Cara Mengutip (Gaya APA): Febiana Putri Khasanah , dan Septi Yuliasetiani. Pengaruh Model Pembelajaran Orientation Challenge Apply Review Terhadap Kemampuan Menulis Puisi Cinta Lingkungan Peserta Didik Kelas V Sekolah Dasar. Didaktika Dwija Indria, 14 . , 472-480. https://doi. org/10. 20961/ddi. Pengaruh Model Pembelajaran Orientation Challenge Apply Review Terhadap Kemampuan Menulis Puisi Cinta Lingkungan Peserta Didik Kelas V Sekolah Dasar Febiana Putri Khasanah1, dan Septi Yulisetiani2. PGSD. FKIP. Universitas Sebelas Maret. Surakarta. Jawa Tengah. Indonesia Email penulis korespondensi: *febianaputrikhsnh@student. Dikirim: 1 Januari 2026 Direvisi: 1 Maret 2026 Diterima: 1 April 2026 Kata Kunci: the ability to write elementary school. DOI: https://doi. org/10. 20961/ddi. Abstrak This study aims to determine the effect of the OCAR (Orientation. Challenge. Apply. Revie. learning model on the ability to write environmental poetry of fifth-grade elementary school students. The method used is an experiment with a pretest-posttest control group The research sample consisted of two classes, namely the experimental class using the OCAR learning model and the control class using the CIRC (Cooperative Integrated Reading and Compositio. learning model. Data were collected through poetry writing tests and observations of the implementation of learning. The results showed that there was a significant increase in poetry writing ability in the experimental class compared to the control class. The average posttest score of the experimental class reached 82. 15, while the control class The t-test produced a t-value of 3. 650 > t-table 2. 007, which means there is a significant difference between the two classes. The increase in students' abilities is seen in the indicators of message, diction, style, typography, and title. However, the theme indicator experienced a These findings indicate that the OCAR learning model is effective in improving poetry writing skills while forming students' environmental Jurnal Didaktika Dwija Indria Vol. No. April, 2026. Halaman. doi: : https://doi. org/10. 20961/ddi. A Penulis. Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons - Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 International License Attribution-NonCommercial-ShareAlike. Beberapa hak dilindungi PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian Salah satu kemampuan sastra yang harus dimiliki peserta didik sekolah dasar adalah kemampuan menulis puisi. Kegiatan ini dapat membantu peserta didik untuk mengekspresikan gagasan dan perasaan mereka secara kreatif dan bermakna. Nursalamah et al. menyatakan bahwa kemampuan menulis puisi di sekolah dasar dapat membentuk kreativitas peserta didik. Tafonao et al. menambahkan bahwa proses pembelajaran yang terus menerus diperlukan dalam pengembangan keterampilan ini. Pembelajaran menulis puisi diberikan kepada peserta didik kelas Sekolah Dasar, dengan fokus pada kompetensi dasar yaitu memahami isi dan pesan yang terkandung dalam puisi dengan tujuan memberikan pengalaman yang menyenangkan (Maharani et al. , 2. Menumbuhkan perilaku peduli lingkungan sejak dini dapat dilakukan melalui kegiatan menulis puisi yang bertema lingkungan. Santika et al. menjelaskan bahwa pembelajaran di sekolah efektif dalam mengembangkan perilaku peduli lingkungan peserta didik. Purwanti . menambahkan bahwa perilaku tersebut dapat dibentuk melalui integrasi pembelajaran dan kegiatan pengembangan diri. Kegiatan seperti penghijauan, pengelolaan sampah, dan proyekproyek lingkungan menjadi pengalaman bermakna dalam proses pembelajaran. Masalah Penelitian Berbagai kendala yang dihadapi peserta didik kelas V dalam pembelajaran menulis puisi menunjukkan perlunya menggunakan model pembelajaran yang tepat. Hasil wawancara dan observasi awal menunjukkan bahwa terdapat berbagai permasalahan yang dihadapi peserta didik. salah satu permasalahan yang muncul adalah peserta didik kesulitan dalam menuangkan ide dan memilih kata-kata yang Harahap et al. mengungkapkan bahwa peserta didik mengalami hambatan dalam tahap menemukan dan mengembangkan gagasan. Simatupang et al. juga menyebutkan bahwa pemahaman terhadap kata dan kreativitas masih menjadi tantangan. Ruser . menunjukkan bahwa minat menulis puisi yang rendah menjadi faktor penyebab keterbatasan ekspresi peserta didik. Model pembelajaran yang digunakan guru sangat menentukan