JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Jurnal Jendela Pendidikan Volume 3 No. 04 November 2023 ISSN: 2776-267X (Prin. / ISSN: 2775-6181 (Onlin. The article is published with Open Access at: https://w. id/index. php/JJP Membongkar Kunci Keberhasilan Mahasiswa: Kesiapan Belajar. Interaksi Dengan Teman Sebaya, dan Dukungan Keluarga Melly Agustin A. Universitas Negeri Jakarta Christian Wiradendi Wolor. Universitas Negeri Jakarta Marsofiyati. Universitas Negeri Jakarta A mellyagustin720@gmail. Abstract: This study aims to explore the influence of learning readiness, interaction with peers, and family support on student academic achievement in a college environment. This study uses quantitative methods and descriptive analysis. Data were collected through online distribution of The sample of this study used random sampling technique and obtained 204 student respondents from various universities in Indonesia. Then the data is processed using smart pls 2 using SEM with multiple linear regression models and using Outer Mode. The results of this study reveal that learning readiness has a significant influence on students' academic achievement. Students who feel more prepared to study tend to achieve better results in their studies. In addition, positive interactions with peers also play an important role in creating a supportive environment for learning and contribute to improved academic performance. Family support was also shown to have a positive impact, with students who felt supported by their families tending to achieve better. Keywords: Academic achievement. Family support. Learning readiness. Peers Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh kesiapan belajar, interaksi dengan teman sebaya, dan dukungan keluarga terhadap prestasi akademik mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif serta analisis deskriptif. Data dikumpulkan melalui penyebaran online berupa kuesioner. Sample penelitian ini menggunakan teknik random sampling dan diperoleh sebanyak 204 responden mahasiswa dari berbagai universitas yang ada di Indonesia. Kemudian data diolah menggunakan smart pls 4. menggunakan SEM dengan model regresi linier berganda dan menggunakan Outer Mode. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa kesiapan belajar memiliki pengaruh signifikan terhadap prestasi akademik mahasiswa. Mahasiswa yang merasa lebih siap untuk belajar cenderung mencapai hasil yang lebih baik dalam studi mereka. Selain itu, interaksi positif dengan teman sebaya juga berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung belajar dan berkontribusi pada peningkatan prestasi akademik. Dukungan keluarga juga terbukti memiliki dampak positif, dengan mahasiswa yang merasa didukung oleh keluarga mereka cenderung meraih prestasi yang lebih baik. Kata kunci: Dukungan keluarga. Kesiapan belajar. Teman sebaya. Prestasi Received 6 November 2023. Accepted 21 November 2023. Published 25 November 2023 Citation: Agustin. Wolor. , & Marsofiyati. Membongkar Kunci Keberhasilan Mahasiswa: Kesiapan Belajar. Interaksi Dengan Teman Sebaya, dan Dukungan Keluarga. Jurnal Jendela Pendidikan, 3 . , 432-442. Copyright A2023 Jurnal Jendela Pendidikan Published by CV. Jendela Edukasi Indonesia. This work is licensed under the Creative Commons Attribution-Non Commercial-Share Alike 4. 