Jurnal INTEKNA : Informasi Teknik dan Niaga Volume 26. No. Mei 2026 http://ejurnal. id/index. php/intekna/issue/archive ISSN 1412-5609 (Prin. ISSN 2443-1060 (Onlin. RANCANG BANGUN PRODUK MEJA CAT MENGGUNAKAN METODE KANSEI ENGINEERING Umar Al Faruq. Rian Prasetyo. email: umaral096@gmail. com, rnprasetyo286@gmail. Program Studi Teknik Industri. Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo Ringkasan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) berkontribusi 61% terhadap PDB nasional atau sekitar Rp 580 triliun serta menyerap 97% tenaga kerja. Kabupaten Sukoharjo memiliki 11. 503 UMKM sektor jasa, termasuk industri pengecatan kendaraan bermotor yang berkembang di 12 kecamatan, dengan 45 bengkel cat bodi motor skala rumahan. Meskipun sektor ini berperan dalam perekonomian lokal, sebagian besar pelaku usaha masih menggunakan fasilitas kerja yang belum ergonomis, khususnya meja cat bodi motor. Penelitian ini bertujuan merancang meja cat bodi motor yang fungsional, ergonomis, dan sesuai preferensi pengguna menggunakan metode Kansei Engineering Tipe I. Data diperoleh dari 15 pelaku usaha pengecatan kendaraan bermotor di Kabupaten Sukoharjo melalui wawancara dan kuesioner. Hasil identifikasi menghasilkan sembilan kata kansei utama, yaitu kuat, stabil, kokoh, fungsional, fleksibel, nyaman, profesional, praktis, dan mudah dibersihkan. Hasil Conjoint Analysis menunjukkan atribut dengan nilai utilitas tertinggi adalah ketinggian meja dapat diatur ( 0,. , mudah dipindahkan ( 0,. , mudah digunakan ( 0,. , mudah dibersihkan ( 0,. , dan desain empat kaki ( 0,. , dengan total utilitas kombinasi terbaik sebesar 0,750. Berdasarkan hasil tersebut, dihasilkan desain meja cat dengan dimensi 70 y 70 cm, rentang pengaturan tinggi 70Ae120 cm, mekanisme putar berbasis bearing, konstruksi rangka besi hollow dan besi nako berlapis cat antikarat, serta bobot produk A13 kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Kansei Engineering dan Conjoint Analysis mampu menghasilkan desain meja cat yang lebih ergonomis, fleksibel, dan mudah dirawat dibanding meja konvensional, sehingga berpotensi meningkatkan kenyamanan operator, efisiensi kerja, dan kualitas hasil pengecatan pada UMKM bengkel cat bodi motor. Kata Kunci : UMKM. Meja Cat. Kansei Engineering. Rancang Bangun. Ergonomi PENDAHULUAN Latar Belakang Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor strategis dalam struktur perekonomian nasional. Sebagai pelaku ekonomi terbesar di Indonesia. UMKM berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi, terutama saat terjadi krisis (Al Farisi et al. , 2. Peran ini menjadikan UMKM sebagai salah satu pilar utama yang menopang ketahanan serta pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu. UMKM juga memberikan kontribusi signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat dan peningkatan pendapatan rumah tangga (Sirait et al. , 2. Secara konkret. UMKM menyumbang 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional atau setara Rp9. 580 triliun dan menyerap hingga 97% tenaga kerja (Ayuingtyas, 2. Di Kabupaten Sukoharjo, perkembangan UMKM terlihat nyata, khususnya di sektor jasa. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten sukoharjo (Sukoharjo, 2. , terdapat 503 UMKM di sektor jasa, salah satunya adalah jasa bengkel pengecatan kendaraan bermotor yang tersebar di 12 kecamatan. Bengkel-bengkel ini melayani pengecatan ulang atau perbaikan cat kendaraan, yang tidak hanya untuk tujuan estetika tetapi juga perbaikan pascakecelakaan. Aktivitas ini mencakup perbaikan kerusakan cat, penggantian warna, hingga finishing tampilan kendaraan agar tetap menarik. Usaha ini turut menjaga nilai estetika kendaraan dan berkontribusi terhadap nilai jualnya. Namun, berdasarkan observasi lapangan, ditemukan bahwa sebagian besar bengkel cat lebih fokus pada pemasaran dan produksi jasa, sementara aspek fasilitas kerja, termasuk peralatan