Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Doi: 10. 30868/im. P-ISSN: 2614-4018 E-ISSN: 2614-8846 KEPEMIMPINAN KIAI WASYID DALAM MEMIMPIN PEMBERONTAKAN GEGER CILEGON 1888 Ahmad Sofan Ansor1. Muttahidah2 Dosen Prodi Manajemen Informatika Politeknik PGRI Banten email: sofanansor65@gmail. Received: 02/06/2020. Accepted: 14/07/2020. Published: 31/07/2020 ABSTRACT Kiai Wasyid leadership directed his followers to act in the direction and purpose of holding resistance against the Dutch colonialism so that a rebellion movement as the 1888 Cilegon Geger incident occurred. KiaiAos leadership style fulfilled the requirements of being a democratic and charismatic leader. The influence of KiaiAos leadership was determined by his strength as a coach of the Beji boarding school and possessed a capable religious knowledge. The KiaiAos leadership function direct his follower through the ability to communicate with follower, provides motivation, exemplifies, solve problems and make decisions to make a The impact of KiaiAos leadership can occur because of KiaiAos ability to change the mindset of followers so that gave birth to actions that support the 1888 Cilegon Geger rebellion movement. Keywords: Leadership. Kiai Wasyid, style, influence, impact ABSTRAK Kepemimpinan Kiai Wasid mengarahkan para pengikutnya untuk bertindak sesuai arah dan tujuan, yaitu mengadakan perlawanan terhadap penjajahan Belanda sehingga terjadi gerakan pemberontakan yang dikenal dengan peristiwa Geger Cilegon 1888. Gaya Kepemimpinan Kiai Wasyid memenuhi persyaratan sebagai pemimpin yang demokratis dan kharismatis. Pengaruh Kepemimpinan Kiai Wasyid ditentukan oleh kekuatan sebagai pembina pesantren Beji dan memiliki keilmuan agama yang mumpuni. Fungsi Kepemimpinan Kiai mengarahkan pengikutnya melalui kemampuan ilmu komunikasi terhadap pengikutnya, memberikan motivasi, memberi keteladanan, menyelesaikan permasalahan, dan memberi keputusan untuk mengadakan gerakan Dampak kepemimpinan Kiai Wasyid dapat terjadi karena kemampuan Kiai dalam merubah pola pikir pengikut sehingga melahirkan tindakan yang mendukung gerakan pemberontakan Geger Cilegon 1888. Kata Kunci: Kepemimpinan. Kiai Wasyid, gaya, pengaruh, fungsi, dampak PENDAHULUAN Kiai Haji Wasyid, biasa dikenal dengan Ki Wasyid merupakan tokoh kunci dalam memimpin pemberontakan terhadap penjajah Belanda pada tahun 1888 yang dikenal dalam sejarah sebutan perang AyGeger CilegonAy. Kepemimpinan Ki Wasyid telah menginspirasi para Kiai, ustadz, santri, dan masyarakat umum agar melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda. Geger Cilegon merupakan puncak pertempuran antara penjajah dan pasukan Ki Wasyid yang tidak seimbang baik dalam persenjataan maupun jumlah tentara. Semangat juang Ki Wasyid tidak takut terhadap jumlah dan tentara penjajah karena didasari keyakinan dan semangat jihad dalam agama Islam akan mendapat balasan dari Allah S. Kepemimpinan seorang tokoh merupakan sesuatu yang AuunikAy karena setiap pemimpin memiliki watak dan gaya kepemimpinan yang berbeda dalam memimpin dan berkomunikasi dengan pengikutnya, sehingga banyak teori ditemukan mengenai Gaya kepemimpinan setiap orang memiliki kekhasan yang menarik, baik kepemimpinan untuk kegiatan pemerintahan, sosial keagamaan, atau Kepemimpinan karismatik Kiai merupakan kepemimpinan yang mendapat anugerah yang Maha Kuasa dan pemimpin yang memiliki karisma dianggap mempunyai kemampuan supranatural, yang dapat memotivasi para pengikutnya rela berkorban untuk sebuah ide dan gagasan pemimpin. Pemimpin karismatik biasanya memiliki pengikut yang banyak dan memiliki loyalitas yang luar Kiai merupakan sebutan bagi seseorang yang memiliki pengetahuan agama Islam yang mumpuni. Kiai biasa disebut juga dengan ustad. Pengaruh kharisma Kiai merupakan kekuatan yang dapat menggerakkan pengikutnya secara militan dan dapat mengimplementasikan harapan serta tujuan yang dipercaya pengikutnya bisa memberikan kebahagian di masa depan. Kepemimpinan Kiai telah banyak memberikan kontribusi bagi proses kemerdekaan bangsa, seperti Kiai sebagai penggerak perlawanan terhadap penjajahan Belanda dan pengembangan pendidikan pesantren di Indonesia. Banyak lembaga pendidikan seperti pondok pesantren dan majlis taklim dibangun atas ide dan arahan Kiai yang kemudian dibangun dan dikembangkan oleh para pengikutnya yang setia dengan ajaran dan cita-cita masa depannya. Pemimpin yang telah hadir di dunia dan telah menampilkan kepemimpinan yang cemerlang banyak diketahui dalam sejarah kehidupan manusia. Pemimpin dengan segala kemampuannya telah menginspirasi perubahan peradaban kehidupan. Peranan kepemimpinan dalam organisasi sangat penting dan merupakan inti dari Bila pemimpin berhasil memengaruhi bawahan atau pengikutnya untuk bersama-sama bekerja secara efektif dan efisien maka organisasi akan cepat maju dan Contoh pemimpin yang paling berpengaruh di dunia yaitu Nabi Muhammad S. , dimana pengaruh dan ajarannya selama 14 abad berlalu masih terasa dan sangat mempengaruhi kehidupan banyak orang di dunia. Kiai yang memimpin pemberontakan masa kolonial Belanda yang sudah mendapatkan gelar Pahlawan Nasional seperti Abdul Wahab Hasbullah. Jawa Timur . Teuku Cik Di Tiro. Aceh . Diponegoro. DIY . Hasanudin Gowa. Sulawesi Selatan . Imam Bonjol. Sumatera Barat . Sultan Ageng Tirtayasa. Banten . , dan masih banyak lagi para Kiai yang memberontak terhadap penjajahan Belanda. Kepemimpinan Kiai dalam memberontak terhadap penjajah Belanda didasarkan pada pemahaman nilai-nilai dasar agama islam. Perjuangan Kiai harus disampaikan kepada generasi muda untuk diketahui dan agar para pemuda memiliki rasa heroik atau rasa semangat juang yang tinggi untuk mengisi kemerdekaan Bangsa Indonesia agar tercipta negara yang makmur dan dilandasi keyakinan agama yang kuat. Kiai Wasyid merupakan ulama besar yang lahir di kampung Beji Bojonegoro. Banten pada tahun 1843. Ki Wasyid tidak hanya mengajarkan agama tetapi juga mengajarkan seni bela diri. Pencak Silat Bandrong. Ki Wasyid merupakan anak dari pasangan Abbas dan Nyi Mas Jakaromah, sejak muda merupakan pemuda yang cerdas dan mendapat bimbingan Ki Wakhia yang memiliki jiwa patriotisme melawan penjajah bangsa asing. Hal ini membawa dampak yang besar terhadap perjalanan Ki Wasyid ke depan. Sekembali dari Mekah beliau menikahi dengan Atikah, dan beliau dikaruniai dua orang anak yaitu Siti Hajar Beji, ibunda KH SyamAoun dan Haji Yasin Beji. Pemberontakan Kiai Haji Wasyid 1888 atau peristiwa Geger Cilegon, dikenal juga dengan sebutan AuPemberontakan Petani BantenAy. Peranan Ki Wasyid merupakan figur sentral dalam memimpin pasukan, gerakan Geger Cilegon tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi sampai ke