Eirene Vol. 10 No. 1, 40-64 (Juni 2. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. UKiP Sorong ISSN 2528-1887 e-ISSN 2540-962X THE EFFECT OF SOCIAL MEDIA USE ON LEARNING TIME PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TERHADAP WAKTU BELAJAR Feronika Ety Rumbewas1. Skivo Reiner Watak2. Korneles Viktor Ohoiwutun3 Fakultas Teologi. Program Studi Pendidikan Agama Universitas Kristen Papua Sorong Fakultas Teologi. Program Studi Pendidikan Agama Universitas Kristen Papua Sorong. Fakultas Teologi. Program Studi Magister Teologi Universitas Kristen Papua Sorong, *Email: skivowatak@gmail. Abstract: The use of social media greatly influences learning activities. From initial research, the author found that at SMP Negeri 9 Sorong City there were students who used social media so that it had an effect on students' study time. Therefore, this is what makes the author interested in conducting this With the existing problems, the author feels it is very important to conduct this research at SMP Negeri 9 Sorong City, to find out how social media influences students' study time. By using quantitative research, where the author goes directly to the field to collect data on the object being The data collection technique is in the form of written questions/questionnaires. In this study there was a population of 104 people. Meanwhile, the sample was 60 people. The results obtained at the research site are that students at SMP Negeri 9 Sorong City have social media accounts, students access social media more than 6 hours per day, the types of social media that students often use are Facebook. TikTok. WhatsApp. Instagram, students often use media. social media so that students are lazy about studying and only use their time to play on their cellphones. Factors that influence students' study time are the influence of the living environment, interactions between friends, and keeping up with current developments. Keywords: Social Media. Time. Learning. Students Abstrak: Penggunaan media sosial sangat berpengaruh terhadap aktivitas belajar. Dari penelitian awal penulis menemukan bahwa di SMP Negeri 9 Kota Sorong terdapat siswa-siswi yang menggunakaan media sosial sehingga berpengaruh terhadap waktu belajar siswa. Oleh karena itulah yang membuat sehingga penulis tertarik untuk melakukan penelitian ini. Dengan permasalahan yang ada, maka penulis merasa sangat penting untuk melakukan penelitian tersebut di SMP Negeri 9 Kota Sorong, untuk mengetahui bagaimana pengaruh media sosial terhadap waktu belajar siswa. Dengan menggunakan penelitian kuantitatif, yang dimana penulis secara langsung turun lapangan mengambil data kepada objek yang diteliti. Teknik pengumpulan data berupa pertanyaan tertulis/Angket. Dalam penelitian ini terdapat populasi sebanyak 104 orang. Sedangkan untuk sampel sebanyak 60 orang. Hasil yang didapatkan di tempat penelitian yaitu, siswa di SMP Negeri 9 Kota Sorong memiliki akun media sosial, siswa mengakses sosial media lebih dari 6 jam perhari, adapun jenis media sosial yang sering siswa gunakan yaitu Fecebook,Tiktok,Whatsap,Instagram siswa sering menggunakaan media sosial sehingga membuat siswa malas belajar waktu yang ada hanya di pakai untuk bermain hp. Faktor yang mempengaruhi waktu belajar siswa yaitu, pengaruh lingkungan tempat tinggal, pergaulan antar teman, dan mengikuti perkembangan zaman. Kata kunci: Media Sosial. Waktu. Belajar. Siswa Eirene Jurnal Ilmiah Teologi PENDAHULUAN Media Sosial adalah teknologi yang sedang berkembang pada masa sekarang, yang dapat berdampak bagi keberadaan manusia saat ini. Media sosial merupakan sarana yang di gunakan dengan mudah oleh seseorang untuk berkomunikasi, menanyakan kabar, dan membuat postingan secara online. Facebook. WhatsApp. Instagram. Line. Twitter dan media sosial lainnya adalah beberapa contoh hiburan virtual yang sedang berkembang. 1 Mendidik dan menjaga generasi muda merupakan tanggung jawab orang tua kepada anak, termasuk mendidik akhlak anak. Kemajuan zaman mempengaruhi eksistensi manusia dalam berbagai bidang, salah satunya bidang sosial. Di bidang sosial terdapat dampak negative dan positif bagi pengguna sosial media. Dampak positifnya adalah sangat membantu seseorang dalam hal berkomunikasi dengan orang lain. Dampak positif bagi penguna yaitu memudahkan individu yang tinggal jauh untuk berhubungan secara efektif dengan individu yang tinggal di tempat berbeda. Sebelumnya, untuk berkomunikasi dengan individu atau keluarga yang jauh kita dapat berkirim surat, namun kini dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan inovasi, individu dapat berkomunikasi secara efektif melalui telepon seluler, telepon genggam, dan alat-alat elektronik lainnya. Berkembangnya sosial media dan IPTEK dapat mempengaruhi seseorang untuk mengaksesnya dan membuat tawaran-tawaran dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Perkembangan media sosial memberikan dampak kepada anak yaitu kurangnya pengawasan yang diberikan orang tua pada anak dalam mengawasi perkembangan Ketika seorang anak mengetahui teknologi tetapi ia tidak mengerti untuk menggunakannya akan memberikan perubahan bagi didirnya. Dapat di lihat dari etika anak tersebut, karena kecerobohan dalam memanfaatkan media sosial dan tidak adanya manajemen moral yang dilakukan oleh orang tua pada saat mengakses media sosial itu Perkembangan teknologi pada masa sekarang begitu pesat. Teknologi muncul dari manusia sebagai upaya dalam memudahkan tindakan kita sendiri. Waktu terus berjalan, teknologi telah memberikan pengaruh terhadap para pengguna hingga saat ini. Manusia pada umumnya sangat membutuhkan teknologi untuk mendukung terciptanya sarana komunikasi terhadap sesama. Sebagai alat komunikasi, teknologi juga menghasilkan alat-alat canggih yaitu media sosial dapat di pakai sebagai wadah kerjasama antar manusia, memberikan pendapat yang berbeda dari tempat yang berjahuan agar mendapatkan data-data yang di Media sosial yaitu media yang dipakai oleh pengguna untuk berkomunikasi, dan berkolaborasi dengan media lain serta menciptakan hubungan ikatan sosial secara virtual. Pengguna Internet sebanyak 82 juta orang di indonesia. 80% anak remaja usia 15 dan 19 tahun yang menggunakan Internet untuk mengakses media sosial. Inilah realita yang Yelvita,Ay Pengaruh Penggunaan Youtube Terhadap Public Speaking Siswa Berdasarkan Metode Impromtu Dan Ekstemporer Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Di SMAN 2 Kuta Baro, no. Annisa Indah Sari Dwi. AuPengaruh Penggunaan Media Sosial Terhadap Perilaku Siswa Kelas Vi Di Smp Negeri 2 Indralaya Utara,Ay 2018. Dela Agustiah. Taty Fauzi, and Erfan Ramadhani. AuDampak Penggunaan Media Sosial Terhadap Perilaku Belajar Siswa,Ay ISLAMIC COUNSELING Jurnal Bimbingan Konseling Islam 4, no. : 181, https://doi. org/10. 