PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Volume 1 November 2023 . PERAN PANDAI BESI DALAM MENDUKUNG PENDIDIKAN ANAK DI PERGURUAN TINGGI DI KABUPATEN SABU Imelda Manu*. Ahmad Atang Universitas Muhammadiyah Kupang. Indonesia Corresponding Author: imeldamanu@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: . Peran pandai besi dalam mendukung pendidikan anak ke tingkat perguruan tinggi . faktor-faktor yang menghambat peran pandai besi dalam mendukung pendidikan anak ke tingkat perguruan tinggi di Desa Mehona Kecamatan Sabu Liae Kabupaten Sabu Raijua. Jenis penelitian menggunakan metode kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala desa, orang tua dan anak. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dan teknik analisis yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa temuan . Pertama Peran Pandai Besi Dalam menyekolahkan anaknya ke tingkat perguruan Tinggi Di Desa Mehona Kecamatan Sabu Liae Kabupaten Sabu Raijua adalah . Peran Orang Tua Sebagai Pendidik adalah orang tua mendidik anak dengan mengajak anak agar giat dalam belajar, selalu ingat berdoa . peran orang tua sebagai fasilitator adalah sebagai orang tua memeberikan fasilitas berupa uang SPB. ( . Peran orang tua sebagai pembimbing adalah membantu anak ketika mengalami kesulitan, dan mengajarkan anak untuk berperilaku yang baik. Kedua faktorfaktor yang menghambat peran orang tua dalam menyekolahkan anaknya ke tingkat keperguruan tinggi adalah . tingkat status sosial ekonomi orang tua menyebabkan anak-anak tidak melanjutkan pendidikan ke tingakat perguruan tinggi, . faktor lingkungan sosial . tidak adanya kemauan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Kata Kunci : Peran Pandai Besi. Perguruan Tinggi ABSTRACT This study aims to determine: . The role of blacksmiths in supporting children's education up to university . Factors that hinder the role of blacksmiths in supporting children's education up to university in Mehona Village. Sabu Liae District. Sabu Raijua Regency. This type of research uses qualitative methods. The subjects in this study were village heads, parents and children. Data collection techniques through observation, interviews, and documentation and analysis techniques used are data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study show several findings. First, the role of parents . in sending their children to tertiary education in Mehona Village. Sabu Liae District. Sabu Raijua Regency is . The role of parents as educators is that parents need to educate their children that education plays an important role. role for the future. the role of parents as facilitators is as parents who provide facilities in the form of SPB money. The role of parents as mentors is as parents who guide and advise children. Two factors that hinder the role of parents in sending their children to tertiary institutions are . the level of socioeconomic status of parents, . social environmental factors, . lack of willingness to continue their education to tertiary institutions. Keywords: The Role of Blacksmiths. Universities PENDAHULUAN Pendidikan merupakan suatu hal yang tidak dapat terpisahkan oleh manusia. Ini dikarenakan pendidikan sangat dibutuhkan oleh manusia sebagai makhluk yang berkembang. Pendidikan dijadikan sebagai pembentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang paling baik, yakni dalam menciptakan kecerdasan agar manusia dapat terus melangsungkan hidupnya. Selain itu pendidikan juga merupakan hal mendasar yang menunjang tercapainya tujuan hidup EISSN: 3026-6416 Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. dan kemajuan kehidupan. