Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 4 Juli 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi Analisis Pengaruh Konsumsi Makanan Cepat Saji Terhadap Resiko Obesitas Pada Kalangan Remaja Hana Maulida Aliyah1 Andriyani*2 Nurmalia Lusida3 1,2,3 Program Studi Kesehatan Masyarakat. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Muhammadiyah Jakarta. Indonesia *e-mail: hanamaulida456@gmail. com1, andriyani@umj. id2, nurmalialusida@umj. Abstrak Makanan cepat saji merupakan salah satu makanan yang kurang sehat dan sangat digemari oleh anak Makanan cepat saji merupakan makanan cepat saji yang mengandung lemak, protein, gula, dan juga garam yang tinggi, tapi tidak semua makanan cepat saji itu tidak sehat salah satu contohnya itu buah potong. Genetik, kurang aktifitas fisik, faktor keluarga, psikologis, serta terlalu banyak mengkonsumsi makanan dan minuman cepat saji merupakan beberapa faktor dari obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara mengkonsumsi makanan cepat saji pada remaja yang terkena obesitas. Penelitian ini menggunakan metode literature review atau tinjauan pustaka. Waktu yang digunakan untuk penelitian ini pada bulan maret sampai bulan april. Adapun kata kunci yang digunakan dalam pencarian jurnal dengan kriteria yang digunakan adalah jurnal yang memiliki pembahasan tentang mengkonsumsi makanan cepat saji terhadap resiko obesitas remaja. Databased yang digunakan untuk mencari jurnal yaitu Google Scholar. PubMed. Web Garuda. Rentang waktu literature yang digunakan pada tahun 2020 sampai 2025. Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara mengkonsumsi makanan cepat saji dengan obesitas pada remaja. Saran dari hasil kajian literature review ini untuk selanjutnya menggunakan databased yang lebih bervariasi untuk mendapatkan hasil literatur yang lebih banyak lagi dari berbagai Selain itu untuk penelitian selanjutnya dapat menggunakan desain penelitian cross-sectional, systematic review, atau penelitian lain yang dapat melihat hubungan antara mengkonsumsi makanan cepat saji dengan obesitas. Kata kunci: obesitas, makanan cepat saji, remaja Abstract Fast food is one of the less healty foods and is very popular among teenagers. Fast food is a type of food that contains high levels of fat, protein, sugar, and salt, but not all fast food unhealthy one example is cut fruit. Genetics, lack of physical activity, family factors, pshycological factors, and execessive consumption of fast food and beverages are some of the factors contributing to obesity. This study aims to determine relatioship between consuming fast food and obesity in adolescents. This study uses the literature review method. The time for this research was from march to april. The keywords used in the journal search whit the criteria applied are journals that discuss the consumption of fast food and its impact on the risk of adolescent obesity. The databases used to search for journals are Google Scholar. PubMed. Garuda web. The time frame of the literature used is from 2020 to 2025. The result of this study indicate a singnificant relationship between the consumption of fast food in adolescents The recommendation from the result of this literature review is to subsequently use a more varied database to obtain a greater volume of literature review is to subsequently use a more varied database to obtain a greater volume of literature from various countries. Additionally, for future research, a cross-sectional design, systematic review, or other studies that can examine the relationship between fast food consumption and obesity can be used. Keywords: obesity, fast food, teenagers PENDAHULUAN Suatu makanan dapat disebut sebagai makanan bergizi apabila memiliki nutrisi yang seimbang, yaitu yang mengandung protein, karbohidrat, vitamin, menieral, serta mengandung lemak tak jenuh yang kecil, atau makanan 4 sehat 5 sempurna yang biasa kita kenal. Sementara makanan yang tidak sehat merupakan makanan tidak memiliki keseimbangan gizi dan kekurangan zat-zat yang tubuh kita