mancanegara, terutama ke Eropa. Peristiwa tersebut terungkap dalam sebuah buku AuThe Peasant Revolt of Bantan 1888Ay. Pada peristiwa pemberontakan Geger Cilegon, pasukan Belanda berhasil menghancurkan perlawanan Ki Wasyid dan menghukum gantung para pejuang di kampung Pegantungan Cilegon, 99 ulama ditangkap, dipenjara dan dibuang ke berbagai pulau di Indonesia. Kampung Beji di bumi hanguskan, dan Ki Wasyid meninggal dalam pertempuran Geger Cilegon pada 17 Juli 1888 M dan dimakamkan di Cilegon. Ki Wasyid pimpinan pasukan pemberontakan Geger Cilegon dari segi kepemimpinan memiliki ke AuunikAy an dan keunggulan sejarah, antara lain: . Memiliki kepemimpinan Kiai yang memiliki karisma besar di mata pengikutnya dan menekankan pentingnya melakukan pemberontakan terhadap penjajah Belanda. Memimpin rapat-rapat, menggerakan pengikutnya sekaligus memimpin pasukan melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda, . Bentuk perlawanan terhadap penjajah Belanda dilandasi nilai-nilai agama islam, yang melarang pengikutnya mengikuti pemimpin orang yang tidak beriman kepada Allah S. dan bentuk pengelolaan negara yang didasarkan bukan atas dasar nilai agama Islam. Bentuk perlawanan lain selain Kiai terhadap penjajah Belanda ada dalam dasar nilai ekonomi, kewilayahan dan kekuasaan, . Kepribadian KI Wasyid yang terbentuk dari keturunan orang berpendidikan agama yang mumpuni dan guru-guru yang menerapkan syariah islam yang ketat serta mengamalkan agama dalam bentuk kesolehan ibadah harian. Tidak sekedar mengajarkan agama. Ki Wasyid juga mengajarkan seni bela diri dan kemandirian, sehingga Ki Wasyid memiliki pandangan yang luas terhadap situasi pada kondisi penjajahan Belanda dan mensikapi keadaan dengan kritis. Kekhasan dalam gaya memimpin pemberontakan terhadap penjajah Belanda sangat menarik perhatian karena pengaruh kepemimpinan karismatik seorang Ki Wasyid yang dapat menggerakkan pengikutnya se-Banten untuk dapat melakukan perlawanan bersenjata. Keadaan saat itu merupakan keadaan yang sulit, baik dari segi peralatan perang maupun koordinasi antar pejuang. Dengan segala keterbatasan. Ki Wasyid dapat memimpin peperangan dengan luar biasa dan dapat melakukan perlawanan yang sangat berarti. Pengaruh manajemen kepemimpinan Kiai pada umumnya berbentuk pesantren dan melakukan pembinaan kader melalui pendidikan berjenjang berdasar kitab yang diajarkan Kiai. Masjid merupakan elemen penting dalam pesantren sehingga pembinaan santri dan masyarakat bermula dari Masjid. Pergerakan Kiai bergerak dari satu pesantren ke pesantren lainnya, bergerak dari satu ulama ke ulama lainnya. Pengerahan santri dan pengikutnya untuk melawan penjajahan Belanda dapat dilakukan dengan baik pada saat itu, karena Kiai memiliki karisma yang besar di mata para pengikutnya. Popularitas dan memiliki karisma belum menjamin seorang Kiai dapat membangun kekuatan melawan penjajahan Belanda. Banyak pesantren yang dibangun saat itu belum memenuhi keinginan para Kiai dalam membangun persatuan umat Islam, menggerakan para santri dan alumni, membasmi kemaksiatan, membina umat ke jalan yang benar, dan membangun kekuatan untuk mengusir kekuatan penjajahan Belanda. Kepemimpinan Kiai dalam memimpin pemberontakan Geger Cilegon sangat menarik diteliti dan dikaji karena keunikan dan kelebihan seorang Ki Wasyid dalam mentransformasikan visi dan misi kepada para pengikutnya untuk mencapai tujuan apa yang beliau inginkan dan harapkan. Kemampuan komunikasi Kiai yang menawan dapat memengaruhi jamaah pendengarnya dan kemampuan manajerial Kiai dalam mengembangkan dan menggerakkan perlawanan terhadap penjajahan Belanda. Kajian penelitian dengan studi kasus pada kepemimpinan Ki Wasyid di atas dapat diterapkan dengan tiga strategi design penelitian yaitu exploratories, deskriptif dan eksplanatoris. Kondisi pertanyaan, luas kontrol yang diteliti dan fokus pada peristiwa sejarah masa lalu menjadikan strategi penelitian studi kasus tunggal penelitian kepemimpinan Ki Wasyid menjadi menarik diteliti dan dikembangkan. TINJAUAN TEORITIS Kepemimpinan adalah terjemahan dari leadership. Kata leadership diambil dari kata Auto leadAy yang artinya memimpin. Untuk kata pemimpin atau memimpin, di dalam literatur Islam digunakan sedikitnya empat istilah, antara lain yaitu. Imam. Wali atau Auliya. Ra'in (Ginanjar. H, 2018: . Menurut Miftah Thoha . , kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu. Jika seseorang telah mulai berkeinginan mempengaruhi perilaku orang lain, maka disini kegiatan kepemimpinan itu dimulai. Sedangkan kepemimpinan menurut Yukl adalah proses mempengaruhi orang lain agar memahami dan menyetujui apa yang diinginkan dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya. Authe process influencing others to understand and agree about what needs to be done and how to do it, and the process of facilitating individual and collective efforts to accomplish shared objectivesAy(Gary Yukl, 2010: Kepemimpinan menurut Lussier . 6: . adalah proses mempengaruhi bawahan agar bekerja sesuai tujuan yang diinginkan. AuLeadership is the process objectivesAy. Kepemimpinan berdasar pengertian diatas adalah proses mempengaruhi bawahan atau orang lain untuk diarahkan sesuai dengan kehendak dan tujuan yang ingin dicapai pemimpin tersebut. Kiai merupakan tokoh sentral . igure sentra. setiap pesantren, dimana Kiai selain memiliki keilmuan yang tinggi tetapi Kiai juga merupakan pendiri pondok pesantren, pemilik pesantren dan pewakaf pesantren (Babun Suharto, 2011: . Kiai merupakan pemegang kedaulatan atau kepemimpinan di pondok pesantren, dengan ciri-ciri khas yang bersifat karismatik dan independen (Muzayyin Arifin, 2003: . Kiai atau ulama merupakan representasi kekuatan kepercayaan agama islam di tanah jawa pada masa zaman penjajahan belanda pada tahun 1825. AuAthe kiyayi, who represented Islamic religious faithAy (Lapidus, 1988: . Pengertian Kiai menurut kamus Bahasa Indonesia (Kamus Besar, 1989: . merupakan sebutan bagi alim ulama, cerdik pandai dalam agama islam. Arti lain dari Kiai yaitu sebutan bagi guru ilmu gaib dan dukun, kepala distrik di Kalimantan selatan, sebutan yang mengawali nama benda yang dianggap bertuah, dan sebutan samaran untuk harimau jika orang melewati hutan. Pengertian Kiai di atas adalah sosok seseorang yang memiliki ilmu agama Islam yang mumpuni dan merupakan pimpinan pondok pesantren. Kepemimpinan Kiai adalah aktivitas pemimpin pesantren dalam mengarahkan bawahan untuk mencapai tujuan yang diinginkannya. Pola kepemimpinan Kiai meliputi gaya kepemimpinan yang berhubungan dengan pola pelaksanaan kerjasama. Pengaruh kepemimpinan Kiai berkenaan dengan cara merubah perilaku bawahan. Fungsi kepemimpinan Kiai mengarahkan bawahan kepada