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional Bab 1 Pasal 1dinyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didika secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. (Banele, 2023. Tefa, 2023. Uwumborlame Bunbun et al. , 2. (Djehalut et al. , 2022. Julyyanti et al. , 2022. Mandut et al. , 2021. Maswi et al. Syahrul, 2019. Syahrul et al. , 2021. Syahrul. Zahrawati, et al. , 2023. Syahrul & Datuk, 2020. Syahrul & Kibtiyah, 2020. Syahrul. Yusuf, et al. , 2023. Syahrul & Wardana, 2017. Zahrawati et al. , 2. Orang tua merupakan orang pertama yang sangat besar peranannya dalam membina pendidikan anak, karena dari pendidikan itu akan menentukan masa depan anak. Orang tua bertanggung jawab dalam memberikan pendidkan dengan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang berguna kehidupan anak kelak, sehingga bila ia dewasa akan mampu mandiri, dan orang tua berperan memberikan perhatian dalam pendidikan anak. Hasbullah . Keterlibatan orang tua dalam Pendidikan anaknya dapat diartikan sebagai indikator presepsinya tentang Pendidikan, karena dengan persepsi akan mendorong perilaku orang tua untuk menyekolahkan anak ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan kata lain, orang tua merupakan lembaga Pendidikan yang pertama, dimana proses Pendidikan dimulai. Sehingga orang tua berperan sebagai pendidik bagi anak-anaknya untuk dapat menjalankan fungsi tersebut secara maksimal, orang tua harus memiliki kualitas diri yang memadai, sehingga anakanak akan berkembang sesuai dengan harapan. Peran orang tua dalam pendidikan sangat menentukan khususnya pandangan orang tua dalam memaknai sebuah pendidikan bagi anaknya, serta mengenai pola pikir orang tua terh adap masa depan anaknya, orang tua berhak berperan dalam memilih pendidikan dan memperoleh informasi tentang perkem bangan pendidikan anaknya. Hamdani . Orang tua selain berperan dalam Pendidikan anak, juga memiliki tanggung jawab untuk menghidupi anggota keluarganya. Ayah sebagai kepala rumah tangga bertugas menafkahi anak dan istrinya. Sehingga ayah cenderung lebih membebankan tanggung jawab terhadap Pendidikan anak kepada istrinya. Namun hal tersebut seharusnya menjadi tanggung jawab keduanya. Dalam hal ini orang tua rela melakukan pekerjaan apapun salah satunya adalah dengan menjadi tukang pandai besi. Pandai besi merupakan suatu usaha perorangan yang bergerak dibidang pertukangan besi yang membuat alat-alat bertani seperti cangkul, senjata, kapak, pisau dang PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Perguruan Tinggi merupakan satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan Menurut jenisnya, perguruan tinggi dibagi menjadi dibagi dua yaitu perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh pemerintah dan perguruan tinggi swasta, perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh pihak swasta. Perguruan tinggi adalah pendidikan yang mempersiapkan peseta didik untuk menjadi anggota masyarakat yang memiliki tingkat kemampuan tinggi yang bersifat akademik dan profesional sehingga dapat menerapkan, mengembangkan, dan menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dalam rangka pembangunan Nasional dan meningkatkan kesejatraan manusia. Perguruan Tinggi dapat menyelenggarakan pendidikan akademik, profesi, dan vokasi dengan program pendidikan dari jenjang diploma (D1. D2. D3. Sarjana (S. Magister (S. Doktor (S. dan spesialis. Rofiq Faudy Akbar . Pandai besi merupakan usaha pertukangan besi, dimana industri ini pada awalnya hanya membuat senjata tradisional saja. Seiring dengan berjalannya waktu, perkembangan pembuatan pande besi ini mulai berubah bentuk usahanya dengan mengembangkan pembuatan pande besinya dengan berbagai jenis seperti, pisau sembelih, pisau dapur, parang dan lain sebagainya. Pande besi memulai usaha dari beberapa aspek yaitu mempunyai keterampilan dan keahlian dalam menjalankan usaha pandai besi yang didapatkan atau diajarkan oleh orang tua, saudara, teman maupun dari instansi terkait. Pandai besi merupakan kegiatan ekonomi yang akan memproduksi berbagai