perlukan. Adapun tipe makanan yang tidak sehat salah satunya merupakan makanan cepat saji. Makanan cepat saji merupakan makanan yang disiap dengan cara cepat dan mengandung tingkat lemak, protein, gula, serta garam yang tinggi, tetapi JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 4 Juli 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi tidak semua makanan cepat saji itu tidak sehat, salah satu contohnya seperti buah potong. Jenisjenis makanan cepat saji yang biasa di konsumsi oleh remaja sangat bervariasi yaitu pizza, burger, gorengan, seblak, ayam goring mie instan dan sejenis makanan lainnya. Makanan cepat saji dapat memberikan dampak positif dan negatif bagi tubuh kita. Dampak positif dari mengkonsumsi makanan cepat saji dapat menghemat waktu karena proses penyajiannya yang mudah dan cepat, dampak negative dari kita mengkonsumsi makanan cepat saji dapat menyebabkan timbulnya banyak penyakit untuk diri kita, adapun penyakit yang dapat timbul yaitu stroke, obesitas, serangan jantung, dan juga kanker(Nikmah, 2. Menurut Word Health Organization mengkonsumsi makanan cepat saji . akanan tidak seha. , dapat berkontribusi menyebabkan obesitas diseluruh kalangan remaja di dunia(Organization, 2. Sebagai remaja sangat penting untuk kita menyadari resiko yang dapat muncul dari mengkonsumsi makanan cepat saji secara terus-menerus. Adapun dampak dari pola makan cepat saji yang secara terus menerus obesitas, diabetes tipe dua, penyakit jantung, kerusakan gigi, serta tekanan darah tinggi(Alkhair et al. , 2. Penyebab remaja terkena obesitas karena banyak faktor, termasuk faktor lingkungan seperti aktifitas fisik dan pola makan, faktor genetic, serta pengaruh hormonal dan obat-obatan. Perubahan dalam kebiasaan makan remaja dapat berperan signifikan dalam meningkatkan resiko obesitas. Kemajuan teknologi dan dan kondisi social ekonomi membuat pergeseran dari pola makan tradisional menjadi pola makan ala western, yang tinggi akan lemak, kolestrol, dan kalori. Transformasi pola makan ini yang membuat para remaja mengalami penurunan dalam mengkonsumsi sayur dan buah(Nurhidayah Tiasya Sanas et al. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), obesitas merupakan penyebab kematian paling tinggi nomor lima di dunia. Menurut data statistik WHO pada tahun 2014, tingkat obesitas global meningkat dua kali lipat, dibandingkan dengan angka pada tahun 1980 sekitar 600 juta orang dewasa didunia mengalami penyakit obesitas(Organization, 2. Sementara menurut data Riskesdas pada tahun 2018, angka obesitas di negara Indonesia dari 14,8% tahun 2013 menjadi 31% di tahun 2018(Nurhidayah Tiasya Sanas et al. , 2. Pada tahun 2023 menurut data survei kesehatan Indonesia, menunjukkan bahwa remaja berusia 13-15 tahun sebanyak 1,9% mengalami kekurangan berat badan parah, 5,7% kekurangan berat badan, 7,61% memiliki berat badan normal, 12,1% kelebihan berat badan, dan 4,1% mengalami Obesitas. Sedangkan remaja berusia 16-18 tahun, tercatat sebanyak 1,7% yang mengalami severe thinnes . ekurangan berat bada. , 6,6% thinnes . ergolong kuru. , 79,6% memiliki berat badan normal, 8,8% mengalami overweight . elebihan berat bada. , dan 3,3% mengalami obesitas. Obesitas atau kelebihan berat badan dapat memicu berbagai masalah yang dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan di masa remaja selanjutnya. Lemak tubuh lemak tubuh yang berlebihan dapat mengganggu produksi hormon yang seharusnya. Hormon memegang peranan penting dalam proses reproduksi dan siklus menstruasi yang Gangguan siklus haid disebabkan oleh hormon yang tidak seimbang, seperti oligomenore . enstruasi yang jaran. , polimenore . enstruasi yang lebih serin. dan amenore . idak mengalami menstruas. Obesitas dapat mengganggu siklus menstruasi melalui jaringan lemak dan memengaruhi kadar hormon ekstrogen dan androgen(Bemj & Batam, 2. Makanan yang dapat menyebabkan obesitas merupakan makanan cepat saji yang banyak mengandung tinggi lemak, gula, kalori yang mana hal tersebut juga di jelaskan oleh penelitian (Jahan et al. , 2. Adapun