tujuan yang diinginkan dan dampak kepemimpinan Kiai yang memperlihatkan hasil atau produk kepemimpinan seorang Kiai. Berdasar uraian kepemimpinan Kiai di atas, kajian teoritik selanjutnya fokus pada gaya, pengaruh, fungsi dan dampak dari Gaya kepemimpinan memiliki tiga pola dasar, yaitu . gaya kepemimpinan yang berpola pada kepentingan pelaksanaan tugas, . gaya kepemimpinan yang berpola pada pelaksanaan hubungan kerjasama, dan . gaya kepemimpinan yang berpola pada kepentingan hasil yang dicapai. Berdasar ketiga pola gaya kepemimpinan tersebut akan terbentuk tiga tipe kepemimpinan, yaitu kepemimpinan otoriter, kendali bebas dan demokratis. Kepemimpinan otoriter menempatkan kekuasaan di tangan satu orang, pemimpin bertindak sebagai penguasa tunggal. Kepemimpinan kepemimpinan dijalankan dengan memberikan kebebasan penuh pada orang yang dipimpin dalam mengambil keputusan dan kegiatan. Kepemimpinan demokratis menempatkan manusia sebagai faktor utama dan terpenting dalam setiap organisasi, kepemimpinan yang aktif, dinamis, dan terarah serta mementingkan musyawarah (Rivai dan Mulyadi, 2011: 3-. Pemimpin yang memiliki daya tarik yang amat besar dan pada umumnya memiliki pengikut dalam jumlah yang besar, meskipun para pengikut itu sering pula tidak dapat menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin itu. Pemimpin karismatik adalah pemimpin yang diberkahi kekuatan gaib . upernatural powe. Kekayaan, umur, kesehatan, profil tidak dapat dipergunakan sebagai kriteria karisma (Sondang, 2003: . Kepemimpinan menurut Baron and Greenberg . 3: . adalah proses dimana seseorang dapat memengaruhi anggotanya untuk mencapai tujuan yang diinginkan. AuLeadership is the process whereby one individual influences others group members towards the attainment of defined group or organizational goalsAy. Karisma diartikan sebagai Auapi yang menyalakan energi dan komitmen pengikut serta menyebabkan mereka mengikuti panggilan tugasAy. Pemimpin karismatik mampu menginspirasi dan memotivasi orang untuk melakukan sesuatu melebihi kemampuannya, meski dihadapkan dengan halangan dan pengorbanan Pengikut bersedia mengabaikan kepentingan mereka demi tim, bagian, atau Pemimpin biasanya muncul setelah menyatakan visi mulia yang dirasakan oleh semua bawahan dan pengikutnya. Para pemimpin karismatik adalah ahli dalam seni kepemimpinan visioner. Visi . adalah masa depan yang menarik dan ideal, yang dapat dipercaya namun belum dicapai. Visi merupakan bagian penting dari kepemimpinan karismatik. Pemimpin visioner berbicara dengan hati kepada pegawai dengan membiarkan mereka menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dari dalam diri mereka. Ketika orang lain melihat halangan dan kegagalan, mereka melihat kemungkinan dan harapan (Daft, 2010: . Keberadaan Kiai sebagai pemimpin dan sekaligus pemilik sebuah pesantren dalam tugas dan fungsinya dituntut untuk memiliki kebijaksanaan dan wawasan yang luas, terampil dalam ilmu-ilmu agama, mampu menanamkan sikap dan pandangan, serta wajib menjadi keteladanan pemimpin yang baik. Bahkan figur Kiai dianggap memiliki kemampuan supranatural, dimana figur Kiai sebagai ulama dianggap pewaris risalah kenabian (Nasir Ridwan, 2010: . Pengaruh kepemimpinan Kiai di pondok pesantren harus memerankan dirinya sebagai manager dan leader sekaligus. Di lapangan dan di atas kertas, kita memang melihat pemimpin memiliki derajat yang lebih tinggi dari manajer. Manajer dipandang sebagai ahli dalam pelaksanaan dan motor untuk mencapai hasil tujuan yang diinginkan. Sementara pemimpin dipandang memiliki peran yang lebih strategis, ia harus memiliki visi ke depan, menentukan arah, memiliki strategi dan sekaligus memiliki kemampuan persuasive untuk membawa orang-orang yang dipimpinnya ke arah tujuan yang diinginkan (Babun Suharto, 2011: . Penelitian dengan fokus kepemimpinan Kiai, pernah dilakukan terhadap Kepemimpinan Kiai dalam mengelola pondok pesantren oleh Nurudin, . , pada studi kasus di pondok pesantren Al-Ishlah Bobos Cirebon Jawa Barat, yang menyatakan bahwa implementasi karisma pada kepemimpinan Kiai mempengaruhi pelaksanaan kegiatan pengelolaan pondok pesantren. Kharisma Kiai bersumber pada keturunan, kekayaan, kapasitas keilmuan yang dimiliki, keteladanan yang ditunjukkan dan kepatuhan para santri. Karisma kepemimpinan Kiai berpengaruh pada proses-proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian, terutama dalam pengambilan keputusan pada proses-proses tersebut. Implementasi kharisma Kiai, prinsip kewirausahaan, nilai-nilai kepemimpinan Islam dan model komunikasi Kiai mempengaruhi pelaksanaan pengelolaan pondok pesantren (Nurudin, 2006: 311-. Penelitian Nurudin di pondok pesantren Bobos Cirebon meneliti kepemimpinan Kiai yang berpengaruh pada manajemen pesantren, dimana aspek perbedaan penelitian dengan penelitian ini terletak dalam manajemen pesantren, sedang penelitian Kepemimpinan Kiai Wasyid terletak, dimana kepemimpinan merupakan inti dari manajemen. Kepemimpinan karismatik Kiai memiliki implikasi negatif, yaitu . tumbuhnya pengkultusan figur sentral. kurangnya kreatifitas. terhambatnya keterbukaan dan transparansi. lemahnya kontrol dalam Pendidikan. keterlambatan masyarakat karena primordialisme. kuatnya familisme yang cenderung menjadi dinasti. Penelitian Nurhartati Fuad . 1: . tentang Pendidikan berbasis masyarakat di pesantren, studi kasus pada ponpes Al Ittifaq Bandung Jawa Barat . menyatakan bahwa kepemimpinan Kiai dan karisma profesional memiliki otoritas yang kuat dalam penetapan visi, misi, tujuan, dan kebijakan strategis. Kepemimpinan pondok pesantren memiliki kepemimpinan Kiai karismatik profesional yang ditandai dengan kepemilikan visi, misi yang jelas, menguasai substansi manajemen, keyakinan akan keberhasilan serta hasrat mempengaruhi yang tinggi. METODOLOGI PENELITIAN Tujuan penelitian ini berupa pengungkapan latar-latar . yang membuat kepemimpinan Ki Wasyid dapat menggerakan pemberontakan Geger Cilegon pada 1888 M. Pengungkapan Latar peristiwa pemberontakan Geger Cilegon 1888 diidentifikasi dari pola kepemimpinan Kiai Wasyid dalam memimpin pemberontakan terhadap penjajah Belanda seperti gaya kepemimpinan, pengaruh kepemimpinan, fungsi, dan dampak kepemimpinan Kiai. Tujuan penelitian akan menjawab rumusan masalah penelitian yang dirumuskan dalam penelitian pendahuluan. Penelitian ditujukan kepada pola kepemimpinan Ki Wasyid sebagai tokoh sentral peristiwa pemberontakan terhadap penjajah Belanda yang dikenal dengan peristiwa Geger Cilegon. Kepemimpinan Ki Wasyid dipercaya komunitasnya memiliki kharisma yang luar biasa sehingga memberikan kekuatan para pengikutnya untuk rela berkorban mewujudkan tatanan kehidupan islami dengan melakukan pemberontakan