macam produk diantaranya: pisau, parang, mata tajak, pisau sembelih, dan lain sebagainaya. Amir . Berdasarkan hasil observasi di Desa Mehona. Kecamatan Liae. Kabupaten Sabu Raijua, peneliti memperoleh informasi bahwa masih banyak anak tamatan SMA yang tidak mau melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi, alasannya: . Menghawatirkan tidak sampainya pendidikan mereka karena faktor ekonomi, . faktor keluarga, lingkungan dan pergaulan, . Kurangnya minat anak untuk berpendidikan. Hal tersebut senada Siti Khoiriah Rkt . juga menyatakan ada sebagian orang tua tidak mempunyai minat untuk melanjutkan pendidikan anaknya ke perguruan tinggi meskipun ekonominya tinggi . karena dia beranggapan bahwa melanjutkan pendidikan anaknya ke perguruan tinggi itu hanya buangbuang uang saja, akan tetapi ada sebagian orang tua yang ekonominya tergolong rendah namun dia mempunyai minat yang tinggi untuk menyekolahkan anaknya karena ia tidak ingin anaknya hanya lulusan SMA/SMK yang jangkauan pekerjaannya sangat minim. Ia ingin anaknya lebih sukses dari pada dirinya. PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Agar anggapan untuk melanjutkan pendidikan anak ke tingkat perguruan tinggi seperti: Orang tua harus memberikan motivasi, mendidik, bekerja keras, memberikan fasilitas kepada anak agar bisa menuntut ilmu pengetahuan. Selain Orang Tua. Pemerintah juga diharapkan untuk mengambil peran dalam pendidikan masyarakat, diantaranya : bantuan untuk siswa miskin sehingga yang tidak punya biaya bisa kembali bersekolah, memberi penyuluhan kepada para orang tua akan pentingnya Pendidikan, membangun sekolah sekolah dengan fasilitas yang baik di daerah terpencil. Penelitian terkait dengan peran orang tua . andai bes. dalam menyekolahkan anak ke tingkat perguruan tinggi yang dilakukan diantaranya: . Muhammad Ari Akbar . dengan judul Peran Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak (Studi Empiris pada Komunitas Pedagang Kaki Lima di Alun-Alun Kaliwungu Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kenda. Menunjukkan bahwa Peran Orang tua yang bekerja sebagai pedagang kaki lima di alun-alun Kaliwungu ditunjukkan dari keterlibatan orang tua dalam memberikan duk ungan terhadap Pendidikan anaknya yakni berupa pemberian perhatian belajar, pemenuhan fasilitas belajar anak. Fitrianita . dengan judul partisipasi orang tua dalam melanjutkan pendidikan anak ke perguruan tinggi di Desa Bone Kecmatan Bajeng Kabupaten Gowa. Menunjukkan bahwa partisipasi Orang Tua maka diperoleh hasil 75% responden mengatakan partisipasi orang tua sangat dibutuhkan dalam kegiatan pendidikan, 13% responden menjawab diperlukan, 8% mengatakan kurang diperlukan namun demikian ada, 4% responden mengatakan bahwa partisipasi orang tua tidak diperlukan dalam kegiatan pendidikan. Dengan gambaran tersebut dapat diketahui bahwa dengan partisipasi orang tua dipengaruhi oleh bagaimana peran dan keikutsertaan orang tua secara langsung dalam kegiatan pendidikan itu sendiri. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Dalam Penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif maksudnya data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar dan bukan angka-angka. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang memanfaatkan wawancara terbuka untuk menelaah dan memahami sikap pandangan, perasaan, dan perilaku individu atau sekelompok orang. Untuk bermaksud memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek peneliti dengan cara gambaran holistik deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks yang alamiah. Wijaya . Penelitian kualitatif sering disebut penelitian naturalistic karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah . atural settin. , karena pada awalnya metode ini lebih PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. banyak digunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya disebut metode kualitatif karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif. Abdussamad . Tempat penelitian ini dilaksanakan pada Desa Mehona Kecamatan Liae Kabupaten Sabu Raijua. Waktu pengumpulan data berlangsung selama kurang lebih 3 bulan, dari bulan mei sampai bulan juni 2023. Gantt Chart Terlampir. Subjek Penelitian Subjek penelitian adalah pihak-pihak yang hendak diteliti oleh peneliti, yakni pihak-pihak yang menjadi sasaran penelitian. Winarni . Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Desa. Orang Tua dan Anak. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data merupakan pencatatan peristiwa-peristiwa, hal-hal, keterangan-keterangan sebagian atau seluruh elemen populasi yang akan menunjang dan mendukung penelitian. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan beberapa teknik, diantaranya: Observasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang menggunakan pertolongan indra mata. Teknik ini bermanfaat sebagai berikut yaitu: mengurangi jumlah pertanyaan yang tidak perlu ditanyakan tetapi cukup dilakukan observasi oleh wawancara, mengukur kebenaran jawaban pada wawancara. Adapun observasi menurut para ahli: menurut Luthfia & Zanthy . Observasi merupakan kegiatan pemuatan penelitian terhadap suatu Apabila dilihat pada proses pelaksanaan pengumpulan data, observasi dibedakan menjadi partisipan dan non partisipan. Selanjutnya menurut Setyawan & Purwanto . Observasi adalah pengamatan secara langsung terhadap suatu objek yang terdapat di lingkungan baik yang sedang berlangsung saat itu atau masih berjalan yang meliputi berbagai aktifitas perhatian terhadap suatu kajian objek dengan menggunakan pengindraan. Observasi juga peneliti lakukan pada saat wawancara berlansung untuk melihat aktivitas, peristiwa dan tingkah laku informan saat berinteraksi dengan peneliti. Wawancara merupakan proses interaksi atau komunikasi secara langsung antara pewawancara dengan responden, dan data yang dikumpulkan dapat bersifat secara fakta. Wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara atau peneliti. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak yaitu pewawancara . yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara yang memberikan jawaban atas pertanyan itu. Peneliti melakukan metode wawancara atau metode interviewer agar mendapatkan keterangan secara lisan dan langsung bertatap muka dengan informan hal itu dilakukan agar peneliti memperoleh data yang jelas dan dapat di pertanggung jawabkan. Purwati & Nugroho . Peneliti akan mewancarai 5 PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. informan yaitu: kepala desa . , orang tua . , anak . di Desa Mehona. Peneliti menetapkan sendiri masalah dan pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan, sehingga diketahui inforamsi atau data yang penting, dan tujuannya untuk memperoleh keterangan atau inforamasi yang sejelas-jelasnya. Analisis Data Teknik analisis data adalah proses mencari data, menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesis, menyusun ke dalam pola memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain. Sugiyono (Rukajat, 2. Teknik anaisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data Analisis data induktif adalah penarikan kesimpulan yang berangkat dari fakta-fakta khusus, untuk kemudian ditarik kesimpulan secara umum. Model Miles dan Huberman (Wijaya, 2. Adapun langkah-langkah untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: . Reduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis dilapangan. Dalam penelitian kualitatif bahwa data kualitatif perlu direduksi dan dipindahkan untuk membuatnya lebih mudah diakses, dipahami dan digambarkan dalam berbagai tema dan pola. Reduksi data adalah lebih memfokuskan, menyederhanakan, dan memindahkan data mentah ke dalam bentuk yang mudah dikelola. Reduksi