PROFESI (Profesional Isla. : Media Publikasi Penelitian. Volume 22. No 1. Website: https://journals. id/index. php/profesi/ Efektivitas Edukasi Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Weni Hastuti1* ITS PKU Muhamamdiyah Surakarta *Email: wenihastuti@itspku. Kata Kunci: Abstrak Edukasi. Kecemasan, pre operasi Sectio caesarea (SC), merupakan salah satu jenis pembedahan mayor dimana biasanya membawa beberapa derajat risiko bagi pasien yang Risiko tinggi pembedahan ini menimbulkan dampak atau pengaruh psikologis pada pasien pre operasi, dan pengaruh psikologis terhadap tindakan pembedahan yaitu timbul rasa ketakutan dan Banyak faktor yang mempengaruhi kecemasan dalam mengahadapi persalinan Sectio Caesarea diantaranya tingkat pengetahuan, pendidikan ,dukungan suami, ekonomi dan psikologi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adakah efektivitas edukasi terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi sectio caesarea dengan spinal anestesi. Metode penelitian ini adalah menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment dan dengan rancangan one group pretest posttest, yaitu dengan melakukan observasi pertama . terlebih dahulu sebelum diberikan intervensi, setelah itu diberikan intervensi . , setelah itu observasi yang kedua . sesudah menggunakan pengukuran skala APAIS. Teknik pengambilan data menggunakan non probability sampling dengan consecutive sampling, berjumlah 30 responden. Analisa menggunakan uji statistik Wilcoxon. Hasil penelitian berdasarkan analisis hasil uji statistik menggunakan Wilcoxon diketahui pada derajat kepercayaan 95% (=0,. diperoleh nilai p value = 0,000 . <0,. yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat efektivitas edukasi terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi sectio caesarea dengan spinal anestesi. : Berdasarkan hasil olah data Simpulan : Terdapat efektivitas edukasi terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi sectio caesarea dengan spinal anestesi dengan p value sebesar 0,000 . <0,. The Effectiveness Of Education On Anxiety Levels In Preoperative Patients Keyword: Education. Anxiety, pre Abstract Sectio caesarea (SC), is a type of major surgery that usually carries some degree of risk for patients who undergo it. The high risk of this surgery causes a psychological impact or influence on preoperative patients, and the psychological influence on surgery is fear and anxiety. Many factors influence anxiety in dealing with childbirth Sectio Caesarea including the level of knowledge, education, husband support, economics and Objective this research Determine whether there is an effectiveness of education on anxiety levels in preoperative patients sectio caesarea with spinal anesthesia Research. Method his study uses quantitative methods with a quasi-experiment design and with a one PROFESI (Profesional Isla. : Media Publikasi Penelitian. Volume 22. No 1. Website: https://journals. id/index. php/profesi/ group pretest posttest design, namely by making the first observation . first before the intervention, after that the intervention . is given, after that the second observation . after using measurement of the APAIS scale. The data collection technique uses non-probability sampling with consecutive sampling, totaling 30 Analysis using Wilcoxon statistical test. Results this research based on the analysis of statistical test results using Wilcoxon, it is known that at a confidence degree of 95% (=0. obtained a p value = 0. <0. which means Ha is accepted and Ho is rejected so that it can be concluded that there is an effectiveness of education on anxiety levels in preoperative patients with spinal anesthesia. : Based on the results of data processing. Conclusion this research there is an effectiveness of education on anxiety levels in preoperative patients with sectio caesarea with Spinal anesthesia with a p value of 0. <0. Pendahuluan 29,0% wanita di Indonesia merasa cemas saat Cemas dan takut melakukan kesalahan atau berdosa. Ketakutan ini berasal dari keyakinan dan kekhawatiran bahwa bayi akan lahir cacat (Widyastuti et all. , 2. Sectio caesarea (SC), merupakan salah satu jenis