SOSFILKOM Volume XVII Nomor 01 Januari-Juni 2023 NEW PUBLIC MANAGEMENT : PERKEMBANGAN DAN APLIKASI DALAM MEREFORMASI ORGANISASI PUBLIK Subhan. Agus Rianto. Universitas Muhammadiyah Cirebon subhan@umc. id , agusrianto@umc. Abstract At the conceptual level. New Public Management (NPM) is an effort to respond to the challenges of changes in the environment of public organizations as a result of dramatic changes in the external environment both due to globalization, democratization, scientific advances and the increasing demands of society on government. Therefore, public organizations must be adaptive to the changes that occur, this effort is carried out by reforming themselves by adopting the private sector in carrying out their management. The adoption of private sector management in the public sector is known as the New Public Management (NPM) concept. NPM has been implemented in various countries and is the leading and dominant model in carrying out reforms in the public sector Keywords: NPM. Public Sector Reform PENDAHULUAN Perubahan yang sangat cepat dan dramatis merupakan sebuah fenomena yang terjadi pada era ini. Fenomena ini berkaitan erat proses demokratisasi, globalisasi dan kemajuan yang luar biasa dalam bidang teknologi komunikasi dan modern terutama apa yang kita kenal dengan AudigitalisasiAy. Perubahan ini menyebabkan perubahan hampir di seluruh sisi kehidupan manusia. Mengikuti pendapatnya Farazmand (Haris, 2019, . yang mengemukakan bahwa perubahan ini berkaitan erat dengan transformasi dalam globalisasi baik di sektor modal, budaya, inovasi di bidang teknologi, peran propaganda barat serta peran badan-badan internasional seperti International Money Fund (IMF). World Bank dan World Trade Organization (WTO). Imbas dari perubahan yang terjadi tentu saja berimplikasi juga kepada bagaimana sektor publik . aca: negar. Diterbitkan oleh FISIP UMC harus melakukan adaptasi terhadap perubahan yang terjadi. Adaptasi diperkuat oleh semakin meningkatnya ekspektasi dan tuntutan warga kepada negara dalam kebutuhan akan berbagi peran dengan sektor swasta dan msyarakat dalam pengeloaan bidang-bidang yang selama ini menjadi monopoli negaraAiterutama di negara berkembangAisebagai akibat dari Berbeda dengan sektor negara, organisasi di sektor swasta jauh lebih adatif bahkan kemudian bisa keluar dari persoalan dari masalah akibat perubahan yang luar biasa tersebut. Ada alasan kuat bagi sektor publik untuk mengadopsi manajemen sektor swasta karena sektor swasta berhasil keluar dari masalah ketika terjadi guncangan pada seputar tahun 1980-an terutama berkaitan dengan beratnya persaingan yang terjadi dalam skala global. Keberhasilan dari sektor swasta ini karena mempunyai keunggulan, keunggulan didapat karena . SOSFILKOM Volume XVII Nomor 01 Januari-Juni 2023 sektor swasta melakukan perubahan yang radikal dengan memanfaatkan persaingan menjadi peluang melalui apa yang kemudian disebut sebagai manajemen Dalam rangka mengahadapi tantangan perubahan tersebut kemudian ada keperluan untuk mengadopsi manajemen sektor swasta ke sektor publik yang kemudian dikenal dengan New Public Management (NPM). dikumpulkan dari buku teks dan laporan penelitian yang sudah diterbitkan dalam jurnal ilmiah. Disamping itu penggunaan berbagai sumber yang berasal dari internet berupa tulisan dan informasi yang relevan dengan konsep NPM menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam makalah ini Dilihat dari kelahiran konsep New Public Management (NPM) merupakan salah satu perkembangan transformasi di bidang Administrasi Publik tahun 