Nabilla Sevtiana Putri1. Albet Maydiantoro2. Galuh Sandi3 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan PENGARUH MEDIA SOSIAL. EDUKASI SEKOLAH PASAR MODAL. DAN SELF-EFFICACY TERHADAP MINAT BERINVESTASI MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI UNIVERSITAS LAMPUNG Nabilla Sevtiana Putri1. Albet Maydiantoro2. Galuh Sandi3 Universitas Lampung1. Universitas Lampung2. Universitas Lampung3 pos-el: nabillasevtiana2@gmail. com1,albet. maydiantoro@fkip. id2, galuh. sandi@fkip. ABSTRAK Fenomena yang mendasari penelitian yaitu masih rendahnya minat berinvestasi di kalangan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung. Penelitian ini memiliki tujuan guna menganalisis pengaruh media sosial, edukasi sekolah pasar modal, dan self-efficacy terhadap minat berinvestasi Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung. Metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif verikatif melalui desain ex post facto dan survei diterapkan dalam penelitian, serta penghimpunan data dilakukan melalui kuesioner. Populasi dalam penelitian ini meliputi Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung angkatan 2023 dan 2024 yang telah mengikuti edukasi sekolah pasar modal sebanyak 131, dan ditentukan dengan teknik purposive sampling sehingga didapat sebanyak 99 responden. Pengujian dilakukan menggunakan analisis regresi linear dan berganda berbantuan SPSS versi 26. Temuan penelitian ini menginidikasikan bahwa variabel media sosial, edukasi sekolah pasar modal, dan self-efficacy secara signifikan berpengaruh positif terhadap minat berinvestasi. Selain itu, secara simultan ketiga variabel media sosial, edukasi sekolah pasar modal, dan self-efficacy secara signifikan memiliki pengaruh terhadap minat berinvestasi. Kata kunci : Edukasi Sekolah Pasar Modal. Investasi. Media Sosial. Self-Efficacy ABSTRACT The underlying phenomenon of this research is the low investment interest among Economics Education students at the University of Lampung. This study aims to analyze the influence of social media, capital market school education, and self-efficacy on investment interest among Economics Education students at the University of Lampung. A quantitative method with a descriptive verification approach through an ex post facto design and survey was applied in the study, and data collection was carried out through a questionnaire. The population in this study included 131 Economics Education students at the University of Lampung, class of 2023 and 2024 who had attended capital market school education, and was determined using a purposive sampling technique to obtain 99 respondents. Testing was carried out using linear and multiple regression analysis assisted by SPSS version 26. The findings of this study indicate that the variables of social media, capital market school education, and self-efficacy have a significant positive effect on investment interest. In addition, all three variables simultaneously, social media, capital market school education, and self-efficacy, significantly influence investment Keywords: Capital Market Education. Investment. Social Media. Self-Efficacy PENDAHULUAN Di era globalisasi saat ini, penguatan ekonomi dianggap sebagai aspek yang penting bagi negara berkembang seperti Indonesia untuk meningkatkan daya saing Wirastiti et al. , . menyatakan bahwa dukungan investor produktivitas ekonomi. Didukung oleh pendapat Dwitayanti et al. , . bahwa masyarakat dalam investasi mampu memperkuat struktur ekonomi nasional. Sebagai upaya meningkatkan daya saing di tingkat global, partisipasi masyarakat dalam investasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti literasi keuangan, regulasi pemerintah, kemudahan akses layanan Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Nabilla