adalah membuat ringkasan, mengkode, menelusuri tema, membuat gugus- gugus, membuat bagian, penggolongan dan menulis memo. Silviyana . Reduksi data dilakukan untuk menemukan segala sesuatu yang dipandang asing, tidak kenal, belum memiliki pola, justru itulah yang harus dijadikan perhatian peneliti dalam melakukan reduksi data dan mencari informasi terkait peran orang tua . ande bes. dalam menyekolahkan anakn ke tingkat perguruan tinggi di Desa Mehona Kecamatan Sabu Liae Kabupaten Sabu Raijua. Penyajian data merupakan bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart dan sejenisnya. Yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif. Dengan Penyajian data, maka akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja melakukan Penyajian data, selain dengan teks yang naratif, juga dapat berupa grafik, matrik, jejaring kerja dan chart. Penyajian data merupakan sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Bentuk penyajian data adalah bentuk matriks, grafik, jaringan, bagan, dan sebagainya. Semuanya dirancang untuk menggabungkan informasi yang tersusun dalam suatu bentuk yang padu dan mudah diraih. Penyajian data dilakukan untuk mengumpulkan data penting yang didapatkan dan menyusun dengan sebaik mungkin agar mudah dipahami oleh pembaca. Jadi peneliti menyajikan data tentang Peran Orang Tua (Pande Bes. dalam menyekolahkan anak ke Tingkat Perguruan Tinggi. Kesimpulan merupakan temuan yang baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih remangremang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan kausal atau interaktif, hipotesis atau teori. Kesimpulan dan Verifikasi merupakan data-data yang telah diperoleh dengan menggunakan metode induktif yang penarikan kesimpulan yang dinilai dari pernyataan atau fakta-fakta khusus menuju pada kesimpulan umum. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat dan mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Dewi Sadiah . HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Peran pandai besi dalam mendukung pendidikan anak ke Tingkat Perguruan Tinggi Peran orang tua dalam pendidikan merupakan sesuatu yang sangat penting untuk menentukan keberhasilan pendidikan anak-anaknya. Diarah pada apa yang dilakukan orang tua untuk memberikan semangat pada anak untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi, walaupun anak tidak mau melanjutkan ke perguruan tinggi. Peran orang tua dalam pendidikan adalah sebagai pendidik . , pendorong (Motivato. , fasilitator, pembimbing, mediator dan Namun dalam penelitian ini peneliti hanya membahas 3 peran karena sesuai dengan kondisi lapangan terdiri dari peran sebagai pendidik, peran sebagai fasilitator dan peran sebagai Peran sebagai Pendidik . Secara umum pendidik adalah orang yang memiliki tanggung jawab untuk mendidik. Pendidik adalah seorang yang bertanggung jawab untuk membantu mengembangkan potensi anak didik baik spiritual, intelektual, fisik, akhlak, maupun keterampilan hidup lainnya. Helmawati . Pendidik adalah seorang yang berinteraksi dengan anak secara lisan yang memberikan contoh terhadap anak dan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan anak. Selain itu, pendidik adalah orang-orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan peserta didik dengan mengupayakan perkembangan seluruh potensi peserta PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. didik sesuai dengan nilai norma dan agama. Ahid . Orang tua sebagai pendidik dalam pekerjaannya tidak hanya mengajar, tetapi juga melatih keterampilan anak, terutama sekali melatih sikap mental anak. Sardiman . Maka dalam hal ini orang tua perlu menanamkan kepada anak-anak arti penting dari pendidikan dan ilmu pengetahuan yang mereka dapatkan dari sekolah. Selain itu nilai-nilai agama dan moral, terutama nilai kejujuran perlu ditanamkan kepada anaknya sejak dini sebagi