Hasil Penelitian Diserahkan: Mei 2026 / Direvisi: Juni 2026 / Diterima: Juni 2026 Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi p-ISSN: 2716-151X e-ISSN: 2722-869X Korelasi Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Labuhan Deli terhadap Literasi Lingkungan pada Materi Pencemaran Lingkungan Correlation of Critical Thinking Ability of Grade X Students of SMA Negeri 1 Labuhan Deli to Environmental Literacy on Environmental Pollution Material Aqila Shabira Purba. Widya Arwita Universitas Negeri Medan. Medan, 20241. Indonesia *Penulis Koresponden: sabiraaqila9@gmail. com widyaarwita@unimed. Abstrak. Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa berpotensi memengaruhi tingkat literasi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan berpikir kritis, tingkat literasi lingkungan, hubungan positif dan seberapa besar berkontribusi berpikir kritis terhadap literasi lingkungan pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Labuhan Deli pada materi pencemaran lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional terhadap 62 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes esai dan angket, sedangkan data dianalisis menggunakan uji korelasi Product Moment Pearson dan regresi linier sederhana berbantuan SPSS 26. Hasil uji prasyarat menunjukkan data berdistribusi normal, linear, dan homogen. Kemampuan berpikir kritis siswa berada pada kategori tinggi dengan nilai 72, sedangkan literasi lingkungan berada pada kategori tinggi dengan nilai 81. Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan sangat kuat dan positif antara kemampuan berpikir kritis dan literasi lingkungan . = 0,879. p < 0,. dan koefisiensi determinasi sebesar 77,3%. Disimpulkan bahwa semakin tinggi kemampuan berpikir kritis siswa, semakin tinggi pula literasi lingkungan yang dimiliki. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya penguatan kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran untuk meningkatkan literasi lingkungan Kata Kunci: berpikir_kritis. literasi_lingkungan Abstract. The low level of students' critical thinking skills has the potential to affect the level of environmental literacy. This study aims to determine the level of critical thinking skills, environmental literacy levels, positive relationships and how much critical thinking contributes to environmental literacy in grade X students of SMA Negeri 1 Labuhan Deli on environmental pollution material. The study used a quantitative approach with a correlational method on 62 students selected through a purposive sampling technique. The research instruments were essay tests and questionnaires, while the data were analyzed using the Pearson Product Moment correlation test and simple linear regression assisted by SPSS 26. The results of the prerequisite test showed that the data were normally distributed, linear, and Students' critical thinking skills were in the high category with a score of 72, while environmental literacy was in the high category with a score of 81. The results of the correlation test showed a very strong and positive relationship between critical thinking skills and environmental literacy . = 0. p < 0. and a coefficient of determination of 77. It was concluded that the higher students' critical thinking skills, the higher their environmental literacy. This research has implications for the importance of strengthening critical thinking skills in learning to improve students' environmental Keywords: critical_thinking. environmental_literacy DOI: 10. 