makanan-makanan yang mengandung tinggi lemak, gula, serta kalori terdapat dalam makanan pizza, burger, makanan manis, minuman soda, serta donat yang mana makanan tersebut sangat disukai oleh banyak orang(Association, 2. METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode literature review atau tinjuan pustaka. Jurnal ini sudah melalui proses kaji etik Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Muhammadiyah Jakarta, dengan nomor kaji etik yang tertera 10. C/KEPKFKMUMJ/V/2025. Dalam mencari jurnal kriteria yang sesuai dengan penelitian yang berjudul Analisis Pengaruh Konsumsi Makanan Cepat saji Terhadap resiko Obesitas pada kalangan remaja. Databased yang digunakan untuk mencari jurnal melalui Google Scholar. PubMed, dan web Garuda. Adapun kata kunci yang digunakan untuk mencari jurnal adalah obsesitas, remaja. JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 4 Juli 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi makanan cepat saji. Literatur ini dibuat dari jurnal yang diterbitkan pada tahun 2020 sampai Kemudian kriteria untuk mencari jurnal yaitu dengan full free text berbahasa Indonesia dan juga berbahasa Inggris. Selain itu juga mencari jurnal yang melakukan penelitian di berbagai daerah, dan juga di sekolah HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Hasil literature Review Publikasi, tahun. Hasil penelitian Rifai Ali Sosial Media Gizi Indonesia. Pendidikan ayah, pendidikan dan Nuryani Vol. No. ibu, pengetahuan remaja yang konsumsi fast JuliAeDesember rendah, riwayat obesitas dan hlm. 123Ae132. orang tua dan konsumsi fast Dengan food merupakan faktor risiko signifikan terhadap obesitas sebagai faktor metode penelitian remaja di Kota Gorontalo. Pekerjaan ibu sebagai ibu rumah desain Cross-Sectional protektif terhadap obesitas Analisis multivariat menunjukkan bahwa pekerjaan ibu merupakan faktor risiko memengaruhi kejadian obesitas pada remaja. Sebaiknya remaja mengurangi dan membatasi food(Consumption, 2. Nurfaidah. Hubungan Al Gizzai: Public Penelitian Abdul Malik Konsumsi Fast Health Nutrition adanya hubungan signifikan Asikin. Nur Food dengan Journal Volume V. Alam, dan Obesitas pada Issue 1, 2025 nourishment dan kejadian Hadijah Remaja di SMA Page 82-88. Dengan obesitas pada remaja di SMA Alimuddin Negeri 5 Negeri 5 Makassar, dengan nilai Makassar metode penelitian p < 0,05. Dari 87 responden. Cross- 13,8% mengalami obesitas, 86,2% Sectional, yang mengalami obesitas. Sebagian digunakan adalah besar responden . ,5%) remaja sma 5 memiliki pola konsumsi fast food yang tinggi. Obesitas meningkatkan risiko penyakit diabetes, hipertensi, dan masalah kesehatan mental. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya edukasi gizi dan promosi gaya hidup sehat di langkah pencegahan terhadap Diperlukan upaya kolaboratif antara sekolah. Nama Judul JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 4 Juli 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi orang tua, dan masyarakat untuk mengurangi konsumsi quick nourishment dan meningkatkan aktivitas fisik di kalangan remaja(Asikin et al. , 2. Rita Fitriyanti. Ratih Agustin Prikhatina. Zahra Shabrina Pengaruh Konsumsi Fast Food Terhadap Kejadian Obesitas Pada Mahasiswa Gizi Universitas MH. Tamrin JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Jurnal Sains Kesehatan Hasil Vol. 31 No. 1 April 2024. mengindikasikan bahwa 93,1% mahasiswa sering mengonsumsi metode penelitian makanan cepat saji . ast foo. Cross- dengan frekuensi lebih dari tiga kali dalam seminggu. Tingginya Sectional, yang angka konsumsi fast food ini digunakan adalah menunjukkan bahwa mahasiswa MH. lebih memilih makanan yang praktis dan cepat, meskipun Tamrin tersebut umumnya memiliki kandungan gizi yang rendah. Meskipun terdapat prevalensi tinggi obesitas dan konsumsi fast food, analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara frekuensi konsumsi fast food dan kejadian p-value 0,895. Hal mengindikasikan bahwa faktor lain mungkin berkontribusi terhadap kejadian obesitas, seperti pola makan