Faktor-Faktor Preferensi Muzaki dalam Menyalurkan Dana Zakat Melalui Baznas Kabupaten Garut Hendra1. Oktri Mohammad Firdaus2. Ijudin3 1, 2 Program Studi Magister Manajemen. Universitas Garut Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam. Universitas Garut ubaydillahhendra@gmail. firdaus@uniga. ijudin@uniga. Abstrak Zakat merupakan instrumen zakat untuk mewujudkan ekonomi berkeadilan tidak berjalan sebagaimana mestinya dan pengumpulan zakat di lembaga-lembaga penghimpunan zakat tidak ideal instrumen zakat untuk mewujudkan ekonomi. Hal ini karena pengetahuan masyarakat tentang sumber-sumber yang harus dikeluarkan Zakat hanya terfokus pada sumber-sumber tradisional, meskipun hal ini. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang zakat mempengaruhi penghimpunan dana zakat di lembaga keluarga. Oleh karena itu diperlukan lembaga atau lembaga masyarakat untuk dapat membantu. Tidak dapat dipungkiri bahwa pemahaman masyarakat tentang konsep zakat kini telah berkembang dalam bentuk yang berjanji untuk membayar zakat, membayar zakat secara langsung tanpa perantara Amil menerima zakat (Mustahi. Hal seperti ini masih berkembang di masyarakat. Pada dasarnya tidak dilarang untuk mengarahkan zakat kepada mustahiq, namun mengingat tujuan zakat yaitu upaya mengentaskan kemiskinan, maka tidak Efek pendistribusian zakat tersebut hanya berumur pendek, sehingga tujuan utama zakat, mengubah mustahik menjadi muzakki, sulit tercapai. Oleh karena itu, penyaluran zakat melalui Amil sangat penting agar sejalan dengan visi dan misi zakat serta berhasil. Dalam hal ini Amil Zakat diangkat dan diangkat oleh penguasa atau pemerintah, sehingga tidak ada yang bisa menjadi Amil. Beberapa syarat Amil adalah Muslim, kedewasaan, kejujuran, amanah, pengetahuan Fiqh Zakat, dan kekuatan fisik dan mobilitas yang tinggi. Peluang zakat di Indonesia sangat besar. Arifin Purwanto. General Manager BAZNAS, mengatakan dalam siaran langsung IDN Times pada 15 Juni 2020, potensi Zakat sebesar Rp 330 triliun. Berdasarkan terlihat yang cukup signifikan dari tahun 2017 hingga tahun 2021. Akan tetapi, jika merujuk pada potensi yang ada, perolehan tersebut masih sangat jauh dari potensi pengumpulan zakat di Kabupaten Garut. Keywords: Baznas. Minat Zakat. Pengelolaan Zakat. Preferensi. Pendahuluan Meski telah memiliki legalitas hukum dan diakui secara resmi oleh Pemerintah Daerah. Baznas Kabupaten Garut tetap harus terus meningkatkan kualitas daya saing guna membentangkan sayapnya untuk menjadi lembaga pengelola zakat yang senantiasa membantu mensejahterakan masyarakat menengah kebawah. Selain itu, dengan adanya lembaga amil zakat lain selain Baznas Hendra, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. di Kabupaten Garut menjadikan Baznas juga memiliki mitra sekaligus pesaing dalam menghimpun dana zakat di Kabupaten Garut. Upaya peningkatan daya saing tersebut senantiasa terus dilakukan oleh Baznas dengan berbagai cara, diantaranya dengan melaksanakan berbagai pelatihan amil, penggunaan teknologi, dan peningkatan akuntabilitas Baznas Kabupaten Garut. Salah satu potensi zakat yang besar ada dilingkungan ASN Kabupaten Garut yang tersebar di seluruh SKPD Kabupaten Garut. Jumlah ASN di Kabupaten Garut tahun 2017 yang terupdate pada website BPS sebanyak 16. 