JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN VOLUME 7 NO 2 (FEBRUARI 2. Teachers Attitude in Conducting AyWFHAy Policy in Jayapura City Lewi KabangaAo. Robinhot Sagala Universitas Sains dan Teknologi Jayapura. Universitas Sains dan Teknologi Jayapura Jl. Raya Sentani-Padang Bulan. Abepura. Jayapura Papua lewikaban@gmail. com, 2robbihotsagala@gmail. ABSTRACT Teachers have vital role in educating and directing. They do not only teach knowledge but also form students mental and character. This study aims to analyze the attitude that teachers have in conducting AuWFHAy policy. The attitude contains cognitive, affective, and conative components. This study involves both teachers and lectures as respondent in this research. The method which used in this study is qualitative method. To obtain the data, the researchers used application of google form. Firstly, the collecting data was classified and then analyzed by using attitude components and then integrated them with critical discourse analysis, which focus on textual scope. In this textual scope, it involves aspect of semantics, syntax, stylistics, and rhetoric. The result of this study shows that cognitive component contains implicit meanings in forms of action and applicative Those implicit meaning state that the teachers and lecturer agree with WFH policy applied in Jayapura. The cognitive form includes mental verbs such as Auagree, follow, obey, and supportAy. In affective component shows positive emotion and then directs it to conative reaction in form of Auto teach and to give suggestionAy. Furthermore, in aspect semantics of textuality emphasizes the deeper meaning of key words such as virtuality, zoom, dan teams. In syntax, it shows key words called lexicon that describes cause and effect. While in rhetorical textuality, it is shown by analogy which depicts the meaning that the teachers in Jayapura always be ready to keep professionalism as teachers even in pandemic Covid-19. Key words: Attitude. WFH. Teachers. Discourse PENDAHULUAN Sejak pengumuman bahwa ada virus baru yang penyebarannya sangat masif, seluruh bangsa di dunia, termasuk Indonesia, mulai mempersiapkan diri untuk menekan penyebaran virus tersebut. Corona virus adalah suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Beberapa menyebabkan infeksi saluran nafas pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang COVID-19. Virus tersebut dinamai oleh WHO dengan nama COVID-19. Menurut informasi bahwa virus ini pertama kali ditemukan di kota Wuhan. China, dan kemudian menyebar secara masif ke seluruh negara dan menjadi sebuah pandemi. (WHO, 2. dalam ILO). Covid -19 merupakan virus yang menyerang system respiratory atau sistem pernafasan manusia sehingga bersifat akut dan mudah untuk menyerang sistem kekebalan tubuh Awal kemunculan dari COVID19 dan penyebarannya di Indonesia, tidak hanya pemerintah pada dinas kesehatan yang berperan aktif dalam mencegah dan memerangi virus berbahaya tersebut tetapi semua oknum dilibatkan termasuk polisi dan tetatara. Mereka terlibat dalam aksi medis dan masyarakat agar membantu pemerintah dalam hal menjalankan protokol Suatu hal yang sederhana yang pemerintah harapkan adalah masyarakat bisa membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan menjauhi kerumunan atau social distancing. Ketiga tindakan yang diharpkan tersebut bisa membantu mencegah penularan covid-19. Di Jayapura pada khususnya. COVID-19 memprihatinkan jika dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia. Menurut Gugus Tuga Covid-19 Privinsi Papua, bahwa Kota Jayapura menempati peringkat paling atas di Provinsi Papua penyebaran Covid-19, hal ini memaksa pemerintah daerah Papua mengambil suatu kebijakan untuk menerapkan AuWork From Home. WFHAy. WFH adalah kebijakan yang mengharuskan pekerja kantoran, termasuk. ASN, bekerja dari masing-masing mengandalkan bantuan jaringan internet dan komunikasi jarak jauh. Tabel 1. Data Kasus Covid-19 di Kota Jayapura per 31 Oktober 2020 Kasus Jumlah Positif Dirawat Sembuh Meninggal Sumber : covid19. Kebijakan tersebut dipandang baik oleh pemerintah demi tetap kegiatan-kegiatan Tanggapan pun muncul dari berbagai pihak mengenai WFH. Tanggapan yang berhubungan langsung dan bahkan yang tidak berkaitan langsung memberikan sikap. Dalam dunia Pendidikan, belajar daring adalah suatu yang sangat berbeda dan JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN VOLUME 7 NO 2 (FEBRUARI 2. menurunkan kualiatas pembelajaran, menurut Purwanto . dan Hamida pembelajaran