29240/jbk. Rumbewas at. al : Pengaruh Penggunaan . sebenarnya terjadi saat ini. Selain manfaatnya. Internet juga mempunyai dampak negatif dan sangat mengkuatirkan yaitu di pakai untuk menipu orang, melakukan tindakan kriminal terhadap orang lain, hingga kekerasan di dunia maya. 4 Pelajar sangat bergantung di media Saat menggunakan media sosial kurang lebih hampir setiap hari ada dalam genggaman mereka dan mereka terlihat sangat asik sehingga fokus dan pandangan mereka hanya tertuju pada dunia online yang seakan-akan tidak pernah stop. Selain itu, mereka dapat membuka sosial media dimana saja hanya dengan smartphone. Perkembangan media sosial disebabkan karena setiap orang punya akun media sosialnya masing-masing. Pengguna dapat membuka internet serta jejaraing online. Seorang pengguna jejaring sosial memiliki kebebasan untuk mengedit, menambah, memodifikasi teks, gambar video, dan lain sebagainya. Dampak bagi penguna yaitu akan memberikan efek kecanduan bagi dirinya sendiri dan juga terhadap waktu yang di pakai oleh siswa untuk dapat Media sosial mengakibatkan peserta didik malas belajar, lebih sering mengakses sosial media di bandingkan dengan belajar. Peserta didik lupa akan waktu, sehingga yang dilakukannya hanya fokus dengan sosial media. Hal ini terjadi di SMP Negeri 9 Kota Sorong yang mana dengan menggunakan media sosial membuat siswa di SMP Negeri 9 Kota Sorong tidak ingat akan tugas dan kewajibannya sebagai peserta didik, siswa sering membuka dan mengakses media sosial sehingga membuat mereka tidak peduli dengan tugas-tugas dari guru, serta mengulangi kembali pelajaran yang telah di pelajari disekolah karena mereka lebih fokus pada media sosial. Waktu untuk belajar di rumah sangat minim karena siswa lebih fokus membuka media sosial dan lebih banyak menghabiskan waktu hanya di sosial media. Waktu terpakai banyak hanya di media sosial di bandingkan dengan belajar dan mengerjakan tugas mereka. Saat proses pembelajaran berlangsungpun siswa bermain handphone di kelas, sehingga membuat mereka ketinggalan materi karena tidak memperhatikan dengan baik apa yang telah diajarkan dan yang di sampaikan oleh guru. Rumusan Masalah bagaimana pengaruh media sosial terhadap waktu belajar siswa di SMP Negeri 9 Kota Sorong? Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penggunaan media sosial terhadap waktu belajar siswa di SMP Negeri 9 Kota Sorong? Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh media sosial terhadap waktu belajar siswa di SMP Negeri 9 Kota Sorong dan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penggunaan media sosial terhadap waktu belajar siswa di SMP Negeri 9 Kota Sorong KAJIAN TEORI Pengertian Media Sosial Media sosial adalah media daring dimana pengguna bebas memakainya serta menggunakannya seperti membuat konten, selain itu dapat menghubungi keluarga yang berada di tempat yang jauh bahkan dipakai untuk membuat bisnis online. 5 Maka dari itu. Dela Agustiah. Taty Fauzi, and Erfan Ramadhani. AuDampak Penggunaan Media Sosial Terhadap Perilaku Belajar Siswa,Ay ISLAMIC COUNSELING Jurnal Bimbingan Konseling Islam 4, no. : 181, https://doi. org/10. 29240/jbk. Agustiah. Fauzi, and Ramadhani. Eirene Jurnal Ilmiah Teologi media daring dipandang sebagai fasilitator online yang memperkuat antara pengguna lainnya, dan media daring juga sangat diperlukan untuk menunjang pembelajaran di sekolah. Media sosial merupakan perkembangan Internet. Keberadaannya memungkinkan media daring berkembang maju, tumbuh seluas dan secepat saat ini. Hal ini memungkinkan setiap pengguna dengan koneksi Internet untuk mendistribusikan informasi saja. Media sosial bisa diubah dan ditata ulang kapan saja oleh penciptanya atau komunitasnya. Bukan hanya itu saja, sosial media dapat membuat dan membentuk cara komunikasi baru. Seperti yang sudah kita ketahui, sebelum lahir dan terkenalnya media sosial, banyak orang saat ini saling menghubungi melalui pesan teks atau panggilan telepon. Namun saat ini, dengan menggunakan media sosial, masyarakat biasanya berkomunikasi melalui layanan chat dan video call (VC). Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi sangat pesat, sebagian besar masyarakat kini sudah mengenal berbagai jejaring sosial, tidak hanya masyarakat perkotaan saja namun para petani pun kini sudah mengikuti dan mulai menggunakan jejaring sosial. Perkembangan sosial media memiliki 2 dampak yaitu, dampak positif dan negatif, sehingga sangat penting untuk menciptakan sistem pengawasan dan pengendalian terhadap penggunanya, sehingga dampak negatif tidak di ikuti dan dampak positifnya di ambil sebagai Media Sosial telah menjadi dunia kedua setelah dunia maya. Pada bulan Januari 2014, jumlah pengguna internet aktif di Indonesia mencapai 72,7 juta. Pengguna internet memiliki akun media sosial sebanyak 98% dan 79% aktif menggunakan media daring. Facebook memiliki pengguna terbanyak yaitu 93% di Indonesia. Pengguna jejaring sosial sangat terkenal dimana-mana, mereka bertukar informasi melalui media online, aktif berkomunikasi dengan orang lain yang berbeda budaya, etnis dan komunitas internasional, sehingga dapat menciptakan saling pengertian. Kesimpulannya bahwa media sosial bersifat non-linier dan menimbulkan ekspektasi baru terhadap informasi, yang secara terbuka mempengaruhi kalangan masyarakat. Kelebihan Media Sosial: Singkat . idak bertele-tel. , cepat . ntuk mengakse. , sederhana . ntuk di gunaka. dan sangat membantu pengguna Bangun hubungan yang baik dengan orang lain. Media sosial memberi peluang untuk dapat berkomunikasi dengan teman, keluarga bahkan anggota masyarakat Media sosial juga dapat membuat kita mudah untuk menjalin hubungan dengan sesama. Media sosial dapat membantu seseorang bahkan untuk semua kalangan, untuk dapat memberi informasi secara cepat tanpa ada kendala-kendala di dalamnya. Mudah digunakan oleh banyak orang, mudah dikelola, sebagai sarana kreativitas, dan sebagai media pendidikan. Risyad Arhamullah Nadialista Kurniawan. Industry and Higher Education 3, no. 168999,http://journal. id/index. php/JIEB/article/view/3845http://dspace. id/handle/123456 789/1288. Risyad Arhamullah Nadialista Kurniawan. Industry and Higher Education 3, no. 168999,http://journal. id/index. php/JIEB/article/view/3845http://dspace. id/handle/123456 