terhadap penjajah Belanda. Tempat penelitian ini dilaksanakan Kampung Beji Desa Bojonegara Banten dan tempat bersejarah yang dianggap perlu dikunjungi serta tempat orang-orang yang dianggap mengetahui hal ihwal Ki Wasyid. Waktu Penelitian dilakukan pada bulan oktober 2014 sampai dengan Maret 2015, dengan perincian masa persiapan selama satu bulan, dan dua bulan masa penelitian dan pengambilan data, selama satu bulan masa pengolahan serta analisis data. Masa persiapan penelitian meliputi pengumpulan informasi melalui studi kepustakaan dan observasi awal di lokasi Masa pelaksanaan meliputi pengambilan data melalui kunjungan lokasi . , wawancara terhadap informan, brosur atau data data elektronik yang mendukung penelitian. Masa pengolahan data dan analisis data meliputi pengolahan data hasil penelitian dan analisis melalui triangulasi data, akuntabilitas dan akseptabilitas data. Latar Penelitian . didasarkan pada pola kepemimpinan Kiai Wasyid dalam memimpin pemberontakan Geger Cilegon dengan melihat dari berbagai sudut pandang berbagai disiplin ilmu manajemen yang mempengaruhinya. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk Naratif yang sarat dengan makna dan filosofi kepemimpinan Kiai dalam memimpin pemberontakan Geger Cilegon. Pengungkapan setting desain penelitian mengikuti protokol studi kasus tunggal yang berisi instrumen penelitian yaitu mengenai prosedur, pertanyaan-pertanyaan dan rencana analisis kasus kepemimpinan Kiai Haji Wasyid dari Beji Bojonegara Banten. Lima komponen penting desain penelitian studi kasus yaitu . pertanyaanpertanyaan penelitian, . proposisi penyelidikan pada topik bahasan, . unit-unit analisis, . logika yang mengaitkan data dengan proposisi, dan . kriteria untuk menginterpretasi temuan. Pendekatan pertanyaan yaitu bagaimana dan mengapa (RK Yin, 2009: . Penelitian kualitatif dengan pendekatan alami menekankan pada peneliti sebagai instrumen kunci dimana peneliti mengungkapkan kondisi yang dialami selama meneliti dengan sebenarnya, natural dan alami. Pengumpulan data dilakukan secara triangulasi . dan analisis data bersifat induktif serta hasil penelitian lebih menekankan pada makna (Sugiyono, 2006: . Karakteristik yang dipakai peneliti yaitu . alami, apa adanya dimana sumber data berasal dari latar . aktual objek yang diteliti dan peneliti sebagai key instrument . nstrument kunc. Descriptive Data, penelitian kualitatif bersifat Data dikumpulkan dari sejumlah pernyataan atau gambar yang didapat dari hasil interview, catatan-catatan, poto-poto, video tape, dan dokumen dokumen official lainnya, . Concern with Process, penelitian kualitatif perhatian pada proses, . Induktive, peneliti kualitatif menganalisa data secara induktif . ottom u. , . Meaning, makna merupakan hal yang penting dalam penelitian kualitatif (Robert and Sari, 2007: 4-. Penelitian kualitatif dipilih untuk penelitian ini karena didasarkan pada pertimbangan untuk mengetahui kondisi aktual dan alamiah yang terjadi pada objek yang diamati. Penelitian dengan pendekatan humanistik dengan objek manusia dan peneliti sebagai instrumen kunci merupakan keistimewaan jenis penelitian kualitatif Penelitian kualitatif merupakan bidang antar disiplin ilmu, menyentuh humaniora, ilmu-ilmu sosial dan ilmu-ilmu fisik. Penelitian kualitatif bermakna banyak hal pada saat yang sama, memiliki fokus dengan beragam paradigma. Hambatan penelitian kualitatif yaitu peneliti dianggap sebagai jurnalis, karyakaryanya dianggap tidak ilmiah dan penuh bias. Karya tersebut dikatakan kritik, bukan teori. Ranah politis banyak mewarnai tradisi penelitian kualitatif. Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, berbagai sumber, dan berbagai cara. Bila dilihat dari settingnya, data dapat dikumpulkan pada setting alamiah . atural settin. Teknik Pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipan . articipation observe. , wawancara mendalam . n-depth intervie. , diskusi fokus dan dokumentasi. Aktivitas pengumpulan data dikumpulkan dari brosur . xtensive for. , dokumen-dokumen dan hasil-hasil rekaman, wawancara . , observasi dan physical artefact. Informasi rekaman didapatkan dari catatan-catatan, interview dan observasional protocols. Data-data disimpan dalam catatan, transkrip-transkrip dan computer file. Prosedur pengambilan data dilakukan secara langsung di lapangan dengan teknik pengumpulan data yang menggunakan teknik Participant Observation, interview dan dokumentasi. Sedangkan angket dalam penelitian ini tidak digunakan karena tidak bersifat masal. Prinsip yang perlu diperhatikan dalam pengumpulan data studi kasus yaitu mencakup penggunaan : . berbagai sumber bukti, yaitu bukti dari dua sumber atau lebih tetapi menyatu dalam temuan fakta yang sama, . data dasar, yaitu kumpulan bukti formal yang berlainan, dan . serangkaian bukti, yaitu keterkaitan yang eksplisit antara pertanyaan yang diajukan, data yang terkumpul dan konklusikonklusi yang ditarik. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan melalui konfrontasi analisis, . , . , . Keteralihan dan . Verifikasi data merupakan tahapan dalam proses analisis, langkah ini dimulai dengan memaparkan pola, judul, hubungan, dan hal-hal yang sering timbul, yang mengarah pada kepemimpinan karismatik Ki Wasyid. PEMBAHASAN Lokasi dan Tempat Penelitian Kiai Haji Wasyid atau biasa dikenal dengan sebutan Ki Wasyid, tinggal di daerah Kampung Beji. Untuk itu dipilih lokasi tempat penelitian adalah tempat tinggal Ki Wasyid semasa hidupnya yaitu di Kampung Beji. Desa Bojonegara, dan Kecamatan Bojonegara. Kampung Beji merupakan kawasan Bojonegara yang termasuk kedalam Wilayah Kabupaten Serang Propinsi Banten. Provinsi Banten terdiri dari empat kabupaten dan empat kota yaitu Kabupaten Serang. Lebak. Pandeglang. Tangerang, sedang empat kota yaitu Kota Serang. Cilegon, dan Tangerang Selatan. Ki Wasyid dididik dan dibesarkan di lingkungan santri Kampung Beji Bojonegara. Masjid dan menara Kampung Beji masih nampak sampai saat ini, sedang menara masjid masih asli dari zaman dahulu, sedang pondok pesantren Beji yang dulu di bina Ki Wasyid sudah rata dengan tanah, begitu juga tempat padepokan silat bandrong. Waktu itu Belanda meratakan rumah-rumah penduduk di kampung Beji karena dianggap pemberontak bersekutu dengan Ki Wasyid. Secara administratif Kawasan Bojonegara termasuk dalam Wilayah Kabupaten Serang tepatnya di Kecamatan Bojonegara dan Kecamatan Pulo Ampel . erupakan pemekaran dari Kecamatan Bojonegar. Kecamatan Pulo Ampel dan Bojonegara memiliki luas keseluruhan sekitar 6. 700 hektar dan dihuni hampir 75. 