pembedahan mayor dimana biasanya membawa beberapa derajat risiko bagi pasien yang menjalaninya. Risiko tinggi pembedahan ini menimbulkan dampak atau pengaruh psikologis pada pasien pre operasi, dan pengaruh psikologis terhadap tindakan pembedahan dapat berbeda-beda, namun sesungguhnya selalu timbul rasa ketakutan dan kecemasan (Ahsan, et al, 2. dilakukan jika terjadi gawat janin, disproporsi sepalopelvik, persalinan tidak maju, plasenta previa, prolaps tali pusat, mal presentase janin atau letak lintang. Tindakan operasi seperti SC merupakan salah satu bentuk intervensi medis terencana yang biasanya berlangsung lama, keselamatan jiwa seseorang dan dapat menyebabkan pasien mengalami kecemasan (Pawatte et al, 2. Kecemasan seseorang ketika mereka tidak tahu apa yang Kecemasan menyebabkan pasien pre sectio caesarea (SC), seperti melihat rasa sakit saat operasi, takut operasi gagal, pendarahan, dan sebagainya (Fatmawati & Pawestri. Kecemasan diklasifikasikan menjadi 4 tingkatan, menurut Stuart dan Sundeen . yaitu kecemasan ringan, kecemasan sedang, kecemasan berat dan kecemasan berat sekali/panik. Cemas menggambarkan keadaan kuatir, kegelisahan atau reaksi ketakutan dan tidak tentram disertai dengan gangguan fisik. Banyak faktor yang mempengaruhi kecemasan dalam mengahadapi persalinan Sectio Caesarea pengetahuan, pendidikan ,dukungan suami, ekonomi dan psikologi. Pengetahuan mempengaruhi kecemasan ibu terhadap Pengetahuan adalah hasil pengindraan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya mata, hidung, telinga, dan Pengetahuan yang rendah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa antara 5 hingga 15% dari seluruh kelahiran di seluruh dunia dilakukan melalui operasi caesar pada tahun 2018. Setiap tahun, 19,06% dari setiap 1000 kelahiran di Indonesia dilakukan melalui operasi Caesar (WHO, 2. Laporan Kerja Kementerian Kesehatan . mengatakan bahwa sekitar PROFESI (Profesional Isla. : Media Publikasi Penelitian. Volume 22. No 1. Website: https://journals. id/index. php/profesi/ kesalahan 0,05. Jika data tidak berdistribusi normal maka alternatif sebagai pengganti adalah menggunakan analisis statistik non parametrik dengan uji Wilcoxon. mengakibatkan seseorang mudah mengalami Ketidaktahuan tentang suatu hal di anggap sebagai tekanan yang dapat mengakibatkan krisis sehingga dapat menimbulkan kecemasan. Kecemasan dapat terjadi pada ibu dengan pengetahuan yang rendah mengenai proses persalinan, serta halhal yang akan dan harus di alami oleh ibu sebagai dampak kemajuan persalinan. Hal ini di sebabkan karena kurangnya informasi yang di peroleh . Menurut Vadhanan P et all. , 2017 prevalensi total kecemasan adalah 31%. 21% pada pria dan 39,5 % wanita. Kecemasan dapat berlangsung dari beberapa hari sebelum Dan dapat berlanjut sampai periode kecemasan setelah operasi. pasien dengan tingkat kecemasan yang tinggi sebelum operasi memiliki potensi yang sangan besar terhadap kecemasan paska operasi. Hasil Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 30 pre operasi sectio caesarea dengan spinal anestesi didapatkan hasil sebagai berikut: Tabel 1. Distribusi Frekuensi KaKarakteristik Pasien Sectio Caesarea Karakteristik Responden Frekuens Persentas Usia 21-28 tahun 29-43 tahun Jumlah Pendidikan SMP SMA Perguruan Tinggi Jumlah Status ASA ASA 1 ASA 2 Jumlah Pengalaman Operasi Pernah Belum Pernah Jumlah Metode Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian quasi experiment dan dengan rancangan one group pretest posttest. Data yang diperoleh sesudah dilakukan observasi pertama . terlebih dahulu sebelum diberikan intervensi, setelah itu diberikan intervensi . , setelah itu observasi yang kedua . sesudah diberikan intervensi sehingga dapat mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi sebelum dan sesudah diberikan perlakuan atau Namun dalam desain ini tidak ada kontrol sebagai pembanding kelompok. Penelitian ini dilakukan diruang bedah, dengan total sampel sebanyak 30 orang. Teknik sampiling yang digunakan adalah consecutive sampling. Dalam penelitian ini analisa bivariat digunakan untuk mengetahui efektivitas edukasi perawat-klien terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi dengan spinal anestesi. Data yang diperoleh adalah data pretest dan postest dengan uji yang digunakan adalah uji paired t-Test. Jika data berdistribusi normal maka uji analisa data menggunakan program komputer dengan nilai 53,3% 46,7% 6,7% 33,3% 53,3% 46,7% 33,3% 66,7% Hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa karakteristik responden berdasarkan usia didapatkan sebagian besar berusia 21-28 tahun sebanyak 16 orang . ,3%), pendidikan didapatkan sebagian besar berpendidikan SMA sebanyak 18 orang . %). ASA didapatkan sebagian besar ASA 1 sebanyak 16 orang . ,3%) berdasarkan pengalaman operasi didapatkan sebagian besar belum pernah sebanyak 20 orang . ,7%). PROFESI (Profesional Isla. : Media Publikasi Penelitian. Volume 22. No 1. Website: https://journals. id/index. php/profesi/ Tabel 1. Distribusi Frekuensi Tingkat Kecemasan Pre Operasi Sebelum Pemberian Edukasi Pada Pasien Sectio Caesarea No Kecemasan Freku Persenta Tidak Cemas Cemas Ringan Cemas Sedang Cemas Berat Panik Jumlah Hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa tingkat kecemasan pre operasi sebelum pemberian edukasi pada pasien sectio caesarea didapatkan kategori cemas ringan sebanyak 9 orang . %), cemas sedang sebanyak 12 orang . %), cemas berat sebanyak 6 orang . %) dan panik sebanyak 3 orang . %). Hasil tersebut menunjukkan sebagian besar responden mengalami cemas Tabel 2. Distribusi Frekuensi Tingkat Kecemasan Pre Operasi Setelah Pemberian Edukasi Pada Pasien Sectio Caesarea No Kecemasan Frekuensi Persentase 1 Tidak Cemas 33,3% 2 Cemas Ringan 3 Cemas Sedang 4 Cemas Berat 6,7% 5 Panik Jumlah Variabel Min Max Mean Median Pretest Posttest 15,70 15,00 10,77 10,50 Sumber: Data Primer (Diolah Tahun 2. Hasil uji normalitas dengan uji Shapiro Wilk didapatkan nilai signifikansi < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data tidak berdistribusi normal. Berdasarkan hasil uji normalitas, maka analisis uji bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji statistik Wilcoxon. Hasil uji statistik Wilcoxon pada derajat kepercayaan 95% (=0,. diperoleh nilai p value = 0,000 . <0,. yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat efektivitas edukasi terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi sectio caesarea dengan spinal anestesi. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden berdasarkan usia didapatkan sebagian besar berusia 21-28 sebanyak 16 orang . ,3%), pendidikan didapatkan sebagian besar berpendidikan SMA sebanyak 18 orang . %), karakteristik responden berdasarkan status ASA didapatkan sebagian besar ASA 1 sebanyak 16 orang . ,3%) dan karakteristik responden berdasarkan pengalaman operasi didapatkan sebagian besar belum pernah sebanyak 20 orang . ,7%). Hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa tingkat kecemasan pre operasi setelah pemberian edukasi pada pasien sectio caesarea didapatkan kategori tidak cemas sebanyak 10 orang . ,3%), cemas ringan sebanyak 12 orang . %), cemas sedang sebanyak 6 orang . %), dan cemas berat sebanyak 2 orang . ,7%). Hasil tersebut menunjukkan sebagian besar responden mengalami cemas ringan. Tabel 4. Efektivitas Edukasi Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi Sectio Caesarea Dengan Spinal Anestesi Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Suryana . mengenai hubungan tingkat pengetahuan dengan kecemasan pre anestesi spinal pada pasien sectio caesarea di Rumah Sakit TK i Salak Bogor yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 20-25 tahun sebanyak 29 orang . ,7%), berpendidikan SLTA sebanyak 36 orang . ,9%), belum pernah operasi sebanyak 31 orang . ,5%) dan ASA 1 sebanyak 39 orang . ,6%). Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nazar . mengenai 0,00 PROFESI (Profesional Isla. : Media Publikasi Penelitian. Volume 22. No 1. Website: https://journals. id/index. php/profesi/ hemodinamik pada pasien sectio caesarea di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Aceh Utara yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 26-30 tahun sebanyak 33 orang . ,1%) dan ASA 1 sebanyak 63 orang . %). Penelitian Nainggolan . mengenai pengaruh edukasi menggunakan video tentang prosedur pembiusan terhadap kecemasan pada pasien pre operatif spinal anestesi di RSU Sint Lucia Siborong-borong yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden berpendidikan SLTA sebanyak 16 orang . ,3%) dan belum pernah operasi sebanyak 24 orang . %). seoptimal mungkin, merencanakan, memilih teknik, obatobatan anestesi yang sesuai. Pasien yang akan menjalani operasi harus dipersiapkan dengan baik (Ramadani, 2. Peneliti berasumsi bahwa prosedur bedah sectio caesarea memerlukan prosedur pembiusan atau anestesi. Pemilihan jenis anestesi dalam operasi sangat memerlukan pertimbangan yang cermat. Ada juga beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan ketika memilih jenis anestesi seperti usia, pendidikan, riwayat operasi dan status ASA. Tingkat Kecemasan Pre Operasi Sebelum Pemberian Edukasi Pada Pasien Sectio Caesarea Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan pre operasi sebelum pemberian edukasi pada pasien sectio caesarea didapatkan kategori cemas ringan sebanyak 9 orang . %), cemas sedang sebanyak 12 orang . %), cemas berat sebanyak 6 orang . %) dan panik sebanyak 3 orang . %). Hasil tersebut menunjukkan sebagian besar responden mengalami cemas sedang. Nilai rata-rata tingkat kecemasan pre operasi sebelum pemberian edukasi pada pasien sectio caesarea adalah 15,70. Nilai rata-rata menunjukkan bahwa tingkat kecemasan pre operasi sebelum pemberian edukasi pada pasien sectio caesarea dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa kecemasan pre operasi pasien sectio caesarea perlu dilakukan upaya untuk menurunkan tingkat kecemasannya. Menurut Nevid . , kecemasan adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami perasan gelisah dan terjadi aktivasi sistem saraf otonom yang merupakan respon terhadap ancaman yang tidak jelas dan non Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Guritnawati . mengenai pengaruh pre operating teaching terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien pre operatif sectio cesaria di Rumah Sakit X Denpasar yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden sebelum edukasi mengalami Usia 20-35 tahun merupakan usia reproduksi wanita dimana di usia tersebut seorang ibu mampu hamil dalam kondisi yang sehat baik secara fisik maupun secara Penyebab terjadinya SC di umur 20-35 tahun bisa karena faktor komplikasi pada persalinan yang dapat menyebabkan kematian atau kesakitan pada ibu dan bayinya. Komplikasi yang mungkin timbul saat kehamilan juga dapat mempengaruhi jalannya persalinan sehingga sectio caesarea dianggap sebagai cara terbaik untuk melahirkan janin. Komplikasi tersebut antara lain Disproporsi Fetavelvik, persalinan tidak maju, pre eklampsi. KPD, gawat janin, kelanan letak, dan bayi gameli (Surmayanti, 2. Tingkat pendidikan sangat berpengaruh sejak proses kehamilan sa untuk menikah pada usia yang matur diatas 20 tahun. Pendidikan kemampuan ibu dalam mengatur jarak kehamilan, jumlah anak, dan pemanfaatan fasilitas kesehatan dalam pemeriksaan kehamilan dan proses persalinan (Zulfah. Status fisik ASA dapat mempengaruhi pasien dalam menjalankan operasi atau pembedahan, maka untuk mengurangi resiko pada saat pasien melakukan operasi atau pembiusan maka dilakukan dengan cara menurunkan status fisik ASA. Memperbaiki status fisik ASA dapat dilakukan dengan cara mempersiapkan mental dan fisik pasien PROFESI (Profesional Isla. : Media Publikasi Penelitian. Volume 22. No 1. Website: https://journals. id/index. php/profesi/ kecemasan sedang sebanyak 20 responden . ,5%). Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Wulandari . preoperating teaching with anxiety levels in preoperating sectio caesarea patients in the Maternity Room of Arga Husada Kediri Hospital yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden sebelum edukasi mengalami kecemasan sedang sebanyak 52 responden . ,9%). Tindakan pre operasi merupakan suatu stresor bagi pasien yang dapat membangkitkan reaksi stres baik fisiologis maupun psikologis. Respon psikologis bisa merupakan kecemasan. Persiapan sebelum operasi meliputi persiapan fisik, persiapan mental atau psikis, imformed consent, dan pemberian obat premedikasi. Persiapan fisik dan mental harus dilakukan pada pasien yang akan menjalani operasi. Persiapan fisik dan mental sangat penting dilakukan untuk mencegah terjadinya penyulit pasca bedah dan komplikasi pasca bedah serta mempersiapkan mental pasien dalam menghadapi operasi, menurunkan ketakutan dan kecemasan serta memperbaiki koping individu menghadapi operasi (Kristanti. Kecemasan merupakan kondisi kekhawatiran yang berlebihan terhadap berbagai peristiwa kehidupan sehari-hari. Kecemasan yang dirasakan sulit dikendalikan dan berhubungan dengan gejala somatik, seperti ketegangan otot, iritabilitas, kesulitan tidur dan kegelisahan. Kecemasan dapat menjadi beban berat yang menyebabkan individu tersebut menganggap rasa cemas sebagai ketegangan mental yang disertai dengan gangguan tubuh apabila kecemasan menjadi berkepanjangan (Nevid, 2. Tingkat kecemasan responden sebelum pembedahan lebih banyak berada pada tingkat sedang dibandingkan ringan. Menurut Marlina . , kematangan pemahaman tentang pembedahan, harga diri, dan mekanisme Seseorang kematangan pribadi yang baik, mampu menerima informasi penata anestesi mengenai proses pembedahan dengan baik. Kematangan pribadi dan mekanisme koping ini akan menjadi baik seiring dengan bertambahnya usia. Peneliti berasumsi bahwa sebagian besar pasien pre operasi sectio caesarea mengalami cemas sedang, hal ini dikarenakan pada umumnya kecemasan pasien preoperasi dimulai ketika dokter dengan puncak mendekati waktu operasi dengan tanda-tanda pasien gelisah, nadi cepat, tensi meningkat, sering bertanya-tanya mengulang perkataan dan bahkan sampai menangis. Pada pasien yang akan dilakukan prosedur pembedahan seperti sectio caesarea akan menimbulkan suatu reaksi emosional, seperti kecemasan pre operasi. Tingkat Kecemasan Pre Operasi Setelah Pemberian Edukasi Pada Pasien Sectio Caesarea Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan pre operasi setelah pemberian edukasi pada pasien sectio caesarea didapatkan kategori tidak cemas sebanyak 10 orang . ,3%), cemas ringan sebanyak 12 orang . %), cemas sedang sebanyak 6 orang . %), dan cemas berat sebanyak 2 orang . ,7%). Hasil tersebut menunjukkan sebagian besar responden mengalami cemas ringan. Nilai rata-rata tingkat kecemasan pre operasi setelah pemberian edukasi pada pasien sectio caesarea adalah 10,77. Nilai rata-rata menunjukkan bahwa tingkat kecemasan pre operasi setelah pemberian edukasi pada pasien sectio caesarea dalam kategori ringan. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat penurunan tingkat kecemasan pre operasi setelah pemberian edukasi pada pasien sectio Menurut Indriyati . , respon yang paling umum dialami pasien pre operasi yaitu respon psikologi yang berhubungan dengan kecemasan. Penelitian ini penelitian yang dilakukan oleh Guritnawati PROFESI (Profesional Isla. : Media Publikasi Penelitian. Volume 22. No 1. Website: https://journals. id/index. php/profesi/ . mengenai pengaruh pre operating kecemasan pada pasien pre operatif sectio caerea di Rumah Sakit X Denpasar yang responden sebelum edukasi mengalami kecemasan ringan sebanyak 23 responden . ,9%). informasi dengan diberikan edukasi diharapkan pasien dapat berubah menjadi lebih siap dalam menghadapi proses anestesi dan mendapatkan hasil optimal (Nugroho. Menurut Maryunani . , pendidikan kesehatan pre operatif adalah pendidikan yang menguraikan tentang informasi yang perlu disampaikan pada pasien pada saat pre operatif. Pendidikan kesehatan pre operatif mempersiapkan pasien dengan menjelaskan mengenai hal- hal yang terdapat pada saat pre operatif sampai prosedur anestesi yang akan dilakukan. Pendidikan menggunakan metode verbal atau lisan dalam penyampaiannya, agar materi yang disampaikan dapat diterima dengan mudah maka diperlukan suatu media yang di desain untuk memperjelas dan mempermudah pasien menerima informasi yang diberikan yang diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan pasien mengenai tindakan anestesi yang dilakukan agar pasien tidak mengalami kecemasan. Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Wulandari . mengenai effectiveness of preoperating teaching with anxiety levels in preoperating sectio caesarea patients in the Maternity Room of Arga Husada Kediri Hospital yang responden sebelum edukasi mengalami kecemasan sedang sebanyak 61 responden . ,6%). Pasien yang menjalani persalinan sectio caesarea cenderung mengalami Reaksi ditimbulkan oleh proses operasi, maka diperlukannya pemberian informasi sebelum tindakan operasi . reoperatif teachin. secara lengkap dan benar mengenai rencana tindakan, tata cara dan pengobatan yang akan dilakukan dengan segala resiko dan efek samping yang kemungkinan terjadi, guna mengurangi atau ditimbulkan (Suparto, 2. Peneliti berasumsi bahwa sebagian besar pasien pre operasi sectio caesarea mengalami cemas ringan, hal ini dikarenakan komunikasi terapeutik antara penata anestesi dengan pasien sehingga pasien dapat lebih memahami informasi yang diberikan. Oleh karena itu pesan atau informasi yang disampaikan dapat tersampaikan dari penata anestesi kepada pasien Peran penata anestesi sebagai seorang edukator yang tentunya sangat diperlukan. Penata anestesi dalam menjalankan peran sebagai pemberi pelayanan dapat memberikan intervensi untuk menurunkan kecemasan dengan cara memberikan edukasi. Efektivitas Edukasi Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi Sectio Caesarea Dengan Spinal Anestesi Hasil uji statistik Wilcoxon pada derajat kepercayaan 95% (=0,. diperoleh nilai p value = 0,000 . <0,. yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat efektivitas edukasi terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi sectio caesarea dengan spinal anestesi. Peran penata anestesi sebagai seorang edukator yang tentunya sangat Penata menjalankan peran sebagai pemberi pelayanan dapat memberikan intervensi untuk menurunkan kecemasan dengan cara memberikan edukasi. Edukasi pada hakikatnya adalah suatu kegiatan atau usaha untuk menyampaikan pesan kesehatan yang harapannya dapat memperoleh pengetahuan tentang kesehatan dengan baik. Pemberian PROFESI (Profesional Isla. : Media Publikasi Penelitian. Volume 22. No 1. Website: https://journals. id/index. php/profesi/ Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Wulandari . preoperating teaching with anxiety levels in preoperating sectio caesarea patients in the Maternity Room of Arga Husada Kediri Hospital yang menunjukkan bahwa hasil uji statistik diperoleh nilai p value sebesar 0,000 (<0. berarti terdapat pengaruh pre operating teaching terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien pre operatif sectio cesaria. kecemasan, pemberian edukasi kepada pasien tentang prosedur pembiusan yang akan dijalaninya (Nainggolan, 2. Edukasi pre-operatif pemberian informasi dari penata anestesi anestesi ke pasien juga keluarga pasien meliputi berbagai informasi tentang tindakan operasi, persiapan sebelum operasi sampai dengan perawatan pasca operasi yang mana edukasi ini diperlukan untuk menurunkan kecemasan pasien yang akan menjalani tindakan pembedahan. Informasi yang diberikan kepada pasien pada saat preoperatif mencakup tujuan tindakan operasi, jenis pembiusan dan resiko pembedahan (Sari, 2. Persalinan dengan tindakan sectio caesarea merupakan pilihan alternatif terakhir dalam menolong persalinan bagi ibu yang tidak mampu atau ingin melahirkan secara normal. hal ini dilakukan karena alasan medis, serta atas permintaan pasien sendiri atau atas saran dokter (Sudarsih. Operasi atau tindakan pembedahan merupakan stressor bagi pasien karena dapat mendatangkan ancaman potensial dan aktual terhadap tubuh, integritas dan jiwa seseorang, sehingga menimbulkan reaksi emosional seperti ketakutan, marah, gelisah, dan kecemasan. Puncak kecemasan sebagian besar individu saat berada di ruang tunggu operasi dengan gejala berupa sering bertanya, gelisah, nadi cepat dan tensi meningkat (Donsu, 2. Simpulan Peneliti berasumsi bahwa edukasi dalam bentuk pemberian informasi yang jelas dapat mengurangi kecemasan sehingga pasien dapat mengambil keputusan yang rasional terhadap tindakan yang akan dilakukan pada Secara mental pasien harus pembedahan, karena akan selalu ada rasa cemas menghadapi proses pembiusan, nyeri luka operasi, bahkan terhadap kemungkinan cacat atau kematian. Referensi