daring dipicu dari masalah substansial yaitu pengaruh kurang kautnya jaringan dan masalah ekonomi. Penelitian mengedepankan sikap yang muncul dari masyarakat Jayapura khususnya tenaga pendidik yang tinggal di daerah Abepura karena daerah ini merupakan salah satu pusat Pendidikan. AuWFHAy akan memberi gambaran mengenai reaksi, dan tindakan masyarakat berkaitan dengan adanya kebijakan tersebut. Guru dan Dosen dipilih sebagai responden, karena mereka yang menjalankan kebijakan bekeja dari rumah dari awal pandemi berlangsung sampai dengan sekarang. Sehingga tujuan khusus yang mau didiskusikan dalam penelitian ini menyangkut gambar sikap mengenai kebijakan WFH beserta kendala yang memberikan penegasan atas eleborasi sikap dan analisis wacana kritis. Pembelajaran Daring di Tengah Wabah Covid-19. Sadikin dan Hamidah . melakukan penelitian pada mahasiswa pada Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi yang menerapkan pembelajaran secara daring. Penelitian ini berusaha mengungkap kelemehan dan kekuatan melakukan Sehingga penelitian ini berujung pada adanya kekuatan baru yang dimiliki seperti meningkatanya kemandirian belajar mahasiswa dan motivasi aktif dalam belajar, mahasiswa terasa aktif kerena mengemukakan gagasan adalah suatu kiat positif yang didapat dengan pembelajaran secara daring. Di sisi lain, ada juga kelemahan yang menemani kekuatan baru pembelajaran secara Kelemahan tersebut adalah yang bersifat substansial seperti Lemahnya pengawasan terhadap mahasiswa, kurang kuatnya sinyal di daerah pelosok, dan mahalnya biaya kuota adalah tantangan tersendiri dalam pembelajaran daring. Purwanto & et,al . Studi Eksploratif Dampak Pandemi COVID19 Terhadap Proses Pembelajaran Online di Sekolah Dasar, menganalisi data penelitian dengan tujuan yang didapatkan dengan eksplorasi studi untuk mencari tahu kendala yang dimiliki akibat dari pandemic COVID19 terhadap kegiatan proses belajar mengajar di sekolah dasar. Hasil dari penelitian ini menunjukakan hal yang masih bersifat substansial mengenai permasalahan belajar online. Kendala tersebut beberapa yang dialami langsung oleh guru, siswa, dan orang tuasiswa dalam kegiatan belajar mengajar diantaranya penguasaan teknologi masih kurang, penambahan biaya kuota internet, adanya pekerjan tambahan bagi orang tua dalam mendampingi anak belajar, komunikasi dan sosialisasi antar siswa, guru dan orang tua menjadi berkurang dan Jam kerja yang menjadi tidak terbatas bagi guru karena harus dengan orang tua, guru lain, dan kepala Dalam kemasyarakatan, penelitian mengenai sikap akan muncul dilihat dari aspek yang berbeda seperti Darmawan . Sikap Keberagamaan Masyarakat Muslim Menghadapi Covid-19, masyarakat muslim di tengah wabah corona virus desease 2019 (COVID-. Dia mengatakan bahwa masyarakat munculnya pandemic covid-19. Dia Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat siklus peribadatan Sehingga hasil penelitiannya menunjukakan adanya suatu fakta Praktek ibadah umat Islam yang bersifat terbuka di ruang publik cenderung sepi dan tertutup. Ditambah lagi terlihat pola yang unik yang melibatkan empat variable, yakni level ibadah, tingkat partisipasi, anjuran social distancing, dan rasionalitas umat Islam. Sudiro & Watimena . Sikap dan Prilaku Masyarakat Indonesia Terhadap Pandemi Virus Corona (Covid-. di Indonesia, berusaha melihat bagaimana sikap dan prilaku masyarakat Indonesia terhadap pendemi virus corona di Indonesia. Hasil penelitian menunjukakan sikap, harapan, dan adanya tindak preventif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sikap empati masyarakat Indonesia masih tergolong tinggi, untuk media berita online mendapatkan berita, dan praktisi kesehatan mendapatkan kepercayaan masyarakat sebagai informan terkait covid-19, sedangkan harapan masyarakat adanya pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi masyarakat yang memiliki tanda dan gejala virus corona, dan tindkan preventif yang dilakukan oleh masyarakat adalah dengan mencuci Sukesih & et al . Pengetahuan Dan Sikap Mahasiswa Kesehatan Tentang Pencegahan Covid19 Di Indonesia, berusaha mengukur kadar sikap yang dilihat pada berpartisipasi mencegah penyebaran COVID-19. Penelitian ini dilakukan secara kuantitaf untuk mengukur seberapa jauh sikap mahasiswa dalam menghadapi pandemic yang sedang melanda dunia, khususnya Indonesia. Penelitian ini menunjukkan bahwa hasil penelitian pada kuesioner pengetahuan paling tinggi di kategori baik sebanyak 228 . ,35%) sedangkan sikap paling tinggi berada di kategori sikap baik