p-ISSN 2723-245X e-ISSN 2723-0813 AL-ATHFAL: Jurnal Pendidikan Anak PENGARUH KOMPETENSI GURU DAN BUDAYA SEKOLAH TERHADAP KUALITAS PENDIDIKAN MELALUI KINERJA GURU DI GUGUS PAUD AH. NASUTION KOTA PROBOLINGGO Bambang Winarto1. Mey Linda Dwi Khusnarini2*. Nia Wahyu Damayanti3. Mei Indrawati4 Universitas Wisnuwardhana Malang. TKIT BintangKu Probolinggo. Universitas Wisnuwardhana Malang. Universitas Wijaya Putra Surabaya Bambang_win66@yahoo. com, meylinda. bintangku2018@gmail. wahyu_nia07@yahoo. com, meiindrawati@uwp. Abstract This research discusses the influence of teacher competency and school culture on the quality of education in Gugus Paud AH. Nasution. Probolinggo City. AH Early Childhood Cluster. Early Childhood Cluster. Nasution is a coordination platform for various PAUD institutions, such as TK. KB. SPS and TPA, which operate in Wonoasih District. Probolinggo City. This research utilizes a quantitative approach by applying statistical formulas for data analysis. The main aim of the research is to evaluate the impact of teacher competency and school culture on the quality of education through teacher performance in Gugus Paud AH. Nasution. Probolinggo City. From the research results, it was concluded that the influencing variables were the school culture variable on the quality of education, the teacher competency variable on teacher Meanwhile, other variables have no influence, such as teacher competency variables on the quality of education, teacher performance variables on the quality of education, school culture variables on teacher performance, teacher competency variables on the quality of education through teacher performance and school culture variables on the quality of education through teacher performance. Keywords: Competence. Culture. Quality and Performance. Abstrak Penelitian ini membahas mengenai pengaruh kompetensi guru dan budaya sekolah terhadap kualitas pendidikan di Gugus Paud AH. Nasution Kota Probolinggo. Gugus Paud AH. Gugus Paud AH. Nasution merupakan platform koordinasi bagi berbagai lembaga PAUD, seperti TK. KB. SPS serta TPA, yang beroperasi di Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo. Penelitian ini memanfaatkan pendekatan kuantitatif dengan menerapkan rumus statistik untuk analisis data. Tujuan utama penelitian adalah untuk mengevaluasi dampak kompetensi guru dan budaya sekolah terhadap kualitas pendidikan melalui kinerja guru di Gugus Paud AH. Nasution Kota Probolinggo. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa variabel yang berpengaruh adalah variabel budaya sekolah terhadap kualitas pendidikan, variabel kompetensi guru terhadap kinerja guru. Sedangkan variabel lain tidak mempunyai pengaruh seperti variabel kompetensi guru terhadap kualitas pendidikan, variabel kinerja guru terhadap kualitas pendidikan, variabel budaya sekolah terhadap kinerja guru, variabel kompetensi guru terhadap kualitas pendidikan melalui kinerja guru dan variabel budaya sekolah terhadap kualitas pendidikan melalui kinerja guru. Kata kunci: Kompetensi. Budaya. Kualitas, dan Kinerja PENDAHULUAN AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 | 202 Bambang Winarto, etc. Pengaruh Kompetensi Guru Dan Budaya A Gugus Paud AH. Nasution merupakan platform koordinasi bagi berbagai lembaga PAUD, seperti TK. KB. SPS serta TPA, yang beroperasi di Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo. Gugus Paud tersebut, pendidik, tenaga kependidikan dan Kepala Sekolah serta Tenaga Administrasi bisa melakukan interaksi dan berdiskusi dengan efisien untuk mencari solusi terhadap tantangan sehari-hari di Lembaga Pendidikan, serta berfungsi sebagai wadah pembinaan profesi guru pengelola lembaga PAUD, yang bisa meningkatkan perannya dengan kerjasama unsur. Misi Gugus PAUD adalah meningkatkan performa