Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Volume 3. Nomor 3. Juni 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. DOI: https://doi. org/10. 61132/jbpai. Available online at: https://journal. id/index. php/jbpai Pengaruh Media Audio-Visual terhadap Kemampuan MahArah IstimA' Siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Deli Serdang Maylisa Putri Tambunan 1*. Yahfidzam Yahfidzam 2 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Indonesia Email : maylisatambunan@gmail. Alamat : Jl. William Iskandar Ps. Medan Estate. Kec. Percut Sei Tuan. Kab. Deli Serdang. Sumatera Utara Korespondensi penulis : maylisatambunan@gmail. Abstract. This study aims to examine the effect of using audio-visual media on the mahArah istimAAo . istening skill. of grade Vi students at MTs Negeri 3 Deli Serdang. The background of this study is based on the importance of listening proficiency in Arabic language learning as a foundation for developing other language This research employs a quantitative approach using a quasi-experimental design, involving two groups: an experimental group taught with audio-visual media and a control group taught conventionally. The instrument used was a listening test administered as a pre-test and post-test. The results of the t-test indicate a significant difference between the average post-test scores of the experimental and control groups. This demonstrates that audio-visual media has a positive and significant impact on improving students' Arabic listening skills. Audiovisual media effectively enhances studentsAo motivation, focus, and understanding of vocabulary and utterance context in Arabic. Keywords: Arabic language, audio-visual media, innovative learning, listening skills. MTs Negeri 3 Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media audio-visual terhadap kemampuan mahArah istimAAo . eterampilan menyima. siswa kelas Vi di MTs Negeri 3 Deli Serdang. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya penguasaan keterampilan menyimak dalam pembelajaran Bahasa Arab sebagai fondasi pengembangan keterampilan berbahasa lainnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen semu . uasi-experimental desig. , dengan dua kelompok: kelompok eksperimen yang diajar menggunakan media audio-visual dan kelompok kontrol yang diajar secara konvensional. Instrumen yang digunakan berupa pre-test dan post-test. Hasil uji t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata post-test kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hal ini membuktikan bahwa media audio-visual berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap peningkatan keterampilan menyimak Bahasa Arab siswa. Media audio-visual terbukti mampu meningkatkan motivasi, fokus, serta pemahaman siswa terhadap kosakata dan konteks ujaran dalam Bahasa Arab. Kata kunci: Bahasa Arab, keterampilan menyimak, media audio-visual. MTs Negeri 3, pembelajaran inovatif LATAR BELAKANG Bahasa Arab memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan Islam karena merupakan bahasa utama dalam Al-QurAoan dan Hadis, dua sumber utama ajaran Islam. Oleh karena itu, penguasaan Bahasa Arab menjadi keharusan, terutama di lembaga pendidikan Islam seperti madrasah. Salah satu keterampilan dasar yang perlu dikuasai adalah mahArah istimAAo atau keterampilan menyimak. Keterampilan ini menjadi fondasi awal yang mendukung keterampilan berbahasa lainnya seperti berbicara, membaca, dan menulis. Hafsah . menegaskan bahwa keterampilan menyimak merupakan komponen utama dalam pemerolehan bahasa karena menjadi saluran pertama yang menghubungkan siswa dengan bahasa target (Hafsah, 2. Received: Mei 16, 2025. Revised: Mei 31, 2025. Accepted: Juni 14, 2025. Published: Juni 23, 2025 Pengaruh Media Audio-Visual terhadap Kemampuan MahArah IstimA' Siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Deli Serdang Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa proses pembelajaran mahArah istimAAo masih menghadapi tantangan serius. Di MTs Negeri 3 Deli Serdang, rendahnya kemampuan