sebanyak 206 . ,39%). Sehingga simpulan dari peneltian ini adalah pengetahuan dan sikap mahasiswa kesehatan tergolong baik dalam hal pencegahan dan penyebaran virus. Dari penelitian di atas akan dibedakan dengan penilitian ini pada bentuk sikap/presepsi yang muncul pendekatan analisis wacana kritis untuk penegasan dari keadaan sebenarnya yang terjadi pada dunia nyata. Sikap dan Komponen Sikap Sikap atau attitude adalah bagian internal yang dimiliki oleh masingmasing individu. Sikap bersifat berubahubah tergantung dari tingkat kognitif yang dimiliki seseorang. Dalam mendefenisikan sikap perlu adanya suatu stimulus yang merangsang pengetahuan dan memberikan reaksi untuk bertindak. Notoadmodjo definisi sikap mengenai reaksi atau respon yang terturtup terhadap suatu Dia menambahkan bahwa sikap mempunyai reaksi emotional yang tidak kelihatan yang merupakan kesesuain aksi terhadap stimulus sosial. Sikap menimbulkan aksi terhadap stimulus Stimulus sosial bisa berupa benda, fakta, pernyataan seseorang, atau apapun yang ada dilingkungan sekitar yang menggerakkan rana pengetahuan dalam hal berpikir, rasa, dan suatu Listiani . , dalam suksesih JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN VOLUME 7 NO 2 (FEBRUARI 2. & et al 2020, menjelaskan bahwa sifat dari sikap adalah netral, sikap tidak mendukung pihak manapun tetapi sikap merupakan rana evaluative pribadi Senada dengan Baron dan Byrne . mendefinisikan sikap sebagai evaluasi terhadap berbagai aspek dalam dunia sosial serta, yang terpenting dari sikap menurut mereka adalah bagaimana evaluasi tersebut merangsang reaksi rasa suka atau tidak suka terhadap permasalahan, gagasan, orang, kelompok sosial, benda, dan lain sebagainya. Faktor yang mempengaruhi munculnya sikap adalah factor yang berasal dari dalam diri atau internal dan dari luar diri atau eksternal. Tetapi pada dasarnya sikap muncul karena adanya kolaborasi antara kedua faktor tersebut. Azwar . memberikan uraian factor menguraikan faktro pengalaman pribadi, factor emotional, pengaruh orang lain adalah merupakan factor internal sedangakan faktro eksternal berupa pengaruh kebudayaan, media massa. Lembaga pendidikan dan agama. Jadi factor internal muncul karena adanya factor eksternal yang membuat individu berdasararkan tingakat rasional dan rasa yang muncul untuk dilanjutkan pada suatu tindakan yang berupa aksi dan ungakapan verbal. Komponen dari sikap meliputi hal-hal yang berhubunagan dengan pengetahuan, rasa, dan tindakan. Pengetahuan . komponen dasar dan proses pertama yang muncul dalam mengambil sikap. jika factor eksternal yang akan dievaluasi, sebut saja ide seperti pergantian nama stadion Papua bangkit menjadi stadion Lukas Enembe, membuat individu untuk mengevaluasi pemahaman akan ide itu. Melihat kecocokan dan ketidak cocokan, melihat dampak positif dan negative, dan melihat faedah dan nonfaedah dari ide tersebut. kemudian dilanjutkan dengan rasa/ Dimana individu mengahsilakan suatu rasa Ketika ide tersebut dicernah dan dievalausi berdasarkan nalar. Rasa yang muncul adalah rasa emotional yang berupa suka-tidak suka, setuju tidak setuju dan lain sebgainya. Selanjutnya memunuculkan suatu aksi dalam bentuk tindakan nyata ataupun verbal bahwa mereka melakukan protes secara individua tau massal atau mendukung akan ide tersebut untuk dieksekusi dalam bentuk fakta. Jadi ketiga komponen pada sikap harus saling menunjang satu dengan yang lainnya, komponen kognitif, afektif, dan konatif atau Sarwono . menjelaskan lebih dalam bahwa komponen kognitif adalah komponen yang melibatkan pemikiran untuk mendapatkan suatu keyakinan, pengetahuan terhadap suatu Sehingga komponen ini adalah melibatakan kesadaran terhadap suatu Pada sisi komponen afektif Rakhmat . menjelaskan bahwa afektif erat hubunganya dengan emosi dan perasaan seseorang. Ia menjelaskan bahwa komponen ini berkaitan dengan proses bagaimana emosi seseorang melahirkan suatu sikap. Sehingga emosi melibatkan dua sisi yaitu emosi positif dan negatif. Pada komponen terakhir adalah komponen konatif adalah komponen yang menunjukkan perilaku dan tindak lanjut dari proses pengatuan dan rasa terhadap sesuatu. Wacana Mengenai Sikap Wacana adalah bagian dari Bahasa yang sifatnya terstruktur dan tidak terstruktur. Wacana dibagi menjadi dua bagaian yaitu wacana tulis dan lisan. Dalam ilmu linguistiks, analisis wacana, khususnya kritis, lahir karena adanya kebosanan dalam menganalisi unsur bahasa secara terstruktur. Untuk mengembangkan rana yang lebih luas maka bahasa berusaha mengkaji