seperti meja cat, masih kurang mendapat perhatian. Umumnya, bengkel memiliki 8Ae10 pekerja tanpa didukung fasilitas ergonomis yang memadai. Keterbatasan meja cat dapat menghambat kenyamanan dan efisiensi kerja, yang pada akhirnya berpengaruh pada kualitas hasil pengecatan dan kepuasan ISSN 1412-5609 (Prin. ISSN 2443-1060 (Onlin. Jurnal INTEKNA : Informasi Teknik dan Niaga Volume 26. No. Mei 2026 http://ejurnal. id/index. php/intekna/issue/archive Meja cat idealnya memiliki permukaan datar yang tahan terhadap bahan kimia, mudah dibersihkan, dan dilengkapi fitur tambahan seperti tempat penyimpanan alat dan pengaturan Desain ergonomis dan fungsional akan mendukung produktivitas kerja dan meningkatkan profesionalisme layanan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan perancangan yang mempertimbangkan tidak hanya aspek teknis tetapi juga kebutuhan emosional pengguna. Salah satu pendekatan yang relevan adalah Kansei Engineering, sebuah metode yang dikembangkan oleh Nagamachi, . Metode ini memungkinkan perancang untuk menerjemahkan persepsi psikologis pengguna, seperti perasaan dan emosi, ke dalam elemen-elemen desain produk (Schytte, 2. Dalam penerapannya. Kansei Engineering mengaitkan kata-kata emosional dengan karakteristik desain seperti bentuk, warna, ukuran, dan fungsi (Haryono & Bariyah, 2. Beberapa penelitian telah menerapkan metode Kansei Engineering untuk merancang produk yang ergonomis dan sesuai dengan preferensi emosional pengguna. Imansuri et al. mengembangkan desain kursi busway berdasarkan lima aspek utama: daya tahan, kenyamanan, ukuran, fungsi, dan estetika. Suwondo . merancang sofa multifungsi dengan delapan kata Kansei terpilih yang diuji validitas dan reliabilitasnya. Harjanto . merancang kursi antropometri portabel yang mampu mengukur berbagai dimensi tubuh serta mempertimbangkan aspek emosional pengguna. Bariyah . mengintegrasikan Kansei Engineering dengan model Kano dalam perancangan alas kaki agar memenuhi aspek fungsional dan emosional. Sementara itu. Gilbert et al. mengembangkan desain sepeda listrik menggunakan Kansei Engineering dan analisis konjoin, serta membuktikan kekuatan desain melalui Finite Element Analysis. Penelitian-penelitian tersebut membuktikan bahwa Kansei Engineering efektif menghasilkan desain yang ergonomis, fungsional, dan sesuai preferensi pengguna, sehingga relevan diterapkan pada perancangan meja cat bodi motor. Urgensi dan Rasionalisasi Penelitian Minimnya fasilitas kerja yang ergonomis pada UMKM jasa bengkel cat, khususnya meja cat, menjadi kendala dalam meningkatkan mutu layanan dan efisiensi kerja. Rancangan meja cat yang tidak sesuai dapat menurunkan produktivitas dan kenyamanan kerja operator. Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang fokus pada perancangan meja cat dengan pendekatan Kansei Engineering sebagai solusi untuk menghasilkan desain yang tidak hanya fungsional tetapi juga sesuai dengan preferensi emosional pengguna. Penelitian ini penting untuk mendorong inovasi peralatan kerja di sektor UMKM, khususnya dalam mendukung daya saing bengkel cat di Sukoharjo. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun meja cat yang sesuai dengan persepsi serta harapan pengguna melalui metode Kansei Engineering, guna meningkatkan kenyamanan dan efisiensi Rencana Pemecahan Masalah Penelitian ini akan menyelesaikan permasalahan melalui tahapan sebagai berikut: Pengumpulan data persepsi pengguna menggunakan kuesioner berbasis Kansei. Identifikasi atribut desain meja cat berdasarkan preferensi emosional pengguna. Analisis data menggunakan pendekatan Kansei Engineering. Pengembangan konsep desain dan pembuatan prototype meja cat. Evaluasi desain dari segi ergonomi, fungsi, dan estetika sesuai kebutuhan pengguna. KAJIAN PUSTAKA Produk Produk adalah hasil dari proses produksi, baik berupa barang fisik maupun sistem, yang ditawarkan oleh perusahaan kepada konsumen untuk memenuhi