JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. 1 No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 Peran Wagner Group dalam Pemenuhan Kepentingan Nasional Rusia dalam Operasi Militer Khusus di Ukraina Siti Nurhaliza1. Agussalim Burhanuddin2 Departemen Ilmu Hubungan Internasional. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Hasanuddin. Indonesia E-mail: lilis. hamzah18@gmail. com, agus. unhas@gmail. Abstract Since Russian President. Vladimir Putin, carried out a "special military operation" to Ukraine on February 24, 2022. Russia is actively using the services of the Wagner Group, one of the Private Military Companies (PMC) to control several cities in Eastern Ukraine such as Soledar City and Bakhmut City. Even though Russia and the Wagner Group did not show official relations, the emergence of the PMC as a non-state actor gave rise to another discourse on the study of international security and conflict. This study aims to explain the relationship between Russia and Ukraine with principal-agent theory through several questions such as, what is the existence of PMC in Russia, what was the relationship between Russia and the Wagner Group before the Russia-Ukraine conflict in 2022, and how is the output given by the Wagner Group to Russia in the 2022 Russia-Ukraine conflict. In this study, the author uses a qualitative research method that collects data in the form of articles and online links to then analyze it explanatorily. The results of this study are that Russia is increasingly actively using PMC services as a result of the Gerasimov Doctrine in 2014 even though PMC status in Russia remains illegal and the Wagner Group has become a prominent PMC since the annexation of Crimea in 2014 and its involvement in the Russia-Ukraine conflict in 2022. Analysis of relations between Russia and The Wagner Group through principal-agent theory shows that there is a relationship due to the desire to fulfill the national interests of Russia and the interests of the company's sustainability from the Wagner Group. Keyword: Private Military Company (PMC). Wagner Group. Russia-Ukraine Conflict. PrincipalAgent Theory. Pendahuluan Rusia melakukan tidakan ofensif secara besar-besaran ke Ukraina pada 24 Februari 2022 saat Presiden Rusia. Vladimir Putin, melakukan Auoperasi militer khususAy ke Ukraina dengan tujuan mendemilitarisasi dan mendenazifikasi Ukraina. Langkah tersebut kemudian dianggap sebagai invasi Rusia ke Ukraina oleh komunitas internasional karena telah terjadi eskalasi serangan ofensif. Sebelum serangan operasi militer khusus pada tahun 2022. Rusia telah melakukan upaya aneksasi terhadap Crimea pada tahun 2014. Pada April 2014 Rusia mengirimkan 40. 000 pasukan militer Rusia dan memberikan dukungan terhadap pemberontak pro-Rusia di Donetsk dan Luhansk yang pada saat itu mendeklarasikan kemerdekaan dari Ukraina (Sullivan. JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. 1 No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 Rusia secara aktif menggunakan Private Military Company (PMC) sejak aneksasi Crimea pada tahun 2014. Salah satu PMC yang menjadi perpanjangan tangan Rusia dalam melancarkan aksi militer bayangannya di luar teritori Rusia adalah Wagner Group. Pihak pemerintah Rusia tidak mengakui adanya hubungan atau mengenali eksistensi Wagner Group. Organisasi the Carnegie Endowment for International Peace melaporkan bahwa Direktorat Utama Intelijen Rusia (GRU) melakukan pengawasan terhadap pasukan Wagner Group, memberikan mereka dukungan pelatihan di sebuah pangkalan militer di bagian selatan Rusia, dan menerjunkan personil Wagner Group ke Syria sebelum melakukan intervensi ke Crimea (Clay, 2. Meskipun pemerintah Rusia tidak mengakui adanya keterlibatan dengan Wagner Group akan tetapi seorang oligarki Rusia yang juga penemu dari Wagner Group. Yevgeny Prigozhin, secara aktif memberikan pernyataan melalui akun telegram resminya mengenai pencapaian maupun sikap Wagner Group selama keterlibatannya di konflik Rusia dan Ukraina pada tahun 