pembina pendidikan, guru, dan tenaga kependidikan dalam mengelola program PAUD dengan tingkat profesionalisme yang optimal. Amanat UU Sisdiknas. Pemerintah sedang meningkatkan kepada kinerja pendidik, yaitu diberlakukan persyaratan khusus bagi guru antara lain: penguasaan kompetensi sesuai standar yang ditetapkan. Kompetensi guru ini telah dirinci secara menyeluruh dalam penjelasan Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini(Ahmad Darlis, 2108. Mubarok, 2019. Shabir, 2. Guru memegang peran sentral sebagai penggerak utama dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan di sekolah. Mereka bukan hanya menjadi panutan, tetapi juga menjadi tokoh yang diidentifikasi oleh para siswa. Dalam pembelajaran peran guru mempunyai posisi kunci, berhasil tidaknya tujuan pendidikan tergantung kontribusi kinerja guru. Diharapkan kinerja guru yang optimal bisa mencapai pembelajaran yang Guru dengan kinerja baik, mencerminkan keprofesionalannya selama proses pembelajaran, seperti berintegritas, disiplin, kemampuan bekerja sama, mampu membangun hubungan positif antara guru dengan siswa. Guru seperti inilah yang akan membentuk budaya sekolah di unit tersebut, karena menjadi faktor yang memengaruhi kinerja pendidik dalam mengajar. Sehingga, kualitas guru di PAUD dapat ditingkatkan secara signifikan. Dengan adanya pembentukan wadah pembinaan profesional melalui Gugus Paud, diharapkan bisa meningkatkan kualifikasi guru serta menciptakan budaya sekolah untuk mendukung peningkatan kinerja guru di Gugus Paud AH. Nasution Kota Probolinggo. Sebagaimana dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia 203 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Bambang Winarto, etc. Pengaruh Kompetensi Guru Dan Budaya A Nomor 137 tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, masih belum berjalan optimal. Tetapi masih terdapat keterbatasan dalam pola pikir pendidik untuk melakukan tugasnya sebagai guru profesional, yang membuat perlunya peningkatan kualitas SDM Dalam prakteknya banyak guru yang terbatas pada penyampaian materi pelajaran di depan kelas, memahami karakter anak didik rendah, terkait fisik, sosial, moral, kultural, intelektual, emosional, serta sosial ekonomi mereka. Dari pengamatan terdapat, pendidik yang tidak memenuhi standar kompetensi yang telah ditetapkan serta budaya di sekolah belum menciptakan kenyamanan fisik dan Tercermin dalam kualitas pendidikan yang belum memuaskan, kurangnya penekanan kepada penguasaan pengetahuan, keterampilan serta sikap. Sebab itu, kompetensi serta kinerja guru berdampak yang signifikan pada budaya sekolah dan kualitas pendidikan di satuan PAUD tersebut. Penelitian oleh Warih Anggi Pratiwi, dkk . "Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Kinerja Guru Taman Kanak-Kanak," kompetensi guru, antar lain kompetensi pedagogik, kepribadian, professional serta sosial, mempunyi pengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Temuan ini diperkuat oleh Azzis Effendi . "Pengaruh Kompetensi Guru dan Budaya Sekolah Terhadap Prestasi Belajar Siswa Sebagai Acuan Peningkatan Layanan Pendidikan di SMA Al Izzah Batu," yang menunjukkan bahwa kompetensi guru serta budaya sekolah memainkan peran penting di SMA Al Izzah Batu. Namun, penelitian oleh Heru Mei Giantoro, dkk . "Pengaruh Kompetensi Guru. Kepemimpinan Kepala Sekolah Menurut Persepsi Guru, dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru SMK NEGERI di Kabupaten Purbalingga" kepemimpinan kepala sekolah tidak memiliki pengaruh signifikan yang positif terhadap kinerja guru, berdasarkan kompetensi dan budaya sekolah yang diterapkan di SMK NEGERI tersebut. Berdasarkan latar belakang serta hasil penelitian tersebut, peneliti merasa perlu untuk melanjutkan penelitian lebih lanjut mengenai AuPengaruh Kompetensi Guru dan Budaya Sekolah Terhadap Kualitas Pendidikan Melalui Kinerja Guru di Gugus Paud AH. Nasution Kota ProbolinggoAy. Yang bertujuan nntuk meningkatkan wacana di bidang Manajem Pendidikan yang berkaitan dengan Kompetensi Guru dan Budaya Sekolah terhadap kualitas lembaga serta Kinerja Guru di gugus Paud AH. Nasution Kota Probolinggo. 