JURNAL JUMBIWIRA Vol 1 No. 2 (Agustus 2. Ae E-ISSN : 2829-2502 P-ISSN : 2829-260X JURNAL MANAJEMEN BISNIS KEWIRAUSAHAAN Halaman Jurnal: https://jurnal-stiepari. id/index. php/jumbiwira Halaman UTAMA Jurnal : https://jurnal-stiepari. id/index. PENGARUH PERTUMBUHAN PERUSAHAAN. STRUKTUR MODAL DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP HARGA SAHAM Intan Kasria Defi a. Ickhsanto Wahyudi b Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Jurusan Akuntansi, kintandefi@gmail. Universitas Esa Unggul b Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Jurusan Akuntansi, ickhsanto. wahyudi@esaunggul. Universitas Esa Unggul ABSTRACK Researchers conducted research aimed at knowing whether company growth, capital structure and company size had an impact on the stock price of service companies in the property and housing sector listed on the Indonesia Stock Exchange from 2016 - 2020, both partially and simultaneously. The technique used by researchers to analyze the data in this study is linear regression analysis used with quantitative data methods in the form of descriptive statistics. The results of the t-test found that the company's growth did not prove that there was a significant effect on stock prices. From the t-test found that the capital structure does not prove that there is a significant effect on stock prices. From the t-test found that the size of the company proves that there is a significant positive effect on stock prices. From the F-test found that the company's growth, capital structure, and company size prove that there is a simultaneous effect with a positive value significantly on stock prices. Keywords: Company Growth. Capital Structure. Company Size. Stock Price. Abstrak Peneliti melakukan penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah Pertumbuhan Perusahaan. Struktur Modal serta Ukuran Perusahaan mempunyai dampak terhadap Harga Saham Perusahaan Jasa pada Sektor Properti dan Perumahan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2016 Ae 2020, baik secara partial dan secara simultan. Adapun teknik yang digunakan peneliti untuk menganalisis data pada penelitian ini yaitu analisis regresi linier digunakan dengan metode data kuantitatif dalam bentuk statistik deskriptif. Dari hasil t-test menemukan bahwa pertumbuhan perusahaan tidak membuktikan adanya pengaruh terhadap harga saham secara signifikan. Dari t-test menemukan struktur modal tidak membuktikan adanya pengaruh terhadap harga saham secara signifikan. Dari t-test menemukan bahwa ukuran perusahaan membuktikan adanya pengaruh positif terhadap harga saham secara signifikan. Dari F-test menemukan bahwa pertumbuhan perusahaan, struktur modal, dan ukuran perusahaan membuktikan adanya pengaruh simultan dengan nilai positif terhadap harga saham secara signifikan. Kata Kunci: Pertumbuhan Perusahaan. Struktur Modal. Ukuran Perusahaan. Harga Saham PENDAHULUAN Berinvestasi di pasar modal seakan-seakan sudah menjadi trendy bagi sebagian kalangan masyarakat menengah ke atas, apalagi para generasi millennials yang mulai menganggap investasi seperti kebutuhan hidup (Amalia, 2021. Saham sebagai salah satu instrumen investasi (Idris, 2. Direktur Pengembangan BEI. Bapak Hasan Fawzi menjelaskan bahwa AuInvestasi saham sama dengan memiliki perusahaan dan bermitra bersama dengan pemilik perusahaan lainnya, yang bertujuan untuk membantu perusahaan mengembangkan usahanya dan memungkinkan investor mendapatkan keuntungan usahanya di masa depanAy (Sukmana, 2. Akan tetapi, berinvestasi di pasar modal membutuhkan banyak sekali pertimbangan, begitu banyak risiko, dan tantangan yang harus dihadapi serta perubahan yang sangat sulit untuk diprediksi (Susilawati & Suryaningsih, 2. Jika investor ingin menginvestasikan modalnya kepada perusahaan, maka investor harus memahami laporan keuangan perusahaan yang ingin ditanamnya (Ginting & Suriany, 2. Received Juni 30, 2022. Revised Juli 2, 2022. Accepted Agustus 22, 2022 Pola perilaku perdagangan saham di pasar modal dapat memberikan kontribusi bagi pola perilaku harga saham di pasar modal (Kalbuana & Suroso, 2. Informasi yang telah terjadi di pasar modal salah satu gambaran dari harga saham (Chasanah & Prasetyo, 2. Tinggi ataupun rendahnya harga saham perusahaan akan memberikan pengaruh besar pada kapitalisasi pasar perusahaan dan dapat mempengaruhi pola pikir investor dalam mengambil keputusan investasi (Wijaya & Putri, 2. Adapun berbagai macam cara untuk mengevaluasi saham yang mengacu dari beberapa rasio pada umunya, yaitu: (Amalia, 2021. Dalam penelitian Marundha & Racbini . menemukan bahwa pertumbuhan laba memberikan dampak positif terhadap return saham secara signifikan. Hasil penelitian mereka menjelaskan pertumbuhan laba positif yang tinggi yang dipuklasikan perusahaan akan memberikan dampak kenaikan harga saham. Sebaliknya, pertumbuhan laba dengan kondisi yang buruk, akan memberikan penurunan harga saham. Investor tidak perlu meninjaukan catatan pertumbuhan perusahaan dengan kondisi yang buruk, karena investor akan mengalami risiko kerugian terhadap investasinya atau susah mendapatkan pembagian Dalam penelitian Mujati & Dzulqodah . menemukan bahwa DER memberikan dampak positif terhadap harga saham secara signifikan. Hasil penelitian mereka menjelaskan perusahaan mempunyai strategi yang bagus pada pendanaan perusahaan dalam memanfaatkan utang untuk mengurangi beban pajak. Sehingga, jumlah hutang yang besar akan mengurangi pajak dan mengalirkan besarnya profit operasi (EBIT) perusahaan kepada investor. Dalam penelitian Mahmudah & Suwitho . menemukan ukuran perusahaan memberikan dampak negatif terhadap return saham secara signifikan. Hasil penelitian mereka menjelaskan ukuran perusahaan yang besar lebih di pandang tahan krisis, sehingga perusahaan dengan ukuran lebih besar akan lebih gampang untuk mendapatkan pinjaman atau dana eksternal. Perusahaan besar dinilai kurang memberikan laba yang tinggi akan tetapi mempunyai kepastian untuk menghasilkan profit. Sedangkan, perusahaan kecil cenderung untuk menggunakan profitnya dalam melakukan ekspansi. Dari hasil penelitian diatas terdapat penelitian lain yang menunjukkan bahwa: Pada penelitian Putri et al. Wahyuhastuti . Muhammad & Destalita . Sari . Santoso & Manaf . dan Ginting et al. menemukan pertumbuhan perusahaan membuktikan adanya pengaruh terhadap harga saham secara signifikan. Berbeda dari hasil penelitian Sepang et al. Perdamenta . Suputra et . Indrayati . Dani . dan Syahdina et al. menemukan pertumbuhan perusahaan tidak membuktikan adanya pengaruh terhadap harga saham secara signifikan. Pada penelitian Wahyono et . Hadiyanti & Saputra . Syofyan et al. Sukesti et al. Ratnasih & Zulher . dan Wisudani & Priyadi . menemukan struktur modal membuktikan adanya pengaruh terhadap harga saham secara signifikan. Berbeda dari hasil penelitian Kamar . Efrizon . Munawar . Susilawati & Suryaningsih . dan Dini & Pasaribu . menemukan struktur modal tidak membuktikan adanya pengaruh terhadap harga saham secara signifikan. Pada penelitian Soedarsa & Arika . Nawangwulan et al. Putranto & Darmawan . Munawar . Salam & Rohaida . dan Darmawan et al. menemukan ukuran perusahaan membuktikan adanya pengaruh terhadap harga saham secara signifikan. Berbeda dari hasil penelitian Arumsari . dan Andini & Sukartha . yang menemukan ukuran perusahaan tidak membuktikan adanya pengaruh terhadap harga saham secara signifikan. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya sudah cukup baik dibuat sebagai bahan referensi bagi peneliti. Penelitian ini mempunyai perbedaan pada penelitian sebelumnya yaitu objek, sampel dan waktu penelitian. Obyek yang digunakan peneliti adalah Perusahaan Jasa dan jenis sektor yang dijadikan penelitian yaitu Sektor Properti dan Perumahaan yang sudah mendaftarkan perusahaannya di BEI dengan waktu penelitian yang diambil dari tahun 2016-2020. Tujuan melakukan penelitian yaitu berdasarkan laporan statitik, melalui situs . IHSG sector property tahun 2020 mengalami penurunan sangat tinggi dari semua sektor sebesar -21. 23% dan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, pada tahun 2016 IHSG sector property sebesar 18. 17%, tahun 2017 IHSG sector property sebesar -4. 31%, tahun 2018 IHSG sector property sebesar -9. 64% dan tahun 2019 IHSG sector property sebesar 12. 54%, dari informasi diatas dapat disimpulkan IHSB sector property mengalami fluktuasi setiap tahunnya. Oleh sebab itu, peneliti melakukan penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah Pertumbuhan Perusahaan. Struktur Modal serta Ukuran Perusahaan mempunyai dampak terhadap Harga Saham Perusahaan Jasa pada Sektor Properti dan Perumahan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2016 Ae 2020, baik secara partial dan secara TINJAUAN PUSTAKA PENGARUH PERTUMBUHAN PERUSAHAAN. STRUKTUR MODAL DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP HARGA SAHAM (Intan Kasria Def. Teori Sinyal Teori sinyal menjelaskan tentang sistem pasar kerja, dimana seorang manajer memberikan informasi kepada para investor tentang kondisi suatu perusahaan. Namun, terdapat asmiteri informasi yang diterima oleh investor. Dengan kata