0 International License. Agustin. Wolor. Marsofiyati PENDAHULUAN Dalam era persaingan global yang semakin kompleks. Indonesia telah menunjukkan komitmen yang signifikan untuk maju dalam berbagai bidang melalui berbagai tindakan dan kebijakan. Pendidikan termasuk dalam salah satu bidang yang sedang melangkah untuk maju, hal tersebut dapat dibuktikan oleh Pemerintah Indonesia yang telah meningkatkan akses pendidikan dengan membangun lebih banyak sekolah dan perguruan tinggi. Perguruan tinggi dapat menjadi tempat di mana individu dapat mengembangkan potensi mereka dan mempersiapkan diri untuk karir dan kontribusi sosial yang bermanfaat. Mahasiswa adalah aktor utama dalam lingkungan perguruan tinggi. Mahasiswa tergolong dalam individu yang mengambil peran sentral dalam proses pembelajaran, pengembangan, dan aktivitas di perguruan tinggi. Perguruan tinggi perlu membenahi sistem dan kualitasnya agar dapat menghasilkan mahasiswa berkualitas serta komptenen. Penghambat dari metode pengembangan peningkatan mutu perguruan tinggi disebabkan oleh mahasiswa yang tidak lulus tepat waktu. Menurut (Kinasih et al. , 2. mahasiswa tidak lulus tepat waktu disebabkan karena aktivitas yang mahasiswa lakukan di dalam maupun luar kampus seperti kegiatan organisasi, bekerja dan lainnya. Dengan banyaknya aktivitas yang dilakukan oleh mahasiswa maka dapat mengakibatkan minimnya aktivitas belajar seperti quiz, diskusi, mengikuti ujian, presentasi, sehingga berpengaruh terhadap prestasi akademik mahasiswa. Prestasi akademik dapat terdorong karena adanya Intelligent Quotient(IQ). Dalam mengukur kecerdasan diperlukannya tes Intelligent Quotient. Ditetapkannya IQ di suatu wilayah merupakan cerminan kualitas dan orang-orang yang ada di dalamnya. Mengutip laporan dari World Population Review tahun 2022 yang berjudul The Intelligence of Nations, untuk kawasan Asia Tenggara. Singapura dan Kamboja menduduki peringkat teratas dengan skor rata-rata di atas 99. Sementara itu. Indonesia berada di urutan ke-130 dengan skor di bawah 80. Berdasarkan hal tersebut, memiliki arti bahwa pelajar di Indonesia belum mampu bersaing dalam kualitas pendidikan yang ada saat ini. Prestasi akademik dalam tingkat perguruan tinggi terbentuk ke dalam Indeks Prestasi Kumulatif atau disingkat IPK. IPK didefinisikan sebagai nilai yang terkumpul dari semester awal sampai semester terakhir. Dalam keberhasilan prestasi akademik mahasiswa tentunya memiliki beberapa faktor. Menurut (Samsudin, 2. Faktor-faktor yang memengaruhi prestasi akademik dapat dikategorikan menjadi tiga, yaitu . faktor internal meliputi karakteristik sejak lahir, kondisi fisik dan psikis, situasi emosional, usia, jenis kelamin. faktor eksternal meliputi lingkungan keluarga, lingkungan kelas, dan lingkungan masyarakat. faktor pendekatan belajar meliputi tujuan pembelajaran, metode belajar siswa, media belajar, waktu belajar, motivasi belajar, latihan, bahan pelajaran, dan sumber belajar. Hal ini sejalan dengan penelitian (Sugiarto et al. , 2. yang menyatakan bahwa capaian prestasi akademik meningkat karena adanya media pembelajaran yang beragam. Faktor internal yang dapat mempengaruhi prestasi akademik mahasiswa adalah kesiapan belajar. Kemampuan siswa atau individu untuk merespons dan mempraktikkan suatu tugas bergantung pada kondisi umum kesiapan belajar mereka, yang meliputi kemampuan mental, kemampuan, dan disposisi yang harus dimiliki dan siap untuk digunakan selama mengerjakan tugas-tugas tertentu. Menurut (Musa et al. , n. ) kesiapan belajar penting sekali dalam proses belajar, karena sesulit apapun materi yang akan dihadapi, dengan adanya kesiapan belajar maka hal tersebut bisa teratasi, sehingga nantinya akan memperoleh hasil belajar yang optimal. Bentuk dari kesiapan adalah menyiapkan peralatan menulis, membaca materi sebelum dosen menerangkan, siap mengerjakan tugas, dan mencari materi sebelum dimulainya sesi perkuliahan. Menurut penelitian (Oktasari, 2. dengan adanya persiapan untuk memulai pembelajaran maka sangat berpengaruh terhadap prestasi akademik mahasiswa. Kesiapan belajar menandakan bahwa diri sendiri siap menerima pelajaran dari luar. Kebiasaan belajar diawali dengan kesiapan belajar yang terus berkembang. Menurut