55241/spibio. membutuhkan perhatian serius dari semua pihak, termasuk dunia pendidikan. Rendahnya literasi lingkungan pada siswa SMA di Indonesia disebabkan kurang berkembangnya kemampuan berpikir Banyak menganalisis permasalahan lingkungan secara mendalam dan mengaitkan konsep yang dipelajari dengan kondisi nyata, seperti pencemaran sungai, banjir, maupun polusi udara. Padahal, kemampuan berpikir kritis merupakan keterampilan penting abad ke-21 yang berperan dalam masalah, dan penerapan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari . Juliyantika dan Batubara . menyatakan bahwa berpikir kritis ialah kemampuan memberikan pendapat dan pertimbangan berdasarkan analisis serta standar tertentu. Literasi pemahaman individu terhadap prinsipprinsip lingkungan, sikap peduli, serta penerapannya dalam aktivitas sehari-hari . Rendahnya mencerminkan kurangnya berpikir kritis yang mendorong siswa untuk memahami dan menjaga lingkungan secara nyata. Padahal, merupakan salah satu upaya utama dalam masyarakat . Hal ini sejalan dengan kebijakan pendidikan nasional melalui Permendikbud Nomor 37 Tahun 2018 yang termasuk literasi lingkungan dalam Kurikulum Merdeka. Pendahuluan Lingkungan merupakan komponen penting dalam siklus kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Namun, dengan pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi, berbagai aktivitas manusia seperti industrialisasi dan lingkungan yang semakin meluas, tidak hanya berdampak pada ekosistem, tetapi juga mengancam kesehatan dan kualitas hidup masyarakat . Kondisi ini menjadikan pencemaran lingkungan sebagai permasalahan global yang mendesak untuk segera ditangani. Di era globalisasi dan krisis lingkungan saat ini, pendidikan memiliki peran dalam menyiapkan generasi muda agar mampu menghadapi berbagai isu lingkungan. UNESCO . menegaskan, pendidikan berpikir kritis dan literasi lingkungan siswa, agar mampu memahami, menganalisis, serta mengambil keputusan terhadap permasalahan lingkungan. Hal ini menjadi semakin kuat. Mengingat data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan bahwa pada tahun 2023 lebih dari 60% sungai di Indonesia telah tercemar oleh limbah industri dan domestik, yang berdampak serius terhadap ekosistem dan kehidupan masyarakat . Permasalahan seperti pencemaran lingkungan juga dirasakan secara nyata salah satunya di wilayah Sumatera Utara, termasuk Labuhan Deli. Di SMA Negeri 1 Labuhan Deli, fenomena pencemaran lingkungan seperti banjir dan pencemaran air di sekitar lingkungan sekolah masih sering terjadi. Kondisi ini mengindikasikan bahwa literasi lingkungan masih tergolong rendah, khususnya dalam memahami hubungan antara aktivitas manusia dan dampaknya terhadap lingkungan sekitar. Menurut Saputri . perubahan lingkungan yang semakin drastis akibat aktivitas manusia telah menjadi isu global yang Berpikir kritis sangat penting untuk memahami hubungan antara aktivitas manusia dan dampak ekosistem, namun kenyataannya banyak siswa belum mampu Dengan pendidikan di jenjang Sekolah Menengah Atas memiliki peran strategis dalam membentuk sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa agar lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Melalui literasi lingkungan, siswa tidak hanya dituntut untuk memahami konsep, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta mengambil tindakan nyata dalam menghadapi permasalahan lingkungan . Di mana kurangnya kemampuan berpikir kritis peserta didik menyebabkan kesulitan siswa dalam memecahkan suatu permasalahan dan menerapkan pengetahuan . Beberapa penelitian sebelumnya telah mengkaji korelasi antara kemampuan berpikir kritis dan literasi lingkungan. Yuliastrin dkk . melalui kajian sistematis menemukan adanya korelasi positif antara literasi lingkungan dan kemampuan pencemaran lingkungan. Selain itu. Suhirman . juga menemukan bahwa kemampuan berpikir kritis berpengaruh positif dan signifikan terhadap literasi lingkungan dengan koefisien korelasi sebesar 0,311. Namun, penelitian tersebut dilakukan pada jenjang Madrasah Aliyah dan belum secara spesifik mengkaji konteks siswa SMA, materi pencemaran lingkungan, serta kondisi lokal sekolah bahwa sebagaian besar siswa telah mencapai nilai (Ou. Namun, terlihat dari kecenderung