Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 9. No 1. Mei 2025 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: : https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Menyiapkan Guru Abad 21: Pelatihan Desain Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Literasi Digital bagi Mahasiswa PGMI di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Rohmah Ivantri Progam Studi PGMI. UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Indonesia Email Korespondensi: rohmahivan3@uinsatu. ABSTRAK Peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia sangat bergantung pada kompetensi guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang efektif dan kontekstual. Penelitian ini berfokus pada pengembangan keterampilan desain pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis literasi digital bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Berdasarkan temuan awal, sebagian besar mahasiswa PGMI masih mengandalkan metode konvensional yang kurang responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan literasi abad ke-21. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan program pelatihan yang melibatkan penyusunan modul ajar berbasis teknologi, lokakarya kolaboratif, dan simulasi microteaching yang mengintegrasikan media digital. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam merancang pembelajaran yang relevan dan inovatif, serta mempersiapkan mereka sebagai calon guru yang kompeten di era digital. Metode pelatihan yang digunakan adalah pendekatan berbasis praktik langsung dengan menggunakan model Asset-Based Community Development (ABCD). Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, angket, dan wawancara terbuka untuk mengukur peningkatan keterampilan dan persepsi mahasiswa terhadap pelatihan. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan mahasiswa dalam menyusun modul ajar yang berbasis literasi digital, serta meningkatnya kepercayaan diri dan kreativitas mereka dalam merancang pembelajaran yang adaptif terhadap tuntutan pendidikan abad ke-21. Temuan ini mendukung pendekatan konstruktivistik dan model TPACK, yang mengintegrasikan teknologi, pedagogi, dan konten dalam proses pembelajaran. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis mahasiswa, tetapi juga membentuk profesionalisme mereka sebagai calon pendidik yang reflektif dan inovatif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kompetensi guru masa depan yang lebih siap menghadapi tantangan transformasi digital dalam pendidikan dasar. Kata kunci: Desain Pembelajaran. Bahasa Indonesia. Literasi digital. ABSTRACT Improving the quality of education in Indonesia is highly dependent on teacher competence in designing and implementing effective and contextualized learning. This research focuses on developing digital literacy-based Indonesian learning design skills for students of the Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education (PGMI) Study Program at UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Based on initial findings, most PGMI students still rely on conventional methods that are less responsive to technological developments and 21st century literacy needs. To overcome this, a training program was conducted involving the preparation of technology-based teaching modules, collaborative workshops, and microteaching simulations that integrate digital media. The training aims to improve students' skills in designing relevant and innovative learning and prepare them as competent future teachers in the digital era. The training method used is a hands-on practice-based approach using the Asset-Based Community Development (ABCD) Evaluation was conducted through pre-test, post-test, questionnaires, and open interviews to measure the improvement of students' skills and perceptions of the training. The results showed a significant increase in students' ability to develop teaching modules based on digital literacy, as well as their increased confidence and creativity in designing learning that is adaptive to the demands of 21st century education. The findings support