Efektivitas edukasi dengan media audio visual terhadap peningkatan pengetahuan diabetes mellitus pada remaja The effectiveness of education using audio-visual media on improving knowledge about diabetes mellitus among adolescents Siti Dara Humayra1. Nora Veri2*. Silfia Dewi3. Dewita4. Abdurrahman5 1-4 Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Aceh 5 Poltekkes Kemenkes Aceh *E-mail: nora. rahman1983@gmail. ARTICLE INFO ABSTRAK Kata Kunci: Edukasi. Diabetes Mellitus. Media audio Booklet Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) adalah gangguan metabolisme kronis dan progresif yang ditandai dengan hiperglikemia . eningkatan kadar glukosa dara. yang persisten. Diabetes pada remaja menjadi lebih umum dan diduga disebabkan oleh berbagai faktor seperti obesitas, resistensi insulin, huperglikemia, hipoglikemia, hipertensi, mikroalbuminuria, dislipidemia, merokok, alkohol serta riwayat keluarga dengan DM. Upaya penanggulangan DM tipe 2 pada masa remaja didasarkan pada pencegahan obesitas, dimana salah satunya adalah dengan edukasi. Tujuan: untuk mengetahui efektivitas edukasi dengan media booklet terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang DM tipe 2. Metode: Jenis penelitian adalah quasi eksperimen dengan pendekatan posttest only control group, yaitu memberikan media edukasi audio visual sebagai perlakuan dan memberikan booklet kepada kelompok kontrol tanpa penjelasan apapun. Jumlah sampel adalah sebanyak 200 remaja yang dibagi kedalam dua kelompok. Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan bahwa media video edukasi memiliki pengaruh yang lebih kuat terhadap pemahaman remaja tentang DM dengan nilai p value sebesar 0,000 (<0,. Kesimpulan: Media video edukasi lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan diabetes Melitus pada remaja dibandingkan dengan media booklet. Keywords: Education. Diabetes Mellitus. Audiovisual Booklet History: Submited 07/07/2025 Revised 15/09/2025 Accepted 30/09/2025 Published 01/12/2025 Penerbit ABSTRACT Background: Diabetes Mellitus (DM) is a chronic and progressive metabolic disorder characterized by persistent hyperglycemia . levated blood glucose The incidence of diabetes among adolescents has become more common and is thought to be caused by various factors such as obesity, insulin resistance, hyperglycemia, hypoglycemia, hypertension, microalbuminuria, dyslipidemia, smoking, alcohol consumption, and a family history of diabetes. Efforts to prevent type 2 DM in adolescence are primarily focused on obesity prevention, one of which is through educational interventions. Purpose: to determine the effectiveness of education using booklet media on improving adolescentsAo knowledge about type 2 diabetes mellitus. Methods: This study employed a quasi-experimental design with a posttest-only control group approach, in which the intervention group received audio-visual educational media, while the control group received a booklet without any explanation. The total sample consisted of 200 adolescents divided into two groups. Results: Statistical analysis showed that the educational video media had a stronger effect on adolescentsAo understanding of diabetes mellitus, with a p-value of 000 (<0. Conclusion: Audio-visual educational media were more effective in improving adolescentsAo knowledge about diabetes mellitus compared to booklet media. FJK. Vol. 5 No. 2, 01 Desember 2025 Humayra et al. Efektivitas edukasi dengan media. PENDAHULUAN glukosa dara. yang persisten. Kondisi ini terjadi akibat kelainan sekresi insulin, aksi insulin, atau kombinasi Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas yang mengatur kadar glukosa darah (Fahed et al. , 2022. Yameny, 2. Diabetes pada remaja menjadi lebih umum dan diduga disebabkan oleh berbagai faktor seperti huperglikemia, hipoglikemia, hipertensi, merokok, alkohol serta riwayat keluarga dengan DM (Pastore et al. , 2. Upaya penanggulangan DM tipe 2 pada masa kanak-kanak dan remaja didasarkan pada pencegahan obesitas, mengingat hubungan etiologi antara peningkatan lemak tubuh dan DM tipe 2 (Serbis et , 2021. Yusfita, 2. Komplikasi diabetes dapat terjadi retinopati, albuminuria dan hipertensi lebih umum terjadi serta penyaklit Komplikasi vaskular diabetes umum terjadi pada remaja penderita diabetes, dan mengakibatkan risiko morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Pencegahan sangat penting, dengan