789/1288. Rumbewas at. al : Pengaruh Penggunaan . Kekurangan media sosial : Melakukan tindakan kriminal dan sebagai ajang penipuan, biasanya di lakukan oleh orang-orang yang punya pikiran jahat. Membuat siswa menjadi malas belajar karena sering mengakses media online baik itu di sekolah, di rumah atau kapan dan dimana saja mereka berada. Tidak bisa mengatur waktu dengan baik, waktu akan terbuang sia-sia jika kita hanya memfokuskan kegiatan kita di sosial media. Efek kecanduan. Hal ini biasanya disebabkan terlalu menggunakan media sosial sehingga membuat pengguna kecanduan terhadap media sosial. Manfaat media sosial : Sebagai suatu pelajaran, mendengarkan dan mendapat berbagai informasi melalui berbagai media sosial. Sebagai media dokumentasi, pengelolaan lingkungan dan semua konten yang dibuat tersimpan di sejumlah media sosial. Sebagai media perencanaan dan pengolaan di mana media sosial menargetkan dan membuatnya dapat diakses oleh pengguna. Sebagai pengujian untuk strategi suatu perencanaan. Jenis-jenis Media Sosial Tiktok Tiktok adalah aplikasi yang menarik dan sering digunakan oleh pengguna media sosial. Kegunaannya dapat melakukan rekaman pendek keren untuk membuat pengguna lain tertarik dan menontonnya. 9 Saat seseorang membuat rekaman pendek menggunaan aplikasi ini maka orang lain akan melihatnya, bukan hanya untuk orang tua tetapi remajapun dapat membuatnya dan mereka lebih memahaminya. Facebook Facebook di buat pada 04 Februari 2004. Sebelum seseorang menggunakan aplikasi ini terlebih dahulu ia mendaftarkan diri. Setelah itu, membuat profil untuk diri sendiri, kemudian tambahkan teman sebanyak-banyaknya kemudian bertukar cerita dengan mereka, menanyakan kabar, dan memberi informasi melalui aplikasi facebook ini, dan juga ada pemberitahuan otomatis saat mereka mengganti profilnya serta mengunggah foto sampul bahkan menambahkan foto unggulan sebagai postingan mereka. 11 Pengguna aplikasi ini bisa Yelvita,Ay Pengaruh Penggunaan Youtube Terhadap Public Speaking Siswa Berdasarkan Metode Impromtu Dan Ekstemporer Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Di SMAN 2 Kuta Baro, no. : 2003Ae5. Euis Amanah. Lestari Asdiniah. AuPengaruh Media Sosial Tiktok Terhadap Perkembangan Prestasi Belajar Anak Sekolah Dasar,Ay Jurnal Pendidikan Tambusai 5, no. Vol. 5 No. : 2021 . : 1675Ae82, https://jptam. org/index. php/jptam/article/view/1156/1036. Asdiniah. Dominikus Juju MataMaya Studio. Facebook, ed. Whindy Yoevestian, 1st ed. (Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2. , https://doi. org/12109020785. Eirene Jurnal Ilmiah Teologi membuat grup untuk mata pelajaran atau untuk teman-teman sehingga pengguna lainnya dapat bergabung misalnya untuk membahas hal-hal penting di dalamnya. 12 Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg. Aplikasi ini awalnya terbatas hanya untuk mahasiswa, tetapi kemudian diperluas sehingga bukan hanya untuk pemuda saja tetapi juga bagi semua Instagram Instagram menjadi media daring yang paling terkenal bagi para pemuda, banyak yang menggunakan Instagram sehingga jumlah penggunanya pun semakin meningkat. Jumlah pengguna aplikasi mencapai 700 juta, dan jumlah pengguna meningkat 100 juta dalam empat Pengguna terbanyak adalah remaja. 14 Instagram merupakan wadah pemasaran produk bagi para pebisnis, dan hanya dengan berbagi foto dalam waktu beberapa menit, produk yang ditawarkan dapat dilihat oleh semua pengguna akun Instagram tanpa banyak mengeluarkan biaya dan tenaga. Instagram menjadi media sosial terpopuler semua orang. Faktanya, saat ini pengguna Instagram di Indonesia terbukti mencapai 400 juta pengguna aktif berdasarkan Whatsap Pada oktober 2019 whatsap sebagai aplikasi yang terkenal di saat itu. Semua orang bahkan di seluruh dunia berkomunikasi secara virtual melalui aplikasi whatsap yang membuat kita saling menanyakan kabar, video call, dan mengirim foto. Sosial Media Telekomunikasi Sejak semula telekomunikasi terus berfokus dalam membangun interaksi antar sesama pengguna, baik itu telepon, chat ataupun informasi berupa berita ter-aktual, dengan seiring berjalnnya waktu jejaring sosial semakin berkembang, sebab segala aktivitas pada dunia yang moderen ini, pengguna lebih banyak menghabiskan waktu mereka dalam menggunakan media sosial sebagai sarana komunikasi, baik secara individual maupun kelompok, dalam membangun interaksi yang antara keluarga, bisnis, atau hanya sebagai saran untuk saling mengenal antar sesama pengguna jejaring media telekomuniukasi. Branding (Mere. Branding merupakan cara seseorang atau kelompok dalam menciptakan image yang dapat memikat lebih banyak pengguna, tujuan dari branding sendiri ialah untuk membedakan hasil hak cipta yang dapat dibedakan menurut kualitas dan minat pengguna, adapun branding yang dimaksud adalah berupa foto gambar atau foto barang pencipta atau gambar lainnya yang dapat memikat setiap banyak pengguna media sosial untuk memikat mereka dalam Ilmu Tarbiyah et al. AuFakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan Institut Agama Islam Negeri Walisongo Semarang 2014,Ay 2015. Tarbiyah et al. Reni Ferlitasari. Suhandi, and Ellya Rosana. AuPengaruh Media Sosial Istagram Terhadap Prilaku Keagaamaan Remaja,Ay Sosio Religia:Jurnal Sosiologi Islam 01, no. : 2Ae3. L E Y D E Adquisiciones et al. ,Ay Duke Law Journal 1, no. Junawan and Laugu. Rumbewas at. al : Pengaruh Penggunaan . mengunjungi akun media sosial dari branding yang telah di buat, dan bukan hanya itu saja setiap pengguna juga dapat menciptakan branding mereka sendiri guna berinteraksi dengan sesama pengguna lainnya, sehingga karya-karya yang telah di buat dari barnding akun media sosial tersebut dapat diminati sesuai dengan fungsi branding . yang telah di tetapkan. Sarana berbisnis Fungsi lain dari sosial media ialah sebagai sarana pengguna untuk memulai sebuah bisnis, yang merupakan suatu upaya yang dapat di lakukan bagi setiap pengguna, teknologi ini bisa dianggap sebagai suatu sarana alternatif yang sangat menguntungkan bagi pengguna, sehingga seiring dengan berjalannya waktu perkembangan media sosial dapat memudahkan pengguna dalam membangun dan menjalankan bisnis mereka. Selain itu pengguna juga dapat memanfaatkan sosial media sebagai sarana untuk mempromosikan hasil karya mereka dengan menjangkau setiap dari pengguna sosial media lainnya, guna membuat ketertarikan untuk melibatkan diri dalam pengguna hasil Marketing (Pemasara. Fungsi yang terakhir ialah pemasaran, hampir di lakukan oleh banyak orang sekarang ini. Media sosial sangat membantu dan memudahkan