siswa dalam memahami materi lisan berbahasa Arab menjadi salah satu masalah Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti metode pengajaran yang masih konvensional, kurangnya penggunaan media yang variatif dan menarik, serta minimnya keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran. Model pembelajaran yang masih berpusat pada guru cenderung membuat siswa pasif dan kesulitan memahami makna ujaran yang mereka dengar, apalagi jika tidak disertai konteks visual yang mendukung. Dalam rangka mengatasi persoalan tersebut, diperlukan pendekatan pembelajaran yang lebih inovatif dan mampu melibatkan siswa secara aktif. Salah satu alternatif yang relevan adalah penggunaan media audio-visual. Media ini menggabungkan elemen suara dan gambar secara simultan, yang dapat membantu siswa dalam memahami isi pesan secara lebih kontekstual dan menarik. Nurul dan Rahayu . menyatakan bahwa media audio-visual terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar serta memperbaiki pemahaman siswa terhadap struktur bahasa dan pelafalan dalam Bahasa Arab (Nurul. , & Rahayu, 2. Penelitian Rahmawati . pun menunjukkan bahwa video pembelajaran Bahasa Arab memiliki efektivitas tinggi dalam meningkatkan mahArah istimAAo siswa madrasah (A. Rahmawati. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan media audio-visual terhadap kemampuan mahArah istimAAo siswa kelas Vi di MTs Negeri 3 Deli Serdang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penggunaan media audio-visual dalam meningkatkan kemampuan menyimak siswa pada pembelajaran Bahasa Arab. Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat secara teoritis maupun praktis. Secara teoritis, penelitian ini dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengajaran Bahasa Arab, khususnya dalam pengembangan strategi pembelajaran yang mendukung keterampilan istimAAo. Secara praktis, bagi guru Bahasa Arab, hasil penelitian ini dapat menjadi referensi alternatif dalam memilih media pembelajaran yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Bagi siswa, media audio-visual diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman mereka dalam menyimak materi berbahasa Arab. Sedangkan bagi peneliti lain, penelitian ini dapat menjadi landasan dan referensi untuk melakukan kajian serupa pada konteks dan jenjang pendidikan yang berbeda. JBPAI Ae VOLUME. 3 NOMOR. 3 JUNI 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. Tinjauan Pustaka Dan Kerangka Teoritis Kajian Teori . Media Audio-Visual Media pembelajaran merupakan segala bentuk alat bantu yang dapat digunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemampuan siswa sehingga terjadi proses belajar yang lebih efektif, efisien, dan bermakna. Di era digital saat ini, media pembelajaran terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi, termasuk dalam pembelajaran Bahasa Arab. Salah satu media yang dinilai paling efektif dan relevan untuk digunakan adalah media audio-visual. Media audio-visual adalah media yang menggabungkan elemen suara dan gambar bergerak, sehingga mampu menyampaikan informasi secara simultan melalui dua saluran sekaligus: visual dan auditori. Menurut Riyana dan Susilana . , media audio-visual memiliki keunggulan karena dapat menyajikan informasi yang kompleks secara lebih konkret dan kontekstual (Riyana. , & Susilana, 2. Media ini sangat cocok untuk pembelajaran bahasa karena melibatkan indera pendengaran dan penglihatan secara Dalam konteks pembelajaran Bahasa Arab, media audio-visual seperti video percakapan, film pendek, tayangan berita, dan rekaman suara penutur asli dapat membantu siswa dalam memahami pengucapan, intonasi, struktur kalimat, serta nuansa budaya Arab. Azka et al. mengungkapkan bahwa penggunaan video berbahasa Arab dari platform YouTube secara signifikan meningkatkan motivasi dan pemahaman bahasa siswa, terutama jika materi tersebut disesuaikan dengan tingkat kemampuan mereka (Azka. Hafsoh. , & Ibrahim, 2. Penggunaan media interaktif berbasis aplikasi juga semakin populer. Penelitian oleh Rahma et