204 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Bambang Winarto, etc. Pengaruh Kompetensi Guru Dan Budaya A TINJAUAN TEORITIS Kualitas Pendidikan Kualitas pendidikan oleh Suryadi dan Tilaar, yaitu "kemampuan sistem pendidikan yang diarahkan secara efektif untuk meningkatkan nilai tambah faktor input agar menghasilkan output yang setinggi-tingginya. " Rupaedi juga mengartikan kualitas pendidikan sebagai "kemampuan sistem pendidikan dalam mengelola dan memproses pendidikan secara berkualitas dan efektif untuk meningkatkan nilai tambah agar menghasilkan output yang berkualitas. " Menurut Hari Suderajat . , kualitas pendidikan dapat dicapai jika pendidikan itu telah memenuhi tujuannya, yang disebut sebagai "Fit Their Purpose. " (Ahmad Yusuf Sobri, 2013. Erfayliana, 2015. Winarsih. Dengan merangkum pengertian dari berbagai ahli, bisa disimpulkan bahwa kualitas pendidikan melibatkan kapasitas sistem pendidikan dalam mengelola dan menjalankan proses pembelajaran secara efektif untuk meningkatkan nilai tambah, sehingga menciptakan hasil akhir dengan kualitas yang optimal. Kinerja Guru Menurut Mulyasa . , kinerja guru berkaitan dengan kemampuan guru dalam menjalankan tanggung jawabnya, seperti berinteraksi dengan siswa, merencanakan proses pembelajaran, menggunakan media pembelajaran, melibatkan siswa dalam beragam pengalaman belajar, dan menunjukkan kepemimpinan yang proaktif selama Darmadi . mendefinisikan kinerja guru sebagai dalam melaksanakan Mereka menyatakan bahwa kompetensi Sebagai elemen pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang dimiliki seseorang, hal tersebut menjadi bagian integral dari dirinya, memampukannya untuk menjalankan perilaku kognitif, efektif, dan psikomotorik secara maksimal. Kompetensi Guru Menurut Mulyasa . Kompetensi merujuk pada pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang ada pada diri seseorang, menjadi unsur pokok yang memungkinkannya untuk menunjukkan perilaku kognitif, efektif, dan psikomotorik dengan baik. Keberadaan kompetensi dianggap memiliki pentingnya yang signifikan dalam menjalankan suatu profesi. 205 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Bambang Winarto, etc. Pengaruh Kompetensi Guru Dan Budaya A Kemampuan guru, yang tercermin dalam pemikiran dan tindakan yang cerdas dan bertanggung jawab, menjadi syarat utama dalam menjalankan tugas-tugas pendidikan setelah mengikuti proses pembelajaran khusus(Abdur. Rahman Wahid. Benny. Prasetiya. Heri, 2021a, 2021b. Joni et al. , 2020. Sumasrifah, 2. Dalam PP No. 74 tahun 2008, kompetensi pedagogik guru yaitu Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dan memahami peserta didik merupakan kegiatan yang seharusnya dilakukan guru, bahkan sebelum merancang pembelajaran. Hal ini dikarenakan proses pembelajaran pada dasarnya bertujuan untuk memberikan pembelajaran kepada peserta didik. Semua keputusan yang diambil dalam perancangan dan desain pembelajaran sebaiknya didasarkan pada kondisi peserta didik dan fasilitas pembelajaran (Rifma, 2. Kompetensi ini melibatkan pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, serta pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang Budaya Sekolah Budaya Sekolah menurut Susanto . merupakan budaya sekolah melibatkan pola nilai, prinsip-prinsip, tradisi, dan kebiasaan yang terbentuk seiring berjalannya Budaya ini tumbuh dan berkembang dalam periode yang panjang, menjadi panduan serta keyakinan yang dipegang oleh seluruh anggota