penelitian (Octaviana, 2. Agustin. Wolor. Marsofiyati menunjukkan bahwa kebiasaan belajar berpengaruh terhadap prestasi akademik Hasil dari Prestasi akademik mahasiswa akan berubah tergantung dari kesiapannya dalam proses pembelajaran. Seperti penelitian (Idamayanti, 2. menyatakan bahwa hasil belajar siswa dan persiapan siswa berkorelasi kuat. Faktor prestasi akademik mahasiswa juga dipengaruhi oleh teman sebaya. Menurut Santrock dalam penelitian yang dilakukan oleh (Asmara et al. , 2. diperoleh bahwa teman sebaya adalah individu yang memiliki nilai usia atau tingkatan yang sama. Menurut (Alfi, 2. dengan terciptanya perasaan nyaman, saling sayang, dan satu frekuensi, disitulah teman sebaya merasa saling ketergantungan satu sama lain. Terdapat suatu kegiatan di dalam kelas berisikan teman sebaya yang kemudian membentuk kelompokkelompok dan aktivitas nya beragam, ada yang belajar ada pula yang meributkan hal yang tidak bermanfaat (Asmara et al. , 2. Sehingga dapat dikatakan teman sebaya berpengaruh kuat terhadap diri sendiri, baik positif maupun negatif. Ketika seseorang bergaul dengan orang yang mementingkan prestasinya, maka hal positif tersebut akan berdampak kepada temannya, namun sebaliknya apabila seseorang bergaul dengan orang yang suka bolos, membicarakan hal yang tidak relevan dengan materi Pelajaran, dan sebagainya, maka akan berdampak negatif kepada temannya pula (Indrawati TN, et al. Terjadinya peningkatan prestasi akademik mahasiswa disebabkan karena seringnya sosialisasi mahasiswa tentang perkuliahan dengan teman sebaya. Kegiatan kampus yang sering dilakukan oleh teman sebaya meliputi pengerjaan tugas dilakukan bersama, masalah diselesaikan bersama, serta mendapat hal positif yang lebih baik daripada kelompok mahasiswa lainnya. Menurut (Oktasari, 2. tingginya hubungan antar mahasiswa dengan mahasiswa lainnya akan memengaruhi tingginya prestasi akademik yang akan dihasilkan, begitupun sebaliknya. Namun penelitian (Saefudin & Nurizzati, 2018 ) mengatakan bahwa semakin banyak seseorang memiliki pergaulan maka prestasi belajar akan semakin Hal ini juga dapat berdampak negatif pada prestasi akademik mahasiswa ketika ada hubungan interaksi yang buruk dengan teman sebayanya. Hal ini menunjukkan bahwa teman sebaya dapat membawa pengaruh positif maupun negatif. Faktor eksternal lainnya untuk mengoptimalkan prestasi akademik mahasiswa yaitu dukungan keluarga. Keluarga adalah sekelompok orang yang sangat memengaruhi proses belajar siswa, karena pada dasarnya di sekolah hanya berkisar kurun waktu 4-6 jam sedangkan bersama keluarga memiliki lebih banyak waktu, maka dari itu keluarga dianggap memengaruhi perkembangan seseorang(Rosita et al. , 2. Dukungan keluarga adalah diterimanya tindakan atau sikap dari satu anggota kepada anggota keluarga lainnya. Prestasi akademik mahasiswa meningkat disebabkan karena adanya motivasi yang diberikan dari keluarga. Dukungan keluarga dapat berupa pertanyaan sederhana dari orang tua terkait bagaimana pembelajaran dilaksanakan agar anak terus mendapatkan dorongan untuk mengikuti perkuliahan. Menurut (Patty et al. , 2. meningkatnya prestasi belajar mahasiswa disebabkan karena tingginya dukungan keluarga yang diberikan kepada anak. Dalam penelitian (Khoiriyah. Khilmiyah, & Fauzan, 2. dukungan keluarga secara langsung berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar online. Serta dalam penelitian (Hidayat & Salmiyati, 2. adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan prestasi belajar mahasiswa. Untuk memastikan bahwa setiap mahasiswa memiliki potensi untuk mencapai hasil belajar yang terbaik, maka dukungan keluarga di antara para mahasiswa harus terus ditingkatkan. Maka dari itu, terdapat peluang mahasiswa memperoleh prestasi akademik mahasiswa