1980-an, kemudian semakin berkembang di seputar tahun 1990-an. NPM kemudian menjadi model terkemuka dan dominan dalam melakukan reformasi di sektor organisasi publik berbagai Hal ini karena NPM berhubungan dengan konsep inovasi di sektor publik, yang membahas perubahan-perubahan yang dapat diterapkan secara efektif dalam proses, produk, layanan, dan metode penyampaian layanan kepada masyarakat (Wicaksono, 2. Walaupun begitu sesungguhnya pembahasan menegnai NPM menjadi agak klasik karena berkembang konsep lain di bidang kajian Administrasi Publik baik konsep New Governance maupun E-Government. (Ticu. Namun kajian mengenai NPM sampai sekarang masih mendapat tempat. Tulisan ini akan membahas tentang perkembangan dari Konsep NPM, mulai dari kelahiran, penerapan NPM di berbagai Negara, prinsip-prinsip NPM kemudian kritik terhadap NPM. Kelahiran. Istilah NPM mula pertama diperkenalkan oleh Christhoper Hood dalam tulisannya yang berjudul Au a public management for all seasonAy di tahun 1991. Nama ini kemudian dapat digambarkan sebagi seperangkat doktrin administrative yang mendominasi agenda reforamsi birokrasi di banyak Negara-negara OECD pada akhir tahun 1970-an ( Vabo, 2009,. Bagi Yamamoto . pendekatan NPM ini lahir sebagai kritik terhadap Birokrasi, terkendala oleh sifat kekakuannya terutama berkaitan dengan kompleksitas sistem yang berbasis aturan top-down pengambilan keputusan. Implikasi dari hal ini adalah bahwa birokrasi menyebabkan semakin jauh dari harapan masyarakat. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan adalah metode Kualitatif dengan menggunakan data skunder berupa litelatur yang berhubungan dengan konsep NPM. Data sekunder Diterbitkan oleh FISIP UMC PEMBAHASAN Sejalan Yamamoto. Lembaga Administarsi Negara (LAN) melihat bahwa : kekakuan model birokrasi yang dikembangkan oleh Max Weber diyakini tidak mampu untuk mengikuti perkembangan yang terjadi, tuntutan masyarakat dan lingkungan yang terus berubah. Karena itu seringkali birokrasi pemerintah dianggap sebagai pihak yang menghalangi pembangunan dan tidak tanggap terhadap berbagai tuntutan masyarakatAy. (LAN, 2007,. Berbeda dengan Yamamoto dan LAN yang mengemukakan tentang sifat kekakuan dari birokrasi. Dawson dan Dargie . SOSFILKOM membicarakan tentang ketidakefektifan organisasi layanan publik yang dikelola secara tradisononal oleh birokrasi terutama yang menyangkut : kontrol terhadap biaya, peningkatan kualitas, pemenuhan standar masyarakat serta terlalu pengaruh dari kekuasaan dan kelompok Oleh sebab itu harus ada perubahan di sektor publik untuk menanggapi berbagai kelemahan dari birokrasi. Karenanya Yamamoto . Aedengan mengutif pendapatnya de Leon dan Denhart dan Kamensky--harus mengadopsi teknik dan nilai manajemen sektor swasta ketika menjalankan aktivitasnya. Adopsi teknik dan nilai ini terutama menyangkut : Au competition, a preference for market mechanisms as a means of social choice, and respect for the entrepreneurial spiritAy. Senada dengan Yamamoto. Taylor . 2, 110, lihat juga LAN 2007,3 dan Thoha, 2008,. mengemukakan perlunya adopsi dari sektor swasta terutama menyangkut : pengenalan teknik pengelolaan bisnis yang menekankan pada efisiensi, layanan yang lebih besar dan orientasi kepada klien, persaingan dalam sektor publik. Ada alasan kuat bagi sektor publik harus mengadopsi manajemen sektor swasta karena sektor swasta berhasil keluar dari masalah ketika terjadi guncangan pada seputar tahun 1980-an terutama berkaitan dengan beratnya persaingan yang terjadi dalam skala global. Keberhasilan dari sektor swasta ini karena