Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 2537-2546 Analisis Kontribusi Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit dalam Pemenuhan Kebutuhan Hidup Karyawan di PT Rimbun Sawit Sejahtera Kabupaten Kampar. Riau Analysis of The Contribution of Oil Palm Plantation Companies In Fulfilling Employees' Living Needs at PT Rimbun Sawit Sejahtera Kampar Regency. Riau Randewi Sagar Sajjida Khairallah Tulfah*. Tri Endar Suswatiningsih. Arum Ambarsari Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. INSTIPER Yogyakarta *Email: randewisagar@gmail. (Diterima 14-03-2025. Disetujui 01-07-2. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kontribusi perusahaan dalam pemenuhan kebutuhan hidup karyawan, untuk menganalisis berapa besar kontribusi pendapatan karyawan dalam pemenuhan kebutuhan hidup karyawan, serta untuk mengetahui strategi perusahaan dan karyawan dalam pemenuhan kebutuhan hidup karyawan di PT Rimbun Sawit Sejahtera. Kabupaten Kampar. Riau. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2024. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini yaitu karyawan BHL, karyawan SKU, dan Staf yang diambil berdasarkan teknik stratified random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan diantaranya observasi, wawancara, kuisioner, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif dan menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kontribusi perusahaan dalam pemenuhan kebutuhan hidup karyawan BHL, karyawan SKU, dan Staf terdiri dari kompensasi, fasilitas, pendidikan dan pelatihan, kesehatan dan kesejahteraan, serta penghargaan dan pengakuan. Kontribusi pendapatan karyawan untuk pemenuhan kebutuhan fisiologis sebesar 86,8% untuk karyawan SKU dan 23,6% untuk Staf. Karyawan BHL menggunakan seluruh pendapatannya untuk kebutuhan fisiologis karena pendapatan yang diperolehnya lebih kecil dibandingkan pengeluaran. Strategi perusahaan untuk pemenuhan kebutuhan hidup karyawan diantaranya perusahaan memberikan tambahan kompensasi, fasilitas, dukungan kegiatan, apresiasi, serta kesempatan untuk karyawan belajar dan berkembang dan strategi yang dilakukan karyawan untuk memenuhi kebutuhan hidup diantaranya memiliki usaha, pekerjaan sampingan, dan meminjam kepada tetangga/keluarga. Kata kunci: Kontribusi Perusahaan. Pemenuhan Kebutuhan Hidup. Strategi ABSTRACT This study aims to find out the form of the company's contribution in meeting the living needs of employees, to analyze how much employee income contributes to the fulfillment of employees' living needs, and to find out the company's and employees' strategies in meeting the living needs of employees at PT Rimbun Sawit Sejahtera. Kampar Regency. Riau. This research will be carried out in August 2024. The method used in this study is a quantitative descriptive method. The samples in this study are BHL employees. SKU employees, and staff taken based on stratified random sampling techniques. The data collection techniques used include observation, interviews, questionnaires, and documentation. The data analysis technique used is descriptive statistical analysis and using a Likert scale. The results of the study show that the form of the company's contribution in meeting the living needs of BHL employees. SKU employees, and staff consists of compensation, facilities, education and training, health and wellbeing, and awards and recognition. The contribution of employee income to the fulfillment of physiological needs was 86. 8% for SKU employees and 23. 