secara keseluruhan, aktivitas fisik, dan faktor genetik. Temuan ini edukasi mengenai pola makan sehat dan gaya hidup aktif di Diperlukan program-program kesadaran akan risiko obesitas Selain pengawasan kesehatan secara berkala dan penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar juga disarankan untuk memahami lebih dalam faktorfaktor yang mempengaruhi obesitas di kalangan mahasiswa. Secara keseluruhan, meskipun konsumsi fast food tinggi di Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 4 Juli 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi Universitas MH. Thamrin, tidak ditemukan pengaruh signifikan terhadap kejadian obesitas. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih holistik diperlukan untuk menangani masalah obesitas, termasuk perhatian terhadap pola makan secara keseluruhan dan aktivitas fisik(Apriani & Nurjannah, 2. Denissa Alfora. Erika Saori. Lutfiah Nur Fajriah Pengaruh terhadap gizi Rilla Simpati. Pengaruh Retno Konsumsi Sugesti Fast Food. Asupan Sarapan Pagi dan Aktivitas Fisik JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Jurnal Ilmiah Kesehatan Beberapa Vol 2 No 1 Februari 2023. konsumsi makanan cepat saji di metode penelitian kalangan Cross- Pengetahuan Pengaruh Tempat Sectional, sample yang digunakan yang nyaman untuk berkumpul, metode Rasa yang enak. Kepraktisan dan kecepatan penyajian. Konsumsi makanan cepat saji yang masalah kesehatan, antara lain: Penyakit berbahaya diabetes, penyakit jantung. Peningkatan risiko obesitas, yang dapat berlanjut hingga usia dewasa dan meningkatkan risiko penyakit lainnya. Remaja perlu lebih memperhatikan asupan gizi dalam makanan yang mendukung pertumbuhan dan kesehatan yang ideal. Serta mengawasi dan mendidik anak tentang pola makan sehat sangat dampak negatif dari konsumsi makanan cepat saji(Alfora et al. SIMFISIS Jurnal Kebidanan Indonesia Volume 01. Nomor 01. Agustus Menggunakan metode penelitian teknikanalisi data Terdapat pengaruh signifikan dari konsumsi makanan cepat obesitas pada remaja putri di SMA Negeri 13 Bekasi, dengan pengaruh langsung sebesar 9,45%. Asupan sarapan pagi juga berkontribusi terhadap Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 4 Juli 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi Kejadian Partial leat square kejadian obesitas, dengan Obesitas pada (PLS) pengaruh langsung sebesar Remaja Putri 4,04%. Melewatkan sarapan dapat meningkatkan risiko obesitas karena cenderung berkalori tinggi di kemudian Aktivitas fisik memiliki pengaruh langsung terhadap obesitas sebesar 5,00%. Remaja yang kurang aktif secara fisik berisiko lebih tinggi mengalami Remaja disarankan untuk mengurangi konsumsi meningkatkan aktivitas fisik serta memperhatikan asupan sarapan pagi yang sehat untuk mencegah obesitas. Diperlukan upaya promosi kesehatan dan edukasi mengenai pola makan sehat dan pentingnya aktivitas fisik untuk mencegah obesitas di kalangan remaja(Simpati & Sugesti, 2. Chairil. Isnaniar. Wiwik Norlita, dan Nurani Oktavia Hubungan Konsumsi Makanan Fast Food dengan Kejadian Obesitas pada Remaja JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Jurnal Kesehatan As-Shiha Page 4313-4324 Issue 8 Tahun Menggunakan metode penelitian dengan desainya cross-sectional Penelitian hubungan signifikan antara kebiasaan konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian obesitas pada remaja di SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru, dengan nilai p-value sebesar 0,789 . > 0,. Sebagian besar . ,5%) mengkonsumsi makanan cepat saji dalam frekuensi yang jarang, memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) dalam kategori normal . ,5%). Meskipun konsumsi fast food tidak menunjukkan hubungan langsung dengan obesitas, faktor lain seperti keseluruhan, aktivitas fisik, dan pengetahuan gizi juga Diharapkan remaja dapat lebih bijak dalam memilih makanan, mengurangi konsumsi Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 4 Juli 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi makanan cepat saji, dan meningkatkan aktivitas