312, jika diperkirakan terhadap rasio pengumpulan zakat ada di angka hampir 3 milyar/bulannya, yang artinya mencapai 36 milyar/tahun. Jika dibandingkan antara pengumpulan 1 tahun Baznas Kabupaten Garut pada tahun 2020 berkisar Rp 8. dengan potensi pengumpulan tahun 2020 sebesar Rp 36. Itu berarti hanya 23 % (Rp 465 / Rp 36. 000 X 100%) dari. Perhitungan tersebut hanya diambil dari potensi ASN yang ada di lingkungan SKPD Kabupaten Garut, belum mencakup perhitungan masyarakat umum yang sudah dapat dipastikan lebih besar dari potensi ASN. Kecenderungan adalah gagasan teoritis yang menggambarkan panduan perluasan pemenuhan dengan perpaduan tenaga kerja dan produk sebagai pernyataan selera individu. Pada akhirnya, kecenderungan pelanggan adalah gambaran perpaduan tenaga kerja dan produk yang disukai pembeli setiap kali mereka menawarkan kesempatan untuk mendapatkannya (Simamora, 2. Rekomendasi juga diartikan sebagai tingkat simpati terhadap produk dan bisa karena berbagai alasan seperti: B. pengalaman sebelumnya dan juga kepercayaan yang diwariskan, dibentuk oleh cara berpikir konsumen. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecenderungan pembeli, khususnya: Atribut. Minat. Keyakinan dan Pemenuhan (Simamora, 2. Sikap adalah keputusan mencerminkan bagaimana perasaan seseorang atau menikmati apa yang mereka Namun, tidak karena waktu, pendapatan dan banyak faktor lainnya membatasi pilihan mereka (Ekachaeryanti, 2. Agak yang merupakan asal kata untuk preferensi kecenderungan seseorang untuk memilih 1 perkara yang artinya kesukaan (Simamora, 2. Teori preferensi juga dikaji dari perspektif Islam, dimana konsumen terhadap pembelian. Jika atau aset karena paling penting adalah penggunaannya, yang haus berorientasi nilai-nilai bermanfaat yang bermanfaat bagi (Kinanti. Imani. Hasanah, & Asyaria, 2. Tinjauan Pustaka Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Preperensi Muzaki Membayar Zakat Kecenderungan adalah gagasan teoritis yang menggambarkan panduan perluasan pemenuhan dengan perpaduan tenaga kerja dan produk sebagai pernyataan selera individu. Pada akhirnya, kecenderungan pelanggan adalah gambaran perpaduan tenaga kerja dan produk yang disukai pembeli setiap kali mereka menawarkan kesempatan untuk mendapatkannya (Simamora, 2. Rekomendasi juga diartikan sebagai tingkat simpati terhadap produk dan bisa karena berbagai alasan seperti: B. pengalaman sebelumnya dan juga kepercayaan yang diwariskan, dibentuk oleh cara berpikir konsumen. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecenderungan pembeli, khususnya: Atribut. Minat. Keyakinan dan Pemenuhan (Simamora, 2. Sikap adalah keputusan mencerminkan bagaimana perasaan seseorang atau menikmati apa yang mereka Namun, tidak karena waktu, pendapatan dan banyak faktor lainnya membatasi pilihan mereka (Ekachaeryanti, 2. Agak yang merupakan asal kata untuk preferensi kecenderungan seseorang untuk memilih 1 perkara yang artinya kesukaan (Simamora, 2. Teori preferensi juga dikaji dari perspektif Islam, dimana konsumen terhadap pembelian. Jika atau aset karena paling penting adalah penggunaannya, yang