6% for Staff. BHL employees use all of their income for physiological needs because the income they earn is smaller than their expenses. The company's strategy to meet the needs of employees includes the company providing additional compensation, facilities, activity support, appreciation, and opportunities for employees to learn and develop and strategies carried out by employees to meet their life needs, including having a business, a side job, and borrowing from neighbors/family. Keywords: Company Contribution. Fulfillment of Living Needs. Strategy. Analisis Kontribusi Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit dalam Pemenuhan Kebutuhan Hidup Karyawan di PT Rimbun Sawit Sejahtera Kabupaten Kampar. Riau Randewi Sagar Sajjida Khairallah Tulfah. Tri Endar Suswatiningsih. Arum Ambarsari PENDAHULUAN Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan suatu aset utama yang harus dimiliki perusahaan dalam mencapai tujuan dari perusahaan itu sendiri yang harus dilatih serta dikembangkan kemampuannya (Susan, 2. Untuk memperoleh hasil kerja yang optimal dari karyawan, perusahaan bertanggung jawab dalam kualitas kehidupan kerja yang diperoleh karyawan. Menurut Pasomba dkk. kualitas kehidupan kerja karyawan dapat meningkatkan kualitas SDM dalam hal keterlibatan karyawan untuk memecahkan masalah, sistem imbalan yang inovatif, perbaikan lingkungan kerja dan restrukrisasi kerja. Dengan begitu karyawan dapat lebih produktif dan memiliki kepuasan serta rasa memiliki tanggung jawab di dalam pekerjaannya. Kepuasan kerja dari karyawan tercerminkan berdasarkan perlakuan perusahaan terhadap karyawannya dalam suatu hal yang positif. Salah satu bentuk perlakuan perusahaan untuk meningkatkan kinerja karyawan adalah dengan membantu meringankan pemenuhan kebutuhan hidup karyawan. Menurut Hayati dkk. pemenuhan kebutuhan hidup merupakan kemampuan seseorang dalam mengatasi permasalahan kebutuhan hidup sesuai dengan keinginannya. Pemenuhan kebutuhan hidup dikatakan sebagai proses bagi individu untuk bertahan hidup dengan cara memenuhi kebutuhannya. Menurut Rahmat Gunawijaya . pemenuhan kebutuhan hidup manusia berpengaruh terhadap kelangsungan hidupnya, apabila kebutuhan hidup tidak dapat terpenuhi maka dapat menimbulkan dampak negatif. Untuk menghindari dampak negatifnya individu perlu motivasi terkait pemenuhan kebutuhan manusia yang bersifat hierarki atau berjenjang yang seperti diutarakan pada Teori Hierarki Maslow dimana kebutuhan manusia terdiri dari kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan penghargaan, dan kebutuhan aktualisasi diri (Zebua, 2. Kebutuhan tersebut harus dipenuhi dari yang mendasar hingga tertinggi dan untuk itu indivdu memerlukan strategi demi terpenuhinya kebutuhan hidup. Karyawan dalam memenuhi kebutuhannya tidak terlepas dari pendapatan yang diperolehnya. Riduwan dkk. mengutarakan pendapatan karyawan merupakan penghasilan yang diperoleh karyawan yang berasal dari gaji pokok, bonus, premi, serta tunjangan lain yang diberikan suatu perusahaan dalam kurun waktu tertentu secara rutin dan sesuai kesepakatan yang biasanya diberikan dalam bentuk uang. Pada dasarnya pemenuhan kebutuhan hidup bergantung pada apa yang individu butuhkan dengan seberapa besar upah yang didapatkan (Supriyadi dan Lesmana, 2. Apabila upah yang didapatkan tidak sesuai atau bahkan tidak memenuhi standar pengupahan, maka karyawan akan mendapati kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun sayangnya hal inilah yang masih sering ditemui dimana perbandingan