MABNY : Journal of Sharia Management and Business Vol. 3 No. 2 April 2023 Pemberdayaan Santri dalam Upaya meningkatkan Skill Enterpreunership Imam SyafiAoe. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Malang. Indonesia Corresponding author : 220504220018@student. uin-malang. Abstract: This research explains the empowerment of students in Islamic boarding schools. Islamic boarding schools which are known as places to gain knowledge do not always only discuss religious knowledge, but Islamic boarding schools also train the skills of students for the reason of improving the community's economy in the future. In this case the researcher used a descriptive qualitative research method with data collection methods based on the results of interviews and field observations. The data obtained includes students, internal servants and boarding school administrators. Based on research results at the Bata-bata Pamekasan Islamic Boarding School, the Santri Empowerment program is a positive effort to build and realize the goals of the Islamic boarding school in equipping students with religious and general knowledge. By providing training and improving entrepreneurial skills, this empowerment program aims to encourage students to become more involved in business. providing students with creative and innovative skills, it is hoped that the student empowerment program will help business growth. This program will encourage students to become entrepreneurs based on human values and not monetary gain. Keywords: empowerment, student, entrepreneur Abstrak: Penelitian ini menjelaskan tentang pemberdayaan santri dalam pesantren, pesantren yang dikenal sebagai tempat menimba ilmu tidak selalu membahas tentang ilmu agama saja, melainkan pesantren juga melatih skil para santri dengan alasan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat dimasa depan. Dalam hal ini Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data berdasarkan hasil wawancara dan observasi lapangan. Data yang di dapatkan meliputi santri, abdi dalam dan pengurus Berdasarkan hasil penelitian Di Pondok Pesantren Bata-bata Pamekasan, program Pemberdayaan Santri adalah upaya positif untuk membangun dan mewujudkan tujuan pondok pesantren dalam membekali santri dengan pengetahuan keagamaan dan pengetahuan umum. Dengan memberikan pelatihan dan peningkatan kemampuan kewirausahaan, program pemberdayaan ini bertujuan untuk mendorong santri untuk lebih terlibat dalam bisnis. Dengan memberikan keterampilan kreatif dan inovasi santri , diharapkan program pemberdayaan santri akan membantu pertumbuhan bisnis. Program ini akan mendorong santri untuk menjadi pengusaha berdasarkan nilai-nilai ukhrowi dan bukan keuntungan moneter. Kata Kunci: pemberdaayaan, santri, entepreneur Pemberdayaan Santri dalam Upaya meningkatkan Skill Enterpreunership PENDAHULUAN Pondok pesantren adalah tempat pendidikan agama dan komunitas santri yang belajar agama Islam. (S. Azizah & Fitriyani, 2. Sebagai lembaga pendidikan, pesantren mempunyai tanggung jawab dan fungsi untuk menyelenggarakan pendidikan akademik dan non-pendidikan. (Wijaya & Aini, 2. Di Indonesia, ribuan pesantren memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. (Nadzir, 2. Pondok pesantren, dengan kekuatan yang dimilikinya, adalah lembaga yang berpotensi untuk bergerak ke arah ekonomi berbasis Institusi ekonomi mikro lainnya mungkin berkembang jika Ponpes hanya menjadi penonton di masa depan. (Jamaluddin, 2. Pesantren Kemandirian adalah tujuan akhir dari pemberdayaan ekonomi pondok pesantren. (Muttaqin, 2. Analisis potensi diri santri penting karena santri, juga disebut sebagai murid atau siswa, sering memiliki bakat dan potensi alami seperti membaca al-Qur'an, kaligrafi, dan pertukangan, antara lain. (Toha Masum & Muh Barid Nizarudin Wajdi, 2. Penting untuk mengakui peran pesantren sebagai pusat ekonomi syariah di Indonesia. (Maya Silvana & Lubis, 2. Pondok pesantren yang didukung oleh masyarakat sekitar dan didamimi oleh banyak santri memiliki pelanggan yang baik. (Fahri & Sobari, 2. Pesantren pada dasarnya dapat berfungsi sebagai pusat kelembagaan ekonomi untuk warganya, baik di dalam maupun di luar pesantren. (Toha Masum & Muh Barid Nizarudin Wajdi, 2. Masyarakat desa dan pesantren perlu dibantu karena lingkungan pedesaan lambat dalam pertumbuhan ekonomi. (Lugina, 2. Jumlah pondok pesantren di Indonesia adalah 25. 