PRIMER: Jurnal Ilmiah Multidisiplin 2024. Vol. No. 1, 16-26 https://doi. org/10. 55681/primer. Mengungkap Kenakalan Remaja: Penyebab. Dampak, dan Solusi Abdi Mahesha*. Dinie Anggraeni. Muhammad Irfan Adriansyah Universitas Pendidikan Indonesia. Indonesia *Corresponding authorAos e-mail : abdimahesha@upi. e-ISSN: 2985-7996 Article History: Received: 31-12-2023 Accepted: 20-02-2024 A 2024. The Author. Abstrak : Remaja merupakan masa transisi anak-anak menuju Umumnya remaja berusia 11 atau 12 tahun hingga 20 Remaja merupakan penerus bangsa yang diharapkan dapat membangun masa depan yang cerah. Namun, saat ini marak sekali fenomena kenakalan remaja, mulai dari bolos sekolah hingga narkoba dan pembunuhan. Hal ini disebabkan oleh faktor internal . risis identitas dan kontrol diri yang lema. dan faktor eksternal . ingkungan keluarga yang buruk, kurangnya pemahaman tentang agama, dan pengaruh lingkungan sekita. Kenakalan remaja ini berdampak buruk pada kesehatan fisik maupun mental remaja, menyebabkan ketidakharmonisan keluarga, dan dipandang buruk oleh Kenakalan remaja dapat diminimalisasi dengan tindakan pencegahan . , pembetulan atau penindakan . , pengentasan . , dan penjagaan atau pemeliharaan . Peran dari keluarga, sekolah dan masyarakat dapat meminimalisasi kenakalan remaja. Kata Kunci : Remaja. Kenakalan remaja. Lingkungan This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. PRIMER: Jurnal Ilmiah Multidisiplin. Vol. No. 1 (Februari, 2. : 16-26 e-ISSN 2985-7996 PENDAHULUAN Remaja . berarti berkembang menjadi dewasa. Dalam cakupan yang lebih luas, remaja berarti tahap kematangan mental, emosional fisik dan sosial. Umumnya remaja berusia 11 atau 12 tahun sampai usia 20 tahun. Kenakalan remaja merupakan fenomena sosial yang saat ini sedang marak terjadi. Kartono . dalam Rizki . , mengatakan bahwa kenakalan remaja adalah perilaku menyimpang pada remaja yang disebabkan oleh pengabaian sosial. Santrock . alam Aviyah, 2. mengatakan bahwa kenakalan remaja merupakan berbagai kumpulan prilaku yang ditolak secara sosial hingga tindak kriminal. Menurut BPS, jumlah pemuda di Indonesia pada tahun 2023 diperkirakan berjumlah 64,16 juta jiwa atau sekitar 23,18% dari jumlah penduduk Indonesia. Kenakalan remaja di Indonesia mencapai angka 7007 kasus dengan 255 kasus tawuran antar pelajar pada tahun 2014 dan pada tahun 2015 mencapai 7762 kasus. Dari tahun ke tahun jumlah kenakalan remaja meningkat sekitar 10,7%. Kasus kenakalan remaja umumnya tindakan pencurian, pergaulan bebas, pembunuhan dan narkoba. Kenakalan remaja diprediksi mencapai 12944,47 kasus pada Remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Remaja dikatakan bukan lagi seorang anak-anak, tapi belum cukup untuk dikatakan dewasa. Masa ini merupakan masa dimana remaja mencari jati dirinya. Remaja melakukan banyak hal yang belum mereka rasakan dan ketahui akibatnya. Seringkali kesalahan yang mereka perbuat selama masa pencarian jati diri menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Hal ini lah yang kita sebut dengan kenakalan remaja. Kenakalan remaja adalah masalah serius yang harus segera diatasi. Remaja sebagai aset bangsa, menanggung beban terhadap masa depan bangsanya. Oleh karena itu, setiap elemen masyarakat harus menaruh perhatian yang serius untuk menanggulangi masalah ini. Dengan meminimalisir kenakalan remaja, masa depan bangsa menjadi lebih terjamin. METODE PENELITIAN Penelitian kualitatif . ualitative researc. adalah jenis penelitian yang