JURNAL ECONOMINA e-ISSN: 2963-1181 Volume 4. Nomor 10. Oktober 2025 Homepage: ejournal. id/index. php/economina Perilaku Keuangan Rumah Tangga Dan UMKM Studi Kelurahan Jempong Kota Mataram Nusa Tenggar Barat Wardan1* . Pauzin2 1*,2 Universita Mataram,Mataram. Indonesia *Corresponding Author: wardan123@gmail. Article History ABSTRAK Received: 15-10-2025 Revised: 24-10-2025 Published: 25-10-2025 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku keuangan rumah tangga dan pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Jempong. Kota Mataram. Nusa Tenggara Barat. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana individu dan pelaku usaha mengelola pendapatan, pengeluaran, tabungan, serta pengambilan keputusan keuangan dalam konteks sosial ekonomi lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 6 informan, terdiri atas 3 rumah tangga dan 3 pelaku UMKM, yang dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan aktif mereka dalam kegiatan ekonomi di wilayah tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku keuangan rumah tangga di Kelurahan Jempong cenderung berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar, dengan pola pengelolaan keuangan yang masih sederhana dan belum sepenuhnya terencana. Sementara itu, pelaku UMKM memperlihatkan kemampuan manajerial yang lebih baik, namun masih menghadapi kendala dalam pencatatan keuangan dan akses terhadap layanan perbankan. Faktor budaya, tingkat pendidikan, dan stabilitas pendapatan berpengaruh Selain itu, keterbatasan literasi keuangan menjadi tantangan utama dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga dan keberlanjutan usaha Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan literasi keuangan berbasis komunitas untuk memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat lokal dan mendukung pengembangan UMKM di tingkat kelurahan Keywords: : Perilaku org/10. 55681/economina. JURNAL ECONOMINA 4 . org/10. 55681/economina v4711. Keuangan. Rumah Tangga,UMKM. Jempong PENDAHULUAN Perilaku keuangan merupakan salah satu aspek penting dalam studi ekonomi keluarga dan usaha kecil karena mencerminkan bagaimana individu atau kelompok mengambil keputusan dalam mengelola sumber daya ekonomi terbatas untuk mencapai kesejahteraan (Herdjiono & Damanik, 2. Dalam konteks rumah tangga, perilaku keuangan meliputi kemampuan dalam merencanakan anggaran, mengatur pengeluaran, menabung, serta mengelola utang. Sementara itu, bagi pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM), perilaku keuangan menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas usaha dan memastikan keberlanjutan kegiatan ekonomi. Di Indonesia. UMKM dan rumah tangga menjadi dua pilar ekonomi yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan daerah. Menurut Badan Pusat Statistik . , lebih dari 90 persen unit usaha di Indonesia merupakan UMKM yang sebagian besar dikelola secara Kondisi ini menunjukkan adanya hubungan erat antara perilaku keuangan rumah tangga dan dinamika keuangan UMKM. Sebagaimana dikemukakan oleh Suryani . , kemampuan rumah tangga dalam mengelola keuangan berkontribusi terhadap daya tahan ekonomi lokal, terutama dalam menghadapi perubahan sosial dan krisis ekonomi. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar rumah tangga dan UMKM masih menghadapi keterbatasan dalam literasi keuangan. Literasi keuangan yang rendah berdampak pada kesalahan pengambilan keputusan seperti konsumsi berlebihan, kurangnya perencanaan tabungan, serta ketidakmampuan memanfaatkan layanan keuangan formal (Wibowo & Sari, 2. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap terhadap keuangan memainkan peran kunci dalam membentuk perilaku ekonomi masyarakat. Selain itu, faktor sosial budaya juga memengaruhi perilaku keuangan rumah tangga dan UMKM. Menurut Sitorus . , nilai-nilai budaya lokal seperti gotong royong, rasa malu terhadap utang, dan solidaritas sosial sering kali menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan ekonomi. Dalam konteks Kelurahan Jempong di Kota Mataram, interaksi sosial dan budaya masyarakat Sasak turut membentuk pola pikir dalam mengatur pendapatan dan pengeluaran keluarga. Dari sisi pelaku UMKM, pengelolaan keuangan masih didominasi oleh praktik tradisional yang minim pencatatan. Banyak pelaku usaha belum memisahkan keuangan pribadi dan usaha, sehingga sulit mengukur profitabilitas serta menentukan strategi pengembangan usaha (Rahmawati & Putra, 2. Masalah ini umumnya terjadi karena rendahnya akses terhadap pelatihan keuangan dan kurangnya pemahaman mengenai pentingnya laporan keuangan sederhana. Sementara itu, penelitian dari Utami . menunjukkan bahwa perilaku keuangan yang baik pada UMKM tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan, tetapi juga oleh motivasi dan pengalaman bisnis. Pelaku usaha dengan motivasi jangka panjang dan pengalaman dalam mengelola arus kas cenderung memiliki pengendalian keuangan yang lebih baik. Dengan demikian, perilaku keuangan menjadi hasil interaksi antara faktor internal dan eksternal yang Perilaku Keuangan Rumah Tangga dan UMKM. Oe 371 Waedan & Pauzin JURNAL ECONOMINA 4 . org/10. 55681/economina v4711. Khusus di wilayah Kelurahan Jempong. Kota Mataram, kondisi sosial ekonomi masyarakat yang heterogen menimbulkan variasi dalam perilaku keuangan. Sebagian rumah tangga mengandalkan pendapatan dari sektor informal, sementara sebagian lainnya mengelola usaha kecil di bidang kuliner, perdagangan, dan jasa. Menurut penelitian Lestari . , struktur ekonomi masyarakat perkotaan di Mataram menunjukkan ketergantungan tinggi terhadap kegiatan usaha mikro, sehingga pengelolaan keuangan yang tidak efisien dapat berpengaruh langsung terhadap stabilitas kesejahteraan keluarga. Dalam konteks pembangunan daerah, peningkatan literasi dan perilaku keuangan menjadi bagian penting dari strategi pemberdayaan ekonomi lokal. Buku karya Supriyono . menegaskan bahwa literasi keuangan yang baik membantu individu membuat keputusan ekonomi yang rasional dan mengurangi risiko kemiskinan struktural. Dengan demikian, pemahaman terhadap perilaku keuangan rumah tangga dan UMKM menjadi langkah awal untuk memperkuat daya saing ekonomi di tingkat lokal. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini berupaya menggali secara mendalam bagaimana perilaku keuangan terbentuk dalam konteks rumah tangga dan UMKM di Kelurahan Jempong. Kota Mataram. Nusa Tenggara Barat. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memahami makna di balik keputusan keuangan yang diambil oleh masyarakat, dengan mempertimbangkan faktor sosial, budaya, dan ekonomi yang memengaruhi perilaku tersebut. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan peningkatan literasi keuangan dan penguatan kapasitas ekonomi masyarakat lokal. LANDASAN TEORI Konsep Perilaku Keuangan Perilaku keuangan . inancial behavio. merujuk pada cara individu atau kelompok dalam mengelola sumber daya ekonomi melalui kegiatan seperti perencanaan, penganggaran, tabungan, investasi, dan konsumsi (Herdjiono & Damanik, 2. Menurut teori perilaku keuangan, keputusan keuangan tidak semata-mata didasarkan pada rasionalitas ekonomi, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor psikologis dan sosial (Sina, 2. Dalam konteks rumah tangga, perilaku keuangan mencerminkan kemampuan anggota keluarga dalam menyeimbangkan kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang. Sementara itu, pada pelaku UMKM, perilaku keuangan berkaitan dengan bagaimana pemilik usaha mengelola modal, arus kas, dan risiko usaha untuk mencapai keberlanjutan bisnis. Teori Literasi Keuangan Literasi keuangan menjadi fondasi penting dalam membentuk perilaku keuangan yang Menurut Lusardi dan Mitchell . , literasi keuangan adalah kemampuan memahami dan menggunakan konsep keuangan dalam pengambilan keputusan ekonomi sehari-hari. Indonesia, literasi keuangan sering dikaitkan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan keuangan yang terencana (Wibowo & Sari, 2. Individu dengan literasi keuangan tinggi cenderung memiliki kontrol yang lebih baik terhadap pengeluaran, mampu menabung secara konsisten, serta lebih siap menghadapi risiko keuangan tak terduga (Supriyono, 2. Teori Perilaku Konsumen dan Keputusan Ekonomi Rumah Tangga Dalam konteks rumah tangga, perilaku keuangan dapat dijelaskan melalui teori perilaku Menurut Kotler dan Keller . , perilaku konsumen dipengaruhi oleh faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologis. Faktor-faktor ini juga berperan dalam cara rumah tangga mengambil keputusan keuangan, seperti memilih prioritas pengeluaran, menentukan Perilaku Keuangan Rumah Tangga dan UMKM. Oe 372 Waedan & Pauzin JURNAL ECONOMINA 4 . org/10. 