lain, teori ini memberitahu kepada para investor tentang good news and bad news kondisi suatu perusahaan dipasar kerja yang bisa digunakan sebagai pertimbangan investor sebelum melakukan untuk investasi. Teori ini ditemukan pertama kali oleh Spence . yang berjudul Job Markets Signaling. Teori Pecking Order Pada tahun 1961. Donaldson pertama kali menemukan teori pecking order yang telah dikembangkan kembali oleh Myers & Majluf . , dimana teori ini menjelaskan tentang adapun susunan cara pendanaan untuk memilih metode pembiayaan menurut hierarki yang memberikan preferensi pertama pada metode dengan kandungan informasi paling potensial . ana yang dihasilkan secara interna. dan preferensi terendah pada bentuk dengan konten informasi potensial terbesar . enawaran ekuitas publi. Singkatnya, manajer lebih memilih pendanaan internal. dan jika pendanaan internal tidak mencukupi, manajer selanjutnya lebih suka utang, dan akhirnya, ekuitas (Clayman et al. , 2. Dengan kata lain, teori pecking order memberitahukan kepada stakeholderAos akan lebih baik untuk menggunakan laba ditahan sebagai dana tambahan perusahaan dari pada menggunakan hutang dan modal. Karena nilai utang berisiko rendah tidak terlalu sensitif terhadap informasi pribadi manajer tentang perusahaan . etapi sebaliknya ditentukan terutama oleh suku bung. , tingkat underpricing akan cenderung lebih kecil untuk hutang daripada ekuitas (Berk & DeMarzo, 2. Implikasi lain dari karya Myers dan Majluf adalah bahwa manajer keuangan cenderung menerbitkan ekuitas ketika mereka percaya bahwa saham tersebut dinilai terlalu tinggi tetapi enggan untuk menerbitkan ekuitas jika mereka yakin bahwa saham tersebut dinilai terlalu rendah. Dengan demikian, penambahan penerbitan saham sering diinterpretasikan oleh investor sebagai sinyal negatif (Clayman et al. , 2. Faktanya, perusahaan yang tanpa motif lain untuk menerbitkan ekuitas, jika manajer dan investor berperilaku rasional, penurunan harga pada saat pengumuman mungkin cukup untuk mencegah manajer menerbitkan ekuitas kecuali sebagai upaya terakhir. Gagasan bahwa manajer akan lebih suka menggunakan laba ditahan terlebih dahulu, dan akan menerbitkan ekuitas baru hanya sebagai upaya terakhir (Berk & DeMarzo, 2. Teori Trade Off Teori Trade off pertama kali ditemukan oleh Modigliani & Miller . Teori ini menjelaskan tentang adapun manfaat pajak yang dapat digunakan perusahaan dalam mengelolah struktur modalnya. Dalam buku Brigham & Houston . menjelaskan, faktanya bahwa bunga yang dibayarkan adalah biaya yang dapat dikurangkan membuat hutang lebih murah daripada saham biasa atau saham preferen. Akibatnya pemerintah membayar sebagian dari biaya utang, atau, dengan kata lain, utang memberikan manfaat perlindungan pajak. Sehingga, akibat perusahaan yang menggunakan lebih banyak utang mengurangi pajak dan ada kemungkinan lebih banyak laba operasional perusahaan (EBIT) mengalir ke investor. Akan tetapi, ketika leverage keuangan meningkat, ada titik dimana peningkatan nilai lebih lanjut dari efek peningkatan nilai yang diimbangi sepenuhnya oleh efek pengurangan nilai. Dimana titik ini dikenal sebagai struktur modal yang optimal, yang bertujuan memaksimalkan nilai perusahaan. Penggunaan utang yang optimal ditemukan pada titik dimana setiap utang tambahan akan menyebabkan biaya kesulitan keuangan menjadi meningkat dengan jumlah yang lebih besar daripada manfaat dari perisai pajak tambahan (Clayman et al. Pasar Modal Undang-Undang No. 8 Tahun . tentang Pasar Modal yaitu Bursa efek merupakan sebagai tempat penyelenggaraan dan menyediakan berbagai jenis surat berharga . untuk mempertemukan owner perusahaan dan calon investor di bursa efek, yang bertujuan untuk memperdagangkan efek kepada para Pasar Modal merupakan suatu kegiatan transaksi efek dengan orang yang bersangkutan yang terdiri dari emitmen, bursa efek, investor, serta berbagai macam lembaga dan macam profesi yang berhubungan dengan efek. Adapun berbagai jenis efek yang bisa diperjual dan belikan di pasar modal yaitu saham preferen, saham biasa dan obligasi. Pertumbuhan Perusahaan PENGARUH PERTUMBUHAN PERUSAHAAN. STRUKTUR MODAL DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP HARGA SAHAM (Intan Kasria Def. Pertumbuhan perusahaan adalah sebuah pola pertumbuhan yang stabil dalam menjalankan bisnisnya serta membawa kebutuhan untuk mendanai ekspansi yang mendasari semua kebutuhan keuangan. Pertumbuhan perusahaan yang sukses tidak dapat dicapai tanpa menyediakan peningkatan yang sesuai dalam modal kerja, investasi jangka panjang, dan pengeluaran lainnya. Komitmen