Sevtiana Putri1. Albet Maydiantoro2. Galuh Sandi3 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan keuangan, serta kemajuan teknologi (Das et al. , 2. Salah satu faktor yang mendorong partisipasi masyarakat dalam berinvestasi melalui pesatnya kemajuan melalui berbagai platform digital (Hakim et al. , 2024: . Menurut Suroto et al. kemajuan teknologi juga turut andil dalam mendorong partisipasi masyarakat terhadap aktivitas keuangan Menurut PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) tahun 2025, tercatat bahwa investor di pasar modal Indonesia 521 SID. Meskipun terkategori rendah apabila dibandingkan Berdasarkan data Visual Capitalist . jumlah investor pasar modal di Amerika serikat mencapai 185,4 juta atau 55% dari seluruh penduduk, sedangkan China memiliki 98,7 juta investor atau 7% dari seluruh jumlah penduduk, dan India dengan jumlah 85,8 juta investor atau 6% dari seluruh jumlah penduduk. Sesuai dengan pendapat Mendrofa et al. , . bahwa konstribusi investor dalam pasar modal Indonesia masih dianggap rendah apabila dibanding dengan negara lain. Rendahnya minat berinvestasi ini, menurut Agustari et al. , . disebabkan oleh berbagai persepsi keliru yang masih melekat di masyarakat, seperti anggapan bahwa investasi membutuhkan modal besar, prosesnya rumit, dan memiliki risiko tinggi. Sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan partipsipasi masyarakat dari berbagai kalangan untuk berinvestasi melalui program edukatif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), seperti peluncuran kegiatan AuYuk Nabung SahamAy (Samadi 2018: . Selain itu. BEI juga berperan aktif dalam menyebarkan informasi dan pengetahuan mengenai investasi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dengan mengadakan kegiatan kampanye AuAku Investor SahamAy. Menurut Wijayanti . adanya program tersebut diharapkan dapat memberikan pentingnya melakukan investasi. Untuk memahami distribusi partisipasi investasi, pembahasan selanjutkan difokuskan pada kondisi investor berdasarkan wilayah Menurut PT. KSEI . jumlah investor tertinggi masih didominasi oleh wilayah Pulau Jawa yang mencapai 70,05% dari total investor nasional. Sementara itu, jumlah investor di Pulau Sumatera hanya 15,08%. Hal tersebut masyarakat di Pulau Sumatera masih rendah dibandingkan dengan Pulau Jawa. Ketimpangan mendorong pertumbuhan jumlah investor di wilayah Sumatera khususnya Provinsi Lampung, baik melalui peningkatan literasi keuangan dan peningkatan edukasi (Maemunah. Pernyataan tersebut didukung Silaban et , . bahwa keterlibatan masyarakat dalam pasar modal masih terbatas dan belum menyeluruh, sehingga masih partisipasi secara inklusi, khususnya di Provinsi Lampung. Pertumbuhan pasar modal di Provinsi Lampung tidak hanya ditandai oleh peningkatan jumlah investor secara umum, tetapi juga oleh perubahan demografi investor yang kini didominasi oleh pelajar dan generasi Z sebagai kelompok usia yang aktif berpartisipasi dalam pasar modal. Generasi Z saat ini memberikan andil yang signifikan dalam pertumbuhan jumlah investor di pasar modal (Klana & Muttaqin, 2. Sejalan dengan itu Adha et al. , . menyatakan bahwa generasi Z saat ini peluang yang besar untuk berkonstribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Nabilla Sevtiana Putri1. Albet Maydiantoro2. Galuh Sandi3 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan melalui peran aktif sebagai investor Tumbuhnya partisipasi investor di kalangan generasi Z mencerminkan semakin tingginya kesadaran akan pentingnya perencanaan keuangan masa Salah satu kelompok yang memiliki peluang dalam aspek ini adalah mahasiswa Pendidikan Ekonomi Unila, pendidikan yang erat kaitannya dengan ekonomi, keuangan, dan pasar