kebutuhan pasar Eppingerr, . Produk tidak hanya dipahami sebagai benda, melainkan juga mencerminkan hasil dari proses desain dan pengembangan yang sistematis, mulai dari identifikasi kebutuhan hingga produk siap dipasarkan. Perancangan Produk Menurut Eppinger . , perancangan dan pengembangan produk merupakan proses sistematis yang terdiri atas enam fase utama: Jurnal INTEKNA : Informasi Teknik dan Niaga Volume 26. No. Mei 2026 http://ejurnal. id/index. php/intekna/issue/archive ISSN 1412-5609 (Prin. ISSN 2443-1060 (Onlin. Fase 0 (Perencanaa. : Merupakan langkah awal yang mencakup persetujuan terhadap konsep Fase 1 (Pengembangan Konse. : Menyusun alternatif produk berdasarkan identifikasi kebutuhan pasar. Fase 2 (Perancangan Siste. : Menjelaskan struktur produk, mencakup subsistem dan Fase 3 (Perancangan Detai. : Menentukan karakteristik teknis dan spesifikasi material. Fase 4 (Pengujian dan Perbaika. : Melakukan evaluasi versi awal produk. Fase 5 (Produksi Awa. : Menggunakan alat produksi sebenarnya sebagai simulasi produksi Kansei Engineering Kansei Engineering adalah metode yang diperkenalkan oleh Prof. Mitsuo Nagamachi sejak Pendekatan ini bertujuan untuk mengembangkan produk berdasarkan perasaan dan emosi konsumen dengan menerjemahkan persepsi tersebut ke dalam elemen desain (Schytte, 2. Terdapat empat aspek utama dalam Kansei Engineering: Mengidentifikasi perasaan konsumen. Mengetahui karakteristik desain yang sesuai dengan Kansei. Mengembangkan teknologi berbasis ergonomi. Menyesuaikan desain dengan perubahan sosial terkini. Teknik Pengukuran Kansei Menurut Nagamachi . dalam Schytte . , teknik pengukuran Kansei dapat dilakukan Kata-kata . erbal respons. Respon fisiologis . isalnya EMG). Tindakan dan perilaku. Ekspresi wajah dan bahasa tubuh. Jenis-Jenis Kansei Engineering Lima tipe utama Kansei Engineering menurut Nagamachi . dalam Schytte . Type I: Strategi produk dan konsep desain berdasarkan kata Kansei. Type II: Sistem Kansei yang menerjemahkan emosi menjadi parameter desain. Type i: Hybrid System, memprediksi karakteristik produk. Type IV: Model matematis untuk prediksi perasaan konsumen. Type V: Virtual Kansei menggunakan teknologi VR. Type VI: Collaborative Kansei menggunakan sistem daring untuk kolaborasi desain. Kansei Engineering Tipe I Menurut Nagamachi & Lokman . , tipe ini memiliki 10 langkah: Menentukan strategi produk. Mengumpulkan kata Kansei. Menggunakan skala Semantic Differential. Mengumpulkan sampel produk. Menyusun daftar spesifikasi dan kategori. Evaluasi eksperimen dengan skala. Analisis data menggunakan statistik, misalnya Conjoint. Interpretasi hasil analisis. Komunikasi hasil ke perancang. Verifikasi kesesuaian produk dengan emosi pelanggan. Metode Pengumpulan Data Menurut Gulo, . , metode pengumpulan data meliputi: Observasi Survei Wawancara Kuesioner ISSN 1412-5609 (Prin. ISSN 2443-1060 (Onlin. Jurnal INTEKNA : Informasi Teknik dan Niaga Volume 26. No. Mei 2026 http://ejurnal. id/index. php/intekna/issue/archive Populasi Sugiyono, . menyatakan bahwa populasi adalah wilayah generalisasi dengan karakteristik tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Sampel Menurut Sugiyono . , sampel adalah bagian dari populasi. Dua metode utama: Probability Sampling: Setiap anggota memiliki peluang yang sama. Non-Probability Sampling: Tidak semua memiliki peluang yang sama, digunakan dalam kondisi Solidworks Solidworks adalah perangkat lunak desain berbasis 3D yang dikembangkan oleh Dassault Systemes sejak 1995. Digunakan dalam merancang produk dengan tampilan realistis dan waktu pengerjaan relatif cepat (Wibisono, 2. Kuesioner Menurut Sugiyono . , kuesioner adalah alat untuk mengumpulkan data melalui pertanyaan Umumnya digunakan skala Likert 5 poin: Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Netral Setuju Sangat Setuju Uji Validitas Menurut Herlina . , validitas mengukur kebenaran instrumen. Item dinyatakan