al. menunjukkan bahwa aplikasi seperti Lumio dapat meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran karena media ini mengintegrasikan tampilan visual yang menarik dengan audio yang jelas dan interaktif. Siswa lebih mudah memahami konteks pembelajaran dan lebih terlibat dalam kegiatan belajar-mengajar (Rahma. Damanik. , & Fauziah, 2. Selain itu, kemajuan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) juga membawa inovasi dalam media pembelajaran audio-visual. Hijriyah et al. menemukan bahwa penggunaan audio dari platform Suno. AI, yang menghasilkan suara penutur Arab dengan artikulasi alami, sangat membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan menyimak dan penguasaan kosakata. Sementara itu. Hijriyah et al. juga Pengaruh Media Audio-Visual terhadap Kemampuan MahArah IstimA' Siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Deli Serdang membuktikan bahwa lagu-lagu berbahasa Arab yang diproduksi oleh AI tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mampu memperkaya kosakata dan pemahaman budaya siswa (Hijriyah. , 2. Dalam penelitian lainnya. Fitrah et al. menunjukkan bahwa penggunaan platform e-learning HATI yang memuat video interaktif dan audio percakapan Bahasa Arab dapat menciptakan suasana belajar yang dinamis dan fleksibel. Fitur pengulangan dan jeda dalam platform ini memungkinkan siswa mengatur ritme belajarnya secara mandiri (Fitrah. Hidayati. , & Abdurrahman, 2. Keunggulan media audiovisual terletak pada kemampuannya dalam: Menyampaikan informasi dalam bentuk yang lebih hidup dan nyata Meningkatkan retensi dan daya serap informasi siswa Memotivasi siswa melalui konten yang menarik dan bervariasi Memfasilitasi pembelajaran mandiri dan kontekstual Dengan demikian, media audio-visual bukan hanya alat bantu belajar, tetapi juga sarana pembelajaran yang strategis dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran Bahasa Arab. Pemanfaatan media ini perlu disesuaikan dengan kebutuhan siswa, tujuan pembelajaran, dan perkembangan teknologi terkini agar memberikan dampak maksimal dalam pembelajaran. MahArah IstimAAo (Keterampilan Menyima. MahArah istimAAo atau keterampilan menyimak merupakan salah satu aspek penting dalam penguasaan bahasa Arab. Keterampilan ini mencakup kemampuan mendengarkan dan memahami ujaran lisan dari penutur asli bahasa Arab secara efektif dan kontekstual. Dalam kerangka penguasaan bahasa, menyimak merupakan fondasi awal yang menentukan perkembangan keterampilan berbahasa lainnya, seperti berbicara . , membaca . irAAoa. , dan menulis . itAba. Menurut Rost . , menyimak bukanlah proses pasif, melainkan sebuah proses kognitif aktif yang menuntut pendengar untuk mengenali, menginterpretasi, dan mengevaluasi informasi lisan secara simultan. Kegiatan menyimak menuntut perhatian terhadap berbagai unsur bahasa seperti bunyi, intonasi, tata bahasa, serta konteks komunikasi yang berlangsung (Rost, 2. Dalam konteks pembelajaran Bahasa Arab sebagai bahasa asing, pengembangan mahArah istimAAo menuntut kehadiran input bahasa yang otentik dan kontekstual. AlMaAoarif et al. menekankan bahwa keterampilan menyimak siswa dapat meningkat secara signifikan ketika mereka terbiasa dengan paparan audio penutur asli, baik melalui JBPAI Ae VOLUME. 3 NOMOR. 3 JUNI 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. dialog, narasi, maupun berita berbahasa Arab (AlAcMaAoarif. Qudratullah. , & Hanifah, 2. Kemajuan teknologi pendidikan turut mendukung pengembangan keterampilan ini. Hijriyah et al. menunjukkan bahwa penggunaan platform kecerdasan buatan seperti Suno. AI, yang mampu menyajikan audio Bahasa Arab dengan kualitas dan intonasi menyerupai penutur asli, berhasil meningkatkan keterampilan istimAAo siswa hingga 25% dalam hasil post-test. Platform ini mempermudah siswa untuk berlatih secara mandiri dan konsisten (Hijriyah. , 2. Media lain yang juga efektif adalah lagu-lagu Arab berbasis AI. Penelitian oleh Hijriyah et al. menunjukkan bahwa musik berbahasa Arab yang diproduksi dengan teknologi AI mampu meningkatkan