menghasilkan temuan yang tidak dapat dicapai dengan menggunakan teknik kuantitatif atau statistik lainnya (Nugrahani, 2014:. Penelitian kualitatif digunakan untuk menginvestigasi, menggambarkan, menemukan, dan menjelaskan kualitas atau karakteristik dari dampak sosial yang tidak dapat dijelaskan, diukur, atau diilustrasikan melalui metode kuantitatif. Penelitian kualitatif merujuk pada jenis penelitian yang mengeksplorasi kondisi alamiah suatu objek, di mana peneliti berperan sebagai instrumen utama. Tujuan dari penelitian kualitatif adalah untuk memahami gejala sosial atau fenomena dengan penekanan pada pemahaman menyeluruh terhadap fenomena yang sedang diteliti. Perbedaannya dengan penelitian kuantitatif terletak pada pendekatan ini dimulai dengan data, menggunakan teori yang ada sebagai dasar penjelasan dan menghasilkan teori di akhir penelitian. Sugiyono . alam Framanta, 2. mengatakan studi pustaka merupakan teknik pengumpulan data yang melalui pencarian informasi dan data melalui dokumendokumen tertulis, foto-foto, gambar, maupun dokumen elektronik yang dapat membantu dalam proses penulisan. Studi pustaka, atau library research, merupakan metode pengumpulan data yang melibatkan pencarian informasi dan data melalui sumber-sumber seperti jurnal ilmiah, buku referensi, dan publikasi yang tersedia di Data yang diperoleh berasal dari berbagai sumber, termasuk buku, jurnal, dan penelitian-penelitian sebelumnya yang telah dilakukan. Adapun metode yang digunakan bertujuan untuk memberikan gambaran tentang kenakalan remaja, faktor https://ejournal. id/index. php/primer/article/view/278 PRIMER: Jurnal Ilmiah Multidisiplin. Vol. No. 1 (Februari, 2. : 16-26 e-ISSN 2985-7996 penyebab terjadinya kenakalan remaja, dampak kenakalan remaja, cara menanggulangi kenakalan remaja. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan data BPS pada tahun 2023, terdapat 64,16 juta jiwa atau 23,18% jumlah pemuda dengan kisaran usia 16-30 tahun. Jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya dengan persentase 24%. Menurut santrock . dalam karlina . , bahwa Remaja . dapat didefinisikan sebagai fase perkembangan yang melibatkan perubahan biologis, kognitif, dan sosial-emosional, terjadi sebagai transisi antara masa kanak-kanak dan masa dewasa. Selanjutnya Menurut Jahja . alam Saputro, 2. mengemukakan bahwa masa remaja adalah sebuah periode transisi dari anak-anak ke dewasa. Periode ini yang ditandai dengan perubahan biologis, kognitif, dan sosial-emosional. Masa remaja dikelompokkan menjadi beberapa tahapan berikut ini: Pra remaja . Ae 14 tahu. Masa pra remaja merupakan masa sebelum memasuki masa remaja. Umumnya terjadi selama setahun. Pada masa pra remaja, anak mengalami pertumbuhan fisik yang signifikan. Pada perempuan, terjadi pertumbuhan payudara, tumbuhnya bulu halus di tubuh dan wajah, serta pertumbuhan tulang dan otot. Pada laki-laki, terjadi pertumbuhan testis dan penis, tumbuhnya bulu halus di tubuh dan wajah, serta pertumbuhan tulang dan otot. Perubahan fisik ini seringkali membuat anak merasa canggung dan tidak nyaman dengan tubuhnya. Anak pra remaja seringkali mengalami fluktuasi emosi yang kuat. Mereka mungkin merasa cemas, sensitif, atau mudah marah. Hal ini disebabkan oleh perubahan hormonal yang signifikan selama masa ini. Anak juga mulai mengalami perasaan suka dan cinta yang mungkin dirasakan untuk pertama kalinya. Pada masa pra remaja, anak mulai mengembangkan hubungan sosial yang lebih kompleks. Mereka