valid jika nilai r hitung > r tabel. Uji Reliabilitas Menurut Siregar . , reliabilitas menunjukkan konsistensi data. Instrumen reliabel jika alpha Ou 0,70. Analisis Conjoint Analisis Conjoint digunakan untuk menentukan atribut dan preferensi desain produk (Simamora. Menurut Malhotra, . , nilai utilitas total dihitung dari jumlah part-worth setiap atribut. Metode ini membantu menemukan desain optimal berdasarkan preferensi konsumen secara kuantitatif dan METODE PENELITIAN Tempat dan Objek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Kabupaten Sukoharjo, dengan fokus utama pada kegiatan perancangan dan pembuatan meja cat bodi motor. Objek penelitian mencakup pelaku usaha (UMKM) di bidang bengkel cat motor yang terlibat secara langsung dalam penggunaan dan pengembangan produk meja cat. Alat dan Bahan Penelitian Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: laptop yang digunakan untuk pengolahan data, analisis Kansei dan Conjoint, serta penulisan laporan. software SPSS 31 untuk mengolah dan menganalisis data kuesioner. software desain SolidWorks untuk menggambar rancangan desain meja cat. printer untuk mencetak kuesioner, lampiran, dan dokumen penelitian lainnya. handphone/kamera untuk mendokumentasikan kegiatan observasi dan pembuatan produk. Jurnal INTEKNA : Informasi Teknik dan Niaga Volume 26. No. Mei 2026 http://ejurnal. id/index. php/intekna/issue/archive ISSN 1412-5609 (Prin. ISSN 2443-1060 (Onlin. Tahapan Penelitian Perumusan Masalah Studi literatur dilakukan dengan mengkaji buku, jurnal, dan referensi relevan untuk memperoleh landasan teori perancangan meja cat. Studi lapangan meliputi pengumpulan data primer melalui wawancara dan observasi. Populasi penelitian adalah UMKM bengkel cat motor di Kabupaten Sukoharjo, dengan sampel 15 bengkel aktif yang ditentukan menggunakan convenience sampling (Sutarya, 2. Pengumpulan Data Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi pada 15 UMKM bengkel cat. Data sekunder diperoleh dari literatur, jurnal, dan data BPS terkait industri pengecatan dan desain meja cat. Pengolahan Data Data diolah menggunakan metode Kansei Engineering untuk menghubungkan persepsi emosional pengguna dengan atribut desain produk. Tahapan meliputi identifikasi atribut desain, penentuan kata Kansei, penyusunan kuesioner Semantic Differential (SD 1 untuk desain eksisting dan SD 2 untuk alternatif desai. , serta penyebaran kuesioner kepada 15 responden. Uji validitas dilakukan dengan korelasi Pearson . hitung > r tabel = 0,. dan reliabilitas dengan CronbachAos Alpha ( > 0,. Analisis Conjoint Analisis Conjoint digunakan untuk menentukan kombinasi atribut desain terbaik berdasarkan preferensi pengguna melalui penyusunan atribut dan level, desain orthogonal, kuesioner preferensi, serta pengolahan data di SPSS untuk menentukan nilai utilitas tiap level. Perancangan Desain Meja Cat Perancangan 3D menggunakan perangkat lunak SolidWorks didasarkan pada hasil analisis Kansei dan Conjoint. Desain mencerminkan atribut: kuat, stabil, kokoh, fungsional, fleksibel, nyaman, profesional, praktis, dan mudah dibersihkan. Visualisasi ditampilkan pada Gambar 1. Desain Meja Cat Menggunakan SolidWorks. Pembuatan Produk Realisasi fisik desain dilakukan dengan mempertimbangkan efisiensi, kemudahan operasional, dan penerapan pada skala UMKM. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi awal sebagai dasar dalam proses perancangan meja cat bodi motor. Data primer dikumpulkan melalui metode wawancara dan penyebaran kuesioner kepada 15 pelaku usaha pengecatan kendaraan bermotor di Kabupaten Sukoharjo. Responden memiliki karakteristik usia rata-rata 35 tahun, pengalaman kerja rata-rata 10 tahun, dan tingkat pendidikan setara SMA. Kuesioner Pendahuluan Kuesioner pendahuluan memuat atribut-atribut produk yang disusun berdasarkan preferensi pengguna dan menjadi dasar penentuan kata kansei. Atribut tersebut meliputi bentuk