000 jiwa. Saat ini di wilayah Bojonegara telah dibangun Pelabuhan internasional seluas 1100 Ha dengan pantai yang menghadap ke laut sepanjang 11,3 Km. Disekitar kawasan tersebut telah berdiri kawasan industri yang direncanakan mencapai 1372 hektar meliputi sebagian desa Salira. Mangunreja. Sumureja. Mangkunegara. Bojonegara. Ukisari. Margasari. Argawana, dan Margagiri. jenis industri yang dikembangkan adalah industri logam dasar, kimia dasar, rekayasa dan rancang bangun. Sejarah Banten pada abad 16 hingga 17. Banten adalah kota terbesar di Asia Tenggara. Penduduknya saat itu mencapai 100. 000 jiwa. Transportasi perdagangan menggunakan rakit dalam kanal-kanal buatan yang melintas di tengah kota. Banten pada saat itu sudah maju dan berkembang pesat seperti beberapa kota besar di Eropa. Sebagai salah satu kota pelabuhan yang megah. Banten mempunyai dua buah pelabuhan yang besar. Pelabuhan pertama adalah pelabuhan yang menghubungkan Banten dengan para pedagang asing yang lokasinya terdapat di sebelah barat sungai Cibanten, sedangkan pelabuhan yang digunakan untuk kepentingan perdagangan regional terdapat di sebelah timur sungai. Banten memiliki pelabuhan yang tidak hanya besar tetapi juga lengkap dengan prasarana pelabuhan lainnya seperti, dermaga yang panjang menjorok ke laut, dok kapal, hingga gudang-gudang penyimpanan. Gambaran tentang pelabuhan tersebut secara detail dilukiskan oleh seorang pelaut W Shouten yang sempat berkunjung ke Banten pada tahun 1670. Lukisan W Shouten kini tersimpan di National Library di Paris. Pelabuhan Banten saat itu terlihat sangat besar dan teratur. Sepanjang pelabuhan bersandar kapal kapal dagang asing berlayar tinggi berjajar dan merapat di Seiring dengan semakin pesatnya aktivitas perdagangan di Banten, wilayah ini kemudian berubah menjadi salah satu pusat perdagangan yang cukup besar, melibatkan banyak negara Eropa dan Asia Timur Jauh. Banten disebut sebut sebagai salah satu pelabuhan paling strategis yang menghubungkan Asia dengan bangsa Eropa pada saat itu. Selain mengandalkan aktivitas perdagangan melalui dua pelabuhannya. Banten juga mempunyai modal lain di bidang ekonomi yaitu Sedangkan jenis tanaman yang ditanam dan menjadi andalan ekonomi Banten adalah gula dan rempah- rempah . erica, lada, dan kayu mani. Berdasar keterangan sejarah banten tempo dulu. Banten merupakan kota besar tempat perdagangan internasional, sehingga potensi ekonomi, baik sektor maritim, perdagangan, perkebunan, dan sumberdaya manusia cukup tersedia, sehingga membuat Banten menjadi tempat menarik untuk diperebutkan oleh para pendatang dan penduduk lokal. Kronologis pemberontakan Geger Cilegon 1888 M Awal tahun 1888 M. Ki Wasyid mengadakan pendekatan kepada semua pihak yang telah menjawab seruannya untuk berjihad melawan kolonial Belanda. Jawara dan umaro yang bersedia ikut berjihad, mulai mengadakan kontak-kontak melalui Pertemuan mulai diadakan baik dari Banten Utara dan Banten Selatan. Pertemuan 14 Pebuari 1888 M sd 13 Maret 1888 M atau Bulan Jumadil Akhir di Tanara dan Seneja membicarakan siasat dan strategi pertempuran, mengingat perbandingan senjata yang kurang dibanding Belanda. Pertemuan lebih ditekankan pada kebulatan tekad persatuan dan kesepakatan. Semangat Jihad dikobarkan Ki Wasyid untuk mengusir penjajahan Belanda sesuai arahan masyaikh di Tanah Suci Mekah dan pertemanan antar Kiai di tanah suci Mekah ketika menuntut ilmu disana. Persiapan perbekalan perang dan keperluan perang seperti makanan dan biaya perang juga dipersiapkan, walau dengan kondisi ekonomi yang kurang memadai, bila dibandingkan dengan persenjataan dan peralatan perang Belanda. Masyarakat mengumpulkan perhiasan emas dan barang berharga dalam peti, untuk biaya perbekalan perang. Persiapan secara finansial juga dipersiapkan, untuk mendukung usaha perlawanan. Tanpa perbekalan yang memadai, akan memudahkan pasukan musuh untuk menumpas perlawanan dan tidak akan mampu membiayai perang dalam jangka waktu yang lama. Pertemuan rahasia selanjutnya pada 14 Maret 1888 M sd 13 April 1888 M (Bulan Raja. di Beji rumah Ki Wasyid, kemudian di Kaloran dan di Bendung Lempuyangan. Selanjutnya di bulan Ruwah, 13 April sd 11 Mei 1888 M mengadakan pertemuan lanjutan di Terate, di Beji, di Jombang Wetan, dan di Gulacir. Pertemuan terakhir di Gulacir pada 22 Juni 1888 M lahir kesepakatan yaitu akan diadakan pemberontakan pada hari sabtu, 17 Juli 1888 M. serangan di mulai setelah sholat subuh dan dikenal dengan Auserangan fajarAy. Serangan dilaksanakan serentak dan mendadak di masing-masing daerah. Setelah penyerangan berhasil semua bergabung untuk menyerang kota Serang. Pada tanggal 12 Juli 1888 M terjadi kasus pembunuhan terhadap camat Belanda oleh seorang pendukung Ki Wasyid, maka Ki Wasyid mengutus beberapa kurir untuk memberi instruksi bahwa penyerangan akan dilakukan besok 13 Juli 1888 M. Pagi hari senin pasukan berkumpul di Beji kemudian menuju Cilegon. Di Jombang wetan dan Cilegon sudah berkumpul pasukan pembantu serangan. Sasaran penyerangan adalah Kantor Afdeling Cilegon. Penyerangan dilakukan dari tiga arah yang berbeda dan mendadak sehingga membuat pasukan Belanda kocar kacir dan Kantor Afdeling Cilegon dapat dikuasai pasukan Ki Wasyid. Pasukan Ki Wasyid selanjutnya bergerak ke arah Serang, dan Belanda mengirim pasukan secara berlapis dan pasukan bertempur di daerah Pejaten di kaki Gunung Pinang. Peperangan meluas dari banten Utara sampai Banten selatan, arah Sumur Pandeglang. Pasukan Ki Wasyid akhirnya dapat ditundukan oleh Belanda. Hal ini disebabkan kemampuan Belanda bertahan dan mengelola perang dengan baik, baik perbekalan maupun peralatan perang. Sementara Ki Wasyid mengandalkan kemampuan senjata golok dan bambu runcing seadanya serta semangat juang yang Sebenarnya peperangan ini tidak hanya di sekitar Cilegon, tetapi lebih luas ke seluruh wilayah Banten waktu itu. Pasca peperangan Geger Cilegon 1888, pasukan Belanda membuang pejuang petani Banten ke berbagai Wilayah daerah jajahan Belanda. Sebanyak 99 orang dibuang beberapa wilayah Indonesia yaitu ke Tondano. Gorontalo. Padang. Kupang. Ternate. Muntok. Banda. Pejuang yang dikenai hukum gantung ada 9 orang, saat ini dikenal dengan desa Pegantungan di Cilegon. Anak, istri, dan kerabat Kiai Wasyid juga dikejar-kejar Belanda untuk dibunuh. Anak Ki Wasyid. Siti Hajar Beji dan Yasin Beji diselamatkan melalui kapal dagang milik Syaik Al-Musyadad yang membawa sayur mayur dan buah-buahan yang dibawa ke tanah suci Mekah. Kiai Wasyid wafat pada 17 Juli 1888 M dan dimakamkan di Kota Cilegon Banten. Kondisi sosial ekonomi Banten sebelum peristiwa Geger Cilegon 1888 M Pada 1810 - 1820 Gerakan penolakan pembayaran sewa tanah kepada Belanda sehingga pamong praja dan pemungut sewa menjadi korban perlawanan petani Banten. Gerakan perlawanan ini ditumpas Belanda dan gerakan perlawanan tidak berhenti dan selanjutnya melakukan gerakan anti bayar pajak dan membuat gerakan huru hara agar pemerintahan Belanda tidak efektif berjalan, khususnya para pemungut pajak mengalami kesulitan. 