yang tinggi karena adanya dorongan atau motivasi yang diberikan oleh keluarga. Berdasarkan uraian permasalahan di atas peneliti termotivasi dan merasa terdorong untuk meneliti lebih lanjut tentang kunci keberhasilan mahasiswa agar pelajar di Indonesia dapat memaksimalkan hasil belajarnya dengan bantuan IQ yang ada agar terbentuk kualitas Pendidikan di Indonesia yang maju. Agustin. Wolor. Marsofiyati Penelitian Terdahulu Penelitian yang telah dilakukan oleh (Kusmaladewi et al. , 2. menyatakan bahwa semakin baik manajemen waktu, minat baca, dan semakin siap untuk belajar, maka semakin meningkatkan prestasi belajar. Dalam penelitian (Lestari et al. , 2. menunjukkan bahwa ada pengaruh tidak langsung dukungan keluarga dan teman sebaya terhadap IPK mahasiswa melalui intensitas belajar sebagai variabel interverning. Menurut penelitian (Annisa & Putrie, 2. menunjukkan bahwa semakin tinggi peran lingkungan keluarga mahasiswa maka akan berpengaruh terhadap prestasi akademik mahasiswa Pendidikan Ekonomi STKIP Panca Sakti Bekasi. METODE Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dimana semua informasi dan data yang terkumpul akan diwujudkan dalam bentuk angka-angka. Temuan-temuan dari penelitian ini akan berbentuk data kuantitatif, yang kemudian akan dianalisis secara Waktu penelitian dilakukan pada bulan Januari-Juni 2023. Dan tempat penelitian dilakukan dimasing-masing tempat responden. Subjek dalam penelitian ini antara lain mahasiswa undergraduate di Indonesia. Terdapat 10 universitas di Indonesia yang menjadi populasi dalam penelitian ini. Prosedur pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuisioner yang disebarkan secara online dengan menggunakan bantuan Microsoft form. Para responden diberikan serangkaian pertanyaan atau pernyataan dengan menggunakan skala likert 1-5. Perolehan data didapatkan dari kuesioner skala likert yang isajikan sebanyak 5 pilihan jawaban sebagai berikut: Jawaban AuSangat SetujuAy diberikan nilai 5 Jawaban "SetujuAy diberikan nilai 4 Jawaban "NetralAy diberikan nilai 3 Jawaban AuTidak SetujuAy diberikan nilai 2 Jawaban AuSangat Tidak SetujuAy diberikan nilai 1 Adapun teknik regresi yang digunakan seperti uji validitas, normalitas, reliabiltas, uji T, uji F, serta koefisien determinasi. HASIL PENELITIAN Dalam penelitian ini, peneliti menyebarkan kepada 204 responden mahasiswa undergraduate yang ada pada universitas di Indonesia. Profil responden dalam penelitian ini dibedakan menjadi jenis kelamin, usia, dan semester perkuliahan. Berikut adalah hasil dari analisis responden dapat dilihat pada table dibawah ini: Table 1 Profile Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Variabel Identitas Responden Jenis Kelamin Kategori Presentase . %) Laki-Laki Perempuan Total Berdasarkan dengan table diatas, bisa dilihat bahwa karakteristik responden yaitu responden sebanyak laki-laki sebanyak 29% dan responden sebanyak perempuan sebanyak 71%. Selanjutnya, profil responden berdasarkan umur bisa dilihat pada table dibawah ini: Agustin. Wolor. Marsofiyati Table 2 Profile Responden Berdasarkan Umur Variabel Identitas Responden Presentase . %) Kategori Umur Responden 19-24 Tahun 25-29 Tahun Total Sedangkan berdasarkan table umur diatas, dapat diketahui bahwa karateristik respnden dalam penelitian ini adalah yang berumur 19-24 tahun sebanyak 100% dan 2529 tahun sebanyak 0%. Pengujian pertama yaitu convergent validity. Nilai outer loading atau loading factor digunakan untuk menguji convergent validity. Jika nilai outer loading > 0,7 maka suatu indicator dinyatakan memenuhi convergent validity dengan kategori. Berikut nilai outer masing-masing indikator pada variabel penelitian: Table 3 Outer Loadings Variabel Indikator Outer Loading Keterangan KB1 Valid KB2 Valid KB3 Valid KB4 