the constructivistic approach and TPACK model, which integrates technology, pedagogy and content in the learning process. This training not only improves students' technical skills, but also shapes their professionalism as reflective and innovative future This research is expected to contribute to the development of future teachers' competencies who are better prepared to face the challenges of digital transformation in basic education. Keywords: Learning design. Indonesian language, digital literacy. Submit: Maretl 2025 Diterima: Mei 2025 Publish: Mei 2025 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Pendidikan yang berkualitas merupakan fondasi utama dalam memajukan suatu bangsa dengan salah satu indikator utamanya adalah kualitas pendidik yang dimiliki. Di Indonesia, peningkatan mutu pendidikan dasar sangat ditentukan oleh kompetensi guru dalam merancang dan melaksanakan kontekstual (Suryana, 2. Dalam konteks ini, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) memiliki peran strategis sebagai calon pendidik profesional yang harus mampu menjawab tantangan Salah satu kompetensi esensial yang perlu dikuasai adalah kemampuan menyusun desain pembelajaran yang tidak hanya sesuai dengan kebutuhan peserta didik, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tuntutan abad ke-21 (Riyanto. , & Yamtinah. S, 2. Hal ini menjadi semakin penting mengingat peran guru tidak lagi terbatas sebagai penyampai informasi, melainkan sebagai fasilitator dan inovator pembelajaran (DarlingHammond, 2. Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kemampuan merancang desain pembelajaran yang efektif sangat pengembangan keterampilan dasar Bahasa Indonesia tidak hanya mengajarkan penggunaan bahasa yang baik dan benar, tetapi juga menjadi wahana untuk membentuk kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan literasi siswa sejak dini (Kusumawati, 2. Oleh karena itu, mahasiswa PGMI perlu dibekali dengan keterampilan pedagogis mengintegrasikan literasi digital dalam perencanaan pembelajaran (Samsudin. Pendekatan berbasis literasi dan Vol. 9 No. Mei 2025 pemanfaatan teknologi tidak hanya menjadikan proses pembelajaran lebih menarik dan relevan, tetapi juga mendukung pencapaian kompetensi siswa secara menyeluruh (Lestari. & Anggraini. W, 2. Dengan pembelajaran berbasis literasi digital menjadi syarat mutlak bagi calon guru Bahasa Indonesia dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berdaya saing (Mulyasa, 2. Penelitian terdahulu menunjukkan masih adanya kesenjangan signifikan dalam kemampuan mahasiswa PGMI dalam mendesain pembelajaran yang Sebagian besar dari mereka konvensional yang kurang mampu memotivasi siswa dan tidak responsif terhadap kebutuhan literasi abad ke-21 (Hidayah. , & Akhmar. M, 2. Studi yang dilakukan (Wulandari, 2. menyebut bahwa mahasiswa calon guru cenderung lebih fokus pada pemenuhan dibanding kualitas isi dan metode. Sejalan (Ramadhani. , & Mulyani. , 2. menekankan pentingnya pelatihan teknologi dan pendekatan literasi dalam desain pembelajaran. Sementara itu (Dewi, 2. menegaskan bahwa untuk membentuk pendidik yang kompeten, diperlukan pendekatan yang integratif antara teori dan praktik dalam pembelajaran, serta penguasaan strategi dan media pembelajaran yang tepat Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran saja belum cukup. guru juga harus memiliki kemampuan merancang pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan zaman. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Hasil observasi awal dan data angket terhadap 52 mahasiswa PGMI di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung memperkuat temuan merancang pembelajaran yang inovatif. Sebanyak 67% responden belum prinsip-prinsip pembelajaran berbasis literasi abad ke21, sementara 72% masih menggunakan format RPP konvensional. Selain itu, hanya 18% mahasiswa yang secara sadar mengintegrasikan teknologi ke dalam rancangan pembelajarannya. Temuan ini diperkuat oleh hasil dengan lima pengampu mata kuliah Bahasa Indonesia, yang menyatakan bahwa strategi pembelajaran yang kreatif, kontekstual, dan