fisik untuk menjaga kesehatan dan mencegah obesitas di masa Edukasi mengenai pola makan sehat dan pentingnya aktivitas fisik perlu ditingkatkan terhadap kesehatan jangka panjang(Norlita & Oktavia. Rizky Agung Laksono. Nurul Dwi Mukti. Didah Nurhamidah Dampak Makanan Cepat Saji Terhadap Kesehatan Mahasiswa Program Studi AuXAy Perguruan Tinggi AuYAy Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Volume 14 Edisi 1, 2022. Menggunakan metode penelitian dengan desainya cross-sectional Penelitian makanan cepat saji dapat menyebabkan dampak negatif kesehatan tubuh mahasiswa. Sebanyak 64,3% responden mengalami peningkatan berat badan akibat terlalu banyak konsumsi makanan cedpat Selain itu sebanyak 53,6% setelah mengkonsumsi makanan cepat saji merasa ngantuk. Sebagian besar mahasiswa merasa tidak setuju bahwa makanan cepat saji dapat membuat tubuh lebih semangat, sebanyak 53,6% mahasiswa tersebut tidak memberikan energi semangat yang lebih untuk tubuh. Diperlukan upaya pengetahuan tentang gizi dan dampak negatif dari makanan cepat saji, serta kita harus lebih konsumsi(Laksono et al. , 2. Hoirun Nisa. Imanda Zein Fatihah. Feny Oktovianty. Tieneke Rachmawati. Rika Konsumsi Makanan Cepat Saji. Aktivitas Fisik. Status Gizi Remaja Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Page 6374 Vol. 31 Tahun Menggunakan metode penelitian Obesitas meningkatkan risiko penyakit kronis seperti kardiovaskular Konsumsi makanan cepat saji dan rendahnya aktivitas fisik adalah faktor risiko utama JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 4 Juli 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi Mardiah Azhari Kota Tangerang Selatan dengan desainya cross-sectional Terdapat hubungan signifikan antara konsumsi mi aktivitas fisik dengan risiko kelebihan berat badan dan obesitas pada remaja. mengurangi konsumsi makanan cepat saji dan meningkatkan aktivitas fisik(Nisa et al. , 2. Fachmi Ramadani. Fathul Jannah, dan Arsyad3 Hubungan Konsumsi Fast Food Kejadian Obesitas pada Siswa SMA Negeri Subang dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Junior Medical Journal. Volume 1 No. Maret 2023. Menggunakan metode penelitian dengan desainya cross-sectional, digunakan siswa SMAN 3 Subang Konsumsi makanan cepat saji yang tidak sehat dapat menyebabkan obesitas dan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsumsi fast food dan obesitas di kalangan Penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross-sectional. Data pengukuran tinggi dan berat badan serta kuesioner mengenai kebiasaan konsumsifast food. Islam menganjurkan konsumsi makanan yang halal dan baik. Konsumsi fast food yang kesehatan dan bertentangan dengan prinsip-prinsip gizi dalam Islam. Penting untuk meningkatkan kesadaran akan pola makan sehat dan aktivitas fisik di kalangan remaja untuk mencegah obesitas(Ramadani & Jannah, 2. Firdiany Puspita Sari Purwo Setiyo Nugroho Risiko Perilaku Konsumsi Makanan Cepat Saji dan Minuman Berkarbonasi Terhadap Obesita pada Remaja Indonesia Borneo Student Research eISSN:2721-5725. Vol 3. No 1, 2021. Menggunakan metode penelitian Penelitian ini menunjukkan hubungan signifikan antara konsumsi makanan cepat saji dan minuman berkarbonasi dengan kejadian obesitas pada remaja di Indonesia, meskipun konsumsi makanan cepat saji dan minuman berkarbonasi cukup tinggi, meningkat secara signifikan. Terdapat faktor Lain yang JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 4 Juli 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi mempengaruhi seperti genetik, pola makan secara keseluruhan, dan tingkat aktivitas fisik, mungkin memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap kejadian obesitas dibandingkan dengan konsumsi makanan cepat saji dan minuman berkarbonasi(F. Sari & Nugroho, 2. Marshella Agita Kemala Sari Yanesti Nuravianda Lestari1 Faktor Risiko Berhubungan Kejadian Obesitas pada Remaja (Studi Kasus di SMA Negeri Semaran. Media Gizi Kesmas Vol. 13 Issue 1 Pages Tahun Menggunakan metode penelitian kasus kontrol. Faktor risiko yang signifikan termasuk asupan energi, protein, lemak, karbohidrat, serat, natrium, frekuensi konsumsi junk food, dan tingkat aktivitas fisik. Kualitas tidur dan tingkat stres tidak signifikan dengan kejadian obesitas, yang menunjukkan bahwa faktor ini mungkin tidak berkontribusi secara langsung dalam konteks penelitian ini. Edukasi gizi yang lebih baik bagi remaja dan untuk membangun kebiasaan makan yang sehat dan gaya hidup aktif, mengurangi risiko obesitas(M. Sari & Lestari, 2. Sri Rezeki dan Inne Suryaalamsah Hubungan Screen Time Kebiasaan Makan Junk Food. Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Obesitas Pada Remaja MAN Jakarta Timur Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan. Klinik dan Masyarakat. Vo. Issue 2 page 21 Tahun 2023. metode penelitian Crosectional, digunakan adalah remaja MAN 14 JAKTIM Adanya hubungan signifikan antara screen time, kebiasaan makan fast food, dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada remaja di MAN 14 Jakarta Timur. Kebiasaan makan fast food yang sering juga berkontribusi terhadap kejadian obesitas, dengan 78% responden obesitas mengonsumsi fast food secara Sebagian responden yang mengalami aktivitas fisik yang rendah, yang berkontribusi pada peningkatan risiko obesitas. Diharapkan agar siswa di MAN 14 Jakarta Timur dapat meningkatkan aktivitas fisik, mengurangi screen time, dan mengurangi konsumsi fast JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 4 Juli 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi food untuk mencegah obesitas. Pihak sekolah juga disarankan untuk memperhatikan pilihan makanan yang tersedia di kantin sehat(Rezeki & Suryaalamsah. Nida Hanifah Konsumsi Makanan Mustakim Cepat Saji. Durasi Tidur dan Aktivitas Fisik sebagai Pemicu Obesitas Obesitas pada Siswa di SMK Bina MaAomur J-Mestahat Iakmi Tangerang Selatan. Tahun Dengan metode penelitian studi cross-sectional, digunakan adalah siswa SMK Bina Am-MaAomur Siswa mengonsumsi makanan cepat saji memiliki risiko lebih obesitas, dengan 49,4ri mereka yang obesitas mengkonsumsi fast food secara sering. Durasi berkontribusi terhadap kejadian obesitas, di mana 65,1% siswa obesitas memiliki durasi tidur yang pendek. Diharapkan pihak promotif dan preventif, seperti penyuluhan tentang pentingnya pola makan sehat dan durasi tidur yang cukup, untuk membantu siswa menghindari obesitas dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Penting bagi siswa untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya memilih makanan yang sehat dan menjaga gaya hidup aktif untuk mencegah obesitas dan masalah kesehatan lainnya di masa depan(Hanifah & Mustakim, 2. Anggie Annisa Permatasari. Fransisca Putri Ardita. Agista Putri Prasetya. Nurul Anggraini. Siti Marpuah, dan Erintya Asanti Jurnal Ventilator: Jurnal riset ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Juni 2024. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Remaja cenderung lebih memilih dibandingkan dengan makanan sehat, yang berkontribusi pada pola makan yang tidak sehat. Konsumsi makanan cepat saji masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung. Remaja yang sering mengonsumsi fast food berisiko lebih tinggi kesehatan jangka panjang. Beberapa Dampak Makanan Cepat Saji Bagi Kesehatan Tubuh Pada Kalangan Remaja JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 4 Juli 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi konsumsi fast food di kalangan remaja meliputi pengaruh teman sebaya, rasa makanan yang enak, harga yang terjangkau, dan kemudahan akses. Diperlukan upaya edukasi yang lebih intensif untuk meningkatkan pentingnya pola makan sehat dan dampak negatif dari konsumsi fast food. Remaja disarankan untuk mengurangi konsumsi makanan cepat saji dan lebih memilih makanan aktivitas fisik untuk menjaga kesehatan tubuh. Peran orang tua dan sekolah juga sangat penting dalam membimbing remaja untuk mengadopsi gaya hidup sehat(Anggie Annisa Permatasari et al. , 2. Anatasya Heryani. Feri Catur Yuliani. Rizal Fajri Universitas Safin Pati Hubungan Pola Konsumsi Makanan