antara kebutuhan hidup dan pendapatan tidak sebanding. Dalam hal ini perusahaan memiliki peran untuk terlibat, kontribusi dari perusahaan bukanlah sebuah pilihan namun sebuah kebutuhan yang mendesak karena perusahaan memiliki tanggung jawab untuk membuka ruang dan fasilitas supaya karyawan dapat berkembang (Tiffani, 2. Dengan diberikannya kontribusi ini, seorang karyawan akan merasa lebih dihargai kinerjanya serta lebih termotivasi untuk meningkatkan kinerjanya (Prabu dan Wijayanti, 2. Seperti juga pada perusahaan PT Rimbun Sawit Sejahtera yang harus lebih memperhatikan kebutuhan hidup yang diperlukan karyawan. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui . Bentuk kontribusi PT Rimbun Sawit Sejahtera dalam pemenuhan kebutuhan hidup karyawannya, . Besarnya kontribusi pendapatan karyawan dalam pemenuhan kebutuhan hidup, . Strategi perusahaan dan karyawan dalam pemenuhan kebutuhan hidup karyawan di PT Rimbun Sawit Sejahtera Kabupaten Kampar. Riau. METODE PENELITIAN Metode dasar penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Metode ini membantu menggambarkan, merangkum, dan menganalisis data kuantitatif dengan ringkas sehingga dapat membantu memahami detail data (Sudirman dkk. , 2. Lokasi penelitian dilakukan di PT Rimbun Sawit Sejahtera. Kabupaten Kampar. Provinsi Riau. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive sampling karena perusahaan telah memberikan kontribusinya dalam pemenuhan kebutuhan hidup karyawan. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2024 dengan pembatasan data yang diambil khususnya mengenai pendapatan, upah, premi, upah lembur, tunjangan, dan bonus pada bulan September 2024. Metode penentuan sampel menggunakan stratified random sampling dengan jumlah responden sebanyak 45 responden yang terdiri dari 20 karyawan BHL, 20 karyawan SKU, dan 5 Staf. Jumlah populasi karyawan pada Bulan Septemper 2024 sebanyak 394 karyawan dengan masing-masing 239 karyawan BHL, 147 karyawan SKU, dan 8 Staf. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 2537-2546 Metode pengumpulan data yang digunakan melalui kuisioner, wawancara, observasi, dan Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif dan skala likert, data yang diperoleh akan diringkas dan disusun secara sistematis dan teratur, kemudian akan dianalisis untuk menggambarkan hasil penelitian. Skala likert pada penelitian ini digunakan untuk mengetahui persepsi karyawan terhadap kontribusi pemenuhan kebutuhan hidup yang diberikan perusahaan. HASIL DAN PEMBAHASAN Identitas Responden Identitas responden merupakan gambaran umum tentang identitas karyawan PT Rimbun Sawit Sejahtera yang dijadikan sampel. Identitas responden ditinjau berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan, status karyawan, jabatan pekerjaan, lama bekerja, dan total anggota keluarga yang mana hal ini memengaruhi pendapatan yang diperoleh karyawan. Karyawan Berdasarkan Usia Rata-rata karyawan BHL berusia 35 tahun, karyawan SKU berusia 37 tahun, dan Staf berusia 29 Karyawan SKU relatif berusia lebih tua dibandingkan karyawan BHL dan Staf mengingat karyawan perlu memenuhi kualifikasi untuk menjadi karyawan SKU. Tenaga kerja dengan usia yang produktif dapat menentukan keberhasilan dalam melakukan pekerjaan baik fisik maupun non fisik (Dewi dkk. , 2. Berdasarkan hal tersebut dapat diartikan bahwa karyawan di PT Rimbun Sawit Sejahtera termasuk dalam usia produktif sehingga dapat melakukan pekerjaan dengan baik. Karyawan Berdasarkan Pendidikan Mayoritas latar belakang