pemahaman kosakata dan memberikan motivasi lebih tinggi kepada siswa. Lagu-lagu ini dinilai mampu menciptakan keterikatan emosional yang memperkuat daya serap memori jangka Panjang (Hijriyah. , 2. Rahma et al. juga membuktikan bahwa penggunaan media interaktif seperti Lumio by SMART sangat mendukung aktivitas menyimak. Tampilan yang menarik dan integrasi audio-visual yang jelas membuat siswa lebih fokus dan antusias dalam mengikuti pembelajaran istimAAo (Rahma. Damanik. , & Fauziah, 2. Hal senada diungkapkan oleh Azka et al. dalam penelitiannya tentang efektivitas video YouTube dalam meningkatkan keterampilan mendengar siswa. Meski terdapat tantangan seperti kecepatan bicara dan ragam aksen, siswa menunjukkan peningkatan pemahaman setelah didampingi guru secara terstruktur (Azka. Hafsoh. , & Ibrahim, 2. Di sisi lain, platform e-learning seperti HATI juga terbukti membantu. Fitrah et al. mengembangkan materi audio pembelajaran Bahasa Arab yang disusun secara sistematis dalam platform tersebut (Burga, 2. (Fitrah. Hidayati. , & Abdurrahman, 2. Hasilnya menunjukkan bahwa siswa yang menggunakan HATI mengalami peningkatan signifikan dalam memahami percakapan bahasa Arab seharihari. Akhirnya, faktor sosial juga tidak dapat diabaikan. Yatalamah et al. menjelaskan bahwa lingkungan kelas, interaksi dengan teman sebaya, serta suasana belajar yang suportif turut berkontribusi terhadap keberhasilan pembelajaran menyimak (Yatalamah. Assegaf. , & Khalid, 2. Dengan demikian, pengembangan mahArah istimAAo menuntut pendekatan yang beragam: mulai dari pemanfaatan teknologi modern seperti AI dan media interaktif. Pengaruh Media Audio-Visual terhadap Kemampuan MahArah IstimA' Siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Deli Serdang hingga penciptaan lingkungan belajar yang komunikatif dan kaya akan paparan bahasa lisan yang otentik. Penelitian Terdahulu Beberapa penelitian yang relevan menunjukkan bahwa media audio-visual berdampak positif terhadap peningkatan keterampilan menyimak. Fitria . dalam penelitiannya menunjukkan bahwa penggunaan video pendek berbahasa Arab secara signifikan meningkatkan pemahaman siswa terhadap percakapan bahasa Arab. Munir . juga menemukan bahwa siswa lebih tertarik dan fokus saat belajar menggunakan media video dibandingkan metode ceramah konvensional. Safitri . dalam studi eksperimen di sebuah madrasah menyimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan film pendek Arab meningkatkan kemampuan menyimak hingga 30% dibanding kelas yang menggunakan metode tradisional. Penelitian-penelitian ini memperkuat dasar teoritis bahwa media audio-visual memiliki kontribusi signifikan dalam meningkatkan kemampuan menyimak siswa dalam pembelajaran Bahasa Arab. Kerangka Berpikir Penelitian ini didasarkan pada pemikiran bahwa pembelajaran Bahasa Arab, khususnya dalam keterampilan istimAAo, memerlukan metode dan media yang mampu menyajikan input bahasa secara menarik, kontekstual, dan otentik. Media audio-visual dianggap sebagai alat bantu pembelajaran yang mampu menyajikan semua unsur tersebut. Dengan memberikan pengalaman menyimak yang lebih hidup melalui tayangan video atau audio, diharapkan siswa lebih cepat memahami materi dan mampu menangkap pesan bahasa Arab secara lebih akurat. Maka, penggunaan media audio-visual diasumsikan dapat meningkatkan skor kemampuan menyimak siswa. Hipotesis Penelitian Berdasarkan kerangka berpikir di atas, hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai . HCA (Hipotesis no. : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan media audio-visual terhadap kemampuan mahArah istimAAo siswa kelas Vi MTs Negeri 3 Deli Serdang. HCA (Hipotesis alternati. : Terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan media audio-visual terhadap kemampuan mahArah istimAAo siswa kelas Vi MTs Negeri 3 Deli Serdang. JBPAI Ae VOLUME. 3 NOMOR. 