modal. Berdasarkan data investor Galeri Investasi Syariah Pendidikan Ekonomi Unila tahun 2025, partisipasi mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung angkatan 2023 dan 2024 dalam pasar modal masih tergolong rendah, yaitu hanya 109 dari 284 orang yang telah berpartisipasi sebagai investor. Menurut Kurniawan et al. , . rendahnya kesenjangan antara potensi akademik dan keterlibatan dalam dunia investasi. Oleh sebab itu perlu untuk membangun literasi investasi di lingkungan kampus. Sebagai upaya untuk mendorong ketertarikan berinvestasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung, difasilitasilah sebuah galeri investasi guna mendorong partisipasi mahasiswa dalam pasar modal. Minat investasi adalah sebuah ketertarikan individu dalam usaha keuntungan di masa depan (Adnyana, 2020: . Menurut Dika et al. , . 4: . dorongan seseorang untuk melakukan keingintahuan yang dimiliki terhadap peluang investasi yang ada, sehingga memotivasi mereka untuk mengambil bagian dalam kegiatan investasi tersebut. Berdasarkan penelitian pendahuluan diperoleh informasi bahwa banyak mahasiswa yang belum memiliki minat mahasiswa belum mulai berinvestasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa kurangnya keyakinan dan rendahnya pemahaman yang menyebabkan mahasiswa belum mulai berinvestasi. Dalam hal ini. Pangestu & Bagana . menekankan bahwa pentingnya untuk analisis lebih mendalam yang difokuskan pada aspek memengaruhi keinginan investasi. Faktor eksternal yang berperan dalam membentuk minat berinvestasi yaitu media sosial. Menurut Kotler & Keller . 6: . media sosial merupakan sebuah platform yang dipergunakan individu guna saling bertukar informasi dengan cara yang mudah serta cepat. Hasil temuan yang dilakukan oleh Fattah memengaruhi minat berinvestasi. Hal ini dipertegas oleh Rais et al. , . bahwa media sosial berperan sebagai platform yang memudahkan calon investor untuk memperoleh informasi investasi secara Adanya media sosial menjadi perantara untuk menemukan informasi terkait cara berinvestasi dan memebantu mendalami pengetahuan yang didapat (Suryani & Amanah, 2. Pernyataan tersebut sejalan oleh Maydiantoro et al. bahwa kemudahan akses media sosial secara luas dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang kegiatan seperti investasi. Tak hanya itu, menurut Sandi & Pritandhari . bahwa media sosial juga dapat berkonstribusi secara signifikan dalam memperkuat literasi ekonomi, yang menjadi fondasi utama dalam menentukan keputusan investasi Nurkumalasari Yudiantoro . juga menyatakan bahwa penggunaan media sosial yang tepat akan menjadi sarana yang efektif untuk meningkatkan ketertarikan individu dalam melakukan investasi. Dalam hal ini, sebagian besar mahasiswa Pendidikan Ekonomi belum memanfaatkan media sosial secara optimal untuk mengakses informasi mengenai investasi. Sehingga hal tersebut membuktikan bahwa media sosial memiliki potensi sebagai sumber informasi investasi, namun tingkat Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Nabilla Sevtiana Putri1. Albet Maydiantoro2. Galuh Sandi3 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan kalangan mahasiswa. Selain itu, faktor eksternal lain yang turut mendorong peningkatan minat investasi ialah pelaksanaan edukasi sekolah pasar modal. Menurut Ismail . 