bekal dan benteng untuk menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi. Tujuan utamnaya adalah memberitahu dan menanamkan pengertian dalam diri anak tentang perilaku baik dan perilaku buruk serta mendorong anak untuk memiliki perilaku yang baik. Hasil wawancara peneliti dengan Wilfridus Wila Talo menyatakan bahwa: AuSebagai pemerintah selalu memberikan pemahaman kepada Orang Tua di sini tentang pendidikan agar mereka selalu mendidik anak-anak mereka supaya bisa melanjutkan pendidikan. Selain itu, pada proses belajar anak, orang tua juga diharapkan untuk selalu mengajak anak agar giat dan rajin dalam belajar. Ay . awancara tanggal 16 Juni 2. Hasil wawancara di atas didukung oleh hasil observasi yang peneliti dapatkan lapangan bahwa pemerintah melakukan sosialisasi tentang pentingya pendidikan kepada orang tua agar mendidik anak-anak untuk bisa melanjutkan pendidikan. Hal ini sesuai dengan penelitian Bloom (Dedy Hamdani. Eva Kurniati dan Indra Sakti, 2. juga mengatakan pemahaman adalah kemampuan menangkap pengertian-pengertian seperti mampu mengungkapkan suatu yang disajikan kedalam bentuk yang lebih dipahami, mampu memberikan interpretasi, dan mampu mengaplikasikannya. Pemahaman sangat diperlukan . Pemahaman yang dimiliki dapat digunakan untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang ada kaitan dengan yang dimiliki. Dalam pemahaman tidak hanya sebatas mengenal tetapi harus dapat menghubungkan satu konsep dengan konsep Sri Reskia . agar keluarga dapat memainkan perannya sebagai pendidik, ia perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan keterkaitan orang tua dalam hal ini sangat penting, apalagi kalua dilihat dalam pendidikan. Sehingga peran orang tua tidak hanya sekedar memberikan uang jajan atau menyekolahkan dia, tetapi juga ikut berperan dalam proses pendidikan anaknya. Selanjutnya hasil dengan wawancara dengan Djami. Lasarus. Koro mengatakan bahwa: AuDalam hal mendidik anak untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi merupakan jalan yang baik untuk masa depan mereka, harus belajar yang rajin, dan memiliki moral yang baik. Selain itu dengan pendidikan dan pekerjaan yang baik maka derajat mereka dalam kehidupan bermasyarakat juga akan dihormatiAy. awancara tanggal 22 Juni PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Selanjutnya hasil wawancara dengan klaudius dan marselina mengatakan bahwa: AuOrang tua kami selalu mendidik kami untuk melakukan hal-hal yang baik, untuk melanjutkan pendidikan agar kami bisa menjadi orang yang sukses dikemudian hariAy. awancara tanggal 23 Juni 2. Hasil wawancara di atas didukung oleh hasil observasi yang peneliti dapatkan dilapangan bahwa orang tua sebagai pendidik sudah berusaha memberikan perhatian dan pelayanan kepada perhatian tersebut dilakukan melalui penanaman sikap sopan santun, displin dan mandiri. Menanamkan kepada anak-anak bahwa pendidikan dan ilmu pengetahuan yang mereka dapatkan dari sekolah sangat berguna bagi masa depan mereka, yang penting didasari oleh ketekunan dan moral yang baik Para pelayanan juga tidak segan untuk memberikan kebutuhan anak semampu mereka. Selain itu, pemerintah juga berperan aktif dalam mendidik dan memberikan pemahaman kepada orang tua tentang pendidikan agar selalu memberikan motivasi kepada anak-anak. Hal ini sesuai dengan pendapat Djamarah . orang tua mendidik lebih menekankan pada sikap sopan santun anak terhadap orang tua dan lingkungan masyarakat, orang tua berusaha menanamkan sikap disiplin dan kemandirian pada anak. Sejalan dengan pendapat Citra Umbara . Orang tua sebagai pendidik disebut sebagai guru ketika anak-anaknya dirumah. Jadi peran orang tua sebagai pendidik itu menjadi guru kedua untuk anak-anak. Dari hasil wawancara diatas peneliti dapat disimpulkan bahwa peran orang tua sebagai pendidik ( edukato. merupakan hal yang paling utama