dana yang tumbuh akan terikat secara permanen selama pertumbuhan berlanjut atau selama operasi tetap utama pada tingkat tertentu (Helfert. Pertumbuhan perusahaan yang digunakan yaitu laba perusahaan. Dalam istilah akuntannya laba adalah peningkatan bersih ekuitas pemilik yang dihasilkan dari operasi perusahaan. Laba bersih akan dilaporkan dalam bentuk laporan laba rugi, serta stackholders yang menggunakannya dapat mengukur kemajuan perusahaan dalam memenuhi tujuan profitabilitas. Laba bersih diakumulasikan dalam akun Modal pemilik. Dalam bentuknya yang paling sederhana, ini diukur sebagai perbedaan antara pendapatan dan beban ketika pendapatan melebihi biaya (Needles et al. , 2. Adapun faktor yang dapat menghasilkan pertumbuhan laba yaitu jumlah laba yang ditahan dan di investasikan kembali oleh perusahaan, tingkat pengembalian yang diperoleh perusahaan atas ekuitasnya (ROE), dan inflasi (Brigham & Houston, 2. Struktur Modal Salah satu prinsip dasar untuk menjalankan bisnis yang sukses yaitu dengan pengembalian dari investasi yang didukung oleh kombinasi dari hutang dan modal yang disebut sebagai struktur modal. Struktur modal digunakan untuk membiayai proyek perusahaan dan hasil proyek perusahaan dapat menciptakan nilai pemegang saham serta pengembalian total pemegang saham yang memuaskan (Fabozzi & Peterson, 2003. Helfert, 2. Ukuran Perusahaan Menurut Riyanto . Besar atau kecilnya suatu perusahaan yang diukur menggunakan total penjualan, total asset, total rata-rata penjualan, dan total ekuitas disebut sebagai ukuran perusahan. Adapun kategori ukuran perusahan menurut Undang-Undang No. 20 Tahun . yaitu: Usaha Mikro dengan kekayaan bersih sebesar Rp50. idak termasuk tanah dan bangunan tempat usah. atau dengan hasil penjualan tahunan sebesar Rp300. Usaha Kecil dengan kekayaan bersih dari Rp50. 000Rp500. idak termasuk tanah dan bangunan tempat usah. atau dengan hasil penjualan tahunan dari Rp300. 000-Rp2. Usaha Menengah dengan kekayaan bersih dari Rp500. 000Rp10. idak termasuk tanah dan bangunan tempat usah. atau dengan hasil penjualan tahunan dari Rp2. 000-Rp50. dan Usaha Besar mempunyai hasil penjualan tahunan lebih besar dari Rp50. Harga Saham Menurut Husnan & Pudjiastuti . Harga saham adalah present value dari pendapatan yang diperoleh stackholderAos dimasa depan. Kegiatan permintaan dan penawaran dibursa efek menyebabkan terjadi harga saham di pasar modal. Adapun keuntungan harga saham yang diterima perusahaan yaitu reputasi di kalangan investor, dan begitu juga sebaliknya bagi investor akan menerima profit dari pengembalian investasi sahamnya (Chasanah & Prasetyo, 2. HUBUNGAN ANTAR VARIABEL Hubungan Antar Pertumbuhan Perusahaan terhadap Harga Saham Menurut Brigham & Houston . menjelaskan bahwa jika laba perusahaan tidak semuanya dibayarkan sebagai dividen yaitu sebagian kecil dari laba ditahan, maka dolar investasi di balik setiap saham akan mengalami peningkatan seiring waktu dan seharusnya mengarah pada pertumbuhan laba dan dividen. Investor . emegang saha. harus memilih perusahaan menahan labanya, karena jika membayar lebih sedikit dividen saat ini akan memiliki peluang investasi yang sangat menguntungkan dimasa depan. Hal ini di dukung oleh penelitian Putri et al. Wahyuhastuti . Sari . , dan Santoso & Manaf . menyatakan bahwa semakin tinggi laba akan menunjukkan besarnya pengembalian atas investasi serta meningkatkan harga saham. Laba yang mengalami peningkatan dapat menunjukkan kinerja perusahaan dan kemampuan perusahaa kepada investor dalam bentuk membayar dividen yang tinggi. Investor akan menahan sahamnya dan berinvestasi saham dengan perusahaan yang mampu menghasilkan dan meningkatkan laba setiap tahunnya. Sehingga, pertumbuhan laba dapat mempengaruhi perilaku investor untuk membeli dan menjual sahamnya di pasar modal. H1: pertumbuhan perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. PENGARUH PERTUMBUHAN PERUSAHAAN. STRUKTUR MODAL DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP HARGA SAHAM (Intan Kasria Def. Hubungan Antar Struktur Modal terhadap Harga Saham Menurut Fabozzi & Peterson . besarnya pembiayaan utang yang digunakan oleh perusahaan akan menandakan besar kemungkinan perusahaan akan mengalami kesulitan keuangan sehingga dapat memberikan risiko kebangkrutan yang tinggi. Laba operasi mengalami penurunan akibat perusahaan menggunakan utang lebih banyak dalam struktur modalnya yaitu ketika perusahaan menggunakan lebih banyak leverage keuangan. Tingkat leverage yang tinggi memiliki risiko lebih besar untuk tidak dapat memenuhi kewajiban utang dan meningkatkan