2023. Personil dari Wagner Group juga sangat mudah untuk identifikasi saat melakukan operasi lapangan melalui tambalan militer dan lencana Wagner Group mereka (Vox, 2. Hubungan antara Wagner Group dan pemerintah Rusia semakin eksplisit akibat dari menonjolnya sikap Wagner Group yang semakin menunjukkan eksistensi mereka. Principal-Agent Theory menjadi salah satu teori alternatif untuk menjelaskan hubungan antara state actor dan non state actor atau dalam penelitian ini adalah Rusia dan Wagner Group. Delegasi merupakan strategi yang digunakan oleh state actor karena the principal dianggap sebagai aktor yang memiliki kekayaan sumber daya akan tetapi tidak memiliki kapabilitas penuh atau keahlian tertentu dalam mencapai tujuannya. Agent merupakan aktor yang dianggap sanggup oleh negara dalam menjalankan tugas yang didelegasikan oleh negara. Agent akan menerima delegasi tersebut dengan tujuan mendapatkan pemenuhan self-interest seperti rekognisi dan sumber daya yang dapat mendukung keberlanjutan dari Agent (Braun & Guston, 2003, . Principal-Agent Theory memiliki dua isu utama yaitu. Adverse Selection dan Moral Hazard alias Agency Slack. Adverse Selection merupakan isu yang muncul terhadap Principal karena memiliki keterbatasan informasi untuk melakukan penilaian terhadap kapasitas dan kapabilitas Agent yang akan dipilih. Isu ini kerap muncul dalam hubungan Negara dalam pemilihan PMC karena informasi yang tersedia mengenai profil PMC sangat terbatas. Moral Hazard atau Agency Slack adalah isu yang berasal dari Agent JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. 1 No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 karena Agent memiliki kepentingan tersendiri dan memiliki tendensi untuk melakukan pembatasan atas informasi yang dimilikinya dengan tujuan mengurangi tugas dan terpilih untuk didelegasikan tugas. Isu ini kerap muncul oleh PMC karena mereka menggunakan kapabilitas intelijen mereka untuk melakukan pitching dengan negara agar dapat melakukan kontrak operasi militer (Braun & Guston, 2003, 303-. PMC sering dianggap sebagai alat dari negara sehingga keberadaannya kerap dianggap sebagai secondary international actors akan tetapi PMC memiliki kapasitas yang kuat dalam mempengaruhi pemahaman mengenai diskursus keamanan yang dianggap sebagai epistemic power (Leander, 2005, . Layanan yang diberikan oleh PMC secara garis besar dapat dilihat menjadi empat bagian (Petersohn, 2. , yaitu Jasa kombatan. Jasa Konsultasi Keamanan. Jasa dukungan logistic, dan Private Security Company (PSC). Dalam penelitian ini akan lebih banyak membahas jasa kombatan dan jasa dukungan logistik yang sering dipakai oleh Wagner Group dalam konflik RusiaUkraina. Perlu diingat bahwa PMC tidak hanya secara eksklusif memberikan satu layanan karena dalam realitanya banyak layanan PMC yang dibutuhkan oleh negara. Ketika menggunakan jasa PMC terdapat pula berbagai konsekuensi yang harus ditanggung oleh negara, terdapat tiga dimensi yang dapat dikategorikan yaitu. Political Control tentang keputusan politik dalam militer. Functional Control mengenai ketergantungan terhadap PMC, dan Social Control tentang norma internasional terkait penggunaan PMC (Avant, 2009, 5-. Penelitian ini akan berfokus kepada analisis hubungan antara Wagner Group dan pemerintah Rusia melalui principal-agent theory yang akan mendukung penjelasan analisis antara kedua pihak dan bagaimana peran Wagner Group sebagai perpanjangan tangan pemerintah Rusia dalam konflik Rusia-Ukraina. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah AuBagaimana Eksistensi PMC di dalam Operasi Militer khusus Rusia di Ukraina?Ay dan AuBagaimana Wagner Group Dapat Mendukung Rusia Mencapai Kepentingan Nasionalnya dalam Operasi Militer Khusus di Ukraina?Ay. Penelitian ini memiliki maksud dan tujuan untuk memberikan analisis mengenai bagaimana Wagner Group sebagai PMC dapat memberikan output terhadap kepentingan nasional Rusia di Konflik Rusia-Ukraina. Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan artikel ini adalah pendekatan kualitatif dimana data-data yang menjadi rujukan dalam tulisan ini diambil dari data dalam bentuk artikel JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. 1 No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 jurnal dan pranala yang dapat diakses secara daring. Teknik pengumpulan data penelitian ini diambil menggunakan metode library research dan data kemudian dianalisis secara eksplanatif dengan metode penulisan deduktif . mum-khusu. Pembahasan Eksistensi PMC di Rusia Rusia mulai semakin memanfaatkan jasa PMC pada tahun 2014 melalui doktrin Gerasimov. Doktrin Gerasimov berasal dari Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia. General Valery Gerasimov, dalam sebuah artikel berjudul AuThe Value of Science Is in the ForesightAy ia berargumen bahwa aturan perang telah berubah di mana dalam masa modern keterlibatan peran aspek non militer dalam strategi untuk mencapai tujuan politik (Mckew. Peningkatan konsumsi Amerika Serikat terhadap jasa Private Military Security Company (PMSC) sekaligus sebagai negara dengan kekuatan militer yang besar memberikan pengaruh kepada negara-negara lain untuk melakukan perubahan strategi militer karena perubahan lingkungan perang dan konflik modern. Meskipun tidak menjadi bagian dari 46 negara yang meratifikasi Konvensi Internasional Penentangan Rekrutmen. Penggunaan. Pembiayaan, dan Pelatihan Tentara Bayaran. Pasal 359 KUHP Rusia Tahun 1996 melarang tentara bayaran Rusia. Pada pasal tersebut tercantum bahwa AuRecruitment, training, financing, or any other material provision of a mercenary, and also the use of him in an armed conflict or hostilities, shall be punishable by deprivation of liberty for a term of four to eight years. Ay dengan adanya peraturan tersebut dapat berpotensi membahayakan PMC Rusia yang mempekerjakan warga negara Rusia namun PMC dapat beroperasi dengan cara mendaftarkan perusahaan di luar negeri seperti RSB Group yang teregistrasi di Kepulauan Virgin Britania Raya namun dapat bekerja sama dengan Rusia untuk operasi internasional atau memperkenalkan perusahaan sebagai Autempat pelatihanAy (Spearin, 2018, . Strategi mendaftarkan PMC di luar negeri dapat membantu kerahasiaan hubungan antara negara dan PMC dan strategi memperkenalkan perusahaan sebagai sebuah fasilitas setidaknya dapat memberikan PMC sebuah ruang hukum agar dapat beroperasi di sebuah Wagner group tidak terdaftar sebagai perusahaan di Rusia meskipun pada 2013 Dmitry Utkin dan Prigozhin mendaftarkan perusahan di Hongkong sebagai the Slavonic Corps (Sengupta, 2. Pendaftaran Wagner Group di luar negeri tidak menghambat Wagner Group untuk bekerja sama dengan pihak Rusia. Pada Januari 2023. Wagner terdaftar di St. Petersburg sebagai perusahaan saham gabungan bernama PMC Wagner Center dengan aktivitas JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. 1 No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 perkembangan sains, penyewaan kapal dan pesawat, konsultasi, dan publikasi media (Prokopenko, 2. PMC di Rusia tidak hanya melakukan kerja sama untuk mendukung kegiatan militer Rusia saja, terkadang operasi militer yang dilakukan oleh PMC memiliki tujuan lainnya yang berguna bagi kepentingan pribadi pejabat-pejabat kremlin yang dekat dengan Putin (Marten, 2019, . Beberapa analis menduga status PMC sengaja diberi status ilegal oleh Putin karena dengan status ilegal PMC dapat tetap dikontrol untuk tetap sesuai dengan keinginan Putin dan kroninya dan melimitasi kompetisi PMC di Rusia. Status ilegal yang dipegang oleh PMC di Rusia memiliki keuntungan bagi PMC untuk tetap berada di gray zone yang membuat aktivitas PMC tetap bersifat rahasia dan keuntungan bagi negara adalah dapat dengan leluasa menyangkal tuduhan keterkaitan antara kedua aktor utamanya jika pihak PMC melakukan pelanggaran yang disorot oleh komunitas internasional (Stronski, 2. Wagner Group dan Rusia Wagner Group awalnya dibentuk oleh Dmitry Utkin, seorang letnan kolonel dari GRU dan Yevgeny Prigozhin yang memiliki koneksi dengan Vladimir Putin sejak Putin menjabat sebagai