keberhasilan Model rancangan/gambaran aktivitas pembelajaran sejak awal hingga akhir yang digunakan oleh guru guna menyusun perencanaan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar (Wulandari, 2. Fitriani & Huda . mengemukakan bahwa model yang tidak menyenangkan menyebabkan peserta didik menjadi bosan. Nurrita et al. menyatakan bahwa model yang sesuai dapat meningkatkan partisipasi aktif peserta didik. Keadaan Terkini Penelitian Didaktika Dwija Indria Vol. No. April, 2026. Halaman. Attribution-NonCommercial-ShareAlike. Beberapa hak dilindungi Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah model pembelajaran OCAR (Orientation Challenge Apply Revie. , yang mendukung proses kreatif peserta didik. Model ini menekankan pengaitan pembelajaran dengan kehidupan nyata sehingga dapat meningkatkan keterlibatan dan daya ingat peserta Jamaluddin et al. menyebutkan bahwa model pembelajaran OCAR membantu peserta didik menghubungkan pelajaran dengan pengalaman sehari-hari. Asfar & Irmawati . menambahkan bahwa model ini dapat meningkatkan imajinasi dan kreativitas peserta didik. Model pembelajaran CIRC selama ini digunakan dalam pembelajaran kooperatif, namun belum sepenuhnya mampu meningkatkan kreativitas peserta Model pembelajaran CIRC adalah model pembelajaran kooperatif yang mengintegrasikan kegiatan membaca dan menulis untuk membantu peserta didik dalam meningkatkan kemampuan berbahasa secara menyeluruh (Ula et al. , 2. Dwijayanthi & Tangkas . menyatakan bahwa model pembelajaran CIRC mendorong kerja sama dan keterlibatan dalam memahami teks bacaan. Kusumawardani et al. menambahkan bahwa model ini belum optimal menjangkau semua karakteristik peserta didik. Kebaruan,Kesenjangan Penelitian & Tujuan Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran OCAR dibandingkan dengan model CIRC dalam meningkatkan kemampuan menulis puisi cinta lingkungan. Berdasarkan uraian di atas, penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis puisi cinta lingkungan peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran OCAR (Orientation Challenge Apply Revie. dengan peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated Reading and Compositio. Hasil dari penelitian ini diharapkan bisa membantu dalam merancang cara belajar menulis puisi yang lebih efektif, sekaligus mengajarkan pentingnya peduli terhadap lingkungan. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen, jenis true experimental desain pretest-posttest control group design. Penelitian ini berlangsung selama dua belas bulan, yaitu dari Juli 2024 hingga Juli Lokasi penelitian berada di dua Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Banjarsari, dengan subjek penelitian adalah peserta didik kelas V Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suatu perlakuan terhadap hasil belajar, dengan mengontrol faktor lain yang mungkin memengaruhi hasil tersebut. Penelitian ini juga bertujuan mengamati pengaruh dari variabel luar yang bisa memengaruhi jalannya eksperimen (Sugiyono, 2. (Cresswell, 2. Fokus dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan menulis puisi cinta lingkungan antara dua kelompok peserta didik satu kelompok diajar dengan model pembelajaran OCAR. Data yang digunakan berupa nilai pretest-posttest dan hasil observasi pembelajaran di SD Negeri Nayu barat dan SD Negeri Tirtoyoso. Kedua sekolah dasar dipilih menggunakan teknik simple random sampling dimana pengambilan anggota sample dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi (Sugiyono, 2. Pengumpulan Didaktika Dwija Indria Vol. No. April, 2026. Halaman. Attribution-NonCommercial-ShareAlike. Beberapa hak dilindungi data dilakukan melalui tes dan observasi untuk menilai kemampuan menulis puisi cinta lingkungan peserta didik kelas V. Data yang terkumpul kemudian dianalisis melalui beberapa tahap, yaitu uji prasyarat yang mencakup uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov, uji homogenitas menggunakan uji Levene, dan uji keseimbangan. Setelah itu, dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan uji Independent Sample T-Test. HASIL Penelitian ini dilakukan di dua sekolah dasar yaitu SDN Nayu Barat sebagai kelas eksperimen dan SDN Tirtoyoso sebagai kelas kontrol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran OCAR (Orientation Challenge Apply Revie. terhadap kemampuan menulis puisi cinta lingkungan peserta didik kelasV. Sebelum dilakukan perlakuan, peserta