938, dengan rincian 82,2 persen di pulau jawa, 10,66 persen di Sumatera, 2,39 persen di Kalimantan, 1,92 persen di Sulawesi, 0,19 persen di Maluku, 0,19 persen di Papua, dan 2,36 persen di NTB. Jumlah santri 700, dengan pesantren model salaf 41,5 persen, khalaf 9,6 persen, dan perpaduan 48,9 Ini menunjukkan bahwa pondok pesantren biasanya maju dan mampu (F. Azizah & Ali, 2. Dengan 4. 328 pesantren dan lebih dari 5 juta santri, mereka memiliki kekuatan ekonomi yang besar . (Lugina, 2. Menurut data yang dihimpun Kementerian Agama pada tahun 2004, baru 1. 529 pesantren yang berusaha di bidang agribisnis, 404 pesantren yang berusaha di bidang perindustrian, 111 pesantren yang berusaha di bidang perdagangan, dan 41 pesantren yang berusaha di bidang ekonomi kelautan dan perikanan (Pekapontren, 2. Jumlah tersebut saat ini hanya sekitar 0,96% dari total 21. 521 pesantren di Indonesia. Departemen Agama merilis data tentang prospek ekonomi untuk 27. 722 pesantren di Indonesia pada tahun 2019. Menurut data ini, 9. 008 pesantrenAisekitar 32% dari totalAi berpotensi membangun bisnis. (Maya Silvana & Lubis, 2. Penelitian (Nadzir, 2. menemukan bahwa mereka masih kurang terorganisir secara institusional dan perangkat yang mendukungnya. Pesantren menghadapi tantangan karena keterbatasan mereka pada keagamaan daripada setiap aspek kehidupan sosial, terutama dalam hal ekonomi. Setiap pesantren harus menghadapi tantangan ini di tengah masyarakat yang semakin kompleks. Namun pesantren tetap mempertahankan ciri khasnya di era 4. 0 dengan memperdalam ilmu agam . afaqquh fi al di. dan pengalaman hidup dalam dunia santri (Alfi, 2. Pentingnya pesantren untuk berpikir secara internasional karena mereka berfungsi sebagai pembawa rahmatal lil alamin di dunia internasional . Dengan memiliki sumber daya mereka sendiri untuk pembangunan, mereka harus menjadi agen pemberdayaan masyarakat yang tumbuh dan berkembang. Fokusnya penting jika kita ingin membuat rekayasa sosial yang mengarah pada perkembangan ekonomi masyarakat . Hasil penelitian (Muttaqin, 2. menunjukkan bahwa pelatihan kewirausahaan sangat penting bagi santri agar mereka dapat menjadi tenaga saat mereka terjun langsung ke masyarakat. Hal ini dapat dicapai melalui pelatihan di pondok pesantren, yang memiliki berbagai fasilitas yang mendukung kemampuan santri dalam hal kelebagaan dan organisasi. Studi tersebut (Rochim & Khayati. Imam SyafiAoe 2. Pesantren harus menjadi lembaga pendidikan contoh dengan kegiatan mereka yang berpusat pada pendidikan keagamaan dan moral serta mampu bersaing di bidang akademik. Penelitian ini dianggap penting karena mempengaruhi santri secara khusus dan masyrakat secara keseluruhan, menunjukkan bahwa pesantren memiliki peluang yang sangat besar untuk berkembang dan memperluas ekonomi pesantren dan masyarkat di sekitarnya. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan kualitatif merupakan jenis penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena yang dialami oleh subjek penelitian. Aspek-aspek seperti perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain termasuk dalam lingkup penelitian ini, sebagaimana dijelaskan oleh (L. Moleong, 2. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis deskriptif, di mana peneliti berupaya untuk menggambarkan status atau keadaan suatu hal dan sejenisnya. Pendekatan ini bertujuan menjelaskan peristiwa dan aspek-aspek tertentu, sesuai dengan konsep penelitian deskriptif yang diungkapkan oleh (Arikunto, 1. Teknik pengumpulan data untuk penelitian ini menggunakan 3 teknik, yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Wawancara (L. Moleong, 2. yang dimaksud dalam konteks penelitian ini mencakup interaksi langsung dengan objek penelitian, sedangkan observasi merupakan metode pengumpulan data yang melibatkan pengamatan, pendekatan, dan pencatatan fenomena-fenomena yang diselidiki dengan cara yang sistematis (Ahmadi, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Profil pondok pesantren Pondok pesantren Mambaul Ulum Bata-bata terletak di Desa Panaan. Kecamatan Palengaan. Kabupaten Pamekasan. Jawa Timur. Didirikan oleh Abd Majid bin Abd Hamid bin RKH Itsbat pada tahun 1943 M/1363 H. KHR Abd Majid memimpin Bata-bata selama 14 tahun, dari tahun 1943 M hingga 1957 M. Dia meninggal pada tanggal 6 Syawal 1364 H/1957 M, dengan 700 santri. Selama dua tahun . 7Ae1959 M), ada kekurangan kepemimpinan di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa putranya. KHR Abd Qadir, masih bersekolah di Mekah, dan menantunya. KHR Ahmad Mahfudz Zayyadi, ayah dari pengasuhnya saat ini. KHR Abd Hamid, telah menetap di pondok pesantren Nurul Abror Alas Buluh Banyuwangi. KHR Abd. Hamid Bakir, anak laki-laki dari KHR Abd Majid, dan pengasuh MKHR Abd Qadir pulang dari Mekah pada tahun 1959 untuk memimpin Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata Bata, tetapi dia tidak lama memimpin karena meninggal pada tanggal 5 Agustus KHR Ahmad Mahfudz Zayyadi, yang telah tinggal di pondok Nurul Abror selama 12 tahun, diminta oleh keluarga besar pesantren untuk kembali ke pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata dan bersedia menjadi pengasuh. Selama kepemimpinan KHR Ahmad Mahfudz. Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata mengalami perkembangan yang cukup pesat. Peningkatan jumlah guru serta metode untuk mengelola dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar adalah beberapa perkembangan ini. Beliau mendirikan Madrasah Tsanawiyah (MT) pada tahun 1970. Madarasah Aliyah (MA) pada tahun 1977, dan Madarasah Ibtidaiyah (MI) pada tahun 1962. Lembaga diniyah, atau lembaga, adalah model lembaga pendidikan saat ini. Dari tahun 1987 hingga sekarang. KHR Abd Hamid Mahfudz Zayyadi bertanggung Dia belajar di pondok pesantren Sidogiri di Pasuruan sebelum menjadi pengasuh. Setelah itu, dia tinggal di Mekah selama dua belas tahun di bawah bimbingan para ulama terkenal seperti Sayyid Muhammad Amin Qutbi. Sayyid Alawi Al-Maliki. Sayyid Muhammad Hasan al-Yamani. Sayyid Hasan Al-Mashshat. Syeikh Yasin bin Isa Al-Padangi. Syekh Abdullah al-Lahji, dan Syekh Ismail bin Zain al-Yamani. Pemberdayaan Santri dalam Upaya meningkatkan Skill Enterpreunership Pondok pesantren Bata-bata selain menjalankan kegiatan belajar mengajar tentang keagaan juga memiliki usaha yang menunjang ekonomi pesantren dan untuk melatih keterampilan santri. Salah satu contohnya adalah unit koperasi yang fokus pada jual beli kebutuhan santri. Setiap usaha yang dibuat oleh pondok pesantren pasti akan dikelola oleh para santri dan alumni yang telah mendapatkan pelatihan, pengabdian, dan keikhlasan. Dengan semakin banyaknya unit bisnis, ada pertumbuhan bisnis yang cukup besar. Pemberdayaan santri ini akan meningkatkan keterampilannya, sehingga setelah keluar dari pondok pesantre, santri diharapkan dapat menjadi lebih profesional dan dapat bekerja Harapan dari memberdayakan santri untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam dunia usaha fokus penelitian ini. Pada awalnya, kebutuhan akan sumber daya manusia untuk meningkatkan ekonomi pesantren dan mendorong pemberdayaan