berbasis literasi. Kesenjangan ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara teori yang diperoleh di bangku kuliah dan praktik penyusunan pembelajaran yang dituntut di lapangan pendidikan saat ini. Menjawab permasalahan tersebut, diselenggarakan program pengabdian masyarakat berupa pelatihan desain pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis literasi digital bagi mahasiswa PGMI di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Tindakan konkret yang diambil dalam pelatihan ini meliputi: . penyusunan modul pelatihan berbasis literasi digital dan pedagogi inovatif. pelaksanaan lokakarya berbasis praktik langsung dengan bimbingan intensif penyusunan modul ajar berbasis . pemberian simulasi microteaching yang mengintegrasikan media digital. asesmen formatif peningkatan keterampilan peserta. Program ini tidak hanya menargetkan Vol. 9 No. Mei 2025 penguasaan aspek kebahasaan, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk menciptakan pengalaman belajar yang menumbuhkan kompetensi literasi siswa di era digital. Sejalan dengan itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengevaluasi meningkatkan keterampilan mahasiswa PGMI dalam mendesain pembelajaran Bahasa Indonesia yang responsif terhadap tantangan pembelajaran abad Fokus utama penelitian ini mencakup aspek teknis perancangan modul ajar serta pengaruh pelatihan mahasiswa sebagai calon pendidik. Oleh karena itu diadakan pengabdian dengan tema AuMenyiapkan Guru Abad 21: Pelatihan Desain Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Literasi Digital bagi Mahasiswa PGMI di UIN Sayyid Ali Rahmatullah TulungagungAy sebagai upaya strategis untuk membangun kapasitas guru masa depan yang kompeten, inovatif, dan teknologi dan literasi pendidikan dasar. METODE PELAKSANAAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Pelaksanaan kegiatan berlangsung pada tanggal 17 April mahasiswa semester 4 sebanyak 40 mahasiswa PGMI yang sedang menempuh mata kuliah Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan dan pendampingan berbasis Asset-Based Community Development (ABCD), yang menekankan pada Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) pemanfaatan aset dan potensi yang telah dimiliki oleh mahasiswa maupun Kegiatan dilaksanakan melalui kombinasi metode interaktif seperti ceramah, diskusi, workshop, tutorial, praktik langsung, pembelajaran digital. Adapun langkahlangkah pelaksanaan kegiatan sebagai Tahap Persiapan Identifikasi Aset: Mengidentifikasi potensi yang dimiliki oleh mahasiswa dan dosen, seperti keterampilan pembelajaran digital, pengalaman mengajar, dan fasilitas yang tersedia . aboratorium perpustakaan, dan ruang multimedi. Pemetaan Kebutuhan: Melakukan survei awal menggunakan angket dan wawancara kepada mahasiswa dan dosen untuk mengetahui sejauh mana mahasiswa dalam merancang desain pembelajaran Bahasa Indonesia. Tahap Pelaksanaan Kegiatan Perencanaan Pelatihan: Menyusun modul pelatihan berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan dan sumber daya yang tersedia. Pelaksanaan Pelatihan Pendampingan: Kegiatan pelatihan dilakukan secara intensif melalui: Ceramah dan tutorial mengenai prinsip dan strategi desain pembelajaran Bahasa Indonesia yang efektif dan inovatif. Lokakarya modul ajar dengan pendekatan kolaboratif. Praktik langsung penyusunan dan presentasi modul ajar oleh Diskusi dan refleksi kelompok untuk memperkuat pemahaman dan memperbaiki desain yang telah dibuat. Vol. 9 No. Mei 2025 Tahap Evaluasi dan Monitoring Evaluasi dilakukan selama proses beberapa Teknik berikut. Observasi langsung terhadap keaktifan dan keterlibatan peserta. Pre-test dan post-test untuk pengetahuan peserta tentang desain pembelajaran. Angket . mengukur persepsi dan kepuasan peserta terhadap pelatihan. Wawancara terbuka dengan mereka sebagai calon pendidik. Penguatan Aset dan Rencana Keberlanjutan: Di akhir kegiatan, dilakukan refleksi bersama untuk mengidentifikasi aset-aset baru yang muncul dan menyusun rencana pengembangan jangka panjang dalam bentuk program mentoring lanjutan. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Program Studi PGMI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung meningkatkan keterampilan mahasiswa merancang desain pembelajaran Bahasa Indonesia yang inovatif dan berbasis Proses evaluasi kegiatan ini dilakukan secara menyeluruh melalui berbagai metode, seperti pre-test dan post-test, angket, wawancara terbuka, serta observasi langsung selama pelaksanaan pelatihan. Setiap tahapan pelaksanaan memberikan hasil yang mendalam dan saling berkaitan dalam mendukung pencapaian tujuan kegiatan. Pada tahap persiapan, proses Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) kebutuhan menjadi langkah penting dalam menyusun materi pelatihan yang Hasil wawancara awal menunjukkan bahwa meskipun mahasiswa telah memahami dasar-dasar modul ajar, mereka masih kesulitan dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam perencanaan pembelajaran, merumuskan tujuan pembelajaran sesuai level kognitif siswa, dan mengembangkan media digital yang menarik. Namun, kegiatan ini juga menemukan sejumlah aset penting, seperti penguasaan aplikasi desain oleh beberapa mahasiswa (Canva dan Google Slide. , pengalaman dosen dalam menyusun modul literasi, serta microteaching dan ruang multimedia yang mendukung kelancaran pelatihan. Tahap pelaksanaan kegiatan pendampingan intensif yang disusun dalam bentuk ceramah, tutorial, workshop, hingga praktik langsung. Hasil observasi selama pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keaktifan mahasiswa, baik dalam diskusi kelompok maupun saat modul ajar. Mahasiswa tidak hanya diajarkan menyusun komponen modul ajar yang mencakup tujuan, metode, media, dan evaluasi, tetapi juga diajak mempraktikkan infografis, video, dan kuis digital. Melalui kegiatan simulasi dan studi kasus, mahasiswa dilatih untuk pembelajaran dalam konteks nyata. Sesi refleksi kelompok pun memperlihatkan memperbaiki dan menyempurnakan rancangan pembelajaran. Vol. 9 No. Mei 2025 Evaluasi dilakukan secara sistematis. Data pretest menunjukkan bahwa hanya 35% mahasiswa yang mampu menyusun tujuan pembelajaran yang tepat, dan hanya 20% yang memahami evaluasi Namun, hasil post-test menunjukkan lonjakan signifikan: 82% mahasiswa mampu menyusun modul ajar secara lengkap dan 75% telah menguasai penggunaan media pembelajaran digital. Selain itu, hasil angket menunjukkan bahwa 92,5% peserta merasa pelatihan sangat relevan dengan kebutuhan mereka, 87,5% merasakan peningkatan berbasis praktik langsung. Wawancara terbuka pun memperkuat data ini, di mana mayoritas mahasiswa mengaku lebih percaya diri dalam menyusun dan menyampaikan pembelajaran Bahasa Indonesia ke depan. Temuan (Lev Vygotsky dalam Schunk. Dale H. , yang menekankan bahwa pembelajaran akan efektif jika peserta aktif membangun makna melalui Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) pengalaman dan konteks nyata. Sesi praktik langsung seperti simulasi dan studi kasus menjadi wahana bagi pengetahuan secara aktif dan kolaboratif sesuai dengan prinsip zone of proximal (ZPD). Pendekatan pelatihan ini juga selaras dengan model TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledg. dikembangkan (Mishra, 2. , yang pedagogik dan konten mata pelajaran, tetapi juga keterampilan teknologi dalam mendukung proses pembelajaran. Peningkatan keterampilan mereka integrasi ketiga domain TPACK secara simultan, yang menjadi indikator penting kompetensi guru abad ke-21. Jika dibandingkan dengan studi sebelumnya pelatihan ini memperkuat pentingnya integrasi teknologi dalam keunggulan pada eksplorasi literasi digital lebih mendalam. Sebagaimana pernyataan (Helen Beetham. Rhona Sharpe, 2. bahwa penggunaan platform seperti Canva. Quizizz, dan Google Classroom pelatihan ini lebih adaptif terhadap tantangan pendidikan era digital dan menjadikan kelas lebih aktif dan kreatif. Selain itu, penelitian ini menambah (Hidayah. , & Akhmar. M, 2. , yang menunjukkan mahasiswa PGMI konvensional, namun dengan adanya pelatihan ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis praktik nyata mampu merombak kebiasaan tersebut. Ini juga sejalan dengan pemikiran (Dewi, 