yang harus dilakukan oleh orang tua, dimana orang sebagai pendidik disebut sebagai guru ketika anak-anaknya dirumah, orang tua sebagai pendidik menanamkan sikap sopan santu, disiplin dan mandiri yang orang tua ajarkan anak-anaknya. Peran Sebagi Fasilitator Orang tua bertanggung jawab menyediakan diri untuk terlibat dalam membantu belajar anak dirumah, mengembangkan keterampilan belajar yang baik, mengajukan pendidikan dalam keluarga dan menyediakan sarana alat belajar seperti: laptop, buku-buku dan alat belajar lainnya untuk mendukung pendidikan anak. William Stainback dan Susan . Orang tua berkewajiban dalam memenuhi fasilitas belajar agar proses belajar berjalan dengan lancar. Fasilitator juga salah satu yang mempengaruhi motivasi belajar anak. Memfaslitasi anak ke Perguruan Tinggi merupakan kewajiban bagi orang tua dalam mendukung anak dan memberikan semangat pada anak dalam melanjutkan ke peguruan tinggi. Hasil wawancara peneliti dengan Wilfridus Wila Talo mengatakan bahwa: AuMenurut pandangan saya, dalam menguliahkan anak ke Perguruan Tinggi fasilitas yang memadai merupakan salah satu faktor PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. besar bagi orang tua yang ingin anaknya untuk melanjutkan studi ke Perguruan TinggiAy. awancara tanggal 16 juni 2. Selanjutnya hasil wawancara dengan Lasarus, koro, djami mengatakan bahwa: AuFasilitas yang saya berikan kepada anak adalah seperti tempat tinggal, keperluan kuliah, biaya hidup selama kuliah dan uang saku supaya dia tidak ada hambat dalam melakukan perkuliah. Dengan fasilitas yang telah saya berikan terhadap anak saya supaya dapat membantu dia dalam perkuliahanAy. awancara tanggal 20 Juni 2. Hasil wawancara di atas didukung oleh observasi yang peneliti dapatkan di lapangan bahwa peneydiaan fasilitas kepada anak sebagai sarana dalam mempermudah proses pendidikan yang saat dijalani, untuk masing-masing anak informan sudah ada dan bukan hanya penyediaan fasilitas yang orang tua berikan kepada anak, tetapi orang tua juga membayar biaya kuliah anak, membayar uang kost anak, da memberikan uang sehari-sehari untuk anak sebagai keperluan diperantauan. Peran orang tua yakni memberikan fasilitas yang memadai merupakan dukungan bagi anak agar termotivasi dan yakin mau melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Orang tua sebagai fasilitator merupakan sebagai penyedia hal-hal yang dibutuhkan. Namun dalam diri anak belum ada kesadaran untuk mau melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut sejalan dengan pendapat Migfar Rivadah . orang tua menjadi pemberi fasilitas anak dalam hal apapun yang sesuai kebutuhan anaknya, hal ini menjadi kewajiban orang tua untuk memberikan hak-hak anaknya, hal ini bukan berarti memaksakan orang tua untuk memberikan segala permintaan anak melainkan hanya kebutuhan anak saja. Inayah . fasilitas belajar pada prinsipnya segala sesuatu yang memudahkan untuk belajar. Bahwa fasilitas belajar merupakan hal yang tidak dapat diabaikan oleh orang tua. Berdasarkan hasil wawancara diatas peneliti dapat simpulkan orang tua sebagai falitator dalam mendukung pendidikan anak. Fasiltator yang dimaksudkan adalah orang tua memberikan fasilitas yang mendukung proses pendidikan anak dan menyediakan hal-hal yang dibutuhkan oleh anak seperti mebayar baiaya kuliah, dan keperluan anak. Peran sebagai Pembimbing Sebagai orang tua tidak hanya berkewajiban memberikan fasilitas dan biaya sekolah saja, tetapi anak juga membutuhkan bimbingan dari orang tuanya. Sekolah merupakan kegiatan yang berat dalam proses belajar banyak dijumpai kesulitan, kadang-kadang anak mengalami kurang semangat. Orang tua wajib memberikan pengertian dan mendorongnya membantu sedapat mungkin kesulitan yang dialami anak di sekolah. Sebagai pembimbing dapat diartikan bahwa orang tua membantu anaknya mencapai pengembangan dirinya secara