1827 muncul gerakan perlawan melalui perang gerilya, kucing kucingan antar desa, yang dipimpin Mas Jakaria. Belanda merasa dipermainkan maka Belanda membumihanguskan desa-desa, maka pasukan Mas Jakaria melunak dan menyerah kepada Belanda, akhirnya dihukum mati. Sistem tanam paksa . ultuur stelse. yang diterapkan Belanda pada 1830 -1870 membuat kehidupan masyarakat Banten makin sengsara dan membuat sikap penduduk Banten makin memberikan semangat baru dan kesadaran untuk mengadakan perlawanan kepada Belanda. Penindasan dan pemerasan terhadap rakyat Banten baik dari pemungutan pajak dan kerja paksa, membuat Ki Wasyid bergerak untuk membela kaum yang tertindas melalui semangat Jihad fi sabilillah. Peperangan Geger Cilegon tidak hanya didasari agama saja, melainkan oleh kondisi sosial ekonomi masyarakat Banten pada saat itu yang mengalami kesengsaraan dan kesulitan hidup. Motivasi bertahan hidup, untuk lebih sejahtera di dunia dan Kepemimpinan Kiai Wasyid Kepemimpinan Ki Wasyid didasarkan asas musyawarah dan mufakat. Hal ini dapat dilihat dari rapat-rapat dan musyawarah yang dilakukan di beberapa tempat baik di rumah Ki Wasyid atau ditempat lain dalam merencanakan pergerakan perlawanan kepada Belanda. Hasil pertemuan dihasilkan kata mufakat kapan gerakan perlawanan dimulai dan target yang akan dicapai. Kepemimpinan yang didasarkan pada asas mufakat biasa dikenal dengan tipe kepemimpinan demokratis. Rasa persamaan hak dan kewajiban sebagai manusia serta mensinkronkan dengan kepentingan dan tujuan organisasi, agar tujuan tercapai. Menerima kritik, saran, mengutamakan kerja kelompok, memberi kebebasan kepada bawahan untuk berkembang dan membimbing bawahan. Hal ini tercermin pada rapat-rapat persiapan mulai bulan Jumadil Akhir. Rajab dan bulan Ruwah di tahun 1888 M. Begitu juga saat penentuan hari H penyerangan, yang disebut dengan rencana AuSerangan FajarAy pada hari Sabtu 17 Juli 1888 M ditentukan pada musyawarah terakhir pada tanggal 22 Juni 1888 M, yang diadakan di desa Gulacir di rumah H. Ismail. Kiai Wasyid dalam memimpin perlawanan menggunakan symbol-simbol islam, seperti, pakaian muslim putih, memakai sorban dan jubah. Menyampaikan wahyu ilahi dan hadits-hadits Nabi, memulai dari diri sendiri, memberi contoh keteladanan, memiliki komunikasi yang efektif, dekat dengan umat, selalu bermusyawarah dan memberikan motivasi kepada umat dan pengikutnya. Hal ini merupakan contoh keteladanan kepemimpinan Rasulullah S. Mengobarkan semangat Jihad berdasarkan pemahaman agama, merupakan kemampuan dari Kiai Wasid. Kepemimpinan yang memberikan ciri khas pada Kepemimpinan Kiai yaitu symbol dan penyampaian argumentasi berdasar Al-QurAoan dan Al-Hadist. Perubahan perilaku dan cara pandang petani Banten terhadap Belanda, oleh Ki Wasyid dapat berubah karena penyampaian visi dan misi yang menarik dan menggerakan getaran iman para pengikutnya. Kepemimpinan Kiai Wasyid memberikan harapan hidup lebih baik dan siap rela berkorban. Hal ini sesuai asas kepemimpinan dimana pemimpin dapat mempengaruhi bawahan dan menyetujui apa yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan. AuLeadership is the process influencing employees to work toward the achievement of objectivesAy. Proses mempengaruhi pengikut oleh Ki Wasyid telah berhasil menggerakan pemberontakan petani Banten pada peristiwa Geger Cilegon 1888 M. Peristiwa pemberontakan yang terjadi tidak hanya di Cilegon saja, sehingga disebut dengan Geger Cilegon, tetapi terjadi di seluruh wilayah Banten, seperti di Serang. Pandeglang dan Rangkasbitung. Peperangan berlangsung terus sepeninggal Ki Wasyid secara sporadis. Pengaruh kepemimpinan Ki Wasyid tidak padam walau Ki Wasyid wafat ditangan penjajah Belanda. Semangat juang Ki Wasyid telah tertanam kepada para pengikutnya. Kemampuan dan kesiapan yang dimiliki oleh Kiai Wasyid untuk dapat mempengaruhi masyarakat, mendorong pergerakan, mengajak para santri, jawara, ulama dan rakyat biasa bersatu dalam usaha perlawanan, menuntun umat ke jalan yang diridhoi Allah S. menggerakan mesin uang, perbekalan dan persenjataan, mengarahkan pasukan untuk bergerak, mengambil keputusan saat keadaan mendesak dan memaksa pasukan bergerak diluar yang direncanakan, karena dikhawatirkan persiapan akan sia-sia bila pasukan tidak bergerak. Hal ini merupakan kemampuan kepemimpinan seseorang dalam menggerakan pengikutnya. Kemampuan Kiai Wasyid memenuhi syarat sebagai pemimpin yang memiliki kemampuan menggerakan yang luar biasa sehingga para pengikutnya rela berkorban mengikuti arahan dan perintah Kiai Wasyid. Pesantren Beji merupakan tempat pendidikan agama, dimana Ki Wasyid memegang peran sentral dalam pengambilan kebijakan pesantren. Kiai merupakan figur yang diteladani para santri karena memiliki keilmuan agama yang mumpuni, walau Kiai Wasyid bukan pendiri tetapi karisma dan ketokohannya membuat para santri dan masyarakat siap menerima wejangan dan perintahnya. Kiai merupakan figure central pesantren. Kiai Wasyid memiliki kharisma, memegang kadaulatan pondok pesantren yang dibinanya dan memegang kekuasaan pesantren secara independen, berdiri sendiri, tidak bergantung pada orang lain atau kekuasan. Pada zaman penjajahan Belanda, 1825. Kiai merupakan representasi kekuatan agama islam di tanah Jawa. Kiai Wasyid telah membuktikan pernyataan Lapidus diatas, dimana Kiai Wasyid merupakan representasi kekuatan umat islam dalam melakukan gerakan perlawanan sehingga dikenal dengan peristiwa Geger Cilegon 1888 M yang dimotori oleh kepemimpinan Kiai. Pola Kepemimpinan Kiai dapat diketahui dengan meneliti lebih dalam dan lebih jauh mengenai gaya dalam memimpin, pengaruh merubah perilaku, fungsi dan dampak kepemimpinan Kiai. Gaya Kepemimpinan Kiai Wasyid Gaya kepemimpinan Ki Wasyid berorientasi pada tugas mengusir penjajah dan mengobarkan perlawanan dengan semangat Jihad . ask oriente. dan memusatkan orientasi pada hubungan dengan pengikutnya sehingga tercapai kesepakatan apa yang akan dilakukan, kapan dilakukan dan bagaimana cara melakukan perlawanan tersebut . mployee oriente. Hal ini menandakan Kepemimpinan Ki Wasyid memiliki gaya yang berorientasi kepada tugas dan bawahannya. Gaya kepemimpinan Kiai Wasyid merupakan hasil pemahaman agama yang tinggi dan pengalaman bergaul dengan para ulama terutama pertemuan Ki Wasyid dengan ulama terkemuka di Tanah Suci Mekah. Kepemimpinan Kiai Wasyid banyak memiliki pertimbangan dan perhatian . dalam rapat-rapat persiapan gerakan, bersifat terbuka, ramah, membangun kerjasama jaringan ulama baik Banten bagian utara dan Banten