komunitas sekolah, peserta didik, pendidik, kepala sekolah, tenaga pendidik, dan komite sekolah, sesuai dengan UU Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Keadaan dinamis di sekolah, interaksi terus-menerus antara semua anggota sekolah dengan latar belakang sosial yang beraneka ragam, membentuk sistem nilai yang menjadi elemen budaya bersama di lingkungan sekolah. Budaya sekolah melibatkan pola-pola yang mendalam, kepercayaan nilai, upacara, simbol-simbol, dan tradisi yang muncul dari serangkaian kebiasaan dan sejarah sekolah. Pendekatan terhadap penyelesaian masalah di sekolah juga menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya sekolah (Abdur. Rahman Wahid. Benny. Prasetiya. Heri, 2021b. Harimulyo et al. , 2021. Id, 2020. Muhammad. Ali. Benny. Prasetiya. Heri, 2021. Prasetiya et al. , 2018, 2. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa budaya sekolah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru dan kualitas pendidikan di satuan pendidikan 206 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Bambang Winarto, etc. Pengaruh Kompetensi Guru Dan Budaya A Kerangka Konseptual Kerangka konseptual model analisis: Kompetensi Guru (X. Kinerja Guru (Z) Budaya Sekolah (X. Kualitas Pendidikan (Y) Sumber: Di olah peneliti 2023 Gambar 2. Kerangka Konseptual Keterangan : Variable Eksogen : X1 : Kompetensi Guru : Budaya Sekolah Variable Intervening : Z : Kinerja Guru Variabel Endogen : Y : Kualitas Pendidikan Hipotesis Berdasarkan penjelasan di atas dan hasil penelitian sebelumnya, dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: . Kompetensi Guru memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap kualitas pendidikan di Gugus Paud AH. Nasution Kota Probolinggo, . Budaya Sekolah memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap kualitas pendidikan di Gugus Paud AH. Nasution Kota Probolinggo, . Kompetensi Guru berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap kinerja guru di Gugus Paud AH. Nasution Kota Probolinggo, . Budaya Sekolah berpengaruh secara langsung dan 207 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Bambang Winarto, etc. Pengaruh Kompetensi Guru Dan Budaya A signifikan terhadap kinerja guru di Gugus Paud AH. Nasution Kota Probolinggo, . Kinerja Guru memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap kualitas pendidikan di Gugus Paud AH. Nasution Kota Probolinggo, . Kompetensi Guru memiliki pengaruh tidak langsung yang signifikan terhadap kualitas pendidikan melalui kinerja guru di Gugus Paud AH. Nasution Kota Probolinggo, dan . Budaya Sekolah memiliki pengaruh tidak langsung yang signifikan terhadap kualitas pendidikan melalui kinerja guru di Gugus Paud AH. Nasution Kota Probolinggo. METODE PENELITIAN Penelitian ini memanfaatkan pendekatan kuantitatif dengan menerapkan rumus statistik untuk analisis data. Tujuan utama penelitian adalah untuk mengevaluasi dampak kompetensi guru dan budaya sekolah terhadap kualitas pendidikan melalui kinerja guru di Gugus Paud AH. Nasution Kota Probolinggo. Menurut Sugiyono . , pendekatan penelitian kuantitatif berasal dari filsafat positivisme, digunakan untuk menyelidiki pada populasi atau sampel tertentu, dan melibatkan pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di Sekretariat Gugus Paud AH. Nasution yang terletak di TKIT BintangKu, yang beralamat di Perum Sumbertaman Indah. Jln. Taman Bougenvile No. Kuisioner sebagai instrumen penelitian disebarkan ke beberapa lembaga Paud di Gugus Paud AH. Nasution Kota Probolinggo. Populasi dalam penelitian mencakup 49 orang pendidik. Menurut Sugiyono . Sampel merupakan sebagian dari keseluruhan populasi yang dapat dipilih dengan menggunakan teknik sampling. Dalam penelitian ini, diterapkan teknik sampling non-probabilitas, khususnya teknik sampling jenuh, di mana keseluruhan anggota populasi diambil sebagai sampel. Pilihan untuk menggunakan pendekatan ini disebabkan oleh jumlah populasi yang relatif kecil. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, yakni sejumlah pertanyaan tertulis yang telah disusun sebelumnya dan akan diisi oleh responden. Kuesioner memiliki tujuan utama, yaitu . memperoleh informasi yang relevan . memastikan realibilitas dan validitas informasi yang diperoleh. Sesuai dengan sifat sampel dan tujuan penelitian, penelitian ini menggunakan metode Partial Least Square (PLS), sebuah metode analisis alternatif yang termasuk dalam Structural Equation Modelling (SEM) dan berfokus pada Perangkat yang digunakan dalam penelitian ini adalah program SmartPLS Versi 208 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Bambang Winarto, etc. Pengaruh Kompetensi Guru Dan Budaya A Uji reliabilitas (Priyatno 2. , dihitung dengan menggunakan Koefisien reliabilitas Cronbach's Alpha dipakai untuk menilai kehandalan pernyataan yang digunakan dalam mengukur tiap variabel. Apabila nilai Cronbach's Alpha melampaui angka 0,6, dapat disimpulkan bahwa pernyataan-pernyataan tersebut dapat dianggap sebagai pengukuran yang dapat diandalkan. Dalam fase analisis data, diterapkan metode jalur Path Analysis sesuai dengan penjelasan yang diberikan oleh Riduwan dan Kuncoro . Model analisis ini diadopsi untuk menginvestigasi pola hubungan antar variabel dengan tujuan memahami dampak, baik secara langsung maupun tidak langsung, dari sekelompok variabel independen terhadap variabel dependen. Pengujian hipotesis dilakukan dengan memeriksa nilai perhitungan Path Coefficient pada uji inner model . odel struktura. Sebuah hipotesis dianggap diterima jika nilai t statistik melebihi batas t tabel sebesar 1,96 ( 5%). Hal ini mengindikasikan bahwa jika nilai t statistik untuk setiap hipotesis melebihi batas t tabel, maka hipotesis tersebut dapat diterima atau terbukti. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam penelitian ini. Kompetensi Guru merujuk pada Keterampilan guru dalam menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan sesuai dengan standar. Tingkat kompetensi dimiliki oleh seorang guru menjadi faktor utama dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat PAUD. Data didapatkan dari kuesioner dengan pertanyaanpertanyaan yang berkaitan terhadap Kompetensi Guru, dianggap sebagai variabel bebas: Tabel 4. Diskripsi Variabel Kompetensi Guru Sangat Setuju Setuju Cukup % % % Mean Kurang Setuju Tidak Setuju (Rata- % % Rat. KG1 KG2 KG3 KG4 209 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Bambang Winarto, etc. Pengaruh Kompetensi Guru Dan Budaya A MEAN (RATA-RATA) Sumber : Data Primer yang diolah 2023 Tabel di atas merupakan hasil untuk variabel Kompetensi Guru menunjukkan nilai rata-rata 4,69, berada dalam kategori yang sangat baik, dengan mayoritas responden menjawab "sangat paham". Hal ini menunjukkan bahwa Kompetensi Guru di Gugus PAUD AH. Nasution Kota Probolinggo secara umum memiliki tingkat kompetensi yang sangat tinggi. Sementara itu. Budaya Sekolah mencakup pola nilai, prinsip, tradisi, dan kebiasaan yang terbentuk dalam perjalanan panjang sekolah, dikembangkan dalam jangka waktu yang lama dan dipegang serta diyakini oleh seluruh warga sekolah, mendorong munculnya sikap dan perilaku warga sekolah. Data yang diperoleh dari hasil kuesioner dengan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan Budaya Sekolah, yang merupakan variabel bebas dalam penelitian ini, dapat diuraikan sebagai berikut: Tabel 4. Diskripsi Variabel Budaya Sekolah Sangat Setuju Setuju Cukup % % % Kurang Setuju Tidak Setuju % % Mean (RataRat. KG1 KG2 KG3 KG4 MEAN (RATA-RATA) Sumber : Data Primer yang diolah 2023 Dari data yang tercantum di atas, untuk variabel Budaya Sekolah menunjukkan hasil rata-rata sebesar 4,30, berada dalam kategori yang sangat baik, dengan dominasi jawaban "sangat paham". Hal ini menggambarkan bahwa Budaya Sekolah di Gugus PAUD AH. Nasution Kota Probolinggo secara umum memiliki tingkat pemahaman yang sangat baik atau tinggi terhadap budaya sekolah. 