walikota. Wagner Group mendapatkan sorotan pada saat Rusia mulai menganeksasi Crimea pada Maret tahun 2014 akan tetapi Wagner group tersebar di berbagai belahan dunia untuk menyokong kepentingan nasional Rusia seperti di Syria. Libya. Venezuela, dan beberapa kawasan di benua Afrika. Menurut Aivaras Giedraitis dalam artikel berjudul AuPrivate Military Companies in the Russian Federation Foreign and Security Policies in 2014-2019Ay motivasi penyebaran PMC di berbagai kawasan oleh Rusia dapat dilihat berdasarkan kawasannya (Giedraitis, 2. Di Syria dan negara-negara benua Afrika. PMC ditugaskan untuk mengontrol eksploitasi sumber daya alam seperti gas, minyak, emas, dan permata serta mendukung strategi kebijakan politik luar negeri Rusia untuk Aomenjamin keamananAo sumber daya energi. Selain untuk mengamankan sumber daya alam. PMC juga digerakkan oleh Rusia untuk memberi dukungan penjagaan politis utamanya di negara-negara dengan stabilitas politik yang kurang baik seperti di Venezuela di mana PMC Rusia memberikan bantuan kepada Nicolys Maduro dan di Ukraina PMC Rusia membantu kelompok separatis seperti The Donetsk People's Republic (DPR) dan Luhansk PeopleAos Republic (LPR). PMC Rusia juga memiliki tugas utama untuk menjaga fasilitas maupun kawasan yang strategis untuk dominasi Rusia. Pada kawasan Crimea dan Syria, pelabuhan Tartus di Syria dan pelabuhan Sevastopol di Crimea jika dikuasai oleh Rusia maka akan memberikan akses ke Laut Hitam. Laut Mediteranian, dan Laut Azov. JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. 1 No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 Implikasi Wagner Group di Konflik-Rusia Ukraina Sepak terjang Wagner Group kemudian kembali menjadi sorotan karena keterlibatannya secara terang-terangan di Konflik Rusia-Ukraina 2022. Wagner Group menurunkan personel secara langsung sebagai kombatan dan memberikan dukungan logistik persenjataan kepada Rusia di Konflik Rusia-Ukraina 2022. Meskipun pada penerjunan Wagner Group di Syria dan Afrika mengalami permasalahan agency slack dimana output yang diberikan oleh Wagner Group tidak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Kremlin (Giedraitis, 2. Permasalahan agency slack terjadi karena berkaitan erat dengan adverse selection berdasarkan principal-agent theory dimana pihak Rusia melakukan outsourcing kepada PMC Rusia dengan keterbatasan informasi akibat dari status dan kegiatan PMC yang bersifat rahasia sehingga proses outsourcing menjadi terhambat. Pemilihan pendelegasian PMC di Rusia juga bergantung kepada favoritisme politik para pejabat Kremlin yang terkoneksi dengan pihak PMC. Rusia juga tampaknya memilih menggunakan jasa PMC yang berasal dari Rusia sehingga membatasi pilihan outsourcing PMC oleh Rusia. Hingga saat ini tujuan Rusia dalam invasinya terhadap Ukraina adalah mengokupasi beberapa daerah penting di Ukraina agar memudahkan Rusia menguasai daerah-daerah lainnya di Ukraina. Mengingat invasi ini merupakan operasi yang berskala besar Wagner Group membutuhkan kapasitas sumber daya personel yang besar pula. Salah satu akibat dari semakin turunnya jumlah personel Rusia dalam invasinya di Ukraina. Wagner Group kemudian melakukan rekrutmen besar-besaran untuk memberi bantuan personel terhadap tentara reguler Rusia di Ukraina. Sebelum dimulainya invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2023 Wagner Group menyajikan tawaran 3. 000 USD hingga 5. 000 USD per bulan namun setelah invasi tawaran gaji melonjak menjadi 10. 000 USD per bulan. Kelompok yang menjadi sasaran rekrutmen Wagner Group adalah organisasi kriminal di benua Eropa dan Amerika Latin (Kemal. Wagner Group juga melakukan rekrutmen terhadap kriminal yang sedang dipenjara di Rusia. Para kriminal tersebut akan mendapatkan pengampunan jika berhasil menjadi frontliner selama enam bulan di Ukraina membantu tentara reguler Rusia. Tawaran dengan gaji setara 000 rubels dengan tunjangan asuransi jiwa dan bonus berdasarkan performa diberikan Wagner Group. Dilansir dari Reuters, pihak intelijen Amerika Serikat melaporkan sekitar 40. narapidana dikerahkan oleh Wagner Group untuk menjadi kombatan di Ukraina (Reuters. Badan Intelijen dari Menteri Pertahanan Inggris menyatakan adanya penurunan rekrutmen narapidana oleh Wagner Group, data dari The Russian Federal Penal Service (FSIN) menunjukkan terjadi 23. 