para pebisnis untuk menampilkan diri dan menjangkau lebih banyak konsumen. Melalui media sosial banyak pengguna dapat saling berinteraksi antara satu dengan yang lain dengan saling memperkenalkan diri maupun memperkenalkan setiap brand usaha milik mereka, yang mana setiap pengguna bisa berinteraksi secara langsung melalui daring, dan hingga saat ini juga sudah ada berbagai macam paltfor, yang tersedia dalam media sosial, namun hanya terdapat beberapa fitur yang hingga kini masih memberikan dampak paling besar terhadap komunikasi antarbudaya, yaitu fitur interaksi dan kualitas hiperteksi. Interaksi media sosial baru membuat pelacakan komunikasi dan informasi antar jaringan berbeda menjadi menyenangkan dengan mesin pencari yang canggih dan cepat. Bebas dalam mencari informasi sehingga membuat teknologi memberikan dampak terhadap banyak orang. Definisi Belajar Belajar merupakan usaha seseorang untuk memperoleh perubahan-perubahan baru dalam tingkah lakunya secara menyeluruh, dapat dihasilkan dari pengalaman saat berinteraksi dengan lingkungan tempat ia tinggal. 18 Belajar merupakan suatu proses perubahan hidup, kemudian dapat diwujudkan dengan bentuk kualitas dan kuantitas perilaku manusia seperti pengetahuan yang dimiliki seseorang, baik sikapnya, keterampilannya dan daya pikir. Pembelajaran menghasilkan perubahan pada aspek fisiologis maupun psikologis. fisiologis yaitu seperti kemampuan berjalan pada seorang anak kecil yang hendak belajar Siti Hafsah. AuPengaruh Media Sosial Terhadap Motivasi Belajar Siswa Muhammadiyah Jakarta,Ay Universitas Muhammadiyah Jakarta, 2018, 140. Gunistiyo dan Hf Sumarno. AuANALISIS PENGARUH BOOKVALUE PER SHARE TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN DI BURSA EFEK JAKARTA (STUDI KASUS PERUSAHAAN KELOMPOK LQ-. OlehAy 5, no. : 1Ae8. Hakim. Thursan. Belajar Secara Efektif (Jakarta: Niaga Swadaya, 2. Eirene Jurnal Ilmiah Teologi berjalan, sedangkan pada sisi psikologis pemahaman, cara memahami apa yang dipelajari yaitu paham betul mengenai pengetahuan dan semua nilai yang berlaku di tengah-tengah 20 Apabila terjadi perubahan dari diri seseorang artinya ia telah belajar dan mendapat perubahan dalam dirinya sendiri misalnya dari tidak bisa baca menjadi bisa AuBelajar merupakan suatu usaha untuk mencapai perubahan total sebagai hasil pengalaman pribadi saat beradaptasi dengan lingkungan tempat tinggal. 21 Belajar adalah suatu perubahan yang di miliki oleh seseorang yaitu perubahan perilaku yang di dapatkan dari tempat dimana orang tersebut tinggal. Belajar adalah kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh seseorang dan mendapat perubahan dalam dirinya yaitu berupa pengetahuan yang berdasarkan alat indra dan Belajar untuk mencapai tujuan yang telah diharapakan oleh khususnya setiap orang yang ingin mencapai tujuan tersebut. Peserta didik adalah subjek utama dari kegiatan belajar mengajar dan kegiatan Maka dari itu, arti pengajaran adalah keaktifan siswa dalam mencapai suatu tujuan pembelajaran. Peserta didik akan mencapai tujuan pengajaran apabila peserta didik berusaha sekuat tenaga dan secara aktif untuk mencapainya. Keaktifan dari anak didik tidak hanya dituntut dari segi fisiknya saja, tetapi juga dari segi kejiwaannya. Apabila kita hanya tuntut dari segi fisik saja yang aktif dan mentalnya tidak aktif, maka tujuan dari pembelajaran belum tercapai kepada anak didik kita. ini sama halnya dengan peserta didik tidak belajar, karena mereka tidak merasakan perubahan satupun dalam dirinya. Setelah seseorang melakukan aktivitas belajar maka orang tersebut akan mengalami suatu perubahan dalam dirinya. 23 Perlu adanya tindakan sedemikian rupa sehingga siswa dapat selalu hadir pada tatap muka di kelas, yaitu dengan proses kegiatan belajar mengajar yang unik atau menarik yang dapat mempengaruhi motivasi siswa untuk terlibat dan berpartisipasi dalam pembelajaran di kelas. Motivasi itu terutama dapat disebabkan oleh faktor internal, seperti keinginan dan kemauan untuk belajar, mempunyai cita-cita yang tinggi, selain itu faktor internal memberikan motivasi kepada siswa bagi lingkungan belajar yang menyenangkan. Tujuan pembelajaran ialah hal yang sangat penting yang harus dilihat ketika merencanakan proses belajar mengajar. Karena tujuannya ialah sesuatu yang dikejar yang harus dicapai dalam belajar mengajar. 25 Pembelajaran akan berjalan efisien serta efektif Gunistiyo dan Sumarno et al. , ,Ay ANALISIS PENGARUH BOOKVALUE PER SHARE TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN DI BURSA EFEK JAKARTA (STUDI KASUS PERUSAHAAN KELOMPOK LQ-. Oleh 5, no. : 1Ae8, http://eprints. mx/5481/1/1020149995. PDF. Ependi Irpan. AuBELAJAR PENDIDIKAN JASMANI PADA SISWA KELAS Vi SMP NEGERI 2 KARAWANG BARAT PROPOSAL SKRIPSI,Ay 2018. Roymond H. Simamora. Pendidikan Dalam Keperawatan, 1st ed. (Jakarta: Buku Kedokteran EGC. Salma Luthfiana. AuPengaruh Penggunaan Media Sosial Terhadap Motivasi Belajar Sejarah Siswa Kelas Xii Di Sman 6 Banjarmasin,Ay Dk, 2020, 1Ae18, https://edarxiv. org/4f5b7/download. Thomson Elias Trogear Naomi. Korneles Viktor Ohoiwutun. AuPENGARUH PENGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BAGI PROSES PENDIDIKAN SISWA SMP NEGERI 2 KOTA SORONGAy 8, no. : 104Ae23. Talia Maria Atfyor. Skivo Reiner Watak, and Thomson Framonty Elias. AuLEARNING EFFECTIVENESS DURING THE COVID-19 PANDEMIC AT NUSANTARA JUNIOR HIGH SCHOOL , Rumbewas at. al : Pengaruh Penggunaan . apabila hadirnya media yang menunjang. Ketersediaan media pengajaran merangsang dan dibutuhkan agar mengembangkan kemampuan siswa. Sebab, kemampuan peserta didik akan terpacu ketika terbantu dalam berbagai ruang serta sarana prasarana dalam menopang suatu komunikasi secara berkesinambungan. Media adalah alat yang dibutuhkan dan membantu akan suatu keberhasilan pembelajaran. Sebab kehadirannya untuk menawarkan dinamika khusus terhadap peserta didik. Ciri-ciri belajar Terdapat suatu prestasi yang di miliki oleh peserta didik yaitu bersifat pengetahuan bagi diri sendiri, keterampilan pribadi, maupun nilai dan sikap dari seorang siswa. Jika seorang siswa mendapat perubahan hal itu bukan sekedar sementara tetapi untuk selamnya pada diri seseorang yang telah mendapat perubahan dalam dirinya. Perubahan tidak terjadi dengan mudah, harus dilakukan dalam mencari solusi. Jika seorang berubah hal tersebut di sebabkan oleh tempat tinggalnya. Perubahan terjadi bukan karena sakit penyakit yang dialami oleh seseorang. Faktor-faktor yang mempengaruhi waktu belajar siswa Prestasi akademik seorang siswa disebabkan oleh banyak faktor, ialah faktor individu peserta didik serta lingkungannya. Ada dua faktor yang mempengaruhi hasil belajar peserta didik ialah berawal dari individu serta lingkungan tempat tinggal. Faktor individu adalah faktor fisiologis dan psikis, yaitu kebugaran jasmania. Faktor psikologis yaitu pengetahuan dan ketrampilan dari seseorang. Sedangkan faktor lingkungan adalah faktor instrumental. Faktor lingkungan yang menjadi menghambat pembelajaran yaitu tempat dimana orang tersebut tinggal atau menempatinya, dan faktor instrumental ialah pendidik di sekolah, materi pembelajaran, sarana dan prasarana. Menerapkan hasil pembelajaran, yaitu ketika terjadi perubahan pada belajar mengajar di Hasil pembelajaran disajikan dalam bentuk nilai yang diperoleh. Tingkat keberhasilan tertinggi bagi siswa ketika mencapai tujuan dalam sebuah program pembelajaran adalah bentuk pencapaian yang di hasilkan oleh peserta didik. 