siswa hanya menghafal jenisjenis menganalisis penyebab, dampak, serta solusi permasalahan lingkungan secara Kondisi ini diduga berkaitan dengan proses pembelajaran yang masih berfokus pada penyampaian materi melalui buku teks, dan guru masih menggunakan model ceramah, dimana proses pembelajaran hanya berlangsung secara satu arah tidak adanya umpan balik. ketika guru memberikan pertanyaan dan soal essai siswa terlihat mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal. Kesulitan dalam mengembangkan jawaban, siswa hanya menjawab secara umum saja, lamanya siswa dalam mengerjakan soal, dan beberapa siswa melihat hasil pekerjakan teman dan belum bisa menyimpulkan. Sehingga lingkungan secara kontekstual masih Akibatnya, kemampuan literasi lingkungan siswa belum berkembang secara optimal, maka diperlukan upaya pembelajaran yang lebih inovatif dan Berdasarkan permasalahan di atas, di anggap perlu untuk melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan berpikir kritis siswa, mengetahui tingkat literasi lingkungan, menemukan korelasi antara kemampuan berpikir kritis dengan literasi lingkungan siswa kelas X SMA Negeri 1 Labuhan Deli. Hasil observasi di SMA Negeri 1 Labuhan Deli pembelajaran Biologi, khususnya materi pencemaran lingkungan, sekitar 30Ae40% siswa kelas X berada pada kategori rendah dalam kemampuan berpikir kritis. Di sisi lain, hasil evaluasi belajar menunjukkan Desain Penelitian Metode Penelitian pendekatan kuantitatif deskriptif. Populasi yang digunakan siswa kelas X SMA Negeri 1 Labuhan Deli dengan jumlah 62 siswa yang terdiri dari Kelas X3 dan X4. Pengambilan purposive sampling, yaitu dipilih secara sengaja sesuai kriteria tertentu. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Labuhan Deli yang berlokasi di Jl. Serbaguna Ujung Psr. IV Helvetia. Tj Gusta. Kec. Sunggal. Kabupaten Deli Serdang. Sumatera Utara. Kode pos 3,1 km. Pada tanggal 18 Februari sampai dengan 12 Maret 2026. Teknik Pengumpulan Data Teknik Pengumpulan Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik penyebaran Tes (Esa. dan Angket (Kuesione. berisi tentang pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa. kognitif, sikap, perilaku. Esai terdiri dari 5 soal berpikir kritis dan 5 soal esai literasi lingkungan pada indikator pengetahuan serta keterampilan kognitif. Pada angket yang digunakan berbentuk tes kognitif sebanyak 20 pernyataan pada aspek sikap dan aspek perilaku statistik deskriptif uji korelasi dan regresi linier untuk melihat hubungan positif dan seberapa besar berkontribusi berpikir kritis terhadap literasi Sebelum di uji korelasi dilakukan uji prasyarat berupa normalitas, linearitas, dan homogenitas. Analisis Data Variabel dalam penelitian yaitu berpikir kritis terdiri dari 5 indikator klasifikasi dasar, memberi alasan sebuah keputusan, menyimpulkan, klarifikasi lebih lanjut, dugaan dan keterpaduan. Adapun pada literasi lingkungan terdiri dari empat indikator yaitu pengetahuan, keterampilan kemudian dianalisis untuk memberikan gambaran adanya korelasi kemampuan berpikir kritis terhadap literasi lingkungan siswa kelas X SMA Negeri 1 Labuhan Deli. Hal ini dibuktikan pada Tabel 4. 2 dan Tabel Hasil dan Pembahasan Hasil Data hasil pada penelitian ini memuat informasi yang menggambarkan korelasi antara variabel bebas, yaitu berpikir kritis (X) dengan variabel terikat, yaitu literasi lingkungan (Y). Hasil penelitian ini disajikan mengenai korelasi antara kemampuan berpikir kritis dengan literasi lingkungan Data diperoleh dari hasil esai dan angket dari 62 siswa secara deskriptif Tingkat Berpikir Kritis Siswa Berdasarkan hasil analisis data, persentase tingkat berpikir kritis siswa yang diklasifikasikan ke dalam kategori sangat tinggi . , tinggi . , cukup . , dan rendah . Dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Persentase Hasil Jawaban Berpikir Kritis Siswa Persentase Hasil Jawaban