didik dari kedua kelas diberikan pretest untuk mengukur kemampuan awal menulis puisi. Setelah itu, kelas eksperimen mendapatkan perlakuan menggunakan model pembelajaran OCAR (Orientation Challenge Apply Revie. selama empat pertemuan, sedangkan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran CIRC (Cooperative Integreted Reading and Compositio. Posttest dilakukan setelah perlakuan untuk mengetahui perkembangan kemampuan menulis puisi peserta didik. berikut adalah tabel untuk melihat data observasi kegiatan guru dengan menggunakan model pembelajaran OCAR (Orientation Challenge Apply Revie. Tabel 1. Persentase Data Observasi Kegiatan Guru Model Pembelajaran OCAR Orientation . emberikan gambaran umum membangkitkan minat belajar peserta didi. Challenge . uru menjelaskan materi serta memberikan tantangan kepada peserta didik untuk menemukan sendiri penyelesaian Apply . asing-masing kelompok membuat konsepsi baru sekreatif mungkin dan menjelaskan petunjuk pengerjaannya, jadi setiap individu atau kelompok mencari solusi atas tantangan yang telah diberika. Review . emperjelas kembali materi yang telah dibahas dan mengadakan evaluas. Rata-rata Pertemuan 67% 80% Tabel 1 menunjukkan keterlaksanaan model pembelajaran OCAR (Orientation Challenge Apply Revie. selama empat pertemuan. rata-rata keseluruhan tiap pertemuan, terjadi peningkatan yang konsisten, yaitu 61% pada pertemuan pertama, 67% pada pertemuan kedua, 82% pada pertemuan ketiga, dan mencapai 76% pada pertemuan keempat. Namun, tahap Challenge tetap menjadi aspek yang memerlukan perhatian dan perbaikan agar dapat mendorong Didaktika Dwija Indria Vol. No. April, 2026. Halaman. Attribution-NonCommercial-ShareAlike. Beberapa hak dilindungi keterlibatan peserta didik dalam proses berpikir kritis secara optimal. Tabel 2. Tes Hasil Keterampilan Menulis Puisi Cinta Lingkungan Kelompok Tes Eksperimen Pretest Posttest Pretest Posttest Kontrol Mean Median Modus Maks Min Std Tabel 2 menyajikan data statistik deskriptif hasil tes kemampuan menulis puisi cinta lingkungan pada dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang menggunakan model pembelajaran OCAR dan kelompok kontrol yang menggunakan model pembelajaran CIRC. Data ditampilkan untuk dua tahap pengukuran, yakni sebelum perlakuan . dan sesudah perlakuan . Pada kelompok eksperimen, nilai rata-rata . pretest sebesar 67,48 meningkat signifikan menjadi 82,15 pada posttest. Tabel 3. Hasil Uji Hipotesis Independent Sample T-Test Data Posttest kontrol dan eksperimen Sig. 2 Tailed Ket (Probabilita. <,001 0,001 < 0,05 terdapat perbedaan H0 = ditolak H1 = diterima Tabel 3 menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kelas eksperimen setelah perlakuan. Hal ini sesuai dengan hasil uji t yang menunjukkan nilai thitung 650 > ttabel sebesar 2. Disimpulkann bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan model pembelajaran OCAR terhadap kemampuan menulis puisi cinta lingkungan. PEMBAHASAN Keterlaksanaan model pembelajaran OCAR (Orientation Challenge Apply Revie. selama empat pertemuan. rata-rata keseluruhan tiap pertemuan, terjadi peningkatan yang konsisten, yaitu 61% pada pertemuan pertama, 67% pada pertemuan kedua, 82% pada pertemuan ketiga, dan mencapai 76% pada pertemuan Namun, tahap Challenge tetap menjadi aspek yang memerlukan perhatian dan perbaikan agar dapat mendorong keterlibatan peserta didik dalam proses berpikir kritis secara optimal. Terlihat adanya peningkatan pada setiap aspek sintaks model, terutama pada tahap Apply dan Review yang menunjukkan peningkatan signifikan dari pertemuan ke pertemuan. Hal ini menunjukkan bahwa guru semakin terampil dalam melaksanakan pembelajaran menggunakan model pembelajaran OCAR, sebagaimana dijelaskan oleh (Asfar & Irmawati, 2. bahwa model ini memiliki empat tahap yaitu Orientation. Challenge. Apply, dan Review yang Didaktika Dwija Indria Vol. No. April, 2026. Halaman. Attribution-NonCommercial-ShareAlike. Beberapa hak dilindungi saling berkesinambungan dalam mendorong proses berpikir kritis dan kreatif peserta didik. Data statistik deskriptif hasil tes kemampuan menulis puisi cinta lingkungan pada dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang menggunakan model pembelajaran OCAR dan kelompok kontrol yang menggunakan model pembelajaran CIRC. Data ditampilkan untuk dua tahap pengukuran, yakni sebelum perlakuan . dan sesudah perlakuan . Pada kelompok