27 Waktu diluar sekolah lebih banyak dari waktu yang ada dalam kelas, oleh sebab itu waktu belajar di rumah adalah hal yang sangat penting bagi siswa. Namun, siswa sendiri yang akan mengatur waktu untuk belajar. Dengan terbiasa belajar akan mempengaruhuinya, yang tujuannya adalah untuk memperoleh pengetahuan, sikap, kecapakan dan ketrampilan, diantaranya, membuat jadwal serta melaksanakannya, membaca,mengulang kembali materi pelajaran, konsentrasi dan membuat pekerjaan rumah dari seorang guru. Minat serta pelajaran ekstrakurikuler memegang peranan yang sangat baik untuk menambah pengetahuan akademik, serta peserta didik yang berminat dan menyadari akan SORONG CITY EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI SMP NUSANTARA KOTA SORONGAy 8, no. : 164Ae86. Cepi Riyana. Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi Dan Kominikasi: Mengembangkan Profesionalitas Guru/ Rusman. Deni Kurniawan. Cepi Riyana, 1st ed. (Jakarta: Rajawali Pers, 2. Mega Suliani and Abdan Matin Ahmad. AuFaktor Yang Mempengaruhi Hasil Pembelajaran Jarak Jauh Di MTs Negeri 6 HSS Di Masa Pandemik Covid-19,Ay SJME (Supremum Journal of Mathematics Educatio. 5, no. : 179Ae88, https://doi. org/10. 35706/sjme. Eirene Jurnal Ilmiah Teologi pelajarannya berkurang secara signifikan. Berdasarkan kesadaran tersebut, siswa mempraktekkan belajar serta menjalaninya dengan rasa bertanggung jawab dengan semua pembelajaran guna memperoleh hasil pembelajaran yang baik. Pentingnya waktu Belajar Siswa Pembelajaran pada hakikatnya adalah melakukan proses belajar di kelas, agar peserta didik harus ikut serta atau aktif dalam pembelajaran melalui kegiatan belajar. Media pembelajaran sangat penting dan di butuhkan bagi siswa. Kehadiran media pembelajarn pada saat memberikan materi meningkatkan keinginan peserta didik untuk belajar. Keberhasilan belajar salah satunya dapat berupa hasil belajar atau hasil ujian siswa. Dalam hal ini peran guru untuk menunjang keberhasilan akademik siswa sangatlah penting. Beberapa faktor yang sangat penting mempengaruhi pencapaian akademik yang tidak semua di lihat guru yaitu karakter peserta didik. Masing-masing peserta didik mempunyai karakter berbeda dengan peserta didik yang lain. 28 Salah satu tempat atau pusat kegiatan belajar dan pendidikan siswa adalah di sekolah. Oleh karena itu, siswa banyak melakukan kegiatan belajar di sekolah bersama guru dan teman. Ada banyak aktivitas berbeda yang dilakukan siswa di sekolah. 29 Karakter seorang siswa dapat di lihat dari hasil belajarnya, berupa pengetahuan, ketrampilan, kemampuan, dan sikap dari peserta didik. Masing-masing peserta didik mempunyai gaya belajar berbeda-beda, dalam hal menghadapi suatu masalah dan belajar. Masing-masing peserta didik mempunyai cara belajar tersendiri sehingga dapat menerima, dan mengingat setiap materi yang di sampaikan juga berbeda. Motivasi sangat penting serta diperlukan bagi siswa untuk mendorong peserta didik agar giat belajar dan belajar terus-menerus. Oleh karena itu, guru harus memahami pentingnya memberikan motivasi ketika mengajar siswa. 31 Belajar sangatlah penting bagi siswa dan merupakan bentuk perilaku yang baik. Belajar membantu mereka beradaptasi dengan lingkungannya. Pengertian belajar adalah proses yang di jalani dengan waktu yang telah di tetapkan, dimana seseorang berubah dari suatu kecacatan menjadi suatu kemampuan. Perubahan tersebut biasanya bersifat permanen, artinya perilaku tersebut terlihat saat ini berdasarkan pengalaman hidupnya. Pengertian Siswa Peserta didik merupakan masing-masing orang dalam berkeinginan untuk membangun diri sendiri dalam hal belajar mengajar di sekolah serta mengikuti jalur pengajaran di sekolah Ina Magdalena et al. AuPentingnya Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Sdn Meruya Selatan 06 Pagi,Ay EDISI : Jurnal Edukasi Dan Sains 3, no. : 312Ae25, https://ejournal. id/index. php/edisi. Yohanes Joko Saptono. AuMotivasi Belajar Dan Keberhasilan Peserta Didik,Ay Jurnal Pendidikan Agama Kristen Fidei I . : 189Ae212. Febi Dwi Widayanti. AuPentingnya Mengetahui Gaya Belajar Siswa Dalam Kegiatan Pembelajaran Di Kelas,Ay Erudio Journal of Educational Innovation 2, no. , https://doi. org/10. 18551/erudio. Magdalena et al. AuPentingnya Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Sdn Meruya Selatan 06 Pagi. Ay Saptono. AuMotivasi Belajar Dan Keberhasilan Peserta Didik. Ay Rumbewas at. al : Pengaruh Penggunaan . maupun pada komunitas-komunitas tertentu. Siswa ialah seorang pelajar, keberadaannya pada tingkatan SD sampai SMA/SMK sederajat. Siswa adalah orang yang sedang menempuh pendidikan sejak usia dini dan mengikuti proses pembelajaran di sekolah dalam pengawasan seorang guru. Siswa dapat ikut serta dalam belajar mengajar pada setiap harinya atau pada saat siswa tersebut menempuh pendidikan di sekolah, pastinya tidak terlepas dalam peraturan yang telah di atur dan tetapkan dari pihak sekolah serta tuntutan belajar bagi seorang siswa. Disiplin biasa dibilang dengan ketaatan bagi setiap siswa terhadap berbagai aturan sekolah. Disiplin adalah upaya sekolah untuk menciptakan kenyamanan belajar serta mencegah perilaku seseorang yang tidak normal agar proses pembelajaran berjalan lancar dan efisien. Oleh karena itu, siswa harus memiliki disiplin diri untuk melakukan peraturan sekolah, termasuk disiplin mengatur waktu untuk belajar. Peserta didik ialah seseorang yang belum sepenuhnya dewasa, yang hendak mendapatkan pengajaran dari seorang guru dan bantuan bimbingan orang yang lebih dewasa untuk menjalin tugas sebagai makhluk Tuhan, dan sebagai warga negara yang baik serta mendapat didikan