haus berorientasi nilai-nilai bermanfaat yang bermanfaat bagi (Kinanti. Imani. Hasanah, & Asyaria, 2. Hendra, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Religiusitas Berdasarkan teori Fetzer (Pratiwi, 2. , pengertian religiositas pemeluknya harus mengikuti ajaran masing-masing agama. Mewujudkan cita-cita nasional membangun masyarakat material dan spiritual yang baik, pemerintah terus berupaya untuk mewujudkan cita-cita tersebut, yang meliputi pengembangan bidang keagamaan, yang dapat digunakan untuk membersihkan harta muzakki, yang disalurkan kepada para penerima zakat . , sehingga zakat tidak hanya dapat membantu Keuangan Mustahiq, tetapi juga juga dapat menjadi alat untuk mengelola keuangan publik. Pada dasarnya tujuan utama zakat dalam jangka panjang adalah untuk menerima muzak dari mustahiq. Alturisme Altruisme juga didefinisikan sebagai minat tanpa pamrih dalam membantu seseorang (Santrock. Altruisme mempengaruhi partisipasi seseorang dalam berzakat, sehingga altruisme dapat memotivasi dan mendorong seseorang untuk membayar zakat. Dimensi altruisme termasuk misempati, keyakinan pada kata adil . elief in the justice of the worl. , tanggung jawab, pengendalian diri dan ego (Myers & Dewall, 2. Didin Hafidhudin dalam bukunya mengatakan bahwa instrumen zakat untuk mewujudkan ekonomi berkeadilan tidak berjalan sebagaimana mestinya dan pengumpulan zakat di lembaga-lembaga penghimpunan zakat tidak ideal. Hal ini karena pengetahuan masyarakat tentang sumber-sumber yang harus dikeluarkan Zakat hanya terfokus pada sumber-sumber tradisional, meskipun hal ini (Hafidhudin, 2. Organisasi Menurut Philip Kotler . harma, 2. , konsumen harus melalui beberapa tahapan, dalam hal ini muzaki . rang yang memberikan zaka. untuk membentuk preferensi. Proses evaluasi konsumen untuk membentuk preferensi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: Asumsikan Satu Set Atribut. Misalnya. Adalah. Gaya. Dan Fitur Yang Signifikan. Fungsi Tersebut Tergantung Tiap Individu. Menempatkan Nilai Yang Berbeda Saat Mengevaluasi Karakteristik Mana Yang Paling Penting. Konsumen Dengan Daya Beli Terbatas Cenderung Mempertimbangkan Harga Sebagai Fitur Utama. Konsumen Mengembangkan Keyakinan Yang Berbeda Tentang Pentingnya Setiap Atribut Produk. Fitur Yang Berbeda Dan Produk Bervariasi Akan Memuaskan Konsumen. Melalui Proses Evaluasi rakyat memperoleh sikap terhadap produk yang berbeda. Kepercayaan Kepercayaan pemeluknya harus mengikuti ajaran masing-masing agama. Mewujudkan cita-cita nasional membangun masyarakat material dan spiritual yang baik, pemerintah terus berupaya untuk mewujudkan cita-cita tersebut, yang meliputi pengembangan bidang keagamaan. dapat digunakan untuk membersihkan harta muzakki, yang disalurkan kepada para penerima zakat . , sehingga zakat tidak hanya dapat membantu Keuangan Mustahiq, tetapi juga juga dapat menjadi alat untuk mengelola keuangan publik. Pada dasarnya tujuan utama zakat dalam jangka panjang adalah untuk menerima muzak dari mustahiq. Hendra, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Teknologi juga didefinisikan sebagai minat tanpa pamrih dalam membantu seseorang (Santrock, 2. Altruisme mempengaruhi partisipasi