Jurnal Visi Manajemen Vol. No. 1 Januari 2022 e-ISSN: 2528-2212. p-ISSN: 2303-3339. Hal 15-29 PENERAPAN SAK EMKM PADA UMKM: SURVEI PADA UMKM YANG BERADA DI KECAMATAN TINGKIR, SALATIGA Aray Pantare Alam1. Maria Rio Rita2 Universitas Kristen Satya Wacana ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latar belakang pendidikan, sosialisasi SAK EMKM, pemahaman SAK EMKM terhadap penerapan SAK EMKM pada UMKM di Kecamatan Tingkir. Kota Salatiga. Sampel penelitian dipilih dengan menggunakan metode simple random sampling yang terdiri dari 86 pemilik UMKM. Teknik analisis data yang digunakan yakni analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menemukan bahwa latar belakang pendidikan, sosialisasi SAK EMKM, dan pemahaman SAK EMKM berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerapan SAK EMKM. Latar belakang pendidikan merupakan variabel yang paling dominan terhadap penerapan SAK EMKM Kata kunci: SAK EMKM. Latar Belakang Pendidikan. Sosialisasi SAK EMKM. Pemahaman SAK EMKM. ABSTRACT This study aims to determine the effect of educational background, socialization of SAK EMKM, comprehension of SAK EMKM on the application of SAK EMKM to MSMEs in Tingkir District. Salatiga City. The research sample was selected using simple random sampling method consisting of 86 owners of MSMEs. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis. The results of the study found that educational background, socialization of SAK EMKM, and understanding of SAK EMKM had a positive and significant effect on the application of SAK EMKM. Educational background is the most dominant variable on the implementation of SAK EMKM. Keywords: SAK EMKM. Educational Background. Socialization of SAK EMKM. Comprehension of SAK EMKM Received November 30, 2021. Revised Desember 2, 2021. Januari 22, 2022 *Corresponding author, e-mail address PENERAPAN SAK EMKM PADA UMKM: SURVEI PADA UMKM YANG BERADA DI KECAMATAN TINGKIR. SALATIGA PENDAHULUAN Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM) memiliki peranan besar dalam mengurangi tingkat pengangguran. Berdasarkan data yang diperoleh dari Kementerian Koperasi dan UKM . yakni jumlah UMKM yang ada di Indonesia mencapai 62,9 juta, dan menyerap tenaga kerja hingga 166,6 juta. Hal itu tentunya sangat membantu pertumbuhan perekonomian dengan menjadi penyedia lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Peran besar yang dimiliki UMKM tersebut masih terdapat kendala, menurut Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Koperasi dan UKM salah satu kendala para pelaku usaha mikro dan kecil yakni kesulitan dalam penyusunan laporan keuangan yang diperlukan sebagai tolak ukur keberhasilan sebuah bisnis. Penyusunan laporan keuangan yang baik dimana sesuai dengan SAK EMKM bukan hanya dibutuhkan saat berhubungan dengan mitra usaha atau lembaga keuangan, tetapi juga dibutuhkan untuk pendataan aset dan omzet para pelaku UMKM (Dimyati, 2. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menerbitkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro. Kecil. Menengah (SAK EMKM). SAK EMKM diterbitkan untuk kebutuhan standar akuntansi keuangan bagi UMKM dan bisa diterapkan mulai 1 Januari 2018. SAK EMKM adalah standar akuntansi keuangan yang lebih sederhana dibandingkan SAK ETAP. Dalam hal ini para pelaku UMKM diharapkan mampu memahami serta mempermudah dalam penyusunan laporan keuangan. Akan tetapi hingga saat ini masih juga banyak pelaku UMKM yang belum atau tidak melakukan penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan SAK EMKM. Kecamatan Tingkir yang berada di Kota Salatiga merupakan wilayah yang cukup banyak menyumbang pelaku usaha UMKM. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja . di Kecamatan Tingkir terdapat 601 UMKM , dan 216 tenaga kerja. Dengan banyaknya UMKM tersebut tentunya sangat membantu meningkatkan perekonomian khususnya bagi masyarakat yang ada di Kecamatan Tingkir. Namun para pelaku usaha masih belum melakukan pembuatan laporan keuangan atupun penerapan SAK EMKM. Hal ini dikarenakan latar belakang pendidikan mereka dimana tidak mendapat pendidikan akuntansi sehingga tidak mengetahui bagaimana penyusunan laporan keuangan, belum mendapatkan sosialisasi tentang apa itu SAK EMKM Jurnal Visi Manajemen - VOLUME 8. NO. JANUARI 2021 Jurnal Visi Manajemen Vol. No. 1 Januari 2022 e-ISSN: 2528-2212. p-ISSN: 2303-3339. Hal 15-29 dan kegunaanya, serta pemahaman pelaku UMKM terhadap SAK EMKM masih kurang yang merupakan dasar dari penerapan SAK EMKM. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui ada tidaknya pengaruh latar belakang pendidikan, sosialisasi SAK EMKM, dan pemahaman SAK EMKM terhadap penerapan SAK EMKM. Sehingga dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada Pemerintah Kota dan Dinas mengenai kendala-kendala yang dihadapi oleh UMKM dalam pembuatan laporan keuangan sesuai SAK EMKM. Bagi UMKM diharapkan penelitian ini dapat memberi informasi mengenai pentingnya pembuatan laporan keuangan bagi usaha mereka. TINJAUAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS SAK EMKM disusun guna memenuhi kebutuhan pelaporan keuangan entitas mikro, kecil, dan menengah (IAI, 2. Berdasarkan exposure draft dari Ikatan Akuntan Indonesia . mensyaratkan bahwa laporan keuangan minimum SAK EMKM terdiri dari laporan posisi keuangan akhir periode, laporan laba rugi selama periode berjalan, dan catatan atas laporan keuangan yang berisi rincian atau tambahan akun-akun tertentu yang relevan. Penerapan SAK EMKM sendiri adalah penyusunan laporan keuangan sesuai dengan standar yang diberlakuakan bagi pelaku usaha mikro kecil untuk mempermudah kebutuhan dan kepentingan segi internal ataupun eksternal (Badria & Diana, 2. Penerapan SAK EMKM bagi UMKM dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya: latar belakang pendidikan, sosialisasi SAK EMKM, dan pemahaman SAK EMKM Latar belakang pendidikan dan kemampuan belajar seorang manajer mempengaruhi tingkat keberhasilan pada kegiatan usahanya, seorang manajer dituntut menguasai berbagai ketrampilan dan kemampuan agar bisa beradaptasi dengan lingkungannya (Dewi. Yuniarta, & Wahyuni, 2. Pendidikan formal maupun non formal pemilik UMKM dapat berpengaruh terhadap pengetahuan akuntansi karena materi akuntansi didapatkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan melatarkan jurusan yang sama (Lutfiany & Kusuma, 2. Pengetahuan yang minim terhadap standar akuntansi dan para pelaku usaha yang tidak mendapat pendidikan serta pemahaman akuntansi mempengaruhi pembuatan laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM (Barus et al. , 2. Pemilik ataupun pengelola PENERAPAN SAK EMKM PADA UMKM: SURVEI PADA UMKM YANG BERADA DI KECAMATAN TINGKIR. SALATIGA UMKM yang belum melakukan pencatatan laporan keuangan ini dikarenakan latar belakang pendidikan mereka yang tidak memperoleh pendidikan akuntansi, sehingga merasa kesulitan untuk melakukan pencatatan atas laporan keuangan yang sesuai SAK EMKM (Putra, 2. SAK EMKM merupakan standar akuntansi yang dibuat untuk penyusunan pelaporan keuangan UMKM. Apabila UMKM tidak mendapatkan pendidikan akuntansi tentu saja akan kesulitan dalam memahami dan membuat laporan keuangan, terlebih khususnya laporan keuangan sesuai SAK EMKM. Hal itu menjadi dasar bahwa latar belakang pendidikan seseorang mempengaruhi pemahaman serta pengetahuan akuntansi khususnya penyusunan laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM. Hipotesis 1: Latar belakang pendidikan