000 penurunan dari September hingga November 2023 (Starr & Chen. JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. 1 No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 Tidak hanya melakukan rekrutmen terhadap kelompok kriminal dan para narapidana. Wagner Group juga mencoba untuk merekrut para mantan personel militer Afghanistan untuk menjadi kombatan di Ukraina (Escalonilla, 2. Prigozhin mengajak para mantan personel dari Afghan National Army Commando Corps yang sedang menjadi pengungsi di Iran untuk bergabung dengan tawaran gaji 1. 500 USD per bulan, tempat berlindung, dan jaminan visa di Iran atau Rusia. Iran yang menjadi partner Rusia bekerja sama untuk mengancam para mantan personel militer Afghanistan dengan mendeportasi jika menolak tawaran menjadi kombatan di Ukraina. Para mantan personel Afghanistan terpaksa bergabung dengan Wagner Group karena jika dideportasi mereka akan mendapatkan persekusi dari Taliban. Arghandiwal. Komandan Korps Elit 2017 Tentara Zafar, menyatakan para calon kombatan dari Wagner Group tidak langsung diterjunkan menjadi frontliner di Ukraina namun harus melewati masa pelatihan selama dua bulan di Rusia. Tempat pelatihan tersebut kemungkinan berada di pangkalan militer Molkin, distrik Krasnodar tempat beroperasinya Brigade 10 badan intelijen Rusia GRU. Para calon kombatan yang berasal dari mantan personel pasukan elit militer Afghanistan berpotensi menjadi ancaman terhadap Amerika Serikat yang mendukung Ukraina karena mereka telah familiar dengan strategi, prosedur, taktik, dan teknik tentara Amerika Serikat dan intelijen barat (Escalonilla, 2. Para mantan personel militer Afghanistan memilih kesempatan bergabung dengan Wagner Group karena tidak memiliki pilihan yang lebih baik, mereka diambang dideportasi atau bekerja dengan bayaran 3-10 USD per hari di Pakistan. Iran, atau Turki dengan status sebagai pengungsi. Selain menyediakan jasa kombatan. Wagner Group melakukan jasa logistik persenjataan untuk memasok kebutuhan persenjataan serta ekstraksi sumber daya alam untuk mendukung kapabilitas Rusia dalam menjalankan invasinya di Ukraina. Wagner Group memanfaatkan jaringannya di negara-negara benua Afrika dan Korea Utara. Di negara-negara Afrika dengan keadaan politik yang tidak stabil. Wagner Group melakukan pertukaran kebutuhan militer dan keamanan dengan tujuan ekonomi, pengaruh politik, dan perolehan sumber daya alam. Contohnya terjadi pada saat 2018. Wagner Group di Madagascar Presiden Petahana Hery Rajaonarimampianina dengan melakukan bantuan penyebaran informasi, pendampingan keamanan, dan pelatihan militer bersama GRU Rusia. Hasil dari operasi Wagner Group tersebut kemudian memperoleh akses terhadap pertambangan kromit dan emas di Madagaskar, membentuk platform propaganda, dan akses pelabuhan di Kota Toamasina (Doxsee, 2. Operasi yang dilakukan oleh Wagner Group selama di Afrika kemudian membantu Rusia untuk mendapatkan pasokan berupa sumber daya alam. Dampak dari konflik Rusia-Ukraina membuat JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. 1 No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 Rusia banyak disanksi oleh negara barat dan membuat Rusia kesulitan secara ekonomi akan tetapi dengan baiknya hubungan dengan negara-negara Afrika maka Rusia masih bisa selamat dari dampak sanksi negara-negara barat. Maka dari itu. Rusia ingin mempererat hubungan dengan negara-negara Afrika melalui Russia-Africa Summit di Sochi pada tahun 2019 dan Russia-Africa Summit kedua akan diadakan di St. Petersburg pada Juli 2023 (Aris, 2. Kebutuhan persenjataan Rusia dipasok oleh Wagner Group melalui jaringan logistik dari Korea Utara. Reuters melaporkan dari Dewan Keamanan Nasional White House terdapat indikasi Korea Utara mengirimkan