55681/economina v4711. investasi pendidikan anak, dan mengelola tabungan keluarga. Penelitian Suryani . menunjukkan bahwa faktor budaya lokal dan nilai-nilai tradisional turut membentuk pola pengambilan keputusan keuangan di tingkat keluarga, terutama di daerah dengan struktur sosial yang kuat. Teori Keuangan UMKM Dalam dunia usaha kecil dan menengah, teori keuangan UMKM berfokus pada manajemen modal, pembiayaan, dan pengendalian keuangan usaha (Rahmawati & Putra. Pengelolaan keuangan yang baik menjadi kunci untuk menjaga likuiditas dan menghindari risiko kebangkrutan. Menurut Kasmir . UMKM yang memiliki pencatatan keuangan teratur akan lebih mudah melakukan evaluasi kinerja dan mendapatkan akses pembiayaan dari lembaga keuangan formal. Namun, di tingkat mikro, banyak pelaku UMKM yang belum memisahkan keuangan pribadi dan usaha, sehingga sulit membedakan antara aset produktif dan konsumtif. Teori Sosial dan Budaya dalam Keuangan Aspek sosial dan budaya turut memengaruhi perilaku keuangan masyarakat. Sitorus . menjelaskan bahwa dalam masyarakat dengan ikatan sosial kuat, keputusan keuangan sering kali dipengaruhi oleh norma sosial, nilai gotong royong, serta persepsi terhadap status ekonomi. Di wilayah seperti Kelurahan Jempong, karakter masyarakat yang komunal dapat memengaruhi sikap terhadap utang, tabungan, dan konsumsi. Teori ini menjelaskan bahwa perilaku ekonomi tidak dapat dipahami semata dari sisi rasionalitas individu, tetapi harus dilihat dalam konteks sosial budaya yang membentuknya. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami perilaku keuangan rumah tangga dan UMKM di Kelurahan Jempong. Kota Mataram. Nusa Tenggara Barat. Pendekatan kualitatif dipilih karena memungkinkan peneliti mengeksplorasi makna, pengalaman, dan pola perilaku informan secara mendalam, khususnya terkait pengelolaan pendapatan, pengeluaran, tabungan, dan keputusan ekonomi (Sugiyono, 2. Fokus penelitian diarahkan pada interaksi antara faktor internal individu, kondisi sosial budaya, serta dinamika usaha mikro dalam praktik pengelolaan keuangan sehari-hari. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 6 orang, yaitu 3 rumah tangga dan 3 pelaku UMKM, yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan keterlibatan aktif mereka dalam kegiatan ekonomi lokal dan kesiapan mereka untuk diwawancarai secara mendalam. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi terkait praktik pengelolaan keuangan. Pendekatan ini memungkinkan peneliti menangkap nuansa perilaku keuangan, sikap, serta kendala yang dihadapi oleh rumah tangga maupun UMKM (Moleong, 2. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara induktif. Reduksi data bertujuan menyaring informasi yang relevan, penyajian data dilakukan dalam bentuk narasi tematik, sedangkan penarikan kesimpulan dilakukan berdasarkan pola-pola perilaku yang muncul dari seluruh informan. Keterbatasan penelitian terkait jumlah informan dan cakupan wilayah dijadikan pertimbangan dalam generalisasi temuan. Dengan metode ini, penelitian dapat memberikan gambaran mendalam mengenai perilaku keuangan dan faktor-faktor yang memengaruhinya di tingkat Perilaku Keuangan Rumah Tangga dan UMKM. Oe 373 Waedan & Pauzin JURNAL ECONOMINA 4 . org/10. 55681/economina v4711. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku keuangan rumah tangga dan UMKM di Kelurahan Jempong. Kota Mataram. Nusa Tenggara Barat. Analisis difokuskan pada pengelolaan pendapatan, pengeluaran, tabungan, serta pengambilan keputusan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku keuangan rumah tangga dan UMKM dipengaruhi oleh literasi keuangan, budaya lokal, serta pengalaman ekonomi individu, yang sejalan dengan temuan Wibowo dan Sari . yang menyebutkan bahwa literasi keuangan berperan penting dalam pengambilan keputusan ekonomi. Pada tingkat rumah tangga, sebagian besar informan menunjukkan pengelolaan keuangan yang masih sederhana dan berorientasi pada kebutuhan sehari-hari. Pengeluaran utama diarahkan pada pemenuhan kebutuhan pokok seperti makanan, pendidikan anak, dan tagihan rutin. Beberapa rumah tangga juga menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung meskipun tidak secara rutin. Hal ini sejalan dengan penelitian Suryani . yang menunjukkan bahwa rumah tangga di daerah perkotaan cenderung mengelola keuangan dengan prioritas konsumsi dan tabungan darurat. Hasil wawancara dengan 3 rumah tangga menunjukkan variasi pola pengelolaan Salah satu informan rumah tangga A menyatakan: AuSaya selalu mencatat pengeluaran harian di buku kecil, tapi kadang tidak konsisten karena banyak kegiatan di rumah dan anak-anak membutuhkan perhatian. Biasanya saya menabung sedikit demi sedikit, tapi kalau ada kebutuhan mendesak, tabungan itu terpakai dulu. Ay. Di lain pihak juga wawancara rumah tangga Informan B menyatakan: AuKami menyisihkan sebagian pendapatan untuk menabung, tetapi sebagian besar digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Kadang juga meminjam ke tetangga jika ada kebutuhan mendesak, karena tidak semua kebutuhan bisa diprediksi. Ay Wawancara rumah tangga informan C menyatakan : AuBiasanya saya membagi uang bulanan menjadi beberapa pos: kebutuhan rumah, pendidikan anak, dan sedikit untuk Namun, terkadang pengeluaran tidak sesuai rencana karena ada acara keluarga atau kebutuhan mendadak. Saya merasa perlu belajar lebih banyak tentang cara menabung yang efektif. Ay Berdasarkan hasil wawancara dengan tiga rumah tangga, terlihat bahwa pengelolaan keuangan masih bersifat fleksibel dan sangat bergantung pada kebutuhan harian serta pendapatan yang fluktuatif. Beberapa rumah tangga mencatat pengeluaran, menyisihkan tabungan, dan membagi pos keuangan, namun implementasinya sering terganggu oleh pengeluaran mendesak atau kebutuhan sosial, seperti acara keluarga. Strategi pinjam meminjam informal juga masih digunakan sebagai solusi sementara Sementara itu, wawancara dengan 3 pelaku UMKM menunjukkan pola pengelolaan keuangan yang lebih berstruktur dibanding rumah tangga. Salah satu pelaku usaha informan A mengatakan: AuSaya memisahkan uang pribadi dan usaha, mencatat semua pemasukan dan pengeluaran usaha setiap hari agar bisa mengetahui keuntungan bersih. Dengan begitu, saya bisa merencanakan stok dan kebutuhan modal dengan lebih tepat. Ay Dilain pihak juga wawancara pelaku usaha informan B menyatakan: AuMeski usaha kecil, pencatatan keuangan membantu saya menentukan kapan harus membeli stok dan kapan menahan pengeluaran. Kadang saya juga membuat catatan sederhana untuk mengestimasi laba per minggu sehingga bisa menyesuaikan strategi penjualan. Ay Perilaku Keuangan Rumah Tangga dan UMKM. Oe 374 Waedan & Pauzin JURNAL ECONOMINA 4 . org/10. 55681/economina v4711. Wawancara dengan wawancara pelaku usaha informa C menyatakan: AuSaya mencoba mencatat semua transaksi, baik tunai maupun non-tunai, dan membuat laporan bulanan Hal ini memudahkan saya mengetahui performa usaha, mempersiapkan kebutuhan modal, dan menilai peluang untuk mengembangkan usaha. Ay Berdasarkan wawancara dengan tiga pelaku UMKM, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan keuangan pada UMKM cenderung lebih terstruktur dibanding rumah tangga. Pelaku usaha secara konsisten memisahkan keuangan pribadi dan usaha, mencatat semua pemasukan dan pengeluaran harian, serta menyusun laporan bulanan sederhana untuk memantau arus kas dan profitabilitas. Pencatatan ini membantu mereka dalam perencanaan stok, pengelolaan modal, pengambilan keputusan strategis, dan persiapan pengembangan Beberapa pelaku UMKM masih menghadapi kendala dalam mengelola keuangan karena terbatasnya literasi finansial. Meski memahami pentingnya pencatatan, beberapa informan mengaku kesulitan membuat laporan yang sistematis dan memanfaatkan akses Hal ini sejalan dengan temuan Husin dan Putri . yang menyatakan bahwa rendahnya literasi keuangan