mengendalikan faktor risiko seperti kontrol glikemik, adipositas, hipertensi, dislipidemia, dan faktor gaya hidup. Pengelolaan DM dapat dicapai dengan menggunakan teknologi diabetes yang tepat, pendekatan multidisiplin, dan edukasi kesehatan. Skrining komplikasi sangat penting karena remaja yang pengobatan dimulai sebelum terjadi perubahan yang tidak dapat dipulihkan (Graves & Donaghue, 2020. Kurniawan et al. , 2. Remaja memiliki peran penting dalam kelangsungan masa depan. Jika remaja terkena DM, produktivitas akan Pemerintah BPJS Kesehatan mengadakan program yang disebut Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolani. Prolanis merupakan sistem rencana kesehatan terpadu yang dibuat untuk melacak dan meningkatkan kualitas hidup bagi masyarakat yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes Federasi Diabetes Internasional (IDF) memperkirakan 537 juta orang di seluruh dunia mengidap diabetes pada Pada tahun 2030 jumlah menjadi 643 juta, dan pada tahun 2040, jumlahnya mencapai 783 juta. Populasi Indonesia diperkirakan akan meningkat dari 19,5 juta pada tahun 2021 menjadi 28,6 juta pada tahun 2045, dan menempatkan Indonesia di peringkat Dengan menggunakan indikator memiliki hasil normal pada pemeriksaan tertentu yang sesuai dengan pedoman terjadinya masalah. Prolanis berupaya mendorong peserta untuk mencapai kualitas hidup yang optimal. Menurut Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Kementerian Kesehatan RI tahun 2019, prevalensi diabetes melitus meningkat di Indonesia pada tahun Provinsi NTT memiliki angka kejadian terendah, yaitu 0%, sedangkan provinsi DKI Jakarta memiliki angka 3,4%. Konsultasi, pemeriksaan rutin, edukasi, olahraga, dan pemantauan kesehatan adalah bagian dari pendekatan program ini (BKKBN et al. , 2018. Kementerian Kesehatan RI Badan Penelitian dan Pengembangan, 2. Diabetes Melitus (DM) adalah gangguan metabolisme kronis dan . eningkatan FJK. Vol. 5 No. 2, 01 Desember 2025 Humayra et al. Efektivitas edukasi dengan media. pembangunan bangsa. Oleh karena itu banyak penyebab peningkatan kejadian DM, termasuk perubahan pola hidup dan kurangnya pengetahuan tentang penyakit serta cara mendeteksi penyakit DM sejak dini Masa remaja adalah masa-masa krusial yang masih memerlukan banyak perhatian sebab di usia ini seseorang menghadapi berbagai perubahan besar, dari mulai secara fisiknya, psikologisnya. Kementerian Kesehatan RI menekankan bahwa pola makan yang sehat dan kebiasaan beraktivitas fisik adalah faktor penting dalam kesehatan remaja. Banyak penyebab peningkatan kejadian DM, termasuk perubahan pola hidup dan kurangnya pengetahuan tentang penyakit, yang menyebabkan kurangnya pengetahuan tentang cara mendeteksi penyakit DM sejak dini (Aisyah et al. 2024 (Pratiwi et al. , 2. Edukasi mengenai DM sangat meningkatkan kesadaran tentang risiko DM, kebiasaan gaya hidup yang tidak sehat sering ditemukan pada usia remaja. Kebiasaan seperti konsumsi makanan tinggi gula, lemak jenuh, rendah serat, kurang aktivitas fisik, serta kebiasaan resistensi insulin, yang merupakan faktor risiko utama DM. Memberikan pemahaman tentang pentingnya gaya hidup sehat sejak dini dapat membantu mencegah peningkatan kasus DM pada generasi muda (Fitriyani & Kurniasari. Halimatushadyah et al. , 2. group, yaitu memberikan media edukasi audio visual sebagai perlakuan dan memberikan booklet kepada kelompok Instrument Data diambil adalah data Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi putri kelas 1 SMKN Langsa Pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling. Jumlah sampel pada kelompok perlakuan yaitu 100 orang siswi dan pada kelompok kontrol adalah 100 siswi. Penelitian dilakukan pada 28 Februari 2025. Data yang sudah didapat maka dianalisis, data tersebut dilakukan editing, coding, entry, dan tabulating. Analisis data univariat digunakan untuk responden, di antara faktor-faktor Dengan SPSS digunakan untuk melakukan analisis bivariat, yang menggunakan uji T-test dengan ambang batas signifikansi 0,05 untuk memastikan perbedaan rata-rata homogenitas antara kelompok video edukasi dan booklet. Surat keterangan DP. 03/12. 