mungkin lebih tertarik untuk menghabiskan waktu dengan teman sebayanya daripada keluarga. Masa ini juga merupakan awal dari eksplorasi identitas sosial, di mana anak mencari kelompok teman sebaya yang mereka identifikasi. Kemampuan kognitif anak juga mengalami perkembangan pada masa pra remaja. Mereka mulai mampu berpikir https://ejournal. id/index. php/primer/article/view/278 PRIMER: Jurnal Ilmiah Multidisiplin. Vol. No. 1 (Februari, 2. : 16-26 e-ISSN 2985-7996 lebih abstrak, mempertanyakan hal-hal yang sebelumnya dianggap sebagai kebenaran mutlak, dan mulai mengembangkan pemahaman yang lebih kompleks tentang dunia. Selain itu, pada masa pra remaja, anak juga mulai mengalami peningkatan rasa ingin tahu tentang seksualitas dan pubertas. Mereka mungkin mulai mencari informasi tentang topik ini dan mempertanyakan perubahan yang terjadi pada tubuh mereka. Remaja awal . atau 14 tahun sampai 17 tahu. Masa remaja, atau sering disebut sebagai masa pubertas, adalah periode perkembangan yang terjadi antara masa anak-anak dan dewasa. Usia umum masa remaja adalah dari 13 hingga 19 tahun, tetapi batas usia ini dapat sedikit berbeda dari orang ke orang. Pada masa remaja, perubahan fisik, emosional, sosial, dan kognitif yang signifikan terjadi. Pertumbuhan fisik yang pesat merupakan tanda masa remaja. Pada perempuan, terjadi pertumbuhan payudara, pertumbuhan bulu halus di bagian ketiak dan selangkangan, serta pertumbuhan tubuh secara Pada laki-laki, terjadi pertumbuhan testis dan penis, tumbuhnya bulu halus di wajah dan tubuh, serta pertumbuhan otot dan tulang. Selain itu, terjadi perubahan pada suara, pertumbuhan rambut di wajah, dan pertumbuhan tubuh secara keseluruhan. Perubahan fisik ini disebabkan oleh perubahan hormonal yang Masa remaja seringkali diwarnai oleh fluktuasi emosi yang kuat. Remaja mungkin mengalami perasaan cemas, depresi, atau kebingungan identitas. Mereka juga mulai mengalami perasaan suka dan cinta yang lebih kompleks. Pada saat yang sama, remaja juga mencari otonomi dan kebebasan yang lebih besar, sambil mencoba untuk memahami peran mereka dalam keluarga dan masyarakat. Pada masa remaja, hubungan sosial yang lebih kompleksremaja mulai dikembangkan. Mereka mungkin lebih tertarik pada teman sebaya dan mulai mencari identitas sosial mereka. Proses ini seringkali disertai dengan eksplorasi nilai-nilai, kepercayaan, dan identitas budaya. Kemampuan kognitif remaja juga mengalami perkembangan yang signifikan. Mereka mulai mampu berpikir secara abstrak, mempertanyakan otoritas, dan mengembangkan pemahaman yang lebih kompleks tentang dunia. Proses ini juga dapat disertai dengan eksplorasi nilai-nilai dan keyakinan pribadi. Masa remaja juga ditandai dengan peningkatan rasa keingintahuan tentang seksualitas, pubertas, dan hubungan romantis. Remaja mungkin mulai mencari informasi tentang topik-topik ini dan mempertanyakan perubahan yang terjadi pada tubuh dan pikiran mereka. Remaja lanjut . -20 atau 21 tahu. Masa remaja lanjut, juga dikenal sebagai masa remaja akhir atau masa remaja dewasa muda adalah periode perkembangan yang ditandai dengan perubahan yang signifikan dalam hal identitas, kemandirian, pendidikan, karier, dan hubungan Masa remaja lanjut biasanya merupakan waktu di mana orang mengeksplorasi identitas mereka yang lebih dalam. Remaja mungkin mulai mempertimbangkan identitas mereka, prinsip, dan tujuan hidup mereka. Selain itu, mereka mulai mengambil keputusan yang lebih besar tentang pendidikan, karir, dan