210 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Bambang Winarto, etc. Pengaruh Kompetensi Guru Dan Budaya A Kinerja guru mencakup sejauh mana guru berhasil melaksanakan tugasnya dan memberikan pendidikan sesuai dengan tanggung jawabnya, yang dinilai berdasarkan standar kinerja yang telah ditetapkan selama periode tertentu dalam upaya mencapai tujuan pendidikan. Data yang diperoleh dari hasil kuesioner, yang berisi pertanyaan terkait Kinerja Guru sebagai variabel bebas dalam penelitian ini, dapat diuraikan sebagai Tabel 4. Diskripsi Variabel Kinerja Guru Sangat Setuju Setuju Cukup % % Kurang Setuju Tidak Setuju % % % Mean (RataRat. KG1 KG2 KG3 KG4 MEAN (RATA-RATA) Sumber: Data Primer diolah tahun 2023 Berdasarkan data di atas, untuk variabel Kinerja Guru menunjukkan hasil rata-rata sebesar 4,88, berada dalam kategori yang sangat baik, dan sebagian besar dijawab dengan kategori "sangat paham". Hal ini menunjukkan bahwa Kinerja Guru di Gugus PAUD AH. Nasution Kota Probolinggo secara umum memiliki tingkat kinerja yang sangat tinggi. Kualitas pendidikan mencerminkan keadaan, kinerja, atau hasil yang diperlihatkan oleh setiap komponen entitas pendidikan dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan, berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, dan memuaskan peserta didik, pengguna, atau Dalam konteks ini, informasi yang diperoleh dari hasil kuesioner yang terkait dengan Kualitas Pendidikan, sebagai variabel yang tidak dipengaruhi dalam penelitian ini, dapat dijabarkan sebagai berikut. Tabel 4. Diskripsi Variabel Kualitas Pendidikan 211 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Bambang Winarto, etc. Pengaruh Kompetensi Guru Dan Budaya A Sangat Setuju Setuju Cukup % % % Mean Kurang Setuju Tidak Setuju % % Rat. (Rata- KP1 KP2 KP3 KP4 KP5 KP6 KP7 KP8 KP9 KP10 6 KP11 12 KP12 14 KP13 28 KP14 12 Mean (Rata-Rat. Sumber : Data Primer yang diolah 2023 Berdasarkan data responden di atas, untuk variabel Kualitas Pendidikan menunjukkan hasil rata-rata sebesar 4,30, berada dalam kategori yang sangat baik, dan mayoritas jawaban adalah "sangat paham". Hal ini menunjukkan bahwa Kualitas Pendidikan di Gugus PAUD AH. Nasution Kota Probolinggo secara umum memiliki tingkat kualitas yang sangat tinggi. 212 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Bambang Winarto, etc. Pengaruh Kompetensi Guru Dan Budaya A Hasil Uji Hipotesis Gambar Diagram Path Coefisien pengujian inner model . odel struktura. Uji hipotesis dilakukan dengan memeriksa nilai perhitungan Path Coefficient pada pengujian inner model . odel struktura. Hipotesis dianggap diterima jika nilai t-statistik melebihi nilai t tabel sebesar 1,960 ( 5%), yang berarti jika nilai t-statistik untuk setiap hipotesis lebih besar dari nilai t tabel, maka hipotesis tersebut dapat dianggap diterima atau terbukti. Uji reliabilitas dilakukan untuk menilai sejauh mana hasil pengukuran yang dilakukan secara berulang terhadap fenomena yang sama, menggunakan alat pengukuran yang sama, mampu menghasilkan data yang konsisten. Dua metode yang digunakan dalam uji reliabilitas mencakup penerapan Cronbach's alpha dan Composite Reliability. Untuk menjamin kehandalan suatu konstruk, nilai Cronbach's alpha sebaiknya melebihi 0,6, dan nilai Composite Reliability seharusnya lebih dari 0,7. Tabel 4. Hasil Perhitungan Path Coefisien 213 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Bambang Winarto, etc. Pengaruh Kompetensi Guru Dan Budaya A Sumber : olah data Smart-PLS 2023 Tabel 4. Hasil Perhitungan Path Coefficient pengaruh langsung Tabel 4. Hasil Perhitungan Path Coefisien pengaruh tidak langsung Berdasarkan gambar 4. 