4: . edukasi sekolah pasar modal merupakan bagian bentuk kegiatan yang digelar secara periodik oleh BEI guna memberikan pengetahuan serta pemahan terkait pasar modal dengan tujuan memberikan edukasi tentang investasi agar menjadi investor yang cerdas dan bertanggung jawab. Melalui program ini, mahasiswa dapat memahami konsepkonsep dasar investasi yang menjadi bekal penting bagi mereka sebelum terjun ke dunia investasi (Listyani et al. , 2. Dewi . turut menjelaskan bahwa kegiatan edukasi sekolah pasar modal dapat memengaruhi minat berinvestasi. Sehingga mempunyai ilmu yang cukup terkait investasi akan mendapatkan dorongan dari diri untuk mencoba kegiatan investasi (Rifani et al. , 2. Sebagai implementasi dari pentingnya edukasi Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung telah memperoleh pengalaman mengikuti program edukasi sekolah pasar modal yang diselenggarakan oleh BEI dan PT. Phintraco Sekuritas. Namun, bahwa hanya sebagian besar mahasiswa saja yang benar-benar memahami materi berlangsung dan kurangnya praktik langsung saat kegiatan berlangsung. Hal tersebut memperlihatkan bahwa tingkat keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pemahaman dan pengalaman praktis mahasiswa masih belum optimal. Keterbatasan keterlibatan dan simulasi tersebut mengidikasikan bahwa keberhasilan investasi tidak terbatas pada informasi dari pengetahuan saja, namun juga mencakup dari faktor internal yang ikut berperan dalam mempengaruhi minat berinvestasi yaitu self-efficacy (Hidayat & Suhaedi. Self-efficacy didefinisikan sebuah keyakinan yang dimiliki individu untuk menyiapkan dan menjalankan kegiatan yang diperlukan agar tujuan tertentu dapat tercapai (Bandura. Berdasarkan Kaja menunjukkan self-efficacy berpengaruh pada minat investasi. Sejalan dengan Jessica mengungkapkan bahwa mahasiswa yang memiliki tingkat keyakinan diri tinggi menghadapi risiko berinvestasi dan mulai melakukan investasi. Hal tersebut juga ditekankan oleh Irmayani et al. , . bahwa pengukuran tingkat self-efficacy individu dalam menghadapi risiko serta penerapan pengetahuan investasi yang didapat menjadi elemen yang penting untuk memulai sebuah kegiatan investasi. Sehingga self-efficacy berperan penting memengaruhi cara individu mengambi keputusan dan mengelola risiko investasi. Namun dalam hal ini, tingkat self-efficacy Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Unila masih berada pada tingkat yang rendah. Keadaan ini ditandai oleh ketidak mampuan mereka mengambil keputusan investasi dalam berbagai situasi dan mereka tidak yakin akan keberhasilannya Kondisi memperlihatkan bahwa mahasiswa masih membutuhkan pemahaman lebih lanjut melalui edukasi yang lebih kuat, mudah dipahami, dan melibatkan praktik langsung agar mereka lebih percaya diri dan mampu mengelola investasi dengan bijak dan mandiri. Berdasarkan permasalahan yang ada, dapat diketahui bahwa minat dan partisipasi mahasiswa dalam pasar modal di lingkungan Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung masih tergolong rendah dan belum optimal. Meskipun secara akademik mahasiswa Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Nabilla Sevtiana Putri1. Albet Maydiantoro2. Galuh Sandi3 pendidikan ekonomi memiliki bekal pengetahuan yang memadai terkait dengan pengetahuan dan mata kuliah yang relevan seperti ilmu ekonomi dan kenyataanya masih banyak yang belum terlibat secara langsung dalam aktivitas Hasil temuan pendahuluan menunjukkan adanya kesenjangan antara ketertarikan dan tindakan nyata dalam berinvestasi, yang dipengaruhi oleh self-efficacy keterbatasan pengalaman, serta kurangnya pemanfaatan media sosial dan edukasi sekolah pasar modal secara efektif. Dengan kondisi tersebut, penelitian ini ditujukan untuk mengetahui AuPengaruh Media Sosial. Edukasi Sekolah Pasar Modal, dan Self-Efficacy Terhadap Minat Berinvestasi Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas LampungAy. METODE PENELITIAN Penelitian berjenis kuantitatif dengan metode deskriptif verikatif melalui desain ex post facto serta survei. Populasi penelitian terdiri atas 131 Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Unila angkatan 2023 dan 2024. Sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling serta kriteria utama mahasiswa yang sudah mengikuti program sekolah pasar modal. Lalu, besarnya sampel ditentukan melalui rumus slovin sehingga didapatkan 99 mahasiswa yang digunakan sebagai Pengumpulan data diperoleh dari instrumen kuesioner yang disebarkan secara daring melalui Google From. Dan pengolahan data dilakukan dengan SPSS versi 26, melalui uji analisis regresi linear sederhana dan berganda. JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Tabel 1 Hasil Uji Validitas Variabel (Media Sosia. (Edukasi Sekolah Pasar Moda. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Validitas Analisis uji validitas diterapkan dengan metode Pearson Product Moment Correlation dengan Rtabel 0,361 dan diperoleh hasil bahwa jika Rhitung> Rtabel maka instrumen dinyatakan valid. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Efficac. (Self- (Minat Berinvestas. Item Rhitung 0,619 Ket. Valid 0,820 0,721 0,630 0,722 0,709 0,699 0,665 0,635 0,618 0,713 0,768 0,852 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 0,652 0,632 0,710 0,806 0,631 0,822 0,750 0,650 0,714 0,654 0,655 0,708 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 0,664 0,841 0,679 0,763 0,715 0,670 0,738 0,819 0,695 0,748 0,832 0,784 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 0,827 0,651 0,759 0,763 0,644 0,783 0,751 0,619 0,602 0,729 0,849 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Olah Data 2025 Nabilla Sevtiana Putri1. Albet Maydiantoro2. Galuh Sandi3 Hasil uji validitas menunjukkan bahwa seluruh pernyataan dinyatakan valid dengan nilai Rtabel > Rhitung. Sehingga hasil tersebut membuktikan bahwa alat ukur penelitian telah dianggap layak untuk digunakan. Hasil Uji Reliabilitas Uji reliablitas pada penelitian Alpha Cronbach. Berikut ini hasil pengujian: Tabel 2 Hasil Uji Reliabilitas Variabel CronbachAos Alpha 0,901 0,911 0,923 0,921 Sumber: Olah Data 2025 Dari hasil tersebut diperoleh informasi bahwa seluruh variabel memperoleh nilai reliablitas yang sangat tinggi. Oleh karena itu, variabel penelitian dinyatakan telah layak digunakan dalam proses analisis. Hasil Uji Normalitas Uji normalitas dengan metode Kolmogrov-Smirnov diterapkan guna memastikan bahwa data berasal dari populasi berdisitribusi normal. Berikut hasil pengujiannya: Tabel 3 Hasil Uji Normalitas Variabel Sig. Media Sosial (X. 0,156 Edukasi Sekolah 0,178 Pasar Modal (X. Self-Efficacy (X. 0,200 Minat 0,200 Berinvestasi (Y) Sumber: Olah Data 2025 Kondisi 0,156 > 0,05 0,178 > 0,05 0,200 > 0,05 0,200 > 0,05 Berdasarkan diketahui bahwa seluruh variabel memperoleh nilai signifikan > 0,05. Dengan demikian, data tersebut dianggap telah memenuhi syarat normalitas. Hasil Uji Homogenitas Pengujian penelitian ini diterapkan guna menilai Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan apakah data yang dianalisis berasal dari populasi yang seragam. Berikut hasil pengujian menggunakan Levene Statistic. Tabel 4 Hasil Uji Homogenitas Variabel Media Sosial (X. Edukasi Sekolah Pasar Modal (X. Self-Efficacy (X. Sig. 0,137 0,139 Kondisi 0,137 > 0,05 0,139 > 0,05 0,169 0,169 > 0,05 Sumber: Olah Data . Hasil analisis diperoleh bahwa nilai sig seluruh variabel melebihi 0,05. Dengan demikian, data pada penelitian bersifat homogen. Hasil Uji Linearitas Pengujian ini diterapkan untuk menentukan apakah model regresi yang diterapkan bersifat linear atau non-linear. Dalam penelitian yang dilakukan, metode yang digunakan untuk uji ini adalah tabel ANOVA. Berikut Tabel 5 Hasil Uji Linearitas Variabel Media Sosial (X. Edukasi Sekolah Pasar Modal (X. Self-Efficacy (X. Sig. 0,279 0,511 Kondisi 0,279 > 0,05 0,511 > 0,05 0,908 0,908 > 0,05 Sumber: Olah Data 2025 Dari hasil tersebut diperoleh bahwa nilai signifikansi variabel X1,X2,X3 melebihi 0,05, sehingga