2. mengenai pentingnya pembentukan kompetensi guru melalui Vol. 9 No. Mei 2025 pengalaman aplikatif, bukan sekadar pengetahuan teoretik. Meski demikian, pelatihan ini tidak bebas dari tantangan. Beberapa menggunakan perangkat lunak digital, dan waktu yang terbatas membatasi pendampingan individual. Hal ini sejalan dengan temuan (Wulandari, 2. , bahwa calon guru sering kali menghadapi kendala teknis saat mengintegrasikan teknologi dalam Untuk praktik terbimbing dan melibatkan mahasiswa senior sebagai peer tutor, serta merancang program mentoring kesinambungan penguatan kompetensi. Kegiatan ini tidak hanya memberikan peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga berkontribusi pada pembentukan profesionalisme mahasiswa dalam pembelajaran yang relevan dengan Kurikulum Merdeka dan kebutuhan generasi digital. Dampak kegiatan ini terhadap mahasiswa PGMI sangat positif. Mereka menunjukkan kemajuan tidak hanya dalam aspek teknis penyusunan modul ajar, tetapi juga dalam merancang pembelajaran yang relevan, adaptif, dan seimbang antara literasi dan teknologi. Mahasiswa pendekatan pembelajaran berbasis memanfaatkan media digital secara kreatif dan fungsional yang dituangkan dalam modul ajar dan praktek mengajar. Hal ini mencerminkan kesiapan profesional di era transformasi digital KESIMPULAN Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Berdasarkan pelatihan berbasis praktik langsung yang dilaksanakan di Program Studi PGMI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, dapat disimpulkan bahwa program ini secara signifikan berhasil meningkatkan keterampilan mahasiswa pembelajaran Bahasa Indonesia yang inovatif dan berbasis teknologi. Peningkatan tersebut terlihat dari hasil post-test mengalalami kenaikan skor, serta peningkatan kepercayaan diri dan kreativitas mahasiswa dalam menyusun modul ajar. Pelatihan ini membuktikan bahwa pendekatan kontekstual yang mengintegrasikan simulasi, studi kasus, dan praktik penggunaan media digital efektif menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik pendidikan. Temuan ini sejalan dengan pendekatan (Vygotsk. kerangka kerja TPACK (Mishra & Koehle. , di mana pembelajaran menjadi lebih bermakna ketika mahasiswa dilibatkan secara aktif dalam mengintegrasikan teknologi, pedagogi, dan konten secara simultan. Kegiatan ini mahasiswa, tetapi juga turut membentuk profesionalisme mereka sebagai calon guru abad ke-21 yang adaptif, kolaboratif, dan reflektif. Pelatihan ini juga menegaskan pentingnya pelibatan peer tutor, sesi praktik terbimbing, dan refleksi kelompok dalam mendukung proses pembelajaran berkelanjutan. Mode diimplementasikan secara lebih luas di madrasah dan lembaga pendidikan lainnya, khususnya di wilayah pedesaan yang masih menghadapi kesenjangan literasi digital. Penerapan program serupa juga dapat disesuaikan dengan Vol. 9 No. Mei 2025 kebutuhan kurikulum lokal dan tingkat kelas yang berbeda, dengan dukungan sistem mentoring dan peer tutoring untuk menjamin keberlanjutan. Untuk mendalami dampak jangka panjang, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada aspek keberlanjutan kompetensi lulusan dalam praktik mengajar di lapangan, serta mengevaluasi efektivitas pelatihan dengan desain eksperimen diberbagai madrasah. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya memberikan kurikulum PGMI, tetapi juga menjadi strategi pengembangan profesionalisme guru yang kontekstual, relevan, dan adaptif terhadap transformasi digital dalam pendidikan dasar Islam. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan moril, material, dan fasilitasi dalam pelaksanaan Pengabdian Masyarakat ini. Secara khusus, apresiasi disampaikan kepada Program Studi PGMI dan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung atas dukungan akademik dan koordinasi yang mendukung keberhasilan program ini. Terima kasih juga disampaikan kepada mahasiswa prodi PGMI yang telah berpartisipasi dan mensukseskan kegiatan ini. hasil dari kegiatan ini memberikan manfaat nyata dalam penguatan kompetensi calon guru dan peningkatan kualitas pendidikan dasar Islam di era REFERENSI