seseorang dalam berzakat, sehingga altruisme dapat memotivasi dan mendorong seseorang untuk membayar zakat. Dimensi altruisme termasuk misempati, keyakinan pada kata adil . elief in the justice of the worl. , tanggung jawab, pengendalian diri dan ego (Myers & Dewall, 2. juga didefinisikan sebagai minat tanpa pamrih dalam membantu seseorang (Santrock, 2. Altruisme mempengaruhi partisipasi seseorang dalam berzakat, sehingga altruisme dapat memotivasi dan mendorong seseorang untuk membayar Dimensi altruisme termasuk misempati, keyakinan pada kata adil . elief in the justice of the worl. , tanggung jawab, pengendalian diri dan ego (Myers & Dewall, 2. didefinisikan sebagai minat tanpa pamrih dalam membantu seseorang (Santrock, 2. Altruisme mempengaruhi partisipasi seseorang dalam berzakat, sehingga altruisme dapat memotivasi dan mendorong seseorang untuk membayar zakat. Dimensi altruisme termasuk misempati, keyakinan pada kata adil . elief in the justice of the worl. , tanggung jawab, pengendalian diri dan ego (Myers & Dewall, 2. Akuntabilitas Akuntabilitas merupakan juga didefinisikan sebagai minat tanpa pamrih dalam membantu seseorang (Santrock, 2. Altruisme mempengaruhi partisipasi seseorang dalam berzakat, sehingga altruisme dapat memotivasi dan mendorong seseorang untuk membayar zakat. Dimensi altruisme termasuk misempati, keyakinan pada kata adil . elief in the justice of the worl. , tanggung jawab, pengendalian diri dan ego (Myers & Dewall, 2. Minat Muzaki Membayar Zakat Meski telah memiliki legalitas hukum dan diakui secara resmi oleh Pemerintah Daerah. Baznas Kabupaten Garut tetap harus terus meningkatkan kualitas daya saing guna membentangkan sayapnya untuk menjadi lembaga pengelola zakat yang senantiasa membantu mensejahterakan masyarakat menengah kebawah. Selain itu, dengan adanya lembaga amil zakat lain selain Baznas di Kabupaten Garut menjadikan Baznas juga memiliki mitra sekaligus pesaing dalam menghimpun dana zakat di Kabupaten Garut. Upaya peningkatan daya saing tersebut senantiasa terus dilakukan oleh Baznas dengan berbagai cara, diantaranya dengan melaksanakan berbagai pelatihan amil, penggunaan teknologi, dan peningkatan akuntabilitas Baznas Kabupaten Garut. Salah satu potensi zakat yang besar ada dilingkungan ASN Kabupaten Garut yang tersebar di seluruh SKPD Kabupaten Garut. Jumlah ASN di Kabupaten Garut tahun 2017 yang terupdate pada website BPS sebanyak 16. 312, jika diperkirakan terhadap rasio pengumpulan zakat ada di angka hampir 3 milyar/bulannya, yang artinya mencapai 36 milyar/tahun. Jika dibandingkan antara pengumpulan 1 tahun Baznas Kabupaten Garut pada tahun 2020 berkisar Rp 8. dengan potensi pengumpulan tahun 2020 sebesar Rp 36. Itu berarti hanya 23 % (Rp 465 / Rp 36. 