Cepat Saji Dengan Status Gizi Pada Remaja SMPN Ngawen Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Sosial Vol. No. November Menggunakan metode penelitian Sebagian besar responden memiliki status gizi dalam kategori normal. mengonsumsi makanan cepat signifikan terhadap status gizi mereka, yang menunjukkan bahwa faktor lain mungkin lebih Diharapkan penelitian selanjutnya dapat faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi status gizi remaja, seperti pola makan secara keseluruhan, aktivitas fisik, dan faktor Penelitian menekankan perlunya edukasi gizi yang lebih baik bagi remaja meningkatkan kesadaran akan seimbang dan gaya hidup sehat(Heryani et al. , 2. Peng Jia. Miyang Lu. Yamei Li. JuSheng Zheng. FastAafood Supplement Article. PUBMED. Dengan systematic review Penelitian hubungan signifikan antara JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 4 Juli 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi Qian Xiao, childhood Jiayou Luo metanalysis cepat saji dengan obesitas. Bahwa akses berlebihan ke restoran cepat saji yang ada di lingkungan sekitar dapat menyebabkan obesitas pada anak dengan mendorong pola makan tidak sehat. Pada penelitian ini menekankan betapa pentingnya intervensi untuk mengurangi dampak negative dari mengkonsumsi makanan cepat saji(Jia et al. Jahan. Karmakar. Hossain. Jahan. Islam Fast Food Consumption and its Impact on Health Journal of Nutrition & Food Sciences. PUBMED. Dengan metode penelitian literature review Penelitian terdapat hubungan signifikan antara konsumsi makanan cepat saji dan peningkatan risiko obesitas pada anakanak. Makanan cepat saji yang tinggi kalori, lemak, dan gula berkontribusi terhadap pola makan tidak sehat yang dapat Intervensi diperlukan untuk mengurangi konsumsi makanan cepat saji di kalangan anak-anak, termasuk pendidikan gizi dan kebijakan yang membatasi iklan makanan cepat saji. Orang tua dan pendidik juga harus berperan dalam membimbing anak-anak untuk memilih makanan yang Keterbatasan penelitian ini mencakup variasi budaya dan kebiasaan makan yang dapat mempengaruhi generalisasi hasil. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami faktor-faktor makanan cepat saji dan obesitas. Penelitian ini menekankan pentingnya upaya pencegahan obesitas di kalangan anakanak. (Jahan et al. , 2. Salma Rashid The Journal of J Obesity Penelitian ini menunjukkan AlKalbani Association & Weight Loss bahwa terdapat hubungan between Fast- Therapy AlKalbani, besar JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Food Consumption and Childhood Obesity Oman: A Crosectional Study Vol. No. 4 Juli 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi J Obes Weight Loss Ther 2023, 13:10. Mengunakan penelitian crosectional, dengan pengambilan data pengukuran berat badan langsung untuk mengetahui IMT makanan cepat saji dengan insiden obesitas pada anak anak dan remaja. Akses sederhana dan frekuensi tinggi, terutama saat makan lingkungan atau sekolah anda, dapat membuat pembentukan pola makan yang tidak sehat. Hal meningkatkan indeks massa tubuh (IMT) dan risiko obesitas. Anak -anak yang mengonsumsi makanan cepat saji lebih dari tiga kali seminggu memiliki pilihan obesitas yang jauh lebih besar daripada mereka yang jarang dikonsumsi. Oleh karena itu, penelitian ini menyoroti lapisan gizi untuk mengurangi konsumsi makanan cepat saji dan mempromosikan kebiasaan makan yang lebih sehat untuk mencegah obesitas sejak usia dini(Alkalbani, 2. Berdasarkan dari hasil literature menunjukan bahwa mengkonsumsi makanan cepat saji dengan kejadian obesitas pada remaja menunjukkan bahwa 14 jurnal yang mempunyai hubungan signifikan antara mengkonsumsi makan cepat saji dengan obesitas pada remaja. Sementara, 4 jurnal lainnya menunjukan bahwa tidak adanya hubungan yang signifikan antara mengkonsumsi makan cepat saji dengan kejadian obesitas pada remaja. Pada penelitian (Asikin et al. , 2. menjelaskan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara mengkonsumsi makanan cepat saji dengan angka kejadian obesitas sebesar 