risiko pendapatan bagi pemilik. Hal ini di dukung oleh penelitian Wahyono et al. Hadiyanti & Saputra . dan Syofyan et al. menyatakan DER salah satu yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk mengelolah struktur modalnya. Perusahaan yang mempunyai DER yang tinggi akan memberikan pembayaran bunga kepada kreditor juga semakin Sehingga investor akan cenderung menghindari perusahaan yang mempunyai hutang dan bunga yang sangat tinggi. Karena bagi investor, tingginya DER akan berdampak buruk pada pengembalian investasi dan memperburuk kondisi perusahaan. H2: struktur modal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham. Hubungan Antar Ukuran Perusahaan terhadap Harga Saham Menurut Riyanto . ukuran perusahaan yang semakin besar akan menujukkan semakin besarnya kemampuan perusahaan dalam mengelolah kegiatan bisnisnya. Dimana, besarnya ukuran perusahaan akan memberikan gambaran sahamnya tersebar sangat luas, sehingga dari setiap perluasan modal yang dimiliki hanya mempunyai dampak kecil kemungkinan hilang atau tergeser kontrol dari pihak dominan kepada perusahaan yang bersangkutan. Hal ini di dukung oleh penelitian Soedarsa & Arika . Salam & Rohaida . dan Darmawan et al. menyatakan perusahaan yang mengalami pertumbuhan penjualan yang tinggi akan menghasilkan laba yang tinggi dan menaikkan harga saham, sehingga menggambarkan suatu ukuran perusahaan. Ukuran perusahan yang besar mempunyai berbagai macam akses untuk memperoleh sumber pendanaan. Dengan kata lain besarnya ukuran perusahaan akan memberikan sinyal positif dan memberikan reputasi yang baik di mata investor. H3: ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Hubungan Antar Pertumbuhan Perusahaan. Struktur Modal dan Ukuran Perusahaan terhadap Harga Saham Menurut Brigham & Houston . menjelaskan bahwa jika laba perusahaan tidak semuanya dibayarkan sebagai dividen yaitu sebagian kecil dari laba ditahan, maka dolar investasi di balik setiap saham akan mengalami peningkatan seiring waktu dan seharusnya mengarah pada pertumbuhan laba dan dividen. Investor . emegang saha. harus memilih perusahaan menahan labanya, karena jika membayar lebih sedikit dividen saat ini akan memiliki peluang investasi yang sangat menguntungkan dimasa depan. Hal ini di dukung oleh penelitian Putri et al. Wahyuhastuti . Sari . , dan Santoso & Manaf . menyatakan bahwa semakin tinggi laba akan menunjukkan besarnya pengembalian atas investasi serta meningkatkan harga saham. Laba yang mengalami peningkatan dapat menunjukkan kinerja perusahaan dan kemampuan perusahaa kepada investor dalam bentuk membayar dividen yang tinggi. Investor akan menahan sahamnya dan berinvestasi saham dengan perusahaan yang mampu menghasilkan dan meningkatkan laba setiap tahunnya. Sehingga, pertumbuhan laba dapat mempengaruhi perilaku investor untuk membeli dan menjual sahamnya di pasar modal. Menurut Fabozzi & Peterson . besarnya pembiayaan utang yang digunakan oleh perusahaan akan menandakan besar kemungkinan perusahaan akan mengalami kesulitan keuangan sehingga dapat memberikan risiko kebangkrutan yang tinggi. Laba operasi mengalami penurunan akibat perusahaan menggunakan utang lebih banyak dalam struktur modalnya yaitu ketika perusahaan menggunakan lebih banyak leverage keuangan. Tingkat leverage yang tinggi memiliki risiko lebih besar untuk tidak dapat memenuhi kewajiban utang dan meningkatkan risiko pendapatan bagi pemilik. Hal ini di dukung oleh penelitian Wahyono et al. Hadiyanti & Saputra . dan Syofyan et al. menyatakan DER salah satu yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk mengelolah struktur modalnya. Perusahaan PENGARUH PERTUMBUHAN PERUSAHAAN. STRUKTUR MODAL DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP HARGA SAHAM (Intan Kasria Def. yang mempunyai DER yang tinggi akan memberikan pembayaran bunga kepada kreditor juga semakin Sehingga investor akan cenderung menghindari perusahaan yang mempunyai hutang dan bunga yang sangat tinggi. Karena bagi investor, tingginya DER akan berdampak buruk pada pengembalian investasi dan memperburuk kondisi perusahaan. Menurut Riyanto . ukuran perusahaan yang semakin besar akan menujukkan semakin besarnya kemampuan perusahaan dalam mengelolah kegiatan bisnisnya. Dimana, besarnya ukuran perusahaan akan memberikan gambaran sahamnya tersebar sangat luas, sehingga dari setiap perluasan modal yang dimiliki hanya mempunyai dampak kecil kemungkinan hilang atau tergeser kontrol dari pihak dominan kepada perusahaan yang bersangkutan. Hal ini di dukung oleh penelitian Soedarsa & Arika . Salam & Rohaida . dan