Pengaruh Pendidikan Dan Pelatihan Terhadap Optimisme Berkinerja Pengurus Koperasi Di Kabupaten Rokan Hilir AHMAD FAUZI Widyaiswara BPSDM Propinsi Riau Jalan Ronggo Warsito No. 34 Pekanbaru. Riau 28127 E-mail : ahmadfauziwi@gmail. Abstract: The development of cooperatives today is like a living tree, reluctant to die or not. Various problems arise from the conditions of the cooperative, where seen from the various causes of this condition, one of which is the decreasing optimism of the management in developing the cooperative. The board's sense of optimism is an important factor that needs to be improved. The Riau provincial government is currently through training activities provided to human resource development agencies through widyaiswara providing cooperative training in areas, one of which is in Rokan Hilir Regency. Through this research, using quantitative methods to the training participants, in this case the cooperative management, whether the provision of training can increase the board's sense of optimism in improving future cooperative performance. Based on a survey conducted in the field, it has produced evidence that providing education and training to cooperative administrators can increase the optimism of the board in improving the performance of cooperative management in the future. Keywords: Training. Sense of Optimism of the Cooperative Perkembangan koperasi saat ini ibarat pohon hidup segan mati tak mau, berbagai perkoperasian, dimana dilihat dari berbagai penyebab dari kondisi tersebut salah satu diantaranya adalah menurunnya optimisme pengurus dalam mengembangkan koperasi. Dalam pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah, salah satu bidang yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif adalah Koperasi sebagai sebuah gerakan ekonomi rakyat yang telah mendapat tempat sebagai salah satu pilar ekonomi, diharapkan dapat memenuhi harapan Pemerintah baik pusat maupun daerah dalam upaya untuk mengurangi pemberdayaan ekonomi rakyat melalui Di beberapa daerah, koperasi mengalami perkembangan yang cukup signifikan, baik dalam hal peningkatan jumlah anggota, permodalan, penyerapan tenaga kerja, volume usaha, maupun sisa hasil usaha (SHU). Peningkatan yang anggota, dan penyerapan tenaga kerja menunjukkan bahwa koperasi makin merakyat sebagai unit usaha yang menghidupi sejumlah besar penduduk. Hal ini belum mencerminkan kinerja koperasi yang baik karena dalam beberapa tahun terakhir secara umum persaingan usaha yang semakin ketat. Pemberdayaan koperasi dapat diartikan segala upaya yang ditujukan untuk menjadikan koperasi lebih berdaya. Yang dimaksud dengan koperasi yang berdaya adalah koperasi yang dapat menjalankan dan mengembangkan organisasi dan usahanya, melayani dan memberikan manfaat ekonomi bagi anggotanya. Sulistyowati, . menjelaskan bahwa Koperasi perlu dikelola secara terarah dimaksudkan untuk mengembangkan kegiatan usaha dan berperan penting dalam kehidupan perekonomian nasional. Dalam UndangUndang No. 25 Tahun 1992 menjelaskan tujuan koperasi yaitu Aumemajukan Pengaruh Pendidikan Dan Pelatihan Terhadap Optimisme Berkinerja Pengurus Koperasi Di Kabupaten Rokan Hilir (Ahmad Fauz. kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945Ay. Sebagian besar partisipasi anggota dinilai masih kurang baik,terutama jumlah anggota koperasi dalam duatahun terakhir Kemudian dijelaskan oleh Widyani, . bahwa adanya fenomena ketidakatifan koperasi dalam periode waktu Meningkatnya jumlah koperasi yang tidak aktif selain karena permodalan, disebabkan juga kurangnya sumber daya manusia (SDM) yang handal dan cakap. Penekanan akan makin pentingnya kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu respon dalam menyikapi perubahan yang Sehingga memerlukan upaya-upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan SDM. Kualitas SDM dengan penguasaan pengetahuan menjadi pilihan penting yang harus dilakukan. Lebih lanjut Krisfandi. menjelaskan bahwa pengetahuan tentang bagaimana memberikan pelayanan yang berkualitas kepada anggota menjadi penyebab rendahnya kinerja pengurus dalam bekerja. Dari beberapa pendapat tersebut jelas bahwa kinerja pengurus dalam melakukan tugasnya menjadi sebuah masalah yang berarti dalam kepengurusan koperasi agar berkembang dan dapat diketahui sumber daya manusia sebagai pengurus menjadi penyebab utama. Hal ini mestinya ada upaya pengembangan kompetensi sumber daya manusia seperti melalui diklat. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Maulana. bahwa pelatihan pengetahuan khususnya Ilmu perkoperasian merupakan modal yang cukup tinggi untuk bekerja akan tetapi pengurus tidak semua memiliki Jurnal Daya Saing (Vol. No. 2 Juni 2. Maka dengan kinerja Artinya semakin tinggi atau sering pelatihan seorang pengurus makin tinggi pula hasil kinerja pengurus tersebut dan sebaliknya pengurus yang kinerjanya rendah disebabkan pelatihan yang diikutinya rendah atau kurang. Febriani. juga menjelaskan terdapat hubungan yang positif antara Pendidikan dan Pelatihan Koperai Efektivitas Kerja Pengurus Koperasi, semakin sering mengikuti pendidikan dan pelatihan koperasi maka semakin baik juga efektivitas kerja pengurus koperasi. Efektivitas kerja pengurus koperasi pegawai ditentukan oleh pendidikan dan pelatihan koperasi yang telah diikuti dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain seperti tingkat keberhasilan, peralatan yang tepat untuk mencapai tujuan, kunci sasaran yang telah ditetapkan, dan Menurut Gerosa. Nuraini. & Achmadi. bahwa Pendidikan dan pelatihan bagi anggota selama ini telah berjalan sesuai dengan program pendidikan dan pelatihan bagi anggota merupakan suatu kegiatan yang wajib untuk diikuti oleh calon anggota sebelum Program pendidikan dan pelatihan yang telah diprogramkan ini berjalan sesuai dengan program kerja pengurus dan memiliki Manfaatnya cukup dirasakan bagi anggota selama ini, dimana pemahaman anggota akan keberadaan sebagai anggota dalam berkoperasi sangat resfek dan berjalan sesuai dengan harapan anggota dan Santoso, . menjelaskan bahwa dalam peningkatan kualitas pengetahuan sumber daya manusia koperasi dapat terlaksana dengan baik, dengan metode . n job trainnin. ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Pendidikan Dan Pelatihan Terhadap Optimisme Berkinerja Pengurus Koperasi Di Kabupaten Rokan Hilir (Ahmad Fauz. metode praktek langsung atau unjuk kerja bagi peserta pendidikan dan pelatihan, sedangkan materi pendidikan dan pelatihan berupa bertambahnya pengetahuan sumber daya manusia tentang asas, definisi dan tujuan koperasi serta pengembangan potensi diri, motivasi, penyusunan proposal usaha, sumber pembiayaan, kiat dan perkoperasian, hal ini bisa di buktikan diimplentasikannya hasil pendidikan dan pelatihan dalam keorganisasian dan manajerial koperasi. Kemudian juga dalam peningkatan kualitas keterampilan sumber daya manusia perkoperasian koperasi keterampilan yang di dapat di dalam pendidikan dan pelatihan, menggunakan metode demonstrasi jadi peserta secara aktif mengikuti instruktur, pencapaian dari pendidikan dan pelatihan berupa akuntansi koperasi, kompetensi bidang ritel koperasi, manajemen keuangan, peningkatan daya saing, peningkatkan akses pasar koperasi, nilai tambah suatu produk, peningkatkan daya saing, peningkatkan akses pasar, teknologi bisa langsung dipraktekkan di dalam pengelolaan unit usaha. Dari penjelasan di atas, maka dapat diketahui bahwa secara teori memberikan diklat kepada pengurus koperasi akan mendorong rasa optimism pengurus koperasi dalam berkinerja. Apakah hal ini terjadi sama apabila diterapkan pada pengurus koperasi yang berada di Kabupaten Rokan Hilir, dimana adanya kenuikan kepengurusan koperasi di daerah ini yakni mereka berada di daerah pesisir, dimana persaingan dengan tengkulak di daerah pesisir lebih dominan dan hal ini akan membuat pengurus koperasi memiliki rasa minder dalam mengembangkan koperasi di daerah. METODE Jenis penelitian survey digunakan dalam penelitian ini yakni penelitian dilaksanakan pada peserta diklat yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan SDM propinsi Riau yakni yang dilaksanakan Jurnal Daya Saing (Vol. No. 2 Juni 2. di Kabupaten Rokan Hilir pada tahun 2019. Jumlah populasi sebanyak 40 orang dan semuanya dijadikan sampel penelitian dengan metode sampel jenuh. Kuesioner online digunakan untuk mengumpulkan data penelitian dan data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan alat menggunakan aplikasi SPSS versi 23. HASIL Berdasarkan data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mana sebelumnya kuesioner dilakukan uji validitas dan reliabilitas dan terbukti kuesioner layak digunakan dengan nilai uji validitas dari 12 item pertanyaan diatas 0,300 dan uji reliabilitas di atas 0,60. Selanjutnya data dideskripsikan dari dua variable yang ada yakni variable pelaksanaan diklat dan juga rasa optimism berkinerja pengurus koperasi dalam mengembangkan koperasi ke depannya pasca pelatihan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table berikut ini: Tabel 1: Deskripsi Variabel Pelaksanaan Diklat Diklat Koperasi Skor Ket Baik kemanfaatan dari Baik sikap optimisme Baik motivasi dalam Sangat melakukan perubahan arah pemberdayaan anggota koperasi Baik mencapai visi misi Cukup Rerata Baik Sumber: Data Olahan, 2020 Dari data tersebut di atas, dapat diketahui bahwa pelaksanaan diklat tentang pengelolaan koperasi yang diikuti pengurus koperasi di Kabupaten Rokan Hiir dengan nilai rata-rata 3,73 yang masuk dalam kategori baik. Ini menunjukkan bahwa ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Pendidikan Dan Pelatihan Terhadap Optimisme Berkinerja Pengurus Koperasi Di Kabupaten Rokan Hilir (Ahmad Fauz. peserta sudah merasakan adanya perubahan yang diperoleh melalui diklat. Dari enam item pertanyaan yang diajukan terdapat item di atas nilai rata-rata yakni: motivasi dalam melakukan perubahan ini menunjukkan bahwa diklat yang diterima peserta membuat peserta memiliki motivasi dalam melakukan perubahan terhadap perbaikan koperasi ke Namun juga terdapat item yang masih rendah yakni: mencapai visi misi koperasi, ini berarti bahwa peserta pelatihan masih belum yakin mereka melalui diklat mampu mencapai misi koperasi yakni Selanjutnya deskripsi variable tentang optimism berkinerja pengurus koperasi pasca diklat, sebagai berikut: Tabel 2: Deskripsi Variabel berkinerja pengurus koperasi pasca Rasa optimism Skor Ket berkinerja pengurus peningkatan SHU Cukup menghadapi tantangan Cukup mengajak anggota Cukup kesiapan pengurus Cukup kepuasan anggota Baik kritik dan saran Baik Rerata Cukup Sumber: Data Olahan, 2020 Dari data pada table variabek rasa optimism berkinerja dapat diketahui jawaban secara rata-rata sebesar 3,10 yang masuk dalam kategori cukup. Ini menunjukkan bahwa pengurus koperasi yang mengikuti diklat pasca diklat cukup optimis dalam meningkatkan kinerja kepengurusannya dalam koperasi. Dari enam item pertanyaan yang diajukan diketahui bahwa terdapat tiga item yang dibawah rata-rata yakni: masih rendah untuk mampu meningkatkan SHU koperasi, kemudian dalam menghadapi tantangan bersaing pada tengkulak dan juga kesiapan pengurus dalam mencapai misinya. Namun dari itu masih ada jawaban di atas rata-rata yakni siap menerima kritik dan Jurnal Daya Saing (Vol. No. 2 Juni 2. saran dan siap untuk memuaskan anggota koperasi ke depannya. Selajutnya setelah data diuji normalitasnya terbukti bahwa data masuk kategori normal dan memenuhi syarat menggunakan alat analisis regresi linnier Dari hasil pengolahan data dapat diketahui pada table berikut: Tabel 3 : Coefficientsa Model 1 (Constant Diklat Unstandardize d Coefficients Std. Error Standardize Coefficients Beta Sig. Dependent Variable: Rasa Optimisme Pengurus Sumber: SPSS 23 Dari data tersebut dapat diketahui bahwa nilai persamaan regresi yang dihasilkan dalam penelitian ini yakni: Y = 6,434 0,553 X Ini berarti bahwa nilai koefisien regresi sebesar 0,553 bermakna bahwa diklat yang diberikan kepada pengurus koperasi berpengaruh positif terhadap rasa optimism pengurus berkinerja dalam kepengurusn koperasi. Berarti semakin baik pelaksanaan diklat