eksperimen, nilai ratarata . pretest sebesar 67,48 meningkat signifikan menjadi 82,15 pada posttest. Peningkatan ini menunjukkan adanya perkembangan kemampuan menulis puisi setelah peserta didik mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran OCAR. Nilai median juga meningkat dari 67 menjadi 83, sementara modus tetap di angka 75, menunjukkan bahwa nilai yang sering muncul tetap konsisten meskipun terjadi peningkatan secara umum. Nilai maksimum naik dari 96 menjadi 100, dan nilai minimum meningkat cukup tajam dari 33 menjadi 63, menunjukkan bahwa peserta didik dengan kemampuan rendah pun mengalami peningkatan. Standar deviasi menurun dari 15,215 menjadi 9,522, yang berarti hasil belajar peserta didik menjadi lebih homogen setelah perlakuan Penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kelas eksperimen setelah perlakuan. Hal ini sesuai dengan hasil uji t yang menunjukkan nilai thitung 650 > ttabel sebesar 2. Disimpulkann bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan model pembelajaran OCAR terhadap kemampuan menulis puisi cinta lingkungan. Hasil ini diperkuat oleh penelitian Jamaluddin et al. , . yang menyatakan bahwa model pembelajaran OCAR dapat menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari sehingga meningkatkan keterlibatan peserta didik. Hal serupa juga didukung oleh Fadhilah & Suriansyah, . yang menyatakan bahwa model pembelajaran OCAR dapat meningkatkan aktivitas dan daya ingat peserta didik dengan cara bertukar pikiran dan berdiskusi. Pada indikator penilaian puisi, peserta didik menunjukkan peningkatan pada lima dari enam aspek yaitu judul, pesan, diksi, gaya bahasa, dan tipografi. Indikator pesan menjadi pusat peningkatan paling menonjol, sesuai dengan pendapat Aziz et , . bahwa menyampaikan pesan dalam puisi merupakan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Tipografi juga meningkat menunjukkan perhatian pada estetika tulisan sebagaimana dikatakan (Sugianti & Rosidah, 2. Diksi dan gaya bahasa menjadi aspek penting dalam menyampaikan makna dan memperindah karya puisi seperti yang dijelaskan oleh (Sihotang et al. , 2. Meskipun demikian, indikator tema mengalami penurunan karena sebagian peserta didik masih kesulitan membedakan antara tema dan judul. Hal ini perlu menjadi perhatian dalam pembelajaran lanjutan sebagaimana dikemukakan oleh Ardhianti et al. , . bahwa pemahaman tema adalah langkah awal penting dalam penulisan puisi. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model OCAR secara efektif dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi cinta lingkungan, dibandingkan dengan model pembelajaran CIRC (Cooperative Integreted Reading and Compositio. yang digunakan di kelas kontrol. Didaktika Dwija Indria Vol. No. April, 2026. Halaman. Attribution-NonCommercial-ShareAlike. Beberapa hak dilindungi KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran OCAR memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan menulis puisi cinta lingkungan peserta didik kelas V sekolah dasar. Hal ini dibuktikan melalui perbandingan nilai pretest dan posttest antara kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran OCAR dan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran CIRC, dengan peningkatan ratarata yang lebih tinggi pada kelas eksperimen . ari 67,48 menjadi 82,. dibandingkan kelas kontrol . ari 64,33 menjadi 72,. Hasil uji-t menunjukkan nilai thitung sebesar 3,650 > ttabel 2,006 yang memperkuat adanya perbedaan Penerapan model pembelajaran OCAR secara konsisten mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran, terutama pada tahap Apply dan Review yang menunjukkan peningkatan keterlaksanaan tertinggi. Secara praktis. Model ini dapat memfasilitasi proses berpikir kritis dan kreatif peserta didik melalui pengamatan, dan penerapan langsung terhadap permasalahan lingkungan yang ada. Peningkatan kemampuan menulis puisi juga terlihat pada lima dari enam indikator penilaian puisi, yaitu judul, pesan, diksi, gaya bahasa, dan tipografi. Indikator pesan mengalami peningkatan paling Namun, indikator tema mengalami penurunan. Dengan demikian, model pembelajaran OCAR terbukti efektif tidak hanya dalam meningkatkan kemampuan menulis puisi, tetapi juga dalam membentuk kesadaran lingkungan. Model ini dapat dijadikan alternatif strategis dalam pengembangan pembelajaran bahasa indonesia berbasis lingkungan yang bermakna dan kontekstual. DAFTAR PUSTAKA