n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 709-718 Available online at http://jurnal. id/dedikasi ISSN 2548-8848 (Onlin. Universitas Abulyatama Jurnal Dedikasi Pendidikan SURVEY MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA OLAHRAGA DALAM RANGKA PERSIAPAN PON XXI ACEH-SUMUT 2024 Yulinar12*. Musran3. Auva Fadhlur Rahman4. Husaini5, 1,3,4,5. Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi. Fakultas Kegurauan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Abulyatama. Aceh Besar. Indonesia. Pendidikan Olahraga. Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung. Indonesia. *Email korespondensi : yuli_penjaskesrek@abulyatamaac. Diterima Januari 2025. Disetujui Mei 2025. Dipublikasi 31 Juli 2025 Abstract: This study examines the management of sports facilities and infrastructure in preparation for PON XXI Aceh-Sumut 2024. The purpose of the study was to determine the planning, organizing, actuating, controlling in the implementation of PON XXI Aceh-Sumut 2024 Sports activities. Qualitative research method, research respondents are people related to the implementation of PON XXI Aceh-Sumut 2024 activities. Data collection techniques by interview, observation and documentation. Data analysis using data triangulation. Based on the results of the study, it can be explained that planning has been prepared since the determination of the host for the implementation of PON XXI Aceh-Sumut 2024. Procurement of facilities and infrastructure has been planned according to the sports branches determined in Aceh Province. Organization is based on matters concerning common interests and provisions for placement of places based on previous matters. The facilities and infrastructure provided are in accordance with the needs determined for each sport being Actuation is carried out comprehensively based on the results of control in the field. Supervision . of the supervision process is also carried out well so that it will run smoothly as expected. Keywords : Management. Sports Facilities and Infrastructure Abstrak: Penelitian ini mengkaji tentang manajemen dari sarana dan prasarana olahraga dalam rangka persiapan PON XXI Aceh-Sumut 2024. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perencanaan, pengorganisasian, actuating, controlling pada pelaksanaan kegiatan Olahraga PON XXI Aceh-Sumut 2024. Metode penelitian kualitiatif, responden penelitian orang yang terkait pelaksanaan kegiatan PON XXI AcehSumut 2024. Teknik pengumpulan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tri angulasi data. Berdasarkan hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa perencanaan . sudah disisun sejak penentuan tuan rumah untuk pelaksanaan PON XXI Aceh-Sumut 2024. Pengadaan sarana dan prasarana sudah direncanakan sesuai dengan cabang olahraga yang ditentukan di Provinsi Aceh. Pengorganisasian . didasarkan pada hal-hal yang menyangkut kepentingan bersama dan ketentuan penempatan tempat berdasarkan hal yang ada sebelumnya. Sarana dan prasarana yang disediakan sesuai dengan kebutuhan yang ditentukan untuk setiap cabang olahraga yang dibina. Penggerakan . dilakukan secara menyeluruh berdasarkan hasil kontrol yang di lapangan. Pengawasan . proses pengawasan juga dilakukan dengan baik sehingga akan berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan. Kata kunci : Manajemen. Sarana dan Prasana Olahraga PENDAHULUAN Pekan Olahraga Nasional yang sering di singkat dengan PON merupakan ajang olahraga yang dilaksanakan Survey Manajemen Sarana Dan Prasarana Olahraga. (Yulinar. Musran. Rahman, & Husaini, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 709-718 http://jurnal. id/index. php/dedikasi pertama kali di Indonesia pada tahun 1949. MaAomun . menjelaskan