fenomena sosial dan politik dengan menggunakan kritis. Fairclough . menemukan hubungan faktor ekonomi, melatarbelakangi struktur dan bentuk Ia menambahkan bahwa analisis wacana mencakup teks praktis sosialbudaya di mana aktiviats itu sedang Hakekat dari wacana adalah suatu kajian bahasa baik yang berupa kata, frase, klausa, kalimat maupun dalam bentuk teks Panjang, wacana. Sejalan denga pendapat Fairclough di atas. Van Dijk . mengemukakan bahwa analisis wacana kritis tidak hanya mencakup aspek-aspek bahasa saja, atau analisis aspek linguistic, tapi mencakup sosial praktis yang membetuk wacana jadi analisis wacana kritis berusaha menjawab apa hubungan bahasa dan praktik sosial yang terjadi. Adanya hubungan bahasa dengan aspek sosial, budaya, ekonomi, ideologi, dan politik membuat kajian bahasa lebih Jadi wacana merupakan kerangka kajian yang bersifat dinamis dan sosial (Ulinnuha 2. Wacana sangat memperhatikan aspek tekstual dan aspek kontekstual sehingga wacana merupakan aspek komunikatif dalam suatu peristiwa yang membentuk prakti (Jorgensen & Phillips, 2. mana aspek komunikatif tersebut membutuhkan tatanan wacana yang memperhatikan media dan medium produksi bahasa. Dalam bidang linguistics perlu adanya pemaknaan. Makna dilahirkan dengan dua acara yaitu secara explisit dan secara implisit. Mengenai makna implisit, makna yang didasarkan pada otoritas oleh pengguna bahasa, penutur dan penulis, kemudian diinterprestasi oleh pendengar dan pembaca. Makna Implicatur pragmatis, implikatur percakapan, dan implicatur konvensional adalah bagian dari Analisa makna secara implisit (Kridalaksana, 2. Pada implikatur pragmatis, makna diperoleh dengan cara menyimpulkan suatu teks, lisan dan tulisan, pada suatu konteks tertentu. Implikatur percakapan makna yang diketahui secara implisit, tidak terekam dalam pembicaraan. Grice . menjelaskan bahwa makna implikatur percakapan yaitu makna yang tersirat atau makna yang disirat berbeda dengan yang diucapkan. Sedangkan makna dipahami atau diharapkan pada bentukbentuk bahasa tertentu tetapi tidak WFH dan Kebijakan Work from home adalah suatu kebijakan yang di dalamnya membawa perubahan, perubahan dari offline menjadi online. Dalam perubahan tersebut merangkai suatu paket bahwa adanya pandangan/presepsi individu, kelompok, dan masyarakat akan rasa nyaman-tidak nyaman, suka-tidak suka, dan mau dan tidak mau. Di tempat umum, istilah AuWork From HomeAy pada masa sekarang ini dikenal bersamaan dengan munculnya pandemic Covid-19. Tetapi pada dasarnya istilah tersebut sudah muncul sebelum pandemic. Muncul keragaman istilah Auelectronic homework menjadi telecommunicating yang berfungsi untuk mengontrol JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN VOLUME 7 NO 2 (FEBRUARI 2. kemacetan (Nilles 1. Sedangkan pada Eropa istilah tersebut disejajarkan mempertimbangkan keleluasan dalam Selain itu flexitime dan place yaitu keleluasan bekerja dan tempat merupakan hal pendukung dalam berproduktifitas yang kesemuanya itu dikontrol dan pada akhirnya berujung pada telecommunicating yang pekerjaan dikontrol dan dilaksanakan dari jarak Kalau dilihat dari defenisi telekomunicating maka istilah inilah yang merupakan jejak berakarnya istilah WFH. Karena dengan munculnya dan pesatnya teknologi dan komunikasi computer orang diberi kesempatan untuk membawa pulang bahkan menyelesaikan pekerjaan di rumah dibanding dengan datang langsung dan menghabiskan waktu di kantor (Potter 2003 dalam Mungkasa, 2. Kondisi dan fungsi merupakan pembedah utama antara WFH sebelum covid dan WFH sementara covid. Sebelum pandemic WFH digunakan sebagai pengatur istilah telecommunicating untuk laju lalu lintas dikontrol dari jarak jauh dan kebijakan efisein untuk meringankan beban waktu para pekerja. Sedangkan pada masa pandemic WFH adalah suatu kebijakan untuk meminilisir penyebaran covid-19. Merujuk pada defenisi kebijakan, maka kebijakan merupakan suatu usulan yang diputuskan oleh pemerintah dan diberlakukan pada suatu wilayah tertentu karena munculnya kesulitan-kesulitan dalam mencapai suatu tujuan (Carl J Federik dalam Taufirakhman, 2. Salah satu sifat dari kebijakan adalah meniadakan tindakan atau dengan tindakan demi mencapi tujuan bersama. Jadi tindakan mengandung unsur harapan, perilaku, dan akhir akhir yang mau dicapai. Jadi dalam melihat situasi zaman sekarang WFH muncul pada suatu pertimbangan bahwa untuk melaksanakan salah satu protocol kesehatan yaitu social distancing maka WFH efektif diberlakukan untuk meminilisir penyeabaran virus yang