Phronesis: Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Tahun 2024. Vol. No. 2, 9-16 E-ISSN: 3032-7202 PENGGUNAAN DATING APPS: KORELASI KESEPIAN DENGAN PARENTAL & PEER ATTACHMENT PADA DEWASA MUDA Vincent Christopher1. Monty P. Satiadarma2 Program Studi Psikologi Jenjang Sarjana. Universitas Tarumanagara. Jakarta Email: vincent. 705200091@stu. Program Studi Psikologi Jenjang Magister. Universitas Tarumanagara. Jakarta Email: montys@fpsi. Masuk: 15-04-2024. Revisi: 31-04-2024. Diterima untuk diterbitkan: 13-05-2024 ABSTRAK Pada era digital, penggunaan platform online seperti aplikasi kencan semakin marak di kalangan masyarakat. Aplikasi kencan memberikan kemudahan dan manfaat, seperti memudahkan mencari pertemanan. Namun, terlepas dari hakikat penggunaanya, sarana aplikasi kencan online, dipergunakan untuk membantu individu yang mengalami permasalahan Keterbatasan attachment yang dimiliki dapat memicu rasa kesepian sehingga mendorong individu menggunakan dating apps. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan Inventory of Parents and Peer Attachment-revised (IPPA-R) untuk mengukur kelekatan dan University of California Los Angeles (UCLA) version 3 untuk mengukur kesepian. Dengan sampel penelitian berjumlah 200 responden dengan rentang usia 18Ae25 tahun, penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kesepian dan kelekatan pada pengguna aplikasi kencan Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif antara attachment orang tua dan kesepian . = -0. p = 0. 00 <0. , serta kelekatan teman sebaya dan kesepian . = -0. 419, p = 0. 00 <0. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata alasan pengguna dating apps adalah untuk mencari teman . ,5%), untuk menjalin hubungan percintaan . %), dan untuk keperluan bersenang-senang . ,5%). Penggunaan aplikasi kencan didorong oleh keinginan untuk mencari teman dan memperluas jejaring sosial, karena kesenjangan sosial dapat memicu rasa Kata Kunci: Kesepian. Kelekatan. Dating Apps ABSTRACT In the digital era, the use of online platforms such as dating apps is increasingly prevalent among people. Dating apps provide convenience and benefits, such as making it easier to find friends. However, regardless of the nature of its use, online dating apps are used to help individuals who experience attachment problems. Attachment limitations can trigger loneliness, which encourages individuals to use dating apps. This study uses quantitative methods using the Inventory of Parents and Peer Attachment-revised (IPPA-R) to measure attachment and the University of California Los Angeles (UCLA) version 3 to measure loneliness. With a research sample of 200 respondents with an age range of 18-25 years, this study aims to look at the relationship between loneliness and attachment in online dating app users. The results showed a negative relationship between parental attachment and loneliness . = -0. p = 0. 00 < 0. , as well as peer attachment and loneliness . = -0. 419, p = 0. 00 < 0. The findings of this study show that the average reasons for using dating apps are to make friends . 5%), to establish romantic relationships . %), and for fun . 5%). The use of dating apps is driven by the desire to make friends and expand social networks, as social gaps can trigger loneliness. Keywords: Loneliness. Attachment. Dating apps. Penggunaan Dating Apps: Korelasi Kesepian dengan Parental & Peer Attachment pada Dewasa Muda Christopher & Satiadarma Perkembangan era digital memudahkan masyarakat dalam berkomunikasi dan berinteraksi dimana pun dan kapanpun secara cepat. Melalui platform kencan online, masyarakat dapat menemukan dan memperluas jejaring sosial mereka, serta menemukan pasangan yang diinginkan sesuai kriteria yang dicari (Rosen. Menurut Alam. Yeow, dan Loo . kencan online berkembang menjadi aplikasi yang kerap digunakan untuk mencari relasi, karena fitur yang dapat digunakan dalam menentukan karakteristik pasangan itu sendiri. Hal ini juga menarik minat masyarakat dalam menggunakan aplikasi ini. Finkel et al. mengungkapkan bahwa cara mencari pasangan yang konvensional atau secara