dari orang tua kepada seorang siswa. Siswa juga adalah masyarakat yang sampai sekarang masih membutuhkan banyak pembelajaran agar dapat meningkatkan kualitas hidupnya pada jalur pendidikan yang telah di jalani saat ini atau yang sedang di tempuh oleh seorang siswa. Kajian PAK Matius 24:14 berbunyi: AuDan injil kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya. Artinya kita sebagai orang percaya dalam memakai atau menggunakan media sosial harus dengan bijak. Melalui media sosial kita pakai untuk bersaksi berdasarkan pimpinan Roh Kudus, kita dapat menggunakan media sosial untuk memberikan informasi-informasi yang baik kepada temanteman kita yang juga menggunakan media sosial. Metodologi Penelitian Metode yang dipakai yaitu metode kuantitatif, adalah Auproses pencarian informasi yang dipakai dalam meneliti populasi dan sampel, dan biasanya tidak di lakukan secara berurutan melainkan secara acak. Dalam hal ini memakai metode kuantitatif, karena objek yang di teliti akan di nyatakan dalam bentuk angka kemudian di analisis sesuai analisis statistik untuk mengetahui seberapa banyak pengaruh teknologi bagi waktu belajar peserta didik. Tempat dan Waktu Penelitian Dilaksanakan di SMP Negeri 9 Kota Sorong. Distrik Sorong Kepulauan. Provinsi Papua Barat Daya. Penelitian ini dilakukan selama dua bulan, mulai dari bulan Desember 2023 Ae Januari 2024. Metode Penelitian Sugiyono. Metode Penelitian Bisnis,(Bandung: Alfabeta, 2. , hal 14 Eirene Jurnal Ilmiah Teologi Metode kuantitatif yang di pakai, tujuannya adalah untuk meneliti populasi dan sampel dalam mengumpulkan data guna menguji hipotesis. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini berjumlah 104 orang yang terdiri dari 62 siswa, 10 guru pengajar, 2 orang tata usaha dan 30 orang tua. Jumlah sampel adalah 60 orang yang terdiri dari 30 siswa dan 30 orang tua. Teknik Pengumpulan Data Penelitian ini menggunakan kualitas pengumpulan data. Data-data dapat di satukan dengan sumber data yang berbeda-beda pula, data yang di pakai ialah: Kuesioner (Angke. Kuesioner ialah salah satu teknik yang di pakai peneliti untuk mengumpul data dari responden, responden dapat menjawab pertanyaan/pernyataan dan bila sudah lengkap dapat dikembalikan kepada peneliti. Dengan menggunakan kuesioner, peneliti dapat memperoleh informasi tentang pemikiran, perasaan, sikap, keyakinan, kepribadian dan perilaku Studi Pustaka Studi kepustakaan adalah suatu teknik yang gunakan untuk memperoleh informasi data-data teoritis dan untuk memperoleh keterangan dari literature yang berkaitan dengan topik penelitian. Instrumen yang dipakai yaitu berupa pertanyaan tertulis/Angket yang diajukan oleh penulis kepada para responden untuk diisi atau dijawab. Teknik Analisis Data Sistem analisis data yang dipakai untuk menganalisis hasil dari penelitian yaitu tabulating/tabulasi. Tabulating adalah mentabulasikan hasil data yang diperoleh sesuai dengan item pertanyaan. Dalam tabulating/tabulasi dikenal istilah simple tabulation . abulasi sederhan. dan cross tabulation . abulasi silan. Penyajian data dalam bentuk tabel berarti mengumpulkan data-data ke dalam kelompok yang sama dalam suatu baris atau kolom, sehingga setiap kelompok mempunya frekuensi . Simple tabulation . abulasi sederhan. yang digunakan untuk menganalisis data hasil penelitian yang digambarkan dengan kata-kata tersebut (Yakin. Kurang yakin. Ragu-ragu. Sama sekali tidak yaki. Analisis dan perhitungan menggunakan sistem rumus yaitu: F x 100% = P Ket: F = Frekuensi. R = Responden. P = Persen Sugiyono. Metode Penelitian KombinasiA, hal 192-193 Sugiyono, 227 Sugioyono, 94-95 Rumbewas at. al : Pengaruh Penggunaan . HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penulis menyelesaikan tugas akhir ini tepat waktu atau sesuai dengan waktu yang di tetapkan dan menerima data-data yang benar. Dengan demikian, data yang relevan dapat dianalisis dalam bentuk persentase dengan bentuk tabel sebagai berikut: Tabel 1 Semua siswa memilliki akun media sosial Gradasi Jawaban Frekuensi Presentase Sangat setuju 43,3% Setuju 56,6% Tidak setuju Sangat tidak setuju 99,9% Dari jawaban 30 Responden, yang menjawab sangat setuju 13 responden . ,3%), yang menjawab setuju 17 responden . ,6%), jawaban tidak setuju 0 responden . %), jawaban sangat tidak setuju 0 responden . %). Kesimpulannya bahwa semua siswa memiliki akun media sosial. Tabel 2 Siswa memakai Smarphone/Hp untuk mengakses media sosial Gradasi Jawaban Frekuensi Presentase Sangat setuju Setuju 23,3% Tidak setuju Sangat tidak setuju 95,3% Dari jawaban 30 Responden, yang menjawab sangat setuju 14 Responden . %), yang menjawab setuju 7 Responden . ,3%), yang menjawab tidak setuju 6 Responden . %), yang menjawab sangat tidak setuju 3 Responden . %). Kesimpulan, siswa memakai Smarphone/Hp untuk mengakses media sosial. Tabel 3 Fecebook,Tiktok,Whatsap,Instagram, adalah media sosial yang sering digunakan oleh semua siswa. Gradasi Jawaban Frekuensi Presentase Yakin 63,3% Kurang Yakin 26,6% Ragu-ragu Sama sekali tidak yakin 99,9% Dari jawaban 30 responden, yang menjawab yakin 19 responden . ,3%), yang Eirene Jurnal Ilmiah Teologi menjawab kurang yakin 8 responden . ,6%), jawaban ragu-ragu 0 . %), jawaban sama sekali tidak yakin 3 responden . %). Kesimpulan, semua siswa yakin bahwa Fecebook,Tiktok. Instagram dan Whatsap adalah media sosial yang sering digunakan oleh siswa. Tabel 4 Siswa menggunakan media sosial saat belajar Gradasi Jawaban Frekuensi Presentase Yakin 46,6% Kurang Yakin 26,6% Ragu-ragu Sama sekali tidak yakin 26,6% 99,8% Dari jawaban 30 responden, jawaban yakin 14 responden . ,6%), jawaban kurang yakin 8 responden . ,6%), jawaban ragu-ragu 0 . %), jawaban sama sekali tidak yakin 8 responden . ,6%). Kesimpulan, siswa yakin bahwa semua siswa menggunakan media sosial pada saat belajar. Tabel 5 Semua siswa mengakses media sosial >6 jam/hari Gradasi Jawaban Frekuensi Presentase Sangat setuju 16,6% Setuju Tidak setuju 36,6% Sangat tidak setuju 16,6% 99,8% Dari jawaban 30 responden, yang menjawab sangat setuju 5 responden . ,6%), yang menjawab setuju 9 responden . %), yang menjawab tidak setuju 11 responden . ,6%), yang menjawab sama sangat tidak setuju 5 responden . ,6%). Kesimpulan, siswa tidak mengakses media sosial >6 jam/hari. Tabel 6 Siswa menggunakan waktu untuk belajar di rumah selama 2 jam/hari Gradasi Jawaban Frekuensi Presentase Yakin Kurang Yakin 26,6% Ragu-ragu 26,6% Sama sekali tidak yakin 6,6% 99,8% Dari jawaban 30 responden, yang menjawab yakin 12 responden . %), yang menjawab kurang yakin 8 