menjadi salah satu hambatan utama bagi UMKM dalam pengambilan keputusan strategis, perencanaan modal, dan pengembangan usaha, sehingga berdampak pada efisiensi operasional dan pertumbuhan bisnis jangka panjang. Analisis penelitian menunjukkan bahwa budaya lokal memiliki peran penting dalam membentuk perilaku keuangan rumah tangga dan UMKM. Nilai sosial seperti saling membantu, gotong royong, dan solidaritas komunitas mempengaruhi cara masyarakat mengatur keuangan, termasuk kecenderungan rumah tangga meminjam dari tetangga daripada menggunakan layanan kredit formal. Fenomena ini sejalan dengan Sitorus . yang menyatakan bahwa norma sosial berperan signifikan dalam pengambilan keputusan ekonomi masyarakat lokal, sehingga strategi pengelolaan keuangan tidak hanya dipengaruhi faktor ekonomi, tetapi juga nilai-nilai budaya yang berlaku di komunitas Selanjutnya, stabilitas pendapatan dan literasi keuangan menjadi faktor penting dalam menentukan perilaku menabung. Rumah tangga dengan pendapatan tetap cenderung menabung secara rutin dibandingkan rumah tangga dengan pendapatan harian yang fluktuatif. Perbedaan ini menegaskan teori literasi keuangan yang menyebutkan bahwa kemampuan mengendalikan pengeluaran dipengaruhi oleh kepastian pendapatan dan pemahaman terhadap manajemen keuangan (Supriyono, 2. Hasil penelitian juga sejalan dengan temuan Fadillah dan Rahmawati . yang menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan berpengaruh signifikan terhadap keputusan menabung dan investasi rumah tangga. Di sisi UMKM, praktik pengelolaan keuangan yang disiplin, termasuk pencatatan arus kas dan pemisahan modal usaha serta pribadi, memungkinkan perencanaan investasi dan pengambilan keputusan strategis yang lebih efektif (Utami, 2022. Husin & Putri, 2. Selain itu, penelitian juga menemukan tantangan terkait akses keuangan dan pengaruh sosial terhadap perilaku ekonomi. UMKM masih menghadapi kendala dalam mengakses layanan perbankan formal sehingga beberapa pelaku usaha mengandalkan modal sendiri atau pinjaman informal, sesuai dengan temuan Kasmir . Sementara itu, pengeluaran konsumtif rumah tangga sering dipengaruhi oleh kebutuhan sosial dan tekanan lingkungan, misalnya untuk acara pernikahan atau kenduri, yang berdampak pada kemampuan menabung (Wibowo & Sari, 2. Secara keseluruhan, perilaku keuangan rumah tangga dan UMKM terbentuk melalui interaksi antara literasi keuangan, pengalaman ekonomi, pendapatan, dan Perilaku Keuangan Rumah Tangga dan UMKM. Oe 375 Waedan & Pauzin JURNAL ECONOMINA 4 . org/10. 55681/economina v4711. budaya lokal, sehingga intervensi berupa pelatihan literasi dan pendampingan manajemen keuangan menjadi penting untuk memperkuat pengambilan keputusan, meningkatkan tabungan, dan mendukung keberlanjutan UMKM di Kelurahan Jempong. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian, perilaku keuangan rumah tangga dan UMKM di Kelurahan Jempong. Kota Mataram dipengaruhi oleh kombinasi literasi keuangan, stabilitas pendapatan, pengalaman ekonomi, dan budaya lokal. Rumah tangga cenderung mengelola keuangan secara ad hoc dengan prioritas pada kebutuhan sehari-hari dan tabungan darurat, serta terkadang menggunakan pinjaman informal untuk memenuhi kebutuhan mendesak. Sementara itu. UMKM menunjukkan pola pengelolaan keuangan yang lebih terstruktur, termasuk pencatatan arus kas, pemisahan modal usaha dan pribadi, serta perencanaan investasi yang membantu pengambilan keputusan strategis, meskipun masih menghadapi kendala literasi finansial dan akses layanan perbankan. Temuan penelitian ini menegaskan pentingnya intervensi berupa pelatihan literasi keuangan dan pendampingan manajemen keuangan bagi rumah tangga dan UMKM. Peningkatan literasi keuangan diharapkan dapat memperkuat pengambilan keputusan, meningkatkan disiplin menabung, dan mendukung keberlanjutan serta pengembangan usaha Selain itu, pemahaman terhadap konteks sosial budaya dan karakteristik ekonomi lokal menjadi kunci dalam merancang strategi pengelolaan keuangan yang efektif, sehingga rumah tangga dan UMKM dapat meningkatkan kesejahteraan dan daya saing di tingkat lokal. DAFTAR PUSTAKA