langsung sudah mulai ditinggalkan, karena adanya aplikasi kencan online. Penggunaan aplikasi kencan online menjadi semakin bertambah, seperti yang disampaikan oleh Anggraini . bahwa pengguna aplikasi kencan online meningkat 23% dibandingkan tahun-tahun Sama halnya yang disampaikan oleh Kaakinen et al. , . bahwa aplikasi kencan online menjadi platform popular diseluruh dunia, dengan penggunanya yang mencapai 50 juta pengguna. Jumlah pengguna aplikasi kencan online pada tahun 2021 mencapai 323 juta pengguna (Curry, 2. Hal ini berarti, pengguna platform aplikasi kencan online bertambah pesat setiap tahunnya. Namun, selain dikarenakan mudahnya akses mencari teman dalam waktu dekat, penggunaan platform memiliki alasan lainnya. Kresna . menyebutkan bahwa prevalensi penggunaan aplikasi kencan online dimotivasi 74% untuk mencari pertemanan, 50,29% untuk mengisi kekosongan waktu, 42,7% untuk memperluas jejaring sosial, 34,05% untuk mendapatkan pasangan ideal, dan 25,05% untuk mengobservasi sifat dan perilaku orang lain. Sesuai dengan pernyataan sebelumnya, dapat dilihat bahwa penggunaan aplikasi kencan online didominasi untuk keperluan mencari dan memperluas pertemanan. Meskipun memberikan manfaat dan kelebihan kepada pengguna, aplikasi kencan online, juga memiliki dampak yang buruk, seperti beberapa pengguna menyalahgunakannya (Cessia & Lestari, 2. Penyalahgunaan aplikasi kencan online dapat berupa menggunakan platform kencan online untuk menipu bahkan kekerasan seksual (Doring, 2009. Kresna, 2. Seperti dilansir oleh CNN . bahwa 43% pengguna platform kencan online cenderung mencari pasangan seksual online, sehingga banyak terdapat korbannya juga. Dapat dilihat bahwa penggunaan aplikasi kencan online dapat memberikan dampak buruk maupun baik. Motivasi yang mendorong individu menggunakan aplikasi kencan online, dapat dikarenakan adanya hambatan interaksi sosial dalam penggunaan aplikasi kencan online, seperti sesungguhnya mereka yang mengalami permasalahan sosial dikarenakan berbagai alasan seperti adanya kesenjangan sosial akibat permasalahan attachment dengan orang tua ataupun teman sebaya (Liao. Shonkoff, & Dunton, 2. Permasalahan attachment mengacu pada konsep kelekatan yang disampaikan oleh Ainsworth . alam Belsky, 1. bahwa attachment dapat berkembang melalui interaksi antara individu dengan pengasuhnya sejak awal kehidupan. Martin Herbert . alam Kuper & Kuper, 2. mengungkapkan bahwa attachment individu dan keluarganya mempengaruhi proses pembelajaran dan kehidupan sosial setiap individu. Ainsworth et al. menyatakan bahwa figur kelekatan pada anak dapat tergantikan oleh figure yang dapat memberikan mereka perhatian lebih. Sehingga menurut Papalia dan Feldman . , individu cenderung akan menghabiskan waktu lebih banyak bersama teman sebaya dibandingkan keluarganya saat memasuki masa Sehingga, individu yang merasakan adanya permasalahan hubungan antara orang tua ataupun teman dapat menimbulkan rasa kesepian, sehingga merasa terabaikan atau terlantar (Buunk & Prins, 1. Rook . menyatakan bahwa rasa kesepian dapat terjadi karena adanya penderitaan secara emosional saat seseorang merasa terisolasi, tidak dipahami, atau adanya keterbatasan dalam hubungan yang mampu mempengaruhi interaksi sosial. Seperti penelitian Brehm . , individu yang mengalami kesepian dapat disebabkan oleh ketidaksesuaian hubungan yang diinginkan dalam keluarga ataupun Hal ini menyebabkan ketidakpuasan dan dapat menimbulkan kesenjangan attachment. Kesenjangan yang terjadi, dapat menyebabkan seseorang mencari kenyamanan ataupun hubungan yang diinginkan melalui aplikasi kencan online (Liao et al. , 2. phronesis@fpsi. Phronesis: Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Tahun 2024. Vol. No. 2, 9-16 E-ISSN: 3032-7202 Sifat kesepian pada individu rentan terjadi pada usia dewasa muda (Shapiro et al. , 2. Menurut Smith . pengguna aplikasi kencan online didominasi oleh dewasa muda dengan usia 18 Ae 24 tahun . %), 25 Ae 34 tahun . %), 35 Ae 44 tahun . %), 55 Ae 64 tahun . %), dan usia 65 ke atas . %). Menurut Qualter. Lee, and Goldstein . , usia dewasa muda yaitu 18 Ae 25 