Darmawan et al. menyatakan perusahaan yang mengalami pertumbuhan penjualan yang tinggi akan menghasilkan laba yang tinggi dan menaikkan harga saham, sehingga menggambarkan suatu ukuran perusahaan. Ukuran perusahan yang besar mempunyai berbagai macam akses untuk memperoleh sumber pendanaan. Dengan kata lain besarnya ukuran perusahaan akan memberikan sinyal positif dan memberikan reputasi yang baik di mata investor. H4: pertumbuhan perusahaan, struktur modal, dan ukuran perusahaan berpengaruh bersama-sama dan signifikan terhadap harga saham. MODEL PENELITIAN Pertumbuhan Perusahaan Struktur Modal H1 ( ) H2 (-) Harga Saham H3 ( ) Ukuran Perusahaan Gambar 1 Keterangan: = H1(PP). H2(SM), dan H3(UP) berpengaruh secara parsial terhadap Y = H4 (PP. SM, dan UP) berpengaruh secara bersama-sama terhadap Y METODOLOGI PENELITIAN Pengukuran Penelitian Peneliti menggunakan 3 variabel independent yaitu variabel Pertumbuhan Perusahaan (X. diukur menggunakan laba bersih . aba setelah paja. , variabel Struktur Modal (X. diukur menggunakan total hutang dan total modal, dan variabel Ukuran Perusahaan (X. diukur menggunakan total penjualan . Dan variabel dependent penelitian ini yaitu Harga Saham (Y) yang diambil dari closing prices di BEI. PENGARUH PERTUMBUHAN PERUSAHAAN. STRUKTUR MODAL DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP HARGA SAHAM (Intan Kasria Def. Desain Penelitian Desain penelitian ini bersifat kausal, yaitu sebab variabel bebas (X) dapat berakibat pada variabel terikat (Y). Data sekunder yang digunakan peneliti yaitu dokumentasi perusahaan yang berasal dari laporan keuangan tahunan dan data diambil dari web . Populasi dan Sampel Sektor Properti dan Perumahan yang terdaftar di BEI salah satu jenis perusahaan jasa yang digunakan peneliti sebagai populasi penelitian, dengan waktu penelitian dari tahun 2016-2020. Terdapat 87 Perusahaan Jasa pada Sektor Properti dan Perumahan yang sudah mendaftarkan di BEI dari tahun 20162020. Namun, terdapat 10 perusahaan yang dijadikan sampel penelitian ini, maka jumlah dokumentasi perusahaan tahun 2016-2020 yang diperoleh 50 data laporan keuangan perusahaan. Hasil sampel penelitian berdasarkan purposive sampling, adapun kriteria yang dibutuhkan oleh peneliti yaitu: Perusahaan Jasa pada Sektor Properti dan Perumahan yang konsisten menerbitkan laporan keuangan yang suda diaudit di bank tahun 2016-2020. Perusahaan Jasa pada Sektor Properti dan Perumahan yang tidak mengalami kerugian tahun 2016-2020, dan Perusahaan Jasa pada Sektor Properti dan Perumahan yang mendaftarkan harga saham di BEI tahun 2016-2020. Metode Data Adapun teknik yang digunakan peneliti untuk menganalisis data pada penelitian ini yaitu analisis regresi linier digunakan dengan metode data kuantitatif dalam bentuk statistik deskriptif. Sebelum menganalisis data, maka dilakukan pengujian terlebih dahulu yaitu uji asumsi klasik . ang terdiri dari uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji multikolonieritas, dan uji autokorelas. dan uji hipotesis . ang terdiri dari uji signifikan simultan . -tes. , uji partial . -tes. , dan uji koefisien determinas. dalam buku (Ghozali, 2. Analisis Regresi Linier Regresi linier pada penelitian ini digunakan peneliti untuk menganalisis data pertumbuhan perusahaan, struktur modal, ukuran perusahaan mempengaruhi harga saham. Sehingga, terdapat persamaan regresi liner berganda yang di rumuskan pada penelitian ini, sebagai berikut: Keterangan: = Harga Saham = Konstanta yu1,2,3 = Koefisien Regresi = Pertumbuhan Perusahaan = Struktur Modal = Ukuran Perusahaan yuA = Error Term HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation X1 (PP) X2 (SM) X3 (UP) Y (HS) Valid N . Sumber: Data diolah dalam SPSS . PENGARUH PERTUMBUHAN PERUSAHAAN. STRUKTUR MODAL DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP HARGA SAHAM (Intan Kasria Def. Untuk menggambarkan data penelitian, maka diperlukan pengujian statistik deskriptif yang bisa dilihat dari nilai minimum, maximum, mean, serta standar deviasai. Dari hasil statistik deskriptif jumlah data sebanyak Variabel X1 (PP) nilai minimum 33. 75 yang diperoleh PT. GPRA Tbk tahun 2020, nilai maximum 72 yang diperoleh PT. BSDE Tbk tahun 2017. Dengan nilai mean 906. 6488 dan standar devisiasi Variabel X2 (SM) hasil nilai minimum 0. 42 pada PT. GPRA Tbk tahun 2018, nilai 74 pada PT. SMRA Tbk tahun 2020. Dengan nilai mean 0. 9310 dan standar devisiasi 0. Variabel X3 (UP) hasil nilai minimum 5. 78 pada PT. GPRA Tbk tahun 2020, nilai maximum 9. 24 pada PT. BSDE Tbk tahun 2017. Dengan nilai mean 8. 