Valid KP1 Valid KP2 Valid KP3 Valid Kesiapan Belajar (X. Teman Sebaya (X. Dukungan Keluarga (X. Prestasi Akademik Mahasiswa (Y) KP4 Valid DK1 Valid DK2 Valid DK3 Valid DK4 Valid IPK1 Valid IPK2 Valid IPK3 Valid IPK4 Valid Berdasarkan table diatas: masing-masing indikator menunjukkan outer loading > 0,7 dan tidak menunjukkan indikator dengan nilai outer loading < 0,5. Hal ini menunjukkan bahwa setiap indikator penelitian ini dapat dikatakan baik atau valid dengan validitas Pengujian kedua yaitu CronbachAos Alpha. Apabila nilai CronbachAos Alpha >0,7 maka suatu variabel dapat dikatakan reliabel atau memenuhi alpha. Berikut ini adalah nilai CronbachAos Alpha dari masing-masing variabel: Table 4 CronbachAos Alpha Variabel Cronbach's alpha Kesiapan belajar Kelompok pertemanan Indeks Prestasi Kumulatif Dukungan Keluarga Agustin. Wolor. Marsofiyati Terlihat dari data pada tabel di atas bahwa nilai Cronbach's Alpha untuk setiap variabel penelitian lebih besar dari 0,7. Semua variabel memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi, sesuai dengan data tersebut yang menunjukkan bahwa setiap variabel telah memenuhi Cronbach's Alpha. Pengujian ketiga yaitu Composite Reability. Untuk menguji nilai reabilitas indikator pada sebuah variabel dapat menggunakan Composite Reability. Apabila nilai composite reability > 0,7 maka suatu varibel dapat dinyatakan memenuhi reabilitas komposit. Berikut ini adalah realibitas komposit nilai masing-masing variabel yang digunakan dalam penelitian ini: Table 5 Composite Reability Variabel Composite reliability . Kesiapan belajar Kelompok Indeks Prestasi Kumulatif Dukungan Keluarga Tabel di atas menunjukan informasi nilai semua variable penelitian dalam composite reability > 0,7. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan masing-masing variabel telah memenuhi syarat reliabilitas komposit yang ditandai oleh tingkat reliabilitas yang tinggi. Selanjutnya, pengujian melalui Analysis of the Coefficient of Determination (R. Berdasarkan pengolahan data, nilai R-Square yang dihasilkan sebagai berikut: Table 6 R-Square R-square Indeks Prestasi Kumulatif (Y) Tabel di atas menunjukan nilai R-Square konstruk indeks prestasi kumulatif adalah 0,261 atau 26,1%, yang mengindikasikan sejauh mana konstruk lingkaran pertemanan, dukungan keluarga, dan kesiapan belajar mempengaruhi indeks prestasi kumulatif. Kemampuan konstruk eksogen untuk menjelaskan variabel endogen meningkat seiring dengan meningkatnya nilai R-Square, sehingga meningkatkan pembentukan persamaan Selanjutnya analisis F-Square. Nilai f-square adalah 0,02 lemah, 0,15 sedang, dan 0,35 tinggi dalam studi F-Square. Nilai di bawah 0,02 dapat diabaikan atau dianggap tidak memiliki dampak. Nilai F-Square ditentukan dengan menggunakan pengolahan data yang dilakukan dengan bantuan aplikasi SmartPLS 4. Table 7 F-Square f-square Kesiapan Belajar -> Prestasi Akademik Mahasiswa Teman Sebaya -> Prestasi Akademik Mahasiswa Dukungan Keluarga -> Prestasi Akademik Mahasiswa Berdasarkan grafik tersebut, pertama kesiapan belajar terhadap -> Prestasi Akademik Mahasiswa memiliki nilai sedang yaitu 0,131. Kedua, hubungan teman sebaya dengan Prestasi Akademik Mahasiswa adalah 0,023. Ketiga, hubungan dukungan keluarga dengan Prestasi Akademik Mahasiswa memiliki nilai yang tinggi yaitu sebesar 0,042. Agustin. Wolor. Marsofiyati Selanjutnya pengujian VIF. Dalam Collinearity Statistic nilai VIF harus lebih kecil dari 5, jika nilai VIF lebih dari 5 maka mengidikasikan adanya kolinearitas antar konstruk. Berikut adalah table inner dan outer VIF: Table 8 Inner VIF Kesiapan Belajar (X. Teman Sebaya (X. Dukungan Keluarga (X. Kesiapan Belajar (X. Teman Sebaya (X. Dukungan Keluarga (X. Prestasi Akademik Mahasiswa (Y) Table 9 Outer VIF Variabel VIF Dapat dilihat dari tabel data yang telah diolah bahwa hasil pengujian multikolinearitas yang dihitung dengan menggunakan SmartPLS 4. 