muhammad SAW, bersama para sahabatnya dari kalangan Muhajirin dan Anshar, serta umat yang mengikuti ajarannya dengan keyakinan penuh, dianggap sebagai orang-orang yang bertakwa. Ayat ini menegaskan bahwa mereka yang beriman pada ajaran Rasulullah dan mengamalkannya dengan tekun adalah orang-orang yang Al-Hujurat ayat 15 dan 17 a caAuaacacIa EI aIIO aI EA AcEEa aOa aOEaaN aac aaE Oa aOe aO ea aN aOe aa aI eaOaEaa I aOaI aA a aN I a aa aOEA ca aAOI a aIIaOe A a a Aac oa A AEA aCaO aIA cae AE aN aIA a aAcEE eaOeEaA Artinya: AuSesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya . kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang . dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orangorang yang benarAy en AcEEa aOaa acI aEa O aE I aI aN aOe aE I Ea aEaOea aIA AEA AIA AEA AIA AEA AuA AOA AEA AOA AIA a AeEA AEA ACA ca a a a a ca aa e a eAE aI aEa aIOA a AaOIacO aI aEaOA a a AuaI aEI IA AOA a AAeCA a a Artinya: AuMereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah: "Janganlah kamu merasa telah memberi Hamka. BUNYAN AL-ULUM. Vol. 1 No. Konsep Kejujuran dalam Al-QurAoan (Studi Penafsiran Lafadz Al-Sidq dalam Tafsir Al-Azha. __________________________________________________________________ nikmat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah. Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar" Ayat 15 menjelaskan tentang mutu iman menurut Buya Hamka, yaitu keyakinan yang terbebas dari keraguan. Meskipun dalam perjalanan iman selalu ada ujian dari Allah, seperti yang dialami para pendahulu kita, mereka tetap teguh dalam keyakinan mereka. Mereka rela berkorban harta dan benda demi mempertahankan iman. Ketika perjuangan telah dilakukan, muncul kekuatan hati yang tak tergoyahkan dan keberanian untuk berkorban. Inilah esensi kejujuran yang sejati. Sementara itu, pada ayat 17. Buya Hamka mengingatkan bahwa seseorang tidak seharusnya menyombongkan diri karena telah memeluk Islam. Kebanggaan seharusnya bukan pada agama itu sendiri, melainkan pada kesadaran akan petunjuk dan hidayah Allah. Buya Hamka juga menekankan bahwa masuk Islam bukanlah keuntungan bagi agama, tetapi anugerah bagi individu yang telah mendapat pencerahan dari Allah. Islam memberi pengaruh positif dengan membuat seseorang merasa bernilai dan bermakna dalam hidupnya. Dengan menguatkan iman dan melakukan amal saleh, seseorang dapat merasakan manfaat sejati dari agama Islam, bukan sekadar mengandalkan kebaikan duniawi. Oleh karena itu, penting untuk tetap jujur dan bersyukur atas petunjuk Allah, serta menjalani hidup dengan tujuan yang jelas untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Al-Hadid ayat 19 AEA aOCO neI OEacN aI a I aaE I aNA AOEac aOI IIOe a aca a A AOaN IA AIA AOA AIA aa a a a a aAcEE aOa aE aN eaOeEaA a a a a a a a a a a a a a AE aN aIA aAiiOeaI aOeEA a ca A Ea aO aIA a a e a a a a eAOI aE aA aOe aOaE acaOA a AaOEA a AE aA eaA Hamka. Hamka. 37 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Sidiq Nugroho. Akhmad Sulthoni. Murdianto Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima __________________________________________________________________ Artinya: AuDan orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, mereka itu orang-orang Shiddiqien dan orang-orang yang menjadi saksi di sisi Tuhan mereka. Bagi mereka pahala dan cahaya mereka. Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka. Ay Buya Hamka memberikan penjelasan terhadap ayat ini, beliau membahas di dalam ayat ini tentang hubungan antara kejujuran dalam bersedekah dengan iman yang sejati. Mari kita perhatikan hubungan antara ayat 18 dan 19, pada ayat 18 tersebut menekankan pentingnya orang-orang yang beriman, baik laki-laki maupun perempuan, yang suka bersedekah dengan kejujuran. Sedangkan ayat 19 menyatakan bahwa orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah dan Rasul-rasulNya adalah orang-orang yang jujur (Shiddiqii. Hal ini menunjukkan bahwa kejujuran dalam bersedekah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari iman yang sejati. Allah menjanjikan ganjaran dan cahaya bagi mereka yang beriman. Di akhir ayat, disebutkan bahwa mereka yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Allah akan menjadi penghuni neraka. Selain itu, paragraf tersebut juga menyebutkan tentang syuhadaa', yaitu orang-orang yang memberikan jiwa mereka untuk kebenaran dan keyakinan mereka terhadap ajaran yang disampaikan Rasul Allah. Al-Hasyr ayat 8 AEa EAC a EI eN a aOI Eac aA AcEEa aOa eaOIA ca AOI a a aOe aII aOeaN I aO aI eaOaEaa I Oa aaO aI AaE