000 X 100%) dari. Perhitungan tersebut hanya diambil dari potensi ASN yang ada di lingkungan SKPD Kabupaten Garut, belum mencakup perhitungan masyarakat umum yang sudah dapat dipastikan lebih besar dari potensi ASN. Meski telah memiliki legalitas hukum dan diakui secara resmi oleh Pemerintah Daerah. Baznas Kabupaten Garut tetap harus terus meningkatkan kualitas daya saing guna membentangkan sayapnya untuk menjadi lembaga pengelola zakat yang senantiasa membantu mensejahterakan masyarakat menengah kebawah. Selain itu, dengan adanya lembaga amil zakat lain selain Baznas di Kabupaten Garut menjadikan Baznas juga memiliki mitra sekaligus pesaing dalam menghimpun dana zakat di Kabupaten Garut. Upaya peningkatan daya saing tersebut senantiasa terus dilakukan Hendra, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. oleh Baznas dengan berbagai cara, diantaranya dengan melaksanakan berbagai pelatihan amil, penggunaan teknologi, dan peningkatan akuntabilitas Baznas Kabupaten Garut. Salah satu potensi zakat yang besar ada dilingkungan ASN Kabupaten Garut yang tersebar di seluruh SKPD Kabupaten Garut. Jumlah ASN di Kabupaten Garut tahun 2017 yang terupdate pada website BPS 312, jika diperkirakan terhadap rasio pengumpulan zakat ada di angka hampir 3 milyar/bulannya, yang artinya mencapai 36 milyar/tahun. Jika dibandingkan antara pengumpulan 1 tahun Baznas Kabupaten Garut pada tahun 2020 berkisar Rp 8. 465 dengan potensi pengumpulan tahun 2020 sebesar Rp 36. Itu berarti hanya 23 % (Rp 8. / Rp 36. 000 X 100%) dari. Perhitungan tersebut hanya diambil dari potensi ASN yang ada di lingkungan SKPD Kabupaten Garut, belum mencakup perhitungan masyarakat umum yang sudah dapat dipastikan lebih besar dari potensi ASN. Metodologi Metode yang digunakan kuantitatif deskriptif yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjabarkan hasil analisis Kabupaten Garut. Analisis deskriptif yaitu analisis yang bertujuan untuk mengungkapkan permasalahan dengan menggambarkan dan menginterpretasikan objek serta bertujuan untuk mengungkapkan permasalahan, mengkajinya, menganalisa yang menjadi fokus permasalahan serta mencari jawaban dan pemecahan masalah dari permasalahan tersebut Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian Hasil Uji Kualitas Data acuan, atau keadaan pikiran, kegigihan pemikiran yang memberikan jawaban atas masalah yang diteliti, atau penalaran ilmiah yang digunakan bersama dengan teori dan konsep yang relevan sebagai kerangka acuan pemikiran. Pada penelitian ini peneliti memfokuskan pada preferensi muzakki dalam penyaluran zakat melalui Baznas Kabupaten Garut agar peneliti dapat menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi muzaki tersebut. acuan, atau keadaan pikiran, kegigihan pemikiran yang memberikan jawaban atas masalah yang diteliti, atau penalaran ilmiah yang digunakan bersama dengan teori dan konsep yang relevan sebagai kerangka acuan Pada penelitian ini peneliti memfokuskan pada preferensi muzakki dalam penyaluran zakat melalui Baznas Kabupaten Garut agar peneliti dapat menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi muzaki tersebut. acuan, atau keadaan pikiran, kegigihan pemikiran yang memberikan jawaban atas masalah yang diteliti, atau penalaran ilmiah yang digunakan bersama dengan teori dan konsep yang relevan sebagai kerangka acuan pemikiran. Pada penelitian ini peneliti memfokuskan pada preferensi muzakki dalam penyaluran zakat melalui Baznas Kabupaten Garut agar peneliti dapat menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi muzaki tersebut. Tabel 1: Hasil Uji Validitas Variabel X X1 1 X1 2 X1 3 Scale Mean if Item Deleted 22,53 22,15 23,05 