Nurul AAoyun JURNAL STUDI. SOSIAL DAN EKONOMI Vol. 5 No. 2 Juni 2024 Hal. ISLAMIC BUSINESS ETHICS YUSUF AL-QARDHAWI'S PERSPECTIVE Nurul AAoyun STAI Sabilul Muttaqin Mojokerto nurulbjn2018@gmail. Abstract This research aims to analyze and understand business ethics from the perspective of Yusuf al-Qardhawi, a leading Islamic cleric and scholar. The focus of the research is to identify the basic principles of business ethics proposed by alQardhawi, as well as how these principles are applied in modern business The research method used is qualitative research with a descriptiveanalytical approach. Data was collected through literature studies which included the written works of Yusuf al-Qardhawi and other relevant secondary sources. Data analysis was carried out by examining main concepts such as justice, honesty, trust, prohibition of usury and gharar, and social responsibility in the context of Islamic business ethics. It is hoped that the research results will provide in-depth insight into how Islamic ethical values can be integrated into daily business practices, as well as contribute to the development of Islamic business ethics theory and practice. Keywords: business ethics. Yusuf al-Qardhawi Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami etika bisnis dalam perspektif Yusuf al-Qardhawi, seorang ulama dan cendekiawan Islam terkemuka. Fokus penelitian adalah untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip dasar etika bisnis yang diajukan oleh alQardhawi, serta bagaimana prinsip-prinsip tersebut diterapkan dalam praktik bisnis Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (Library Researc. Data dikumpulkan melalui studi literatur yang mencakup karya-karya tulis Yusuf al-Qardhawi dan sumber-sumber sekunder lainnya yang relevan. Analisis data dilakukan dengan cara mengkaji konsep-konsep utama seperti keadilan, kejujuran, amanah, larangan riba dan gharar, serta tanggung jawab sosial dalam konteks etika bisnis Islam. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana nilai-nilai etika Islam dapat diintegrasikan dalam praktik bisnis sehari-hari, serta memberikan kontribusi bagi pengembangan teori dan praktik etika bisnis Islam. Keywords: etika bisnis. Yusuf al-Qardhawi Hal 150 Jurnal Studi. Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Nurul AAoyun PENDAHULUAN Pengusaha harus terus berusaha untuk bertahan di pasar global ini seiring dengan perkembangan zaman dan era persaingan global yang sangat sengit. Upaya ini jelas mendorong para pengusaha untuk mendapatkan kesempatan dan keuntungan sebanyak Manusia dilahirkan dengan adanya kebutuhan. Kebutuhan ini membuat manusia harus berusaha dan bekerja. Dalam bekerja pun dibutuhkan motivasi. Seseorang yang awalnya menjadi pekerja bila memiliki motivasi yang tinggi, setiap apa yang telah dicapainya pasti ingin mencapai yang lebih tinggi dan lebih baik lagi. Dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya, maka manusia melakukan kegiatan bisnis sebagai salah satu perilaku ekonomi. Sebagaimana Allah berfirman dalam Q. S Al Jumuah ayat 10: a AA EOa aA eIa aa O aAOA A aO aa O aI I a AcEE aE a O U acE a acE aE I a A aE a OIA a A aOA ca A EA a A aE NA a AE A a a aa CA a AcEE aO aE aO NA AuApabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi. karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung. Ay Namun untuk mendapatkannya, segelintir pengusaha bahkan rela untuk melakukan segala cara tanpa memikirkan bahwa ada pihak lain yang dirugikan atas tindakan tersebut. Perilaku kompetisi seperti ini lah yang harusnya dihindari, karena inti dalam berbisnis bukan hanya meraih keuntungan sebanyak-banyaknya. Dalam dunia bisnis, peranan etika dan moral sangatlah penting demi menghindari sifat-sifat berkompetisi yang tidak sehat. Etika bisnis dipercaya sebagai cara untuk mempertahankan bisnis dan harus diterapkan oleh seluruh pihak. Jika semua pihak melaksanakannya, maka konsumen pun akan merasa disejahterakan sehingga kepercayaan pun terlahir. Dengan begitu kesetiaan untuk melakukan bisnis dengan suatu perusahaan tersebut pun tercipta. Dalam mempertahankan hidupnya manusia diberi kebebasan dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Kebebasan merupakan unsur dasar manusia dalam mengatur dirinya dalam memenuhi kebutuhan yang ada. Namun kebebasan manusia ini tidak berlaku mutlak, kebebasan itu dibatasi oleh kebebasan manusia lain. Bila antara manusia melanggar batas kebutuhan antara sesamanya, maka akan terjadi konflik, bila terjadi hal ini maka manusia akan kehilangan peluang untuk mendapatkan kebutuhan yang diharapkan. Prinsip kebebasan diatas menjadikan seorang penjual bersikap baik terhadap pembeli, bukan karena masalah belas kasihan, tetapi lebih dikarenakan konsistensi usaha penjual tergantung dari konsistensi pembeli untuk memenuhi kebutuhan penjual. Seorang pemikir tidak dapat Hal 151 Jurnal Studi. Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Nurul AAoyun dilepaskan dari konteks kulturalnya, karena hasil-hasil pemikiran tidak lahir dengan sendirinya, akan tetapi mempunyai keterkaitan dengan historis dan pemikiran yang berkembang sebelumnya serta mempunyai hubungan dengan apa-apa yang ada pada Demikian juga halnya dengan Yusuf Qardhawi dalam mengemukakan konseptualitas pemikirannya tentang norma dan etika dalam ekonomi Islam termasuk tentang sirkulasi dalam perdagangan. Sirkulasi menurut para ekonom adalah kumpulan perjanjian dan proses yang diporosnya manusia menjalankan aktifitas. Dengan pengertian lain sirkulasi adalah pendayagunaan barang dan jasa lewat kegiatan jual beli dan simpan pinjam melalui agen, koperasi, dan lain-lain, baik sebagai sarana perdagangan ataupun tukar-menukar barang. Larangan memperdagangkan barang-barang yang haram. menegakkan keadilan danmengharamkan riba, menerapkan kasih sayang dan mengharamkan monopoli1. METODE Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library Researc. Kajian ini didasarkan pada data kepustakaan, dan mengkaji pandangan Yusuf Al Qardhawi tentang etika persaingan usaha, serta bukubuku, jurnal, dan karya-karya ilmiah lainnya yang relevan dengan isu penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian Etika Bisnis Secara etimologi kata etika berasal dari bahasa Yunani yang dalam bentuk tunggal yaitu ethos dan dalam bentuk jamaknya yaitu ta etha. AuEthosAy yang berarti sikap, cara berpikir, watak kesusilaan atau adat. Kata ini identik dengan perkataan moral yang berasal dari kata latin AumosAy yang dalam bentuk jamaknya Mores yang berarti juga adat atau cara hidup. Etika dan moral memiliki arti yang sama, namun dalam pemakaian sehari-harinya ada sedikit perbedaan dimana moral dipakai untuk perbuatan yang sedang dinilai/dikaji, sedangkan etika dipakai untuk pengkajian sistem nilai yang ada dalam kelompok atau masyarakat tertentu. a etika Al-Qardhawi Yusuf. Norma dan Etika Ekonomi Islam, terj. Zainal Arifin, (Jakarta: Gema Insani Press, 1. Cet. 1, h. Hal 152 Jurnal Studi. Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Nurul AAoyun bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis yang mencangkup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu perusahaan, atau juga masyarakat. Dalam persaingan bisnis, perusahaan atau organisasi yang akan di nilai unggul bukan hanya yang mampu mendatangkan keuntungan dalam jumlah banyak namun juga yang memiliki etika kerja yang baik. Etika kerja dalam suatu organisasi merupakan salah satu acuan yang biasa digunakan dalam menjalankan aktivitas bisnisnya, yang mana digunakan pula untuk menentukan bagaimana kinerja perusahaan atau organisasi, dalam hal ini adalah kinerja karyawan. Etika Bisnis Islam adalah serangkaian aktivitas bisnis dalam berbagai bentuknya yang tidak dapat dibatasi jumlah kepemilikan harta . arang/jas. termasuk profitnya namun dibatasi dalam cara memperolehnya dan pendayagunaan hartanya karena aturan halal dan haram. Yusuf al-Qharadawi Yusuf al-Qaradawi adalah seorang ulama Sunni yang terkenal, lahir pada tahun 1926 di Mesir. Yusuf al-Qaradawi memulai pendidikannya di Al-Azhar University di Kairo, salah satu institusi pendidikan Islam tertua dan terkemuka di dunia. Dia belajar di sana dan memperoleh gelar sarjana dan pascasarjana dalam bidang studi Islam. Yusuf alQharadawi ialah memperkenalkan pendekatan dinamik untuk memahami SyariAah. (Yusuf Al Qaradawi, 1. Berkaitan dengan etika bisnis Islam, dalam karyanya yang menumental Daurul Qiyam wal Akhlaq fil Iqtishadil Islami, al qharadawi mendeskripsikan dan memaparkan tentang pentingnya norma dan etika dalam ekonomi, kedudukannya, dan pengaruhnya dalam lapangan ekonomi yang berbeda-beda seperti: bidang produksi, konsumsi, dan bidang distribusi. ((Yusuf Qardhawi, 1. AlQaradawi mempromosikan konsep ekonomi Islam, yang mencakup prinsip-prinsip seperti keadilan sosial, keberkahan . , dan keseimbangan antara kepentingan individu dan masyarakat. Beliau menekankan pentingnya mengikuti prinsip-prinsip syariah dalam aktivitas ekonomi, seperti larangan riba . , spekulasi yang tidak sehat, dan keadilan dalam distribusi kekayaan. Bisnis dan Etika: Dalam pandangannya, bisnis dalam Islam harus dijalankan dengan memperhatikan nilai-nilai moral dan etika Islam. Hal ini termasuk transparansi dalam transaksi, kejujuran dalam bisnis, dan menjaga keseimbangan antara mencari keuntungan . dengan memperhatikan kesejahteraan Prinsip-Prinsip Etika Bisnis Islam Dalam hukum Islam disebutkan bagaimana pinsip-prinsip dalam berbisnis. Etika bisnis Islami merupakan tata cara pengelolaan bisnis berdasarkan AlQurAoan, hadist, dan hukum yang telah dibuat oleh para ahli fiqih. Prinsip-prinsip Hal 153 Jurnal Studi. Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Nurul AAoyun dasar etika bisnis Islami harus mencakup: a. Prinsip Kesatuan Prinsip kesatuan merupakan landasan yang sangat filosofis yang dijadikan sebagai pondasi utama setiap langkah seorang Muslim yang beriman dalam menjalankan fungsi Landasan tauhid atau ilahiyah ini bertitik tolak pada keridhoan Allah, tata cara yang dilakukan sesuai dengan syariah-Nya. Kegiatan bisnis dan distribusi diikatkan pada prinsip dan tujuan ilahiyah. Prinsip Keadilan Prinsip keadilan menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan acuan yang adil dan sesuai dengan kriteria yang rasional objektif dan dapat Keadilan menuntut agar tidak boleh ada pihak yang dirugikan hak dan kepentingannya. Prinsip Kehendak Bebas Kebebasan berarti bahwa manusia sebagai individu dan kolektif mempunyai kebebasan penuh untuk Dalam mengimplementasikan kaidah-kaidah Islam karena masalah ekonomi termasuk kepada aspek muamalah bukan ibadah maka berlaku padanya kaidah umum Ausemua boleh kecuali yang dilarangAy yang tidak boleh dalam Islam adalah ketidakadilan dan riba. Prinsip Tanggungjawab Dalam dunia bisnis, pertanggungjawaban dilakukan kepada dua sisi yakni sisi vertikal . epada Alla. dan sisi horizontalnya kepada masyarakat atau konsumen. Tanggungjawab dalam bisnis harus ditampilkan secara transparan . , kejujuran, pelayanan yang optimal dan berbuat yang terbaik dalam segala urusan. Prinsip Kebenaran Dalam konteks bisnis kebenaran dimaksudkan sebagai niat, sikap dan prilaku benar yang meliputi proses mencari atau memperoleh komoditas pengembangan maupun dalam proses upaya meraih atau menetapkan keuntungan. Dalam prinsip ini terkandung dua unsur penting yaitu kebajikan dan kejujuran. Kebajikan dalam bisnis ditunjukkan dengan sikap kerelaan dan keramahan dalam bermuamalah, sedangkan kejujuran ditunjukkan dengan sikap jujur dalam semua proses bisnis yang dilakukan tanpa adanya penipuan sedikitpun. Fungsi Etika Bisnis Islam Pada dasarnya terdapat fungsi khusus yang diemban oleh etika bisnis Islam diantaranya adalah: Etika bisnis berupaya mencari cara untuk menyelaraskan dan menyerasikan berbagai kepentingan dalam dunia bisnis. Hal 154 Jurnal Studi. Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Nurul AAoyun Etika bisnis juga mempunyai peran untuk senantiasa melakukan perubahan kesadaran bagi masyarakat tentang bisnis, terutama bisnis Islami. Dan caranya biasanya dengan memberikan suatu pemahaman serta cara pandang baru tentang pentingnya bisnis dengan menggunakan landasan nilai-nilai moralitas dan spiritualitas, yang kemudian terangkum dalam suatu bentuk yang bernama etika Etika bisnis terutama etika bisnis Islami juga bisa berperan memberikan satu solusi terhadap berbagai persoalan bisnis modern ini yang kian jauh dari nilai-nilai 4 Beretika harus benar-benar merujuk pada sumber utamanya yaitu Al-QurAoan dan sunnah. KESIMPULAN DAN SARAN Etika bisnis Islam menurut perspektif Yusuf al-Qardhawi mengedepankan prinsip-prinsip fundamental seperti keadilan, kejujuran, amanah, dan tanggung jawab sosial yang menjadi landasan dalam setiap aktivitas bisnis. Al-Qardhawi menekankan bahwa bisnis harus dijalankan dengan cara yang adil dan transparan, menghindari praktikpraktik yang merugikan seperti riba dan gharar. Selain itu, bisnis harus memperhatikan kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan, menunjukkan bahwa nilai-nilai moral dan spiritual tidak terpisahkan dari kegiatan ekonomi. Dengan demikian, etika bisnis Islam perspektif Yusuf al-Qardhawi mengarahkan para pelaku bisnis untuk tidak hanya berfokus pada keuntungan materi, tetapi juga berkontribusi positif terhadap pembangunan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. Pandangan ini memberikan kerangka kerja yang komprehensif untuk mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam praktik bisnis modern, menjadikan bisnis sebagai sarana untuk mencapai keadilan sosial dan kesejahteraan bersama. Hal 155 Jurnal Studi. Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Nurul AAoyun DAFTAR PUSTAKA