aI aIA a a a a Aa a aA AcEE OOEa oNu aOeEaA AEA aCaO aIA cae AE aN aIA a e a a a a aca AIA aO aIA a aOOA Artinya: Au(Jug. bagi orang fakir yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka . mencari Hamka. BUNYAN AL-ULUM. Vol. 1 No. Konsep Kejujuran dalam Al-QurAoan (Studi Penafsiran Lafadz Al-Sidq dalam Tafsir Al-Azha. __________________________________________________________________ karunia dari Allah dan keridhaan-Nya dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar. Ay Pada ayat ini Buya Hamka memberikan penjelasan bahwasannya ayat ini membahas tentang orang-orang yang berhijrah karena iman mereka yang kuat. Mereka meninggalkan kampung halaman, keluarga, dan harta benda mereka untuk berhijrah ke Madinah demi mendukung Allah dan Rasul-Nya. Tindakan ini menunjukkan pengorbanan yang besar, karena mereka yakin bahwa ini adalah tindakan yang benar di mata Allah. Mereka rela menjadi fakir dan menghadapi segala kesulitan dalam perjalanan hijrah karena keyakinan mereka yang teguh. Pengelompokkan Makna Al-Sidq Lafadz al-sidq dalam Al-Qur'an memiliki beragam makna yang saling berkaitan. Pertama, ia bermakna pengakuan terhadap kebenaran yang datang dari Allah, seperti yang disebutkan dalam Al-Kahfi ayat 29. Kedua, ia memiliki makna keyakinan . dan dibuktikan dengan perbuatan . , seperti yang termaktub dalam Al-Baqarah ayat 117. Al-Ahzab ayat 8 dan 23. Al-Hujurat ayat 15 dan 17, serta Al-Hasyr ayat Ketiga, al-sidq juga bermakna perintah untuk memilih kawan yang jujur, sebagaimana yang disebutkan dalam At-Taubah ayat 119. Keempat, lafadz ini menggambarkan balasan bagi orang-orang yang jujur sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Maidah ayat 119 dan AlAhzab ayat 24. Kelima, lafadz al-sidq juga merujuk pada sifat jujur yang dimiliki oleh para nabi, seperti yang disebutkan dalam Maryam ayat 56. Yusuf ayat 51, dan Al-A'raf ayat 105. Keenam, ia menunjukkan karakter jujur yang ada pada diri orang-orang yang beriman sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Hadid ayat 19 dan Az-Zumar ayat 33. Ketujuh, lafadz ini bermakna buah tutur kata yang baik seperti yang disebutkan dalam As-Syu'ara ayat 84 dan Maryam ayat 50. Terakhir, al-sidq Hamka. 39 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Sidiq Nugroho. Akhmad Sulthoni. Murdianto Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima __________________________________________________________________ menggambarkan sikap jujur saat menghadapi ujian, seperti yang dijelaskan dalam Al-Ankabut ayat 3. Dan semua makna al-sidq di atas menekankan pentingnya kejujuran dalam berbagai aspek kehidupan seorang Muslim. Kesimpulan Dengan mengacu pada data dan analisis yang telah dilakukan, peneliti menarik kesimpulan sebagai berikut: Buya Hamka menerapkan pendekatan komprehensif dalam menafsirkan lafadz al-sidq dalam Al-Qur'an. Metode penafsirannya menggabungkan beberapa aspek, termasuk tartyb utsmyny . untuk menafsirkan ayat secara berurutan, tafsyr bi al-Iqtiryn yang memadukan sumber-sumber tradisional dengan penjelasan ilmiah, serta menggabungkan tafsyr bi alma'tsyr dan tafsyr bi al-ra'y. Hamka juga menggunakan metode tafshyly dengan bahasa yang sederhana dan jelas, membuat tafsirnya dapat dipahami oleh berbagai lapisan masyarakat, dari awam hingga intelektual. Corak penafsiran Hamka didominasi oleh lawn adybiy wa ijtimy'y . osial kemasyarakata. , mencerminkan latar belakangnya sebagai sastrawan. Pendekatan komprehensif ini memungkinkan tafsir Hamka menjadi karya yang mudah diakses dan bernilai tinggi bagi beragam pembaca Lafadz al-sidq dalam Al-Qur'an memiliki makna yang luas dan mendalam serta mencakup berbagai aspek kehidupan seorang Muslim. Makna al-sidq meliputi: . hubungan antara iman, amal, dan kejujuran. pentingnya memilih teman yang jujur. balasan bagi orang-orang yang jujur. kejujuran para nabi sebagai teladan. karakteristik orang-orang beriman yang jujur. pengakuan terhadap kebenaran dari Allah. kejujuran dalam perkataan. sikap jujur dalam menghadapi ujian. Keseluruhan makna ini menekankan bahwa kejujuran adalah nilai fundamental dalam Abd al-Shabur Marzuq. MuAojam Al-AAolam Wa Al-MaudhuAoat Fi Al-QurAoan Al-Karim (Cairo: Dar al-Syuruq, 1. BUNYAN AL-ULUM. Vol. 1 No. Konsep Kejujuran dalam Al-QurAoan (Studi Penafsiran Lafadz Al-Sidq dalam Tafsir Al-Azha. __________________________________________________________________ Islam yang harus diterapkan dalam setiap aspek kehidupan, mulai dari keimanan, perbuatan, hingga interaksi sosial dan menghadapi cobaan. Daftar Pustaka