responden . ,6%), yang menjawab ragu-ragu 8 responden . ,6%), yang menjawab sama sekali tidak yakin 2 responden . ,6%). Kesimpulan. Siswa dapat menggunakan waktu untuk belajar di rumah. Rumbewas at. al : Pengaruh Penggunaan . Tabel 7 Media sosial berpengaruh terhadap aktivitas belajar siswa Gradasi Jawaban Sangat berpengaruh Berpengaruh Tidak berpengaruh Sangat tidak berpengaruh Frekuensi Presentase 63,3% 6,6% 99,9% Dari jawaban 30 responden, yang menjawab sangat berpengaruh 19 responden . ,3%), yang menjawab berpengaruh 9 responden . %), tidak berpengaruh 0 . %), yang menjawab sangat tidak berpengaruh 2 responden . ,6%). Kesimpulan, media sosial sangat berpengaruh terhadap aktivitas belajar. Tabel 8 Siswa sering menggunakan media sosial untuk menanyakan materi pelajaran Gradasi Jawaban Frekuensi Presentase Yakin Kurang yakin 26,6% Ragu-ragu 6,6% Sama sekali tidak yakin 16,6% 99,8% Dari jawaban 30 responden, yang menjawab yakin 15 responden . %), yang menjawab kurang yakin 8 responden . ,6%), yang menjawab ragu-ragu 2 responden . ,6%), yang menjawab sama sekali tidak yakin 5 responden . ,6%). Kesimpulan. Siswa menggunakan media sosial untuk menanyakan materi pelajaran. Tabel 9 Menggunakan media sosial merugikan siswa Gradasi Jawaban Sangat merugikan Merugikan Tidak merugikan Sangat tidak merugikan Frekuensi Presentase 36,6% 16,6% 26,6% 99,8% Dari jawaban 30 responden, jawaban sangat merugikan 11 responden . ,6%), jawaban merugikan 6 responden . %), jawaban tidak merugikan 5 responden . ,6%), jawaban sangat tidak merugikan 8 responden . ,6%). Kesimpulan, menggunakan media sosial sangat merugikan siswa. Tabel 10 Media sosial membuat siswa malas belajar Eirene Jurnal Ilmiah Teologi Gradasi Jawaban Yakin Kurang yakin Ragu-ragu Sama sekali tidak yakin Frekuensi Presentase 66,6% 13,3% 13,3% 6,6% 99,8% Dari jawaban 30 responden, yang menjawab yakin 20 responden . ,6%), yang menjawab kurang yakin 4 responden . ,3%), yang menjawab ragu-ragu 4 responden . ,3%), yang menjawab sama sekali tidak yakin 2 responden . ,6%). Kesimpulan, siswa yakin bahwa menggunakan media sosial membuat siswa malas untuk belajar. Tabel 11 Semua siswa sering mengakses media sosial di rumah Gradasi Jawaban Frekuensi Presentase Yakin 53,3% Kurang Yakin 16,6% Ragu-ragu Sama sekali tidak yakin 99,9% Dari jawaban 30 responden, jawaban yakin 16 responden . ,3%), jawaban kurang yakin 5 responden . ,6%), jawaban ragu-ragu 6 responden . %), jawaban sama sekali tidak yakin 3 responden . %). Kesimpulannya, siswa sering mengakses media sosial di rumah. Tabel 12 Penggunaan media sosial dapat mengubah gaya hidup Gradasi Jawaban Frekuensi Presentase Yakin Kurang yakin 23,3% Ragu-ragu 3,3% Sama sekali tidak yakin 23,3% 99,9% Dari jawaban 30 responden, jawaban yakin 15 responden . %), jawaban kurang yakin 7 responden . ,3%), jawaban ragu-ragu 1 responden . ,3%), jawaban sama sekali tidak yakin 7 responden . ,3%). Kesimpulan, menggunakan media sosial dapat mengubah gaya hidup siswa. Tabel 13 Media sosial mengakibatkan menurunnya motivasi belajar siswa di rumah Gradasi Jawaban Yakin Kurang yakin Ragu-ragu Frekuensi Presentase 63,3% 13,3% 3,3% Rumbewas at. al : Pengaruh Penggunaan . Sama sekali tidak yakin 99,9% Dari jawaban 30 responden, jawaban yakin 19 responden . ,3%), jawaban kurang yakin 4 responden . ,3%), jawaban ragu-ragu 1 responden . ,3%), jawaban sama sekali tidak yakin 6 responden . %). Kesimpulan, media sosial menghilangkan motivasi belajar siswa. Tabel 14 Media sosial memberikan dampak negativ bagi siswa Gradasi Jawaban Yakin Kurang Ragu-ragu Sama sekali tidak yakin Frekuensi Presentase 46,6% 6,6% 16,6% 99,8% Dari jawaban 30 responden, jawaban yakin 14 responden . ,6%), jawaban kurang yakin 9 responden . %), jawawan tidak ragu-ragu 2 responden . ,6%), jawaban sama sekali tidak yakin 5 responden . ,6%). Kesimpulan, media sosial memberikan dampak yang negativ bagi siswa. Tabel 15 Semua siswa pernah seharian tidak menggunakan media sosial di rumah Gradasi Jawaban Frekuensi Presentase Yakin 46,6% Kurang yakin Ragu-ragu 3,3% Sama sekali tidak yakin 99,9% Dari jawaban 30 responden, yang menjawab yakin 14 responden . ,6%), yang menjawab kurang yakin 9 responden . %), yang menjawab ragu-ragu 1 responden . ,3%), yang menjawab sama sekali tidak yakin 6 responden . %). Kesimpulan, siswa pernah seharian tidak menggunakan media sosial di rumah. Pertanyaan untuk orang tua Tabel 16 Semua siswa memilliki akun media sosial Gradasi Jawaban Frekuensi Sangat setuju Setuju Tidak setuju Sangat tidak setuju Presentase 23,3% 3,3% 6,6% Eirene Jurnal Ilmiah Teologi 99,8% Dari jawaban 30 Responden, yang menjawab sangat setuju 20 responden . ,6%), yang menjawab setuju 7 responden . ,3%), yang menjawab tidak setuju 1 responden . ,3%), yang menjawab sangat tidak setuju 2 responden . ,6%). Kesimpulan, semua siswa memiliki akun media sosial. Tabel 17 Siswa memakai Smarphone/Hp untuk mengakses media sosial Gradasi Jawaban Frekuensi Presentase Sangat setuju 73,3% Setuju 13,3% Tidak setuju 6,6% Sangat tidak setuju 6,6% 99,8% Dari jawaban 30 Responden, yang menjawab sangat setuju 22 Responden . ,3%). Yang menjawab setuju 4 Responden . ,3%), yang menjawab tidak setuju 2 Responden . ,6%), yang menjawab sangat tidak setuju 2 Responden . ,6%). Kesimpulan, siswa memakai Smarphone/Hp untuk mengakses media sosial. Tabel 18 Fecebook,Tiktok,Whatsap,Instagram, adalah media sosial yang sering digunakan oleh semua siswa. Gradasi Jawaban Frekuensi Presentase Yakin Kurang Yakin 16,6% Ragu-ragu Sama sekali tidak yakin 13,3% 99,9% Dari jawaban 30 responden, yang menjawab yakin 21 responden . %), yang menjawab kurang yakin 5 responden . ,6%), jawaban ragu-ragu 0 . %), yang menjawab sama sekali tidak yakin 4 responden . ,3%). Kesimpulan, media sosial yang sering digunakan oleh siswa adalah Fecebook,Tiktok. Instagram dan Whatsap. Tabel 19 Siswa menggunakan media sosial saat belajar Gradasi Jawaban Frekuensi Presentase Yakin Kurang Yakin 33,3% Ragu-ragu 3,3% Sama sekali tidak yakin 13,3% 99,9% Dari jawaban 30 responden, yang menjawab yakin 15 responden . %), yang menjawab kurang yakin 10 responden . ,3%), yang menjawab ragu-ragu 1 Rumbewas at. al : Pengaruh Penggunaan . ,3%), yang menjawab sama sekali tidak yakin 4 responden . ,3%). Kesimpulan, siswa menggunakan media sosial saat belajar. Tabel 20 Semua siswa mengakses media sosial >6 jam/hari Gradasi Jawaban Frekuensi Presentase Yakin 46,6% Kurang yakin 23,3% Ragu-ragu Sama sekali tidak yakin 99,9% Dari jawaban 30 responden, yang menjawab yakin 14 responden . ,6%), yang menjawab kurang yakin 7 responden . ,3%), yang menjawab ragu-ragu 3 responden . %), yang menjawab sama sekali tidak yakin 6 responden . %). Kesimpulan, semua siswa mengakses media sosial >6 jam/hari. Tabel 21 Siswa menggunakan waktu untuk belajar di rumah selama 2 jam/hari Gradasi Jawaban Frekuensi Presentase Yakin 16,6% Kurang Yakin Ragu-ragu Sama sekali tidak yakin 23,3% 99,9% Dari jawaban 30 responden, jawaban yakin 5 responden . ,6%), jawaban kurang yakin 12 responden . %), jawaban ragu-ragu 6 responden . %), jawaban sama sekali tidak yakin 7 responden . ,3%). Kesimpulan, siswa tidak menggunakan waktu dengan baik untuk dapat belajar di rumah. Tabel 22 Media sosial berpengaruh terhadap aktivitas belajar siswa Gradasi Jawaban Sangat berpengaruh Berpengaruh Tidak berpengaruh Sangat tidak berpengaruh Frekuensi Presentase 13,3% 6,6% 99,9% Dari jawaban 30 responden, yang sangat berpengaruh 24 responden . %), yang menjawab berpengaruh 4 responden . ,3%), jawaban tidak berpengaruh 0 responden . %), yang menjawab sangat tidak berpengaruh 2 responden . ,6%). Kesimpulan, media sosial sangat berpengaruh terhadap aktivitas belajar siswa. Tabel 23 Eirene Jurnal Ilmiah Teologi Siswa sering menggunakan media sosial untuk menanyakan materi pelajaran Gradasi Jawaban Yakin Kurang yakin Ragu-ragu Sama sekali tidak yakin Frekuensi Presentase 13,3% 6,6% Dari jawaban 30 responden, yang menjawab yakin 24 responden . %), yang menjawab kurang yakin 4 responden . ,3%), jawaban ragu-ragu 0 responden . %), yang menjawab sama sekali tidak yakin 2 responden . ,6%). Kesimpulan, siswa sering menggunakan media sosial untuk menanyakan materi pelajaran. Tabel 24 Menggunakan media sosial merugikan siswa Gradasi Jawaban Sangat merugikan Merugikan Tidak merugikan Sangat tidak merugikan Frekuensi Presentase 53,3% 13,3% 13,3% 99,9% Dari jawaban 30 responden, yang menjawaba sangat merugikan 16 responden . ,3%), yang menjawab merugikan 6 responden . %), yang menjawab tidak merugikan 4 responden . ,3%), yang menjawab sangat merugikan 4 responden . ,3%). Kesimpulan, menggunakan media sosial sangat merugikan siswa. Tabel 25 Media sosial membuat siswa malas belajar Gradasi Jawaban Frekuensi Presentase Yakin 63,3% Kurang yakin 23,3% Ragu-ragu 3,3% Sama sekali tidak yakin 99,9% Dari jawaban 30 responden, yang menjawab yakin 19 responden . ,3%), yang menjawab kurang yakin 7 responden . ,3%), yang menjawab ragu-ragu 1 responden . ,3%), yang menjawab sama sekali tidak yakin 3 responden . %). Kesimpulan, menggunakan media sosial membuat siswa malas belajar. Tabel 26 Semua siswa sering mengakses media sosial di rumah Gradasi Jawaban Frekuensi Presentase Rumbewas at. al : Pengaruh Penggunaan . Yakin Kurang Yakin Ragu-ragu Sama sekali tidak yakin 76,6% 3,3% 99,9% Dari jawaban 30 responden, jawaban yakin 23 responden . ,6%), jawaban kurang yakin 6 responden . %), jawaban ragu-ragu 1 responden . ,3%), jawaban sama sekali tidak yakin 0 . %). Kesimpulannya, orang tua mengiakan bahwa siswa sering mengakses media sosial di rumah. Tabel 27 Penggunaan media sosial dapat mengubah gaya hidup Gradasi Jawaban Frekuensi Presentase Yakin 83,3% Kurang yakin 16,6% Ragu-ragu Sama sekali tidak yakin 99,9% Dari jawaban 30 responden, jawaban yakin 25 responden . ,3%), jawaban kurang yakin 5 responden . ,6%), jawaban ragu-ragu 0 responden . %), jawaban sama sekali tidak yakin 0 responden . %). Kesimpulan, menggunakan media sosial dapat mengubah gaya hidup siswa. Tabel 28 Media sosial mengakibatkan menurunnya motivasi belajar siswa di rumah Gradasi Jawaban Yakin Kurang yakin Ragu-ragu Sama sekali tidak yakin Frekuensi Presentase 66,6% 3,3% 99,9% Dari jawaban 30 responden, jawaban yakin 20 responden . ,6%), jawaban kurang yakin 9 responden . %), jawaban ragu-ragu 0 responden . %), jawaban sama sekali tidak yakin 1 responden . ,3%). Kesimpulan, media sosial menghilangkan motivasi belajar siswa. Tabel 29 Media sosial memberikan dampak negativ bagi siswa Gradasi Jawaban Yakin Kurang yakin Frekuensi Presentase 56,6% 23,3% Eirene Jurnal Ilmiah Teologi Ragu-ragu Sama sekali tidak yakin 13,3% 6,6% 99,8% Dari jawaban 30 responden, jawaban yakin 17 responden . ,6%), jawaban kurang yakin 7 responden . ,3%), jawaban ragu-ragu 4 responden . ,3%), jawaban sama sekali tidak yakin 2 responden . ,6%). Kesimpulan, media sosial memberikan dampak negativ bagi semua siswa Tabel 30 Semua siswa pernah seharian tidak menggunakan media sosial di rumah Gradasi Jawaban Frekuensi Presentase Yakin Kurang yakin 13,3% Ragu-ragu 23,3% Sama sekali tidak yakin 63,3% 99,9% Dari jawaban 30 responden, jawaban yakin 0 responden . %), yang menjawab kurang yakin 4 responden . ,3%), yang menjawab ragu-ragu 7 responden . ,3%), yang menjawab sama sekali tidak yakin 19 responden . ,3%). Kesimpulan, orang tua sama sekali tidak yakin bahwa siswa pernah seharian tidak menggunakan media sosial di rumah. Sesuai dengan hasil penelitian maka penulis mengambil kesimpulan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan dapat mempengaruhi semua siswa di SMP Negeri 9 Kota Sorong. Media sosial mengakibatkan siswa-siswi tidak memperhatikan waktu belajar dengan baik. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan deskripsi dan pembahasan hasil penelitian sebagaimana disajikan dalam bab IV, maka kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Peneliti dapat menyimpulkan bahwa siswa sering menggunakan media sosial saat belajar, kemudian siswa menggunakan teknologi melewati 6 jam dalam sehari bahkan bisa lebih dari itu, media sosial membuat siswa jadi malas belajar di rumah setelah pulang sekolah mereka lebih fokus hanya di media sosial sehingga mengakibatkan menurunnya motivasi untuk belajar. Jenis sosial media yang selalu di gunakan peserta didik yaitu Fecebook,Tiktok,Whatsap,Instagram, media sosial juga mengubah gaya hidup bahkan memberi dampak negativ bagi siswa dan berpengaruh terhadap aktivitas Waktu yang di pakai untuk belajar hanya beberapa jam itupun jika ada waktu sedangkan mengakses media sosial lebih dari itu. Dari hasil penelitian penulis temukan beberapa faktor yang cukup mempengaruhi atau berdampak bagi penggunaan media sosial terhadap waktu belajar siswa yaitu faktor lingkungan tempat tinggal, faktor pergaulan antar teman, faktor individu atau Rumbewas at. al : Pengaruh Penggunaan . kebiasaan yang sering ia lakukan dan faktor zaman yang semakin luar biasa seperti yang kita lihat saat ini sehingga membuat siswa menggunakan media sosial dengan maksud agar tidak ketinggalan zaman. DAFTAR PUSTAKA