7/036/2025 tertanggal 21 Februari 2025. HASIL PENELITIAN Berdasarkan kelompok video edukasi sebahagian besar adalah remaja berusia 15 tahun sebesar 92% dan pada kelompok booklet sebahagian besar remaja erusia 15 tahun sebesar 95%. METODE Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen menggunakan design pendekatan posttest only control FJK. Vol. 5 No. 2, 01 Desember 2025 Humayra et al. Efektivitas edukasi dengan media. Tabel 1. Pengaruh Media Video Edukasi Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Diabetes Melitus di SMKN 3 Kota Langsa Kelompok Mean Booklet Video Edukasi 51,58 63,79 Mean Difference Value 12,21 0,000 Berdasarkan tabel 1 diatas hasil analisis bivariat menunjukkan adanya perbedaan nilai rata-rata pengetahuan remaja pada kelompok video edukasi sebesar 63,79 dan kelompok booklet sebesar 51,58. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan rata-rata antara kelompok video edukasi dan kelompok booklet secara deskriptif dan statistik. Hasil uji statistik edukasi memiliki pengaruh yang lebih kuat terhadap pemahaman remaja tentang DM di SMKN 3 Kota Langsa, dengan nilai t hitung sebesar 5,809 lebih besar dari t tabel . dan nilai p value sebesar 0,000 (<0,. PEMBAHASAN Berdasarkan data yang diperoleh, media video edukasi memiliki pengaruh pengetahuan remaja tentang DM. Ratarata persentase jawaban benar pada kelompok yang menggunakan video %), dibandingkan dengan kelompok yang menggunakan booklet, yang hanya mencapai . %). Hal ini menunjukkan bahwa video edukasi lebih mampu membantu remaja dalam memahami dan mengingat materi yang diajarkan. Oleh karena itu, penggunaan video edukasi dapat dianggap sebagai metode yang lebih unggul dalam meningkatkan FJK. Vol. 5 No. 2, 01 Desember 2025 booklet dan ini didukung oleh hasil menggunakan e-booklet efektif dalam meningkatkan pengetahuan . ,49%) dan nilai sikap . pada remaja (Nurhidayanti et al. , 2. Meskipun booklet tetap memiliki manfaat sebagai referensi tertulis yang bisa dibaca ulang, video edukasi secara karena sifatnya yang menarik, mudah diakses, dan sesuai dengan gaya belajar generasi digital saat ini. Berdasarkan hasil penelitian lain juga menunjukkan bahwa media video edukasi dapat kesadaran remaja terkait pencegahan diabetes dengan cara yang menarik dan mudah dipahami (Azmii & Ruhmawati. Edukasi kesehatan tentang sindrom metabolik dan diabetes melitus beserta faktor risiko dan pencegahannya remaja (Aisyah et al. , 2. Pengelolaan DM dapat dilakukan dengan memodifikasi gaya hidup sehat seharusnya diterapkan sejak usia muda seperti halnya usia remaja, agar ketika memasuki usia yang dewasa bahkan lanjut usia agar tidak mengalami masalah kesehatan. Langkah yang tepat untuk membentuk gaya hidup terutama pola makan yang sehat adalah melalui edukasi tentang pola makan yang dapat mencegah DM (Indriasari & Kurniati. Sekarbumi et al. , 2. Semakin tinggi tingkat pengetahuan remaja putri mengenai pencegahan diabetes melitus, maka semakin baik pula perilaku mereka dalam menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin melakukan aktivitas fisik atau olahraga, serta mampu mengelola stres dengan cara yang positif (Tasya & Mutiah, 2. Hasil studi lain merekomendasikan Humayra et al. Efektivitas edukasi dengan media. bahwa perlu dilakukan penyuluhan gizi secara berkala, penerapan kebiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah, serta pemantauan status gizi secara berkala sebagai bagian dari upaya transformasi kesehatan remaja (Rayhan et al. , 2. Edukasi terhadap remaja dapat memanfaatkan berbagai media edukasi. Media Pop Up Digital dapat menjadi salah satu referensi atau rekomendasi media dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada para murid di sekolah (Fabriyanti et al. , 2. Walaupun berdasarkan hasil penelitian media audio visual lebih efektif, namun media booklet juga masih tetap relevan Edukasi booklet dapat pengetahuan pola makan terkait resiko DM sejak dini, sehingga diharapkan booklet ini dapat dimanfatkan untuk pencegahan diabetes sejak dini baik di sekolah sekolah maupun pelayanan pada remaja lainnya (Widyastuti et al. Penggunaan edukasi multimedia tentang DM sebagai media pembelajaran pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa. Edukasi multimedia mampu membuat pembelajaran lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami. Hal ini sejalan dengan penelitian-penelitian sebelumnya multimedia, khususnya video animasi, memiliki potensi yang besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran terkait dengan pencegahan diabetes melitus pada remaja. memiliki pengaruh yang lebih besar dan lebih efektif terhadap pengetahuan DM dibandingkan dengan media booklet. DAFTAR PUSTAKA