tahun termasuk rentang usia terjadinya perubahan jumlah dan mutu hubungan interpersonal. rentang usia ini juga termasuk dalam penurunan jumlah teman dekat, kurangnya pengakuan sebagai teman atau sahabat, maupun kurangnya pengakuan sebagai pasangan. Hal ini yang dapat memotivasi seorang individu, khususnya individu dewasa untuk menggunakan aplikasi kencan online untuk memperluas jaringan pertemanan mereka melalui aplikasi kencan online (Weiten & Llyod, 2. Menurut Shapiro et al. , . penggunaan dating apps berhubungan dengan adanya rasa kesepian pada individu yang menggunakannya. Hal serupa diungkapkan oleh McKenna . alam Kim et al. , 2. bahwa kesepian mendorong seseorang untuk menggunakan dating apps. Coduto . menyatakan bahwa rasa kesepian pada seseorang memberikan dorongan atau motivasi untuk menggunakan dating apps. Hal ini digunakan oleh masyarakat juga untuk alasan adanya kesenjangan dalam pertemanan ataupun keluarga yang dapat berdampak pada kesepian mereka. Berdasarkan penelitian sebelumnya oleh Puspa et al. , . menyatakan bahwa attachment memiliki hubungan negatif dengan kesepian. Sama halnya dengan penelitian Erozkan . mengenai hubungan negatif antara kelekatan dengan kesepian. Berdasarkan paparan diatas mengundang minat peneliti untuk mengkaji apakah para pengguna dating apps tersebut mengalami kesepian sebab adanya kesenjangan attachment yang mereka alami. Penggolongan gambaran kesepian pengguna dating apps, dapat menjadi patokan agar sesuai dengan peruntukkan dan faktor pendorong seseorang menggunakan dating apps. Penelitian ini juga diharapkan dapat memperbanyak referensi dan pengetahuan bagi peneliti, terutama dalam bidang psikologi dan kaitannya dengan fenomena yang marak terjadi diera ini. Serta menjadi masukan bagi individu yang mengalami keterbatasan kelekatan, sehingga memiliki kesepian dan menggunakan aplikasi kencan online untuk mengatasinya. Hubungan antara Attachment Orang tua dan Teman Sebaya dengan Kesepian pada Pengguna Aplikasi Kencan Online Berdasarkan pada latar belakang penelitian, menunjukkan adanya hubungan negatif secara signifikan antara attachment dengan kesepian pada pengguna aplikasi kencan online. Artinya individu yang menggunakan aplikasi kencan online dengan adanya rasa kesepian berkorelasi negatif dengan attachment orang tua ataupun teman sebaya. Sehingga semakin rendah attachment maka semakin tinggi rasa kesepian. Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya oleh Puspa et al. , . bahwa terdapat hubungan negatif antara attachment dengan kesepian. H1:Terdapat hubungan negatif antara attachment orang tua dan teman sebaya dengan kesepian pada pengguna aplikasi kencan online. METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif non-experimental. Pada penelitian ini menggunakan Non-Probability Sampling dengan Teknik purposive sampling karena menentukan karakteristik responden dengan kesesuaian yang diteliti. Penelitian ini melakukan penyebaran dan pengisian kuesioner secara online melalui Google Form. Penggunaan Dating Apps: Korelasi Kesepian dengan Parental & Peer Attachment pada Dewasa Muda Christopher & Satiadarma Partisipan Karakteristik dari partisipan pada penelitian ini adalah pria ataupun wanita berusia 18 Ae 25 tahun dan berdomisili di DKI Jakarta, serta menggunakan aplikasi kencan online. Karakteristik partisipan tidak membatasi suku, agama, ataupun budaya dari partisipan. Berdasarkan data kuesioner yang diperoleh, terdapat 200 responden yang terdiri dari 85 pria . ,5%) dan 115 wanita . ,5%). Sementara usia didominasi oleh usia 21 tahun . %) dan paling sedikit adalah usia 18 tahun . %). Pengukuran (Panduan Wawancara/Observas. Pada penelitian ini menggunakan dua alat ukur untuk meneliti variabel attachment . yah, ibu, dan teman sebay. dan loneliness. Alat ukur attachment, menggunakan Inventory of Parents and Peer Attachment-revised (IPPA-R) yang dikembangkan oleh Armsden dan Greenberg . Alat ukur IPPAR terdiri dari tiga aspek yaitu Trust, communication, dan Alienation. Terdapat 75 butir pernyataan dengan ayah 25 item, ibu 25 item, dan teman sebaya 25 item. Sedangkan. University of California Los Angeles (UCLA) version 3 yang dikembangkan oleh Rusell . dan telah ditranslasi kedalam Bahasa Indonesia. Alat ukur ini terdiri dari tiga aspek yaitu trait loneliness. Socialdesirability loneliness, dan Depression Alat ukur ini terdiri dari 20 item pernyataan. Pada alat ukur attachment ayah terdapat 5 skala likert dengan nilai validitas 0. 