3 JUNI 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. METODE PENELITIAN Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksperimen semu . uasi experimen. Pendekatan ini digunakan karena bertujuan untuk mengukur pengaruh variabel bebas . enggunaan media audio-visua. terhadap variabel terikat . emampuan mahArah istimAAo sisw. secara numerik. Sugiyono . menjelaskan bahwa pendekatan kuantitatif digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, dan pengumpulan datanya menggunakan instrumen penelitian serta dianalisis secara statistik. Jenis eksperimen semu dipilih karena memungkinkan untuk melakukan perlakuan terhadap kelompok eksperimen dan membandingkannya dengan kelompok kontrol, meskipun tidak sepenuhnya acak (Sugiono, 2. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas Vi MTs Negeri 3 Deli Serdang tahun ajaran 2025/2026. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu, seperti kesesuaian jadwal dan ketersediaan kelas. Jumlah sampel terdiri dari dua kelas: satu kelas sebagai kelompok eksperimen yang diajarkan dengan media audio-visual, dan satu kelas sebagai kelompok kontrol yang diajarkan dengan metode konvensional. Jumlah siswa tiap kelas adalah 30 orang. Variabel Penelitian Dalam penelitian ini terdapat dua variabel utama: Variabel independen (X): Penggunaan media audio-visual. Variabel dependen (Y): Kemampuan mahArah istimAAo. Instrumen Penelitian Instrumen utama yang digunakan untuk mengukur kemampuan mahArah istimAAo adalah tes menyimak . istening tes. yang berbentuk pilihan ganda sebanyak 20 soal. Soal-soal tersebut disusun berdasarkan indikator menyimak seperti: Mengenali kosakata dalam percakapan. Memahami inti percakapan berbahasa Arab. Menentukan isi pokok dan tujuan dari rekaman lisan. Instrumen diuji validitas dan reliabilitasnya terlebih dahulu sebelum digunakan secara Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dilakukan melalui: Pengaruh Media Audio-Visual terhadap Kemampuan MahArah IstimA' Siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Deli Serdang Tes awal . re-tes. : Dilakukan sebelum perlakuan diberikan untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam menyimak. Tes akhir . ost-tes. : Dilakukan setelah perlakuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan siswa setelah penggunaan media audio-visual. Teknik Analisis Data Analisis data dilakukan secara kuantitatif menggunakan statistik deskriptif dan Tahapannya meliputi: Menghitung nilai rata-rata pre-test dan post-test pada masing-masing kelompok. Uji normalitas dan homogenitas untuk memastikan data memenuhi asumsi uji . Uji-t . -tes. dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Menurut Arikunto . , uji-t digunakan untuk menguji hipotesis komparatif dua kelompok apabila data berskala interval atau rasio dan berdistribusi normal. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi Data Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di MTs Negeri 3 Deli Serdang dengan melibatkan dua kelas Vi, yaitu kelas Vi-A sebagai kelompok eksperimen dan kelas Vi-B sebagai kelompok Kelompok eksperimen diberikan perlakuan berupa pembelajaran menggunakan media audio-visual, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan pembelajaran konvensional tanpa bantuan media. Sebelum perlakuan dilakukan, kedua kelompok diberi pre-test untuk mengukur kemampuan awal mereka dalam keterampilan menyimak . ahArah istimAA. Setelah perlakuan berlangsung selama beberapa kali pertemuan . kali pertemuan selama dua mingg. , kedua kelompok kemudian diberikan post-test untuk mengukur sejauh mana peningkatan kemampuan menyimak mereka setelah proses pembelajaran berlangsung. Tabel 1 berikut menunjukkan hasil deskriptif dari nilai pre-test dan post-test: Kelompok Rata-rata Pre-Test Rata-rata Post-test Eksperimen 62,40 78,20 Kontrol 63,10 68,50 JBPAI Ae VOLUME. 3 NOMOR. 