0166 dan standar devisiasi 0. Variabel Y (HS) hasil nilai minimum 75. 00 pada PT. GPRA Tbk tahun 2020, nilai maximum 1755. 00 pada PT. BSDE Tbk tahun Dengan nilai mean 620. 8800 dan standar devisiasi 439. Hasil uji statiktik deskriptif pada semua variabel bernilai positif, namun pada variabel X1 (PP) menunjukkan adanya penyimpangan data pada standar deviasi > mean dan variabel yang lain (X2. X3. Y) tidak menunjukkan adanya penyimpangan Tabel 2. Uji Asumsi Klasik Uji Indikator Uji Normalitas One-Sample Hasil Asymp. Sig. Kolmogorov- Uji Heteroskedastisitas Smirnov Test Grafik Normal P-P Plot Grafik Scatterplot Glejser Test Uji Multikolonieritas Tolerance/Variance Inflation Factor Uji Autokorelasi Runs Test Keterangan Data berdistribusi Data mengikuti garis diagonal Data tersebar secara luas baik diatas maupun dibawah garis diagonal secara tidak menentu PP = . SM = . UP = . PP = . 337/2. SM = . 392/2. UP = . 281/3. Asymp. Sig. Tidak ada Heteroskedastisitas pada data Tidak ada Multikolonieritas pada Tidak ada Autokorelasi pada Sumber: Data diolah dalam SPSS . UJI HIPOTESIS Uji Simultan Signifikan (F-tes. digunakan peneliti untuk mengetahui apakah variabel PP. SM, dan UP berpengaruh bersama-sama terhadap variabel HS dilihat dari lampiran 5. Berdasarkan hasil uji ANOVA, nilai FEaycyci 16. 115 dan nilai Fycycayco 2. 80 yang dapat diketahui dari df . egree of freedo. 05 dengan menghitung df 1=3, df 2 . -3=. yang artinya bahwa FEaycyci > Fycycayco Nilai sig. pada uji ANOVA sebesar 000b < 0. ) yang artinya bahwa variabel PP. SM, dan UP berpengaruh bersamaAesama terhadap variabel HS. Tabel 3. Uji Partial (T-tes. Variabel Signifikan Hasil PP Ie HS Ditolak SM Ie HS Ditolak UP Ie HS Diterima Sumber: Data diolah dalam SPSS . PENGARUH PERTUMBUHAN PERUSAHAAN. STRUKTUR MODAL DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP HARGA SAHAM (Intan Kasria Def. Untuk mengetahui apakah PP. SM, dan UP berpengaruh terhadap HS secara individu dapat menggunakan ttest, dilihat dari tabel 3. Berdasarkan hasil t-test pada X1 nilai TEaycyci sebesar 0. 753 < Tycycayco sebesar 2. dengan sig. 455 > 0. rob si. yang artinya H1 ditolak. Hasil t-test pada X2 nilai TEaycyci sebesar -1. Tycycayco sebesar 2. 021 dengan sig. 085 > 0. rob si. yang artinya H2 ditolak. Hasil uji t pada X3 nilai TEaycyci sebesar 3. 538 > Tycycayco sebesar 2. 021 dengan sig. 001 < 0. rob si. yang artinya H3 diterima. Uji Koefisien Determinasi ( digunakan peneliti untuk mengetahui besar proposi variabel PP. SM, dan UP mempengaruhi variabel HS, dilihat dari lampiran 5. Berdasarkan hasil model summary, nilai R Square penelitian menunjukkan 0. 512 yang diartikan bahwa variabel PP. SM. UP mempunyai pengaruh sebesar 51,2% terhadap HS dan sisanya 48,8% dipengaruhi oleh variabel lainnya terhadap HS, dengan standar error estimasinya sebesar 316. Dengan kata lain, informasi yang diberikan sebesar 51,2% cukup moderat untuk memberikan informasi variabel PP. SM. UP terhadap HS. Analisis Regresi Linier, adapun persamaan regresi liner berganda yang dapat di rumuskan pada penelitian ini, sebagai berikut: Berdasarkan persamaan regresi tersebut hasil intrepretasi yang diperoleh dari variabel PP. SM. UP mempengaruhi variabel HS, yaitu: niai = -1839. 991 menyatakan bahwa jika variabel independent = 0 () maka nilai mean HS mengalami kenaikan sebesar Rp. Nilai koefisien regresi pada X1 = 0. sehingga dapat disumpulkan bahwa setiap PP mengalami peningkatan 1 kali maka akan memberikan peningkatan HS sebesar 0. Nilai koefisien regresi pada X2 = -311. 099 sehingga dapat disumpulkan bahwa setiap SM mengalami kenaikan 1 kali maka akan memperoleh kenaikan HS sebesar 311. Nilai koefisien regresi pada X3 = 336. 562 sehingga dapat disumpulkan bahwa setiap UP mengalami kenaikan 1 kali maka akan meperoleh kenaikan HS sebesar 336. DISKUSI Pengaruh Pertumbuhan Perusahaan terhadap Harga Saham Dari t-test. H1 ditolak yang artinya bahwa penurunan pertumbuhan perusahaan dapat mengakibatkan penurunan harga saham. Pertumbuhan laba yang menurun disebabkan oleh pendapatan secara internal. Namun bagi investor, naik atau turunnya pertumbuhan perusahaan tidak dianggap sebagai masalah untuk melakukan investasi kepada perusahaan. Hasil penelitian dari t-test, sesuai dengan penelitian lain yang menjelaskan bahwa pada kenyataannya di duga, ketika investor ingin mengambil keputusan untuk berinvestasi pada perusahaan, investor tidak melihat laba dari perusahaan melainkan melihat faktor lain selain kinerja fundamental perusahaan yaitu tingkat suku bunga, indeks harga saham gabungan, news and rumors dan lain sebagainya