bagian Kiai Wasyid berorientasi kesejahteraan rakyatnya dengan memikirkan cara mengusir penjajahan dan penindasan oleh Belanda. Kiai memberikan arahan pekerjaan pada para pengikutnya untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Kiai memiliki gaya kepemimpinan dua dimensi yaitu . struktur pembuatan inisiatif . nitiating structur. dimana Kiai menentukan hubungan kerja antara dirinya dan pengikutnya, menciptakan pola organisasi dan prosedur kerja yang jelas, . perilaku perhatian . menggambarkan hubungan kesetiakawanan, persahabatan dan saling mempercayai antara Kiai wasyid dengan pengikutnya. Gaya merupakan sikap, gerakan, tingkah laku, gerak gerik, kesanggupan berbuat baik Ki Wasyid untuk mempengaruhi bawahan agar tujuan yang diinginkan tercapai. Berdasarkan segi manajerialnya, gaya kepemimpinan Ki Wasyid termasuk tipe pemimpin karismatik dan demokratik. Ciri kepemimpinan karismatik yang dimiliki Kiai Wasyid yaitu memiliki kemampuan super di mata pengikutnya, memiliki visi yang jelas dan dapat mentransformasikan ide-ide visioner yang menggairahkan, dan dapat mendorong pengikutnya untuk mengikuti apa yang menjadi harapan dan keinginan Kiai Wasyid. Kiai Wasid fokus pada produk, atau hasil yang diinginkan, transformasi gagasan Jihad, fokus pada sosial keagamaan dan kemasyarakatan serta fokus memikirkan kesejahteraan dan keselamatan umatnya. Kepemimpinan otokratik, militeristik dan paternalistik tidak melekat pada pola Kepemimpinan Ki Wasyid. Kepemimpinan militeristik disini tidak begitu tercermin sebagaimana komando kepemimpinan militer sehingga pemberontakan dengan cepat dapat ditumpas Belanda, pasukan tidak terkomando dengan baik. Gaya kepemimpinan karismatik memiliki kekuatan energi dan daya tarik yang besar untuk mempengaruhi orang lain, sehingga Kiai Wasyid memiliki banyak pengikut dalam jumlah besar dan memiliki kurir-kurir yang bisa dipercaya. Wasyid dianggap memiliki kekuatan gaib . upernatural powe. baik dari dirinya maupun senjatanya, dan kemampuan superhuman diperolehnya sebagai karunia dari Allah S. Kiai Wasyid banyak memiliki inspirasi, keberanian dan berpendirian teguh pada keyakinan agamanya. Keberadaan Kiai Wasyid sebagai pemimpin dan sekaligus sebagai pemimpin pesantren dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dituntut memiliki wawasan keilmuan agama yang luas dan memiliki kemampuan supranatural . dalam menjalankan misinya sebagai pewaris risalah Ulama sebagai pewaris para nabi dituntut memiliki keilmuan yang tinggi, sebagai pendidik, suri tauladan, pemimpin spiritual, dan figur yang dianggap mampu menyelesaikan persoalan umat. Ki Wasyid memiliki kemampuan sebagaimana persyaratan kepemimpinan Kiai yang kharismatik dan demokratik. Gaya kepemimpinan Kiai Wasyid memenuhi persyaratan kepemimpinan demokratis karena menempatkan manusia menjadi faktor yang terpenting, menerima saran kritik dan mementingkan musyawarah. Kiai Wasyid tidak memenuhi kepemimpinan situasional kendali bebas, karena Kiai menjalankan langsung Kepemimpinan perlawanan kepada penjajah belanda. Karismatik Kiai tercermin pada kemampuan agama yang mumpuni dan mudah memikat pengikutnya untuk mengikuti arahan dan tujuan yang Kiai Wasyid inginkan. Pengaruh Kepemimpinan Kiai Wasyid Pengaruh kepemimpinan Kiai Wasyid memberikan organisasi perlawanan terhadap Belanda berjalan efektif. Hal ini dilakukan oleh Kiai Wasyid karena dapat memberikan interpretasi . terhadap situasi yang berkembang di pemberontakan baik tempat dan strategi pilihan . yang akan dikerjakan, memberikan motivasi . semangat kepada para pengikutnya, dapat mengorganisasikan dan mengkoordinasikan . rganization and coordinatio. para mengembangkan . , pengikutnya, memberikan pelajaran agama dan berbagi pengetahuan mengenai wawasan keilmuan . earning and sharin. , memberi dukungan dan kerjasama dengan pihak luar . sehingga ada beberapa pendukung sebagai infiltrasi terbunuh sebagai syahid, merancang struktur perlawanan dan program yang akan dilaksanakan . dan berbagi nilai dan kepercayaan . hared beliefs and value. terhadap para pengikut dan pihak luar. Pengarahan Kiai Wasyid memberikan pengaruh yang dalam kepada pengikutnya sehingga mereka rela berkorban untuk mengikuti visi dan misi perjuangan Kiai Wasyid. Kemampuan kekuatan mempengaruhi Kiai ditentukan oleh kekuatan pribadi Kiai Wasyid . ersonal powe. yang didasarkan pada keilmuan agama yang mumpuni dan mampu menerapkan ajaran agama pada dirinya dan pengikutnya . xpert powe. Kemampuan formal Kiai . egitimate powe. sebagai pimpinan pesantren Beji, kekuatan referensi Kiai . eferent powe. yang nampak pada pengakuan dan pertemanan Kiai baik sewaktu belajar di tanah Suci Mekah atau ketika memimpin pesantren Beji di Bojonegoro. Kemampuan pengaruh Ki Wasyid sangat besar dalam menentukan unjuk kerja perlawanan dan menyatukan komitmen Peran Kiai Wasyid sangat mempengaruhi perilaku pengikut untuk mengikuti arahan dan Kiai. Kemampuan Keterampilan Kiai Wasyid memberikan pengikut berpikir dan bertindak sedemikian rupa memberikan perilaku positif dalam pencapaian tujuan yang diinginkan dalam pemberontakan mengusir penjajah Belanda yang penuh dengan resiko dan bahaya. Peran Kiai Wasyid telah menempatkan sebagai motor penggerak utama perlawanan sehingga para pengikut dapat mengikuti langkah perjuangan Kiai sesuai peran dan kedudukan masingmasing pengikut yang sudah dirancang Kiai. Teknik mempengaruhi pengikut dilakukan dengan efektif oleh Kiai Wasyid dengan cara memberikan argumentasi yang rasional . ational persuasio. problem yang dihadapi masyarakat Banten yang terhimpit keadaan ekonomi dan . nspiration appeal. untuk melakukan tindakan yang heroik terhadap penjajahan Belanda, memberikan bimbingan dan arahan . dan kerjasama yang baik . Kiai menjalankan kemampuan pengaruh dengan berbagai teknik seperti menaksir keuntungan Jihad dan mati syahid . , merubah sesuatu menjadi lebih baik . , serta dengan menekan . agar segera melakukan perlawanan sebelum kegiatan diketahui pihak musuh. Pengaruh kepemimpinan Kiai Wasyid merupakan yang mengacu pada satu figure Kiai yang dianggap para pengikutnya memiliki kekuatan supranatural dari Allah S. dalam mempengaruhi pengikut. Kekuatan pengaruh Kiai dapat menggerakkan pengikutnya untuk mengikuti perjuangan melawan pendudukan Belanda, sedang resiko yang dihadapi pengikutnya cukup besar, yaitu terbunuh atau terusir dari tempat tinggalnya. Fungsi Kepemimpinan Kiai Wasyid Fungsi kepemimpinan Kiai Wasyid memiliki dua dimensi yaitu . berkenaan dengan tingkat mengarahkan . dalam tindakan kepemimpinan. Ki Wasyid telah berhasil mengarahkan para pengikutnya untuk mengikuti rancangan gerakan pemberontakan terhadap penjajah Belanda yang telah disusun dan disepakati