bahwa pelaksanaan PON pertama kali di adakan di Solo pada tahun 1949. Pelaksanaan tersebut dikarenakan penolakan dari negara pelaksan even tentang olahraga. Atas gagalnya keberangkatan dari tim Nasional mengikuti kegiatan olahraga, pada saat itu masa kepresidenan Soekarno mengambil sebuah kebijakan tentang pelaksanaan olahraga di Solo. Pada saat ini berbagai kebijakan di keluarkan pemerintah untuk mengembangkan olahraga di tanah air dengan harapan olahraga di Indonesia mencapai puncaknya (MaAomun & Mahendra. Kajian tersebut menegaskan bahwa pelaksanaan PON memang merupakan ajang olahraga yang di laksanakan rutin di Indonesia dengan asal mula pelaksanaannya seperti yang disebutkan sebelumnya. Pelaksanaan PON dilakukan secara rutin dan berlangsung selama 4 tahun sekali dan proses pelaksanaannya di gilir di setiap Provinsi seluruh Indonesia. Seperti pada pelaksanaan tahun 2024 di laksanakan di dua Provinsi yaitu di Provinsi Sumatra Utara dan di Provinsi Aceh. Provinsi Aceh dilaksanakan sebanyak 33 cabang olahraga dengan pelaksanaannya di beberapa Kabupaten/Kota yang ada di Aceh. Berdasarkan hasil pengamatan dilapangan dapat dilihat bahwa persiapan yang 2 dilakukan masih dalam proses finising. Diketahui bahwa pelaksanaan PON dilakukan pada tanggal 8 sampai dengan 20 September 2024 dan merupakan pelaksanaan yang ke empat kalinya di Pulau Sumatra yang pertama sebelum di Medan 1953. Palembang 2004 dan Pekanbaru 2012 (Wikipedia. Persiapan yang dilaksanakan sebelumnya direncanakan hampir selesai dibuat dengan harapan pada saat pelaksaan acara PON dapat berjalan Pada pelaksanaan kegiatan termasuk didalamnya adalah pelaksaan PON saat ini juga diperlukan manajemen sebagai alat pengontrol dalam pelaksanaan kegiatan agar kegiatan tersebut tersusun dan tertata dengan baik. Terry dalam Swasikanti . menjelaskan bahwa manajemen merupakan kemampuan mengarahkan untuk mencapai hasil yang diingin dengan menggunakan berbagai usaha-usaha dari manusia dan sumber lainnya. Manajemen dalam suatu kegiatan diperlukan agar kegiatan direncanakan dapat menjadi teratur dan terukur sehingga dalam proses pelaksanaannya menjadi mudah. Jadi diperlukan suatu manajemen yang bagus agar pencapaian hasil yang bagus dan maksimal. Sedangkan tujuan dari manajemen itu sendiri adalah untuk memaksimalkan efektivitas dan efisiensi. untuk meminimalisir cost atau biaya yang harus dikeluarkan. untuk memotivasi karyawan atau anggota organisasi secara positif. untuk menentukan dan mencapai tujuan organisasi atau perusahaan. untuk memastikan kualitas yang dihasilkan selalu bagus dan sesuai harapan. mengembangkan kemampuan karyawan atau anggota organisasi sesuai bidangnya. untuk memudahkan proses adaptasi terhadap terjadinya perubahan dalam berbagai bidang (Swasikanti. 3 Berdasarkan kajian di atas diketahui bahwa manajemen bagus penting untuk menyukseskan suatu kegiatan termasuk dalamnya manajemen dalam sarana prasarana baik dalam kegiatan umum maupun dalam kegiatan olahraga. Sarana dan prasarana dalam suatu kegiatan sangat penting sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan pada saat pelaksanaanya. Misalnya dalam kegiatan olahraga diperlukan sarana dan prasarana sebagai upaya memperlancar kegiatan yang Hal ini sejalan dengan pendapat Natal . AuSarana merupakan sesuatu yang dapat dipergunakan dan dimanfaatkan dalam melakukan kegiatan olahraga sedangkan prasarana adalah sesuatu yang mempermudah atau memperlancar dan cenderung memiliki sifat yang permanenAy. Kutipan tersebut dapat ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 709-718 dibahas bahwa sarana dan prasarana berbeda tetapi saling melengkapi satu sama lainnya. Sebagaimana diketahui bahwa dalam bidang olahraga sarana dan prasarana merupakan hal yang penting