terus bertambah METODE PENELITIAN Penelitian kualitatif riset. Data dikelolah dengan menggunakan kombinasi pengetahuan sikap yang mencakup kognitif, afaktif, dan konatif dan pengetahuan linguistik analisis wacana untuk memunculkan fitur tekstual yang mencakup semantiks, syntaksis, dan retorika bahasa. Penelitian ini akan difokuskan pada Kota Jayapura khususnya pada district Abepura. Alasan penelitian tersebut difokuskan pada daera tersebut karena di daerah tersebut merupakan daerah strategis sehingga kantor-kantor seperti kampus-sekolah berfokus ditempat tersebut. Selain itu, perumahan dosen/guru dekat dengan tempat kerja, kampus, dan sekolah. Objek penelitian ini berada pada SD. SMP. SMA, dan Kampus. Aplikasi goole form adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Prosedur Pengambilan Data Sebelum mengambil data dari lapangan secara langsung, peneliti akan melakukan observasi terlebih dahulu untuk mengukur frekuensi waktu yang dibutuhkan dalam mengumpulkan data. Selain itu, observasi digunakan untuk mengorek informasi akan jumlah kampus dan sekolah yang ada di Heram dan Abepura. Setelah mendaftar setting tersebut maka peneliti akan memutuskan representative setting yang akan ditempati meneliti terlebih dalam mengumpulkan data. Data dikumpulkan dengan menggunakan dua teknik. Teknik pertama adalah teknik manual. Teknik ini menggunakan paper test untuk menjawab pertanyaan sikap yang dialami pekerja setelah WFH. Dalam mengumpulkan data, peneliti akan mendistribusikan paper yang berisi pertanyaan dan dijawab dengan natural oleh respondent. Untuk mengumpulkan diperhatikan guna memproteksi diri dan mencegah penyebaran virus. Dalam melaksanakan teknik ini, penyelipan teknik wawancara digunakan khusus pada guru yang mempunyai peranan penting di sekolah seperti kepala sekolah, wakli kepala sekolah dan Pada sisi lain, teknik dengan menggunakan system jaringan adalah cara utama dalam mendapatkan data. Respondent akan diberikan alamat link pada group WA untuk mengisi uraian pertanyaan yang mirip dengan teknik manual diatas. Kemudian mengirim secara online respon mereka pada link yang sama pada aplikasi google form. Prosedur Analisis Data Setelah mengumpulkan data, peneliti Data yang dikumpulkan pertama-tama berdasarkan komponen sikap yang terdiri dari kognitif, afaktif dan konatif. Dari hasil klasifikasi tersebut peneliti akan melihat tingkat pengetahuan, reaksi dan tindakan dari guru dan dosen. Sehingga melalui klasifikasi tersebut peneliti dengan mudah menampilkan reaksi postif dan negatif yang muncul dari data kemudian mengenaralisasikan masyarakat di lapangan dalam kurun waktu masa pandemic terlebih dalam masa WFH. Pendekatan digunakan untuk melihat lebih jelas sikap dari tenaga pendidik di Abepura. Jayapura mengenai pendapat dan reaksi mereka tentang penerapan kebijakan WFH. kemudian ditampilkan ke dalam fitur-fitur linguistiks khususnya pada aspek tekstual dan kontekstual. Pada aspek tekstual memperlihatkan bagian semantiks, simantiks, stilistik, dan Dari fitur-fitur tekstual tersebut akan diperjelas akan maksud dan keinginan masyarakat dalam menjalani kebijakan WFH. HASIL DAN PEMBAHASAN Sikap selalu merujuk pada tiga komponen yang yang selalu berkaitan satu dengan yang lain. Sikap adalah reaksi mental yang melibatkan pengetahuan, rasa, dan predisposisi pada individu tertentu. Sikap sangat beragam dan didasari pada masingmasing individu. Komponen sikap meliputi kognitif, afektif, dan konatif. pada table di bawah ini menunjukkan temuan pada sikap tenaga pendidik, melibatkan dosen dan guru, di distrik Abepura. Jayapura Papua. Tabel 1. Sikap . ognitif, afektif dan Sikap Kognitif Affektif Makna Pro AuWFHAy dikutip dari AuWFH belajar dan - Setuju (A18. A14. A12 ,A Konatif Str - Men (A18 A16, A15, JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN VOLUME 7 NO 2 (FEBRUARI 2. pada masa Makna implisit ini guru/dosen n terhadap fakta yang Pada guru/dos Melakuk - virtual A07,A1 7,A16, A13,A1 ,A11,A1 0, dan A. - microsf t team, (A18,A 16,A15. A14,A1 A10,A06,A 15,A04,A0 Mengi (A15, A11,A 10,A08 ,A02,A Meneri (A. Mendu (A. Memat (A. - Melaks ((A. ) Bingu ng/tida (A16. A07,)( A06,A A11. A10 - Menj ((A1 7,A1 A10, A09, ((A1 A01 - Mem (A16 - Mem (A14 ,A09 Sar - Men (A18 A16, Strategi Mengir WA, ppt,pdf , word (A18, A16, A15, A11, A10 , Teta (A14 A13, A12, A07, A03, - Men (A17 A12, A06, A04, - Mela (A03 Table di atas menunjukan bahwa sikap tenaga pendidik . uru dan dose. di distrik Abepura. Jaypura Papua dielaborasi dengan menunjukkan adanya pemahaman mengenai situasi, reaksi dari situasi dan redisposisi dari situasi tersebut. Pada level kognitif/paham, tenaga pendidik menggunakan makna yang bersifat implisit. Makna implisit adalah makna yang berasal dari luar teks dan dapat dipahami setelah melakukan Menurut Grice . makna implisit atau implikatur adalah makna yang menyiratkan sesuatu yang Kridalaksana . mengatakan bahwa implikatur pragmatis adalah kesimpulan logis dari apa yang diucapkan. Implikatur atau makna implisit adalah sarat hubungan dengan makna yang bentuknya tersirat yang disampaikan secara komunikatif. Nababal, . 