desain, fitur, bahan, stabilitas, sistem pengaturan tinggi, kemudahan perawatan, dan keandalan penggunaan jangka Hasil Kuesioner Pendahuluan Kuesioner disebarkan kepada 15 pelaku home industry pada 12 Juni 2025. Rekapitulasi hasil disajikan pada Tabel 1. Rekapitulasi Atribut Perancangan Produk. ISSN 1412-5609 (Prin. ISSN 2443-1060 (Onlin. Jurnal INTEKNA : Informasi Teknik dan Niaga Volume 26. No. Mei 2026 http://ejurnal. id/index. php/intekna/issue/archive Identifikasi Kata Kansei Kata kansei merupakan pasangan kata yang mewakili persepsi emosional responden terhadap Kata-kata ini diperoleh dari kuesioner pendahuluan dan disajikan pada Tabel 2. Data Kansei Word Meja Cat. Tabel 4. Data Kansei Word meja cat Lemah Goyah Rapuh Tidak efisien Kaku Melelahkan Berantakan Rumit Sulit dibersihkan Kansai word Kuat Stabil Kokoh Fungsional Fleksibel Nyaman Profesional Praktis Mudah dibersihkan Hasil Kuesioner Kansei Word Sebanyak 15 responden menilai 9 pasangan kata kansei dengan skala 1Ae5. Rekapitulasi hasil disajikan pada Tabel 3. Hasil Rekapitulasi Kuesioner Kansei Word. Tabel 2. Hasil Rekapitulasi Kuesioner Kansei Word Responden Kata Kata Kansai 3 4 5 6 7 4 5 4 4 5 3 4 4 4 4 5 5 5 5 5 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 5 5 5 4 5 4 3 4 4 3 3 3 4 3 4 5 4 4 5 5 4 5 4 4 5 3 3 3 3 4 4 4 5 5 5 4 3 4 4 4 5 5 4 4 5 4 3 3 3 3 Total Pengolahan Data Kuesioner 1 Uji Validitas Uji validitas menggunakan korelasi Pearson menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan dinyatakan valid . hitung > 0,. Rekapitulasi disajikan pada Tabel 4. Hasil Uji Validitas Tabel 3. Hasil Uji Validitas No. Kata Kansai (Ite. Lemah Kuat Goyah Stabil Rapuh Kokoh Tidak berguna / Tidak efisien Fungsional Kaku Fleksibel Melelahkan Nyaman Berantakan Profesional Rumit Praktis Mudah Sulit dibersihkan R Tabel 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 R Hitung 0,870 0,899 0,797 0,834 0,763 0,770 0,785 0,899 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 0,514 0,843 Valid Jurnal INTEKNA : Informasi Teknik dan Niaga Volume 26. No. Mei 2026 http://ejurnal. id/index. php/intekna/issue/archive ISSN 1412-5609 (Prin. ISSN 2443-1060 (Onlin. Uji Reliabilitas Hasil uji reliabilitas menggunakan metode CronbachAos Alpha sebesar 0,943 menunjukkan bahwa kuesioner sangat reliabel. Hasilnya ditampilkan pada Tabel 5. Hasil Uji Reliabilitas. Tabel 4. Hasil uji reliabilitas Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items 0,943 Pembuatan Kuesioner Skala Semantic Differential 2 Penentuan Item dan Kategori Lima item utama ditentukan berdasarkan frekuensi tertinggi hasil kuesioner awal, yaitu: fungsi, perawatan, ketinggian, penempatan, dan desain kaki meja. Penetapan ini disajikan pada Tabel 6. Item dan Kategori Atribut Perancangan. Tabel 5. Item dan Kategori Atribut Perancangan No. Atribut Fungsi meja cat Perawatan meja cat Ketinggian meja cat Penempatan meja cat Desain kaki meja cat Mudah digunakan Serbaguna Mudah dibersihkan Mudah diperbaiki Dapat diatur Mudah dipindah Tetap 3 kaki 4 kaki Jumlah Penentuan Stimulus Desain orthogonal digunakan untuk menghasilkan delapan kombinasi stimulus atribut, seperti ditampilkan pada Tabel 6. Hasil Stimulus Desain Orthogonal. Tabel 6. Hasil Stimulus Kategori Fungsi Mudah Mudah Serbaguna Serbaguna Mudah Mudah Serbaguna Serbaguna Perawatan Dibersihkan Diperbaiki Dibersihkan Diperbaiki Dibersihkan Diperbaiki Dibersihkan Diperbaiki Ketinggian Diatur Permanen Permanen Diatur Permanen Diatur Diatur Permanen Penempatan Dipindah Tetap Tetap Dipindah Tetap Dipindah Dipindah Tetap Kaki Meja 4 Kaki 3 Kaki 4 Kaki 3 Kaki 3 Kaki 4 Kaki 3 Kaki 4 Kaki Hasil Kuesioner Skala Semantic Differential 2 Responden menilai delapan stimulus dengan skala 1Ae5. Hasil rekapitulasi disajikan pada Tabel 7. Hasil Rekapitulasi Kuesioner Skala Semantic Differential 2. ISSN 1412-5609 (Prin. ISSN 2443-1060 (Onlin. Jurnal INTEKNA : Informasi Teknik dan Niaga