sebagai penunjang terlaksananya kegiatan olahraga. Asad dkk . menegaskan bahwa AuSarana dan prasarana merupakan modal utama dalam penyelenggaraan kegiatan olahragaAy. Jadi pentingnya sarana dan prasarana dalam pelaksanan PON XXI Aceh - Sumut tahun 2024 sehingga manajemen terhadap sarana dan prasarananya sangat diperlukan. Mengingat beberapa ulasan di atas maka penelitian terhadap manajemen sarana dan prasarana pelaksanaan kegiatan PON XXI ini perlu di teliti. Hasil survey di lapangan yang pernah dilakukan oleh peneliti, sarana dan prasarana olahraga yang di siapkan untuk kegiatan pelaksanaan PON XXI Aceh Ae Sumur 2024 masih dalam proses pengerjaan dan ada dalam proses penyelesaian tahap akhir. Menurut isu dari beberapa masyarakat yang berada di sekitar area pembangunan 4 menyatakan sikap negatif dalam penyelesaian tepat waktu. Berbeda halnya dari beberapa tokoh yang terkait dalam pelaksanaan PON menyatakan optimis dapat menyelesaikan tepat waktu dan ketersediaan sarana dan prasarana juga diupayakan sebaik mungkin dalam menyukseskan kegiatan PON XXI Aceh Ae Sumut 2024 ini. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan kajian tentang manajemen dari sarana dan prasarana olahraga pada PON XXI sehingga di kaji tentang penelitian AuSurvey Manajemen Saran Dan Prasarana Olahraga Dalam Rangka Persiapan PON XXI Aceh Ae Sumut 2024Ay. KAJIAN PUSTAKA Pengertian Manajemen Manajemen adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi Mary Parker Follet ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal (Tangkudung, 2017, p. Manullang, 2011 . alam Suprianto, 2018, p. Managemen adalah seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, penempatan karyawan, pemberian perintah, dan pengawasan terhadap sumber daya manusia dan alam, terutama sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu. Terry lebih menekankan pada segi proses atau manajernya yang berpendapat bahwa managemen adalah soal proses tertentu yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan penggunaan setiap ilmu dan seni Bersama-sama dan selanjutnya menyelesaikan tugas untuk mencapai tujuan Pengertian Manajemen adalah suatu rangkaian proses yang meliputi kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi dan pengendalian dalam rangka memberdayakan seluruh sumber daya organisasi/ perusahaan, baik sumberdaya manusia . uman resource capita. , modal . inancial capita. , material . and, natural resources or raw material. , maupun teknologi secara optimal untuk mencapai tujuan organisasi/ Perusahaan (Solihin. Utami at. menjelaskan lebih lanjut AuFungsi-fungsi Survey Manajemen Sarana Dan Prasarana Olahraga. (Yulinar. Musran. Rahman, & Husaini, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 709-718 http://jurnal. id/index. php/dedikasi manajemen terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalianAy Fungsi Manajemen Beberapa definisi manajemen telah dikemukakan dan selanjutnya manajemen dapat ditinjau dari segi unsur-unsurnya atau fungsi-fungsinya. Beberapa pendapat tentang fungsi manajemen sejalan dengan definisinya, antara lain sebagai berikut: Prof. Drs. Oey Liang Lee: Perencanaan. Pengorganisasian. Pengarahan. Pengkoordinasian, pengontrolan. Koont O Donnel dan Nicklander: Planning. Organizing. Staffing. Directing. Controlling. Newman: Planning. Organizing. Assembling resources. Directing. Controlling. Louis A. Alen: Memimpin. Merencanakan. Menyusun. Mengawasi. George R. Terry: Planning. Organizing. Actuating. Controlling. Henry Fayol: Forecasting and Planning. Organizing. Commanding. Coordinating. Controlling. Hebert G. Hicks: Creating, planning. Organizing. Motivating. Staffing. Communicating. Controlling. Luther Gulick disingkat POSDCORB: Planning. Organizing. Staffing. Directing. Coordinating. Reporting, and Budgeting. Apabila kita kutip berbagai pendapat tentang unsur-unsur dan, fungsi manajemen, atau sering disebut fungsi-fungsi seorang manajer, tampaklah diantara planning dan controlling terdapat berbagai fungsi, seperti forecasting, creating, dicision making, organizing, staffing, assembling, directing, commanding, leading, motivating, communicating, coordinating, reporting, dan budgeting (Suprianto, 2018, p. Berdasarkan kajian tersebut dapalt dijelaskan bahwa ragam dari fungsi manajemen dari berbagai pendapat, namun pada dasarnya fungsi manajemen tetap mengupayakan ada hal yang berkaitan perencanaan, koordiansi dan pengawasan. Sebagaimana di ketahui bahwa setiap kegiatan perlu adanya perencanaan yang baik juga perlu adanya orang yang mengawasi sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan baik. Sarana dan Prasarana Sarana olahraga adalah sumber daya pendukung yang terdiri dari segala bentuk dan jenis peralatan serta perlengkapan yang digunakan dalam kegiatan olah raga. Prasarana olahraga adalah sumber daya pendukung yang terdiri dari tempat olahraga dalam bentuk bangunan di atasnya dan batas fisik yang statusnya jelas dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk pelaksanaan program kegiatan olahraga. Sarana dan rasarana juga harus memenuhi syarat agar tercipta proses latihan secara efektif (Indrayana & Yuliawan, 2020, p. Bertolak dari pengertian sarana olahraga di atas maka, sarana dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu: a. Peralatan . Sesuatu yang digunakan, contoh: peti loncat, palang tunggal, palang sejajar, gelang-gelang, gawang Perlengkapan . , yaitu: 1. Sesuatu yang melengkapi kebutuhan prasarana, misalnya: net, bendera untuk tanda, garisbatas,dan lain-lain. Sesuatu yang dapat dimainkan atau dimanipulasi dengan tangan atau kaki, misalnya: bola, raket, pemukul, dan lain-lain. Berdasarkan pengertian prasarana olahraga diatas, dapat disebutkan beberapa contoh prasarana olahraga meliputi: lapangan bola basket, lapangan tenis, gedung olahraga, stadion sepakbola, stadion atletik, dan lainlain. Gedung olahraga merupakan prasarana yang berfungsi serbaguna ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 709-718 untuk pertandingan beberapa cabang olahraga, misalnya: pertandingan bola voli, pertandingan bulutangkis, dan lain-lain (Natal, 2020,). Manajemen sarana dan prasarana merupakan keseluruhan proses perencanaan pengadaan, pendayagunaan, dan pengawasan sarana dan prasarana yang digunakan 10 agar tujuan pendidikan di sekolah dapat tercapai dengan efektif dan efisien. Olahraga Olahraga merupakan suatu fenomena dunia, dan menjadi bagian hidup yang tak terpisahkan bagi manusia di muka bumi ini. Olahraga pada dasarnya mempunyai peran sangat strategis bagi upaya pembentukan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk pembangunan. Suatu kota/kabupaten/provinsi yang menghendaki kemajuan pesat pada berbagai bidang, bahkan semestinya tidak boleh sekedar secara sloganistik menganggap olahraga sebagai sesuatu yang penting. Kesadaran akan makna strategis olahraga harus mengejawantahkan melalui perencanaan pembangunan yang berpihak pada kemajuan olahraga secara Harus menyeluruh karena olahraga memiliki berbagai potensi yang berisikan suatu semangat dan kekuatan untuk membangun, karena ia sebenarnya merupakan sense of spirit dari suatu proses Panjang pembangunan itu sendiri. Olahraga harus dipandang sebagai tujuan sekaligus asset pembangunan (Santosa. Sugiyanto, 2. Dalam Undang-Undang RI No. 11 Tahun 2022 tentang system keolahragaan menegaskan bahwa AuOlahraga adalah segala kegiatan yang melibatkan pikiran, raga, dan jiwa secara terintegrasi dan sistematis untuk mendorong, membina, serta mengembangkan