mempunyai keunggulan, keunggulan di didapat karena sektor swasta melakukan perubahan yang radikal dengan memanfaatkan persaingan menjadi peluang melalui apa yang kemudian disebut sebagai manajemen Diterbitkan oleh FISIP UMC Volume XVII Nomor 01 Januari-Juni 2023 Adopsi tersebut menurut Taylor . menyangkut tiga hal yaitu : pengenalan teknik pengelolaan bisnis dengan penekanan pada efisiensi, layanan dan orientasi yang lebih besar terhadap klien, dan pengenalan mekanisme dan persaingan dalam sektor publik. Dengan mengadopsi manajemen sektor swasta ke sektor publik menurut LAN . diharapkan : Au birokrasi pemerintah dijalankan dengan seefisien dan seefektif mungkin sehingga mereka dapat bergerak dengan lebih luwes dalam mengikuti tuntutan masyarakat dan perubahan lingkungan yang terus berlangsungAy. Sejalan dengan Taylor. Thoha . mengemukakan bahwa berbicara mengenai thema pokok dari NPM adalah bagaimana menggunakan mekanisme pasar dan terminologi di sektor publik. Maknanya adalah dalam melakukan hubungan antara instansi pemerintah dengan pelanggannya . sama dengan proses hubungan transaksi yang dilakukan oleh mereka di dunia pasar . arket plac. Dengan transformasi kinerja pasar tersebut maka akan mereform kebiasaan di sektor publik dari tradisi berlandaskan aturan . ule base. dan proses yang menggantungkan pada otoritas pejabat . uthority-driven processe. menjadi orientasi pasar . , dan dipacu untuk kompetisi secara sehat . ompetition-driven tactic. Penerapan. Gerakan NPM dimulai pada akhir 1970-an dan awal 1980-an. Praktik pertama pelaksanaan NPM adalah di Inggris di bawah Perdana Menteri Margaret Thatcher dan di beberapa pemerintah lokal di AS . Sunnyvale. Californi. yang paling berat dalam menghadapi dari resesi ekonomi dan krisis perpajakan. Selanjutnya, diikuti oleh pemerintah Selandia Baru dan Australia yang kemudian mengikuti Inggris melalui Keberhasilan . SOSFILKOM administrasi NPM pada agenda sebagian besar negara OECD dan negara lain juga (Gruening, 2001,1, juga Vabo, 2009,. Kemudian NPM menjadi populer dan tersebar luas di banyak Negara barat dalam tahun 1990-an, melalui international booming consultancy industry, institusi keuangan dunia seperti World Bank. IMF OECD. Setelah itu NPM menyebar di seluruh dunia. Walaupun NPM telah menjadi model yang dominan dan dipergunakan oleh berbagai Negara di dunia, namun NPM manejemen publik tidaklah sama. Negara-negara dimana NPM berasal sekalipun terdapat perbedaan dalam penekananya. Inggris memperkenalkan program-program yang dramatis selama rezim Thacher tahun 1979. Agenda Reformasi di Inggri di dasarkan pada : Au orientation, and market type mechanism which were reflected in the official policy document of the UK governmentAy (Kickert, 1997, . Selandia Baru menjadi Negara yang lebih radikal dari Inggris dalam memperkenalkan ide-ide NPM yang lain, memperkenalkan serangkaian reformasi seperti : Au corporatization, contracting out, market orientation and quasi-mraket mechanisms in delivering public serviceAy (Gautam, 2008,. Selanjutnya. Gautam . penerapan NPM di berbagai negara lainnya. Di Amerika SerikatAiNegara pelopor NPM lainnyaAipelaksanaan NPM dipengaruhi oleh pemikiran dari Osborne dan Gaebler dalam bukunya AuReinventing GovernmentAy yang dipublikasi pada tahun 1992, selanjutnya Osborne menerbitkan buku lain bersama Plastrik pada tahun 1997 dengan judul Banishing Bureaucracy. Diterbitkan oleh FISIP UMC Volume XVII Nomor 01 Januari-Juni 2023 Penerapan NPM di Amerika Serikat ini mulai muncul pada tahun 1993 ketika Wakil Presiden Al Gore menerapkan Au National