Scale Variance if Item Deleted 5,243 6,145 4,905 Corrected ItemTotal Correlation ,654 ,614 ,603 Squared Multiple Cronbach's Alpha if Correlation Item Deleted ,460 ,797 ,472 ,815 ,444 ,813 Hendra, et. X1 4 22,78 X1 5 22,48 X1 6 22,42 X2 1 23,01 X2 2 23,14 X2 3 22,96 X2 4 22,98 X2 5 22,97 X2 6 23,11 X3 1 21,24 X3 2 21,25 X3 3 21,24 X3 4 21,13 X3 5 21,13 X3 6 21,21 X4 1 21,40 X4 2 21,34 X4 3 21,48 X4 4 21,58 X4 5 21,43 X4 6 21,45 X5 1 17,42 X5 2 17,48 X5 3 17,48 X5 4 17,51 X5 5 17,48 X6 1 20,55 X6 2 20,46 X6 3 20,49 X6 4 20,47 X6 5 20,52 X6 6 20,85 X7 1 21,46 X7 2 21,36 X7 3 21,32 X7 4 21,39 X7 5 21,46 X7 6 21,31 Sumber : Output SPSS 21 Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. 4,961 5,563 5,640 5,185 4,862 5,250 6,033 6,032 4,971 11,042 10,710 10,672 11,091 11,343 10,906 9,822 10,765 9,781 10,028 10,146 10,502 6,817 6,252 6,050 6,218 6,487 9,779 9,981 10,202 10,503 9,647 10,347 10,603 10,467 10,538 10,459 10,469 10,803 ,697 ,591 ,561 ,747 ,820 ,716 ,526 ,430 ,773 ,735 ,815 ,805 ,808 ,796 ,792 ,828 ,736 ,868 ,681 ,802 ,722 ,774 ,933 ,942 ,912 ,805 ,808 ,808 ,844 ,782 ,834 ,529 ,871 ,906 ,909 ,925 ,870 ,875 ,526 ,369 ,443 ,672 ,727 ,549 ,373 ,304 ,692 ,612 ,678 ,666 ,739 ,693 ,658 ,714 ,609 ,772 ,537 ,668 ,551 ,614 ,912 ,920 ,849 ,669 ,682 ,746 ,810 ,679 ,707 ,351 ,777 ,847 ,875 ,915 ,860 ,778 ,787 ,810 ,816 ,832 ,817 ,838 ,869 ,885 ,827 ,922 ,912 ,913 ,913 ,915 ,915 ,895 ,909 ,890 ,919 ,899 ,910 ,959 ,933 ,931 ,936 ,955 ,887 ,888 ,885 ,893 ,883 ,935 ,963 ,959 ,959 ,957 ,963 ,962 Tabel 2: Hasil Uji Validitas Variabel Y Scale Mean if Item Deleted 17,98 17,94 18,13 17,79 17,79 Sumber : Output SPSS 21 Scale Variance if Item Deleted 4,924 4,862 5,035 5,225 5,309 Corrected ItemTotal Correlation ,797 ,797 ,688 ,767 ,779 Squared Multiple Cronbach's Alpha if Correlation Item Deleted ,702 ,876 ,686 ,876 ,537 ,902 ,720 ,883 ,737 ,882 Tabel 3: Hasil Uji Reliabilitas Variabel Religiusitas Cronbach's Alpha ,834 Cronbach's Alpha Based on Standardized Items ,843 Hendra, et. Variabel Alturisme Organisas Lokasi Kepercayaan Teknologi Akuntabilitas Minat Sumber : Output SPSS 21 Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Cronbach's Alpha ,869 ,928 ,919 ,954 ,911 ,967 ,905 Hasil Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Cronbach's Alpha Based on Standardized Items ,865 ,929 ,921 ,954 ,919 ,967 ,907 Gambar 1: Hasil Uji Normalitas Uji Multikolinieritas Jika nilai Tolerance > 0. 1, maka tidak terjadi multikolinearitas. Jika nilai nilai VIF < 10, maka tidak terjadi multikolinearitas. Hasil uji multikolinieritas dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel Coefficients a berikut ini: Tabel 4: Hasil Uji Multikolinieritas Model (Constan. Religiusitas Alturisme Organisasi Lokasi Kepercayaan Teknologi Akuntabilitas Sumber : Output SPSS 21 Standardized Coefficients Beta ,083 ,293 -,281 ,194 ,253 -,128 ,447 Sig. 1,524 ,934 3,374 -2,488 1,565 1,953 -1,332 3,484 ,130 ,353 ,001 ,014 ,120 ,053 ,186 ,001 Collinearity Statistics Tolerance VIF ,371 ,388 ,228 ,189 ,175 ,315 ,177 2,696 2,575 4,378 5,288 5,727 3,174 5,648 Hendra, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. 