13,8% remaja di SMA 5 Makassar dari 80 responden yang ada mengalami obesitas. Penelitian tersebut juga sejalan dengan penelitian dari (Simpati & Sugesti, 2. di SMA 13 Bekasi sebanyak 13,8% mengalami obesitas, karena terlalu banyak mengkonsumsi makanan cepat saji, penelitian tersebut juga menjelaskan bahwa asupan sarapan di pagi hari dapat menyebabkan obesitas karena cenderung mengkonsumsi makanan berkalori tinggi dan ada sebanyak 4,04% mengalami obesitas. Penelitian lain menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara mengkonsumsi makanan cepat saji dengan obesitas. Sebagaimana pada penelitian (F. Sari & Nugroho, 2. yang menyatakan tidak adanya hubungan yang signifikan antara mengkonsumsi makanan cepat saji dengan obesitas, karena terdapat pengaruh lain yaitu seperti genetik, pola makan secara menyeluruh, dan juga tingkat aktifitas fisik. Penelitian (Heryani et al. , 2. juga menyatakan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara mengkonsumsi makanan cepat saji dengan obesitas pada remaja di SMA 1 Ngawen, karena terdapat banyak faktor lain yang dapat menyebabkan obesitas pada remaja yaitu seperti faktor lingkungan dan juga faktor aktifitas fisik. Makanan cepat saji banyak di konsumsi oleh banyak orang terutama di kalangan remaja alasannya itu dikarenakan praktis, mudah diolah dengan cara yang sangat sederhana, bahkan ada yang sudah siap untuk langsung di nikmati, selain itu makanan cepat saji sangat mudah sekali untuk kita temui tak jarang bahkan dengan harga yang terjangkau dan masuk dengan uang saku remaja(Anggraini & Pratama, 2. JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 4 Juli 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi Pada penelitian (Jia et al. , 2. juga menjelaskan bahwa mudahnya akses untuk kerestoran cepat saji dan ada di setiap lingkungan hal tersebut sangat berpengaruh terhadap para remaja yang mudah untuk mengkonsumsi makanan cepat saji, yang dapat membuat obesitas pada Selain itu dengan kita banyak mengkonsumsi makanan cepat saji dapat membuat banyak sekali permasalahan kesehatan. Permasalahan kesehatan yang bisa kita dapatkan karena terlalu banyak mengkonsumsi makanan cepat saji yaitu ginjal, hati, kerusakan pada syaraf, kejangkejang, keracunan, bahkan yang lebih prahnya dapat menyebabkan kematian. Pada anak remaja perempuan terlalu banyak mengkonsumsi makanan cepat saji dapat menyebabkan kemandulan dan juga cacat kelahiran(Anggie Annisa Permatasari et al. , 2. Penelitian tersebut juga sejalan dengan penelitian (Laksono et al. , 2. mengkonsumsi makanan cepat saji terlalu banyak dapat menyebabkan penyakit, adapun dampak penyakit yang di dapat yaitu hipertensi, diabetes, obesitas, gangguan pada lemak darah, serta penyakit jantung. Makanan yang dapat menyebabkan obesitas merupakan makanan cepat saji yang banyak mengandung lemak tinggi, gula, dan juga kalori yang mana di jelaskan pada penelitian(Jahan et , 2. Makanan-makanan yang mengandung lemak tinggi, gula, serta kalori yaitu makanan pizza, burger, makanan manis, minuman bersoda, serta donat makanan-makanan tersebut merupakan makanan yang sangat digemari oleh remaja(Association, 2. KESIMPULAN Dapat disimpulkan bahwa dari 18 jurnal yang digunakan, 14 jurnal menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara mengkonsumsi makanan cepat saji dengan obesitas. Adapun alasan tidak adanya hubungan yang signifikan antara mengkonsumsi makanan cepat saji dengan obesitas karena terdapat pengaruh lain yaitu seperti genetik, pola makan secara menyeluruh, pengaruh lingkungan, dan juga aktifitas fisik. Makanan yang dapat menyebabkan obesitas merupakan makanan cepat saji yang banyak mengandung tinggi lemak, kalori, gula. Permasalahan kesehatan yang disebabkan mengkonsumsi makanan cepat saji secara berlebihan adalah ginjal, hati, kerusakan syaraf, kejang-kejang keracunan, yang lebih parahnya apabila terlalu banyak mengkonsumsi makanan cepat saji dapat menyebabkan kematian. Terutama untuk para perempuan akan menyebabkan kemandulan, dan cacat kelahiran. DAFTAR PUSTAKA