Performance ReviewAy. Di Negara Scandinavia, penerapan NPM berfokus pada proses reformasi yang sangat dipengaruhi oleh teori NPM terutama MBO (Management by Objective. , otonomi manjerial dan devolusi kekuasaan Sedangkan di Inggris pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat untuk lembaga semi otonom adalah salah satu komponen dasar dari praktek yang Inggris, kekuasaan model yang dikembangkan di Ingris juga banyak diterapkan di Negara Afrika seperti Ghana. Kenya. Zambia. Afrika Selatan. Malawi dan Zimbabwe terutama mengadopsi sektor kesehatan melalui korporasi. Proses ini melibatkan konversi badan otonom rumah sakit yang dijalankan oleh dewan direksi mereka sendiri dan merupakan sayap pelayanan dari Departemen Kesehatan ke dalam entitas kesehatan yang terpisah seperti yang di terapkan di Inggris. NPM terinspirasi dari badan otonom seperti model otoritas pendapatan sektor publik di terapkan di Negara-negara Sahara Mozambik. Afrika Selatan. Uganda dan Zambia. Disamping itu dunia ketiga berusaha untuk mengurangi ruang lingkup pemerintah melalui privatisasi, deregulasi dan perampingan fungsi Negara dengan menerapkan peran Negara yang lebih ke arah fasilitator. Perbedaan lain dari penerapan NPM di berbagai Negara adalah terkait dengan inisiatif dari pelaksanaan NPM Dalam hal inisiatif bisa berasal dari inisisiatif lokal nasional , beberapa terinspirasi oleh globalisasi maupun berasala dari tekanan luar (Cristensen dan Langed, 2001,. Di beberapa Negara maju SOSFILKOM inisiatif berasal dari kebutuhan akan perbaikan manajemen publik, hal ini karena semakin meningkatnya tuntutan dan kebutuhan yang berasal dari dalam maupun karena mengikuti trend globalisasi NPM. Di lingkungan Negara-negara berkembang, reformasi adminstrasi dan manajemen publik lebih banyak karena tekanan eksternal terutama berkaitan dengan persyaratan pinjaman meningkatnya tuntutan penyelenggaran pemerintahan yang baik dari Negara atau organisasi pemberi pinjaman, pertumbuhan dan penggunaan manajemen internasional sebagai penasihat dalam melakukan Selain itu, adalah ide reformasi dari kalangan neoliberal pada akhir 1970an dan perkembangan teknologi informasi. (Larbi,1999,i. Dalam prespektif yang lebih luas lanjut Larbi . 9,i. di dorong oleh kombinasi berbagai faktor baik ekonomi, politik maupun teknologi. Gambaran umum menunjukan bahwa negara-negara yang menerapkan NPM terutama berkaitan dengan pengalaman krisis ekonomi dan fiscal yang menyebabkan kebutuhan akan efisisensi dan bagaimana memperkecil biaya dalam pemberian layanan publik. Teori Dasar Pembentuk NPM. Teori dasar dari NPM menurut Hood (Yamatomo, 2003,6. Larbi, 1999, 16 juga Indahsari dan Raharja, 2020,. adalah perkawinan antara dua ide aliran yang Dua aliran ide dimaksud adalah antara new institutional economics di satu sisi dan aliran managerialism di sisi Aliran new institutional economics dibangun atas dasar public choice theory dan principal agent theory. Melalui teori ekonomi memungkinkan persaingan pasar dalam pelayanan publik, fungsi kontrak Diterbitkan oleh FISIP UMC Volume XVII Nomor 01 Januari-Juni 2023 pemerintah dan privatisasi badan-badan milik Negara ( Gautam, 2008,4. Larbi 1999,13. Barzelay, 2002,3 juga Kalimullah 2012,. Sedangkan teori agent atau AuagencificationAy menjelaskan bagaimana metode reformasi di bidang pemerintahan dirancang dalam rangka membentuk organisasi otonom dan semi otonom dalam sektor publik atau organisasi dimana fungsi pelaksanaan terpisah dari pembuatan (Toloferi, 2005,. Sederhananya adanya pemisahan penyedia dan pengguna pelayanan