7, . mengatakan bahwa implikatur berkonfensi makna. Jika demikian, kognitif atau sifat paham mengenai konsep WFH oleh tenaga pendidik disampaikan secara tidak langsung tetapi dalam bentuk tindakan. Tindakan itu berupa pembelajaran virtual meeting dan mengirim materi secara online. Ini menunjukkan bahwa adanya paralelisme mengirim materi secara online dengan bekerja dari rumah. Karena proses belajar berjalan secara aktif yang dilaksanakan dari jarak jauh dengan koneksi internet. Pada dasarnya work from home adalah istilah AutelecommunicatingAy yang dalam bekerja yang mempertimbangkan waktu, jarak, dan Jika kebijakan WFH adalah eksekusi tindakan dilakukan dari jarak jauh dan menggunakan media maka tenaga pendidik menimbulkan rasa yang bersifat menolak bahkan menerima kebijikan tersebut. ada 6 kata kerja yang ditemukan yang merujuk pada Pro terhadap kebijakan WFH. Keenam kata kerja tersebut adalah setuju, mengikuti, menerima, mendukung, meatuhi dan Selain itu proses adapatasi juga terjadi setelah marasakan kebinguangan dan penolakan terhadap kebijakan WFH. Akan tetapi ujung dari adaptasi guru dan dosen adalah menerima dan melaksanakan kebijakan Kata kerja mental adalah kata kerja yang melibatkan rana kognitif dan menimbulkan rasa atau emosi untuk merangsang tindakan selanjutnya. Dari kata kerja yang menunjukan adanya rasa pro terhadap kebikan tersebut merujuk pada kata kerja mental seperti Ausetuju, menerima, mematuhi, melaksanakan, dan mengikutiAy. AuMental verbs are verbs which include cognitive meanings and emotional meanings expression various attitudes or desires together with perception and receipt of communicationAy (Ruminda 2. Jadi kata kerja yang melibatakan aspek lain-lain adalah kata kerja yang disebut kata kerja Pada tataran konatif atau redisposisi maka tindakan yang muncul berupa aksion atau model pembelajaran dimana dalam model pembelajaran muncul kendala yang dialami oleh media siswa/mahasiswa. Dari kendala tersebut tenaga pendiidk menciptakan strtaegi dan saran sebagai reaksi puncak dari adanya perilaku yang muncul atau intensi untuk bertindak adalah jiwa dari konatif. Menurut Azwar . Komponen JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN VOLUME 7 NO 2 (FEBRUARI 2. tindakan yang berhubungan dengan situasi, objek, atau pernyataan. Dia juga menambhakan bahwa konatif adalah perilaku yang muncul dalam diri merasakan hal tertentu. Table 2. Konatif Media Siswa Guru/do Kenda Strate Saran Jaraingan, data, laptop dan Hp Kurang Masalah Belajar online Memberikan stimulus Menjaga komunikasi Home visit Menjaga Mengikuti profesionali protocol Menyelasika produktif n masalah Memperhtik an batuan Terjadinya tindakan di atas karena rujukan dari sikap adalah dimulai dari tahap pemahaman yang melibatkan makna, defenisi, dan kendala yang WFH. Kemudian dilanjutkan pada penerapan strategi sebagai solusi dari kendala tersebut dan saran yang diajukan untuk diperhatikan oleh yang berkepetingan dalam hal ini. Jadi Kendala yang dialami oleh penguasaan teknologi dan kemampuan ekonomi yang memaksa untuk membeli kouta belajar. Bentuk postif dan negatif dalam masa WFH adalah adanya pengaruh mental aatu rana pemahaman yang dialami baik siswa/mahasiswa Tabel 3. Dampak WFH bagi Tenaga Pendidik dan Siswa Dampak Positif Bagi siswa :Waktu belajar lebih Bagi Memahami penggunaan teknolgi computer. Negatif Bagi siswa: kurangnya antusias belajar, prestasi menurun. Bagi guru: tugas bertambah, beban Menganalisa kontekstual teks adalah bentuk analisa yang memperhatikan makna yang sebenarnaya yang terjadi di dalam Analisa melibatakan bentuk tekstual dan kontektual bahasa. Dalam hal ini wacana melibatkan komponen pada simantiks, sintaksis, statistic dan retorika bahasa. Secara sederhana pada komponen simantiks mengedepankan makna yang bentuknya eksplisit dan implisit. Sintaksis terlihat dari susunan kalimat yang memperlihatkan kohesi dan Stilistik/statistic adalah pilihan