misil dan roket infanteri dengan total 100 juta USD per bulan, meskipun diprediksi Korea Utara akan terus melakukan pasokan senjata akan tetapi tidak akan ada perubahan dinamika peperangan di Ukraina dan Menteri Luar Negeri Korea Utara menyangkal adanya pasokan tersebut (Ferran & Helou, 2. Hasil rekrutmen dan upaya pasokan senjata dari Wagner Group untuk Rusia memberikan dampak terhadap performa para personel Wagner Group yang terjun langsung di invasi Ukraina. Wagner Group pada awal invasi ke Ukraina membantu Rusia untuk menguasai kawasan Donbas dengan mengokupasi kota-kota penting seperti Kota Bakhmut dan Kota Soledar. Kota Bakhmut merupakan kota yang menjadi tujuan utama Rusia di awal invasi karena dengan menguasai Kota Bakhmut pada Mei 2022 maka tentara Rusia akan menguasai jalur suplai utama yang strategis tepat di tengah kawasan Donbas. Mengambil alih Donbas akan memudahkan tentara Rusia untuk mengokupasi dua kota lainnya yaitu Kota Sloviansk dan Kota Kramatorsk. Prigozhin melalui akun telegram menyatakan hal yang terpenting dari Kota Bakhmut dan Kota Soledar adalah kedua kota tersebut memiliki sistem pertambangan yang membuat kota tersebut menjadi underground cities (Escalonilla, 2. Dalam kanal resmi Prigozhin menyebutkan "The icing on the cake is the Soledar and Bakhmut mine system, which is actually a network of underground cities. Not only does it have the capacity to hold a large group of people at a depth of 80-100 metres, but tanks and infantry fighting vehicles can also be moved. Ay Kota Soledar menjadi kota utama yang memproduksi 90% hasil tambang garam Ukraina dan produksi gips yang berguna sebagai material konstruksi. Sedangkan untuk Kota Bakhmut selain termasuk menjadi kota pertambangan dengan luas yang lebih dari Kota Soledar. Kota Bakhmut memiliki kawasan industrial dan kemudahan akses logistik di kawasan Donetsk (Eruygur. Mantan Duta Besar New Zealand untuk Rusia. Ian Hill, menyatakan bahwa Prigozhin tidak memiliki kepentingan keperluan strategis untuk menguasai pertambangan garam Kota Soledar akan tetapi ia memiliki kepentingan komersial untuk bisnisnya sama seperti apa yang dia lakukan saat Wagner Group beroperasi di Afrika dan Syria dimana Wagner mendapatkan akses minyak dan gas (Thorpe, 2. JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. 1 No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 Di awal waktu invasi berhasil membantu militer Rusia menguasai Bakhmut, memasuki minggu ke-58 dari perang Wagner Group kemudian mengalami kemunduran. Melalui wawancara dengan seorang blogger militer Rusia. Semyon Pegov. Prigozhin mengatakan tingkat korban lima kali lipat lebih dari seharusnya karena kurangnya amunisi artileri. Menurut Wakil Menteri Pertahanan Ukraina. Hanna Malyar. Bakhmut menjadi daerah dengan peperangan termahal dan tingkat korban yang paling tinggi bagi Rusia selama invasi di Ukraina. Menurut juru bicara Dewan Keamanan Gedung Putih. John Kirby. Amerika Serikat memperkirakan sekitar 90% dari personel Wagner Group menjadi korban peperangan sejak Desember. Amerika Serikat menilai Rusia tidak memiliki nilai strategis dalam menguasai Bakhmut dan mengalami potensi kekalahan yang besar akibat dari komposisi personel yang bertumpu pada sumber daya personel dengan latar belakang narapidana yang bertempur tanpa pelatihan dan peralatan perang yang memadai (Reuters, 2. Prigozhin menyatakan telah meminta bantuan pasokan amunisi sesegera mungkin kepada Menteri Pertahanan Rusia. Sergei Shoigu. Prigozhin menyatakan jika defisit amunisi tidak segera mungkin dipasok ulang oleh Rusia, maka ia mengancam memerintahkan mundurnya pasukan Wagner Group dari Kota Bakhmut dan akan berakibat hancurnya pertahanan militer Rusia di daerah lainnya (Al Jazeera, 2. Selama Rusia menguasai kawasan Ukraina Timur. Ukraina mendapatkan berbagai bantuan dari beberapa negara untuk mempersiapkan serangan balik untuk melawan tentara Rusia di Bakhmut. Ukraina telah mendapatkan 49 dari 258 bantuan tank dari Spanyol, pelatihan tentara Ukraina oleh Inggris, 14 unit pesawat tempur MiG-29, dan Amerika Serikat memberi bantuan lagi kepada Ukraina setara 500 juta USD untuk amunisi artileri Howitzer, artileri roket, dan sistem rudal anti-pesawat Patriot. Juru bicara Pentagon Amerika Serikat. Pat Ryder, menyatakan terdapat 11. 