kehidupan pribadi mereka karena mereka menjadi lebih mandiri. Masa remaja lanjut biasanya merupakan masa di mana remaja memasuki perguruan tinggi atau memulai pendidikan lanjutan. Mereka mulai menyelidiki minat akademik dan profesional mereka dengan lebih dalam, lalu memilih jalur pendidikan dan karir yang sesuai dengan minat dan potensi mereka. Selama masa remaja lanjut, remaja juga dapat membentuk hubungan sosial dan romantis yang lebih serius. Hubungan dengan teman sebaya, keluarga, dan masyarakat mungkin juga mengalami Selama proses ini, mereka umumnya mengeksplorasi nilai-nilai, https://ejournal. id/index. php/primer/article/view/278 PRIMER: Jurnal Ilmiah Multidisiplin. Vol. No. 1 (Februari, 2. : 16-26 e-ISSN 2985-7996 keyakinan, dan peran sosial secara lebih mendalam. Masa remaja lanjut juga menjadi waktu di mana remaja mulai mengelola kesehatan mental dan emosional mereka secara lebih efisien, belajar mengatasi stres, mengelola emosi, dan meningkatkan kesehatan mental. Selain itu, banyak remaja pada masa ini mulai merasakan kemandirian finansial, seperti bekerja paruh waktu, mengelola keuangan mereka sendiri, dan mempersiapkan diri untuk hidup mandiri di masa depan. Masa remaja lanjut seringkali mencakup fase di mana remaja memasuki perguruan tinggi atau melanjutkan pendidikan mereka. Pada periode ini, mereka mulai memilih jalur pendidikan dan karir yang sesuai dengan minat dan bakat mereka, seringkali dengan menyelidiki minat akademik dan profesional mereka secara lebih Selama masa remaja lanjut, remaja juga dapat membentuk hubungan sosial dan romantis yang lebih serius. Hubungan dengan teman sebaya, keluarga, dan masyarakat mungkin juga mengalami perubahan. Selama proses ini, mereka umumnya mengeksplorasi nilai-nilai, keyakinan, dan peran sosial secara lebih Masa remaja lanjut juga menjadi waktu di mana remaja mulai mengelola kesehatan mental dan emosional mereka secara lebih efisien, belajar mengatasi stres, mengelola emosi, dan meningkatkan kesehatan mental. Selain itu, banyak remaja pada masa ini mulai merasakan kemandirian finansial, seperti bekerja paruh waktu, mengelola keuangan mereka sendiri, dan mempersiapkan diri untuk hidup mandiri di masa depan. Pada masa ini mengalami perubahan yang cepat baik secara fisik, maupun Berikut adalah perubahan yang terjadi selama masa remaja: Perubahan emosional yang terjadi dengan cepat selama masa remaja awal seringkali disebut sebagai periode stres. Pada tahap ini, remaja menghadapi berbagai tuntutan dan tekanan, termasuk harapan untuk tidak lagi bersikap seperti anak-anak, meningkatkan tingkat kemandirian, dan mengembangkan tanggung Transformasi fisik yang dicirikan oleh kematangan seksual melibatkan perubahan yang cepat. Ini mencakup perubahan internal seperti perubahan pada sistem sirkulasi, pencernaan, dan pernapasan, serta perubahan eksternal seperti peningkatan tinggi badan, pertambahan berat badan, dan perubahan proporsi Transformasi dalam aspek keuangan menjadi hal yang menarik bagi remaja dan mempengaruhi hubungan mereka dengan orang lain. Karena munculnya tanggung jawab yang lebih besar selama masa remaja, diharapkan remaja dapat mengalihkan ketertarikan mereka kepada hal-hal yang lebih penting. Pada tahap ini, remaja tidak hanya terlibat dengan individu sejenis, melainkan juga mulai membentuk hubungan dengan lawan jenis dan orang dewasa. Perubahan nilai terjadi ketika apa yang dianggap penting oleh remaja mengalami pergeseran dari nilai-nilai masa