berpengaruh terhadap penerapan SAK EMKM. Rudiantoro dan Siregar . menerangkan bahwa apabila tingkat informasi dan sosialisasi mengenai SAK ETAP relatif terbatas, maka akan mempengaruhi pemahaman pengusaha UMKM terhadap SAK ETAP. Pentingnya dilakukan sosialisasi bagi pelaku UMKM memberikan pengetahuan guna memotivasi pemilik UMKM untuk membuat serta meingkatkan kualitas laporan keuangan . utfiany & Kusuma 2. Adanya sosialisasi SAK EMKM akan sangat membantu pelaku UMKM dalam memahami cara dan fungsi penerapan SAK EMKM (Badria & Diana, 2. Hal yang senada diungkapkan oleh Janrosi . dimana sosialisasi SAK EMKM membantu proses belajar UMKM dalam menyesuaikan diri dengan aturan penyusunan laporan keuangan terbaru berbasis SAK EMKM. Apabila pelaku UMKM mendapat informasi dan sosialisasi yang cukup, tentunya akan membuat UMKM paham apa itu SAK EMKM dan memungkinkan untuk menerapkannya Hipotesi 2: Sosialisasi SAK EMKM berpengaruh positif signifikan terhadap penerapan SAK EMKM. Lutfiany dan Kusuma . menjelaskan bahwa pemahaman UMKM terhadap laporan keuangan sesuai standar akuntansi akan mendukung proses implementasi laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM yang dapat membantu UMKM dalam mengembangkan Pemahaman terhadap standar akuntansi yang kurang merupakan kendala terbesar bagi UMKM dalam penggunaan SAK ETAP (Rudiantoro & Siregar, 2. Semakin rendahnya tingkat pemahaman terhadap penggunaan SAK EMKM maka UMKM tidak dapat membuat laporan keuangan yang berbasis SAK EMKM (Nurfadilah et al. , 2. Jurnal Visi Manajemen - VOLUME 8. NO. JANUARI 2021 Jurnal Visi Manajemen Vol. No. 1 Januari 2022 e-ISSN: 2528-2212. p-ISSN: 2303-3339. Hal 15-29 Demikian pula yang disampaikan oleh Salmiah. Nanda, dan Adino . dimana tingkat pemahaman UMKM terhadap penyusunan laporan keuangan berbasis SAK EMKM yang masih kurang menjadikan UMKM sulit untuk menerapkan SAK EMKM dalam menjalankan usahanya. Pemahaman SAK EMKM menjadi berpengaruh karena apabila pelaku UMKM tidak mengetahui apa itu SAK EMKM dan aturan Ae aturan pada standar yang berlaku maka akan sulit untuk menerapkan. Hipotesis 3: Pemahaman SAK EMKM berpengaruh positif signifikan terhadap penerapan SAK EMKM. Kerangka Konseptual Latar belakang Pendidikan (X. Sosialisai SAK EMKM (X. Penerapan SAK EMKM (Y) Pemahaman SAK EMKM (X. Gambar 1. Model Penelitian (Dikembangkan dalam Penelitian, 2. METODE PENELITIAN Populasi dan Sampel Populasi yang diambil pada penelitian ini yakni pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Tingkir dimana data yang diperoleh dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, 2019 yakni berjumlah 601 UMKM . Sampel dari penelitian ini menggunakan metode simple random sampling. Pemilihan sampel tersebut bertujuan agar semua anggota populasi yaitu UMKM memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi sampel penelitian. Berdasarkan perhitungan rumus slovin maka sampel minimum yang akan diambil sebanyak 86 dari total populasi yang ada. PENERAPAN SAK EMKM PADA UMKM: SURVEI PADA UMKM YANG BERADA DI KECAMATAN TINGKIR. SALATIGA Teknik Pengambilan Data Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dalam menguji hipotesis apakah latar belakang pendidikan pelaku UMKM, sosialisasi SAK EMKM, dan pemahaman SAK EMKM berpengaruh pada penerapan SAK EMKM bagi UMKM yang ada di Kecamatan Tingkir. Data yang digunakan penelitian ini yakni data primer, mengingat masa pandemi saat ini maka pemberian kuesioner kepada responden dilakukan dengan menghubungi nomor whatsapp pemilik UMKM yang sudah menjadi bagian dari gofood partner ataupun grabfood partner, kemudian pemilik UMKM akan diminta untuk mengisi kuesioner melalui link google form. Kuesioner akan diukur menggunakan skala Likert, dengan