Volume 26. No. Mei 2026 http://ejurnal. id/index. php/intekna/issue/archive Responden 1 Responden 2 Responden 3 Responden 4 Responden 5 Responden 6 Responden 7 Responden 8 Responden 9 Responden 10 Responden 11 Responden 12 Responden 13 Responden 14 Responden 15 Total Tabel 7. Hasil Rekapitulasi Kuesioner Skala Semantic Differential 2 Pengolahan Skala Semantic Differential 2 Uji Validitas Seluruh data dinyatakan valid berdasarkan korelasi antara skor individu dengan total skor . hitung > 0,. Ringkasan hasil terdapat pada Tabel 8. Hasil Uji Validitas Kuesioner 2. Tabel 8. Hasil Uji Validitas Kuesioner 2 Responden Responden 1 Responden 2 Responden 3 Responden 4 Responden 5 Responden 6 Responden 7 Responden 8 Responden 9 Responden 10 Responden 11 Responden 12 Responden 13 Responden 14 Responden 15 R Tabel 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 Koefisien Korelasi . 0,676 0,584 0,545 0,596 0,599 0,640 0,644 0,660 0,528 0,676 0,588 0,658 0,594 0,668 0,686 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Uji Reliabilitas Nilai reliabilitas CronbachAos Alpha sebesar 0,982 menunjukkan konsistensi instrumen yang sangat tinggi, seperti pada Tabel 9. Uji Reliabilitas Kuesioner 2 Tabel 9. Uji Reliabilitas kuisoner 2 Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items 0,982 Berdasarkan hasil pada tabel 4. 8, diperoleh nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,982, yang berarti lebih besar dari nilai ambang batas 0,60 . iregar, 2. Analisis Conjoint Analisis conjoint digunakan untuk mengetahui kombinasi atribut dan level paling disukai Nilai utilitas dari masing-masing level atribut disajikan pada Tabel 10. Nilai Utilitas Conjoint. Jurnal INTEKNA : Informasi Teknik dan Niaga Volume 26. No. Mei 2026 http://ejurnal. id/index. php/intekna/issue/archive ISSN 1412-5609 (Prin. ISSN 2443-1060 (Onlin. Tabel 10. Nilai Utilitas Conjoint Atribut Fungsi Perawatan Ketinggian Penempatan Desain kaki Level Mudah digunakan Serbaguna Mudah dibersihkan Mudah diperbaiki Dapat diatur Permanen Mudah dipindah Tetap 4 kaki 3 kaki Nilai Utilitas Ae0. Ae0. Ae0. Ae0. Ae0. Level atribut paling disukai ditandai dengan nilai utilitas positif tertinggi. Ketinggian meja yang dapat diatur ( 0,. menjadi atribut paling dominan, diikuti oleh penempatan mudah dipindah ( 0,. , dan fungsi mudah digunakan ( 0,. Sementara desain kaki meja memiliki nilai pengaruh paling kecil ( 0,. Penentuan Kombinasi Desain Terbaik Kombinasi atribut dengan total utilitas tertinggi ( 0,. mencakup: mudah digunakan, mudah dibersihkan, ketinggian dapat diatur, mudah dipindah, dan desain kaki meja empat kaki. Ringkasan dapat dilihat pada Tabel 11. Atribut yang Paling Disukai. Tabel 11. Atribut yang paling disukai No Atribut Fungsi Perawatan Ketinggian Penempatan Desain kaki meja Total Utilitas Level Terpilih Mudah digunakan Mudah dibersihkan Dapat diatur Mudah dipindah 4 kaki Nilai Utilitas 0,140 0,120 0,220 0,180 0,090 0,750 Penjabaran Atribut ke dalam Perancangan Setiap atribut yang disukai diterjemahkan dalam desain nyata: ergonomis, mudah dibersihkan, dilengkapi pengatur ketinggian, portabel, dan stabil. Rincian implementasi atribut disajikan dalam uraian Mudah Digunakan: Dimensi 70y70 cm, posisi ergonomis, dan permukaan datar. Mudah Dibersihkan: Permukaan logam anti karat dengan lapisan cat halus. Dapat Diatur: Pengatur ketinggian 70Ae120 cm serta mekanisme putar berbasis bearing. Mudah Dipindah: Berat ringan (A20 k. dan desain kompak. Empat Kaki: Rangka hollow besi, distribusi beban stabil. Perancangan Desain Meja Cat Hasil perancangan menunjukkan bahwa meja cat bodi motor yang dikembangkan telah mampu mengakomodasi preferensi emosional dan kebutuhan fungsional pengguna berdasarkan analisis Kansei Engineering dan Conjoint Analysis. Desain akhir mengintegrasikan sembilan karakteristik utama yang diinginkan pengguna, yaitu kuat, stabil, kokoh, fungsional, fleksibel, nyaman, profesional, praktis, dan