000 tentara Ukraina di 26 negara yang sedang melakukan pelatihan dengan tentara Amerika Serikat di Jerman hingga April dan akan bersiap membentuk dua brigade saat kembali ke Ukraina (Psaropoulos, 2. Situasi menjepit yang dialami oleh Rusia kemudian mendatangkan masalah political control di medan tempur. Pihak militer Ukraina melaporkan terjadi perselisihan antara tentara reguler Rusia dengan personel Wagner Group di Provinsi Luhansk dan mengakibatkan aksi saling bunuh antara kedua pihak. Kepala Staf Angkatan Bersenjata Ukraina menyatakan militer Rusia dan Wagner Group saling melempar tanggung jawab atas miskalkulasi strategi peperangan, ia menyatakan. AuWith no significant achievements on the battlefield, the Russian Armed Forces and AoWagner GroupAo PMC are increasingly attempting to find someone to blame for the defeats. They shift the responsibility for their own tactical miscalculations and losses suffered onto each other. Ay (Hauptman, 2. Laporan dari pihak JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. 1 No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 Ukraina tersebut tidak dikonfirmasi oleh pemerintah Rusia namun perselisihan antara militer Rusia dan Wagner Group disorot oleh publik sejak Prigozhin aktif mengeluarkan pernyataan mengenai kondisi lapangan di perang Rusia-Ukraina. Setelah menyatakan ancaman mundurnya Wagner Group dari pertempuran di Bakhmut. Prigozhin menuduh para pejabat tinggi Kremlin sebagai pengkhianat karena tidak memberikan pasokan yang memadai bagi personel Wagner Group di medan perang dan menuduh Kementerian Pertahanan Rusia berusaha untuk mengambil kredit atas kemenangan Wagner Group di Ukraina Timur (Al Jazeera, 2. Kedekatan dengan Putin membuat Prigozhin sejak didelegasikannya Wagner Group sebagai perpanjangan tangan militer Rusia di luar negeri sering melontarkan kritik terhadap pejabat Rusia. Namun akibat dari perselisihan dengan pihak militer Rusia di Operasi Militer Spesial di Ukraina. Putin mengerahkan Jenderal Gerasimov untuk menempatkannya sebagai penanggung jawab langsung militer Rusia di Ukraina. Meskipun setelah kejadian tersebut Prigozhin tidak memberikan kritik terbuka lagi terhadap petinggi militer Rusia. Ia masih menentang sikap pejabat militer Rusia (AP News, 2. Informasi intelijen Menteri Pertahanan Inggris mengatakan bahwa Rusia sedang mencari alternatif delegasi PMC untuk menggantikan Wagner Group akibat dari kekalahan besar dan sikap kritik Prigozhin di publik (Farberov. Tentara Chechen, organisasi paramiliter yang bertempur di konflik Rusia-Ukraina, berpotensi menjadi pengganti Wagner Group di Bakhmut. Ramzan Kadyrov, petinggi dari Tentara Chechen menyuarakan jika Wagner Group mundur dari Bakhmut maka Tentara Chechen siap untuk mengisi peran pendukung tentara Rusia di Bakhmut (The Kyiv Independent, 2. Kesimpulan Rusia sejak melakukan aneksasi Crimea di Ukraina Timur pada tahun 2014 telah menggunakan jasa kontraktor PMC untuk mendukung operasi militer Rusia di Ukraina dan telah secara aktif menggunakan PMC di berbagai belahan dunia untuk mendirikan pengaruh dominasi Rusia seperti di kawasan Afrika dan Timur Tengah. PMC Rusia dalam penelitian ini khususnya Wagner Group menunjukkan kapabilitasnya sebagai perpanjangan tangan pemerintah Federasi Rusia di berbagai negara. Terdapat beberapa alasan mengapa Rusia menggunakan jasa PMC. Pertama. Rusia melalui Doktrin Gerasimov melihat adanya perubahan diskursus mengenai keamanan internasional dan lingkungan konflik dan perang sehingga Rusia mempertimbangkan penggunaan peran aspek non militer dalam strategi politik dan operasi militer Rusia di luar negeri. Kedua, dengan asumsi negara adalah aktor Rasional maka Rusia sama seperti negara lainnya menggunakan jasa PMC untuk beberapa hal seperti melakukan cost JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. 