2 Pembahasan Kabupaten Garut sebagai lembaga yang akan mengelola harta zakatnya yang dalam hal ini disebut Preferensi muzaki dibahas kepercayaan, teknologi dan akuntabilitas. Dalam penelitian ini dibahas hasil pengaruh variabel x . eligiusitas, alturisme, organisasi, lokasi, kepercayaan, teknologi dan akuntabilita. terhadap variabel y . inat zaka. Uji T (Uji Parsia. Tabel 5: Hasil Uji T Model Unstandardized Coefficients 2,542 ,084 ,297 -,198 ,142 ,224 -,094 ,320 (Constan. Religiusitas Alturisme Organisasi Lokasi Kepercayaan Teknologi Akuntabilitas Std. Error 1,668 ,090 ,088 ,080 ,091 ,115 ,071 ,092 Standardized Coefficients Beta ,083 ,293 -,281 ,194 ,253 -,128 ,447 Sig. 1,524 ,934 3,374 -2,488 1,565 1,953 -1,332 3,484 ,130 ,353 ,001 ,014 ,120 ,053 ,186 ,001 Meski telah memiliki legalitas hukum dan diakui secara resmi oleh Pemerintah Daerah. Baznas Kabupaten Garut tetap harus terus meningkatkan kualitas daya saing guna membentangkan sayapnya untuk menjadi lembaga pengelola zakat yang senantiasa membantu mensejahterakan masyarakat menengah kebawah. Selain itu, dengan adanya lembaga amil zakat lain selain Baznas di Kabupaten Garut menjadikan Baznas juga memiliki mitra sekaligus pesaing dalam menghimpun dana zakat di Kabupaten Garut. Upaya peningkatan daya saing tersebut senantiasa terus dilakukan oleh Baznas dengan berbagai cara, diantaranya dengan melaksanakan berbagai pelatihan amil, penggunaan teknologi, dan peningkatan akuntabilitas Baznas Kabupaten Garut. Salah satu potensi zakat yang besar ada dilingkungan ASN Kabupaten Garut yang tersebar di seluruh SKPD Kabupaten Garut. Jumlah ASN di Kabupaten Garut tahun 2017 yang terupdate pada website BPS sebanyak 16. 312, jika diperkirakan terhadap rasio pengumpulan zakat ada di angka hampir 3 milyar/bulannya, yang artinya mencapai 36 milyar/tahun. Jika dibandingkan antara pengumpulan 1 tahun Baznas Kabupaten Garut pada tahun 2020 berkisar Rp 8. dengan potensi pengumpulan tahun 2020 sebesar Rp 36. Itu berarti hanya 23 % (Rp 465 / Rp 36. 000 X 100%) dari. Perhitungan tersebut hanya diambil dari potensi ASN yang ada di lingkungan SKPD Kabupaten Garut, belum mencakup perhitungan masyarakat umum yang sudah dapat dipastikan lebih besar dari potensi ASN. Uji F (Uji Simulta. Tabel 6: Def Ovar X Variabel (X. Religiusitas (Glock & Stark, 2. Dimensi Ritual (Penghayata. Ideologis/Keyakinan Pengetahuan Indikator Pernyataan Muzaki suka pergi ke tempat ibadah . dan rajin Muzaki meyakini adanya tuhan Muzaki sering mengikuti seminar keagamaan Hendra, et. (X. Altruisme (Myers & Dewall, (X. Organisasi (Mukhlis & Beik, (X. Lokasi (Tjiptono, 2. (X. Kepercayaan (Robbins & Coulter. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Pengalaman Konsekuensi Empati Belief In A Just Word (Meyakini Keadilan Duni. Tanggung Jawab Kontrol diri Ego Kecakapan Transparan Sosialisasi Akses Visibilitas Tempat Parkir Lingkungan Integritas Kompetensi Konsistensi Loyalitas Keterbukaan Muzaki sering membaca dan belajar ilmu agama Muzaki merasa doanya dikabulkan dan merasa Bersikap jujur dan tidak mencuri Memiliki perasaan iba kepada fakir miskin Kegemaran membantu orang lain Memandang zakat sebagai upaya bersyukur Merasa bersalah jika tidak membayar zakat Niat membersihkan harta Tidak