kanak-kanak menuju nilai-nilai yang lebih relevan dengan dewasa, seiring mereka mendekati fase kedewasaan. Sebagian besar remaja cenderung ambivalen dalam menghadapi perubahan. Meski di satu sisi mereka menginginkan kebebasan, tapi di sisi lain, mereka merasakan ketakutan akan tanggung jawab yang datang bersamaan dengan kebebasan Mereka juga meragukan kemampuan mereka sendiri untuk mengemban tanggung jawab tersebut. Kenakalan remaja, atau yang dikenal sebagai Juvenile Delinquency, merujuk pada perilaku menyimpang yang dilakukan oleh anak-anak muda. Ini merupakan suatu gejala sosial yang bersifat patologis pada remaja, disebabkan oleh berbagai bentuk ketidaksesuaian sosial atau kurangnya keterlibatan positif dalam kehidupan sosial. https://ejournal. id/index. php/primer/article/view/278 PRIMER: Jurnal Ilmiah Multidisiplin. Vol. No. 1 (Februari, 2. : 16-26 e-ISSN 2985-7996 Akibatnya, remaja ini cenderung mengembangkan perilaku yang melanggar normanorma sosial. Menurut Cavan . alam Karlina, 2. dalam bukunya yag berjudul AuJuvenile DelinquencyAy menyatakan bahwa Kenakalan remaja bisa dianggap sebagai gangguan pada anak dan remaja yang muncul karena mereka kesulitan memenuhi sejumlah kewajiban yang diharapkan dari lingkungan sosial mereka. Ini adalah gejala sosial yang menunjukkan ketidaksesuaian pada anak-anak dan remaja, disebabkan oleh bentuk ketidakcocokan sosial atau kurangnya keterlibatan positif dalam kehidupan Akibatnya, mereka cenderung mengembangkan perilaku yang melanggar normanorma sosial. Beberapa kajian dan perumusan psikolog Dr. Fuad Hasan dan Drs. Bimo Walgito, menyatakan bahwa arti juvenile delinquency menegenai kualitas subyek, yaitu dari kualitas anak menjadi remaja yang mengalami pergeseran. Kategori kenakalan remaja dapat dibagi menjadi tiga, yakni kategori kenakalan biasa, kategori yang melibatkan pelanggaran atau tindakan kriminal, dan kategori yang bersifat khusus. Sedangkan menurut Adler . dalam (Suryandari, 2. , bentuk dari kenakalan remaja: Mengganggu keamanan lalu lintas dengan kebut-kebutan di jalanan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain. Mengacaukan ketentraman masyarakat sekitar dengan perilaku ugal-ugalan dan Tawuran, perkelahian antar geng, antar kelompok, antar sekolah, antar suku sampai menimbulkan korban jiwa. Bolos sekolah. Ancaman, intimidasi, pemerasan, pencurian, copet, perampasan, jambret, serangan, perampokan, dan tindakan pembunuhan, meracuni, serta pelanggaran lainnya adalah beberapa perilaku yang melibatkan kekerasan dan kejahatan. Semua tindakan ini dapat memiliki konsekuensi hukum dan dampak sosial yang serius. Merayakan pesta dengan minuman yang memabukkan, terlibat dalam hubungan seks bebas, dan perilaku mabuk-mabukkan yang mengganggu sekitarnya. Kejahatan pemerkosaan, pembunuhan dengan motif seksual, tuntutan pengakuan diri, depresi yang parah, rasa kesunyian, rasa balas dendam, kekecewaan atas penolakan cintanya oleh seorang wanita, dan sebagainya. Ketergantungan narkoba. Homoseksualitas. Judi atau taruhan. Seks yang dikomersialisasikan, aborsi janin oleh gadis- gadis delikuen, dan bayi yang dibunuh oleh wanita yang hamil diluar nikah. Tindakan radikal dan ekstrim, dengan cara kekerasan, penculikkan dan pembunuhan yang dilakukan oleh anak-anak remaja. Perilaku asosial dan anti-sosial yang dapat disebabkan oleh gangguan kejiwaan pada anak-anak dan remaja yang menderita gangguan psikopatik, neurotik, dan gangguan jiwa lainnya. Tindakan kejahatan dapat disebabkan