900 untuk attachment ayah, 0. 913 untuk attachment ibu, dan 0. 882 untuk attachment teman sebaya. Sedangkan butir pernyataan pada alat ukur UCLA terdiri dari 20 pernyataan dengan 4 skala likert. Validitas alat ukur UCLA telah diuji menggunakan SPSS dengan perolehan skala reliabilitas A = 0. Berdasarkan data validitas, alat ukur dinyatakan reliabel dengan perolehan diatas 0. Prosedur Tahap awal pada penelitian ini adalah mencari, membaca, dan memilah jurnal untuk menjadi pedoman dan acuan dalam meneliti. Selain mencari jurnal acuan, peneliti mencari fenomena yang sedang terjadi dan kerap dibahas dalam kurun waktu dekat yang terjadi di berbagai kalangan masyarakat. Setelah itu peneliti mencari urgensi, dan mencari celah kekosongan dari penelitian sebelumnya, terkait variabel-variabel pada Kemudian, peneliti mencari konsep teori atau ground theory yang dapat mendukung penelitian, seperti definisi, dan kerangka penelitian ini. Selanjutnya adalah menentukan alat ukur yang akan digunakan untuk mengukur variabel yang dipilih berdasarkan karakteristik partisipan, dan metode penelitian. Untuk alat ukur yang digunakan, sudah mendapatkan izin dari pembuat dan telah di translasi oleh peneliti sebelumnya ke dalam Bahasa Indonesia. Setelah translasi pernyataan alat ukur, dibuat kuesioner online melalui google form untuk membantu mendapatkan data responden dengan cepat. Penelitian ini diawali dengan penyebaran kuesioner yang sesuai dengan karakteristik partisipan dan terdiri dari. Informed consent, e-mail, jenis kelamin, usia, dan apakah menggunakan aplikasi kencan, serta alasan menggunakan. HASIL Gambaran Partisipan Gambaran partisipan pada responden berfungsi untuk melampirkan persentase dari karakteristik responden yang akan diteliti untuk mempermudah dan memberikan data pendukung dalam penelitian. Pada penelitian ini terdapat 200 responden dengan pria 85 . ,5%) dan wanita 115 . ,5%). Lalu untuk gambaran alasan penggunaan variabel dapat ditunjukkan pada Tabel 1. phronesis@fpsi. Phronesis: Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Tahun 2024. Vol. No. 2, 9-16 E-ISSN: 3032-7202 Tabel 1 Gambaran Alasan Alasan Untuk keperluan Bersenang-senang Untuk mencari teman Untuk menjalin hubungan percintaan Total Data pada tabel menunjukkan bahwa responden penelitian terdapat 115 . ,5%) dengan alasan mencari teman, 48 . %) duntuk menjalin hubungan percintaan dan 37 . ,5%) untuk keperluan bersenang-senang. Sehingga alasan penggunaan didominasi oleh keperluan mencari teman. Uji Normalitas Uji normalitas pada penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah variabel yang diteliti, terdistribusi dengan normal atau tidak. Uji normalitas menggunakan uji one sample Kolmogorov Smirnov dengan nilai asymp. Sig >0. 05, maka dikatakan terdistribusi normal, dan sebaliknya. Hasil uji normalitas dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2 Hasil Uji Normalitas Variabel atau Dimensi Attachemnt Ayah Attachment Ibu Attachment Teman Sebaya Loneliness Kolmogorov-Smirnov Sig. Keterangan Normal Normal Normal Normal Dalam penelitian ini dilakukan uji normalitas menggunakan uji one sample Kolmogorov yang menunjukkan hasil tes statistik dengan nilai 0. 055 untuk attachment ayah, 0. 054 untuk attachment ibu, 0. 056 untuk attachment teman sebaya, dan 0. 061 untuk loneliness dengan nilai signifikan . 000 > 0. 05 untuk semua variabel, sehingga data terdistribusi secara normal. Uji Korelasi Uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji korelasi Pearson. Berdasarkan hasil hipotesis penelitian ini antara variabel, terdapat koefisien korelasi . 252 dengan nilai signifikansi . 00 < 0. antara attachment ayah dengan kesepian. Terdapat koefisien korelasi . 202 dengan nilai signifikansi . 00 < 0. 