pendidikan karyawan BHL dan SKU adalah SMA/SMK, untuk seluruh Staf memiliki latar belakang pendidikan S1/sederajat. Menurut Gunawan Silaban, pendidikan karyawan mempengaruhi cara berpikir karyawan dalam melakukan pekerjaan, penerimaan tanggung jawab, dan menghindari resiko kerja. Melalui hal tersebut dapat dikatakan bahwa pola pikir yang dimiliki karyawan dalam penerimaan tanggung jawab pekerjaan sudah cukup tinggi. Karyawan Berdasarkan Status Karyawan PT Rimbun Sawit Sejahtera terdiri dari tiga status karyawan yaitu karyawan tetap atau karyawan SKU, karyawan tidak tetap atau harian (BHL), dan staf. Dalam penelitian ini diambil sampel masing-masing 20 karyawan BHL dan SKU serta 5 staf. Karyawan Berdasarkan Jabatan Pekerjaan Jabatan pekerjaan karyawan BHL berhubungan dengan pekerjaan perawatan/pemeliharaan Jabatan pekerjaan karyawan SKU berhubungan dengan produksi dan administrasi Jabatan Staf terdiri dari karyawan yang memiliki kualifikasi atau spesialisasi pada keahlian Perbedaan jabatan pekerjaan ini mempengaruhi penghasilan dan kesejahteraan ekonomi karyawan, karyawan dengan jabatan yang tinggi cenderung memiliki penghasilan yang tinggi. Karyawan Berdasarkan Jumlah Anggota Keluarga Rata-rata jumlah anggota keluarga karyawan BHL adalah 3 orang, karyawan SKU 4 orang, dan Staf 2 orang. Semakin banyak anggota keluarga maka kebutuhan yang harus dipenuhi semakin besar demikian juga dengan sebaliknya apabila anggota keluarga sedikit peluang memenuhi kebutuhan semakin kecil. Bentuk Kontribusi Perusahaan Dalam Pemenuhan Kebutuhan Hidup Karyawan Kontribusi diberikan perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab untuk perkembangan karyawan sehingga karyawan akan merasa lebih dihargai kinerjanya serta lebih termotivasi untuk meningkatkan kinerjanya. Kompensasi Bentuk kompensasi yang diberikan perusahaan . Upah Rata-rata upah yang diperoleh karyawan BHL sebesar Rp 2. 000 dan belum sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kampar yang sebesar Rp 3. Mayoritas Analisis Kontribusi Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit dalam Pemenuhan Kebutuhan Hidup Karyawan di PT Rimbun Sawit Sejahtera Kabupaten Kampar. Riau Randewi Sagar Sajjida Khairallah Tulfah. Tri Endar Suswatiningsih. Arum Ambarsari karyawan BHL menerima upah dibawah Rp 3. 000 dikarenakan karyawan BHL mendapatkan upah sesuai dengan hari kerja yang dilakukan dengan upah per harinya Rp Rata-rata upah yang diterima karyawan SKU sebesar Rp 4. 000 lebih tinggi daripada UMK Kampar. Hal ini karena gaji pokok yang diperoleh karyawan SKU dalam satu bulan telah sesuai dengan UMK Kampar. Rata-rata upah yang diperoleh Staf sebesar Rp 7. 000 jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan upah karyawan BHL, karyawan SKU, ataupun UMK Kampar. Premi Rata-rata premi yang diterima karyawan BHL sebesar Rp 146. Berbeda sangat jauh dengan karyawan SKU dan Staf yang rata-rata memperoleh premi sebesar Rp 1. untuk karyawan SKU dan Rp 1. 000 untuk Staf. Hal ini dikarenakan premi diberikan sesuai dengan beban kerja yang dilakukan karyawan. Upah lembur Karyawan mendapatkan upah lembur apabila melakukan pekerjaan diluar jam kerja dan dilakukan saat malam hari. Pekerjaan yang memperoleh upah lembur adalah jaga alat berat, jaga keamanan, dan semprot UPDKS yang dapat dilakukan oleh karyawan SKU ataupun karyawan BHL. Upah lembur yang diberikan perusahaan adalah sebesar Rp 50. 000/hari. Tunjangan Tunjangan hanya diberikan kepada karyawan SKU dan Staf. Tunjangan yang diberikan adalah beras yang dirupiahkan, artinya dalam 1Kg beras dihitung Rp 10. Tunjangan diberikan kepada karyawan sebesar Rp 150. 