santri dalam inisiatif ini. Namun seiring berjalannya waktu, pemberdayaan ini semakin diperkuat oleh faktor-faktor berikut. Keikhlasan mengabdi Keikhlasan adalah sebuah sifat yang luhur yang memiliki banyak keunggulan (Sobihah, 2. Implementasi sikap ikhlas sangatlah esensial dalam setiap kegiatan, khususnya dalam proses belajar-mengajar yang dilakukan oleh para santri (Muhajir & Dawwas, 2. Oleh karena itu, penting bagi seorang santri yang akan menjadi guru di masa depan untuk memiliki dan memahami sifat ikhlas ini. Sebab, santri yang bertindak dengan ikhlas akan mampu mengajar dengan sepenuh hati tanpa merasa terbebani saat berperan sebagai guru kelak. Berdasarkan hasil wawancara dengan FQ: AuKeikhlasan dalam mengabdi di pondok pesantren melibatkan pengabdian yang tulus dan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan atau pujian. Mengabdi dipondok pesantren tidak mengharapkan apa-apa hanya berlandaskan Niat yang Murni. Pengorbanan Kesabaran. Konsistensi. Ketulusan. Keteladanan. Semangat dan DedikasiAy. Keikhlasan dalam mengabdi di pondok pesantren adalah inti dari pengabdian itu sendiri. Ia tidak hanya melibatkan memberikan pengajaran, tetapi juga melibatkan pembentukan karakter, memberikan teladan, dan menjadikan perbedaan positif dalam kehidupan para santri. Pembina pondok yang juga membina unit kegiatan usaha pesantren dan semangat mengabdi para santri untuk membantu sekaligus belajar dalam meningkatkan keterampilan ini akan menjadi faktor pendukung dalam menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai santri. Faktor-faktor ini akan menumbuhkan jiwa pengusaha yang tidak hanya mengutamakan keuntungan tetapi juga keikhlasan untuk Sumber Daya Santri Berdasrkan hasil wawancara dengan AS: AuPengembangan "sumberdaya santri" melibatkan pemberdayaan mereka melalui pendidikan yang baik, kesempatan untuk berkembang dalam berbagai bidang, serta dukungan untuk mengoptimalkan peran mereka dalam masyarakat. Hal ini dapat dilakukan melalui pendekatan pendidikan yang holistik, memperkuat keterampilan akademis dan praktis, serta memfasilitasi lingkungan yang mendukung pertumbuhan pribadi dan kontribusi socialAy. Karena santri adalah karyawan yang potensial, maka pondok pesantren harus mempekerjakan mereka. Pemberdayaan adalah upaya membangun daya . dengan mendorong , memotivasi, dan meningkatkan kesadaran akan Menurut (Mubyartanto, 2. Pondok pesantren menggerakkan, menciptakan, dan menggerakkan masyarakat. Dengan melakukan ini, mereka memiliki kekuatan besar untuk membantu memecahkan masalah sosial ekonomi Imam SyafiAoe masyarakat, salah satunya melalui peningkatan sumber daya manusia, terutama (Faozan, 2. Sumber daya manusia santri dapat ditingkatkan melalui program pemberdayaan santri dalam berbagai bidang, di antaranya adalah bidang Dalam hal ini, pemberdayaan santri untuk memperoleh kemampuan wirausaha adalah penting. Nasihat Peningkatan ini sangat penting karena Sumber Daya Manusia (SDM) adalah modal utama dalam pembangunan yang bersumber dari ide, gagasan, dan pemikiran ekonomi dan diharapkan dapat mengubah barang yang tidak bernilai menjadi barang yang berharga dan bernilai tinggi. Karena peningkatan ekonomi kreatif, peningkatan jumlah wirausaha atau wirausaha yang berpengalaman dalam berbagai jenis pekerjaan membutuhkan daya kreatif yang tinggi. Cara berpikir yang kreatif, penuh dengan ide-ide baru, harus menjadi dasar kreativitas. (Noviyanti, 2. Kewirausahaan adalah proses menggunakan inovasi dan kreativitas untuk memecahkan masalah dan menemukan solusi baru untuk masalah yang muncul dalam kehidupan. (Kasmir 2. Hasil wawancara dengan AF Aunasehat sangat diperlukan dalam meningkatkan moralitas seseorang khususnya bagi kaum sarungan atau santri, nasehat juga bisa memberikan pengetahuan serta pemahaman dalam meningkatkan kualitas santri dalam