Responden Indikator Klasifikasi dasar Memberi alasan sebuah Menyimpulkan Klarifikasi lebih lanjut Dugaan dan keterpaduan Total Tinggi Sekali Tinggi Cukup Rendah 35,5% 19,3% 27,4% 37,0% 29,0% 38,7% 8,0% 4,8% 16,1% 8,0% 4,8% 37,0% 37,0% 25,8% 35,4% 38,7% 41,9% 11,2% 16,1% 27,4% 16,7% 32,8% 36,7% 13,5% terbanyak berada pada kategori cukup. Pada indikator menyimpulkan responden terbanyak berada pada kategori tinggi. Pada indikator kemampuan berpikir kritis memiliki besaran persentase yang berbeda-beda. Dari 5 indikator yang digunakan, indikator klasifikasi dasar memperoleh nilai tertinggi yaitu sebesar Pada Tabel 4. 1 menunjukkan tingkat berpikir kritis Siswa SMA Negeri 1 Labuhan Deli memiliki variasi tingkat pencapaian yang berbeda. Hal ini dapat ditunjukkan pada indikator klasifikasi dasar, sebagian besar siswa berada pada kategori tinggi Pada indikator memberi alasan sebuah keputusan jumlah responden Hal ini dapat di lihat pada Tabel 4. Tabel 4. Tingkat Berpikir Kritis Siswa No. Rata-rata Nilai 2,90 2,70 Klasifikasi dasar (Basic clarificatio. Memberi alasan sebuah keputusan (The basic for a decisio. Menyimpulkan (Inferenc. Indikator Kategori Standar Deviasi 0,97 0,83 2,58 0,88 Tinggi Klarifikasi lebih lanjut (Advance clarificatio. 2,37 0,84 Cukup Dugaan dan keterpaduan (Supposition and Total 2,08 0,84 Cukup 2,5363 0,87 Tinggi Tinggi Tinggi hasil nilai pada kategori AuTinggiAy. Berdasarkan data yang diperoleh pada Tabel 4. 2 pada indikator klasifikasi dasar memperoleh nilai tertinggi di antara Sedangkan indikator dugaan dan keterpaduan berada pada kategori rendah di antara indikator Berdasarkan persentase data, dapat dinyatakan kemampuan berpikir kritis siswa X di SMA Negeri 1 Labuhan Deli tergolong baik. Dapat dilihat berdasarkan Tingkat Literasi Lingkungan Berdasarkan dikumpulkan, untuk mengetahui hasil responden dilakukan analisis terhadap hasil jawaban lalu, dikelompokkan menjadi beberapa kategori, bertujuan untuk melihat tingkat literasi lingkungan siswa secara Adapun hasil persentase tersebut disajikan pada Tabel 4. 3 berikut. Tabel 4. Persentase Hasil Jawaban Literasi Lingkungan Siswa Persentase Hasil Jawaban Responden No. Total Indikator Pengetahuan Keterampilan kognitif Sikap Perilaku Tinggi Sekali 22,5% 35,4% Tinggi 51,6% 51,6% 48,6% Cukup 4,8% 6,4% 22,5% 13,7% Rendah 1,6% 3,2% 3,2% keterampilan kognitif, sikap, dan perilaku berada pada kategori tinggi. Untuk melihat lebih jelas tingkat literasi lingkungan akan dipaparkan pada Tabel 4. 4 di bawah ini. Berdasarkan pada Tabel 4. 3 menunjukkan pada pengetahuan berada kategori tinggi Sedangkan Tabel 4. Tingkat Literasi Lingkungan No. Indikator Pengetahuan Keterampilan kognitif Sikap Perilaku Total Rata-rata 3,24 3,13 2,94 2,99 3,07 Nilai Standar Deviasi 0,72 0,76 0,686 0,686 0,713 Kategori Tinggi sekali Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi kritis siswa dengan literasi lingkungan dihitung dengan menggunakan analisis korelasi product moment pearson yang diolah menggunakan bantuan SPSS 26. Berdasarkan Tabel 4. 4 dari data yang sudah dihasilkan, jika dilihat lebih rinci seluruh indikator literasi lingkungan juga berada kategori tinggi. Namun pada indikator pengetahuan memperoleh nilai tertinggi dari indikatornya. Sedangkan pada indikator sikap memiliki paling Berdasarkan data yang diperoleh dapat dinyatakan tingkat literasi lingkungan siswa kelas X SMA Negeri 1 Labuhan Deli berada pada kategori AuTinggiAy, bahwa siswa memiliki pemahaman, sikap, dan perilaku yang baik terhadap menjaga lingkungan. Adapun uji prasyarat yang digunakan dalam analisis tersebut yaitu uji normalitas, uji liniearitas, dan uji homogenitas. Uji normalitas yang digunakan pada penelitian ini yaitu Kolmogorov-Smirnov. Adapun dasar pengambilan keputusan dalam hal ini yaitu dengan melihat kriteria apabila nilai signifikasi > 0,05, maka data berdistribusi normal dan apabila nilai signifikasi < 0,05, maka data berdistribusi tidak normal. Berdasarkan hasil perhitungan, ditemukan hasil Asymp. Sig . -taile. sebesar 0,2 yang artinya nilai tersebut > 0,05. Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Hasil perhitungan berdistribusi normal terdapat pada Tabel 5 di bawah ini. Korelasi Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Terhadap Literasi Lingkungan Uji Prasyarat Analisis Korelasi antara kemampuan berpikir Tabel 4. Hasil Uji Linearitas No. Variabel Penelitian Asymp. Sig Berpikir kritis (X) 0,200 Taraf Signifikan >0,05 Literasi Lingkungan (Y) 0,200 >0,05 Status Distribusi Normal Distribusi Normal variabel bebas linear dengan variabel terikat, terdapat hubungan linear antara variabel bebas dan variabel terikat. Hasil perhitungan uji linieritas terdapat pada Tabel 4. 6 di bawah ini. Uji prasyarat yang kedua yaitu uji SPSS Berdasarkan hasil perhitungan SPSS, hasil Sig Deviation from Linearity sebesar 0,188 artinya hasil tersebut > 0,05. Bahwa Tabel 4. Hasil Uji Linieritas Variable Deviation from Berpikir kritis (X) dengan Literasi lingkungan (Y) Nilai Sig. Taraf signifikansi Status 0,188 >0,05 Linear homogenitas dengan nilai signifikansi 0,662 > 0,05. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa variabel berpikir kritis dan literasi lingkungan memiliki varians yang homogen. Hasil perhitungan uji homogenitas terdapat pada Tabel 4. Uji prasyarat yang ketiga yaitu uji Berdasarkan hasil uji pada variabel berpikir kritis dengan nilai signifikansi 0,706 > 0,05. Sedangkan pada variabel literasi lingkungan hasil uji Tabel 4. Hasil Uji Homogenitas Variabel Based on Mean Levene Statistic Sig. Status Berpikir kritis 0,144 0,706 Homogen Literasi lingkungan 0,193 0,662 Homogen yang ditunjukan oleh person correlations yaitu 0,879 dengan sig. <0,05 yang merujuk pada kriteria koefisien, pada interval 0,81 Ae 1,00 memiliki korelasi yang sangat kuat dengan nilai rhitung sebesar 0,879. Hasil perhitungan korelasi terdapat pada Tabel 4. 8 di bawah ini. Setelah semua data memenuhi uji prasyarat, kemudian data dianalisis korelasi product moment pearson. Bantuan aplikasi SPSS 26 kofisien korelasi antara berpikir kritis (X) terhadap literasi lingkungan (Y). Berdasarkan hasil yang diperolah bahwa Tabel 4. Analisis Uji Korelasi Sig. 2- Tailed Taraf Signifikansi Kofisiensi Korelasi . Status Berpikir Kritis (X) dengan Literasi lingkungan (Y) <0,05 0,879 Berkorelasi. Tinggi positif dinyatakan bahwa hubungan keduanya positif, artinya semakin tinggi kemampuan berpikir kritis siswa maka mengakibatkan semakin tinggi juga literasi Hasil perhitungan dapat dilihat pada Tabel 4. Nilai koefisien determinasi (R. sebesar 0,773 menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis memiliki kontribusi sebesar 77,3% terhadap literasi lingkungan siswa. Mengingat koefisien korelasi bertanda Tabel 4. Analisis Regresi Linier R Square Adjusted R Square Std. Error Estimation Berpikir (X) Literasi lingkungan (Y) indikator ini siswa diminta untuk menilai suatu kebijakan dari berbagai aspek yaitu lingkungan, sosial, dan ekonomi, serta memberikan suatu keputusan dengan alasan yang kuat. Dengan bunyi butir AuSetiap industri yang membuang limbah cair tanpa pengolahan akan ditutup sementara selama 3 bulanAy. Respon siswa pada butir soal ini hanya memberikan jawaban secara umum dan terbatas siswa tidak dapat memberikan keputusan secara nyata sesuai permasalahan yang diminta. Rendahnya capaian pada indikator dugaan dan keterpaduan dikarekan dalam proses pembelajaran siswa cenderung menghafal materi, pada saat siswa diberikan soal yang permasalahan yang nyata, siswa tidak Siswa memberikan jawaban yang bersifat dasar atau umum. Sejalan dengan pendapat Sanjaya pembelajaran yang hanya berfokus mengerjakan latihan soal dan pemahaman konsep dasar siswa memiliki kemampuan mengingat dan memahami, namun siswa kurang dalam mengaitkan konsep nyata. Menurut Trianto . menyatakan bahwa proses belajar tidak mengaitkan materi dengan permasalahan disekitar maka siswa akan kesulitan megaitkan pengetahuan Pembahasan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA Negeri 1 Labuhan Deli Berdasarkan dilakukan terdapat kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMA Negeri 1 Labuhan Deli berada pada kategori tinggi, dapat dilihat pada Tabel 4. 