untuk dilaksanakan pada waktu tertentu, . berkenaan dengan tingkat dukungan . , dalam melaksanakan gerakan perlawanan. Dukungan ulama, santri dan jawara seBanten telah menjadi bukti kesuksesan dukungan keterlibatan orang orang untuk mengikuti pemberontakan. Peperangan berlangsung sengit tidak hanya di Cilegon saja tetapi berkembang ke seluruh Banten sampai peperangan terakhir di daerah Sumur Pandeglang. Banten Selatan. Lima fungsi pokok kepemimpinan telah dijalankan Kiai Wasyid yaitu instruksi, konsultasi, partisipasi, delegasi dan Fungsi kepemimpinan mengarahkan dan mengerahkan pasukan berjalan dengan baik, sesuai rencana dan pengorganisasian pemberontakan. Kepemimpinan Kiai memiliki fungsi pengarahan diartikan yaitu proses pemberian motivasi pengikutnya untuk memiliki semangat juang yang tinggi, membela kebenaran dan janji-janji kemenangan bagi orang yang beriman. Pengaturan orang di atur Kiai untuk efektivitas gerakan, pemilihan kurir/ perantara informasi untuk memastikan pesan yang sampai dan penyelesaian konflik antar anggota kelompok. Fungsi Kiai Wasyid disini terlihat jelas pada motivasi pengikutnya, walau Kiai sudah meninggal tetapi semangat perjuangan tidak pernah padam, seperti api dalam sekam. Hal ini terbukti adanya perlawanan setelah Kiai Wasyid wafat. Fungsi Kiai sebagai pengarah sesuai dengan kemampuan Kiai dalam ilmu agama yang mumpuni, yang memahami makna dan tafsir dari kandungan AlQurAoan dan Al-Hadits. Fungsi kepemimpinan Kiai Wasyid meliputi sebagai pembina pesantren, pembimbing umat, pengarah motivasi pengikut, pemberi contoh keteladanan, mengatasi masalah . roblem solvin. , pengambil keputusan . ecision makin. , pemegang kendali perang, penyusun strategi perlawanan dan pengambil inisiatif Dampak Kepemimpinan Kiai Wasyid Kepemimpinan Kiai memberikan dampak pada kemajuan dan kemunduran pondok pesantren Beji. Ketika dikelola dengan pembinaan yang sesuai dengan pendidikan pesantren maka pesantren Beji mengalami kemajuan dengan banyaknya santri dan simpatisan Kiai. Ketika Kiai memutuskan melakukan perlawanan terhadap penguasa, maka ketika Kiai mengalami kekalahan maka pesantren Beji di bumi hanguskan dan rata dengan tanah sampai saat ini, dan sekarang pesantren Beji belum ada tanda-tanda generasi penerus membangun pesantren sebagai pusat gerakan perubahan . gent of chang. Dampak kepemimpinan Kiai memberikan kebijakan yang progresif dan visioner, memastikan efektivitas dan produktivitas dengan parameter yang jelas, mendorong pengikut untuk melaksanakan visi dan misinya. Kebijakan Kiai menentukan program secara cepat dan memiliki visi keagamaan yang kental, mampu merubah perilaku pengikut dalam tempo singkat. Kebijakan Kiai bernilai negatif bila kebijakan Kiai dianggap subjektif, seperti penentuan tanggal atau waktu pemberontakan, ditentukan oleh subjektivitas Kiai, tidak ditentukan oleh kekuatan dan kemampuan pendanaan dan peralatan. Kepemimpinan Kiai Wasyid yang memiliki kepemimpinan karismatik berdampak positif seperti berorientasi pada kekuasaan sosial dan nilai-nilai Keikhlasan beramal dan berjuang, memiliki pengikut yang setia dan banyak, serta memiliki ideologi yang diperjuangkan melebihi nilai dirinya sendiri. Konotasi kepemimpinan karismatik negatif pada Kiai Wasyid tidak terlihat yaitu memiliki orientasi kekuasaan pribadi, menggunakan daya tarik ideologis untuk kepentingan pribadi, pengikut bergantung kepada pemimpin, menciptakan khayalan Kepemimpinan Kiai Wasyid memberikan kepemimpinan yang positif, sampai Kiai rela berkorban untuk memperjuangkan nilai . yang diyakini kebenaranya, menghantar menjadi syahid di jalan Allah SWT bersama para pengikutnya yang setia. Dampak kepemimpinan Kiai yang progresif yaitu memutuskan untuk melakukan pemberontakan terhadap penjajah Belanda. Perhitungan matematis kebendaan bukan merupakan tolok ukur seperti perbekalan dan persenjataan, tetapi keyakinan akan menang berdasar tauhid telah menggerakan gelora jihad. Keyakinan berdasar agama tidak bisa dibandingkan dengan nilai duniawi, untuk itu keyakinan Kiai dan pengikutnya merupakan pilihan jalan terbaik. Dampak atas kekalahan pemberontakan adalah banyaknya pejuang yang syahid, ada pejuang yang di hukum gantung dan 99 orang dibuang keluar pulau Jawa. Rumah Ki Wasyid di Beji dan pengikutnya dibumihanguskan Belanda serta perkampungan Beji diratakan dengan KESIMPULAN Berdasarkan AuKepemimpinan Kiai Wasyid bab-bab Geger Cilegon 1888Ay, peneliti mengambil kesimpulan sebagai berikut: Kepemimpinan Kiai Wasyid mengarahkan para pengikutnya untuk bertindak sesuai arah dan tujuan yaitu mengadakan perlawanan terhadap penjajahan Belanda sehingga terjadi gerakan pemberontakan yang dikenal dengan peristiwa Geger Cilegon 1888. Pengarahan Kiai melalui kemampuan Kiai dalam memberikan instruksi dan nasehat agama. Keberhasilan kepemimpinan Kiai sangat ditentukan oleh gaya, pengaruh, fungsi dan dampak yang dihasilkan. Kiai merupakan tokoh sentral dalam menentukan arah gerakan perlawanan. Kesuksesan Kepemimpinan Kiai ditandai dengan banyaknya jumlah pejuang, luasnya daerah peperangan dan dampak yang ditimbulkan akibat gerakan pemberontakan Geger Cilegon 1888. Gaya Kepemimpinan Kiai Wasyid memenuhi persyaratan sebagai pemimpin yang demokratis dan kharismatis. Kepemimpinan demokratis terlihat dari Kiai menekankan pentingnya musyawarah, menerima kritik dan saran dalam hal-hal yang penting serta memandang persamaan antara hak dan kewajiban pengikut. Karismatik Kiai nampak pada popularitas dan ketokohan di masyarakat. Perpaduan kedua gaya kepemimpinan Kiai membuat gerakan perlawanan dapat berhasil diwujudkan dalam bentuk peristiwa Geger Cilegon 1888. Pengaruh Kepemimpinan Kiai Wasyid ditentukan oleh kekuatan sebagai pembina pesantren Beji dan memiliki keilmuan agama yang mumpuni. Pengaruh kepemimpinan Kiai merupakan pola kepemimpinan yang mengacu pada satu figure Kiai yang dianggap para pengikutnya memiliki kekuatan supranatural dari Allah S. dalam mempengaruhi pengikut. Kekuatan pengaruh Kiai dapat pemberontakan Geger Cilegon 1888. Fungsi Kepemimpinan Kiai mengarahkan pengikutnya melalui kemampuan ilmu komunikasi terhadap pengikutnya, memberikan motivasi, memberi keteladanan, menyelesaikan permasalahan dan memberi keputusan untuk mengadakan gerakan pemberontakan Geger Cilegon 1888. Dampak kepemimpinan Kiai Wasyid dapat terjadi karena kemampuan Kiai dalam merubah pola pikir pengikut sehingga melahirkan tindakan yang mendukung gerakan pemberontakan Geger Cilegon 1888. Dampak positifnya Belanda mengadakan perbaikan menghadapi warga Banten, seperti kemudahan naik haji. Dampak negatifnya. Belanda melakukan aksi balas dendam dengan membunuh sisa sisa para pengikut setia KI Wasyid. DAFTAR PUSTAKA