data dalam penelitian linear. Hasil Uji Multikolinearitas Pengujian mengevaluasi adanya korelasi antar variabel independen yang digunakan. Metode Tolerance dan Variansce Inflation Factor (VIF) diterapkan dengan hasil sebagai berikut. Tabel 6 Hasil Uji Multikolinearitas Variabel Media Sosial (X. Tolerance 0,646 VIF 1,548 Keputusan 0,646 > 0,05 Nabilla Sevtiana Putri1. Albet Maydiantoro2. Galuh Sandi3 Edukasi Sekolah Pasar Modal (X. 0,480 SelfEfficacy (X. 0,484 2,081 2,066 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan 0,480 > 0,05 0,484 > 0,05 Sumber: Olah Data 2025 Hasil Uji Regresi Linear Berganda Regresi linear berganda diterapkan agar dapat menganalisis apakah variabel bebas (X) dapat memengaruhi variabel terikat (Y). Hasil analisis disajikan pada tabel berikut. Tabel 9 Hasil Uji Regresi Linear Berganda Hasil analisis melihatkan bahwa ketiga variabel memenuhi kriteria tolerance > 0,100 dan VIF < 10,00, yang mengindikasikan tidak adanya gejala multikolinearitas pada penelitian. Hasil Uji Autokorelasi Pengujian penelitian diterapkan dengan analisis Durbin-Watson, sebagai berikut. Model Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Eror 11,45 2,075 2,399 ,180 ,379 ,295 4,029 2,945 ,100 2,075 4,029 2,945 Sig. ,018 ,041 ,000 ,004 Sumber: Olah Data 2025 Hasil analisis didapat informasi nilai signifikansi > 0,05. Sehingga nilai mutlak residual atau regresi tidak menunjukkan indikasi heteroskedastisitas. Berdasarkan hasil pengujian diatas dapat dijabarkan seperti berikut. Diperoleh nilai korelasi sebesar 0,748, sehingga diketahui adanya hubungan yang kuat dan signifikan antara media sosial (X. , edukasi sekolah pasar modal (X. , dan self-efficacy (X. terhadap minat berinvestasi (Y). Besarnya nilai koefisien variabel media sosial (X. sebesar 0,180 pada kolom Unstandardized Coefficients (B) yang berarti pada peningkatan pada variabel Y terjadi seiring dengan adanya penambahan pada variabel X1. Besarnya nilai koefisien variabel edukasi sekolah pasar modal (X. , 0,379 Unstandardized Coefficients (B) yang berarti peningkatan pada variabel Y penambahan pada variabel X2. Besarnya nilai koefisien variabel selfeffcacy (X. , sebesar 0,295 pada kolom Unstandardized Coefficients (B) yang berarti peningkatan pada variabel Y terjadi seiring dengan adanya penambahan pada variabel X3. Sehingga diketahui, bahwa terdapat pengaruh secara simultan antara media sosial, edukasi sekolah pasar modal, dan Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Tabel 7 Hasil Uji Autokorelasi Durbin Watson 2,008 1,735 4 - dU 2,265 Sumber: Olah Data 2025 Berdasarkan menunjukkan nilai durbin watson berada dalam rentang Du < DW < 4 Ae Du atau 1,735 < 2, 008 < 2,265. Sehingga tidak ditemukan indikasi autokorelasi pada data Hasil Uji Heteroskedastisitas Pengujian ini diaplikasikan guna mengevaluasi apakah varians residual absolut bersifat homogen di semua pengamatan dengan menggunakan Rank Spearmean. Tabel 8 Hasil Uji Heteroskedastisitas Variabel Media Sosial (X. Edukasi Sekolah Pasar Modal (X. Self-Efficacy (X. Sig. 0,193 0,133 Kondisi 0,193 > 0,05 0,133 > 0,05 0,181 0,181 > 0,05 Sumber: Olah Data 2025 Nabilla Sevtiana Putri1. Albet Maydiantoro2. Galuh Sandi3 self-efficacy terhadap minat berinvestasi Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung. Hasil Uji Hipotesis Secara Parsial Pengujian secara parsial diterapkan dengan menggunakan analisis linear pengaruh variabel (X) terhadap variabel (Y). Pada penelitian diperoleh ttabel dk = 99 - 2 = 97 atau 1,984, dengan pertimbangan jika thitung > ttabel maka Berikut Tabel 10 Hasil Uji Parsial Variabel Media Sosial (X. Edukasi Sekolah Pasar Modal (X. SelfEfficacy (X. RSquare 0,303 Thitung 6,488 Ttabel 1,984 Sig 0,000 0,478 9,423 1,984 0,000 0,432 8,589 