oleh penyakit tidur seperti encephalitis lethargica, serta dampak dari ledakan meningitis dan post-encephalitic. Selain itu, cedera kepala yang menyebabkan kerusakan otak juga dapat menyebabkan kerusakan mental, yang dapat mengakibatkan hilangnya kemampuan seseorang untuk mengendalikan diri. https://ejournal. id/index. php/primer/article/view/278 PRIMER: Jurnal Ilmiah Multidisiplin. Vol. No. 1 (Februari, 2. : 16-26 e-ISSN 2985-7996 Penyimpangan tingkah laku yang disebabkan oleh kerusakan pada karakter anak yang memerlukan kompensasi, yang mungkin terjadi karena adanya organ-organ Kenakalan remaja disebabkan oleh faktor internal . aktor yang berasal dari remaja itu sendir. dan faktor eksternal . aktor yang berasal dari lua. Faktor Internal Krisis identitas, perubahan biologis dan sosiologis pada remaja memunculkan terjadinya dua bentuk penyatuan. Pertama, munculnya perasaan konsistensi dalam kehidupan mereka. Kedua, pencapaian identitas peran. Kegagalan dalam mencapai integrasi kedua dapat menyebabkan timbulnya perilaku kenakalan Kontrol diri yang lemah. Remaja yang tidak mampu belajar dan membedakan antara perilaku yang benar dan yang salah cenderung terlibat dalam perilaku Bahkan bagi remaja yang telah memahami perbedaan antara kedua jenis perilaku tersebut, risiko terjerumus tetap ada jika mereka tidak dapat mengembangkan kontrol diri yang memadai. Faktor Eksternal Lingkungan keluarga. Lingkungan keluarga yang tidak sesuai, seperti keluarga yang broken home atau rumah tangga yang berantakan karena kematian salah satu orang tua, konflik berkepanjangan dalam keluarga, atau kondisi ekonomi yang sulit, dapat menjadi pemicu terjadinya kenakalan remaja. Minimnya pemahaman tentang keagamaan. Peran agama sangat penting karena nilai-nilai moral yang berasal dari agama cenderung tetap tidak berubah seiring perubahan waktu dan tempat. Pendidikan moral atau agama bagi remaja perlu dimulai sejak usia dini sesuai dengan tahap perkembangannya, karena setiap anak yang lahir belum memiliki pemahaman tentang benar dan salah, serta batasanbatasan moral dalam lingkungannya. Dalam masyarakat yang semakin menjauh dari nilai-nilai agama, kemerosotan moral pada orang dewasa menjadi hal umum. Perilaku buruk yang ditunjukkan oleh orang dewasa dapat menjadi contoh atau panutan bagi anak-anak dan remaja, sehingga berpotensi menimbulkan perilaku kenakalan remaja. Pengaruh dari lingkungan sekitar. Bergaul dengan teman sebaya yang memiliki perilaku kurang baik dapat mempengaruhi perilaku dan karakter remaja ke arah yang buruk. Tempat pendidikan. Kenakalan remaja yang sering terjadi di sekolah melibatkan perilaku sering membolos selama jam pelajaran dan melanggar peraturan sekolah secara berulang. Kenakalan remaja berdampak pada diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Berikut dampak dari kenakalan remaja antara lain: Bagi diri sendiri, kenakalan remaja dapat mempengaruhi kesehatan baik fisik dan Kenakalan remaja akan membuat pelakunya kecanduan, walaupun hal tersebut nikmat,tapi itu semua hanya bersifat sesaat saja. Dampak secara fisik melibatkan risiko sering terserang berbagai penyakit akibat pola hidup yang tidak Bagi keluarga. Kenakalan remaja dapat menyebabkan ketidakharmonisan dalam keluarga dan terputusnya komunikasi antara orang tua dan anak. Hal ini tidak baik karena bisa mengakibatkan perilaku remaja yang sering keluar malam, jarang pulang, dan menghabiskan waktu bersama teman-temannya untuk kegiatan yang