2 tingkat berpikir kritis siswa tertinggi pada indikator klarifikasi Pada indikator klarifikasi dasar, siswa diminta untuk mengidentifikasi menyajikan kasus pencemaran lingkungan di Sungai Deli. Auditemukan bau menyengat, warna air berubah kecokelatan, dan banyak ikan mati. Buatlah pertanyaan inti yang penyebab utama pencemaran tersebutAy. Tingginya capaian pada indikator klarifikasi dasar menunjukkan bahwa siswa relatif mampu mengidentifikasi masalah dan memfokuskan pertanyaan. Hal ini bisa terjadi pada proses pembelajaran siswa sering dilatih dengan mengerjakan soal atau latihan, siswa juga sering menghafal materi, dan menganalisis yang berfokus pada pemahaman dasar, sehingga siswa dapat mengevaluasi, mengidentifikasi Menurut pendapat Wibowo . menyatakan bahwa berpikir kritis tidak sekedar berpikir, tetapi melibatkan proses penalaran logika dan akal sehat. Selain itu. Dijelaskan Hasruddin merupakan suatu kemampuan berpikir menghubungkan idea atau suatu faktafakta. Literasi Lingkungan Siswa SMA Negeri 1 Labuhan Deli Hasil analisis data menunjukkan bahwa literasi lingkungan siswa kelas X SMA Negeri 1 Labuhan Deli berada pada kategori tinggi. Dapat dilihat pada Tabel Sedangkan nilai siswa terendah pada indikator dugaan dan keterpaduan, pada 4 tingkat literasi lingkungan tertinggi pada indikator pengetahuan. Menurut Aulia, dkk . bahwa kesadaran pada diri lingkungan kemudian terbentuk kesadaran lingkungan yang muncul. Capaian ini dapat dianalisis melalui butir soal digunakan yaitu AuJelaskan jenis pencemaran lingkungan yang paling sering ditemui di sekitar tempat tinggal dan berikan faktor penyebabnya, dan bagaimana dampak pencemaran air terhadap kehidupan masyarakat sekitar Sungai Deli. Ay Siswa mendeskripsikan fenomena yang mereka temui di lingkungan sekitar. Siswa menjawab soal tersebut dengan mudah Siswa menjawab soal tersebut dengan mudah sebab siswa memiliki pengetahuan pemahaman yang mendasar dan siswa juga dilatih berpikir kritis di dalam kelas. Siswa dilatih mengaitkan permasalahan dengan lingkungan sekitar. Hal ini sejalan dengan kajian terori Purnomo dkk, . menyatakan bahwa dengan menerapkan kemampuan berpikir kritis, siswa tidak hanya menghafal materi saja, tetapi pemecahan masalah yang dihadapi. Seperti, mengidentifikasi hubungan sebab dan akibat, melakukan analisis secara mendalam, serta menarik kesimpulan yang tepat berdasarkan permasalahan yang ada. siswa dapat memahami dan mengetahui permasalahan lingkungan serta juga mulai memiliki kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Menurut Aulia, dkk . bahwa tingginya literasi lingkungan siswa dipengaruhi oleh semua mata pelajaran di sekolah mencakup tentang pendidikan lingkungan hidup dan siswa dilibatkan dalam melestarikan lingkungan, hal ini berawal dari guru yang menjadi role pembentukan karakter peduli lingkungan pada siswa akan lebih mudah tercapai apabila sekolah menerapkan strategi yang berkelanjutan . Dalam hal ini, guru SMA Negeri 1 Labuhan Deli sudah memiliki kesadaran dan pengetahuan yang baik terhadap lingkungan. Hal ini dibuktikan dengan partisipasi para guru dalam menjaga lingkungan di Setiap kegiatan rabu bersih sekolah. Di mana sekolah selalu mengadakan kegiatan rabu bersih setiap minggunya. siswa dilibatkan dalam kegiatan ini sehingga, memperoleh tingkat literasi lingkungan yang tinggi. Hal ini telah menjadi bukti bahwa guru di SMA Negeri 1 Labuhan deli sudah memberikan contoh yang baik bagi para