1,984 0,000 Sumber: Olah Data 2025 . Hasil pengujian yang dianalisis dengan SPSS didapatkan nilai thitung > ttabel atau 6,448 > 1,984 dan signifikansi 0,000 < 0,05 dengan RSquare 0,303 atau 30,3%. Sehingga H1 diterima dan mengindikasikan bahwa media sosial (X. memiliki pengaruh pada minat (Y) Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung. Hasil analisis tersebut didukung oleh temuan Suryani & Amanah . dimana dibuktikan bahwa media sosial mempengaruhi minat berinvestasi secara signifikan. Hal ini dibuktikan melalui perolehan nilai thitung > ttabel atau 5,165 > 1,984 dan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Sehingga diperoleh informasi bahwa media sosial berpengaruh secara signifikan terhadap minat berinvestasi, yang menandakan bahwa penggunaan media sosial yang baik dapat Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan memperdalam pemahaman terkait dengan efektif dan menjadi strategi efektif untuk mendorong minat berinvestasi mahasiswa. Hasil pengujian yang dianalisis dengan SPSS diperoleh nilai thitung > ttabel atau 9,432 > 1,984 dan signifikansi 0,000 < 0,05, serta nilai RSquare 0,478 atau 47,8%. Sehingga H1 diterima sehingga menyatakan bahwa edukasi sekolah pasar modal (X. berpengaruh terhadap minat berinvestasi (Y) mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung. Sejalan dengan penelitian Dewi et al. , . yang menegaskan edukasi sekolah pasar modal secara terhadap minat berinvestasi. Hal tersebut dibuktikan melalui nilai thitung > ttabel atau 4,492 < 1,9864 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hal ini dapat diartikan bahwa semakin banyaknya berpartisipasi pada kegiatan edukasi menumbuhkan minat untuk terlibat aktif dalam investasi. Hasil pengujian yang dianalisis dengan SPSS, diperoleh nilai thitung > ttabel atau 8,589 > 1,984 dengan signifikansi 0,000 < 0,05 dan nilai RSquare sebesar 0,432 atau 43,2%. Sehingga H1 diterima dan menyatakan bahwa selfefficacy (X. memiliki pengaruh terhadap minat berinvestasi (Y) Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung. Hal tersebut sesuai dengan temuan Jessica et al. yang membuktikan bahwa selfefficacy bepengaruh signifkan terhadap minat berinvestasi, ditunjukkan dengan nilai thitung > ttabel atau 3,364 > 1,968 dan nilai signifikansi 0,001 < 0,05. Hal ini menandakan bahwa semakin besar tingkat self-efficacy mahasiswa dapat meningkatkan kepercayaan diri untuk mulai berinvestasi. Nabilla Sevtiana Putri1. Albet Maydiantoro2. Galuh Sandi3 KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa secara signifikan media sosial, edukasi sekolah pasar modal, dan selfefficacy berpengaruh terhadap minat Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung. Pemanfaatan digunakan secara optimal sebagai sumber meningkatkan ketertarikan mahasiswa untuk berinvestasi. Partisipasi aktif dalam kegiatan edukasi sekolah pasar modal juga memperluas wawasan mengenai dasar investasi, sehingga mendorong tumbuhnya minat untuk terlibat dalam aktivitas investasi. Di sisi lain, selfefficacy yang tinggi juga turut memperkuat keinginan mahasiswa dalam mengambil keputusan investasi secara Oleh karena itu. Program Studi Pendidikan Ekonomi Unila dapat memperkuat program literasi keuangan dan edukasi pasar modal melalui pemanfaatan media sosial, kerja sama dengan lembaga pasar modal, dan kegiatan pelatihan yang berkelanjutan. Sementara itu, mahasiswa diharapkan terus aktif menggali informasi investasi yang kredibel serta mengikuti program pengetahuan dan kepercayaan diri dalam mengelola keuangan. Dengan demikan, sinergi antara dukungan program studi dan kesiapan mahasiswa menjadi langkah strategis untuk menumbuhkan minat investasi yang sehat di lingkungan JURNAL Edueco Universitas Balikpapan DAFTAR PUSTAKA