7 dan tabel 4. 11 serta tabel 4. 12 dan table 4. 13 menunjukkan hasil uji hipotesis sebagai berikut: Pengaruh Kompetensi Guru terhadap Kualitas Pendidikan Berdasarkan hasil uji hipotesis, nilai t-statistik adalah 0,128, yang lebih kecil dari nilai 1,960. Selain itu, nilai P Values sebesar 0,898 juga lebih besar dari 0,05. Oleh karena 214 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Bambang Winarto, etc. Pengaruh Kompetensi Guru Dan Budaya A itu, hipotesis ditolak, dan tidak terbukti bahwa Kompetensi Guru memiliki pengaruh langsung terhadap Kualitas Pendidikan di Gugus Paud AH Nasution Kota Probolinggo. Faktor ini kemungkinan disebabkan oleh sistem pendidikan yang sudah terstruktur dengan baik di PAUD AH Nasution. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek kompetensi guru tidak secara signifikan memengaruhi kualitas pendidikan di satuan PAUD, berbeda dengan temuan penelitian sebelumnya oleh Nisa Tsabitah. Nila Fitria . yang menyatakan bahwa kompetensi guru berperan dalam mencapai standar kompetensi dan memengaruhi kualitas pembelajaran serta kualitas pendidikan di satuan Pengaruh Budaya Sekolah terhadap Kualitas Pendidikan Berdasarkan hasil uji hipotesis, nilai t-statistik adalah 6,316, > 1,960. Selain itu, nilai P Values sebesar 0,000 < 0,05. Oleh karena itu, hipotesis diterima, dan terbukti bahwa Budaya Sekolah memiliki pengaruh langsung terhadap Kualitas Pendidikan di Gugus Paud AH Nasution Kota Probolinggo. Kualitas pendidikan di Gugus PAUD AH Nasution terlihat dipengaruhi oleh budaya sekolah yang selalu menekankan nilai-nilai positif dan menerapkannya kepada peserta didik. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Effendi, yang menyatakan bahwa budaya sekolah memiliki dampak signifikan terhadap kualitas pendidikan di satuan pendidikan, termasuk dalam hal prestasi siswa di SMA Al Izzah. Pengaruh Kinerja terhadap Kualitas Pendidikan Berdasarkan hasil uji hipotesis, nilai t-statistik sebesar 0,950, <1,960. Selain itu, nilai P Values sebesar 0,342, > 0,05. Oleh karena itu, hipotesis ditolak, dan tidak dapat terbukti bahwa Kinerja Guru memiliki pengaruh langsung terhadap Kualitas Pendidikan di Gugus Paud AH Nasution Kota Probolinggo. Temuan ini sejalan dengan kondisi di gugus PAUD AH Nasution, di mana kinerja guru tidak mempengaruhi kualitas pendidikan karena sistem pendidikan telah disiapkan berdasarkan kurikulum yang sesuai dengan pedoman Kementerian Pendidikan. Penelitian ini tidak mendukung temuan sebelumnya oleh Baridin . , yang menyatakan bahwa penerapan strategi pembelajaran berpengaruh secara signifikan terhadap mutu pendidikan di MTS NEGERI 2 Brebes. 215 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Bambang Winarto, etc. Pengaruh Kompetensi Guru Dan Budaya A Pengaruh Kompetensi Guru terhadap Kinerja Berdasarkan hasil uji hipotesis, nilai t statistik sebesar 5,179, >1,960. Selain itu, nilai P Values sebesar 0,000, < 0,05. Oleh karena itu, hipotesis diterima, dan terbukti bahwa Kompetensi Guru memiliki pengaruh terhadap Kinerja Guru di Gugus Paud AH Nasution Kota Probolinggo. Temuan ini mencerminkan bahwa kompetensi guru, yang mencakup kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial, diperoleh dari pendidikan dan pelatihan, berpengaruh positif terhadap kinerja guru. Hasil ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Pratiwi. Prasetyo. Shabrina . , yang menyatakan bahwa kompetensi guru sangat berpengaruh terhadap kinerja guru di satuan PAUD. Pengaruh Budaya Sekolah terhadap Kinerja. Berdasarkan hasil uji hipotesis, diperoleh nilai t statistik sebesar 1,539, < 1,960. Selain itu, nilai P Values sebesar 