hal kreatifitas dan juga memajukan ide serta gagasan-gagasan yang baru untuk lebih maju kedepan dan lebih berani menghadapi kehidupan lebih mandiriAy Berdasarkan hasil wawancara diatas akhlak menempati pada posisi yang sangat urgen dalam kehidupan manusia. Oleh karenanya, sangat diharapkan pengembangan dan formulasi metode pembinaan akhlak yang tepat. prinsip-prinsip penerapan metode nasehat dilandasi kepada prinsip pengetahuan tingkat perkembangan fisik dan psikis peserta didik, motivasi, kondisi dan situasi proses pembelajaran, keteladanan, pemahaman tujuan pendidikan, dan prinsip pengetahuan kepada perbedaan individual peserta didik (Nasution, 2. Di pondok pesantren, jiwa wirausaha ditanamkan pada para santri karena mereka memiliki sifat dan sifat wirausaha yang menunjukkan diri mereka dalam menghasilkan ide-ide inovatif dan kreatif. Santri biasanya digambarkan sebagai orang yang mandiri, sederhana, berani mengambil risiko, dan tidak mudah menyerah. Menurut (Ghofirin & Karimah, 2. Pribadi santri sangat penting bagi seorang Diharapkan bahwa santri di masa depan akan memberikan kontribusi pada kehidupan sosial dalam masyarakat yang bermoral. Pemberdayaan dapat menanamkan sifat kewirausahaan seperti berani mengambil resiko, inovatif, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan komitmen. Program pemberdayaan Pondok Bata-bata ini tidak mudah. Mendidik santri adalah tugas yang sulit, terutama dalam hal produksi. Misalnya , setelah santri memotong banyak kain, mereka gagal memotong dengan benar. Pekerjaan profesional, seperti di pabrik, mungkin tidak memiliki toleransi. Namun, semua itu bertujuan untuk belajar. Jika dilihat dari sudut pandang untung dan rugi, ada banyak kerugian, namun tetap merupakan risiko. Semua hal ini dihapus untuk mencapai tujuan pemberdayaan santri. Di sisi lain, santri diminta untuk tidak putus asa dan percaya bahwa hasil potongan bahan yang salah akan digunakan untuk membuat karya yang menarik bagi konsumen. Akibatnya, barang yang dibuat dengan cara yang salah tidak hilang dan tetap memiliki nilai. Setiap pondok pesantren akan memiliki bidang usaha yang berbeda dan metode yang berbeda untuk mengelola bisnisnya, tergantung pada kondisi dan Di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-bata, pemberdayaan santri Pemberdayaan Santri dalam Upaya meningkatkan Skill Enterpreunership yang bertujuan untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan santri dapat tercapai jika ada faktor-faktor pendukung berikut. Program pengabdian santri dan alumni mendorong santri untuk berkembang dengan melibatkan pondok bisnis. Program ini juga mendorong alumni dan masyarakat untuk terus terlibat dalam meningkatkan upaya pesantren. Sangat menjanjikan bahwa koordinasi dari bawah ke atas . emberdayakan santri sehingga mereka memiliki rasa memiliki dan tanggung jawab sesuai dengan prinsip pembangunan komunita. akan memberikan perspektif yang lebih baik tentang upaya yang dilakukan oleh pondok pesantren. Dengan memposisikan santri sebagai pemberdayaan subjek , upaya tersebut diharapkan dapat menanamkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap pondok pesantren sebagaimana prinsip pembangunan PENUTUP Di Pondok Pesantren Bata-bata Pamekasan, program Pemberdayaan Santri adalah upaya positif untuk membangun dan mewujudkan tujuan pondok pesantren dalam membekali santri dengan pengetahuan keagamaan dan pengetahuan umum. Dengan memberikan pelatihan dan peningkatan kemampuan kewirausahaan, program pemberdayaan ini bertujuan untuk mendorong santri untuk lebih terlibat dalam bisnis. Dengan memberikan keterampilan kreatif dan inovasi santri , diharapkan program pemberdayaan santri akan membantu pertumbuhan bisnis. Program ini akan mendorong santri untuk menjadi pengusaha berdasarkan nilai-nilai ukhrowi dan bukan keuntungan DAFTAR PUSTAKA