potensi jasmani, rohani, sosial, dan budayaAy Olahraga terdiri dari tiga kategori yaitu olahraga prestasi, olahraga masyarakat dan olahraga pendidikan AuOlahraga Masyarakat adalah Olahraga yang dilakukan oleh Masyarakat berdasarkan kegemaran dan kemampuan yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan kondisi dan nilai budaya masyarakat setempat yang dilakukan secara terus-menerus untuk kesehatan, kebugaran, dan kegembiraan. Olahraga Prestasi adalah Olahraga yang membina dan mengembangkan Olahragawan secara terencana, 22 sistematis, terpadu, berjenjang, dan berkelanjutan melalui kompetisi untuk mencapai prestasi dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi Keolahragaan (UU RI tahun 2. Lebih lanjut dalam Undang-Undang RI tentang olahraga nomor 3 tahun 2005 menegaskan bahwa AuOlahraga pendidikan adalah pendidikan jasmani dan olahraga yang dilaksanakan sebagai bagian proses pendidikan yang teratur dan berkelanjutan untuk memperoleh pengetahuan, kepribadian, keterampilan, kesehatan, dan kebugaran jasmaniAy. Pekan Olahraga Nasional (PON) Pekan Olahraga Nasional atau disingkat dengan PON merupakan amanat pemerintah melaksanakan UUSKN . asal 42 dan . Dalam UUSKN tersebut juga dijelaskan bahwa setiap pelaksanaan kejuaraan olahraga yang dilaksanakan oleh pemerintah, organisasi, lembaga, maupun masyarakat wajib memperhatikan tujuan keolahragaan Nasional dan prinsip penyelenggaraan keolahragaan. Selanjutnya pencapaian prestasi pada ajang tersebut sebagai penjaringan bagi atlet berprestasi dalam meningkatkan harkat dan martabat sebagai individu maupaun Negara di event Internasional (Dongoran et al. , 2. Pekan Olahraga Nasional 2024 . iasa disingkat PON XXI/PON ACEH-SUMUT 2. adalah Survey Manajemen Sarana Dan Prasarana Olahraga. (Yulinar. Musran. Rahman, & Husaini, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 709-718 http://jurnal. id/index. php/dedikasi penyelenggaraan ke-21 dari Pekan Olahraga Nasional (PON) yang merupakan ajang multi-olahraga nasional utama yang dijadwalkan berlangsung dari 8 hingga 20 September 2024 dengan Aceh dan Sumatera Utara sebagai tuan rumah. Edisi ini menandai pertama kalinya PON diselenggarakan oleh dua provinsi sekaligus, juga menandai kedua kalinya diadakan di Sumatera Utara . ebelumnya di 23 tahun 1. , dan pertama kalinya diadakan di Aceh. PON ini merupakan keempat kalinya diadakan di Sumatera . ebelumnya Medan 1953. Palembang 2004. Pekanbaru 2. dan pertama kali sejak 2012. Provinsi termuda. Papua Barat Daya. Papua Pegunungan. Papua Tengah dan Papua Selatan akan memulai debutnya di ajang PON XXI ini. PON 2024 juga memperingati 20 tahun bencana tsunami Aceh dan Sumatera Utara, yang terjadi pada 26 Desember 2004 (Dongoran et al. , 2. METODE PENELITIAN Metode dalam penelitian ini adalah metode survei menggunakan wawancara dengan teknik menghitung sarana dan prasana olahraga yang digunakan untuk PON XXI di Provinsi Aceh. Dilakukan dengan metode survey agar dapat melihat secara langsung keadaan sarana dan prasarana olahraga di Provinsi Aceh dalam rangka menghadapi gelaran PON XXI Aceh-Sumut 2024. Subjek penelitian ini adalah 33 cabang olahraga yang di pertandingkan diwilayah Aceh. Semua populasi dijadikan objek sehingga penelitian ini dapat dinyatakan sebagai penelitian populasi. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode survei dengan menggunakan lembar observasi sebagai alat pengambilan data untuk mencatat hasil dari survei. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan tri angulasi data kegiatan analisis terdiri dari tiga 29 alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu . Reduksi Data, . Display Data, dan . Mengambil kesimpulan serta verifikasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil wawancara yang dilakukan dengan pihak terkait pelaksaan kegaitan dari kegiatan PON XXI Aceh Ae Sumut 2024 dapat diuraikan sebagai berikut. Perencanaan . Pada perencanaan, selama ini sudah dibuat perencanaan semenjak pertama penentuan dari pemilihan Aceh sebagai tuan rumah untuk pelaksanaan PON XXI Aceh Ae Sumut 2024. Hal ini sesuai yang dijelaskan oleh responden dalam hal ini di wakili oleh bapak Muksalmina. S,Pd dan Tgk. Banta Nuzullah. , proses pelaksanaan PON di Aceh, itu prosesnya melalui proses lelang yang dilaksanakan oleh kementrian PUPR dan juga kementrian perkim republik Indonesia inti semua dilaksanakan untuk proses pelelangan tersebut yang bersumber dari APBN, sedangkan yang bersumber dari APBN itu dilaksanakan lelangnya di pemerintah Aceh. Proses lelang itu sudah dilaksanakan sudah jauh jauh hari, sudah berlangsung beberapa bulan yang lalu sehingga sampai saat ini proses pekerjaan berlangsung dan proses perjalanannya penuh lika liku tapi dengan PB PON Aceh bisa memastikan 36 bahwa setiap vanue yang dibangun itu rampung pada saat pelaksanaan PON dimulai, baik itu yang rehab berat, rehab ringan maupun yang sifatnya anoble insha allah ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 709-718 semua diatasi dengan baik dan benar. Pengorganisasian . Pada poin pengorganisasian cukup dilihat berdasarkan tempat yang sudah ada dan kultur budaya tidak luput dari pantauan. Pemaiakan dari tempat dan ruang yang dipakai pakai kurang lebih 10 kabupaten kota dengan 33 cabang olahraga, dengan titik yang telah disepakati Banda Aceh ada 19. Pidie ada 2. Bener Meriah 1. Aceh Tengah 3. Aceh Timur 1. Aceh Utara 2. Aceh Tenggara 1. Aceh Barat 2. Sabang 3. Penentuan tempat juga didasarkan sesuai dengan tempat yang telah ada misalnya pacuan kuda itu di Aceh Tengah sesuai dengan yang sudah ada, kemudian arung jeram di Aceh Tenggara, sepak takraw di Aceh Timur. Gantole itu di Bener Meriah, menurut responden hal tersebut sesuai dengan culture daerah masing masing keolahragaan yang dipertandngkan. Penggerakan . Motivasi dari pemimpin dan koordinator kegiatan PON XXI di Aceh ini sudah termasuk bagus, karena bahu membahu saling melengkapi satu sama lain dalam menyukseskan kegiatan. Ketersesiaan sarana dan prasarana untuk olahraga sudah ada penempatan masing-masing tempat seperti yang dikemukakan sebelumnya seperti di kompleks Stadion Harapan Bangsa (Sepak bola. Panahan. Anggar. Angkat besi. Angkat berat. Basket. Tenni. Proses dalam renovasi juga sudah di lakukan 37 walaupun tidak secara keseluruhan tetapi dibuat senyaman dan tiak lupa terhadap keamana dari pelaku olahraga dalam hal ini atlet yang bertanding nantinya. Anggaran yang di luncurkan oleh pemerintah pusat juga tidak kurang, menurut responden anggaran rehabnya hampir kurang lebih 300-an miliarlah. Anggaran tersebut dipergunakan untuk bangun baru tapi rehab, jadi semua itu sebagian 80% dibongkar. Sedangkan untuk sarana dan prasarana di KONI sudah final, tanggal 15 Agustus serah terima, serta beberapa cabang olahraga lain yang sudah memasuki tahap finishing Sebagian sudah serah terima untuk pelaksanaan kegiatan PON XXI Aceh Ae Sumut tahun 2024. Hasil akhir dari responden mengatakan bahwa rata-rata diakhir bulan Agustus finishing semua termasuk yang di luar Kota Banda Aceh. Pengawasan . Terkait pengawasan sudah dilakukan dengan hati-hati. Hasil wawancaran kategori pengawasan dilakukan secara rutin dari tahap demi tahap dalam renovasi persiapan kegiatan olahraga PON XXI Aceh-Sumut 2024. Walaupun dilakukan secara teliti dan rinci pasti adanya kendala yang di hadapi dilapangan hanya saja tidak terlalu banyak dapat diseleksaikan saat dengan baik. Sedangkan hambatan dapat dianggap tidak ada, selama ini berjalan sesuai dengan yang direncanakan dari awal persiapan PON XXI. Perencanaan sudah ditentukan dengan sebaik mungkin, kembali lagi kekondisi alam yang menentukan Allah SWT ditegaskan oleh bapak Muksalmina. Pd. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Perencanaan . Perencanaan sudah disisn sejak penentuan tuan rumah untuk pelaksanaan PON XXI Aceh Ae Sumut 2024. Hal ini sesuai yang dijelaskan oleh responden dalam proses pelaksanaan PON di Aceh yang proses di mulai dari pelelangan dengan anggaran yang bersumber dari APBN, walaupun berliku-liku tetapi PB PON Aceh memastikan bahwa setiap vanue yang dibangun itu rampung pada saat pelaksanaan PON dimulai. Survey Manajemen Sarana Dan Prasarana Olahraga. (Yulinar. Musran. Rahman, & Husaini, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 709-718 http://jurnal. id/index. php/dedikasi baik itu yang rehab berat, rehab ringan maupun yang sifatnya annobel di atasi dengan baik dan benar. Hasil dari rehapan tersebut dapat dilakukan secara menyeluruh sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. Pengorganisasian . Pengorganisasian juga didasarkan pada hal-hal yang menyangkut kepentingan bersama dan ketentuan penempatan tempat berdasarkan hal yang ada sebelumnya seperti pacuan kuda sudah ada di Aceh tengah hanya di sesuaikan untuk pelaksanaan PON XXI 2024. Rincian dari pemakain kurang lebih 10 Kabupaten Kota dengan 33 cabang olahraga, dengan titik yang telah disepakati Banda Aceh ada 19. Pidie ada 2. Bener Meriah 1. Aceh Tengah 3. Aceh Timur 1. Aceh Utara 2. Aceh Tenggara 1. Aceh Barat 2. Sabang 3. Sarana dan prasarana yang disediakan juga sesuai dengan kebutuhan yang ditentukan untuk setiap cabang olahraga yang dibina. Penggerakan . Penggerakan yang dilkan secara menyeluruh berdasarkan hasil kontrol yang di Hal ini juga termasuk motivasi dari berbagai pihak termasuk pimpinan dari kegiatan PON XXI di Aceh sehingga proses ketersediaan dan kesiapan sarana serta prasarana yang dilakukan dapat diselesaikan tepat waktu. Hasil akhir dari responden mengatakan bahwa rata-rata diakhir bulan Agustus sarana dan prasarana akan finishing semua termasuk yang di luar Kota Banda Aceh. Pengawasan . Hasil dari wawancara dapat dilihat hasil dari perencanaan, pengorganisasian dengan tepat serta penggerakan yang cepat dalam proses pengawasan juga dilakukan dengan baik sehingga akan berjalan lancer sesuai dengan yang diharapkan. Hasil wawancaran kategori pengawasan dilakukan secara rutin dari tahap demi tahap dalam renovasi sarana dan prasarana persiapan kegiatan olahraga PON XXI Aceh-Sumut Menurut responden tidak ada hambatan yang besar hanya ada kendala-kendala kecil dilapangan dan dapat diselesaikan dengan baik tanpa menunda pelaksanaan kegiatan PON XXI Aceh-Sumut tahun 2024. Saran Beberapa saran yaitu. Bagi pemerintah daerah dalam pelaksanaan PON XXI harusnya perlu kesiapan yang lebih cepat dan tepat lagi sehingga tidak adanya simpang siur dalam pembicaraan di kalangan masyarakat yang ada di daerah. Walaupun diselesaikan tepat waktu tetapi masih banyak simpang siur dari komikasi yang kurang tepat di kalangan masyarakat, harusnya dapat menekan isu-isu yang kurang bagus. Upaya yang dilakukan untuk pelaksanaan PON XXI sangat baik, walaupun ada beberapa kendala yang dihadapi tetapi dapat diselesaikan dengan baik, kedepannya seharusnya dapat menekan berbagai kedala tersebut. Selain persiapan pembangunan dalam pelaksanaan PON XXI, perlu juga memperhatikan kesiapan atlet yang akan bertanding. Penelitian ini hanya sebatas melihat kesiapan sarana dan prasarana yang ada, tetapi tidak mengkaji tentang kesiapan dan ketersediaan atlet sehingga diperlukan penelitian lain untuk mengkaji penelitian ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 709-718 DAFTAR PUSTAKA