mudah dibersihkan. Implementasi karakteristik tersebut diwujudkan melalui penggunaan rangka logam yang kokoh, sistem pengaturan ketinggian, mekanisme meja putar, struktur empat kaki yang stabil, serta permukaan kerja yang mudah dibersihkan. Hasil visualisasi desain akhir meja cat ditunjukkan pada Gambar 1. ISSN 1412-5609 (Prin. ISSN 2443-1060 (Onlin. Jurnal INTEKNA : Informasi Teknik dan Niaga Volume 26. No. Mei 2026 http://ejurnal. id/index. php/intekna/issue/archive Gambar 1. Desain meja cat Komponen utama meja cat meliputi: Papan meja Penyangga Kaki meja Pengunci penyangga Bearing . Implementasi Meja Cat Alat dan Bahan Daftar alat dan bahan yang digunakan untuk perakitan disajikan masing-masing dalam Tabel 12. Alat Perancangan Meja Cat dan Tabel 13. Bahan Perancangan Meja Cat. Tabel 12. Alat perangacangan meja cat Nama Alat Kegunaan Mesin potong besi . erinda poton. Memotong besi hollow dan plat besi Mesin las listrik (SMAW) Bor tangan Kunci pas dan kunci inggris spray gun Alat ukur . eteran, siku. Menyambung rangka meja Membuat lubang untuk baut pengatur tinggi Merakit komponen yang menggunakan baut/mur Menyemprotkan cat Sarung tangan & kacamata Nama Bahan Besi hollow Besi hollow Besi nako Baut pengatur tinggi Bearing putar . otary bearin. Cat anti karat Cat besi Thiner Karet pelindung kaki meja Amplas Mengukur dan memastikan presisi perakitan Keamanan selama proses pengerjaan Tabel 13. Bahan perancangan meja cat Spesifikasi 3,5 cm x 3,5 cm, tebal 1,6 mm 3 cm x 3 cm, tebal 1,4 mm Uukuran 8 mm x 8 mm Diameter 8 mm, panjang 8 cm Untuk sistem meja putar Tahan thinner Hitam doff Untuk campuran cat Karet padat Untuk persiapan menghaluskan permukaan meja Jumlah 6 meter 6 meter 6 meter 1 set 1 buah 1 kg 1 kg 1 liter 4 buah 4 lembar Jurnal INTEKNA : Informasi Teknik dan Niaga Volume 26. No. Mei 2026 http://ejurnal. id/index. php/intekna/issue/archive ISSN 1412-5609 (Prin. ISSN 2443-1060 (Onlin. Proses Pembuatan Proses produksi dilakukan sesuai langkah-langkah pada Gambar 2. Peta Proses Operasi. Gambar 2. Peta proses operasi pembuatan meja cat Berdasarkan peta proses operasi pada Gambar 2, dapat ditunjukkan pembuatan meja cat dimulai dari pengukuran material utama, yaitu besi hollow untuk rangka dan besi nako untuk permukaan meja, menggunakan meteran gulung, penggaris siku, dan spidol marker untuk memastikan presisi Pemotongan dilakukan dengan mesin gerinda potong Maktec agar hasil rapi dan sesuai Setelah itu, permukaan dan ujung potongan dihaluskan menggunakan gerinda amplas dan orbital sander untuk menghilangkan sisa gerinda serta mempersiapkan material untuk proses Lubang kunci penyangga dibuat dengan bor listrik berdiameter 8 mm secara presisi agar penyangga terpasang kokoh. Perakitan rangka dilakukan melalui pengelasan menggunakan mesin las SMAW dengan elektroda E6013, kemudian sambungan dibersihkan. Permukaan yang tidak rata diratakan dengan dempul Alfaglos dan diamplas hingga halus. Tahap akhir adalah pengecatan, diawali primer epoxy untuk mencegah karat, dilanjutkan cat finishing sesuai warna yang diinginkan menggunakan spray gun untuk menghasilkan lapisan merata, halus, dan estetis. Hasil Produk Meja Cat Setelah proses manufaktur selesai, produk akhir divisualisasikan dalam Gambar 3. Produk Meja Cat Hasil Perancangan. ISSN 1412-5609 (Prin. ISSN 2443-1060 (Onlin. Jurnal INTEKNA : Informasi Teknik dan Niaga Volume 26. No. Mei 2026 http://ejurnal. id/index. php/intekna/issue/archive Gambar 3. Produk Meja Ca Hasil Analisis Kansei Engineering pada Meja Cat Implementasi dari sembilan kata kansei dan lima atribut Conjoint dijabarkan sebagai berikut: Kuat: Bahan besi hollow dan besi nako, dilapisi cat anti karat. Stabil: Empat kaki simetris dengan karet anti slip. Kokoh: Pengelasan presisi dan penyangga tambahan. Fungsional: Sistem putar dan pengatur ketinggian. Fleksibel: Rentang tinggi dan posisi kerja variatif. Nyaman: Ukuran