0,124, > 0,05. Oleh karena itu, hipotesis ini ditolak, dan tidak terbukti bahwa Budaya Sekolah memiliki pengaruh terhadap Kinerja Guru di Gugus Paud AH Nasution Kota Probolinggo. Temuan ini menunjukkan bahwa, dalam konteks Gugus PAUD AH Nasution, budaya sekolah tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Hal ini berbeda dengan penelitian sebelumnya oleh Tsaqifah, et al. yang menemukan bahwa budaya organisasi sekolah berpengaruh signifikan terhadap Dengan demikian, dalam kasus ini, budaya sekolah mungkin tidak menjadi faktor penentu utama dalam memengaruhi kinerja guru. Pengaruh Kompetensi Guru terhadap Kualitas Pendidikan melalui Kinerja Guru. Berdasarkan hasil uji hipotesis, didapatkan nilai t statistik sebesar 0,815, < 1,960. Selain itu, nilai P Values sebesar 0,415, > 0,05. Oleh karena itu, hipotesis ini ditolak, dan tidak dapat dipastikan bahwa Kompetensi Guru memiliki pengaruh langsung terhadap Kualitas Pendidikan melalui Kinerja Guru di Gugus PAUD AH. Nasution Kota Probolinggo. Hasil ini menunjukkan bahwa, dalam konteks Gugus PAUD AH. Nasution, kompetensi guru yang diperoleh dari pendidikan dan pelatihan tidak memberikan pengaruh langsung terhadap kualitas pendidikan melalui kinerja guru. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh fakta bahwa kualitas pendidikan lebih banyak ditentukan oleh kurikulum yang telah ditetapkan oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan. Temuan ini tidak sepenuhnya sejalan dengan penelitian sebelumnya oleh Nisa Tsabitah, 216 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Bambang Winarto, etc. Pengaruh Kompetensi Guru Dan Budaya A Nila Fitria, yang menunjukkan bahwa Kompetensi Profesional Guru memiliki pengaruh signifikan terhadap Kualitas Pembelajaran di RA Kecamatan Ciledug Kota Tangerang. Pengaruh Budaya Sekolah terhadap Kualitas Pendidikan melalui Kinerja Guru. Berdasarkan hasil uji hipotesis, didapatkan nilai t statistik sebesar 0,890, <1,960. Selain itu, nilai P Values sebesar 0,374, > 0,05. Oleh karena itu, hipotesis ini ditolak, dan tidak dapat dipastikan bahwa Budaya Sekolah memiliki pengaruh langsung terhadap Kualitas Pendidikan melalui Kinerja Guru di Gugus PAUD AH. Nasution Kota Probolinggo. Temuan ini konsisten dengan kondisi di Gugus PAUD AH. Nasution, di mana budaya sekolah yang muncul dari nilai-nilai positif internal tidak memberikan pengaruh langsung terhadap kualitas pendidikan melalui kinerja guru. Penelitian ini juga sejalan dengan hasil penelitian Mustowiyah. Murniati. Sunandar, yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari masing-masing kompetensi profesional terhadap mutu lulusan dan kinerja guru di SMP Negeri se-Kecamatan Randudongkal Kabupaten Pemalang. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa Kompetensi Guru. Budaya Sekolah. Kinerja Guru, dan Kualitas Pendidikan di Gugus PAUD AH. Nasution Kota Probolinggo berada dalam kategori sangat baik. Meskipun demikian, variabel Kompetensi Guru tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Kualitas Pendidikan di Gugus PAUD AH. Nasution Kota Probolinggo. Sebaliknya. Budaya Sekolah memiliki pengaruh signifikan terhadap Kualitas Pendidikan di Gugus PAUD AH. Nasution Kota Probolinggo. Selanjutnya. Kinerja Guru tidak berpengaruh signifikan terhadap Kualitas Pendidikan di Gugus PAUD AH. Nasution Kota Probolinggo. Namun. Kompetensi Guru memiliki pengaruh signifikan terhadap Kinerja Guru di Gugus PAUD AH. Nasution Kota Probolinggo. Di sisi lain. Budaya Sekolah tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Guru di Gugus PAUD AH. Nasution Kota Probolinggo. Selain itu. Kompetensi Guru dan Budaya Sekolah tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Kualitas Pendidikan melalui Kinerja Guru di Gugus PAUD AH. Nasution Kota Probolinggo. DAFTAR PUSTAKA