01 antara attachment ibu dengan kesepian, dan terdapat koefisien korelasi . 419 dengan nilai signifikansi . 00 < 0. 01 antara attachment teman sebaya dengan kesepian. Dapat disimpulkan bahwa semakin rendah attachment individu, maka akan semakin tinggi rasa kesepian seseorang, begitu pun sebaliknya. Jika terdapat keterbatasan attachment makan akan semakin tinggi juga Hasil uji korelasi dengan kesepian dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3 Hasil Uji Korelasi dengan Kesepian Variabel Attachment Ayah Attachment Ibu Attachment Teman Sebaya p(<0. Keterangan Terdapat hubungan negatif signifikan Terdapat hubungan negatif signifikan Terdapat hubungan negatif signifikan Penggunaan Dating Apps: Korelasi Kesepian dengan Parental & Peer Attachment pada Dewasa Muda Christopher & Satiadarma DISKUSI Hasil pada penelitian terkait hubungan antara attachment dengan kesepian pada pengguna aplikasi kencan Dimana pada alasan penggunaan, ditemukan alasan terbesar dari seseorang menggunakan aplikasi kencan online, dikarenakan untuk memperluas pertemanan atau mencari relasi. Hal ini sesuai dengan penelitian Dariyo . bahwa individu menggunakan aplikasi kencan online untuk mencari persahabatan secara online. Hal ini juga sesuai dengan pernyataan oleh Kresna . bahwa individu yang menggunakan aplikasi kencan didominasi untuk memperluas jejaring sosial. Pada penelitian Coduto . , individu yang merasakan kesepian memiliki motivasi besar untuk menggunakan aplikasi kencan online untuk memperluas lingkaran jejaring sosial mereka. Seperti penelitian dari Weiten dan Llyod . bahwa salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh individu untuk mengurangi rasa kesepian, adalah dengan mencari dukungan sosial, dan membentuk pertemanan melalui platform kencan online. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa individu yang menggunakan aplikasi kencan online dikarenakan alasan untuk memperluas jejaring sosial atau mencari pertemanan memiliki hubungan dengan kesepian sehingga mencoba untuk mencari teman melalui platform kencan online. Pada hasil uji korelasi, ditemukan hubungan negatif antara attachment dengan kesepian. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Erozkan . bahwa antara attachment dan kesepian, memiliki hubungan yang negatif. Sesuai juga dengan penelitian yang dilakukan oleh Puspa et al. , . bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara parental attachment dengan kesepian. Hal ini menandakan bahwa individu yang menggunakan aplikasi kencan online adalah mereka yang mengalami rasa kesepian, dan rasa kesepian tersebut berkorelasi negatif dengan attachment dari ayah, ibu, dan teman Artinya semakin rendah atau keterbatasan dari attachment yang diberikan oleh bapak, ibu, ataupun teman sebaya dapat menimbulkan rasa loneliness dan rasa tersebut mendorong seseorang untuk mencari attachment dari aplikasi kencan online. Pada penelitian ini, peneliti menyadari adanya keterbatasan dalam penelitian, sehingga peneliti menyarankan agar pada penelitian selanjutnya membahas mengenai frekuensi penggunaan aplikasi kencan online dengan berapa lama waktu penggunaan, agar dapat mengetahui perbedaan antara yang baru dan lama memakai aplikasi tersebut. Peneliti selanjutnya juga dapat meneliti pada alasan lainnya seperti kekerasan seksual pada aplikasi kencan dan lainnya. Peneliti juga menyarankan agar individu dapat berinteraksi secara langsung, karena interaksi dengan aplikasi kencan memanglah tidak salah, namun interaksi secara langsung dapat mempengaruhi interaksi sosial mereka agar lebih baik. KESIMPULAN Berdasarkan temuan dari data-data yang didapatkan pada penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ditemukannya hubungan negatif signifikan antara attachment orang tua, teman sebaya dengan kesepian pada individu yang menggunakan aplikasi kencan online. Artinya semakin tinggi kesepian, maka semakin rendah attachment, dan semakin mendorong individu untuk menggunakan aplikasi kencan online. phronesis@fpsi. Phronesis: Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Tahun 2024. Vol. No. 2, 9-16 E-ISSN: 3032-7202 REFERENSI