skala 1 . angat tidak setuj. sampai dengan skala 5 . angat setuj. Model penelitian ini menggunakan regresi linear berganda dan kemudian data yang diperoleh diolah menggunakan SPSS V. Variabel dan Pengukurannya Tabel 1. Definisi Operasional Variabel Variabel Definisi Penerapan Penyusunan SAK EMKM keuangan dengan standar yang pelaku usaha mikro kepentingan dari segi Latar Jurusan/bidang studi Belakang yang pernah ditempuh Pendidikan oleh pelaku UMKM. Sosialisasi SAK EMKM Pemberian informasi guna proses belajar dari individu melalui pemahaman terhadap fungsi dan peraturan yang sudah dibuat yakni SAK EMKM Indikator . Pemahaman . Menerapkan . Pencatatan. Pencatatan sesuai SAK EMKM. Sumber Modifikasi (Badria Diana, 2. Pendidikan . Pendidikan . Penerapan SAK EMKM. Manfaat penerapan SAK EMKM. (Lutfiany Kusuma, 2. Jurnal Visi Manajemen - VOLUME 8. NO. JANUARI 2021 Modifkasi (Janrosi, 2. Jurnal Visi Manajemen Vol. No. 1 Januari 2022 e-ISSN: 2528-2212. p-ISSN: 2303-3339. Hal 15-29 Pemahaman SAK EMKM Kemampuan seseorang penyajian unsur-unsur ketentuan yang berlaku dalam SAK EMKM. Penyajian laporan Modifikasi posisi keuangan. (Salmiah et al. Klasifikasi aset 2. dan liabilitas. Penyajian laporan laba rugi. Penyajian catatan . Kebijakan Teknik Analisis Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda. Regresi linier berganda adalah metode statistika yang digunakan untuk membuat model hubungan antara variabel terikat dengan lebih dari satu variabel bebas (Kurniawan, 2. Penelitian ini ditujukan untuk membuat model hubungan antara variabel penerapan SAK EMKM (Y) dengan variabel latar belakang pendidikan pelaku UMKM (X. , variabel sosialisasi SAK EMKM (X. , dan variabel pemahaman SAK EMKM (X. Berikut persamaan regresi yang Y = 1 X1 2 X2 3 X3 e . Dimana: = Penerapan SAK EMKM = Konstanta 1 - 3 = Koefisien regresi variabel independen = Latar belakang pendidikan = Sosialisasi SAK EMKM = Pemahaman SAK EMKM = Residual/error Instrumen dari penelitian ini yakni uji validitas dan reliabilitas. Kemudian akan dilakukan uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, multikolinieritas, dan Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. PENERAPAN SAK EMKM PADA UMKM: SURVEI PADA UMKM YANG BERADA DI KECAMATAN TINGKIR. SALATIGA HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 2 menunjukkan output uji validitas dari indikator-indikator dalam variabel penelitian ini signifikan. Sementara nilai Cronbach Alpha > 0,6 sehingga variabel tersebut Tabel 2. Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Penerapan SAK EMKM Indikator Validitas 0,754 0,729 0,636 0,700 0,656 0,698 0,570 Latar X1. Belakang X1. 0,592 Pedidikan X1. 0,719 X1. 0,652 X1. 0,731 X1. 0,646 Sosialisasi X2. 0,857 SAK X2. 0,765 EMKM X2. 0,795 X2. 0,805 X2. 0,750 X2. 0,822 X2. 0,861 Pemahama X3. 0,615 SAK X3. 0,614 EMKM X3. 0,656 X3. 0,737 X3. 0,711 X3. 0,729 X3. 0,501 Sumber: Data Primer. Diolah . Keterangan Reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 0,797 Reliabel 0,687 Reliabel 0,907 Reliabel 0,773 Reliabel Pengujian normalitas yang tersaji Tabel 3 menunjukkan nilai signifikansi 0,808 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa residual terdistribusi normal. Tabel 3. Uji Normalitas Jurnal Visi Manajemen - VOLUME 8. NO. JANUARI 2021 Jurnal Visi Manajemen Vol. No. 1 Januari 2022 e-ISSN: 2528-2212. p-ISSN: 2303-3339. Hal 15-29 Unstandardized Residual Asymp. Sig. -taile. Sumber: Data Primer. Diolah . *** Jika P-value signifikan pada 5% 0,808*** Tabel 4 menunjukkan semua nilai tolerance variabel latar belakang pendidikan . 0,866 > 0,10, variabel sosialisasi SAK EMKM . 0,574 > 0,10, dan variabel pemahaman SAK EMKM . 