1 No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 saving bagi anggaran militer mengingat Rusia merupakan negara dengan power militer yang besar namun memiliki pula berbagai macam operasi militer baik di dalam maupun di luar Ketiga, penggunaan PMC dapat membuat negara melakukan plausible deniability jika terdapat risiko yang perlu ditanggung oleh negara. Vladimir putin ingin meyakinkan para penduduk Rusia maupun dunia internasional bahwa apa yang dilakukan Rusia masih dalam batas wajar norma Internasional di mana motivasi yang dilakukan oleh Rusia didasari oleh adanya identifikasi keamanan nasional Rusia yang terancam. Penggunaan PMC tidak sinkron dengan keinginan tersebut oleh karena itu hubungan antara negara dan PMC yang bersifat rahasia memberikan keuntungan bagi negara untuk melakukan penjagaan nama baik negara. Hubungan antara negara dan aktor non negara seperti PMC dapat dijelaskan dengan principal-agent theory yang akan mengungkap motivasi antara kedua aktor dalam melakukan Rusia bertindak sebagai the principal yaitu pihak yang mempunyai banyak sumber daya akan tetapi tidak memiliki kapabilitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhannya yaitu mencapai tujuan politik luar negeri. Melihat adanya sumber daya yang dapat dijadikan oleh komoditas oleh kedua pihak maka dalam penelitian ini Wagner Group adalah pihak yang bertindak sebagai the agent. Pihak the agent merupakan pihak yang dianggap oleh the principal . alam kasus ini adalah negara Rusi. mampu dan mempunyai kapabilitas untuk menjadi perpanjangan tangannya dalam mengeksekusi atau mendukung kegiatan pencapaian tujuan politik maupun keamanan negara. Akan tetapi dalam teori ini menjelaskan pula, mirip seperti asumsi teori realisme bahwa negara ada aktor rasional dan teori ini juga menganggap kedua pihak yang berhubungan adalah aktor rasional. The principal dan the agent merupakan dua entitas yang sedang melakukan transaksi komoditas sumber daya. Kedua pihak sama-sama menginginkan hasil dan keuntungan yang optimal dari hasil hubungan mereka. Dalam teori ini, terdapat dua isu yang harus dihadapi yaitu adverse selection dan agency slack. Rusia bisa dibilang mengalami adverse selection karena memiliki keterbatasan dalam memilih PMC yang dapat didelegasikan oleh Kremlin. Rusia melihat besar potensi yang aman dalam memilih agen adalah hanya menggunakan PMC yang loyal dan memiliki kedekatan dengan Rusia seperti Wagner Group. Kedekatan bos-bos Wagner Group dengan Putin dan para pejabat Kremlin menghasilkan Wagner Group sebagai epistemic power yang dapat dengan leluasa melakukan lobi dengan pemerintah Rusia khususnya terhadap operasi militer yang besar seperti aneksasi Krimea tahun 2014 dan Aooperasi militer spesialAo atau invasi ke Ukraina pada 2023. Permasalahan agency slack kemudian terjadi meskipun pada PMC paling potensial yaitu Wagner Group. Teori ini mengimplikasikan the agent sebagai pihak yang memiliki kepentingan tersendiri dalam mencapai keinginannya seperti eksposur, akses terhadap sumber daya, akses JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. 1 No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 fasilitas, dan akses politik yang dapat menjamin keberlangsungan organisasi. Dalam hubungan kedua aktor di Konflik Rusia-Ukraina. Wagner Group dan Militer Reguler Rusia mengalami masalah political control dimana kedua pihak saling menyalahkan satu sama lain atas miskalkulasi strategi di Kota Bakhmut yang mengakibatkan peperangan di Kota Bakhmut merupakan yang termahal dan memakan korban jiwa terbanyak bagi pihak Rusia. Meskipun dalam implikasi pendelegasian terjadi kedua isu yang diasumsikan oleh principal-agent theory, sepertinya pihak Rusia akan tetap menggunakan jasa PMC dalam melancarkan operasi militernya terutama selama konflik Rusia-Ukraina karena penggunaan PMC merupakan alternatif paling viable bagi Rusia yang perlu melawan pihak Ukraina yang secara aktif mendapatkan bantuan oleh berbagai negara. Daftar Pustaka