publik. Pada dasarnya penerima pelayanan publik adalah pemerintah dan masyarakat umum. Pemisahan ini dilakukan dengan menciptakan hubungan kontrak antara dua pihak, yaitu principal dan agent. Principal adalah pihak yang membutuhkan layanan atau barang dan agent adalah pihak yang menyediakan layanan atau barang. Principal diasumsikan memiliki keahlian dan kemampuan dalam memberikan layanan dengan harga yang lebih rendah dari biaya pokok dalam rangka memberikan layanan secara personal. sektor publik, pemerintahAipada tingkatAi merupakan principal utama yang membeli pelayanan publik dari agen melalui Agen bisa badan eksternal atau organ semi otonom yang merupakan bagian dari sektor publik. Dengan mengutip pendapatnya Boston. Toloferi . selanjutnya menjelaskan antara principal dan agen biasanya melalui kontrak. Kontark bisa implisit, obligasi atau relasional, tergantung pada seberapa besar saling percaya antara pihak terlibat. Tujuan dari teori principalagent adalah menyediakan suatu kerangka kerja intelektual dan hukum untuk bekerjanya Aucara yang paling memuaskanAy sebagai jalan negoisasi, penentuan, dan . SOSFILKOM pelanggaran dilakukan pihak agen . isalnya karena kelalaian, penipuan, kecurangan dan kolus. Seperti biasa sifat hubungan kotrak dapat memberikan penghargaan terhadap agen tetapi juga bisa hukuman untuk pelanggaran kontrak. Teori agen berpendapat bahwa kondisi penting mengenai hubungan antara principal dan agent menurut International Energy Agency . 7,27-. pertama, teori mengasusmsikan bahwa agen itu otonom dan cenderung memaksimalkan kepentingan mereka sendiri dengan mengorbankan principal. Dengan Kata lain, disana terdapat asumsi umum tentang adanya konflik antara principal dan agent. Kedua, menyangkut hubungan antara principal dan agen adalah masalah inforamsi yang asimetri antara kedua belah pihak. Dalam ilmu ekonomi, asimetri informasi ada ketika salah satu pihak dalam transaksi memegang informasi relevan, tetapi tidak mampu atau tidak bersedia untuk mentrasfer informasi ke pihak lain. Biasanya penjual mengetahui lebih banyak dibandingkan dengan Aliran kedua yang membentuk NPM adalah aliran managerialism, aliran ini mengembangkan ide tentang reformasi sektor publik dengan mempergunakan manajemen bisnis atau adimintrasi bisnis. Aliran ini berasal dari tradisi manejemen ilmiah, yaitu gerakan neo-Tayloris yang mendorong untuk meningkatkan efisiensi organisasi terutama berkaitan dengan Dimana manajer diberdayakan untuk mengelola tugas dan tanggungjawab yang dijalankan dengan otonomi penuh, pentingnya keahlian teknis, berpusat pada pengukuran kinerja organisasi melalui budaya kerja yang sesuai dan control terhadap output Diterbitkan oleh FISIP UMC Volume XVII Nomor 01 Januari-Juni 2023 organisasi (Yamatomo, 2003,6 juga Larbi, 1999,. Dalam NPM manajer publik ditantang untuk menemukan cara-cara baru dan melakukan inovasi untuk mencapai hasil atau fungsi privatisasi layanan yang sebelumnya disediakan oleh pemerintah. Kuncinya adalah bahwa NPM sangat tergantung pada mekanisme pasar dalam Tujuannya adalah untuk melepaskanAiapa yang dilihat oleh pendukung NPMAi Monopoli yang tidak efisien dari lembaga publik (Denhardt dan Denhardt, 2007,. Selanjutntya Denhardt Denhardt, . setelah berkembangngnya ide NPM ini , banyak manejer publik melakukan upya produktivitas dan mencari mekanisme alternatif layanan publik berdasarkan asumsi dan prespektif ekonomi. Mereka berkonsentrasi pada akuntabililitas dan kinerja yang tinggi, restrurkturisasi lembaga birokrasi, mendefinisikan ulang misi organisasi, proses merampingkan