https://ejournal. id/index. php/primer/article/view/278 PRIMER: Jurnal Ilmiah Multidisiplin. Vol. No. 1 (Februari, 2. : 16-26 e-ISSN 2985-7996 tidak sehat seperti minum-minuman keras atau mengonsumsi narkoba. Akhirnya, keluarga akan merasa malu dan kecewa atas tindakan remaja tersebut. Penting untuk memahami bahwa perilaku kenakalan remaja mungkin juga menjadi cara bagi mereka untuk melampiaskan rasa kekecewaan terhadap dinamika keluarga yang Bagi lingkungan masyarakat. Apabila seorang remaja melakukan kesalahan dalam kehidupan masyarakat, dampaknya akan merugikan dirinya dan keluarganya. Masyarakat cenderung menganggap bahwa remaja tersebut adalah tipe orang suka berbuar onar dan mengganggu ketentraman masyarakat. Masyarakat menganggap remaja tersebut rusak moral dan pandangan masyarakat menjadi negatif terhadap Menurut Ayuningtyas . upaya yang dilakukan dalam mengurangi perilaku kenakalan remaja dapat dikelompokkan menjadi tindakan pencegahan . , pengentasan . , pembetulan atau penindakan . , dan penjagaan atau pemeliharaan . Tindakan preventif ( pencegaha. munculnya kenakalan remaja dapat dilaksanakan melalui cara berikut: Mengenal dan mengetahui ciri umum dan khas remaja Mengetahui kesulitan-kesulitan yang umumnya dihadapi oleh para remaja dapat membantu dalam memahami faktor-faktor yang mungkin menjadi penyebab pelampiasan dalam bentuk kenakalan. Upaya pembinaan remaja dapat dilakukan melalui berbagai cara dan strategi: Memperkuat mental remaja agar mampu mengatasi tantangan yang dihadapi. Memberikan ajaran agama, nilai-nilai budi pekerti, dan etika. Menciptakan lingkungan yang mendukung dan menyediakan sarana untuk pengembangan diri. Memberikan nasihat secara umum dengan harapan memberikan manfaat. Meningkatkan motivasi dan dorongan untuk berperilaku baik serta mendorong hubungan sosial yang positif. Mengadakan diskusi kelompok untuk memberi kesempatan pada remaja untuk menyampaikan pandangan dan pendapat mereka, sambil memberikan arahan positif. Memperbaiki kondisi lingkungan sekitar, baik dalam keluarga maupun masyarakat, di mana seringkali terjadi kenakalan remaja. Tindakan represif . pelanggaran norma-norma sosial dan moral dapat dilakukan dengan memberlakukan hukuman terhadap setiap pelanggaran. Dengan memberlakukan sanksi yang tegas terhadap pelaku kenakalan remaja, diharapkan mereka menjadi jera dan tidak mengulangi perilaku menyimpang. Oleh karena itu, implementasi tindakan lanjut harus dilakukan melalui penegakan hukuman atau pidana langsung terhadap mereka yang terlibat dalam perilaku kriminal tanpa pandang bulu. Tindakan kuratif dan rehabilitasi dilakukan setelah tindakan pencegahan lainnya telah dilaksanakan dan diperlukan untuk mengubah perilaku remaja yang melanggar norma. Tindakan ini melibatkan pemberian pendidikan tambahan, yang diulangi melalui pembinaan khusus yang seringkali dikelola oleh lembaga atau individu yang memiliki keahlian dalam bidang ini. Tujuan dari tindakan ini adalah https://ejournal. id/index. php/primer/article/view/278 PRIMER: Jurnal Ilmiah Multidisiplin. Vol. No. 1 (Februari, 2. : 16-26 e-ISSN 2985-7996 untuk memberikan pendekatan khusus yang mendalam dan memberikan bimbingan agar remaja dapat mengubah perilaku negatifnya. Selain itu upaya penanggulangi kenakalan remaja dapat dilakukan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Berikut upaya yang dapat dilakukan: Upaya di keluarga Orang tua menciptakan lingkungan keluarga yang terbuka,harmonis, dan bebas dari kekacauan, sehingga