3 JUNI 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. Berdasarkan tabel tersebut, terlihat adanya peningkatan skor yang cukup signifikan pada kelompok eksperimen setelah mereka mendapatkan perlakuan dengan menggunakan media audio-visual. Rata-rata skor pre-test kelompok eksperimen adalah 62,40, dan meningkat menjadi 78,20 pada post-test. Sementara itu, kelompok kontrol mengalami peningkatan yang lebih rendah, dari 63,10 menjadi 68,50. Peningkatan skor yang lebih besar pada kelompok eksperimen menunjukkan bahwa media audio-visual memiliki potensi besar dalam meningkatkan keterampilan menyimak Hal ini juga memperlihatkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan visual dan auditif mampu memberikan stimulasi yang lebih kuat kepada siswa dibandingkan dengan metode Analisis Data Untuk menguji hipotesis penelitian, dilakukan uji independent sample t-test menggunakan bantuan program SPSS versi terbaru. Analisis dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan signifikan antara skor post-test kelompok eksperimen dan kontrol. Uji Normalitas Sebelum dilakukan uji-t, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas data dengan menggunakan Shapiro-Wilk Test, karena jumlah sampel di bawah 50. Hasil uji menunjukkan bahwa nilai signifikansi (Sig. ) > 0,05, yang berarti data dari kedua kelompok berdistribusi Hal ini sesuai dengan syarat dasar uji parametrik (Creswell, 2. Uji Homogenitas Selanjutnya dilakukan LeveneAos Test untuk mengetahui apakah variansi antara dua kelompok adalah homogen. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi > 0,05, yang berarti data memiliki varians yang homogen. Ini berarti syarat uji-t terpenuhi. Uji-t (Independent Sample T-Tes. Hasil uji-t pada data post-test adalah sebagai berikut: Nilai Sig. -taile. = 0,000 Taraf signifikansi () = 0,05 Karena p < 0,05, maka HCA ditolak dan HCa diterima, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan menyimak siswa yang diajar dengan media audio-visual dan siswa yang diajar secara konvensional. Artinya, penggunaan media audio-visual memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan mahArah istimAAo siswa MTs Negeri 3 Deli Serdang. Pengaruh Media Audio-Visual terhadap Kemampuan MahArah IstimA' Siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Deli Serdang Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan dalam keterampilan menyimak . ahArah istimAA. pada siswa yang diajarkan menggunakan media audio-visual. Kelompok eksperimen memperoleh rata-rata skor post-test yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media audio-visual dapat memberikan kontribusi positif dalam pembelajaran Bahasa Arab, khususnya dalam keterampilan menyimak. Pertama, peningkatan ini sejalan dengan hasil penelitian oleh Fitria . yang menyatakan bahwa penggunaan video pembelajaran berbahasa Arab secara signifikan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap isi pembelajaran, terutama dalam aspek istimAAo. Media video menyajikan suara, gambar, dan konteks yang mendekati suasana nyata, sehingga siswa lebih mudah memahami makna ujaran (Fitria, 2. Kedua, media audio-visual mendukung proses pembelajaran melalui stimulasi visual dan auditori secara bersamaan. Menurut Munir . , media audiovisual dapat meningkatkan fokus dan perhatian siswa karena menyajikan informasi dalam bentuk yang menarik dan Ini membuat siswa lebih aktif dalam menyimak dan memahami isi pelajaran (Munir. Ketiga, penggunaan media ini terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi belajar Rahmawati . mengemukakan bahwa pembelajaran bahasa Arab yang didukung media video dapat meningkatkan keaktifan dan semangat siswa karena mereka merasa tertarik dengan materi yang ditampilkan secara visual. Hal ini juga tampak dalam keterlibatan siswa saat proses pembelajaran berlangsung, terutama dalam kegiatan menyimak (D. Rahmawati. Keempat, pembelajaran dengan media audio-visual memudahkan siswa memahami konteks sosial budaya bahasa Arab, seperti pengucapan, intonasi, dan ekspresi wajah, yang tidak bisa didapat dari metode konvensional. Yusuf . menjelaskan bahwa media berbasis video memberikan pengalaman belajar yang lebih realistis dan menyeluruh, sehingga membantu siswa membentuk pemahaman menyeluruh terhadap teks lisan dalam bahasa Arab (Yusuf, 2. Selain dari peningkatan hasil belajar, temuan ini juga memberikan gambaran bahwa media pembelajaran yang inovatif dapat membantu guru menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif. Nasution . menyatakan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi menjadi kebutuhan mendesak dalam pendidikan modern, termasuk di madrasah, agar proses belajar menjadi lebih bermakna dan menyenangkan (Nasution, 2. JBPAI Ae VOLUME. 