yang membuat investor berminat untuk berinvestasi pada perusahaan (Perdamenta, 2016. Sepang et al. , 2. Sehingga laba tidak lagi merupakan indikator utama bagi investor dalam melakukan investasi. Dengan temuan ini, mengindikasikan bahwa investor tidak akan bereaksi terhadap laba perusahaan (Suputra et al. , 2. Pengaruh Struktur Modal terhadap Harga Saham Dari t-test. H2 ditolak yang artinya bahwa struktur modal dari hutang keterlihatan lebih kecil dari Struktur modal yang optimal akan meningkatkan harga saham, yang bertujuan untuk menarik minat investor supaya bisa berasumsi untuk mendapatkan dividen yang maksimal. Namun bagi investor, naik atau turunnya struktur modal tidak dianggap sebagai masalah untuk melakukan investasi kepada Hasil penelitian dari t-test, sesuai dengan penelitian lain yang menjelaskan bahwa DER variabel yang tidak diperhitungkan ketika investor membeli saham, karena dimata investor yang dilihat yaitu seberapa besar kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajibannya serta seberapa efektif dan efisiennya perusahaan akan mampu menggunakan pembiayaan utangnya (Susilawati & Suryaningsih. Sehingga DER sangat kurang diperhatikan oleh para pemegang saham, karena bagi pemegang PENGARUH PERTUMBUHAN PERUSAHAAN. STRUKTUR MODAL DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP HARGA SAHAM (Intan Kasria Def. saham, setiap mengalami peningkatan atau penurunan rasio ini tidak akan mempengaruhi harga saham (Dini & Pasaribu, 2. Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Harga Saham Dari t-test. H3 diterima yang artinya bahwa ukuran perusahaan yang sedang mengalami peningkatan akan memberikan kenaikan terhadap harga saham dan memberikan dampak positif bagi perusahaan. Karena bagi investor, ukuran perusahaan yang besar menandakan bagaimana perusahaan dalam mengelolah kegiatan aktivitas penjualannya. Penjualan yang mengalami peningkatan akan memberikan laba yang tinggi sehingga investor yakin kepada perusahaan dapat menghasilkan dividen yang tinggi. Jadi, besarnya ukuran perusahaan menjadi salah indikator dalam melakukan investasi kepada perusahaan di mata investor. Hasil penelitian dari t-test, sesuai dengan penelitian lain yang menjelaskan bahwa perusahaan dengan pertumbuhan penjualan yang tinggi akan membutuhkan dukungan sumber pendanaan yang semakin besar, dan begitu juga sebaliknya, perusahaan dengan pertumbuhan penjualan yang rendah akan kebutuhan terhadap sumber pendanaan juga semakin kecil (Soedarsa & Arika, 2. Besarnya ukuran perusahaan akan dianggap memberikan sinyal positif, karena investor yakin bahwa perusahaan memiliki prospek yang baik sehingga menimbulkan reaksi harga saham yang positif (Salam & Rohaida, 2. Oleh sebab itu, ukuran perusahaan bisa dijadikan patokan buat perusahaan untuk memiliki kinerja yang bagus sehingga untuk menarik minat investor melakukan pembelian saham dengan mempertimbangkan pangsa pasar yang relatif stabil (Darmawan et al. , 2. KESIMPULAN DAN SARAN Dari hasil t-test menemukan bahwa pertumbuhan perusahaan dan struktur modal membuktikan tidak adanya pengaruh terhadap harga saham secara signifikan. Sedangkan ukuran perusahaan membuktikan adanya pengaruh positif terhadap harga saham secara signifikan. Dari F-test menemukan bahwa pertumbuhan perusahaan, struktur modal, dan ukuran perusahaan membuktikan adanya pengaruh simultan dengan nilai positif terhadap harga saham secara signifikan. Dengan demikian informasi ini disampaikan sesuai yang telah terjadi di pasar modal Indonesia (BEI). Namun, terdapat keterbatasan yang tidak dapat disampaikan pada penelitian ini, sehingga peneliti berharap kepada peneliti selanjutnya dapat mengembangkan atau menambahkan variabel lainnya yang dapat mempengaruhi harga saham seperti Research and Development. Investment Opportunity Set (IOS). Tarif Pajak. Kajian Peramalan, dan lainnya. Dari hasil penelitian terdapat implikasi bagi perusahaan dan investor. Bagi perusahaan akan lebih baik memperhatikan struktur modal untuk menbantu peningkatan ukuran perusahaan dan memberikan laba yang besar supaya dapat menarik minat investor untuk melakukan investasi. Bagi investor akan lebih memperhatikan faktor fundamental dan faktor tekhnikal yang membantu menentukan pembelian saham pada perusahaan. Dengan begitu, investor akan tau situasi apa saja yang menyebabkan naik atau turunnya harga saham supaya tidak salah mengambil keputusan dalam melakukan investasi. PENGARUH PERTUMBUHAN PERUSAHAAN. STRUKTUR MODAL DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP HARGA SAHAM (Intan Kasria Def. DAFTAR PUSTAKA