remaja merasa lebih nyaman tinggal di rumah daripada berada di luar rumah. Orang tua melakukan pengawasan yang sewajarnya terhadap lingkungan pergaulan anak remaja. Orang tua memberikan perhatian yang memadai terhadap kebutuhan anak Orang tua memberikan kebebasan kepada remaja untuk berpendapatdengan batasan tertentu. Hal ini membantu remaja untuk lebih percaya diri dalam menentukan langkah mereka ke depan, tanpa ragu dan tertekan, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab. Upaya di sekolah Pembentukan aturan yang wajar dan tidak merugikan pihak-pihak tertentu. Sekolah Memberlakukan sanksi yang sesuai terhadap semua siswa yang melanggar peraturan, tanpa memandang latar belakang siswa. Guru memahami aspek-aspek psikis yang ada pada siswa. Adanya layanan bimbingan dan konseling di sekolah untuk memberikan solusi terhadap masalah-masalah yang dihadapi oleh siswa. Upaya di masyarakat Memberikan teguran kepada remaja yang melakukan tindakan-tindakan yang melanggar norma. Menjadi contoh yang baik bagi remaja di lingkungan tempat tinggal. Mengadakan kegiatan kepemudaan di lingkungan seperti kelompok karang Kegiatan ini dilakukan bersama-sama dengan melibatkan partisipasi aktif dari remaja untuk meningkatkan keterlibatan mereka. KESIMPULAN DAN SARAN Remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa, dengan berbagai perubahan fisik, kognitif, dan sosial-emosional. Masa dimana para remaja mencari siapa dirinya. Remaja seringkali mencoba berbagai hal yang tidak mereka ketahui akibatnya. Kenakalan remaja merujuk pada perilaku yang dilakukan oleh remaja yang melanggar aturan serta norma-norma yang berlaku dalam hukum, sosial, dan agama di masyarakat. Mulai dari bolos sekolah, ugal-ugalan di jalan, hingga tawuran, pemerkosaan, perjudian, narkoba, dan pembunuhan. Kenakalan remaja disebabkan oleh faktor internal . risis diri dan kontrol diri yang lema. dan faktor eksternal . ingkungan keluarga, kurangnya pemahaman agama, lingkungan sekitar, dan tempat pendidika. Kenakalan remaja berdampak negatif bagi remaja itu sendiri, keluarga, dan masyarakat. Upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisasi kenakalan remaja berupa tindakan pencegahan . , pembetulan atau penindakan . , pengentasan . , dan penjagaan atau pemeliharaan . Peran dari keluarga, sekolah, dan masyarakat Juga dapat menanggulangi kenakal remaja. Kenakalan remaja sebagai bentuk patologis masyarakat tentunya harus segera diatasi demi mencapai masa depan bangsa yang cerah. Keluarga, sekolah dan https://ejournal. id/index. php/primer/article/view/278 PRIMER: Jurnal Ilmiah Multidisiplin. Vol. No. 1 (Februari, 2. : 16-26 e-ISSN 2985-7996 masyarakat perlu berkolaborasi untuk menanggulangi masalah ini. Dengan saling berkolaborasi diharapkan dapat tercipta lingkungan aman dan masa depan bangsa UCAPAN TERIMA KASIH Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesempatan yang dianugerahkan kepada kami dalam kontribusi penulisan jurnal ini. Kami berterima kasih kepada tim review dan editor atas kerja keras yang dilakukan. Kami berterima kasih juga kepada semua penulis yang telah berbagi pengetahuannya dalam jurnal ini. Tanpa dukungan dan kolaborasi semua pihak, jurnal ini tidak akan terwujud. Terima kasih atas bantuan, waktu, dan pengetahuan yang diberikan. Kami harap jurnal ini akan memberikan manfaat bagi pembaca dan dunia akademik secara keseluruhan. Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut untuk kedepannya. DAFTAR PUSTAKA