0,552 > 0,10 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada gejala multikolinearitas dalam model penelitian ini. Tabel 4. Hasil Uji Multikolinearitas Variabel Tolerance Latar belakang 0,866** pendidikan (X. VIF 1,115 Sosialisasi SAK 0,574** EMKM (X2 1,174 Pemahaman SAK 0,552** EMKM (X. 1,801 Sumber: Data Primer. Diolah . Jika P-value signifikan pada 10% Tabel 5 menunjukkan masing-masing variabel bebas memiliki nilai signifikansi . 0,867 , . 0,306 , dan . 0,199 di mana nilai-nilai tersebut lebih besar dari 0,05 yang berarti tidak dijumpai masalah heteroskedastisitas. Tabel 5. Uji Heterokedastisitas Varibel Latar Belakang Pendidikan (X. Sosialisasi SAK EMKM (X. Pemahaman SAK EMKM (X. Sig. 0,867*** 0,306*** 0,199*** PENERAPAN SAK EMKM PADA UMKM: SURVEI PADA UMKM YANG BERADA DI KECAMATAN TINGKIR. SALATIGA Sumber: Data Primer. Diolah . *** Jika P-value signifikan pada 5% Selanjutnya, hasil pengolahan data menghasilkan output regresi seperti yang terangkum dalam Tabel 6 berikut ini: Tabel 6. Uji Hipotesis Hipotesis Variabel Independen Variabel Dependen Sig. Latar Belakang Penerapan Pendidikan SAK EMKM 2,373 Sosisalisasi SAK EMKM Penerapan SAK EMKM 2,337 Pemahaman SAK EMKM Penerapan SAK EMKM 2,227 Sumber: Data Primer. Diolah . *,**, *** signifikan pada 10%, 5%, atau 1% Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa variabel latar belakang pendidikan menghasilkan t-hitung 2,373 dengan nilai signifikansi 0,020 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa latar belakang pendidikan berpengaruh terhadap penerapan SAK EMKM. Latar belakang pendidikan merupakan pendidikan terakhir baik formal ataupun informal yang telah di tempuh pemilik UMKM, pendidikan formal ataupun informal pemilik UMKM mempengaruhi pengetahuan akuntansi yang dimiliki karena materi akuntansi akan lebih diperdalam pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi khususnya pada jurusan yang sama. Keberhasilan seorang pemilik usaha dapat juga dilihat dari pendidikan dan kemampuan belajarnya dalam lingkungan usaha tersebut, pemilik usaha dituntut untuk mampu menghadapi permintaan pasar serta masalah yang dihadapi dalam mengelola usaha. Pendidikan khususnya akuntansi memberikan pemahaman serta sarana bagi pelaku UMKM untuk memudahkan dalam mengelola usaha yang dijalankan dengan membuat laporan keuangan, sehingga pendidikan merupakan hal yang penting bagi pelaku UMKM. Hal ini Jurnal Visi Manajemen - VOLUME 8. NO. JANUARI 2021 Jurnal Visi Manajemen Vol. No. 1 Januari 2022 e-ISSN: 2528-2212. p-ISSN: 2303-3339. Hal 15-29 sejalan dengan hasil penelitian Dewi. Yuniarta, & Wahyuni . yang menyatakan latar belakang pendidikan dan kemampuan belajar seorang manajer mempengaruhi tingkat keberhasilan pada kegiatan usahanya, seorang manajer dituntut menguasai berbagai ketrampilan dan kemampuan agar bisa beradaptasi dengan lingkungannya. Pengetahuan yang minim terhadap standar akuntansi dan para pelaku usaha yang tidak mendapat pendidikan serta pemahaman akuntansi mempengaruhi pembuatan laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM (Barus et al. , 2. Hasil penelitian variabel sosialisasi SAK EMKM memiliki nilai t-hitung 2,337 dengan nilai signifikansi 0,022 < 0,05. Disimpulkan bahwa sosialisasi SAK EMKM berpengaruh positif signifikan terhadap penerapan SAK EMKM. Sosialisasi SAK EMKM merupakan kegiatan pemberian informasi atau pelatihan mengenai SAK EMKM yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait (Seperti Dinas Koperasi dan UMKM Kota Salatig. Sosialisasi SAK EMKM penting bagi pelaku UMKM untuk menambah pengetahuan mengenai penyusunan laporan keuangan sesuai dengan standar yang berlaku. Sehingga pelaku UMKM dapat meningkatkan kualitas laporan keuangan dalam usaha yang dijalaninya, dan membantu mempermudah melakukan peminjaman modal kepada lembaga keuangan. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Lutfiany dan Kusuma . sosialisasi penting dilakukan bagi pelaku UMKM untuk memberikan pengetahuan guna memotivasi pemilik UMKM dalam membuat serta meingkatkan kualitas laporan keuangan. Adanya sosialisasi SAK EMKM akan sangat membantu pelaku UMKM dalam memahami cara dan fungsi penerapan SAK EMKM (Badria & Diana, 2. Hasil penelitian selanjutnya yaitu variabel pemahaman SAK EMKM memiliki nilai thitung 2,227 dengan nilai signifikansi 0,029 < 0,05. Hal ini berarti pemahaman SAK EMKM berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerapan SAK EMKM. Pemahaman SAK EMKM yaitu mengerti dan memahami tentang penyusunan laporan keuangan sesuai dengan ketentuan SAK EMKM. Apabila pelaku UMKM mengerti dan dapat melakukan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku, maka dapat dikatakan pelaku UMKM paham mengenai SAK EMKM. Tingkat pemahaman pelaku UMKM terhadap SAK EMKM mempengaruhi dalam penyusunan laporan keuangan sesuai standar akuntansi. Apabila tingkat pemahaman terhadap SAK PENERAPAN SAK EMKM PADA UMKM: SURVEI PADA UMKM YANG BERADA DI KECAMATAN TINGKIR. SALATIGA EMKM rendah menjadikan proses penerapan menjadi terhambat. Peningkatan pemahaman penting untuk UMKM karena dengan menyusun laporan keuangan sesuai dengan aturan SAK UMKM dapat memudahkan mengelola usaha, seperti mengetahui posisi keuangan, aset, pendapatan, dan hutang usaha yang dijalankan. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Lutfiany dan Kusuma . dimana pemahaman UMKM terhadap laporan keuangan sesuai standar akuntansi akan mendukung proses implementasi laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM yang dapat membantu UMKM dalam mengembangkan Semakin rendahnya tingkat pemahaman terhadap penggunaan SAK EMKM maka UMKM tidak dapat membuat laporan keuangan yang berbasis SAK EMKM (Nurfadilah et al. , 2. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah diuraikan dapat diambil kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut: Latar belakang pendidikan berpengaruh terhadap penerapan SAK EMKM. Sosialisasi SAK EMKM berpengaruh positif signifikan terhadap penerapan SAK EMKM. Pemahaman SAK EMKM berpengaruh positif signifikan terhadap penerapan SAK EMKM. Saran Berdasarkan hasil penelitian, kendala yang menghambat UMKM dalam melakukan penyusunan laporan keuangan sesuai SAK EMKM antara lain: dari segi kemampuan yang tidak mendapatkan pengetahuan mengenai akuntansi. belum pernah mengikuti sosialisasi SAK EMKM. dan tingkat pemahaman UMKM terhadap SAK EMKM yang dinilai masih Pelaku UMKM diharapkan untuk meningkatkan pembelajaran serta pengetahuan mereka khususnya dalam penyusunan laporan keuangan sesuai SAK EMKM. Penyusunan laporan keuangan berbasis SAK EMKM penting diterapkan bagi UMKM karena dapat membantu dalam mengelola usaha, menilai kinerja usaha, serta dapat memudahkan UMKM mengakses modal dari lembaga keuangan. Sementara bagi Dinas Koperasi dan Pemerintah Jurnal Visi Manajemen - VOLUME 8. NO. JANUARI 2021 Jurnal Visi Manajemen Vol. No. 1 Januari 2022 e-ISSN: 2528-2212. p-ISSN: 2303-3339. Hal 15-29 kota Salatiga diharapkan memberikan pendampingan dan pembinaan bagi pelaku UMKM terutama terkait dengan penyusunan laporan keuangan sesuai SAK EMKM, untuk mempersiapkan UMKM mengakses pendanaan eksternal. Penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu dalam perumusan instrumen kuesioner yang hanya mencantumkan jenis pertanyaan tertutup. Untuk penelitian mendatang yang menggunakan metode survei seperti ini, sebaiknya dapat menambahkan tipe pertanyaan terbuka sehingga informasi yang diperoleh dapat membantu peneliti untuk menganalisis lebih komprehensif. DAFTAR PUSTAKA