kata atau leksikon yang pemikiran dari penulis dan pembaca. Sedangkan retorika adalah penggunaan gaya bahasa untuk mengekspresikan pemikiran dari penulis atau pembicara (Swastika. G L Dewi & Esther. Jennifer. Dengan pendekatan ini maka sikap dari tenaga pendidik di Abepura. Jayapura akan memperlihatkan aspek kognitif, afaktif dan konatif. Dari segi semantics, teks dibentuk dengan mendisain pertanyaan yang sederhana yang berbicara mengenai seputaran WFH. Dalam teks didisain pertanyaan yang merujuk pada tiga komponen sikap. sehingga bentuk yang tercapai dalam segi semantiks adalah makna yang tersurat dan tersirat mengenai sikap mereka tantang adanya WFH. Secara murni, data menampilkan bahwa adanya pemahaman tersirat tentang WFH yang berhubungan dengan tanggung jawab sebagai tenaga pendidik. Selian itu adanya istilah virtual meeting, microsft team, dan google meet adalah aplikasi yang memediasi mereka dalam Kata Sehingga virtual biasa disandingkan denga virtual reality atau nyata. Jadi virtual adalah realita yang dekat. Jadi virtual meeting adalah pertemuan yang dimediasi dengan komputer dengan menggunaka koneksi internet yang menyerupai atau mendekati keadaan nyata jika tanpa menggunakan internet. Sama halnya dengan microsft team dan google meet yang dimodifikasi untuk mengadakan pertemuan di dunia maya tapi dekat dengan dunia realita atau Sehingga digunakan oleh tenaga pendidik yang merupai dunia nyata adalah zoom, goole meet, team dan lain-lain. Selian itu istilah daring adalah istilah yang sering disebutkan untuk merujuk pada tugas mereka sebagai pendidik. Dari menampilkan bahwa susunan kata, frase menjadi suatu kalimat memunculkan adanya koherensi sebab akibat. Tabel 4. Tekstual sintaksis Pertanyaan Bagaimanas sikap anda WFH? Respond Sangat kurang setuju, akan mewabahnya Covid-19 oleh sebab itulah kami para pengajar berusaha belajar IPTEK tadinya GAPTEk, kami seperti siput berjalan akan tetapi kami para pengajar tidak takut lagi mengotak atik computer. (A. Memang tidak memuaskan dimana anak-anak belum terlalu paham apa yang dijelaskan karena kadang jaringan tidak baik (A. Mengikuti kebijakan yang Awalnya bingungAyang belajar tidak sampai ke pada mahasiswa (A. Tetap pemerintah dan mengikuti prtokol kesehatan. (A. Tabel di atas menunjukkan bahwa kalimat dibentuk secara tidak dimunculkan adalah adanya kata kunci yang mewakili pikiran respondent terhadap sikap yang dimiliki. Pada A006 JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN VOLUME 7 NO 2 (FEBRUARI 2. dan A007 di atas menyatakan hubungan sebab dari kata kunci semakin mewabahnya dan akibat oleh sebab itu . selain itu data juga menunjukkan bahwa hubungan sebab akibat ditandai dengan jaringan jelek sehingga siswa/mahasiswa tidak paham. Secara leksikal bahkan frase kata kunci yang dimaksud adalah kata kunci penegasan atas sikap yang dimiliki seperti mengikuti kebijakan atau prtokol, tidak takut lagi, dan tidak Jika diasumsikan kedalam kalimat yang gramatikal dan koherensi maka pernyataan sikap tersebut akan terbentuk dengan perwakilan berikut ini. AuKami, sebagai tenaga pendidik, menyatakan sikap untuk mengikuti kebijakan pemerintah WFH dalam menjalankan tugas kami sebagai tenaga Adapun masalah yang kami hadapi adalah jaringan yang kurang mendukung dan berefek kepada kulaitas pembelajaranAy. Atau dengan tegas menyatakan bahwa Audengan adanya kebijakan WFH, kami sangat bingung sehingga pembelajaran tidak berjalan dengan baik disebabkan karena adanya masalah koneksiAy. Selain dari kata kunci di atas, sintaksis juga menyediakan teks dalam bentuk kalimat yang bersifat imperative dan ajakan. Au tetap menajaga semangat dan kewarasanAy Aumakan vitamin C. keluar-keluar kalua tidak penting dan salurkan dana operasional pegawaiAy (A. Ini menandakan keseriusan dan sikap tanggap dari pegawai dalam menghadapi Ajakan melakukan sesuatu. Aumenjaga semangat dan kewarasanAy merupakan inisiatif positif untuk memandang dunia dan masa yang akan datang, dimana profesionalisme dan produktifitas tetap Selain itu, muncul harapan bahwa dalam menjaga produktifiats sebagai tenaga pendidik maka perlu dukungan moril dan ekonomi untuk menjalankan aksi tersebut. Stilistika adalah ilmu bahasa yang melihat bahasa dari sudut pandang gaya bahasa. Pada umumnya gaya bahasa banyak dijumpai pada karya sastra tapi tidak tertutup kemungkinan bahwa dalam teks pendek kehadiran stilistika juaga mewarnai bahasa. Dalam hal ini, stilistika akan dilihat dari leksikon atau pemilihan kata yang Menurut Verdonk . memandang