birikrasi, dan pengambilan keputusan yang Dalam banyak kasus, pemerintah dan badan pemerintah telah berhasil melakukan fungsi privatisasi sektor publik, pemegang eksekutif bertanggungjawab dalam mencapai kinerja yang dapat di ukur, melaksnakan proses untuk mengukur produktivitas dan efektivitas melakukan rekayasa ulang dalam sistem untuk mencerminkan Prinsip NPM. Christoper Hood (Yamatomo, 2003,. mengemukakan tentang tujuh prinsip dari NPM yaitu : . Penekanan pada keterampilan manajemen SOSFILKOM professional yang aktif, melihat ke depan . , control terhadap diskresi organisasi ( kebebasan untuk mengelol. Standard an ukuran kinerja dinyatakan secara eksplisit melalui klarifikasi tujuan, sasaran, dan indicator keberhasilan. Pergeseran dari penggunaan input dan control prosedur peraraturan birokrasi kepada control output diukur dengan kinerja kuantitatif. Pergeseran dari sistem manajemen terpadu untuk disagresi atau desentralisasi sektor publik. Pengenalan kompetisi yang lebih besar di sektor publik sehingga biaya lebih rendah dan pencapaian standar yang lebih tinggi melalui kontrak yang berjangka . Penekanan pada praktek gaya manajemen sektor swasta sepereti penggunaan tenaga perjanjian misi dan kinerja. Penekanan pada pemotongan biaya, efidiensi, sumberdaya, dan Au berbuat lebih banyak dengan biaya lebih sedikitAy. Konsep lain dari NPM di kembangkan oleh Osborne dan Gaebler (Thoha, 2008,. dalam "reinventing governmentAy konsep ini berusaha untuk menttraformasi jiwa dan kinerja wiraswasta . ke dalam birokrasi Jiwa entrepreneurship itu sosial, budaya dan politik yang dipunyai oleh pemerintah dari yang tidak produktif bisa ke yang lebih produktif, dari produktivitas rendah ke produktivitas Kinerja inilah yang kemudian David Osborne dan Ted Gaebler (Thoha, 2008,. mengemukakan 10 prinsip dari mewirausahakan birokrasi sebagai inti dari NPM, yaitu : Pemerintah Diterbitkan oleh FISIP UMC Volume XVII Nomor 01 Januari-Juni 2023 masyarakat, pemerintah berorientasi pada misi, pemerintah berorientasi pada hasil, pemerintah berorientasi pada pelanggan, pemerintah berorientasi pada kewirausaan, pemerintah melakukan desentralisasi, pemerintah berorintasi pada pasar dan pemerintah bersifat kompetitif. Selanjutnya Osborne dan Plastrik Banishing Buereaucracy : The Five Stategi For Reinventing Government, mengemukakan tentang lima strategi dalam pemerintahan wirausaha yaitu : . Core Strategy (Strategi Int. : berkaitan dengan adanya kejelasan tujuan, kejelasan peran dan kejelasan arah. Consecquences Strategy ( Strategi konsekwens. yang berhubungan dengan : strategi adanya persaingan terkendali dalam manjemen perusahaan dan manajemen . Costumer Strategy (Strategi Pelangga. yang berkaitan dengan adanya pilihan pelanggan, keunggulan kompetitif dan adanya pemastian mutu pelanggan. Control Strategy (Strataegi Pengendalia. yang dengan strategi organisasional, pemberdayaan pegawai dan pemberdayaan . Culture Strategy (Strategi Buday. Strategi ini berhubungan dengan upaya menghentikan kebiasaan-kebiasaan yang buruk, menyentuh perasaan menuju trerciptanya kemampuan mengubah pikiran dan kondisi budaya yang lebih produktif. Demikian pula menurut Jonathan Boston (Denhardt dan Denhardt, 2007,. mengemukakan bahwa pusat perhatian NPM pada intinya sebagai berikut : Au Lebih menekankan pada proses manajemen perubahan dari penggunaan control masukan kepada penggunaan ukuranukuran yang bisa dihitung terhadap output dan target kinerja, devolusi SOSFILKOM pelaporan, monitoring dan akuntabilitas baru, disgeregasi struktur birokrasi yang besar menjadi