permukaan ergonomis. Profesional: Tampilan rapi, warna menarik. Praktis: Mudah dipindah dan dirakit. Mudah Dibersihkan: Permukaan logam dan perforasi untuk debu. Visualisasi hasil implementasi disajikan dalam Gambar 4. Implementasi Kansei Word dan Analisis Conjoint pada Produk Meja Cat. Gambar 4. Implementasi kata-kata kansei worddan hasil analisis Conjoint Jurnal INTEKNA : Informasi Teknik dan Niaga Volume 26. No. Mei 2026 http://ejurnal. id/index. php/intekna/issue/archive ISSN 1412-5609 (Prin. ISSN 2443-1060 (Onlin. Analisis Conjoint menunjukkan lima atribut prioritas dengan nilai utilitas tertinggi, yaitu ketinggian yang dapat diatur ( 0,. , kemudahan dipindahkan ( 0,. , kemudahan penggunaan ( 0,. , kemudahan perawatan ( 0,. , dan desain kaki empat buah ( 0,. Seluruh atribut tersebut diintegrasikan pada desain akhir meja cat. Desain yang dihasilkan menggunakan rangka besi hollow 1,6 mm dan besi nako 8 mm berlapis cat antikarat untuk ketahanan, empat kaki dengan karet antiselip untuk stabilitas, mekanisme putar dan pengatur ketinggian 70Ae120 cm untuk fleksibilitas, dimensi permukaan 70 y 70 cm untuk kenyamanan, serta material permukaan logam berlubang agar mudah dibersihkan. Dengan bobot A13 kg, meja tetap mudah dipindahkan dan dipasang. Integrasi hasil Kansei dan Conjoint menghasilkan meja cat yang fungsional, ergonomis, dan memenuhi kebutuhan praktis pengguna. Dibandingkan meja konvensional yang digunakan UMKM bengkel cat bodi motor, desain ini memiliki keunggulan dalam aspek ergonomi, daya tahan, fleksibilitas, dan kemudahan perawatan, sehingga berpotensi meningkatkan kenyamanan operator, efisiensi kerja, serta kualitas pengecatan. KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian perancangan meja cat bodi motor dengan metode Kansei Engineering, diperoleh sembilan kata Kansei yang mencerminkan persepsi pengguna, yaitu kuat, stabil, kokoh, fungsional, fleksibel, nyaman, profesional, praktis, dan mudah dibersihkan. Uji validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa instrumen layak digunakan, dengan r hitung > r tabel . dan nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,941. Selanjutnya, hasil Conjoint Analysis menunjukkan lima atribut utama yang memengaruhi preferensi pengguna yang diwujudkan dalam desain akhir meja cat. Atribut mudah digunakan ( 0,. direalisasikan dengan dimensi ergonomis 70 cm y 70 cm dan permukaan datar yang dilengkapi mekanisme putar strategis. Atribut mudah dibersihkan ( 0,. dicapai melalui penggunaan material logam berlapis anti karat dan cat halus untuk memudahkan perawatan. Atribut ketinggian meja yang dapat diatur ( 0,. diterapkan dengan mekanisme pengatur 70Ae120 cm agar nyaman digunakan baik dalam posisi duduk maupun berdiri. Atribut kemudahan dipindahkan ( 0,. diwujudkan dengan bobot ringan A13 kg yang memungkinkan mobilitas tanpa alat bantu khusus. Sementara itu, atribut desain empat kaki ( 0,. menggunakan besi hollow (HSS) dipilih untuk memberikan stabilitas tinggi terhadap getaran dan guncangan. Dengan demikian, tujuan penelitian untuk merancang meja cat yang sesuai dengan persepsi dan harapan pengguna melalui metode Kansei Engineering telah tercapai. Desain meja cat yang dihasilkan diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan operator, efisiensi kerja, serta kualitas hasil pengecatan, khususnya pada UMKM bengkel cat bodi motor. Saran Berdasarkan hasil penelitian perancangan meja cat bodi motor dengan metode Kansei Engineering, disarankan: Uji coba lapangan terhadap desain meja cat di bengkel untuk mengevaluasi kenyamanan, efisiensi, dan ketahanan dalam kondisi kerja nyata. Pelibatan pengguna akhir dalam proses evaluasi desain agar produk yang dihasilkan sesuai kebutuhan operator di lapangan. Penerapan metode Kansei Engineering dan Conjoint Analysis pada perancangan produk lain di sektor UMKM yang memerlukan peningkatan kenyamanan dan efisiensi kerja. DAFTAR PUSTAKA