stilistika sebagai ilmu analisis ekspresi yang khas dalam bahasa untuk mendeskripsikan tujuan dan efek Senada dengan Tuloli . bahwa stilistika adalah gaya bahasa yang istimewa yang merupakan ciri khas dari Dalam angaket yang dibagika kepada tenaga pendidik di Abepura. Jayapura ditemukan bahwa adanya absensi penggunaan gaya bahasa dalam bentuk kata, frase, maupun Hal ini terbukti bahwa hampir dari semua responden memberikan jawaban yang sifat langsung. Selain itu adanya absensi stalistika bahasa dalam penelitian ini karena dugaan bahwa tidak adanya rana untuk menyampaikan diksi bahasa dalam teks karena umumnya gaya bahasa yang istimewa umumnya didapat di karya sastra fiksi. Berbeda dari stalistik. Retorika dalam angaket penelitian ditemui dengan menggunakan gaya bahasa analogi. Menurut Tasmara . , salah satu fungsi dari retorika adalah memberikan penerangan . o infor. dan pengertian kepada massa, guna memberikan penerangan yang mampu menanamkan sebaik-baiknya. Sedangkan analogi adalah bentuk persamaan antara dua benda yang disamakan dimana salah satu bend aitu dijadikan dasar atas benda lain sehingga membentuk suatu pemahaman yang simple atau sederhana. Contoh analogi pada data adalah AuAkami juga mampu mencari dengan mengibartakan seperti siput berjalan akan tetapi kami para pengajar tidak takut lagi mengotak atik computerAy SIMPULAN DAN SARAN WFH adalah bekerja dari jarak jauh dengan menggunakan mediasi jaringan internet. Pada dasarnya fungsi dari WFH adalah untuk mengefisien waktu dan tempat demi mencapai tujuan dan target dalam pekerjaan. Namun berbeda dengan sitausi pandemic COVID-19 bahwa WFH pertama kali popular di Indonesia khususnya di Papua karena keadaan yang memaksa untuk melakukan itu. Tenaga pendidik di Abepura. Japura Papua yang melibatkan dosen dan guru mengambil sikap mengenai kebijakan pemerinatah yang mengharuskan WFH diterapkan di Kota Jayapura. Sikap komponen kognitif yang tidak hanya terbatas pada defenisi mengenai WFH tetapi melibatkan adanya dampak yang ikut muncul Ketika WFH diterapkan di kota tersebut. selain itu komponen afekti yang melibatkan hati dan perasaan yang menstimulus suatu penerimaan dan penolakan setelah memahami WFH. Kemudian dilanjutkan dengan reaski yang beragam muncul dari bentuk tindakan dan saran mengenai WFH Untuk membuat terang akan hadirnya sikap, wacana kritis membantu dalam menjelaskan kutipan data. Secara tekstual maka analisis wacana kritis Dari contoh di atas dianalogikan atau disamakan antara adaptasi tenaga pendidik pada suatu jenjang tertentu dalam belajar dengan menggunakan media teknologi dengan siput yang Kendata berjalan dengan lambat tapi akhirnya sampai juga pada suatu tujuan dengan segala usaha dan semangat yang ada. Ini juga menunjukan bahwa antusiasme dan prefesionalisme masih dijaga walupun WFH di masa menjelaskan makna secara semantic, sintksis, stalistik dan retorika. Tujuan utama ini adalah memperjelas bentuk sikap yang dimiliki tenaga pendidik mengenai WFH di masa pandemic ini. Penelitian ini juga membutuhkan saran dan komentar untuk menambah kasana keluasan makna sehingga penelitian ini mengambil topik yang sama untuk diekspansi kedepannya. Selain itu, penelitian ini meninggalkan aspek wacana pada bidang diskursus dan sosiokultural sebagai bagian dari aspek tekstual sehingga pada kesempatan lain peneliti bisa melengkapi aspek holistik tekstuality untuk memperkaya tulisan DAFTAR PUSTAKA Azwar S. Sikap Manusia: Teori Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Baron. Robert A & Donn. Byrne. Psikologi Sosial Jilid 1. Erlangga. Jakarta. Darmawan. Dadang & et al. Sikap Keberagamaan Masyarakat Muslim Menghadapi Covid-19. Religious: Jurnal Studi AgamaAgama dan Lintas Budaya JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN VOLUME 7 NO 2 (FEBRUARI 2. ISSN: ISSN: 2528-7230 . Fairclough. Critical discourse analysis: the critical study of London and New York: Longman Inc. Grice. Paul. Presupposition and Conversational Implicature. New York: Academic Press. Jorgensen. , & Phillips. Discourse analysis: theory and method, alih bahasa Imam Suyitno. Lilik Suyitno & Suwarna. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Kridalaksana. Kamus linguistik . IV). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Mungkasa. Oswar. Bekerja Jarak Jauh (Telecommutin. : Konsep. Penerapan dan Pembelajaran. Bappenas Working Papers Vol. No. 1 Tahun 2020. Nababan. Ilmu Jakarta: Depdikbud. Nilles. , 1988. AuTraffic Reduction by Telecommuting: A Status Review Selected BibliographyAy.