2 memiliki nilai VIF di bawah 5. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa data tersebut tidak menunjukkan adanya gejala multikolinieritas. Terakhir Path Coefesien, berdasarkan hasil pengujian Inner Model . odel struktura. yang berisi output R-Square, path coefficient, dan T-statistic. Hal ini untuk mengetahui apakah suatu hipotesis dapat diterima atau ditolak dengan melihat nilai signifikan antar konstruk. T-statistik, dan P-Value. Pengujian hipotesis penelitian ini dilaksanakan dengan bantuan aplikasi SmartPLS (Partial Least Squar. 4 versi 4. angka-angka ini dapat dilihat dari hasil bootstrapping Rule of thumb yang digunakan dalam penelitian ini adalah T-statistik > 1,96 dengan tingkat signifikansi P-value 0,05 . %) dan koefisien beta positif. Table 10 Path Coefisien Kesiapan Belajar -> Prestasi Akademik Mahasiswa Teman Sebaya -> Prestasi Akademik Mahasiswa Dukungan Keluarga -> Prestasi Akademik Mahasiswa Original (O) Sample (M) Standard (STDEV) T statistics (|O/STDEV|) Dapat dilihat dari tabel data yang telah diolah bahwa semua variable memiliki nilai Tstatistik > 1,96 dan P-value 0,05 . %), yang berarti bahwa variable pertama yaitu kesiapan belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi akademik mahasiswa, variable Agustin. Wolor. Marsofiyati kedua yaitu teman sebaya berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi akademik mahasiswa, dan variable ketiga yaitu dukungan keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi akademik mahasiswa. PEMBAHASAN Hipotesis pertama menguji apakah kesiapan belajar berpengaruh positif terhadap prestasi akademik mahasiswa. Berdasarkan hasil pengujian, nilai koefisien parameter Kesiapan belajar terhadap hasil indeks prestasi kumulatif mahasiswa sebesar 0,358, t-statistik 488, dan p-value sebesar 0,000 Berdasarkan temuan ini, t-statistik dinyatakan Hipotesis penelitian pertama diterima karena t > 1,96 dan nilai p-value 0,05. Hal ini membuktikan bahwa kesiapan belajar berpengaruh positif terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa. Hasil penelitan ini juga memperkuat hasil penelitian yang dilakukan oleh (Idamayanti, n. ) yang menyatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara kesiapan mahasiswa terhadap hasil belajar mahasiswa. Selain itu diperkuat pula oleh penelitian (Sugeng et al. , 2. yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kesiapan belajar dan interaksi teman sebaya terhadap hasil belajar matematika siswa (Sig. =0,000 pada A=0,. Penelitian yang sejalan pula dilakukan oleh (Hartono & Puspitaningrum, 2. ada pengaruh kuat yang signifikan kesiapan belajar terhadap hasil belajar siswa kelas XI IIS dengan perhitungan nilai F hitung sebesar 14,241 lebih besar dari F tabel 2,75 dengan probabilitas sebesar 0,000 < 0,05. Semakin tinggi kesiapan siswa dalam belajar, maka semakin baik pula hasil belajar yang akan dihasilkan. Menurut Mulyani dalam penelitian yang dilakukan oleh (Vhalery et al. , 2. dengan kesiapan belajar yang tinggi, mahasiswa dapat mempertahankan konsentrasinya sehingga akan menghasilkan prestasi akademik yang tinggi, sedangkan mahasiswa yang memiliki kesiapan belajar yang rendah disarankan untuk ditingkatkan lagi kesiapan belajarnya. Kondisi fisik seperti sakit dan Kondisi psikologis seperti gelisah dan teretekan tentu memengaruhi kesiapan belajar yang akan dilakukan, maka dari itu perlu untuk memerhatikan kondisi-kondisi tersebut guna mencapai kesiapan belajar yang maksimal. Hipotesis kedua menguji apakah teman sebaya berpengaruh positif terhadap prestasi akademik mahasiswa. Berdasarkan hasil pengujian, nilai koefisien parameter kelompok pertemanan