opltimal. Menurut Slameto . Anak belajar perlu dorongan dan pengertian orang tua. KadangPROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. kadang anak mengalami lemah semangat, orang tua wajib memberi pengertian dan mendorongnya, membantu sedapat mungkin kesulitan yang dialami anak. Hasil hasil wawancara dengan Lasarus. Koro. Djami mengatakan bahwa: AuSebagai Orang Tua selalu membimbing dan menasehati anak dengan baik terhadap segala aktivitas yang dilakukan anak termasuk cara mereka belajar. Selain itu juga selalu mengawasi segala sesuatu yang berkaitan dengannya dilingkungan tempat tinggal, hal itu disebabkan karena dilingkungan tempat tinggal kami, banyak anak yang putus sekolah bahkan ada beberapa anak yang tidak sekolahAy. awancara tanggal 20 Juni 2. Hasil wawancara di atas dapat di dukung oleh observasi yang peneliti dapatkan di lapanagn bahwa Orang tua sudah membimbing, membantu anaknya mencapai pengembangan dirinya secara optimal baik dalam tingkah laku maupun moral yang terbentuk pada diri anak namun adanya pengaruh negatif dari lingkungan sekitar anak tidak ada kemauan untuk mencapai tingkat pendidikan yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut sejalan dengan pendapat Abdulah Ulwan . orang tua sebagai pembimbing adalah dimana tugas dan tanggung jawab orang tua membimbing anaknya untuk lebih baik lagi kedepan, agar anak tidak terjerumus kedalam pergaulan yang buruk, maka dari itu selaku orang tua harus mengtrol apa saja yang dilakukan Selain itu dalam membimbing anak orang tua juga harus menasihati, mendorongnya menuju hal-hal yang positif. Bimo Walgito . Bimbingan merupakan suatu pertolongan yang menuntun. Hal ini mengandung pengertian bawaan di dalam memberikan bimbingan secara aktif, yaitu memberikan arah kepada yang anak. Di samping itu bimbingan juga mengandung pengertian memberi pertolongan dengan menentukkan arah dengan diutamakan kepada anak. Berdasarkan hasil wawancara diatas peneliti menyimpulkan bahwa peran orang tua sebagai pembimbing sangatlah penting dalam menunjang pendidikan anak-anaknya, orang tua tidak hanya berkewajiban memberikan fasilitas dan biaya saja, tetapi membutuhkan bimbingan dari orang tuanya. Pembimbing dapat diartikan bahwa orang tua membantu anaknya mencapai pengembangan dirinya secara optimal, seperti orang tua membimbing anaknya ketika mengalami kesulitan dalam belajar dan mendorong anak-anaknya tetap semangat dalam KESIMPULAN Berdasarkan uraian dan pembahasan yang telah dikemukakan di atas tentang peran pandai besi dalam mendukung pendidikan anak ke tingkat perguruan tinggi di Desa Mehona Kecamatan Sabu Liae Kabupaten Sabu Raijua, maka dapat disimpulkan: . Peran orang tua PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. dalam memotivasi anak untuk melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi di Desa Mehona adalah: Pertama: peran orang tua sebagai pendidik perlu menanamkan kepada anak-anak bahwa pendidikan dan ilmu pengetahuan yang mereka dapatkan dari sekolah sangat berguna bagi masa depan mereka, yang penting didasari oleh ketekunan dan moral yang baik. Kedua: dorongan atau motivasi yang diberikan orang tua kepada anaknya dilakukan dengan cara memberikan contoh nyata yaitu orang-orang yang telah sukses dan memberikan nasihat kepada anak untuk menumbuhkan niat anak agar mau melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Ketiga: fasilitas yang memadai merupakan dukungan bagi anak agar termotivasi dan yakin mau melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Dan yang ke empat: sebagai pembimbing, orang tua membantu anaknya mencapai pengembangan dirinya secara optimal baik dalam tingkah laku maupun moral yang terbentuk pada diri anak tanpa adanya pengaruh negatif dari lingkungan sekitar anak , sehingga anak memiliki kemauan untuk mencapai tingkat pendidikan yang tinggi. DAFTAR PUSTAKA