000, kepada istri sebesar Rp 90. 000, dan kepada anak sebesar Rp 75. Untuk tunjangan anak berlaku kelipatan maksimal 3 anak. Tunjangan tahunan Tunjangan tahunan diberikan kepada seluruh karyawan setiap tahun sekali mendekati hari Jumlah yang diberikan perusahaan untuk karyawan BHL sebesar Rp 3. dan untuk karyawan SKU sebesar Rp 3. Staf memperoleh tunjangan tahunan 10. Jumlah BHL Pendapatan terendah Pendapatan tertinggi Rata-rata pendapatan Rata-rata anggota keluarga Pendapatan per kapita 001 - 4. 001 - 6. SKU 001 - 8. Analisis Kontribusi Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit dalam Pemenuhan Kebutuhan Hidup Karyawan di PT Rimbun Sawit Sejahtera Kabupaten Kampar. Riau Randewi Sagar Sajjida Khairallah Tulfah. Tri Endar Suswatiningsih. Arum Ambarsari Staf 001 - 10. >10. Jumlah Pendapatan terendah Pendapatan tertinggi Rata-rata pendapatan Rata-rata anggota keluarga Pendapatan per kapita 001 - 4. 001 - 6. 001 - 8. 001 - 10. >10. Jumlah Pendapatan terendah Pendapatan tertinggi Rata-rata pendapatan Rata-rata anggota keluarga Pendapatan per kapita Sumber : Analisis Data Primer . Kebutuhan Fisiologis Total pendapatan yang diperoleh karyawan dapat dikatakan layak untuk memenuhi kebutuhan hidup apabila lebih tinggi daripada pengeluarannya. Pada penelitian ini pengeluaran karyawan dilihat melalui rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan Indonesia tahun 2024. Berdasarkan data dari BPS Indonesia rata-rata pengeluaran per kapita untuk makanan dan bukan makanan sebesar Rp 1. Pendapatan per kapita karyawan BHL sebesar Rp 1. 778 yang artinya pendapatan karyawan BHL lebih kecil dari pada pengeluaran per kapita nasional. Dapat dikatakan bahwa pendapatan karyawan BHL belum layak untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pendapatan per kapita karyawan SKU sebesar Rp 1. 750 yang artinya pendapatan karyawan SKU lebih tinggi dari pada pengeluaran per kapita nasional. Karyawan SKU menggunakan 86,8% pendapatannya untuk konsumsi. Pendapatan per kapita Staff sebesar Rp 6. 500 yang artinya pendapatan Staf lebih tinggi dari pada pengeluaran. Staf menggunakan 23,6% pendapatannya untuk konsumsi. Apabila dibandingkan dengan pengeluaran makanan dan bukan makanan Kabupaten Kampar yang sebesar Rp 1. 683 pengeluaran yang dibutuhkan karyawan SKU sebesar 81,4% dan Staf sebesar 22,2% yang mana tidak berbeda jauh dengan pengeluaran per kapita nasional. Dibandingkan dengan pengeluaran per kapita Kabupaten Kampar, pendapatan karyawan BHL belum mencukupi atau belum layak. Melalui hal tersebut karyawan yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan layak adalah karyawan SKU dan Staf. Kebutuhan Rasa Aman Pendapatan karyawan dapat berperan untuk memenuhi kebutuhan rasa aman akan stabilitas finansial, fisik, maupun emosional karyawan. Dalam penelitian ini pendapatan karyawan memiliki kontribusi kecil dalam pemenuhan kebutuhan rasa aman, mengingat baik finansial, fisik, maupun emosional telah terjamin oleh fasilitas dan layanan yang diberikan perusahaan seperti adanya APD dan pos keamanan. Kebutuhan Sosial Perusahaan memberikan dukungan penuh untuk kegiatan/organisasi yang dibuat karyawan salah satunya adalah serikat tolong-menolong (STM) yaitu suatu perkumpulan karyawan yang bertujuan saling membantu sesama anggota dalam keadaan suka maupun Anggota membayar iuran sebagai uang kas organisasi setiap bulannya sebesar Rp 000 oleh karena itu karyawan perlu menyisihkan 0,3% pendapatannya untuk kebutuhan sosial. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 2537-2546 Kebutuhan Penghargaan Pendapatan karyawan memiliki kontribusi yang kecil dalam pemenuhan kebutuhan penghargaan, mengingat penghargaan diberikan atas dasar suatu pencapaian karyawan dalam bekerja. Karyawan membutuhkan penghargaan untuk membantu meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri karyawan. Kebutuhan Aktualisasi Diri Dalam kebutuhan aktualisasi diri, pendapatan cukup memiliki peran untuk meningkatkan potensi karyawan melalui pelatihan/kursus berbayar yang dilakukan diluar perusahaan atau biaya pendidikan untuk anak. Strategi Perusahaan dan Karyawan dalam Pemenuhan Kebutuhan Hidup Karyawa n Strategi Perusahaan Perusahaan memberikan kompensasi sehingga karyawan dapat memenuhi kebutuhan Perusahaan juga menyediakan air dan subsidi listrik pada rumah karyawan. Perusahaan menyediakan pos keamanan, klinik dan asuransi kesehatan, serta APD untuk mengurangi resiko kecelakaan kerja karyawan. Perusahaan memberikan dukungan pada kegiatan yang dilakukan oleh karyawan dan menyediakan fasilitas umum sehingga interaksi sosial karyawan dapat terus berlanjut. Perusahaan memberikan apresiasi dalam bentuk premi/insentif, kenaikan gaji, promosi jabatan, serta sertifikat apresiasi untuk karyawan yang berprestasi. Perusahaan memberikan pelatihan dan pengembangan untuk karyawan mengoptimalkan kemampuan dan keterampilannya. Strategi Karyawan Tabel 11. Strategi Karyawan Dalam Memenuhi Kebutuhan Hidup Cara Memenuhi Kebutuhan BHL Memiliki Usaha Pekerjaan Sampingan Pinjam Tetangga/Keluarga Pinjam Perusahaan Lainnya Total SKU Staf Sumber : Analisis Data Primer . Jumlah Berdasarkan tabel 11 diketahui bahwa karyawan yang memiliki cara dan strateginya masing-masing untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebanyak 36% responden memilih lainnya yang dapat diartikan responden cenderung telah tercukupi pendapatannya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. KESIMPULAN Bentuk kontribusi yang diberikan perusahaan dalam pemenuhan kebutuhan hidup karyawan BHL, karyawan SKU, dan Staf terdiri dari kompensasi, fasilitas, pendidikan dan pelatihan, kesehatan dan kesejahteraan, serta penghargaan dan pengakuan. Kontribusi pendapatan karyawan dalam pemenuhan kebutuhan fisiologis sebesar 86,8% untuk karyawan SKU dan 23,6% untuk Staf. Karyawan BHL menggunakan seluruh pendapatannya untuk kebutuhan fisiologis karena pendapatan yang diperolehnya lebih kecil dibandingkan pengeluaran. Kontribusi pendapatan kecil dalam pemenuhan kebutuhan rasa aman, penghargaan, dan aktualisasi diri karena telah disediakan oleh Strategi yang diterapkan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan hidup karyawan diantaranya memberikan tambahan kompensasi, menyediakan fasilitas untuk keperluan karyawan, turut serta mendukung kegiatan karyawan, memberikan apresiasi atas kinerja karyawan, serta memberikan kesempatan untuk karyawan belajar dan berkembang. Strategi yang diterapkan karyawan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya diantaranya, karyawan memiliki usaha, pekerjaan sampingan, dan meminjam kepada tetangga atau keluarga untuk memperoleh pendapatan tambahan . Analisis Kontribusi Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit dalam Pemenuhan Kebutuhan Hidup Karyawan di PT Rimbun Sawit Sejahtera Kabupaten Kampar. Riau Randewi Sagar Sajjida Khairallah Tulfah. Tri Endar Suswatiningsih. Arum Ambarsari DAFTAR PUSTAKA