peserta didik. Korelasi Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Terhadap Literasi Lingkungan Kelas X SMA Negeri 1 Labuhan Deli pada Materi Pencemaran Lingkungan. Hasil analisis data menunjukkan adanya hubungan signifikansi antara kemampuan berpikir kritis terhadap literasi lingkungan siswa kelas X SMA Negeri 1 Labuhan Deli dengan nilai signifikansi korelasi yang diperoleh sebesar 0,000 di mana nilai ini jauh lebih kecil dari batas signifikansi 0,05. Nilai . person correlations sebesar 0,879 menunjukkan H0 ditolak dan Ha diterima. Selain itu, nilai koefisien determinasi (R. sebesar 0,773 menunjukkan kemampuan berpikir kritis berkontribusi sebesar 77,3%. Hal ini terdapat adanya korelasi yang kuat dan Artinya, semakin baik kemampuan berpikir kritis siswa, maka semakin tinggi literasi lingkungan siswa. Hasil ini menunjukkan, siswa mampu berpikir kritis Pada indikator sikap memperoleh nilai terendah dari per indikatornya. Pada indikator sikap siswa diminta berpikir tentang lingkungan, kepekaan siswa terhadap lingkungan, dan bagaimana perasaan siswa terhadap lingkungan. Namun pada indikator sikap juga termasuk pada kategori tinggi. Hal ini terjadi sebab guru melibatkan siswa dalam program menjaga kebersihan yang dibuat di sekolah pada setiap hari rabu program tersebut yaitu AuRabu BersihAy. Hal ini sejalan dengan pendapat Saribas et al . menyatakan bahwa apabila siswa memiliki literasi yang pengetahuan, sikap, tanggung jawab, dan kepedulian yang baik pada lingkungan. Tingginya literasi lingkungan karena yang baik sehingga dapat memahami, menganalisis, dan mengaitkan konsep permasalahan di lingkungan sekitar. Jika dilihat dari data CP . apai pembelajara. , sebagian siswa sudah mendapatkan nilai yang baik, menunjukkan bahwa siswa telah mencapai standar hasil belajar tidak hanya pada aspek pengetahuan, tetapi juga mulai berkembang dalam kemampuan berpikir kritis, sehingga pengalaman belajar yang diperoleh siswa cukup efektif dalam membentuk pemahaman dan kemampuan Hasil data yang didapatkan sejalan dan berkaitan dengan hubungan pelaksanaan kemampuan berpikir kritis terhadap literasi Berdasarkan Suhirman . menyatakan berpikir kritis berkorelasi positif dan signifikansi pada literasi lingkungan siswa dengan hasil koefisien korelasi sebesar 0,337. Selain itu Sofianti, . dengan koefisensi korelasi sebesar 0,710 dalam konteks kemampuan berpikir kritis dengan etika lingkungan. Keterkaitan antara kedua penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan kemampuan berpikir kritis dapat menjadi sebuah faktor kunci dalam meningkatkan literasi lingkungan siswa kelas x SMA Negeri 1 Labuhan Deli. Dengan demikian, integrasi kemampuan berpikir kritis dalam kurikulum Pendidikan sangat penting untuk membangun generasi yang inovatif dan kompetitif. Sebagai langkah lanjutan dari hasil Karena hubungan positif dan signifikansi antara berpikir kritis dan literasi lingkungan. Maka, guru tetap melaksanakan kegiatan AuRabu BersihAy di sekolah. Dukungan ini dapat memperkuat literasi lingkungan dalam membentuk sikap kepedulian siswa dalam kehidupan sehari-hari. Disarankan bagi peneliti berikutnya untuk melibatkan sampel yang lebih beragam, seperti dari kelas unggul dan kelas reguler, sehingga gambaran yang lebih komprehensif dan lebih luas. Simpulan dan Saran Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Labuhan Deli, maka dapat diambil kesimpulan, kemampuan berpikir kritis yang di miliki siswa kelas X SMA Negeri 1 Labuhan Deli termasuk dalam kategori Literasi lingkungan yang dimiliki siswa SMA Negeri 1 Labuhan Deli berada pada kategori tinggi. Hasil uji korelasi Pearson terdapat korelasi yang sangat kuat dan positif dan berkontribusi sebesar 77,3% antara kemampuan berpikir kritis terhadap literasi lingkungan semakin tinggi kemampuan berpikir kritis siswa, maka semakin tinggi pula literasi lingkungan yang Daftar Pustaka