3 NOMOR. 3 JUNI 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. Dengan demikian, pembelajaran bahasa Arab yang melibatkan media audio-visual terbukti memiliki pengaruh yang signifikan dan dapat menjadi solusi atas tantangan pembelajaran istimAAo yang selama ini dianggap sulit. Penerapan media ini juga selaras dengan tuntutan kurikulum dan kebutuhan generasi digital saat ini yang lebih responsif terhadap media berbasis teknologi. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media audio-visual memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan menyimak . ahArah istimAA. siswa kelas Vi di MTs Negeri 3 Deli Serdang. Hal ini dibuktikan melalui hasil uji statistik yang menunjukkan adanya perbedaan rata-rata nilai posttest yang signifikan antara kelompok eksperimen yang menggunakan media audio-visual dan kelompok kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Penerapan media audio-visual terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap ujaran berbahasa Arab, karena media tersebut mampu menyajikan konteks pembelajaran yang menarik dan realistis. Selain itu, media audio-visual juga meningkatkan motivasi dan konsentrasi siswa dalam mengikuti pelajaran, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih hidup dan bermakna. Dengan demikian, media audio-visual dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang relevan untuk meningkatkan keterampilan menyimak dalam pembelajaran Bahasa Arab, khususnya di lingkungan madrasah. DAFTAR PUSTAKA AlAcMaAoarif. Qudratullah. , & Hanifah. Authentic input and its impact on Arabic listening skills in secondary schools. Journal of Modern Arabic Education, 9. , 112Ae127. Azka. Hafsoh. , & Ibrahim. The Effectiveness of YouTube-based Audio-Visual Media in Arabic Listening Skills. Jurnal Media Bahasa Arab Interaktif, 12. , 50Ae65. Burga. Hakikat Manusia Sebagai Makhluk Pedagogik. Al-Musannif, 1. , 19Ae https://doi. org/10. 56324/al-musannif. Fitrah. Hidayati. , & Abdurrahman. Enhancing StudentsAo Listening Proficiency (MahArah IstimAA. Using HATI e-Learning. Journal of Arabic Education Innovation, 4. , 45Ae58. Fitria. Penggunaan video pembelajaran berbahasa Arab untuk meningkatkan Pengaruh Media Audio-Visual terhadap Kemampuan MahArah IstimA' Siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Deli Serdang keterampilan menyimak siswa. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Arab, 5. , 101Ae Hafsah. Pengembangan Materi Menyimak Bahasa Arab Berbasis Konteks di Madrasah Tsanawiyah. Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, 5. , 45Ae58. Hijriyah. , et all. Enhancing Arabic Listening and Vocabulary Acquisition through AI-powered Music. Journal of Arabic Learning Technology, 5. , 22Ae37. Hijriyah. , et al. How Effective Is SUNO. AI in Enhancing Arabic Listening Skills? Indonesian Journal of Arabic Education, 6. , 18Ae32. Munir. Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan. Alfabeta. Nasution. Media pembelajaran berbasis teknologi untuk meningkatkan kualitas Jurnal Teknologi Pendidikan, 20. , 134Ae142. Nurul. , & Rahayu. Pengaruh Media Audio-Visual terhadap Keterampilan Bahasa Arab Siswa. Jurnal Al-Arabiyah, 11. , 112Ae125. Rahma. Damanik. , & Fauziah. ntegration of Interactive Lumio Media for the Development of Arabic Listening Skills. International Journal of Arabic Language Teaching, 10. , 70Ae82. Rahmawati. Efektivitas Penggunaan Video Pembelajaran terhadap Peningkatan Maharah IstimaAo di Madrasah Aliyah. Jurnal Tarbiyatuna, 9. , 89Ae102. Rahmawati. Efektivitas penggunaan media audiovisual dalam pembelajaran bahasa Arab. Jurnal Edukasi Bahasa Arab. Urnal Edukasi Bahasa Arab, 7. , 55Ae66. Riyana. , & Susilana. Media Pembelajaran Inovatif di Era Digital. Pustaka