yang diberikan kepada pengurus, maka akan semakin meningkat pula rasa optimism pengurus dalam Besarnya pengaruh sebesar 0,553 dari setiap perubahan satu satuan variable diklat yang diberikan kepada Kemudian juga dapat diketahui nilai t hitung dengan signifikansi sebesar 0,00 yang lebih kecil dari nilai alpha 0,05 ini berarti bahwa terbukti bahwa diklat berpengaruh signifikan terhadap rasa optimism pengurus berkinerja dalam mengurus koperasi. Dari data nilai chi square sebesar 0,300 yang bermakna bahwa 30% diklat berkontribusi terhadap rasa optimism berkinerja pengurus koperasi sedangkan sisnya dipengaruhi oleh factor lain yang tidaka diteliti dalam penelitian ini. ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Pendidikan Dan Pelatihan Terhadap Optimisme Berkinerja Pengurus Koperasi Di Kabupaten Rokan Hilir (Ahmad Fauz. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terbukti bahwa rasa optimism pengurus koperasi 30% dipengaruhi oleh diklat yang mereka terima, karena dalam diklat yang diterima mereka mendapatkan peningkatan pengetahuan, kemanfaatan dari pelatihan, sikap optimism, motivasi dalam melakukan perubahan, arah pemberdayaan anggota koperasi dan mencapai visi misi Hal ini mendorong peningkatan SHU, menghadapi tantangan, mengajak anggota aktif, kesiapan pengurus, kepuasan anggota dan kritik serta saran anggota Hasil penelitia tersebut sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Moses. bahwa pendidikan dan pelatihan Ternyata hal yang sama juga pada kepengurusan koperasi. SIMPULAN Berdasarkan uraian di atas, maka dapat ddisimpulkan bahwa melalui penelitian ini dengan menggunakan metode kuantitatif kepada peserta pelatihan yang dalam hal ini adalah pengurus koperasi apakah dengan diberikannya diklat mampu meningkatkan rasa optimism pengurus dalam meningkatkan kinerja koperasi ke depannya. Berdasarkan survey yang dilakukan di lapangan, menghasilkan bukti bahwa pemberian pendidikan dan pelatihan kepada pengurus koperasi mampu meningkatkan optimism pengurus dalam meningkatkan kinerja pengurusan koperasi ke depan. DAFTAR RUJUKAN FEBRIANI. HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KOPERASI DENGAN EFEKTIVITAS KERJA PENGURUS KOPERASI PEGAWAI NEGERI DI JAKARTA TIMUR (Doctoral dissertation. Universitas Negeri Jakart. Jurnal Daya Saing (Vol. No. 2 Juni 2. Gerosa. Nuraini. , & Achmadi. Pengaruh Pendidikan dan Pelatihan Serta Partisipasi Anggota Motivasi Berkoperasi Cu Pancur Kasih Bengkayang (Doctoral dissertation. Tanjungpura Universit. Krisfandi. Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kinerja Pengurus Koperasi Unit Desa (KUD) Sari Usaha Tani Desa Kota Baru Kabupaten Rokan Hulu. Jurnal Mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi, 3. Maulana. PENGARUH KEPEMIMPINAN, DISIPLIN KERJA DAN PELATIHAN TERHADAP KINERJA PENGURUS PRIMER KOPERASI KARTIKA ARDAGUSSEMA PUSAT KODIKLAT TNI CIMAHI. JURNAL AMAR, 1. , 114-132. Moses. Pengaruh pendidikan Pelatihan Penjenjangan terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Dinas Koperasi dan UKM Kota Jayapura. Jurnal Analisis Manajemen, 5. , 63-76. SANTOSO. IMPLEMENTASI PERATURAN MENTERI KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 18/PER/M. KUKM/IX/2015 TENTANG PEDOMAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUMBER DAYA MANUSIA KOPERASI (Studi di Koperasi Pondok Pesantren Kab. Tulungagun. (Doctoral dissertation. IAIN Tulungagun. Sulistyowati. Pengaruh Pelayanan. Kinerja Pengurus Koperasi. Dan Motivasi ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Pendidikan Dan Pelatihan Terhadap Optimisme Berkinerja Pengurus Koperasi Di Kabupaten Rokan Hilir (Ahmad Fauz. Berkoperasi Terhadap Partisipasi Anggota Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Eka Karya Kabupaten Kendal (Doctoral UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG). Widyani. Knowledge management dalam perspektif tri kaya parisuda serta pengaruhnya Jurnal Ilmu Manajemen (JUIMA), 5. Jurnal Daya Saing (Vol. No. 2 Juni 2. ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356