mementingkan diri sendiri Tingkat kecakapan lembaga zakat Pengelolaan zakat oleh Baznas yang transparan Sosialisasi Baznas melalui media massa, elektronik atau langsung Kantor Baznas yang mudah di akses dan strategis Lokasi kantor dapat dilihat dari dekat Kantor Baznas memiliki tempat parkir yang luas dan Memiliki tempat parker untuk kantor Baznas Amil pengelola zakat memiliki sifat jujur dan dapat Amil pengelola zakat memiliki kemampuan dalam mengelola zakat Amil pengelola zakat tekun dan benar dalam mengelola zakat sesuai aturan Amil pengelola zakat memiliki sifat yang patuh pada aturan Baznas Adanya laporan penerimaan dan penyaluran zakat kepada muzakki Tabel 7: Hasil Uji F (Uji simulta. Model Sum of Squares Mean Square Sig. Regression 619,837 88,548 32,931 ,000b Residual 301,155 2,689 Total 920,992 Dependent Variable: Minat Predictors: (Constan. Akuntabilitas. Religiusitas. Alturisme. Teknologi. Organisasi. Lokasi. Kepercayaan Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecenderungan pembeli, khususnya: atribut, minat, keyakinan dan pemenuhan (Simamora, 2. Sikap adalah keputusan mencerminkan bagaimana perasaan seseorang atau menikmati apa yang mereka lakukan. Namun, tidak semua orang bebas melakukan apapun. Kecenderungan adalah gagasan teoritis yang menggambarkan panduan perluasan pemenuhan dengan perpaduan tenaga kerja dan produk sebagai pernyataan selera Pada akhirnya, kecenderungan pelanggan adalah gambaran perpaduan tenaga kerja dan produk yang disukai pembeli setiap kali mereka menawarkan kesempatan untuk mendapatkannya (Simamora, 2. Rekomendasi juga diartikan sebagai tingkat simpati terhadap produk dan bisa karena berbagai alasan seperti pengalaman sebelumnya dan juga kepercayaan yang diwariskan, dibentuk oleh cara yang mereka inginkan karena waktu, pendapatan dan banyak faktor lainnya membatasi pilihan mereka (Ekachaeryanti, 2. Agak yang merupakan asal kata untuk preferensi kecenderungan seseorang untuk memilih 1 perkara yang artinya kesukaan (Simamora. Teori preferensi juga dikaji dari perspektif Islam, dimana konsumen terhadap pembelian. Hendra, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Jika atau aset karena paling penting adalah penggunaannya, yang haus berorientasi nilai-nilai bermanfaat yang bermanfaat bagi (Kinanti. Imani. Hasanah, & Asyaria, 2. Kesimpulan Beberapa poin penting yang dapat disimpulkan dijabarkan sebagai berikut: Berdasarkan hasil pembahasan pada poin sebelumnya, dapat dilihat bahwa secara parsial variabel altruisme dan akuntabilitas adalah variabel yang dominan berpengaruh terhadap minat muzakki membayar zakat ke Baznas Kabupaten Garut. Variabel altruisme dan akuntabilitas nilainya memiliki kontribusi terhadap nilai minat zakat. Baznas Kabupaten Garut merumuskan strategi pengumpulan dengan mengacu pada peningkatan akuntabilitas publik dan dan mendorong altruisme publik. Jika dirinci, strategi pengumpulan tersebut dapat dijabarkan seperti dibawah ini Mengelola zakat secara transparan, sehingga publik memiliki kepercayaan kepada Baznas Kabupaten Garut. Dalam hal ini. Baznas Kabupaten Garut telah menggunakan sistem entri data pengumpulan yang terintegrasi secara online yang disebut. Daftar Pustaka