stuktur kuasi otonom,secara khusus melakukan pemisahan antara fungsi-fungsi komersial dengan yang non komersial, menggunakan preferensi untuk kegiatan kepemilikan privat, sistem kontrak dengan akuntabilitas dalam pelayanan publik, menitru praktik tertentu dalam pengembangan rencana korporasi . an perjanjian kinerj. , pengenalan renumerasi terkait dengan kinerja sistem dan perhatian yang lebih besar pada citra perusahaan, preperensi umum untuk insentif moneter daripada insentif non-moneter, seperti : etika, etos dan status, dan penekanan pada pemotongan biaya, serta efisisensi. Dari uraian diatas pada hakekatnya NPM ini lebih menekankan pada penggunaan mekanisme pasar, sehingga hubungan antara bada-badan publik transaksiyang terjadi antara penjual dan Peran manejer publik berubah karena ditantang untuk menemukan caracara baru yang inovatif dalam mencapai tujuan atau menswastajkan berbagai fungsi yang dijalankan oleh pemerintah. Kritik terhadap NPM. Pelaksanaan NPM yang telah menjadi fenomena global, dalam realitasnya bukan tanpa kritik. Banyak mengungkapkan keprihatinan tentang implikasi NPM. Yamatomo . mengemukakan NPM mengabaikan fakta bahwa secara esensial berbeda dengan manajemen swasta. Sedangan menurut Vabo . karena NPM memakai pola piker teknokratik, dengan mengedepankan efisiensi dan akuntabilitas mengabaikan hal-hal lain seperti : keadilan, kesetaranan dan partisipasi. Bagi Shick, . NPM mempersempit tanggung Diterbitkan oleh FISIP UMC Volume XVII Nomor 01 Januari-Juni 2023 jawab sektor publik dan melemahkan nilai-nilai dan kepentingan kolektif yang dihormati serta mengkikis nilai-nilai tradisional terutama berkaitan dengan etika pegawai dalam melakukan pelayanan publik seperti : keadilan, kesetaraan, kejujuran dan tidak memihak dimana keberadaan sektor publik didasarkan. Sedangkan Denhardt dan Denhardt . 7,22, baca juga Kalimullah dkk, 2. mempertanyakan implikasi privatisasi terhadap nilai-nilai demokrasi dan kepentingan publik, selain itu konsep kewirausahaan akan mengancam melemahkan nilai demokratis seperti kejujuran, keadilan, representasi dan Dalam pemerintah dengan warga Denhardt dan Denhardt . menginagtkan bahwa pemerintah adalah milik warganya, dengan adminstrtor publik harus berfokus pada tanggungjawab mereka untuk melayani dan memberdayakan warga Negara ketika mereka mengelola organisasi Hal ini mengandung arti bahwa warga Negara menempati posisi terdepan, penekanan ini tidak harus ditempatkan pada Au steering or rowing the governmental boatAy . emudi atau dayung perahu pemerinta. , melainkan harus diletakan dalam bangunan lembaga publik yang ditandai dengan integritas dan responsive. Kesimpulan Dalam tataran konseptual. New Public Management (NPM) merupakan perubahan lingkungan organisasi publik sebagai akibat dari perubahan lingkungan eksternal yang dramatis baik akibat globalisasi, demokratisasi, kemajuan ilmu pengetahuan maupun tuntutan yang semakin meningkat pada pemerintahan. Oleh karena itu, organisasi publik harus adaptif terhadap perubahan yang terjadi, . SOSFILKOM upaya ini dilakukan melaui reformasi dengan mengadopsi manajemen sektor Adopsi manajemen sektor swasta pada sektor publik dikenal dengan konsep New Public Management (NPM). NPM telah diterapkan di berbagai negara dan menjadi model terdepan dan dominan dalam melakukan reformasi di sektor Penerapan NPM di berbabai Negara bukan tanpa kritik, kritik tersebut terutama berkaitan dengan nilai-nilai demokrasi yaitu : kesetaran, refresentasi, partisipasi dan tanggung jawab dari sektor publik terhadap masyarakatnya . DAFTAR PUSTAKA