terhadap hasil indeks prestasi kumulatif mahasiswa sebesar 0,150, t-statistik 087, dan p-value sebesar 0,037. Berdasarkan temuan ini, t-statistik dinyatakan Hipotesis penelitian kedua diterima karena t > 1,96 dan nilai p-value 0,05. Hal ini membuktikan bahwa kelompok pertemanan berpengaruh positif terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa. Hasil penelitan ini juga memperkuat hasil penelitian yang dilakukan oleh (Zulfa et al. , n. ) yang menyatakan bahwa Teman Sebaya berpengaruh signifikan terhadap Prestasi Belajar Akuntansi Dasar. Lingkungan teman sebaya yang positif akan membawa diri ke ranah yang baik dan semangat untuk belajar. Penelitian lainnya yang dilakukan oleh (Ulfah Kuraesin et al. , n. ) menunjukkan bahwa peningkatan prestasi belajar sebesar 96,04% ditentukan oleh teman sebaya. Diperkuat pula oleh penelitian (Heland, n. ) Terdapat pengaruh positif Peran Teman Sebaya terhadap Prestasi Belajar Akuntansi Siswa Kelas XII IPS SMA Negeri 3 Bantul Tahun Ajaran 2019/2020 dibuktikan ycycu2yc 0,297 dan yc2 0,88. Berdasarkan hal tersebut memiliki arti bahwa teman sebaya mempunyai peran dalam meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Teman sebaya didefinisikan sebagai kelompok sosial yang terdiri dari individu-individu yang memiliki usia, pendidikan, atau status sosial yang sama. Dalam memilih teman sebaya harus memiliki kesamaan baik dalam perilaku ataupun kebiasaan, penampilan, dan kepribadian. Adapaun fungsi dari teman sebaya adalah sebagai panduan belajar berinteraksi dan penyesuaian diri dengan orang lain. dapat memperkenalkan kehidupan masyarakat lebih luas. memperkenalkan serta memperkuat aturan yang berlaku di kehidupan masyarakat memberikan pengajaran terkait cara membebaskan diri dari pengaruh kekuatan memberikan pengalaman dengan adanya hubungan atas dasar prinsip kesamaan Agustin. Wolor. Marsofiyati memberikan informasi yang tidak diberikan oleh keluarga. dan memperluas pengalaman sehingga bisa menjadi orang yang lebih kompleks. Hipotesis ketiga menguji apakah dukungan keluarga berpengaruh positif terhadap prestasi akademik mahasiswa. Berdasarkan hasil pengujian, nilai koefisien parameter Kesiapan Belajar terhadap hasil indeks prestasi kumulatif mahasiswa sebesar 0,179, tstatistik sebesar 2. 767, dan p-value sebesar 0,006. Berdasarkan temuan ini, t-statistik dinyatakan signifikan. Hipotesis penelitian ketiga diterima karena t > 1,96 dan nilai p-value 0,05. Hal ini membuktikan bahwa dukungan keluarga berpengaruh positif terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan prestasi belajar mahasiswa (Hidayat & Salmiyati, 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Safitri, 2. yang menunjukkan bahwa ada pengaruh dukungan keluarga terhadap prestasi belajar mahasiswa dengan nilai P-Value = 0,000 (P < 0,. Sejalan pula dengan hasil penelitian (Sudarto et al. , n. ) yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial orang tua orang tua dan prestasi belajar IPA siswa kelas V dengan nilai thitung . ,3. lebih besar (E) nilai t=tabel . ,67. Penelitian yang sama dilakukan oleh (Nugraha, 2. yang menunjukkan bahwa lingkungan keluarga berpengaruh signifikan-dan positif terhadap hasil belajar mahasiswa STKIP PGRI Sukabumi. Semakin baik dukungan yang diberikan oleh keluarga, maka semakin tinggi pula hasil prestasi akademik yang dihasilkan. Tipe keluarga digolongkan menjadi tiga, yaitu keluarga inti. keluarga orientasi. dan exended keluarga. Dukungan keluarga dinilai sebagai sikap, perilaku, dan penerimaan dari setiap anggota keluarga. Perhatian dari orang tua tergolong penting karena dapat memberikan semangat belajar untuk anaknya. Perjalanan dalam pendidikan anak tentu dipengaruhi oleh keadaan keluarganya, seperti saling dekat antara satu dengan yang lainnya, orang tua yang memiliki kategori terpelajar, dan memiliki masa depan untuk anaknya (Purwanto, 2. Kelompok dari dukungan keluarga antara lain dukungan informasional, dukungan penilaian, dukungan instrumental, dan dukungan Meningkatnya kesejahteraan pskilogis seseorang ditandai karena didapatkannya dukungan keluarga berupa saling mengerti, saling memberi kasih, dan berpikir positif tentang diri sendiri (Weiten, 1. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa: . Kesiapan Belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi akademik mahasiswa . Teman sebaya berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi akademik mahasiswa . Dukungan Keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap terhadap prestasi akademik mahasiswa . Kesiapan Belajar. Teman Sebaya, dan Dukungan Keluarga secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi akademik mahasiswa Implikasi teoritis dari penelitian ini adalah: Hasil dari analisis data variabel kesiapan belajar dengan rata-rata skor tertinggi yaitu indikator motivasi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebelum melakukan pembelajaran harus memerhatikan motivasi agar terciptanya kesiapan belajar yang Hal ini ditunjukkan pada pernyataan motivasi yang harus tercipta dari diri sendiri supaya timbul kesiapan belajar. Ini berarti motivasi harus didorong oleh diri sendiri agar kesiapan belajar yang baik dapat tersiapkan dengan harapan tercapainya prestasi akademik mahasiswa. Hasil dari analisis data variabel teman sebaya dengan rata-rata skor tertinggi yaitu indikator kerjasama. Hasil tersebut menunjukkan bahwa dalam memilih teman sebaya perlu diperhatikan mana yang dapat diajak kerjasama ke ranah positif. Hal ini ditunjukkan pada pernyataan teman sebaya sering mengajak untuk kerjasama dalam proses pembelajaran. Ini berati teman sebaya yang harus didapatkan adalah teman Agustin. Wolor. Marsofiyati sebaya yang dapat diajak kerjasama dalam lingkup positif tersiapkan dengan harapan tercapainya prestasi akademik mahasiswa. Hasil dari analisis data variabel dukungan keluarga sebaya dengan rata-rata skor tertinggi yaitu indikator dukungan informasional. Hasil tersebut menunjukkan bahwa dukungan informasional harus diberikan kepada mahasiswa. hal ini ditunjukkan pada pernyataan keluarga terlibat dalam pemberian ide terkait proses perkuliahan. Ini berati dukungan keluarga yang harus diberikan berupa nasihat dan pemberian ide terkait perkuliahan dengan harapan tercapainya prestasi akademik mahasiswa. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah: Hasil dari analisis data variabel kesiapan belajar diketahui bahwa indikator dengan skor terendah yaitu fisik. Oleh karena itu diharapkan untuk menjadi referensi dan masukan mahasiswa agar memerhatikan kondisi fisiknya agar selalu energik. Dengan adanya kondisi fisik yang baik maka kesiapan belajar yang timbul akan baik pula dan dengan harapan tercapainya prestasi akademik mahasiswa. Hasil dari analisis data variabel teman sebaya diketahui bahwa indikator dengan skor terendah yaitu persamaan. Oleh karena itu diharapkan untuk menjadi referensi dan masukan mahasiswa agar memerhatikan persamaan dari masing-masing karakter teman sebaya. Dengan adanya persamaan yang dimiliki dari teman sebaya maka diharapkan prestasi akademik mahasiswa akan tercapai dengan maksimal. Hasil dari analisis data variabel dukungan keluarga diketahui bahwa indikator dengan skor terendah yaitu dukungan instrumental. Oleh karena itu diharapkan untuk menjadi referensi dan masukan mahasiswa agar memerhatikan dukungan instrumental untuk bagian dari dukungan keluarga. Dengan adanya dukungan instrumental yang diberikan oleh keluarga maka diharapkan prestasi akademik mahasiswa akan tercapai dengan maksimal. DAFTAR PUSTAKA